Kamis, 03 September 2026

*Hutama Karya Berlakukan Potongan Tarif Tol 10% di Sejumlah Ruas Jalan Tol Trans Sumatera pada Hari Pelanggan Nasional 2026*

*Hutama Karya Berlakukan Potongan Tarif Tol 10% di Sejumlah Ruas Jalan Tol Trans Sumatera pada Hari Pelanggan Nasional 2026*







KabarPesisirNews.Com
SUMATERA,      – 
Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional Tahun 2026, PT Hutama Karya
(Persero) (Hutama Karya) akan memberlakukan potongan tarif tol sebesar 10% di sejumlah ruas Jalan
Tol Trans Sumatera (JTTS). Kebijakan ini merupakan bentuk apresiasi kepada pengguna jalan yang telah memilih JTTS sebagai teman perjalanan sekaligus wujud semangat Melayani Sepenuh Hati dalam
menghadirkan pelayanan yang semakin optimal bagi masyarakat.


Kebijakan ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat pembangunan
infrastruktur, pemerataan ekonomi, dan konektivitas antardaerah sehingga potongan tarif ini diharapkan
memberikan manfaat langsung kepada pengguna jalan yang melakukan perjalanan jarak terjauh,
sekaligus mendukung peningkatan mobilitas dan konektivitas antarwilayah di Sumatra. 


Potongan tarif
sebesar 10% diberlakukan selama dua hari kalender, mulai Jumat, 4 September 2026 pukul 07.00 WIB
hingga Minggu, 6 September 2026 pukul 07.00 WIB. Kebijakan ini berlaku dua arah bagi seluruh golongan kendaraan yang melakukan perjalanan sesuai asal dan tujuan dengan jarak terjauh serta menggunakan kartu uang elektronik yang sama dengan saldo yang mencukupi.


Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengatakan bahwa pemberian potongan tarif ini merupakan bentuk apresiasi Hutama Karya kepada para pengguna jalan yang selama ini telah memberikan kepercayaan dan dukungan terhadap pelayanan Jalan Tol Trans Sumatera. 


“Melalui momentum Hari Pelanggan Nasional, kami ingin memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung sekaligus terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat,” ujar Iwan.


Rincian Tarif dan Ketentuan Pemberlakuan Potongan Tarif Tol
Potongan tarif diberikan pada ruas dan asal-tujuan jarak terjauh yang telah ditetapkan dengan rincian sebagai berikut


*Regional Sumatra Bagian Selatan*
1. Asal–tujuan: GT Prabumulih–GT Palembang dan sebaliknya
Tol Palembang–Indralaya (Palindra)
Golongan I: Rp27.000 menjadi Rp24.500
Golongan II & III: Rp40.500 menjadi Rp36.500
Golongan IV & V: Rp54.000 menjadi Rp48.500
2. Asal–tujuan: GT Prabumulih–GT Kayu Agung dan sebaliknya
Tol Indralaya–Prabumulih (Inprabu)
Golongan I: Rp85.000 menjadi Rp76.500
Golongan II & III: Rp127.500 menjadi Rp114.500
Golongan IV & V: Rp170.000 menjadi Rp153.00
3. Asal–tujuan: GT Bakauheni Selatan–GT Kayu Agung dan sebaliknya Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) 
Golongan I: Rp255.500 menjadi Rp230.000 
Golongan II & III: Rp383.500 menjadi Rp345.000 
Golongan IV & V: Rp511.500 menjadi Rp460.000 
4. Asal–tujuan: GT Bengkulu–GT Taba Penanjung dan sebaliknya Tol Bengkulu–Taba Penanjung Asal–tujuan: GT Bengkulu–GT Taba Penanjung dan sebaliknya 
Golongan I: Rp23.500 menjadi Rp21.500 
Golongan II & III: Rp35.500 menjadi Rp32.000 
Golongan IV & V: Rp47.500 menjadi Rp42.500 


*Regional Sumatra Bagian Tengah*
1. Asal–tujuan: GT Pekanbaru–GT Dumai dan sebaliknya Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) 
Golongan I: Rp171.500 menjadi Rp154.000 
Golongan II & III: Rp257.000 menjadi Rp231.500 
Golongan IV & V: Rp343.000 menjadi Rp308.500 
2. Asal–tujuan: GT Sungai Pinang–GT XIII Koto Kampar dan sebaliknya Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar 
Golongan I: Rp78.000 menjadi Rp70.000 
Golongan II & III: Rp117.000 menjadi Rp105.500 
Golongan IV & V: Rp156.000 menjadi Rp140.500 
3. Asal–tujuan: GT Kapalo Hilalang–GT Padang dan sebaliknya Tol Padang–Sicincin 
Golongan I: Rp50.500 menjadi Rp45.500 
Golongan II & III: Rp75.500 menjadi Rp68.000 
Golongan IV & V: Rp100.500 menjadi Rp90.500 


*Regional Sumatra Bagian Utara 1*. 
1. Asal–tujuan: GT Padang Tiji–GT Baitussalam dan sebaliknya Tol Sigli–Banda Aceh 
Golongan I: Rp65.000 menjadi Rp58.500 
Golongan II & III: Rp97.500 menjadi Rp88.000 
Golongan IV & V: Rp130.000 menjadi Rp117.000 
2. Asal–tujuan: GT Pangkalan Brandan–GT Kisaran dan sebaliknya
Tol Binjai–Langsa
Golongan I: Rp81.000 menjadi Rp73.000
Golongan II & III: Rp122.000 menjadi Rp109.500
Golongan IV & V: Rp162.500 menjadi Rp146.000
Tol Indrapura–Kisaran
Golongan I: Rp64.000 menjadi Rp57.500
Golongan II & III: Rp96.000 menjadi Rp86.500
Golongan IV & V: Rp128.000 menjadi Rp115.000


Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (dikelola PT Hutama Marga Waskita)
Golongan I: Rp25.000 menjadi Rp22.500
Golongan II & III: Rp37.500 menjadi Rp34.000
Golongan IV & V: Rp49.500 menjadi Rp44.500


Lebih lanjut, Iwan mengatakan bahwa potongan tarif hanya berlaku bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan sesuai asal dan tujuan sebagaimana telah ditetapkan. Transaksi di luar asal–tujuan
tersebut tetap dikenakan tarif normal. Khusus perjalanan pada ruas terintegrasi, pengguna jalan wajib
menggunakan satu kartu uang elektronik yang sama saat masuk dan keluar jalan tol.


“Hutama Karya mengimbau pengguna jalan untuk mengecek tarif sesuai gerbang masuk dan tujuan
perjalanan serta memastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi sebelum memasuki jalan tol.
Pengguna jalan juga diharapkan mematuhi rambu dan arahan petugas, menjaga kondisi kendaraan tetap
prima, serta memanfaatkan _rest area_ untuk beristirahat demi keselamatan dan kenyamanan perjalanan,”
tutup Iwan.


Informasi mengenai ketentuan potongan tarif dapat diakses melalui akun resmi
@HutamaKaryaTollRoad dan aplikasi Mozy."****







LIPUTAN         :     RED
EDITOR            :     REDAKSI 
Rp307 Juta Melayang, Polres Meranti Tangkap Terduga Pelaku Janji Lolos Polri

Rp307 Juta Melayang, Polres Meranti Tangkap Terduga Pelaku Janji Lolos Polri






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    - 
Harapan seorang warga Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mengantarkan anaknya menjadi anggota Polri justru berujung perkara hukum. Sejak 2020, korban disebut telah menyerahkan uang secara bertahap kepada Z (45), yang mengaku mampu membantu kelulusan anaknya dalam seleksi Polri.


Setelah kasus tersebut dilaporkan pada 2025, perjalanan perkara berlangsung cukup panjang. Z bahkan disebut dua kali mangkir dari panggilan kepolisian dan sempat kabur di beberapa kota besar di indonesia, Sat Reskrim tidak tinggal diam lalu sempat dikejar di Jakarta dan Z sempat melarikan diri. Hingga akhirnya, keberadaannya terdeteksi di Selatpanjang pada Senin (31/8/2026) dan langsung diamankan polisi.


Polres Kepulauan Meranti kemudian menetapkan Z sebagai tersangka dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan pada 1 September 2026.


Kasus ini bermula pada Desember 2020 ketika korban MN mencari bantuan agar anaknya dapat mengikuti seleksi Polri. Melalui seorang saksi berinisial SP, MN kemudian bertemu dengan Z.


Dalam pertemuan itu, Z disebut mengaku memiliki rekan di Mabes dan menyanggupi membantu proses kelulusan. Korban yang percaya kemudian mengirimkan uang sebanyak dua kali sebesar Rp150 juta pada Desember 2020. Permintaan uang kembali muncul menjelang proses seleksi. Korban kemudian menyerahkan tambahan Rp10 juta.


Pada 2021, anak korban mengikuti proses seleksi Bintara Polri di Pekanbaru. Namun hasilnya tidak sesuai harapan karena dinyatakan gagal. Di tengah proses tersebut, Z kembali meminta Rp50 juta dengan alasan untuk membantu kelulusan.


Karena masih berharap anaknya berhasil, korban kembali mengirimkan uang sebesar Rp40 juta pada 1 September 2021. Meski telah menyerahkan uang tambahan, hasil seleksi tetap tidak berubah.


Z kemudian menawarkan jalur Akademi Kepolisian (Akpol). Korban disebut ditawari bantuan dengan kebutuhan dana yang disebut mencapai Rp800 juta. Z juga menyampaikan bahwa sebelum seleksi diperlukan bimbingan dan pemeriksaan kesehatan di Jakarta.


Korban yang masih berharap kemudian kembali menyerahkan uang hingga total Rp100 juta untuk keperluan tersebut. Namun anak korban akhirnya tidak melanjutkan proses seleksi setelah merasa diabaikan oleh Z.


Perjalanan tersebut berlanjut pada 2023 ketika anak korban kembali mengikuti seleksi Bintara Polri. Z kembali meminta uang sebesar Rp7 juta dengan alasan untuk membantu melancarkan kelulusan.


Namun hasilnya kembali tidak sesuai harapan. Anak korban dinyatakan tidak lulus dengan alasan adanya kelainan pada bagian rahang.


Dari rangkaian penyerahan uang sejak 2020 hingga 2023 tersebut, total uang yang disebut telah diterima Z mencapai Rp307 juta.


Setelah beberapa kali upaya tidak membuahkan hasil, korban meminta uang tersebut dikembalikan. Z disebut berjanji akan mengembalikannya dalam waktu satu bulan. Namun janji itu tidak terealisasi.


"Z menjanjikan akan mengembalikan uang tersebut dalam jangka waktu satu bulan. Namun setelah ditunggu, uang tersebut tidak dikembalikan," jelas Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).


Korban akhirnya melaporkan perkara tersebut ke Polres Kepulauan Meranti pada 11 April 2025. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan.


Dalam prosesnya, Z dua kali tidak memenuhi panggilan kepolisian. Polisi baru mengamankan Z setelah memperoleh informasi bahwa dirinya berada di Selatpanjang pada 31 Agustus 2026.


Setelah pemeriksaan terhadap saksi, calon tersangka, penelaahan alat bukti serta gelar perkara, polisi menetapkan Z sebagai tersangka.


"Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, alat bukti surat, pemeriksaan terhadap calon tersangka serta hasil gelar perkara, terhadap Z ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan," ujar Gede Adi.


Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa bukti setor, bukti transfer dan print out rekening yang berkaitan dengan transaksi perkara tersebut. Z disangkakan melanggar Pasal 492 KUHP dan atau Pasal 486 KUHP.


Kapolres mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku mampu menjamin kelulusan seleksi Polri.


"Proses penerimaan TNI dan Polri memiliki mekanisme resmi. Masyarakat jangan mudah percaya dengan pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang,"tegasnya.


Gede Adi juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan dugaan tindak pidana melalui layanan kepolisian.


"Masyarakat dapat menghubungi Call Center 110 Polri apabila membutuhkan bantuan, menemukan adanya gangguan keamanan maupun mengetahui dugaan tindak pidana. Layanan ini dapat digunakan untuk menyampaikan laporan kepada kepolisian," tegasnya."****






SUMBER      :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR        :    REDAKSI 

Rabu, 02 September 2026

L-PERWIN-LN Bengkalis Resmi Terbentuk, Perkuat Komitmen Perlindungan Warga Indonesia di Luar Negeri

L-PERWIN-LN Bengkalis Resmi Terbentuk, Perkuat Komitmen Perlindungan Warga Indonesia di Luar Negeri






KabarPesisirNews.Com
BENGKALIS, RIAU,     — 
Lembaga Perlindungan Warga Indonesia Luar Negeri (L-PERWIN-LN) resmi membentuk kepengurusan di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Kehadiran lembaga ini merupakan bagian dari komitmen untuk membangun wadah pelayanan, pengaduan, pendampingan, serta perlindungan bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri.

Kepengurusan L-PERWIN-LN Bengkalis terdiri atas Hambali sebagai Ketua Umum, M. Rafi sebagai Sekretaris Jenderal, Jupri wakil sekretaris Yanto sebagai Bendahara Umum, dan Sabri, SH sebagai Pengawas.

Ketua Umum L-PERWIN-LN, Hambali, menyampaikan bahwa terbentuknya lembaga tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga Indonesia yang bekerja, melakukan perjalanan, maupun memiliki kepentingan lainnya di luar negeri.

Menurut Hambali, masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri dapat menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan informasi, pendampingan, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“L-PERWIN-LN hadir dengan semangat memberikan manfaat dan membantu masyarakat. Kami berharap lembaga ini dapat menjadi wadah yang terbuka bagi warga Indonesia di luar negeri untuk menyampaikan pengaduan dan mendapatkan pendampingan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Hambali.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal L-PERWIN-LN, M. Rafi, menegaskan bahwa lembaga tersebut akan berupaya membangun sistem pelayanan dan pengaduan yang dapat diakses masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa setiap persoalan yang disampaikan masyarakat akan diarahkan untuk mendapatkan penanganan melalui mekanisme yang tepat, termasuk dengan melakukan koordinasi bersama instansi pemerintah maupun pihak berwenang lainnya.

“L-PERWIN-LN ingin menjadi bagian dari solusi. Kami membuka ruang pengaduan bagi warga Indonesia yang mengalami persoalan di luar negeri, kemudian membantu mengarahkan dan mengoordinasikan persoalan tersebut sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku,” jelas M. Rafi.

L-PERWIN-LN juga menilai pentingnya edukasi dan pencegahan. Masyarakat yang hendak bekerja atau bepergian ke luar negeri perlu mendapatkan informasi yang memadai mengenai dokumen, aturan, hak dan kewajiban, serta aspek keselamatan selama berada di negara tujuan.

Dalam menjalankan tugasnya, L-PERWIN-LN berkomitmen membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah, instansi terkait, perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, serta berbagai pihak lainnya sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing.

Keberadaan L-PERWIN-LN diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian terhadap warga negara Indonesia yang berada di luar negeri, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Ketua Umum Hambali bersama jajaran pengurus berharap L-PERWIN-LN dapat menjalankan amanah organisasi secara profesional, transparan, humanis, dan bertanggung jawab.

“Yang paling utama adalah bagaimana lembaga ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami ingin membangun kepercayaan melalui kerja nyata, pelayanan yang baik, serta sinergi dengan semua pihak,” tutup Hambali"****







LIPUTAN       :     TIM/RAFI
EDITOR          :     REDAKSI 
Maulid Arbain Malam Ke-22, Masjid Amaliyatul Muttaqin Melati II Gemakan Shalawat

Maulid Arbain Malam Ke-22, Masjid Amaliyatul Muttaqin Melati II Gemakan Shalawat






KabarPesisirNews.Com
PERBAUNGAN,    -
Pengurus Masjid Amaliyatul Muttaqin Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, menggelar peringatan _Maulid Arbain Malam Ke-22_ pada Malam Kamis, 2 September 2026. Acara dimulai setelah Sholat Isya hingga selesai dan berlangsung khidmat.


Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Maulid Nabi, dilanjutkan pembukaan oleh protokol. Kemudian pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menyejukkan hati jemaah.


Acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari Kepala Desa Melati II Bapak Sudarno. Setelah itu kata sambutan dari Arif Rahman, Ketua BKM Masjid Amaliyatul Muttaqin. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh jemaah yang hadir, panitia pelaksana Maulid Arbain, serta para donatur yang telah menyisihkan rezekinya untuk menyukseskan acara ini. 


Semoga kita semua mendapat pahala dari Allah SWT,” tutupnya.


Suasana semakin syahdu dengan lantunan shalawat yang menggema dan diikuti seluruh jemaah.


Acara puncak diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Ustadz Bayu Pradana, S.P.d. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jemaah untuk meneladani akhlak Nabi Besar Muhammad SAW serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.


Alhamdulillah Maulid Arbain malam ke-22 ini berjalan lancar. Ini berkat kekompakan pengurus masjid, para jemaah, dan peran aktif remaja masjid,” ujar Arif Rahman.
Turut hadir Ketua BKM beserta pengurus, Kepala Desa Melati II, tokoh dan pemuka masyarakat, para remaja masjid, serta ratusan jemaah.


Untuk memeriahkan kebersamaan, panitia menyediakan berbagai menu kuliner. Tak ketinggalan minuman seperti air mineral Aqua, teh, dan kopi panas disiapkan bagi seluruh jemaah.


Kegiatan Maulid Arbain ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mempererat tali silaturahmi warga Desa Melati II Pasar 6."****







EDITOR           :      REDAKSI 

PENDIRI IKOPEB APRESIASI SINERGI PEMDA DAN PT TIMAH: RIPPM DORONG KEMANDIRIAN EKONOMI MERANTI

PENDIRI IKOPEB APRESIASI SINERGI PEMDA DAN PT TIMAH: RIPPM DORONG KEMANDIRIAN EKONOMI MERANTI






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,     -
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP [Purn.] H. Asmar, secara resmi membuka Focus Group Discussion [FGD] Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat [RIPPM] bersama PT Timah Tbk, Selasa [1/9/2026] di Aula Kantor Bupati.

Dalam sambutannya, Bupati H. Asmar,  mengapresiasi komitmen PT Timah Tbk yang konsisten melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat dalam penyusunan RIPPM.

“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar forum menyampaikan program. Ini kesempatan mendengarkan kebutuhan masyarakat secara langsung dan menyusun langkah pemberdayaan yang benar-benar bermanfaat,” ujar Asmar.

Bupati memaparkan, sebagai wilayah kepulauan, Meranti memiliki potensi sumber daya alam besar namun masih menghadapi tantangan kompleks. Mulai dari keterbatasan akses, peningkatan SDM, penguatan ekonomi, infrastruktur, isu lingkungan, hingga penciptaan lapangan kerja.

Untuk itu, ia berharap program pemberdayaan melalui RIPPM dapat bersinergi dengan prioritas pembangunan daerah. Program tersebut, tegas H. Asmar, tidak boleh bersifat bantuan sesaat, melainkan harus menciptakan kemandirian jangka panjang.

Kami ingin penguatan nyata di sektor UMKM, peningkatan keterampilan warga, ekonomi produktif, perikanan, pertanian, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan pemuda dan perempuan, serta kelestarian lingkungan,” tambahnya.

SINERGI PEMDA DAN PT TIMAH DIAPRESIASI

Pernyataan Bupati tersebut mendapat apresiasi dari Karim, Pendiri Ikatan Koordinasi Pemuda Bangkinang [IKOPEB].

Menurut Karim, sinergi antara Pemerintah Daerah dan PT Timah melalui FGD RIPPM merupakan langkah strategis dalam pembangunan.

“Langkah ini tentu menjadi pondasi penting bagi kemajuan Kabupaten Kepulauan Meranti dan menumbuhkan ekonomi di Meranti. Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam merancang program pemberdayaan akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Karim, Rabu [2/9/2026].

Ia menilai pendekatan RIPPM yang berorientasi pada kemandirian merupakan strategi yang tepat.
“Ini menandakan pemerintah hadir untuk masyarakat. Ketika program tidak hanya bersifat karitatif tetapi membangun kapasitas, maka masyarakat Meranti akan menjadi pelaku utama pembangunan,” pungkasnya."****





EDITOR         :      REDAKSI 

Polisi Tertibkan PETI di Sungai Ojolali Kuansing, Dua Rakit Dompeng Dimusnahkan

Polisi Tertibkan PETI di Sungai Ojolali Kuansing, Dua Rakit Dompeng Dimusnahkan




KabarPesisirNews.Com
KUANSING RIAU,      – 
Polres Kuantan Singingi bergerak menindaklanjuti informasi terkait dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sungai Ojolali, Desa Sungai Paku, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.


Penertiban dilakukan personel Polsek Singingi Hilir pada Selasa (1/9/2026) sore. Petugas mendatangi lokasi setelah muncul informasi mengenai aktivitas PETI yang diduga berlangsung di kawasan tersebut.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus melakukan penindakan apabila ditemukan aktivitas maupun sarana yang digunakan untuk PETI.


“Setiap informasi yang kami terima terkait aktivitas PETI akan kami tindak lanjuti. Personel langsung turun melakukan pengecekan ke Sungai Ojolali dan menemukan dua rakit dompeng yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan tanpa izin,” kata Hidayat.


Saat petugas tiba sekitar pukul 16.00 WIB, kedua rakit tersebut dalam kondisi tidak beroperasi dan tidak ditemukan orang yang sedang melakukan aktivitas penambangan. 


Polisi juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi, namun tidak menemukan alat berat sebagaimana informasi yang sebelumnya beredar.


Petugas selanjutnya melakukan penindakan terhadap dua rakit dompeng yang ditemukan di lokasi dengan cara dirusak dan dimusnahkan agar tidak dapat digunakan kembali untuk aktivitas PETI.


“Pada saat kami tiba tidak ada aktivitas penambangan dan tidak ditemukan alat berat. Namun dua rakit dompeng yang berada di lokasi langsung kami tindak agar tidak bisa digunakan kembali,” jelas Hidayat.


Hidayat menegaskan, jajaran Polres Kuantan Singingi akan terus melakukan patroli dan penertiban di wilayah yang berpotensi menjadi lokasi PETI. 


Informasi dari masyarakat maupun pemberitaan media juga akan menjadi bagian dari bahan kepolisian dalam melakukan pengecekan dan penindakan di lapangan.


“Kami tidak ingin setelah dilakukan penertiban aktivitas kembali muncul. Karena itu pengawasan akan terus dilakukan. Kami juga mengajak masyarakat menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas PETI,” ujarnya.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan penertiban tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Riau dan jajaran dalam menangani aktivitas pertambangan ilegal yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan.


Menurut Akmadi, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan telah memberikan perhatian terhadap penanganan berbagai kejahatan yang berdampak pada lingkungan. 


Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga pencegahan, patroli serta respons terhadap informasi yang disampaikan masyarakat.


“Prinsipnya jelas, setiap informasi mengenai dugaan aktivitas yang merusak lingkungan harus direspons dan diverifikasi di lapangan. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan dilakukan tindakan sesuai ketentuan hukum,” kata Akmadi.


Ia menambahkan, Polda Riau mendorong seluruh jajaran untuk menjaga ruang partisipasi masyarakat dalam pengawasan lingkungan. 


Informasi yang disampaikan publik maupun media dinilai penting sebagai bagian dari upaya bersama mencegah kerusakan lingkungan.


“Menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan kepolisian sendiri. Kami membutuhkan partisipasi masyarakat. Laporkan apabila menemukan aktivitas pertambangan ilegal atau kegiatan lain yang berpotensi merusak lingkungan. Informasi tersebut akan kami tindak lanjuti,” tutup Akmadi."****






LIPUTAN        :     SANDI 
EDITOR           ;     REDAKSI 
Sekolah Rakyat Terintegrasi Pandeglang Mulai Beroperasi, Hutama Karya Dukung Akses Pendidikan bagi Keluarga Prasejahtera

Sekolah Rakyat Terintegrasi Pandeglang Mulai Beroperasi, Hutama Karya Dukung Akses Pendidikan bagi Keluarga Prasejahtera






KabarPesisirNews.Com
PANDEGLANG BANTEN,    – 
PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mendukung penyediaan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera melalui pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Infrastruktur pendidikan tersebut kini mulai dimanfaatkan dengan beroperasinya SRT 1 Kabupaten Pandeglang yang melayani siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. 


Dibangun di atas kawasan seluas 11,3 hektare, SRT 1 Kabupaten Pandeglang menjadi bagian dari upaya Pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas. Kawasan tersebut dilengkapi dengan fasilitas pendidikan dan hunian yang terintegrasi untuk mendukung proses pembelajaran dan pembentukan kemandirian siswa. 


Dalam mendukung kegiatan pendidikan, SRT 1 Kabupaten Pandeglang dilengkapi dengan 36 ruang kelas untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama terpadu bagi siswa, serta asrama guru. Selain itu, tersedia perangkat komputer untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan ujian siswa, fasilitas olahraga berupa _track field_, lapangan basket, dan lapangan sepak bola, tempat ibadah, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. 


Sebagai bagian dari dimulainya operasional sekolah, kegiatan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SRT 1 Kabupaten Pandeglang dilaksanakan pada Jumat (28/8). Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah yang turut meninjau sejumlah fasilitas sekolah, termasuk ruang kelas dan asrama guru. Rangkaian MPLS selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus s.d 9 Semptember 2026. 



Dimyati menyampaikan bahwa keberadaan SRT 1 Kabupaten Pandeglang perlu dijaga dan dirawat secara bersama-sama agar dapat terus memberikan manfaat bagi para siswa.  “Sekolah ini harus dirawat dan dijaga. Saya meminta seluruh pihak yang terlibat untuk bersama-sama menjaga, memantau, dan terus memberikan perhatian terhadap keberlangsungan sekolah ini. Kehadiran sekolah ini menjadi bagian penting dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Saya berharap anak-anak yang bersekolah di sini dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Dimyati. 


Saat ini, SRT 1 Kabupaten Pandeglang melayani 474 siswa yang berasal dari Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Tangerang Selatan. Setelah mengikuti rangkaian MPLS, para siswa akan menjalani program matrikulasi selama tiga bulan sebagai tahap persiapan mental dan akademik sebelum mengikuti proses pembelajaran secara penuh. 


Pembangunan SRT 1 Kabupaten Pandeglang merupakan bagian dari dukungan Hutama Karya terhadap penyediaan infrastruktur pendidikan yang menunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-4 Pemerintah yang berfokus pada penguatan pembangunan sumber daya manusia, termasuk melalui peningkatan kualitas dan akses pendidikan. 


Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa pembangunan SRT 1 Kabupaten Pandeglang merupakan bagian dari kontribusi Perseroan dalam mendukung penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. 


“Melalui pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pandeglang, Hutama Karya mendukung upaya Pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Kami berharap kehadiran infrastruktur ini dapat menyediakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, sekaligus mendukung proses pembelajaran, pengembangan potensi, serta kemandirian para siswa,” ujar Hamdani."****







LIPUTAN         :      RED
EDITOR            :      REDAKSI 
Sembilan Hari Melawan Bara, Kapolres Inhil Pimpin Tim Gabungan Menembus Sungai hingga Bermalam di Medan Karhutla

Sembilan Hari Melawan Bara, Kapolres Inhil Pimpin Tim Gabungan Menembus Sungai hingga Bermalam di Medan Karhutla




KabarPesisirNews.Com
INDRAGIRI HILIR RIAU,    -
Sembilan hari bergelut dengan asap dan bara. Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., memimpin tim gabungan berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Inhil, Riau.


Perjalanan itu tak mudah. Sungai dilalui, semak belukar ditembus, lahan gambut disusuri. Ketika malam tiba, Donny bersama personel memilih bertahan dan bermalam di medan karhutla demi memastikan bara benar-benar padam.


Rangkaian penanganan berlangsung sejak 23 Agustus hingga Senin (31/8/2026). Dari Simpang Gaung, Kayu Raja, Sungai Rukam hingga Lahang Hulu, Kapolres berpindah dari satu medan karhutla ke medan lainnya bersama TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah, perusahaan, relawan dan masyarakat.


Perjuangan salah satunya dimulai di Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung. Pada Minggu (23/8), Donny bersama Dandim 0314/Inhil Letkol Arm. Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., memimpin sekitar 120 personel gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan.


Saat itu, 23 titik api terdeteksi di Parit 12, Desa Simpang Gaung. Kebakaran berada dalam satu hamparan lahan gambut dengan luas terdampak diperkirakan sekitar 10 hektare.


Medan menuju titik api sulit ditempuh. Sumber air jauh dan jaringan komunikasi terbatas. Namun operasi terus dilakukan hingga api berhasil dipadamkan dan tim melanjutkan pendinginan terhadap titik-titik yang masih mengeluarkan asap.


Belum selesai di Gaung, perjalanan berlanjut ke Desa Kayu Raja, Kecamatan Keritang.


Donny kembali memimpin langsung pemadaman dan pendinginan pada Selasa (25/8). Tim gabungan menyisir kawasan Parit 17 dan Parit 18, membuat sekat bakar serta melakukan pendinginan di atas lahan gambut.


Hari demi hari berlalu, tetapi perjuangan belum berhenti.


Bermalam di Tengah Karhutla
Medan berikutnya membawa Kapolres dan tim gabungan ke Desa Sungai Rukam, Kecamatan Enok.


Untuk mencapai lokasi, petugas harus melewati sungai dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Akses yang sulit dan terbatasnya sumber air menjadi tantangan tersendiri.


Di atas lahan gambut, padamnya api di permukaan tak serta-merta membuat pekerjaan selesai. Bara dapat tersimpan di bawah tanah dan kembali menyala sewaktu-waktu.


Donny pun memilih bertahan bersama personelnya.
Malam datang, tetapi mereka tidak pulang.Di tengah semak, gambut dan sisa asap, Kapolres bersama personel TNI-Polri serta tim gabungan bermalam di lokasi. Sebagian petugas beristirahat bergantian, sementara lainnya tetap melakukan pengawasan dan pendinginan.


Tak ada kamar ataupun tempat tidur yang nyaman. Medan karhutla menjadi tempat mereka melepas lelah sebelum kembali melanjutkan pekerjaan.


Prinsip Donny sederhana,pantang pulang sebelum api benar-benar padam.


"Kami bermalam di lokasi untuk memastikan pemadaman dan pendinginan berjalan maksimal. Di lahan gambut, api permukaan bisa saja padam, tetapi bara di dalam tanah masih menyala," kata Donny.


Dari Sungai Rukam Bergeser ke Lahang Hulu, perjalanan belum selesai.Kapolres kembali memimpin tim gabungan menuju kawasan Lahang Hulu, Kecamatan Gaung.


Minggu (30/8) malam, Donny kembali memilih bertahan bersama personel di tengah medan karhutla.


Titik demi titik diperiksa. Lahan yang masih mengeluarkan asap kembali disiram. Kawasan bekas terbakar terus diawasi agar api tidak kembali muncul.


"Api yang terlihat sudah padam bukan berarti kita langsung meninggalkan lokasi. Kita harus memastikan melalui pendinginan dan penyisiran bahwa bara benar-benar mati," ujar Donny.


Menurutnya, seluruh perjuangan tersebut bukan kerja satu institusi. TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, pemerintah, perusahaan, MPA, relawan hingga masyarakat memiliki peran dalam penanganan karhutla.


"Alhamdulillah, api dapat kita kendalikan dan padamkan. Ini bukan keberhasilan satu pihak, tetapi hasil kerja keras dan kebersamaan seluruh tim yang terlibat," katanya.


Hari Kesembilan, Bara Masih Dilawan, senin (31/8), rangkaian penanganan memasuki hari kesembilan. Di Parit 14 Desa Kayu Raja, Kecamatan Keritang, tim gabungan kembali melakukan pemadaman dan pendinginan sejak pukul 09.00 WIB.


Berdasarkan laporan lapangan, total lahan yang ditangani di lokasi tersebut mencapai sekitar 80 hektare. Sekitar 40 hektare dinyatakan padam, sementara 40 hektare lainnya masih dalam proses pemadaman dan pendinginan.


Sebanyak 27 personel Polri,16 personel TNI, 16 personel BPBD, lima MPA dan 16 warga diterjunkan.


Mereka kembali menghadapi gambut tebal dan angin kencang. Bara yang tersimpan membuat pendinginan membutuhkan waktu panjang.


Jaringan komunikasi yang terbatas turut menjadi kendala. Petugas kesulitan berkomunikasi ketika membutuhkan tambahan bahan bakar mesin pemadam dan kebutuhan lainnya.


Meski demikian, pemadaman terus dilakukan hingga sekitar pukul 17.30 WIB. Operasi dijadwalkan kembali dilanjutkan Selasa (1/9).


Sementara itu, hasil verifikasi di Desa Simpang Gaung pada Senin tidak menemukan titik api. Begitu pula di wilayah hukum Polsek Tempuling, pengecekan melalui Dashboard Lancang Kuning Nusantara menunjukkan nihil hotspot.


Sembilan hari perjalanan itu menjadi potret panjang perjuangan melawan karhutla di Inhil.


Bagi Donny, memimpin operasi bukan hanya memberikan instruksi dari posko. Ia turun bersama personel, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya dan memilih bermalam ketika medan belum dinyatakan benar-benar aman.


Ketika sungai harus diseberangi, tim bergerak.Ketika semak dan gambut menghadang, mereka tetap masuk.


Ketika malam datang sementara bara masih tersimpan di bawah tanah, mereka memilih bertahan.


Namun Donny menegaskan, perjuangan tersebut adalah kerja bersama.


"Yang paling penting adalah kebersamaan. Di lapangan kita satu tim, satu tujuan, bagaimana api segera padam, masyarakat terlindungi dan lingkungan kita dapat diselamatkan," tegasnya.


Kini, setelah sembilan hari bergelut dengan sungai, semak, gambut, asap dan bara, perjuangan belum sepenuhnya berakhir.


Selama masih ditemukan asap dan bara di bawah gambut, pendinginan akan terus dilakukan.


Sebab bagi Kapolres Inhil dan tim gabungan, api yang tak lagi terlihat belum tentu benar-benar mati. Mereka baru akan meninggalkan medan ketika bara terakhir dipastikan padam.'"****






LIPUTAN INHIL      :      SANDI 
EDITOR                    :      REDAKSI 
Polres Meranti Perkuat Pengamanan dan Imbauan Kamtibmas di Pelabuhan Tanjung Harapan

Polres Meranti Perkuat Pengamanan dan Imbauan Kamtibmas di Pelabuhan Tanjung Harapan




KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    - 
Aktivitas di Terminal Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, berlangsung aman dan lancar sepanjang Selasa (1/9/2026). Sebanyak 725 penumpang tercatat berangkat melalui pelabuhan tersebut, sementara 647 penumpang lainnya tiba di Terminal Tanjung Harapan.


Dari data pelayanan pelabuhan sejak pukul 08.00 hingga 17.45 WIB, arus keberangkatan didominasi perjalanan domestik. Tercatat 18 armada domestik mengangkut 505 penumpang. Sementara untuk rute internasional terdapat dua armada dengan total 220 penumpang, terdiri dari 208 WNI dan 12 WNA.


Pada sisi kedatangan, sebanyak 20 armada juga tercatat memasuki Terminal Tanjung Harapan. Rinciannya, dua armada internasional membawa 142 penumpang, terdiri dari 132 WNI dan 10 WNA. Sedangkan 18 armada domestik membawa 505 penumpang.


Kepadatan aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan mendapat perhatian dari personel kepolisian yang melakukan pengamanan sekaligus pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).


Pengamanan tersebut melibatkan personel Satuan Samapta, yakni IPTU Suryadi, AIPDA Joko Sani dan BRIPDA Ahmad Raja Maulana Subagia, serta personel Satuan Polairud BRIPDA Ibnu Azhari Putra.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., mengatakan kehadiran personel di pelabuhan tidak hanya berkaitan dengan pengamanan arus penumpang, tetapi juga untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman dan nyaman.


"Personel kami melakukan pemantauan situasi di kawasan pelabuhan, termasuk pada titik-titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Kami juga mengingatkan penumpang dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban," ujar AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita.


Menurutnya, pengamanan di kawasan pelabuhan menjadi penting mengingat Terminal Tanjung Harapan merupakan salah satu titik mobilitas masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti, baik untuk perjalanan domestik maupun internasional.


Selain memantau arus kedatangan dan keberangkatan, petugas juga menyampaikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat, khususnya penumpang yang hendak berangkat maupun mereka yang baru tiba di Selatpanjang.


"Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Kami mengajak masyarakat ikut menjaga situasi tetap kondusif, memperhatikan barang bawaan dan lingkungan sekitar serta segera melaporkan apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan," katanya.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi kepolisian apabila menemukan gangguan keamanan maupun situasi yang membutuhkan kehadiran petugas.


“Jika masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian atau melihat adanya gangguan Kamtibmas, jangan ragu untuk menghubungi Call Center 110. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian atau meminta bantuan kepolisian,” tambahnya.


Dari hasil pemantauan selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan adanya gangguan yang berpotensi mengganggu situasi Kamtibmas di kawasan Terminal Tanjung Harapan.


Kehadiran personel Polri di tengah aktivitas pelabuhan juga diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini. "****






SUMBER      :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR        :    REDAKSI 
Bupati Asmar Buka FGD RIPPM PT Timah Tbk, Dorong Sinergi Program Pemberdayaan Berkelanjutan di Meranti

Bupati Asmar Buka FGD RIPPM PT Timah Tbk, Dorong Sinergi Program Pemberdayaan Berkelanjutan di Meranti






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   - 
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) bersama PT Timah Tbk. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti pada Selasa (1/9/2026).


Dalam sambutannya, Bupati H. Asmar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada manajemen PT Timah Tbk yang secara konsisten membuka ruang komunikasi serta melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat dalam penyusunan serta pembaruan dokumen RIPPM.


"Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar forum untuk menyampaikan program. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat secara langsung, melihat persoalan yang ada di lapangan, sekaligus menyusun langkah pemberdayaan yang benar-benar memberikan manfaat," ujar Asmar.


Bupati memaparkan bahwa sebagai wilayah kepulauan, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Namun, di sisi lain daerah ini masih menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks, mulai dari keterbatasan akses, peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi masyarakat, infrastruktur, isu lingkungan, hingga penciptaan lapangan kerja.


Oleh karena itu, Asmar berharap program pemberdayaan melalui RIPPM PT Timah dapat bersinergi secara erat dengan prioritas pembangunan daerah. Ia menegaskan agar program yang dirancang tidak bersifat bantuan sesaat, melainkan mampu menciptakan kemandirian jangka panjang sehingga masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan.


"Kita ingin penguatan di berbagai sektor nyata, seperti pembinaan UMKM, peningkatan keterampilan warga, pengembangan ekonomi produktif, dukungan sektor perikanan dan pertanian, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan pemuda dan perempuan, serta program yang mendukung kelestarian lingkungan," tambahnya.


Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyatakan kesiapannya untuk menjadi mitra strategis dalam mengawal, mengkoordinasikan, dan menyinkronkan program pemberdayaan ini agar pelaksanaannya berjalan tepat sasaran, terukur, dan berdampak luas.


"Mari kita susun RIPPM yang tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi benar-benar menjawab persoalan masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka. Saya percaya, dengan komitmen bersama, keberadaan PT Timah Tbk di Meranti akan terus memberikan kontribusi positif," tutup Bupati.


Sebelumnya, Division Head Kundur Area PT Timah Tbk, Ronanta menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini merupakan momentum yang sangat penting sebagai wadah untuk menyerap aspirasi dari masyarakat terkait dengan RIPPM-nya. 


"Program yang dilakukan oleh PT Timah ini bukan hanya sekedar menyatakan di atas kertas bagus, tetapi juga harus diaplikasikan, terutama di lingkungan operasional," ujarnya.


Ronanta mengatakan, beberapa tahun lalu, pihaknya sudah mengeksploitasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah di Kepulauan Meranti, akan tetapi beberapa tahun belakang ini pihaknya belum beroperasi kembali karena ada kendala terkait dengan begitu tebal atau tingginya lapisan tanah penutup atau overburden. 


"Namun, kita tetap memperpanjang IUP-nya selama sepuluh tahun kedepan. Tentu hal ini kami memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat melalui program RIPPM tersebut," imbuhnya.


Sementara itu, Kabid Mineral dan Batubara Dinas ESDM Provinsi Riau, Wan Saiful Effendi, AP., M.Si menyampaikan apresiasi kepada PT Timah yang telah melaksanakan forum konsultasi publik ini melibatkan pemerintah daerah serta masyarakat.


" Menurut kami forum seperti ini sangat penting untuk memastikan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan dan kondisi masyarakat di sekitar wilayah kegiatan," ungkapnya.


RIPPM bukan hanya merupakan dokumen perencanaan program tapi harus menjadi instrumen untuk memastikan bahwa keberadaan kegiatan usaha dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu pembaruan RIPPM perlu melihat kondisi aktual di lapangan, potensi daerah serta kebutuhan masyarakat dan program yang dirancang diharapkan tidak hanya memberikan manfaat sesaat tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas kemandirian, kesejahteraan dan dalam jangka panjang. 


"Khusus di Kepulauan Meranti kita memahami bahwa masyarakat memiliki karakteristik dan potensi yang sangat beragam. Karena itu program-program pemberdayaan perlu mempertimbangkan potensi lokal serta sumber penghidupan masyarakat termasuk sektor perikanan, pertanian, usaha mikro dan kecil. Peningkatan keterampilan, pendidikan serta bidang-bidang lain yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat," tambahnya.


Kegiatan FGD juga dihadiri CSR Section Head CSR dan CE Kundur Area Dyna; perwakilan PT Sucofindo Semarang Dede Abdul Hasyir, S.E., Ak., M.Ak dan Retno Suryani. Turut hadir jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti, para camat, kepala desa, serta Ketua Nelayan Kecamatan Rangsang."****





LIPUTAN        :    NUR
EDITOR           :    REDAKSI 

Selasa, 01 September 2026

Kenji Cup II 2026 Meriah, Pelajar Se-Riau Adu Bakat Futsal di Bengkalis

Kenji Cup II 2026 Meriah, Pelajar Se-Riau Adu Bakat Futsal di Bengkalis






KabarPesisirNews.Com
BENGKALIS RIAU,   — 
Lapangan Futsal Kenji Bengkalis kembali menggelar Turnamen Kenji Cup II Tahun 2026 tingkat pelajar se-Provinsi Riau. Ajang olahraga tersebut berlangsung meriah dengan diikuti peserta dari berbagai daerah di Riau dan mempertandingkan tiga kategori, yakni tingkat SD, SMP, dan SMA.

Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan dan bakat di bidang futsal, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarpelajar dan sekolah dari berbagai daerah.

Owner Lapangan Futsal Kenji, Pendi, mengaku bangga melihat antusiasme peserta dan penonton yang begitu tinggi selama pelaksanaan turnamen.

«“Saya sangat bangga melihat antusiasme yang luar biasa dari para peserta dan penonton tahun ini. Seluruh pertandingan berjalan tertib, aman, dan kompetitif,” ujar Pendi.»

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, sekolah, dan sponsor yang telah memberikan dukungan sehingga Kenji Cup II dapat berlangsung sukses sejak babak awal hingga pertandingan final.

Menurutnya, kompetisi tersebut sengaja digelar sebagai ruang positif bagi pelajar untuk menyalurkan bakat, minat, serta energi mereka melalui kegiatan olahraga.

«“Menang atau kalah adalah hal biasa. Yang terpenting adalah pembentukan karakter, mental juara, dan rasa saling menghormati antarpelajar sejak dini,” katanya.»

Pendi berharap turnamen futsal pelajar seperti Kenji Cup dapat terus berkembang dan mendapat dukungan dari seluruh sekolah di Provinsi Riau.

«“Saya juga berharap seluruh sekolah di Riau ini mensupport dan memberikan izin kepada siswanya untuk menyalurkan bakat mereka,” harapnya.»

Zekairo Meranti Juara Kategori SD

Pada kategori tingkat SD, pertandingan final mempertemukan Zekairo Kabupaten Kepulauan Meranti dengan SDN 9 Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis.

Pertandingan berlangsung sengit dan menarik. Kedua tim tampil penuh semangat hingga akhirnya Zekairo berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 3-2.

Dengan hasil tersebut, Zekairo keluar sebagai Juara I, sementara SDN 9 Kecamatan Bantan Bengkalis meraih Juara II.

Posisi Juara III diraih Hantu Rimba, sedangkan Juara IV ditempati AMP Kabupaten Kepulauan Meranti.

Hasil Kenji Cup II Kategori SD:

1. 🥇 Zekairo – Kabupaten Kepulauan Meranti
2. 🥈 SDN 9 Kecamatan Bantan – Kabupaten Bengkalis
3. 🥉 Hantu Rimba
4. AMP – Kabupaten Kepulauan Meranti

MTsN 1 Aras Bengkalis Juara Kategori SMP

Pada kategori SMP, MTsN 1 Aras Bengkalis berhasil keluar sebagai Juara I setelah melewati persaingan dengan sejumlah tim pelajar lainnya.

Adapun hasil lengkap kategori SMP:

1. 🥇 MTsN 1 Aras Bengkalis
2. 🥈 SMPN 1 Bukit Batu
3. 🥉 MTANSA Meranti x Kenji Futsal
4. SMPN 3 Bengkalis

SMA 5 Pekanbaru Raih Juara Kategori SMA

Sementara itu, pada kategori tingkat SMA, SMA 5 Pekanbaru berhasil tampil sebagai juara pertama Kenji Cup II Tahun 2026.

Posisi Juara II diraih MF FC Bengkalis, Juara III SMKN 1 Bukit Batu, dan Juara IV Lomek FC Bengkalis.

Hasil Kenji Cup II Kategori SMA:

1. 🥇 SMA 5 Pekanbaru
2. 🥈 MF FC Bengkalis
3. 🥉 SMKN 1 Bukit Batu
4. Lomek FC Bengkalis

Ketua Futsal Bengkalis Apresiasi Peserta dan Panitia

Ketua Futsal Kabupaten Bengkalis, Aipda Anggun Apriansyah, S.Sos, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana serta peserta yang telah ikut menyukseskan Kenji Cup II.

«“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana dan seluruh peserta. Teruslah semangat. Insya Allah, ini bukan sekadar ajang pertandingan dan ajang silaturahmi, tetapi kita juga akan mencari bibit-bibit baru yang insya Allah nantinya bisa mewakili Kabupaten Bengkalis dalam pertandingan besar di tingkat provinsi,” ujar Aipda Anggun.»

Ia berharap kompetisi seperti Kenji Cup dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan dan pencarian talenta-talenta muda futsal, khususnya di Kabupaten Bengkalis.

Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang diikuti para pelajar, semakin besar pula peluang untuk menemukan pemain-pemain muda berbakat yang dapat dibina secara berjenjang.

“Harapannya, dari kompetisi seperti ini lahir pemain-pemain muda berbakat yang nantinya mampu membawa nama Kabupaten Bengkalis di tingkat provinsi maupun ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya."****





LIPUTAN      :     MISWAN 
EDITOR         :     REDAKSI