Minggu, 30 Agustus 2026

Polda Riau Awasi Lahan Bekas Terbakar, Pastikan Karhutla Tak Jadi Jalan Membuka Lahan

Polda Riau Awasi Lahan Bekas Terbakar, Pastikan Karhutla Tak Jadi Jalan Membuka Lahan






KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU,      – 
Polda Riau memperketat pengawasan terhadap areal bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk memastikan kawasan yang telah terbakar tidak kemudian diolah atau dimanfaatkan. 


Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memutus kemungkinan adanya keuntungan dari praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.


Pengawasan dilakukan jajaran Polres Rokan Hilir melalui patroli wilayah rawan karhutla serta pengecekan kembali plang larangan melakukan kegiatan di areal bekas terbakar.


Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, pemasangan plang tersebut merupakan bagian dari pola penanganan pascakebakaran yang telah dilakukan Polda Riau sejak tahun lalu. 


Areal yang mengalami kebakaran tidak serta-merta dilepas dari pengawasan setelah api berhasil dipadamkan.


“Sejak tahun lalu, pada sejumlah lokasi bekas karhutla telah dipasang plang larangan melakukan kegiatan. Tujuannya jelas, lahan yang sudah terbakar tetap berada dalam pengawasan dan tidak kemudian langsung diolah atau dimanfaatkan,” kata Akmadi, Sabtu (29/8/2026).


Menurut Akmadi, kebijakan tersebut membawa pesan penting bahwa kebakaran tidak boleh menjadi jalan pintas untuk membuka atau memperoleh manfaat dari suatu lahan.


“Jangan sampai ada anggapan bahwa setelah lahan terbakar, kemudian lahan itu bisa dibersihkan, diolah dan dimanfaatkan. Justru setelah terbakar, pengawasannya kami perketat. Dengan begitu, tidak ada insentif atau keuntungan yang bisa diperoleh dari pembakaran lahan,” tegasnya.


Salah satu pengecekan dilakukan jajaran Polsek Bangko di Jalan Parit Atmo atau Parit Iput, Kepenghuluan Bagan Punak Meranti, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir.


Lokasi tersebut merupakan areal bekas terbakar yang telah dipasangi plang larangan melakukan kegiatan sejak 2025. Dalam pengecekan, petugas memastikan plang masih terpasang dan tidak menemukan adanya aktivitas pengolahan maupun pemanfaatan kembali lahan. Kondisi areal saat ini berupa semak belukar.


“Ini menunjukkan bahwa pemasangan plang bukan kegiatan seremonial. Setahun setelah dipasang, jajaran kami kembali ke lokasi untuk memastikan larangan tersebut tetap dipatuhi dan tidak ada aktivitas pemanfaatan lahan bekas terbakar,” ujar Akmadi.


Pengawasan serupa dilakukan Polsek Simpang Kanan. Pada Kamis (27/8/2026), personel bersama perangkat masyarakat melaksanakan patroli di kawasan Simpang Caltex, Bukit Dua, Kelurahan Simpang Kanan, Kecamatan Simpang Kanan.


Selain memantau wilayah rawan karhutla, petugas mengecek plang larangan membakar hutan dan lahan yang sebelumnya telah dipasang di lokasi terjadinya karhutla.


Patroli tersebut juga diikuti dengan edukasi kepada masyarakat. Polisi mengingatkan warga untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar serta menyampaikan konsekuensi pidana dan denda bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.


Akmadi mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi penanganan karhutla secara berkelanjutan. 


Polisi tidak hanya hadir ketika api muncul, tetapi melakukan pengawasan sejak sebelum kebakaran hingga setelah kebakaran berhasil ditangani.


“Pencegahan kita lakukan melalui patroli dan edukasi. Ketika terjadi kebakaran, seluruh kekuatan dikerahkan untuk pemadaman dan pendinginan. Setelah api padam, lokasi tetap diawasi. Jadi mata rantai penanganannya tidak terputus,” katanya.


Polda Riau juga mendorong masyarakat ikut mengawasi wilayahnya dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran maupun upaya mengolah kembali areal bekas terbakar yang telah diberi larangan.


“Pesannya sederhana, membakar lahan tidak boleh menjadi cara murah untuk membuka lahan. Api kita padamkan, pelakunya kita tindak, dan lahan bekas terbakar tetap kita awasi. Tidak boleh ada pihak yang memperoleh keuntungan dari karhutla,” tutup Akmadi."****






SUMBER     :    SANDI/HUMAS POLDA RIAU
EDITOR       :     REDAKSI 
Ketua DPRD Meranti H.Khalid Ali SE, Hadir Pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/ 2026 M, Di Masjid Taqwa Hulu Asam.

Ketua DPRD Meranti H.Khalid Ali SE, Hadir Pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/ 2026 M, Di Masjid Taqwa Hulu Asam.





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     -
Pengurus Masjid Taqwa Hulu Asam Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tahun 2026 Masehi, yang digelar di Masjid Taqwa Hulu Asam Sabtu (29/8/2026) malam.


Kegiatan tersebut berlangsung khidmat diawali  Sholawat Nabi Muhammad SAW, oleh sejumlah santri didikan subuh Masjid Hulu Asam dan dilanjutkan membaca Al Qur'an oleh Khori terbaik/juara umum MTQ tingkat Kecamatan Merbau Muhammad Usman alias Sadam.


Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tahun ini panitia sengaja mendatangkan penceramah agama Ustadz  Hasan Basri dari ibu Kota Dumai Provinsi Riau.


Hadir dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Kepulauan Meranti H.Khalid Ali SE, Sekcam Merbau Idrus SE, didampingi beberapa orang Staf Kantor Camat Merbau, PLt  Lurah Teluk Belitung Islawadi, perwakilan PT.Imbang Tata Alam (ITA) Andi Saputra S.Pd, para RW/RT setempat, Ketua Forum Peduli Masyarakat Pesisir Teluk Belitung Syufri SE, beserta pengurus, imam Masjid, imam Musalla, alim Ulama, tokoh Masyarakat, ormas, tokoh pemuda, kaum perempuan, dan komponen lainnya. 


Ketua Masjid Taqwa Hulu Asam Zulkifli Nor S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang turut mendukung kegiatan tersebut, sehingga terlaksananya Maulid Nabi Muhammad SAW ini, malam hari ini rasa syukur kita dapat hadir mendatangi Masjid ini, tidak lain hanya mengikuti Maulid Nabi Muhammad SAW, ucapnya.


Tidak lupa dirinya, mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua pihak, kami berharap agar peserta didikan subuh Masjid Hulu Asam dapat bertambah, kepada adik adik diharapkan dapat mencermati dan mengamati inti ceramah/tauziah dengan baik, imbuhnya.


Zulkifli Nor juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua DPRD Kepulauan Meranti (H.Khalid Ali, red)  yang mensupport dan membatu bangunan Masjid Taqwa Hulu Asam. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat ketaqwaan, keimanan kita kepada Allah SWT, pungkas Zulkifli.


Sementara, PLt Lurah Teluk Belitung Islawadi dalam sambutannya mengatakan, kami dari pemerintah Kelurahan Teluk Belitung mengapresiasi setinggi tingginya kepada pengurus Masjid Taqwa dapat melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW.


Diingatkannya, kami berharap dengan kondisi saat ini ia itu larangan pembakaran hutan, mari kita sama sama menjaga, jangan membuka lahan dengan cara membakar, jangan membuang puntung rokok sembarangan, nanti akan berdampak penyebab kebakaran, sehingga menjadi kasus Karhutla, imbuhnya.


Saya tidak mau masyarakat saya berurusan dengan hukum, andaikan ketemu kebakaran cepat lapor, kami siap bekerjasama dengan pihak perusahaan. Ia mengajak jaga hubungan baik, jaga kekompakan dengan baik, mari kita lestarikan kampung kita dengan meningkatkan hubungan silaturrahmi, ujar Islawadi.


Sekcam Merbau Idrus SE dalam kesempatan itu menyampaikan, kami dari pemerintah Kecamatan Merbau menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat Hulu Asam atas kekompakannya, sehingga terlaksananya Maulid Nabi Muhammad SAW, ucap Idrus.


Ia juga menyampaikan, kami mohon maaf karena belum bisa berbuat banyak, mohon do'a kami mudah mudahan kami bisa berbuat. Mari kita dukung lurah kita yang baru, semoga beliau bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, kata Idrus.


“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat keimanan, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari hari,,” pungkas Sekcam Merbau Idrus.


Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustadz Hasan Basri dalam tausiahnya menyampaikan sejalan dengan surah yang sebelumnya dibaca oleh Khori tadi, yang mengulas makna  tentang Ketauladanan Nabi Muhammad SAW,  Diharapkan melalui Maulid Nabi Muhammad SAW ini dapat menambah iman dan Ihsan, dan akhlakul khorimah dalam kehidupan sehari-hari, intinya. Sesibuk apa pun aktivitas kita, ingat jangan lupa dengan Allah SWT, pesannya.


Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto bersama,""****







LIPUTAN       :     ALI SANIP 
Editor             :     REDAKSI

Sabtu, 29 Agustus 2026

Pemasangan Spanduk Pemberitahuan di sambut arogan oleh Pihak Pengamanan PT Arara Abadi

Pemasangan Spanduk Pemberitahuan di sambut arogan oleh Pihak Pengamanan PT Arara Abadi





KabarPesisirNews.Com
PELALAWAN RIAU,    -
Pemasangan spanduk 29-8-2026 pemberitahuan bahwa lahan TUKS PT Arara Abadi, yang  dimiilik keluarga Ali Usman batal dikarenakan arogansi Pihak Pengamanan PT Arara Abadi. 


Perkara TUKS tersebut sudah sejak lama berlangsung berbagai non litigasi telah ditempuh pihak Keluarga Ali Usman cs dan Kuasa Hukum.


Sempat terjadi cekcok dilapangan akibat penghadangan keras yang dilakukan oleh pihak pengamanan perusahaan PT Arara Abadi. Sehingga kuasa hukum mengalami luka ringan pada betis, "kami datang dengan baik-baik ingin memasang plang pemberitahuan namun disambut dengan sangat arogan oleh pihak pengamanan perusahaan" ungkap Ali Usman cs 


Pihak PT Arara abadi yakni humas Parlan dan Sukemi yang hadir menjelaskan bahwa ikuti saja proses hukum dan hal tersebut dijawab olah kuasa hukum Ali Usman cs "pemasangan spanduk ini adalah bentuk kami melindungi hak klien kami sesuai tugas kami advokat yang diatur dalam UU no  18 tahun 2003 tentang advokat jika terkait dari pengadilan iya itu benar memiliki kekuatan sita jaminan,dalam hal ini saya hanya bertindak mengumumkan bahwa lahan tersebut adalah milik Ali Usman dan keluarga sekaligus menerangkan bahwa izin nya sedang kami persoalkan".Jelas Muhammad Ali SH.


Namun pihak perusahaan melalui pengamanan tetap melakukan penghadangan bahkan Komandan security yang hadir pada waktu itu melontarkan kalimat-kalimat tantangan kepada tim Advokat dan memancing kerusuhan.


"Pihak Advokat telah bersurat,tentu harus dengan elegan jika pun ada komplain dari pihak perusahaan,tapi ternyata salah satu perusahaan raksasa di Pelalawan ini seolah mengedepankan premanisme" tutup Marzuki."****





LIPUTAN PELALAWAN     :    DAVIDSON
EDITOR                                :    REDAKSI
Hotspot Riau Turun Jadi 79 Titik, Kapolda: Gotong Royong Jadi Kekuatan Utama

Hotspot Riau Turun Jadi 79 Titik, Kapolda: Gotong Royong Jadi Kekuatan Utama







KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,     - 
Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau terus menunjukkan tren penurunan. Hingga Kamis (27/8), hotspot yang terpantau turun menjadi 79 titik, setelah sebelumnya mencapai 200 titik.


Penurunan tersebut dinilai tidak terlepas dari kerja bersama seluruh unsur dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai dari TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, perusahaan hingga masyarakat.


Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, kondisi karhutla yang terjadi saat ini harus ditangani dengan kekuatan bersama. Menurutnya, tidak ada satu pihak yang mampu menangani persoalan karhutla secara sendiri-sendiri.


"Kekuatan kita semua adalah bergotong royong. Tidak ada kegiatan yang tidak bisa kita laksanakan secara parsial untuk menghadapi karhutla yang sudah kita anggap sebagai kejadian extraordinary, kejadian luar biasa," ujar Herry saat memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla di GOR Presisi Polda Riau, Kamis (27/8).


Herry menegaskan, status karhutla sebagai kejadian luar biasa membutuhkan pola penanganan yang juga luar biasa. Karena itu, seluruh elemen yang memiliki kemampuan dan sumber daya diminta terlibat dalam penanganan di lapangan.


"Karena itu, penanganannya juga membutuhkan langkah-langkah luar biasa dengan melibatkan seluruh kekuatan yang ada," katanya.


Ia meminta pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, perusahaan pemegang konsesi, masyarakat peduli api dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi. Terlebih, upaya penanganan tidak hanya dilakukan ketika api sudah membesar, tetapi juga melalui pencegahan dan deteksi dini.


"Penegasan Bapak Presiden itu serius dan ini menjadi kekuatan kita bersama, menjadi perintah. Panglima yang hadir di sini harus bisa wujudkan," tegasnya.


Meski hotspot mengalami penurunan, Herry mengingatkan agar kondisi tersebut tidak membuat seluruh pihak lengah. Patroli, pemantauan, pemadaman dini, penyediaan sumber air hingga penegakan hukum harus tetap dilakukan secara berkelanjutan.


"Enggak bisa sendiri-sendiri. Penanganan karhutla butuh uluran tangan semua pihak," ujarnya.


Kerumutan Zero Hotspot


Dalam rapat tersebut, Kapolda juga menekankan pentingnya memastikan data hotspot dari satelit diverifikasi langsung di lapangan. Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti Sipongi, LAPAN maupun dashboard GIS, harus menjadi dasar untuk ditindaklanjuti dengan pengecekan kondisi sebenarnya.


"Semua harus memastikan dengan melihat langsung bahwa apa yang terjadi dan apa yang akan kita lakukan benar-benar terjadi. Kita memadukan pasukan darat kita," jelasnya.


Herry menyebut, jumlah hotspot di Riau sebelumnya sempat mencapai sekitar 600 titik. Kini, angka tersebut turun menjadi 79 titik.


Penurunan itu merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan secara terpadu. Di antaranya pemadaman melalui operasi darat, pengerahan helikopter untuk pemadaman dari udara serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).


Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Karhutla di kawasan tersebut sebelumnya melanda sekitar 900 hektare lahan.


Saat ini, titik panas di lokasi tersebut telah dinyatakan nihil atau zero hotspot. Meski demikian, proses pendinginan dan pemantauan tetap harus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.


"Alhamdulillah, yang 900 hektare di Kerumutan sudah zero. Itu berkat pemadaman heli, doa, semuanya," ungkap Herry.


Selain penanganan dan pencegahan, Kapolda memastikan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan tetap berjalan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah karhutla kembali terjadi.


Dengan kondisi hotspot yang mulai menurun, Herry meminta seluruh pihak tetap mempertahankan kesiapsiagaan. Menurutnya, keberhasilan penanganan karhutla sangat bergantung pada kekompakan seluruh elemen dalam bergerak secara bersama-sama."****






LIPUTAN       :    SANDI 
EDITOR          :    REDAKSI 
Jumat Keliling Jajaran Polsek Meranti, Perkuat Kamtibmas Jelang Pilkades dan Antisipasi Karhutla

Jumat Keliling Jajaran Polsek Meranti, Perkuat Kamtibmas Jelang Pilkades dan Antisipasi Karhutla




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAAN MERANTI RIAU,     - 
Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Kepulauan Meranti terus dilakukan dengan pendekatan langsung. Jajaran Polres Kepulauan Meranti tidak hanya mengandalkan patroli, tetapi turun ke tengah masyarakat untuk menyampaikan pesan keamanan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), hingga menjaga situasi tetap kondusif selama tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).


Langkah tersebut terlihat dalam kegiatan Jumat Keliling yang dilaksanakan secara serentak oleh sejumlah Polsek jajaran, Jumat (28/8/2026). Personel menyambangi rumah ibadah dan sejumlah titik kegiatan masyarakat di wilayah hukum masing-masing.


Di Kecamatan Tebing Tinggi dan Rangsang, kegiatan difokuskan pada penyampaian imbauan Kamtibmas, pencegahan Karhutla serta ajakan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga Pilkades berlangsung aman dan damai.


Sementara di Kecamatan Rangsang Barat, personel kepolisian hadir dalam kegiatan masyarakat sekaligus melakukan pengamanan. Dalam kesempatan tersebut, jajaran Polsek Rangsang Barat juga memberikan sarana kontak berupa dua unit kipas angin untuk mendukung fasilitas Masjid Sahbilal Muhtadin, Desa Bantar.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., mengatakan kehadiran personel di tengah masyarakat merupakan bagian dari strategi kepolisian untuk membangun komunikasi sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.


“Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan. Kami ingin personel juga hadir di tengah masyarakat untuk mendengar, menyampaikan imbauan dan bersama-sama mencegah potensi gangguan sejak dini,” ujar Gede.


Menurutnya, kondisi Kamtibmas tidak bisa dijaga hanya oleh aparat. Masyarakat memiliki peran penting karena banyak potensi gangguan justru dapat dicegah melalui kepedulian warga terhadap lingkungan sekitarnya.


“Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Karena itu kami mengajak seluruh warga menjaga lingkungan, mengaktifkan kembali Siskamling dan segera melaporkan apabila menemukan adanya gangguan keamanan,” katanya.


Di Kecamatan Tebing Tinggi, Jumat Keliling berlangsung sekitar pukul 11.45 WIB di Masjid Babul Khoir, Jalan Kelapa Gading.


Kegiatan tersebut dilaksanakan Bhabinkamtibmas Kelurahan Selatpanjang Timur BRIPKA Ade Fadhli dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Selatpanjang Kota Brigadir Randa Maulana, di bawah jajaran Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, S.H., M.H.


Di hadapan jemaah, personel mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan sekaligus mengajak warga mencegah Karhutla. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah, memerun maupun membuka lahan dan hutan dengan menggunakan api.


Selain persoalan lingkungan, polisi juga menyampaikan pesan terkait Pilkades. Warga diajak menjaga perbedaan pilihan agar tidak berkembang menjadi konflik serta bersama-sama menciptakan suasana demokrasi yang aman dan tertib.


Gede menegaskan, pencegahan Karhutla harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya dapat merugikan masyarakat dalam berbagai aspek.


“Jangan sampai kebiasaan membakar untuk membersihkan lahan atau sampah justru menimbulkan kebakaran yang merugikan masyarakat. Kami meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran dan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api,” tegasnya.


Pesan yang sama juga dibawa jajaran Polsek Rangsang. Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, S.H., bersama Ps. Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas melaksanakan Jumat Keliling dengan menyambangi sejumlah masjid di wilayah hukumnya.


Kegiatan tersebut menyasar 16 masjid, di antaranya Masjid Al Irsyad, Al Islah dan Babussalam di Desa Tanjungsamak, Masjid Sabilunnaja Desa Dwi Tunggal, Masjid Al Ikhlas Desa Gemalasari, Masjid Ihtihad Desa Topang, serta masjid di Desa Sungai Gayung Kiri, Wonosari, Repan, Tanjung Gemuk, Tanjung Medang, Kayuara, Beting, Sonde dan Bungur.


Dalam kunjungan tersebut, personel mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan dan mengaktifkan kembali Siskamling. Warga juga diingatkan memanfaatkan layanan Call Center 110 jika membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan gangguan Kamtibmas.


Pencegahan Karhutla turut menjadi perhatian. Masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan memerun, membuka lahan dengan cara dibakar maupun membuang puntung rokok sembarangan.


Sementara untuk wilayah yang melaksanakan Pilkades, Gede mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk terjadinya perselisihan.


“Untuk wilayah yang melaksanakan Pilkades, kami juga mengingatkan agar seluruh masyarakat bersama-sama menjaga suasana tetap aman. Perbedaan pilihan adalah hal biasa dalam demokrasi, tetapi jangan sampai menimbulkan perpecahan,” kata Gede.


Ia menilai keberhasilan menjaga keamanan Pilkades membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk calon, pendukung, tokoh masyarakat dan warga.


“Kami mengajak semua pihak menahan diri, tidak mudah terprovokasi dan menyelesaikan setiap persoalan melalui komunikasi yang baik. Pilkades harus menjadi bagian dari proses demokrasi yang memperkuat persatuan masyarakat, bukan sebaliknya,” ujarnya.


Di Kecamatan Rangsang Barat, jajaran Polsek di bawah kepemimpinan Kapolsek Rangsang Barat IPDA Sukardi, S.I.P., turut berada di tengah masyarakat dalam kegiatan keagamaan di Masjid Sahbilal Muhtadin, Desa Bantar.


Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB tersebut turut dihadiri Camat Rangsang Barat Jefri, S.Ip., Ketua LAM Rangsang Barat H. Suardi, Ketua MUI Rangsang Barat H. Dahroji, S.Ag., penceramah Ustadz H. M. Khozin, MA., jemaah masjid serta personel Polsek Rangsang Barat.


Selain memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, jajaran kepolisian memberikan sarana kontak berupa dua unit kipas angin untuk mendukung kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas masjid.


Pemberian sarana kontak tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran polisi tidak hanya berkaitan dengan penanganan gangguan keamanan.


Gede mengatakan pendekatan humanis dan komunikasi langsung dengan masyarakat akan terus diperkuat. Menurutnya, hubungan yang baik antara polisi dan warga dapat membantu mengidentifikasi berbagai persoalan lebih cepat.


“Kami ingin masyarakat merasa bahwa polisi selalu ada dan mudah dihubungi ketika membutuhkan bantuan. Dengan komunikasi yang baik, banyak potensi gangguan bisa kita cegah sebelum berkembang menjadi masalah,” pungkasnya.


Rangkaian Jumat Keliling yang dilaksanakan jajaran Polsek Tebing Tinggi dan Polsek Rangsang serta pengamanan kegiatan masyarakat di Kecamatan Rangsang Barat berlangsung aman dan kondusif.


Polres Kepulauan Meranti memastikan upaya menjaga Kamtibmas akan terus dilakukan melalui pencegahan, komunikasi langsung dan peningkatan keterlibatan masyarakat.


Masyarakat juga diimbau tidak ragu menghubungi Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan gangguan Kamtibmas di lingkungan sekitar."****






SUMBER      :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR         :    REDAKSI 
Tuduh Puluhan Wartawan Pelalawan Terima Uang Mafia BBM, Oknum SHL Diduga Motif Pemerasan Kini Sibuk Klarifikasi

Tuduh Puluhan Wartawan Pelalawan Terima Uang Mafia BBM, Oknum SHL Diduga Motif Pemerasan Kini Sibuk Klarifikasi





KabarPesisirNews.Com
PANGKALAN KERINCI RIAU,     - 
Opini publik di Kabupaten Pelalawan dihebohkan oleh maraknya pemberitaan yang menyudutkan puluhan wartawan lokal. Para jurnalis dituduh menerima aliran dana dari mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Namun, investigasi terbaru mengungkap bahwa tudingan tersebut diduga sengaja diembuskan oleh oknum berinisial SHL lantaran permintaan uang puluhan juta rupiah tidak dipenuhi oleh narasumber.


Berdasarkan penelusuran tim media, kegaduhan ini bermula dari maraknya pemberitaan mengenai dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di wilayah Pelalawan. Isu tersebut kemudian bergeser secara masif menjadi serangan terhadap profesi jurnalis dengan narasi bahwa puluhan oknum wartawan menerima uang koordinasi dari bos mafia BBM.


Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber tepercaya menyebutkan bahwa serangan media yang dilakukan oleh SHL diduga dipicu oleh kekecewaan. Permintaan uang sebesar Rp37.400.000 kepada pihak tertentu terkait isu BBM tersebut tidak diakomodasi.


"Tuduhan yang disebarkan oleh SHL di berbagai media sama sekali tidak berdasar dan tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Para jurnalis resmi yang bertugas di Pelalawan sama sekali tidak merasa terganggu dengan pemberitaan penyalahgunaan BBM, namun kami keberatan dengan fitnah keji yang menyerang profesi kami," ujar Richard simanjuntak, wartawan Sekoci 24.Co dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).


Richard menambahkan bahwa pihaknya telah berupaya memberikan ruang klarifikasi dan hak jawab yang berimbang kepada SHL. Dalam proses konfirmasi tersebut, SHL justru melayangkan enam pertanyaan yang menuduh Richard mencatut nama wartawan lain demi keuntungan pribadi dari mafia BBM.


"Semua pertanyaan sudah saya jawab dengan jujur. Saya menegaskan tidak pernah mencatut nama siapa pun atau menjual profesi jurnalis ke mafia BBM. Narasi yang dibangun SHL di berbagai media jelas merupakan pembunuhan karakter yang sengaja menyudutkan profesi wartawan di Pelalawan," tegas Richard.


Saat dimintai konfirmasi mengenai rekam jejaknya—termasuk informasi mengenai statusnya yang diduga pernah menjadi narapidana dalam kasus hukum pemerasan sebelumnya—SHL memilih untuk bungkam dan tidak memberikan jawaban. Sikap ini berbanding terbalik dengan narasi publiknya yang mengklaim menolak segala bentuk pemberian dari narasumber.


Komunitas wartawan di Pelalawan mengimbau masyarakat dan semua pihak terkait untuk lebih jeli serta kritis dalam melihat rekam jejak oknum yang mengaku sebagai wartawan tersebut, agar tidak terjebak oleh opini yang sengaja digiring demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu."






LIPUTAN PELALAWAN    :    DAVIDSON
EDITOR                               :    REDAKSI
Yesi Sumarti S.Pd Lepas Jalan Santai Yang Digelar SDN 1 Teluk Belitung: Masing Masing Siswa Didampingi Orang Tua Wali Atau Kerabat Terdekat.

Yesi Sumarti S.Pd Lepas Jalan Santai Yang Digelar SDN 1 Teluk Belitung: Masing Masing Siswa Didampingi Orang Tua Wali Atau Kerabat Terdekat.






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Masih terasa semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan  Republik Indonesia Ke-81, di Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau. Buktinya hari ini Sabtu (29/8/2026) SD Negeri 1 Teluk Belitung telah melaksanakan jalan santai. Masing masing siswa didampingi orang tua wali, atau kerabat terdekatnya.


Acara jalan santai ini dilepas secara resmi oleh Sekretaris Lurah Teluk Belitung Yesi Sumarti S.Pd tepatnya sekira pukul 08.00 Wib. Ratusan siswa siswi dari SDN 1 Teluk Belitung, dan orang tua wali atau kerabat terdekatnya Mahasiswa KKN UIN yang ambil bagian dalam jalan santai terlihat memadati sepanjang jalan, rute yang dilewatinya.


Antusias para siswa siswi dan orang tua beserta guru mahasiswa KKN UIN yang ambil bagian melewati rute jalan Sudirman, jalan A.Yani, jalan Rambutan, masuk jalan Cempedak, lewat jalan Di. Panjaitan, jalan Syarif Kasim langsung berakhir ke jalan Sudirman, kembali ke titik awal SD Negeri 1 Teluk Belitung, membuat suasana menjadi meriah.


Kepala Sekolah SD Negeri 1 Teluk Belitung Wan Sendek S.Pd dalam sambutannya menyampaikan, ucapan terimakasih kepada majlis guru, orang tua wali yang mendukung dan mensupport kegiatan jalan santai yang kami laksanakan dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-81 tahun 2026 di Kecamatan Merbau, ucapnya.


Tidak lupa dirinya mengucapkan terima kasih kepada pak Teguh yang membantu turut mendukung dan berpartisipasi, juga orang tua demi kelancaran, kegiatan kami di sekolah hari ini, ujar Wan Sendek.


Kami dari seluruh majlis guru mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi tinggi nya kepada orang tua wali murid yang mendukung dan mensupport kegiatan di sekolah kami ini, mudah mudahan apa yang kita laksanakan dapat berlangsung sukses, pungkas Wan Sendek.


Sementara Sekretaris Lurah Teluk Belitung Yesi Sumarti S.Pd  mengatakan, kami dari pemerintah Kelurahan memberi apresiasi setinggi tingginya kepada pihak sekolah SD Negeri 1 Teluk Belitung yang telah melaksanakan kegiatan jalan santai dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81 tahun 2026 di Kecamatan Merbau.


Perempuan yang bersosok pemakai kaca mata itu menuturkan, mari kita tanam semangat kita, bangun rasa kebersamaan, melalui kegiatan ini kita dapat meningkatkan hubungan silaturrahmi, imbuh Yesi Sumarti.


Diharapkan, selama berlangsung kegiatan ini, kepada peserta anak anak kami berharap dapat menjaga tertip lalu lintas, jaga keselamatan diri, dan jaga nama baik sekolah, tutup Yesi seraya melepas kegiatan jalan santai tersebut.


Diakhir acara, kemeriahan makin terasa lengkap setelah panitia mengumumkan undian berhadiah, berbagai jenis hadiah telah di sediakan pihak Sekolah SD Negeri 1 Teluk Belitung.


Hadir pada saat itu selain dihadiri Sekretaris Lurah Teluk Belitung Yesi Sumarti S.Pd, tidak kalah pentingnya juga hadir Kepala Sekolah SD Negeri 1 Teluk Belitung Wan Sendek S.Pd beserta seluruh majlis guru SD Negeri 1 Teluk Belitung, orang tua wali murid, Mahasiswa KKN UIN, dan komponen lainnya yang ikut serta dalam jalan santai tersebut."****






LIPUTAN         :      ALI SANIP 
EDITOR            :     REDAKSI

Jumat, 28 Agustus 2026

Sekda Meranti Lepas Empat Wakil Riau ke MTQ Nasional, Pemkab Beri Sagu Hati Rp5 Juta

Sekda Meranti Lepas Empat Wakil Riau ke MTQ Nasional, Pemkab Beri Sagu Hati Rp5 Juta





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, SH, melepas empat putra-putri terbaik daerah yang akan mewakili Provinsi Riau pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah.


Pelepasan berlangsung Jumat (28/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti turut memberikan sagu hati sebesar Rp5 juta kepada masing-masing peserta sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih pada MTQ tingkat Provinsi Riau.


Empat peserta tersebut yakni M Habibulhaq Al Hanif, cabang 30 juz plus tafsir bahasa Arab; Rizki Arya Dinata, cabang tilawah anak-anak putra; Bunga Indah Mustika, cabang tilawah remaja putri; dan Nur Syahfatin, cabang tilawah anak-anak putri.


Dalam sambutannya, Sudandri menyampaikan rasa bangga atas capaian para peserta yang berhasil membawa nama Kepulauan Meranti hingga ke tingkat nasional.


“Ini merupakan sebuah majelis kehormatan bisa berkumpul dengan para juara yang nanti akan bertarung di tingkat nasional dan insyaallah pada tingkat internasional,” ujar Sudandri.


Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa generasi muda Kepulauan Meranti mampu bersaing dan berprestasi meski daerah masih menghadapi berbagai keterbatasan.


Sudandri juga mengapresiasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) yang terus melakukan pembinaan terhadap generasi muda Meranti.


“Ini menunjukkan wujud keseriusan LPTQ dalam membina putra-putri kita mengejar prestasi demi mengharumkan nama daerah. Kita doakan berprestasi di tingkat nasional dan juga dunia,” katanya.


Ia berpesan kepada para peserta agar menjaga kesehatan, terus mengasah kemampuan dan tetap memperhatikan pendidikan.


Sudandri menegaskan, keberhasilan yang diraih para qori dan qoriah tersebut merupakan hasil kerja bersama antara peserta, keluarga, pembina, LPTQ dan pemerintah daerah.


“Ini bukanlah kerja perorangan, namun pekerjaan bersama bahu-membahu dalam mewujudkan apa yang diharapkan. Apapun yang telah dicapai anak-anak ini merupakan prestasi kita bersama,” ujarnya.


Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti akan terus memberikan perhatian terhadap pembinaan generasi muda di bidang Al-Qur’an.


“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sangat mengapresiasi atas capaian ini. Ke depan bersama kita akan formulasikan upaya untuk meningkatkan pembinaan dari segala sisi,” pungkasnya.


Sementara itu, Ketua LPTQ Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Al Jufri, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang dinilai terus memberikan ruang dan dukungan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi di bidang Al-Qur’an.


Ia berharap pembinaan dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak putra-putri Meranti yang mampu berprestasi hingga tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.


Salah satu peserta, M Habibulhaq Al Hanif, juga memiliki prestasi internasional. Ia merupakan utusan Indonesia yang berhasil menempati peringkat keenam pada MHQ Internasional Al Malik Abdul Aziz Addauliyah di Mekkah, Arab Saudi, tahun 2026.


LPTQ Kepulauan Meranti selanjutnya menargetkan peningkatan prestasi dengan membidik posisi empat atau lima besar pada MTQ tingkat Provinsi Riau mendatang.


Turut hadir Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Febriyadi, Asisten III Bidang Administrasi Umum Atan Ibrahim, serta Kabag Kesra Sekretariat Daerah Syafrizal."****






LIPUTAN       :     NUR
EDITOR          :     REDAKSI 
PKC PMII RIAU TIDAK TURUN AKSI 27 AGUSTUS, FOKUS PERSIAPAN HADIRI MUKTAMAR NU DI JOMBANG

PKC PMII RIAU TIDAK TURUN AKSI 27 AGUSTUS, FOKUS PERSIAPAN HADIRI MUKTAMAR NU DI JOMBANG





KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,    — 
Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Riau memastikan tidak akan turun dalam aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026.


Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengatakan keputusan tersebut bukan karena PKC PMII Riau tidak memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan yang sedang berkembang. Namun, pada waktu yang bersamaan, PKC PMII Riau tengah melakukan persiapan keberangkatan ke Jombang, Jawa Timur, untuk menghadiri Muktamar Nahdlatul Ulama (NU).


“Untuk aksi tanggal 27 Agustus, PKC PMII Riau tidak turun. Karena pada tanggal tersebut kami juga sedang dalam rangka persiapan keberangkatan ke Jombang untuk menghadiri Muktamar NU,” ujar Ghulam Zaky.


Menurutnya, agenda menghadiri Muktamar NU menjadi bagian penting yang juga harus dipersiapkan oleh PKC PMII Riau. Karena itu, secara organisatoris, PKC tidak menginstruksikan kader untuk turun dalam aksi pada tanggal tersebut.


Ghulam menegaskan bahwa sikap tersebut tidak perlu dimaknai sebagai bentuk penolakan terhadap gerakan penyampaian aspirasi. PKC PMII Riau tetap menghormati hak setiap kelompok mahasiswa maupun masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara demokratis dan konstitusional.


“Kami menghormati kawan-kawan yang memilih turun menyampaikan aspirasi. Setiap organisasi tentu memiliki agenda dan pertimbangan masing-masing. Bagi PKC PMII Riau, saat ini fokus kami adalah mempersiapkan keberangkatan ke Jombang untuk agenda Muktamar NU,” jelasnya.


Ia juga berharap perbedaan pilihan agenda tersebut tidak menjadi persoalan dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik.


“Tidak turun dalam satu aksi bukan berarti tidak peduli. Kami hanya sedang menjalankan agenda organisasi yang waktunya bertepatan. Setelah agenda ini selesai, tentu perjuangan dan pengawalan terhadap kepentingan masyarakat tetap menjadi bagian dari komitmen PMII Riau,” pungkas Ghulam."****






LIPUTAN         :      NUR
EDITOR            :      REDAKSI 
Kapolda riau konfrensi pers tindak Pidana  lingkungan hidup penggerusakan 133 ha hutan mangrove di kab. Rohil

Kapolda riau konfrensi pers tindak Pidana lingkungan hidup penggerusakan 133 ha hutan mangrove di kab. Rohil




KabarPesisirNews.Com
ROKAN HILIR RIAU,    — 
Kapolda Riau Irjen Pol Hery Heryawan melakukan kunjungan kerja ke Mapolres Rokan Hilir, Kamis (27/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kapolda memberikan arahan kepada personel sekaligus memimpin konferensi pers pengungkapan kasus dugaan perambahan hutan mangrove.


Kapolda tiba sekitar pukul 07.30 WIB menggunakan helikopter AW169/P-3306 Baharkam Polri dan disambut Kapolres Rohil AKBP Aldi Alfa Faroqi beserta jajaran.


Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya pemahaman tugas pokok Polri, peningkatan empati kepada masyarakat, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai perkembangan situasi. Ia juga menyoroti persoalan lingkungan, khususnya karhutla, serta mendorong penerapan program Green Policing secara berkelanjutan.


Kapolda meminta jajaran memperkuat upaya preemtif, preventif, dan represif dalam menjaga lingkungan. Ia juga menginstruksikan pelaksanaan kegiatan Go to School setiap Senin yang diisi edukasi lingkungan dan penanaman pohon.


Usai memberikan arahan, Kapolda bersama Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi, Kapolres Rohil dan Kasat Reskrim Polres Rohil menggelar konferensi pers pengungkapan kasus perambahan hutan mangrove.
Polres Rohil bersama Ditreskrimsus Polda Riau mengungkap lima laporan polisi dengan lima tersangka.


Perambahan terjadi di kawasan hutan mangrove Kecamatan Kubu dan Kecamatan Pasir Limau Kapas, dengan total kawasan yang telah dikerjakan sekitar 133 hektare.
Para tersangka diduga menggunakan alat berat untuk merusak hutan dan tanaman mangrove guna membuka lahan yang diperuntukkan bagi perkebunan kelapa sawit.


Dalam perkara tersebut, penyidik menerapkan sejumlah ketentuan pidana, di antaranya UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, serta UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.


Berdasarkan keterangan ahli, kerugian lingkungan akibat pembukaan kawasan hutan mangrove diperkirakan mencapai Rp16,83 miliar.
Kapolda menegaskan, penyidikan akan terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk korporasi apabila ditemukan bukti pelanggaran.


Sepanjang 2026, Polda Riau dan jajaran telah menangani 34 perkara lingkungan dengan 37 tersangka, termasuk 24 perkara illegal mining.


Kapolda menekankan bahwa penegakan hukum harus berjalan seiring dengan edukasi dan pencegahan. Khusus di Rokan Hilir, pelestarian mangrove dinilai penting untuk menjaga kawasan pesisir dari abrasi sekaligus melindungi lingkungan dan masyarakat.


Setelah konferensi pers, Kapolda Riau bersama Kabid Humas Polda Riau memberikan keterangan kepada awak media di halaman Mapolres Rokan Hilir."****






LIPUTAN       :     SANDI
EDITOR          :     REDAKSI 
Mabes TNI Turunkan Jenderal dan Empat Pamen Apresiasi Karhutla di Meranti

Mabes TNI Turunkan Jenderal dan Empat Pamen Apresiasi Karhutla di Meranti







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menurunkan satu perwira tinggi dan empat perwira menengah (Pamen) untuk membantu mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.


Kedatangan Satuan Tugas (Satgas) TNI tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Presiden RI Prabowo, sebagai bentuk kehadiran negara dalam menghadapi persoalan Karhutla di tengah kondisi panas ekstrem saat ini yang berpotensi memicu terjadinya Karhutla di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Riau. Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satu wilayah yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari lahan gambut.


Kedatangan Satgas Mabes TNI disambut langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Sudandri, S.H. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait di Aula Kantor PUPR Kepulauan Meranti, Kamis (27/8/2026).


Dalam pertemuan tersebut hadir Laksma TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S., selaku Staf Khusus Kasal, Kolonel Adm. Dayatmoko, Letkol Ckm. Widodo N., S.K.M., Mayor Ckm. Subekan, Mayor Ckm. Suryadi, S.K.M., Pabung Kodim 0303 Bengkalis, Danramil Selatpanjang, Danposal Selatpanjang, Staf Ahli Bupati, kepala OPD, dan para camat.


Dalam sambutannya, Sekda Kepulauan Meranti Sudandri mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Mabes TNI yang telah menurunkan Satgas untuk membantu pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan Karhutla.


Ia menegaskan, Pemkab Kepulauan Meranti siap berkolaborasi dengan Satgas TNI dalam penanggulangan Karhutla, termasuk memberikan dukungan kebutuhan Satgas selama menjalankan tugas di wilayah Meranti.


“Kita dari Pemkab Meranti siap mendukung penanggulangan Karhutla dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen lainnya. Kita berharap bencana Karhutla yang merugikan semua pihak ini tidak terjadi,” ujar Sudandri.


Ia menambahkan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat menjadi kunci dalam melakukan pencegahan Karhutla, terutama melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap ancaman kebakaran di lahan gambut.


Sementara itu, Laksamana I Dr. Imam Hidayat menjelaskan, kedatangan dirinya bersama tim merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu menyelesaikan persoalan yang terjadi di daerah.


Salah satu tugas utama Satgas, kata Imam, adalah meninjau fasilitas pemadaman Karhutla di BPBD Meranti. Selanjutnya, Satgas akan melaksanakan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla, sekaligus langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah hingga menangani apabila terjadi kebakaran.


“Karena berada di lahan gambut, ini ibarat berada di dekat tungku api yang sewaktu-waktu dapat terbakar. Karena itu, perlu diantisipasi oleh semua pihak,” ungkap Imam.


Ia mengatakan, sosialisasi penting dilakukan agar masyarakat memahami pola dan dinamika kebakaran hutan dan lahan, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin. Jika kebakaran terjadi, penanganannya juga harus dilakukan secara cepat dan tepat, termasuk upaya rehabilitasi setelah kebakaran.


“Kita membantu sebagai bentuk kepedulian negara kepada rakyat, dalam bentuk operasi militer menggunakan semua alat utama untuk penanggulangan Karhutla,” kata Imam.


Selain penanggulangan kebakaran, Satgas juga akan memastikan aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan dengan baik dan stabil.


“Kita ingin memastikan kegiatan di tengah masyarakat dapat berjalan dengan baik dan stabil. Kita akan mengiringi masyarakat bagaimana anugerah alam gambut ini tidak menjadi sebuah halangan,” lanjutnya.


Satgas Mabes TNI tersebut direncanakan berada di Kabupaten Kepulauan Meranti selama kurang lebih satu bulan.


Selama masa penugasan, tim akan melakukan berbagai kegiatan pencegahan, mulai dari meninjau fasilitas BPBD Meranti hingga melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di wilayah rawan Karhutla.


Danramil Kapten Nasution menyampaikan bahwa pihaknya telah menyusun jadwal sosialisasi yang akan dilaksanakan di sejumlah kecamatan, desa, dan kelurahan.


Sosialisasi tersebut akan melibatkan Pemerintah Kabupaten, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa dan kelurahan.


Masyarakat yang menjadi sasaran di antaranya pemilik kebun atau lahan, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, serta tokoh agama.


Imam Hidayat berharap seluruh rangkaian sosialisasi dapat berjalan efektif dan mampu memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat mengenai ancaman Karhutla.


Ia menegaskan, pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah kebakaran terjadi. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lahan gambut agar tetap produktif sekaligus terhindar dari ancaman kebakaran.


Dengan adanya sinergi antara Satgas TNI, Pemkab Kepulauan Meranti, aparat keamanan, pemerintah di tingkat kecamatan dan desa, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan potensi Karhutla di Kabupaten Kepulauan Meranti dapat ditekan dan ditangani secara cepat apabila terjadi."*****






SUMBER    :   PEMKAB KEP.MERANTI
EDITOR      :   REDAKSI