KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU, –
Diduga akibat kelalaian pemilik ternak, dua pemuda warga Kelurahan Teluk Belitung, Jalan S. Parman RT 03 RW 04, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mengalami kecelakaan setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak seekor sapi yang diduga berkeliaran bebas di jalan milik PT Imbang Tata Alam (ITA).
Peristiwa tersebut terjadi pada Ahad, 6 September 2026. Kedua korban diketahui bernama Jamaluddin dan Ahmad Hambali.
Saat itu, Jamaluddin mengendarai sepeda motor untuk mengantar saudaranya, Ahmad Hambali, menuju Pelabuhan Sagu-Sagu karena hendak berangkat ke Pekanbaru.
Namun, sesampainya di depan persimpangan AC 3, jalan perusahaan PT ITA, tiba-tiba seekor sapi yang diduga milik warga menyeberang jalan.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, korban tidak sempat menghindar. Sepeda motor yang dikendarai Jamaluddin langsung menabrak sapi tersebut hingga kedua korban terjatuh.
Beruntung, keduanya segera mendapat pertolongan dari seorang sopir travel yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Jamaluddin kemudian dibawa ke Puskesmas Teluk Belitung untuk mendapatkan penanganan medis, sedangkan Ahmad Hambali dibawa untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Jamaluddin mengalami patah tulang selangka sebelah kiri serta luka lecet di beberapa bagian tubuh. Sementara Ahmad Hambali mengalami luka cukup parah pada bagian wajah dan lecet di sejumlah bagian tubuh.
Kecelakaan tersebut kembali memunculkan keluhan masyarakat mengenai keberadaan sapi yang kerap berkeliaran di sepanjang jalan perusahaan. Warga menilai kondisi tersebut sangat membahayakan pengguna jalan, khususnya pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.
“Sudah sering kami komplain. Sapi-sapi itu dibiarkan berkeliaran di jalan, apalagi malam hari sangat berbahaya. Sekarang sudah ada yang patah tulang,” ujar salah seorang warga setempat.
Pihak keluarga korban juga meminta adanya pertanggungjawaban dari pemilik hewan ternak apabila nantinya dapat dipastikan sapi tersebut merupakan milik yang bersangkutan.
Keluarga korban turut mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polsek Merbau, agar dapat mengambil langkah sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku terhadap persoalan ternak yang berkeliaran di jalan.
Menanggapi kecelakaan tersebut, Organisasi Peduli Pemuda (OPP) Kelurahan Teluk Belitung menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi yang dialami Jamaluddin dan Ahmad Hambali. OPP Kelurahan Teluk Belitung juga mengecam keras setiap bentuk kelalaian pemilik ternak yang membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran bebas di jalan umum maupun jalur yang digunakan masyarakat, karena hal tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Yoldi ketua umum OPP kelurahan Teluk Belitung memberi tanggapan "Kami dari OPP Kelurahan Teluk Belitung sangat prihatin atas musibah yang menimpa saudara kami. Ini bukan lagi persoalan sepele. Ketika hewan ternak dibiarkan berkeliaran dan kemudian menyebabkan kecelakaan, maka keselamatan masyarakat menjadi taruhannya,” tegas Yoldi
Yoldi menilai pemilik ternak harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap hewan peliharaannya. Hewan ternak semestinya dikandangkan atau diawasi dengan baik sehingga tidak berkeliaran dan membahayakan masyarakat.
Yoldi asadi ketua umum OPP Kelurahan Teluk Belitung menegaskan "Kami mengecam keras apabila memang ada pemilik ternak yang dengan sengaja ataupun karena kelalaiannya membiarkan sapi berkeliaran bebas di jalan. Jangan sampai masyarakat yang tidak tahu apa-apa menjadi korban akibat kelalaian orang lain,” lanjutnya.
Yoldi meminta persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, harus ada langkah nyata dari pemilik ternak dan pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban yang lebih parah atau bahkan korban jiwa baru semua pihak bergerak. Hari ini sudah ada warga yang mengalami patah tulang dan luka serius. Ini harus menjadi peringatan bersama,” tegas Yoldi.
Yoldi juga mengimbau seluruh pemilik ternak di wilayah Kelurahan Teluk Belitung dan sekitarnya agar lebih bertanggung jawab dalam memelihara hewan ternaknya.
“Kami meminta kepada seluruh pemilik ternak untuk segera mengandangkan dan mengawasi hewan masing-masing. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan karena kelalaian satu pihak, orang lain harus menanggung akibatnya,” pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, persoalan hewan ternak yang berkeliaran di sepanjang jalan perusahaan, mulai dari Pos 1 Kurau hingga Pos 9 Bagan Melibur, sebelumnya telah mendapat perhatian.
PT ITA bersama para peternak disebut telah melakukan koordinasi sejak Februari 2023. Dalam koordinasi tersebut, kedua belah pihak disebut menandatangani berita acara yang memuat sejumlah kesepakatan.
Salah satu poinnya, PT ITA meminta agar ternak ditertibkan dengan cara dikandangkan sehingga tidak mengganggu operasional kendaraan perusahaan maupun pengendara lainnya.
Dalam kesepakatan tersebut juga disebutkan bahwa apabila terjadi insiden tabrakan yang melibatkan ternak, pemilik ternak tidak akan menuntut kerugian kepada PT ITA maupun pengendara lainnya. Namun, berdasarkan kondisi di lapangan dan keluhan masyarakat, sapi-sapi tersebut disebut masih berkeliaran bebas hingga saat ini.
Peristiwa yang menimpa Jamaluddin dan Ahmad Hambali pun diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk kembali menyelesaikan persoalan tersebut secara serius.
Yoldi ketua juga menyampaikan bahwa masyarakat berhak mendapatkan rasa aman ketika menggunakan jalan.
“Kami berharap ada solusi nyata dan penertiban yang jelas. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali. Keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama,” tutup Yoldi."****
LIPUTAN : ALI SANIP
EDITOR : REDAKSI