Jumat, 18 September 2026

Percepat Pemerataan Listrik Desa, Sekda Meranti Pimpin Rapat Sinkronisasi dan Penyiapan Lahan

Percepat Pemerataan Listrik Desa, Sekda Meranti Pimpin Rapat Sinkronisasi dan Penyiapan Lahan






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,      — 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus mendorong percepatan pemerataan akses listrik hingga ke pelosok desa. Upaya tersebut dilakukan melalui sinkronisasi usulan lokasi Program Listrik Desa (Lisdes), penyiapan lahan, serta percepatan penyelesaian perizinan.


Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, memimpin rapat sinkronisasi usulan lokasi Lisdes di Ruang Rapat Bupati Kepulauan Meranti, Jumat (18/9/2026) pagi.


Rapat tersebut membahas sejumlah kebutuhan untuk mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan, mulai dari pemetaan desa yang belum teraliri listrik secara optimal hingga kesiapan lahan dan dokumen perizinan.


Dalam arahannya, Sudandri menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan PT PLN (Persero) agar perluasan jaringan listrik dapat segera direalisasikan.


"Melalui sinkronisasi ini, kendala di lapangan terutama terkait status lahan untuk infrastruktur kelistrikan dan dokumen perizinan diharapkan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat," ujarnya.


Menurutnya, akses listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas bersama. Pemkab Meranti, kata Sudandri, berkomitmen memfasilitasi penyiapan lahan yang bebas konflik sekaligus mengawal proses perizinan agar pembangunan jaringan listrik dapat segera dilaksanakan.


"Semoga rapat ini bisa menjadi wadah koordinasi bagi para camat untuk memetakan secara detail wilayah desa yang belum teraliri listrik secara optimal," katanya.


Ia juga meminta jajaran kecamatan dan desa proaktif membantu penyelesaian administrasi serta melakukan pendekatan sosial kepada masyarakat terkait penyediaan lahan untuk pembangunan infrastruktur kelistrikan.


"Kita juga meminta seluruh jajaran kecamatan dan desa bersikap proaktif dalam membantu penyelesaian administrasi dan pendekatan sosial kepada masyarakat terkait hibah atau pinjam pakai lahan untuk tapak tiang maupun gardu listrik," harapnya.


Sementara itu, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Selatpanjang, Roni Saputra, menjelaskan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) merupakan bantuan pemerintah yang diberikan kepada masyarakat penerima.


"Meteran beserta instalasi tidak dibebankan kepada penerima. Ini berbeda dengan pemasangan listrik reguler, di mana biaya instalasi menjadi tanggung jawab pemilik rumah," jelas Roni.


Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, PLN, kecamatan, dan desa, Pemkab Meranti berharap perluasan jaringan listrik dapat berjalan sesuai target. Pemerataan akses listrik diharapkan turut mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.


Turut hadir dalam rapat tersebut Staf Ahli Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan Randolph W.H., Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Ira Selda Fitri, serta para camat se-Kabupaten Kepulauan Meranti."****







LIPUTAN        :     NUR
EDITOR           :     REDAKSI
Pemkab Meranti Dorong Pengelolaan Lahan Hutan dan Penguatan Pertahanan Pulau Rangsang

Pemkab Meranti Dorong Pengelolaan Lahan Hutan dan Penguatan Pertahanan Pulau Rangsang





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,      — 
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar menerima kunjungan Tim Markas Besar (Mabes) TNI di ruang kerjanya, Kamis (17/9/2026). Pertemuan membahas pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pengelolaan kawasan hutan, serta penguatan keamanan di wilayah perbatasan, khususnya Pulau Rangsang.


Asmar mengatakan kondisi geografis Meranti sebagai daerah kepulauan menyulitkan mobilisasi personel dan peralatan saat terjadi karhutla karena sebagian wilayah hanya dapat dijangkau melalui jalur laut.


"Untuk penanganan segala macam kejadian kebakaran itu agak lamban kita dari kabupaten karena kita menggunakan angkutan laut," kata Asmar.


Ia menegaskan, pemerintah daerah kini memprioritaskan pencegahan, bukan hanya pemadaman. Menurutnya, sebagian lahan yang berstatus kawasan hutan belum dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal sehingga berpotensi terbengkalai dan rawan terbakar saat musim kering.


"Kalau masyarakat diberikan ruang untuk mengelola secara legal, lahan tersebut bisa dimanfaatkan sekaligus diawasi. Misalnya ditanami kelapa, singkong atau tanaman produktif lainnya," ujarnya.


Asmar mencontohkan program peremajaan kelapa seluas sekitar 3.500 hektare. Namun, hanya 2.000 hektare yang dapat dikelola, sedangkan 1.500 hektare lainnya berada di kawasan hutan.


"Programnya 3.500 hektare, tetapi yang bisa dikelola hanya sekitar 2.000 hektare. Sekitar 1.500 hektare tidak bisa karena masuk kawasan hutan," katanya.


Selain karhutla, Pemkab Meranti mendorong penguatan keamanan di Pulau Rangsang yang berbatasan langsung dengan wilayah luar negeri dan menjadi jalur lalu lintas kapal. Pemerintah daerah merencanakan pembangunan pos terpadu yang melibatkan TNI, Polri dan instansi terkait.


"Rencananya di sana akan ada pos terpadu. Ada unsur Angkatan Darat, Angkatan Laut, kepolisian dan instansi terkait lainnya," jelas Asmar.


Sementara itu, Laksamana TNI Dr. Imam Hidayat, Sp.S., mengatakan Mabes TNI telah meninjau sejumlah pos di Merbau dan wilayah Meranti serta berinteraksi dengan pemerintah dan masyarakat.


"Kami dari Mabes TNI sangat berterima kasih atas sambutan dan kesiapan yang diberikan," ujar Imam.


Ia menekankan bahwa keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, tetapi juga mencegah kebakaran. Karakteristik lahan gambut, kata dia, memungkinkan api bertahan di dalam tanah dan kembali muncul jika tidak ditangani secara menyeluruh.


Imam mendorong deteksi dini, kesiapsiagaan, edukasi masyarakat, serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Ia juga mengapresiasi latihan pemadaman yang dilakukan rutin oleh jajaran terkait.


"Alhamdulillah memang sesuai dengan yang kita harapkan. Saya lihat mereka setiap hari melakukan latihan-latihan pemadaman. Alhamdulillah memang sesuai SOP," katanya.


Mabes TNI juga melakukan penelitian untuk mengetahui penyebab api kembali muncul di lahan gambut setelah kebakaran dinyatakan padam. Terkait pertahanan, Imam menyebut kebutuhan penguatan unsur darat, laut dan udara harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah.


Setelah bertugas selama 28 hari, Satgas Mabes TNI mengakhiri penugasan di Kepulauan Meranti. Asmar berharap sinergi yang terbangun terus mendukung pencegahan karhutla dan penguatan keamanan wilayah."****







LIPUTAN        :      NUR
EDITOR           :      REDAKSI
Polsek KSKP Tembilahan Tanam Cabai Rawit, Lahan Kosong di Pekan Arba Disulap Jadi Produktif

Polsek KSKP Tembilahan Tanam Cabai Rawit, Lahan Kosong di Pekan Arba Disulap Jadi Produktif






KabarPesisirNews.Com
INDRAGIRI HILIR RIAU,     -
Polsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tembilahan tak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Jajaran kepolisian ini juga turun langsung mendukung ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan di sekitar permukiman warga untuk ditanami cabai rawit.


Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.


Dipimpin Kapolsek KSKP Tembilahan IPDA Parna B. Simarmata, S.H., sejumlah personel bersama masyarakat setempat mengolah lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal menjadi lahan produktif.


Gerakan menanam cabai rawit ini merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita pemerintah.


Tak sekadar melakukan penanaman, jajaran Polsek KSKP Tembilahan juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah maupun lahan kosong di lingkungan masing-masing.


Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat mendorong kemandirian pangan masyarakat sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.


Kapolsek KSKP Tembilahan IPDA Parna B. Simarmata mengatakan, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban. Menurutnya, kepolisian juga memiliki peran untuk mendukung berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.


"Kami hadir di tengah masyarakat Pekan Arba bukan hanya untuk menjaga kondusivitas kamtibmas, tetapi juga menjadi motor penggerak ketahanan pangan. Ini adalah wujud dukungan penuh Polsek KSKP Tembilahan terhadap program Asta Cita Presiden RI menuju swasembada pangan," ujar Parna.


Menurutnya, cabai rawit dipilih karena menjadi salah satu komoditas yang banyak dikonsumsi masyarakat dan memiliki nilai ekonomis. Masa panennya yang relatif cepat juga membuat tanaman ini dinilai cocok dikembangkan dengan memanfaatkan lahan di sekitar permukiman.


Melalui kebun percontohan tersebut, masyarakat diharapkan dapat melihat bahwa pekarangan maupun lahan kosong bisa diolah menjadi sumber pangan yang produktif.


Selain membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga secara mandiri, penanaman cabai juga diharapkan dapat membantu mengurangi pengeluaran keluarga serta mendukung upaya menjaga ketersediaan komoditas pangan di tingkat lokal.


Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan lahan serta penanaman dan perawatan cabai.


Warga Kelurahan Pekan Arba menyambut positif kegiatan yang digagas Polsek KSKP Tembilahan tersebut. Mereka berharap gerakan pemanfaatan lahan produktif dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi masyarakat di wilayah lain di Kabupaten Indragiri Hilir.


Melalui langkah sederhana dari Pekan Arba ini, Polsek KSKP Tembilahan berharap semangat ketahanan pangan dapat tumbuh dari lingkungan keluarga dan berkembang menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat."****






LIPUTAN INHIL      :     SANDI
EDITOR                    :     REDAKSI
SDN 24 Selatpanjang Kota Gelar Sosialisasi Pendidikan Inklusif, Dorong Sekolah Ramah bagi Semua Anak

SDN 24 Selatpanjang Kota Gelar Sosialisasi Pendidikan Inklusif, Dorong Sekolah Ramah bagi Semua Anak






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,   - 
SD Negeri 24 Selatpanjang Kota menggelar kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kompetensi Warga Sekolah untuk memahami sikap inklusif, toleransi dan kesetaraan gender, termasuk pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas, Jumat (18/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung di aula SD Negeri 24 Selatpanjang Kota tersebut diikuti para siswa, guru dan tenaga kependidikan, serta sebagian wali murid.


Dimana kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan pemahaman warga sekolah agar mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah, serta memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik.


Kepala SD Negeri 24 Selatpanjang Kota, Masni, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh ilmu dan nilai akademik, tetapi juga tempat bagi anak-anak belajar berinteraksi, menghargai perbedaan, bekerja sama dan menghormati sesama.


Menurutnya, setiap anak harus merasa diterima dan dihargai tanpa membedakan suku, agama, kondisi fisik, kemampuan maupun latar belakang lainnya.


“Nilai inklusif dan toleransi tidak hanya menjadi materi dalam kegiatan sosialisasi, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah,” demikian inti sambutan Masni.


Ia juga mengingatkan pentingnya mencegah berbagai bentuk tindakan yang dapat membuat peserta didik merasa dikucilkan, direndahkan maupun tidak aman, termasuk ejekan, perundungan dan diskriminasi.


Masni berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat peran guru dan tenaga kependidikan dalam menciptakan proses pembelajaran serta lingkungan sekolah yang ramah bagi seluruh anak.


“Harapannya, SD Negeri 24 Selatpanjang Kota tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga mendidik anak-anak menjadi pribadi yang menghargai perbedaan, peduli kepada sesama dan mampu memberikan rasa aman bagi orang di sekitarnya,” Ujarnya.


Disamping itu, dirinya juga sempat membeberkan bahwa SD Negeri 24 Selatpanjang Kota juga melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler 'Tahfidz', dimana program ini untuk  melatih dan membimbing anak membaca dan menghafalal alquran.


Kegiatan sosialisasi tersebut mengangkat materi mengenai sikap inklusif, toleransi dan kesetaraan gender, dengan cakupan pendidikan inklusif/disabilitas. Dalam kegiatan itu juga terdapat keterlibatan tenaga profesional psikologi, Basirah, S.Psi., M.Psi.


Kehadirannya turut memberikan pemahaman kepada para peserta tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, toleran dan ramah bagi semua anak. Materi yang disampaikan juga diharapkan dapat membantu siswa, guru dan wali murid memahami cara menyikapi perbedaan serta memberikan dukungan yang tepat kepada anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus atau disabilitas.


Melalui sosialisasi ini, warga sekolah diharapkan semakin memahami pentingnya membangun budaya sekolah yang mengedepankan saling menghormati, menghargai, melindungi dan memberikan rasa aman, sehingga seluruh peserta didik dapat belajar dan berkembang tanpa diskriminasi."****






LIPUTAN     :     REDAKSI
EDITOR        :     REDAKSI
Kapolda Riau dan Pangdam Tinjau Karhutla di Inhu, Gelar Salat Istisqa Memohon Hujan

Kapolda Riau dan Pangdam Tinjau Karhutla di Inhu, Gelar Salat Istisqa Memohon Hujan





KabarPesisirNews.Com
INDRAGIRI HULU RIAU,     – 
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Rabu (16/9/2026).


Peninjauan tersebut turut diikuti Tenaga Ahli Kepala BNPB, Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal, serta jajaran Forkopimda Indragiri Hulu.


Selain memantau proses pemadaman dan pendinginan, Kapolda bersama rombongan juga melaksanakan salat istisqa untuk memohon turunnya hujan seusai menunaikan salat Zuhur.


Ikhtiar tersebut dilakukan di tengah upaya personel gabungan mengendalikan kebakaran yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Riau.


Desa Pulau Jumat menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus. Kebakaran yang terdeteksi sejak 7 September 2026 telah menghanguskan sekitar 150 hektare lahan, dengan sekitar 100 hektare di antaranya berhasil dipadamkan.


Kondisi lapangan berupa semak belukar dan lahan gambut, ditambah angin kencang serta akses yang sulit dijangkau, menjadi tantangan bagi personel gabungan dalam mengendalikan kebakaran.


Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan optimal sekaligus mengevaluasi kebutuhan personel dan sarana pendukung di lapangan.


"Kami melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi di lapangan serta memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan dengan baik," kata Herry.


Sebanyak 157 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, perusahaan, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan untuk menangani kebakaran di lokasi tersebut.


Upaya penanganan dilakukan melalui penggunaan cairan formula X-Fire, pendirian posko, serta pengerahan tiga alat berat untuk membuat sekat bakar dan membuka akses jalan. Tim gabungan juga membangun embung sebagai sumber air untuk mendukung pemadaman.


Herry menegaskan, penanganan tidak boleh berhenti ketika api di permukaan terlihat padam. Karakteristik lahan gambut memungkinkan bara tetap tersimpan di bawah permukaan dan kembali memicu kebakaran.


"Khusus terhadap lokasi yang telah memasuki tahap pendinginan, saya sudah menekankan kepada jajaran agar tidak lengah dan tidak langsung meninggalkan lokasi. Pendinginan harus dipastikan benar-benar tuntas, kemudian dilanjutkan dengan patroli dan pemantauan secara berkala," tegasnya.


Berdasarkan pemantauan Dashboard Lancang Kuning pada 15 September 2026 hingga pukul 21.00 WIB, terdapat 48 hotspot di Provinsi Riau. Sebanyak 37 titik di antaranya berada di Kabupaten Indragiri Hulu, termasuk tiga titik kategori kepercayaan tinggi.


Jumlah tersebut menjadikan Indragiri Hulu sebagai salah satu fokus utama penanganan Karhutla. Secara keseluruhan, terdapat sembilan lokasi kebakaran yang menjadi perhatian Polda Riau di kabupaten tersebut.


Selain Desa Pulau Jumat, penanganan juga berlangsung di Desa Sipang, Pauh Ranap, Paya Rumbai, Talang Lakat, serta sejumlah lokasi lainnya yang telah memasuki tahap pendinginan.


Herry memerintahkan seluruh jajaran untuk segera melakukan pengecekan lapangan terhadap hotspot kategori tinggi dan sedang guna memastikan apakah titik tersebut merupakan api aktif, bara, atau anomali panas lainnya.


"Hotspot kategori High dan Medium kami perintahkan untuk segera dilakukan ground check dan verifikasi di lapangan," ujarnya.


Sementara itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan bertindak dan kekuatan sinergi seluruh unsur di lapangan.


Menurutnya, koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terlibat harus terus diperkuat agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lain.


"Kita harus bergerak cepat dan bekerja bersama. Jangan berikan ruang bagi api untuk meluas. Seluruh unsur harus tetap solid, fokus pada pemadaman dan pendinginan, serta memastikan titik yang sudah ditangani tidak kembali terbakar," kata Agus.


Pangdam juga meminta seluruh prajurit dan personel gabungan tetap memperhatikan faktor keselamatan di tengah kondisi medan yang sulit dan situasi kebakaran yang dinamis.


Ia menekankan bahwa keselamatan personel harus menjadi perhatian tanpa mengurangi kesungguhan dalam menjalankan tugas pemadaman dan pendinginan hingga tuntas.


"Utamakan keselamatan personel, tetapi tugas harus tetap dilaksanakan secara maksimal. Kita hadir di sini untuk melindungi masyarakat, lingkungan, dan memastikan penanganan Karhutla dilakukan sampai benar-benar tuntas," tegasnya."****






SUMBER    :   BID HUMAS POLDA RIAU
EDITOR      :.  REDAKSI
Bupati Asmar Pimpin Apel Harhubnas 2026, Tekankan Keselamatan dan Konektivitas Transportasi

Bupati Asmar Pimpin Apel Harhubnas 2026, Tekankan Keselamatan dan Konektivitas Transportasi





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,      — 
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn.) H. Asmar, memimpin Apel Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2026 di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (17/9/2026).


Mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”, peringatan Harhubnas tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen insan perhubungan dalam menghadirkan transportasi yang aman sekaligus mendukung konektivitas masyarakat.


Dalam apel tersebut, Bupati Asmar membacakan sambutan Menteri Perhubungan Republik Indonesia. Dalam sambutan itu disampaikan bahwa Harhubnas tidak hanya menjadi momentum untuk mensyukuri berbagai capaian pembangunan transportasi, tetapi juga menjadi refleksi atas sejumlah musibah transportasi yang terjadi belakangan ini.


Menteri Perhubungan menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban musibah transportasi dan keluarga yang ditinggalkan. Ia menegaskan, keselamatan harus menjadi bagian utama dalam setiap penyelenggaraan transportasi.


“Keselamatan adalah tanggung jawab moral. Standar keselamatan harus hidup di lapangan,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.


Insan perhubungan juga memiliki peran strategis dalam menjaga keselamatan dan mobilitas masyarakat, terutama ketika menghadapi kondisi darurat seperti kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi gunung berapi, gangguan penerbangan hingga kecelakaan pelayaran.


Dalam kondisi tersebut, jajaran perhubungan dituntut mampu menjaga keselamatan sekaligus memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tetap berjalan. Ketika operasional harus dihentikan karena faktor keselamatan, perlu disiapkan alternatif agar konektivitas masyarakat tidak terputus.


Perkuat Konektivitas Wilayah


Pembangunan konektivitas juga menjadi perhatian penting dalam penyelenggaraan transportasi ke depan. Konektivitas diharapkan mampu menghubungkan pusat-pusat produksi dengan kawasan permukiman sehingga biaya angkut dan logistik dapat ditekan serta pemerataan pembangunan semakin kuat.


Sejumlah langkah yang menjadi perhatian meliputi penguatan layanan angkutan perintis di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil), pengembangan angkutan massal perkotaan, integrasi antarmoda, serta pembenahan sistem logistik.


“Ukuran keberhasilan transportasi pada akhirnya adalah manfaat yang dirasakan oleh masyarakat kita,” pesan Menteri Perhubungan.


Dalam kesempatan tersebut, seluruh insan perhubungan juga diajak menjadikan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi. Momentum ini diharapkan menjadi penguat budaya keselamatan yang diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan sepanjang tahun.


Apel Harhubnas 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti turut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudit, Sekretaris Daerah,Sudandri, staf ahli bupati, Inspektur Daerah, Kepala Dinas Perhubungan, sejumlah kepala perangkat daerah, serta jajaran terkait lainnya.


Melalui peringatan Harhubnas 2026, Pemkab Kepulauan Meranti menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pelayanan transportasi yang aman, tertib, dan mampu memperkuat konektivitas masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung kemajuan daerah."****







LIPUTAN         :         NUR
EDITOR            :         REDAKSI
Pemkab Meranti Sinkronkan Usulan Listrik Desa, Dorong Pemerataan Akses Energi

Pemkab Meranti Sinkronkan Usulan Listrik Desa, Dorong Pemerataan Akses Energi





PEKANBARU — 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mendorong percepatan pemerataan akses listrik bagi masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan yang masih terbatas layanan kelistrikannya.


Upaya tersebut dilakukan melalui sinkronisasi usulan lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) bersama PT PLN (Persero) dan pemerintah pusat di Kantor PLN UID Riau dan Kepri, Pekanbaru, Rabu (16/9/2026).


Bupati Kepulauan Meranti diwakili Asisten I Setda Kepulauan Meranti, Tengku Arifin, S.Sos., didampingi Kabag Ekonomi. Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran PLN UID Riau dan Kepri serta perwakilan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.


Tengku Arifin mengatakan Pemkab Meranti siap mendukung proses pemutakhiran data lokasi yang membutuhkan akses listrik. Dukungan juga mencakup fasilitasi lahan, perizinan serta koordinasi dengan perangkat daerah dan pemerintah desa.


Menurutnya, validasi data penting agar usulan listrik desa benar-benar sesuai kondisi di lapangan dan tidak terjadi tumpang tindih pembangunan.


«“Pemkab Kepulauan Meranti siap bersinergi dengan PLN dan pemerintah pusat untuk memastikan usulan lokasi Listrik Perdesaan benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan,” kata Tengku Arifin.»


Sementara itu, General Manager PLN UID Riau dan Kepri Didik Wicaksono menyampaikan, pada 2026 PLN mendapat penugasan pembangunan Listrik Perdesaan di 102 lokasi di Provinsi Riau.


Namun, belum seluruh lokasi dapat dikerjakan karena masih terdapat sejumlah kendala, termasuk persoalan perizinan di kawasan hutan, data lokasi yang sudah teraliri listrik, hingga adanya data ganda.


“Untuk tahun ini, khusus Provinsi Riau, kami mendapat penugasan 102 lokasi listrik perdesaan. Dari 102 lokasi ini memang belum semuanya clear, ada beberapa yang perlu dukungan dan kerja sama,” ujar Didik.


Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Eri Nurcahyanto menjelaskan, penyediaan listrik dapat dilakukan melalui beberapa skema sesuai kondisi wilayah.


Untuk daerah yang dekat dengan jaringan PLN, listrik dapat diperluas melalui pembangunan jaringan distribusi. Sementara wilayah yang jauh dari jaringan dapat menggunakan PLTS komunal atau PLTS individual.


Eri juga meminta pemerintah daerah menyampaikan data sekolah yang berada di wilayah belum berlistrik. Data tersebut diperlukan untuk mendukung program digitalisasi sekolah.


Bagi Meranti, sinkronisasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan kebutuhan listrik masyarakat di wilayah perdesaan dan kepulauan masuk dalam perencanaan pembangunan.


Pemkab Meranti berharap koordinasi dengan PLN dan pemerintah pusat dapat menghasilkan data yang akurat sekaligus mempercepat penanganan wilayah yang masih membutuhkan akses listrik."****






LIPUTAN        :      NUR
EDITOR           :      REDAKSI
Satlantas Polres Inhil Ketuk Kesadaran Warga, Masker Dibagikan dan Larangan Bakar Lahan Kembali Digaungkan

Satlantas Polres Inhil Ketuk Kesadaran Warga, Masker Dibagikan dan Larangan Bakar Lahan Kembali Digaungkan






KabarPesisirNews.Com
TEMBILAHAN RIAU,     -
Di tengah kewaspadaan terhadap potensi kabut asap, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Indragiri Hilir (Inhil) turun langsung ke jalan. Tak hanya mengatur arus lalu lintas, polisi juga membagikan masker kepada masyarakat sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.


Sebanyak 500 masker N95 dibagikan kepada pengendara dan pengguna jalan dalam kegiatan penerangan keliling yang digelar pada Rabu (16/9/2026) mulai pukul 07.00 WIB.


Kegiatan menyasar sejumlah titik keramaian di Tembilahan, yakni Traffic Light Jalan M. Boya, Jalan Diponegoro, serta Traffic Light Batang Tuaka di Jalan Baharuddin Yusuf.


Masker dibagikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Bersamaan dengan itu, personel Satlantas juga membagikan brosur keselamatan dan mengingatkan pengendara untuk selalu tertib serta mengutamakan keselamatan selama berada di jalan raya.


Namun, ada satu pesan lain yang turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.


“Jangan membuka lahan dengan cara membakar.” Pesan tersebut disampaikan personel Satlantas saat memberikan penerangan kepada masyarakat pengguna jalan. Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan mencegah munculnya titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan.


Kegiatan tersebut dilaksanakan jajaran Polres Inhil di bawah kepemimpinan Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas Polres Inhil AKP Ricki Marzuki, S.H., bersama personel Satlantas.


Turut terlibat dalam kegiatan tersebut Kaur Bin Ops Satlantas IPDA Daud Pangaribuan, S.S., Kanit Turjawali Satlantas IPDA Robby Nurdiansyah, S.E., PS Kanit Kamsel Aipda Arani Okritama, S.H., serta personel Satlantas Polres Inhil.


Di sela pembagian masker dan penyampaian imbauan, personel juga melakukan pengaturan lalu lintas. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat di sejumlah persimpangan tetap berlangsung aman, tertib dan lancar.


Bukan sekedar membagikan masker, polisi ingin mengetuk kesadaran masyarakat.


Keselamatan berkendara, kesehatan dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat.


Karena itu, warga diajak tidak hanya tertib dan berhati-hati saat berkendara, tetapi juga ikut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan.


Satlantas Polres Inhil berharap kegiatan penerangan keliling tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas sekaligus semakin peduli terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan.


Sebab, upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan bukan hanya dilakukan ketika api sudah membesar. Pencegahan dimulai dari kesadaran sederhana, tidak membuka lahan dengan cara membakar."****






LIPUTAN INHIL       :    SANDI
EDITOR                     :    REDAKSI
Bripka Khairi, Personel Polres Kep. Meranti Raih Juara 1 Kompolnas Award 2026 Kategori Perorangan Desa 3T

Bripka Khairi, Personel Polres Kep. Meranti Raih Juara 1 Kompolnas Award 2026 Kategori Perorangan Desa 3T





KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,     – 
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan personel Polda Riau. Bripka Khairi, personel Polres Kepulauan Meranti berhasil meraih Juara 1 Perorangan untuk kategori Desa Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dalam ajang Kompolnas Award Tahun 2026.


Penghargaan bergengsi tersebut diberikan oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) kepada Bripka Khairi sebagai perwakilan dari Polda Riau atas dedikasi dan kinerjanya dalam pengabdian di wilayah 3T.yaitu melakukan kegiatan Perpustakaan keliling dari desa kedas kec Rangsang pesisir.kab.meranti.


Ajang Kompolnas Award Tahun 2026 merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja anggota Polri yang dinilai berprestasi dan berdampak langsung bagi masyarakat.


Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menyampaikan bahwa Kompolnas Award menjadi acuan penting dalam menilai kinerja Polri.


"Kompolnas Award ini sebagai acuan terhadap kinerja Polri. Mempermudah institusi Polri untuk mencari kinerja anggota Polri yang terbaik. Dengan adanya penilaian dari Kompolnas Award ini sangat membantu evaluasi kinerja Polri dan penilaian publik, serta evaluasi anggota kami untuk bekerja dengan baik. Dan sangat membantu kami. Yang dapat prestasi untuk mendorong insan-insan Polri yang lebih baik. Dan kami mohon dilanjutkan tradisi ini sampai ke generasi selanjutnya nantinya," ujar Kapolri.


Kapolri juga mengucapkan selamat kepada para pemenang dan memberikan motivasi kepada personel yang belum terpilih.


"Selamat yang terpilih. Yang belum terpilih masih ada waktu ke depannya untuk menjadi terpilih nantinya. Kompolnas adalah penilaian kinerja Polri. Menilai beberapa kategori, wadah penilaian kinerja anggota Polri dari Mabes sampai ke Polsek. Yang bisa dipercaya di mata masyarakat," tegas Kapolri.


Keberhasilan Bripka Khairi meraih juara 1 kategori perorangan untuk Desa 3T di tingkat nasional menjadi bukti nyata bahwa pengabdian di wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan tetap mendapat perhatian dan penghargaan dari pimpinan.


Sebagai personel yang bertugas di wilayah kepulauan Kabupaten Kep. Meranti, yang secara geografis masuk dalam kategori 3T, dedikasi Bripka Khairi dianggap mampu membangun kedekatan dengan masyarakat, menjaga Kamtibmas, serta memberikan pelayanan humanis yang dirasakan langsung oleh warga.dan anak-anak sekolah keterbatasan untuk mendapatkan buku pelajaran.


Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Kep. Meranti dan Polda Riau pada umumnya untuk terus bekerja ikhlas, tegas, dan tuntas dalam melayani masyarakat.


Kapolres Kep. Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan Kompolnas Award ini adalah kebanggaan bagi institusi dan menjadi pemacu semangat bagi anggota lain untuk berprestasi."****






SUMBER     :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :     REDAKSI
Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan.

Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan.






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Polres Kepulauan Meranti menggelar acara Kenal Pamit Pejabat Lama dan Pejabat Baru di lingkungan Polres Kepulauan Meranti. Acara berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan sebagai bentuk, penghormatan serta ucapan terima kasih kepada pejabat lama yang akan pindah tugas, sekaligus menyambut pejabat baru.


Selain itu, Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pejabat lama yang telah mendampingi dan membantu pelaksanaan tugas selama ini di Polres Meranti.


"Terima kasih kepada pejabat lama yang meninggalkan Polres Meranti atas dedikasi dan pengabdian selama ini mendampingi saya. Terima kasih juga kepada seluruh anggota saya yang berprestasi, seperti Bripka Khairi yang sekarang mendapatkan penghargaan Kompolnas Award tahun 2026. Ini menjadi kebanggaan bagi Polres Kepulauan Meranti," ujar Kapolres.


Kapolres juga mengatakan Kepada pejabat baru, Kapolres menekankan agar segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab yang akan diemban serta dapat bekerja sama dengan pimpinan dan seluruh personel.


"Terhadap pejabat baru, harus menyesuaikan dengan tugas yang akan saudara laksanakan dan bisa bekerja sama dengan saya. Terima kasih atas pengabdian selama ini. Kita dinas di Meranti, kita tidak sendiri. Kita harus bersinergi dan berkolaborasi dengan semua stakeholder yang ada," tegasnya.


Kendati demikian,Kapolres mengingatkan seluruh personel untuk bekerja dengan prinsip ikhlas, tegas, dan tuntas.


"Kita harus kerja ikhlas, kerja tegas dan tuntas. Dan kita harus mendukung program Bapak Kapolda Riau yang sekarang ini berjalan, seperti Program Jalur Cerah, Raga dan program lainnya," kata Kapolres.


Bukan hanya itu, Kapolres juga memberikan penekanan keras terkait disiplin personel.


"Tolong awasi personel kita setiap  dan Jangan ada salah menggunakan Narkoba dan Judi Online. Ini pertama kali dan terakhir saya sampaikan. Bapak Kapolda Riau sudah ada penekanan kepada seluruh personel khususnya Polres Meranti," ucap Kapolres dengan tegas.


Ia juga menambahkan, Mutasi jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang wajar sebagai bentuk penyegaran organisasi dan pengembangan karier. Acara kenal pamit ini diharapkan mampu mempererat solidaritas internal Polres Meranti.


" Selalu Kapolres berpesan, agar sinergitas dengan stakeholder dan penekanan terhadap penyalahgunaan narkoba dan judi online menjadi atensi serius. Hal ini sejalan dengan program Kapolda Riau dalam menjaga marwah institusi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat," jelasnya 


Diakhir sambutannya, Kapolres Meranti juga memberikan contoh yakni Prestasi Bripka Khairi yang meraih Kompolnas Award 2026 juga menjadi motivasi bagi personel lainnya untuk terus berprestasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat."****






SUMBER       :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR         :    REDAKSI

Kamis, 17 September 2026

Polsek Tebing Tinggi Dampingi Warga Kembangkan Perkebunan Pisang Nangka untuk Ketahanan Pangan

Polsek Tebing Tinggi Dampingi Warga Kembangkan Perkebunan Pisang Nangka untuk Ketahanan Pangan






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     — 
Upaya mendukung ketahanan pangan dan peningkatan perekonomian keluarga terus dilakukan jajaran Polsek Tebing Tinggi. Salah satunya melalui pendampingan dan pengecekan perkebunan pisang nangka milik warga di Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kegiatan pengecekan tersebut dilaksanakan pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, berlokasi di Jalan Perumbi Gang Karya, Desa Banglas Barat.


Pengecekan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Banglas Barat, Brigadir Rozi Permanda, bersama pemilik perkebunan, Samroji. Lahan yang menjadi lokasi pengecekan memiliki luas sekitar 35 x 25 meter.


Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan secara langsung terhadap kondisi tanaman serta memantau jumlah tanaman yang telah ditanam dan perkembangan pertumbuhannya.


Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman pisang nangka milik warga tersebut berada dalam kondisi subur dan tumbuh dengan baik.


Selain melakukan pemantauan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara petani dengan pihak kepolisian selaku pendamping masyarakat.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pendampingan masyarakat dalam pengembangan usaha.


Pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan perekonomian keluarga melalui pengembangan usaha perkebunan masyarakat.


Petugas juga memberikan motivasi kepada pemilik lahan agar terus mengembangkan usaha perkebunan sehingga dapat memberikan manfaat bagi ketahanan pangan dan perekonomian keluarga.


Kegiatan pengecekan berlangsung sebagai bentuk kepedulian dan pendampingan terhadap masyarakat dalam mengembangkan potensi usaha pertanian dan perkebunan di wilayah Desa Banglas Barat."****






LIPUTAN       :      ALD
EDITOR          :     REDAKSI