Kamis, 29 Oktober 2026

Bupati Rohul bantu alat Olahraga kepada atlit NPCI

Bupati Rohul bantu alat Olahraga kepada atlit NPCI






KabarPesisirNews.Com
ROKAN HULU RIAU,     -
Bupati Rokanhulu Anton ST.MM menyerahkan bantuan peralatan Olahraga kepada NPCI,bantuan tersebut di serahkan langsung oleh Bupati Rokan hulu Anton ST.MM usai  Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 yang di gelar di Halaman Kantor Bupati. Rabu (28/10/2026).


Penyerahan bantuan didampingi oleh Wakil Bupati H. Syafarudin poti, Ketua DPRD Rohul, Hj Sumiartini,PJ.Sektetaris Daerah, serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul, Alreza Ahyu.


Bupati Rokan Hulu Anton mengatakan,
Penyerahan peralatan olahraga ini menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu terhadap pembinaan atlet disabilitas yang tergabung dalam NPCI. Bantuan  itu  diharapkan dapat menunjang kegiatan latihan sekaligus mendorong para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi di bidang olahraga.


Ditempat yang dama , Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Rohul, Alreza Ahyu, S.E., M.Si., mengatakan  bahwa penyerahan bantuan berupa perlengkapan alat olahraga kepada NPCI Rohul ini, guna mendukung dilaksanakannya Training Center (TC) kepada para Atlet disabilitas NPCI Rohul, menghadapi pelaksanaan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVIII yang dijadwalkan pada tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). 


"Adapun bantuan yang diberikan melingkupi, raket, lempar lembing, tolak peluru serta beberapa alat olahraga lainnya,"  sebut Alreza. 


Reza   menilai atlet-atlet NPCI Kabupaten Rokan Hulu telah banyak mengukir prestasi ditingkat Provinsi, Nasional hingga Internasional, sehingga Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu senantiasa mensupport dan mendukung NPCI untuk terus mengembangkan para atlet-atlet berprestasi. 


"Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui pak Bupati siap mensupport, sehingga NPCI dapat terus berkembang, memiliki atlet-atlet yang dapat membanggakan daerah baik ditingkat Nasional maupun Internasional," tambahnya lagi. 


Sementara itu, Ketua NPCI Kabupaten Rokan Hulu, Pius, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Rokan Hulu atas perhatian serta bantuan peralatan olahraga yang diberikan kepada para atlet NPCI.


Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi para atlet untuk semakin bersemangat dalam menjalani latihan dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan.


"Insyaallah dalam satu bulan ini kita akan melakukan Training Center terhadap para atlet, persiapan seleksi di Provinsi Riau dalam rangka Peparnas tahun 2028," terang Pius. 


Sebanyak lebih kurang 15 atlet dari cabang olahraga atletik, badminton, anggar, catur dan lainnya ini akan mengikuti Training Center yang dilaksanakan oleh NPCI Kabupaten Rokan Hulu. 


"Alhamdulillah dari pak Bupati bersama Forkopimda lainnya sangat memperhatikan NPCI Kabupaten Rokan Hulu ini, dan kita berharap melalui Training Center ini dapat memperkuat Riau untuk dapat medali di Peparnas 2028 nanti," tambahnya mengakhiri."****






LIPUTAN RUHUL     :    IWANTO/YUS
EDITOR                     :    REDAKSI 

Rabu, 28 Oktober 2026

Pria 68 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Jalan Dorak Selatpanjang

Pria 68 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Jalan Dorak Selatpanjang






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,   – 
Seorang pria berinisial Abidin (68) ditemukan meninggal dunia di rumahnya yang berlokasi di Jalan Dorak, RT 002/RW 003, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.


Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, Kamisah, saat terbangun dari tidur pada sore hari. Peristiwa tersebut sontak membuat keluarga terkejut dan segera mencari pertolongan kepada warga sekitar.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, sehari sebelum kejadian, tepatnya Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, korban sempat melakukan percobaan bunuh diri. Namun, tindakan tersebut diketahui oleh istrinya yang kemudian berupaya mencegahnya. Setelah kejadian itu, keduanya beristirahat.


Pada Rabu pagi, Kamisah pergi ke pasar sekitar pukul 07.00 WIB. Sementara itu, korban berada di rumah bersama anak-anaknya. Sekitar pukul 13.00 WIB, Kamisah bersama kedua anaknya beristirahat di kamar.


Saat terbangun sekitar pukul 17.00 WIB, Kamisah mendapati suaminya dalam kondisi tergantung menggunakan tali nilon. Anak korban, Fahami, kemudian keluar rumah untuk meminta pertolongan kepada tetangga.


Ka.polsek Tebing tinggi AKP.J.A LUBIS SH.MH.Setalah mendapatkan informasi langsung bergerak ke TKP bersama Petugas piket Pamapta Polres Kepulauan Meranti bersama personel Polsek Tebing Tinggi segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).


Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, jenazah korban dibawa ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menjalani pemeriksaan medis.


Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di TKP, korban ditemukan dalam kondisi tubuh kaku dengan tali yang melilit leher. Pemeriksaan dokter juga tidak menemukan luka-luka pada tubuh korban. Namun, ditemukan sejumlah kondisi fisik yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.


Dalam penanganan kasus tersebut, petugas melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi-saksi, mengamankan sejumlah barang bukti, serta melakukan identifikasi terhadap jenazah.


Adapun barang bukti yang diamankan meliputi satu helai celana berwarna abu-abu, satu buah sarung berwarna cokelat, satu utas tali berwarna oranye, satu buah tangga besi, dua buah martil, serta uang tunai sebesar Rp1.748.000.


Keluarga Menerima Kepergian Korban


Pihak keluarga menyatakan menerima kepergian korban dengan ikhlas. Keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan.


Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur, termasuk penyusunan laporan polisi dan penyelidikan lebih lanjut untuk melengkapi keterangan terkait peristiwa tersebut.


Peristiwa ini menjadi duka bagi keluarga yang ditinggalkan. Penanganan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai rangkaian kejadian dan penyebab pasti meninggalnya korban."****





SUMBER     :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :     REDAKSI 
STAF AHLI ORI RIAU dr H MISRI HASANTO,SH.,M.Kes DIMINTA SEBAGAI STAF PENGAJAR DI ITS MERANTI

STAF AHLI ORI RIAU dr H MISRI HASANTO,SH.,M.Kes DIMINTA SEBAGAI STAF PENGAJAR DI ITS MERANTI




KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Keberadaan Staf Ahli Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) DPD Riau dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Riau, termasuk di bidang Akademik. Saat ini dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes diminta oleh Rektor ITS Meranti sebagai staf pengajar (Dosen).


Hal ini diungkapkan oleh ketua IKA ITS Meranti Selamat SM,S.P saat diwawancara awak media, (28/10/2026). Memang benar staf ahli ORI Riau bapak dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes diminta oleh Rektor ITS Dr H Mustaqim,SE.,SH.,S.IP.,MM sebagai Dosen saat kegiatan Seminar, ujar Selamat.


Ketua Prodi Informatika Sandy Suwandana,S.Kom.,M.Kom membenarkan bahwa Bapak dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes menjadi Dosen salah satu mata kuliah pada program studi informatika ITS Meranti. Saya sudah tanda tangan jadwal perkuliahannya tanggal 26 Oktober 2026.


Dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes menanggapi diminta sebagai staf pengajar ITS Meranti dengan baik. Terima kasih saya ucapkan pada bapak Rektor Dr H Mustaqim,SE.,SH.,S.IP.,MM yang telah bersedia memberikan amanah sebagai Dosen. Insya Allah amanah ini akan saya laksanakan sebaik baiknya dan penuh dengan tanggung jawab, ujar dr H Misri."****






LIPUTAN     :    REDAKSI
EDITOR        :    REDAKSI 
KOTI MAHATIDANA MPC PP Kepulauan Meranti Kembali Dipercaya Sebagai Komandan Upacara Hari Sumpah Pemuda Ke‑98

KOTI MAHATIDANA MPC PP Kepulauan Meranti Kembali Dipercaya Sebagai Komandan Upacara Hari Sumpah Pemuda Ke‑98


 





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    – 
Syahroni dari KOTI MAHATIDANA Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Kepulauan Meranti kembali dipercaya menjabat sebagai Komandan Upacara dalam apel peringatan Hari Sumpah Pemuda ke‑98 tahun 2026.
 

Upacara peringatan dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti pada Rabu, 28 Oktober 2026. Hadir pada apel Sumpah Pemuda tahun ini antara lain jajaran Forkopimda Kabupaten Kepulauan Meranti, para kepala perangkat daerah, unsur TNI dan Polri, pengurus organisasi kepemudaan, serta perwakilan pelajar dan mahasiswa se-Kabupaten Kepulauan Meranti. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan hikmat, tertib, dan lancar dari awal hingga selesai.
 

Segera setelah upacara usai, Bupati Kepulauan Meranti, selaku inspektur upacara memberikan ucapan selamat sekaligus apresiasi langsung kepada Syahroni atas keberhasilan memimpin jalannya apel peringatan.
 

Kepercayaan yang diberikan kepada Syahroni, menunjukkan pengakuan terhadap kedisiplinan, kemampuan memimpin barisan, serta komitmen KOTI MAHATIDANA MPC Pemuda Pancasila Kepulauan Meranti, dalam menjaga semangat persatuan generasi muda sesuai nilai‑nilai Sumpah Pemuda."****
 




EDITOR     :   REDAKSI 

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Polres Meranti Kobarkan Semangat Persatuan

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Polres Meranti Kobarkan Semangat Persatuan






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     - 
Polres Kepulauan Meranti memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan menggelar upacara di Lapangan Apel Mapolres Kepulauan Meranti, Jalan Lintas Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Rabu (28/10).


Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB itu dipimpin Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Detis Mayer Silitonga SH, selaku inspektur upacara. Kegiatan diikuti pejabat utama, para kapolsek jajaran, perwira, serta personel Polres Kepulauan Meranti.


Dalam amanatnya, Detis mengajak seluruh personel Polri untuk terus menanamkan semangat persatuan, nasionalisme, dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Menurutnya, nilai-nilai Sumpah Pemuda yang lahir pada 28 Oktober 1928 harus terus dijaga dan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat menjalankan tugas kepolisian.


"Semangat Sumpah Pemuda harus terus kita jaga dan wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Persatuan merupakan kekuatan bangsa yang harus kita rawat bersama, meskipun kita memiliki perbedaan latar belakang, suku, budaya, dan bahasa," ujar Detis.


Ia menegaskan, perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan yang harus dirawat demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Detis juga mengingatkan bahwa semangat persatuan harus tercermin dalam pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.


"Sebagai anggota Polri, kita harus mampu menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda melalui pelaksanaan tugas yang profesional, penuh tanggung jawab, dan humanis. Kehadiran kita harus memberikan manfaat serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat," katanya.


Melalui peringatan tersebut, ia berharap seluruh personel Polres Kepulauan Meranti semakin memperkuat solidaritas, meningkatkan integritas, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.


Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda terdahulu, lanjutnya, harus menjadi motivasi bagi setiap personel untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Dalam pelaksanaannya, upacara berlangsung dengan rangkaian kegiatan mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, hingga pembacaan ikrar Sumpah Pemuda.


Upacara berakhir sekitar pukul 08.00 WIB, dan ditutup dengan foto bersama."****





SUMBER      :     HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR        :     REDAKSI 
Hutama Karya Perkuat Upaya Pencegahan Kecelakaan di Seluruh Ruas Tol, Ajak Pengguna Jalan Utamakan Keselamatan Berkenda.

Hutama Karya Perkuat Upaya Pencegahan Kecelakaan di Seluruh Ruas Tol, Ajak Pengguna Jalan Utamakan Keselamatan Berkenda.







KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,        – 
PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan berkendara di seluruh ruas jalan tol yang dikelola, termasuk di sepanjang Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Menyikapi berbagai kejadian kecelakaan lalu lintas, Hutama Karya secara berkelanjutan meningkatkan langkah pencegahan melalui edukasi keselamatan, pengawasan operasional, kesiapsiagaan petugas, serta peningkatan sarana dan prasarana jalan tol. Upaya ini sejalan dengan dukungan perusahaan terhadap Asta Cita Pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur transportasi yang aman, andal, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.


Berdasarkan evaluasi terhadap sejumlah kejadian kecelakaan di ruas tol yang dikelola Hutama Karya, terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan, termasuk kondisi fisik pengemudi, tingkat konsentrasi, jarak aman antarkendaraan, serta kondisi kendaraan dan lingkungan jalan. Hal ini menjadi perhatian Hutama Karya untuk terus memperkuat langkah pencegahan secara menyeluruh, baik melalui peningkatan fasilitas dan layanan operasional maupun edukasi keselamatan berkendara, guna menciptakan perjalanan yang semakin aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.


Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menyampaikan bahwa perusahaan terus memperkuat edukasi keselamatan berkendara melalui berbagai kanal komunikasi, mulai dari media sosial, media konvensional, hingga media luar ruang di sepanjang jalan tol. Edukasi tersebut dilakukan secara konsisten melalui kampanye keselamatan SETUJU (Selamat Sampai Tujuan) yang mengajak masyarakat menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap perjalanan.


“Keselamatan pengguna jalan selalu menjadi prioritas utama kami. Berbagai fasilitas keselamatan dan kesiapsiagaan petugas terus kami tingkatkan, namun kami juga ingin mengingatkan bahwa setiap pengemudi memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan dirinya dan pengguna jalan lainnya. Karena itu, kami terus mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk lebih disiplin, memastikan kondisi fisik tetap prima, serta mematuhi tata tertib berkendara di jalan tol,” ujar Iwan.


Sebagai bentuk pencegahan langsung di lapangan, Hutama Karya secara rutin melaksanakan operasi keselamatan, termasuk Operasi _Microsleep_ dan Operasi Simpatik di sejumlah ruas tol yang dikelola. Kegiatan ini mencakup pemeriksaan kondisi pengemudi yang terindikasi mengalami kelelahan atau mengantuk, pemeriksaan kesehatan sederhana, serta pemberian kopi dan makanan ringan sebagai bentuk perhatian kepada pengguna jalan. Pengemudi yang mengalami kelelahan juga diimbau untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. Selain itu, petugas operasional secara berkelanjutan melakukan patroli bergerak untuk memantau kondisi lalu lintas, mengidentifikasi potensi bahaya, serta memberikan penanganan dini terhadap kondisi yang berisiko bagi keselamatan.


Dari sisi infrastruktur, Hutama Karya juga terus melakukan evaluasi dan peningkatan fasilitas keselamatan jalan melalui pemasangan dan pemeliharaan rambu peringatan, _rumble strip_, lampu peringatan, marka reflektif, serta perlengkapan keselamatan lainnya pada titik-titik yang memerlukan peningkatan kewaspadaan. Berbagai fasilitas tersebut berfungsi membantu pengemudi mengenali kondisi jalan, memberikan peringatan tambahan, serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat berkendara pada malam hari maupun dalam kondisi jarak pandang terbatas.


Selain itu, Hutama Karya turut memperkuat pengawasan terhadap kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih atau _Over Dimension Over Loading_ (ODOL) melalui operasi bersama pemangku kepentingan terkait. Kendaraan ODOL memiliki risiko keselamatan yang lebih tinggi karena dapat mengalami penurunan kemampuan pengereman, kestabilan, dan pengendalian kendaraan. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya, termasuk meningkatkan risiko tabrakan dari belakang maupun kecelakaan beruntun. Melalui pengawasan dan edukasi yang berkelanjutan, Hutama Karya mendorong kepatuhan pengemudi serta pelaku usaha angkutan barang terhadap ketentuan dimensi dan muatan kendaraan.


Sejalan dengan berbagai upaya tersebut, Hutama Karya terus menggaungkan kampanye keselamatan SETUJU (Selamat Sampai Tujuan) yang mencakup lima pesan utama, yakni SETUJU Keselamatan adalah Nomor Satu, SETUJU Pastikan Kondisi Kendaraan Prima, SETUJU Tidak Ngebut di Jalan Tol, SETUJU untuk Istirahat Jika Lelah atau Mengantuk, serta SETUJU Zero ODOL di Jalan Tol. Kelima pesan ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, mulai dari memastikan kesiapan kendaraan dan kondisi fisik pengemudi hingga mematuhi ketentuan berkendara selama perjalanan.


Hutama Karya juga mengingatkan pentingnya menjaga jarak aman, menggunakan sabuk pengaman, serta mematuhi ketentuan penggunaan lajur. Pengemudi diimbau untuk tidak melakukan lane hogging, yaitu menggunakan lajur kanan secara terus-menerus tanpa keperluan mendahului kendaraan lain, karena dapat mengganggu kelancaran lalu lintas dan memicu manuver berisiko. Selain itu, bahu jalan hanya diperuntukkan bagi kondisi darurat dan tidak boleh digunakan untuk berhenti atau beristirahat tanpa alasan mendesak. Kendaraan yang berhenti di bahu jalan berpotensi tertabrak kendaraan lain, terutama apabila pengemudi yang melintas mengalami penurunan konsentrasi atau kehilangan kendali.


“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk benar-benar menerapkan pesan SETUJU dalam setiap perjalanan. Jangan memaksakan diri ketika lelah atau mengantuk, pastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, patuhi batas kecepatan, hindari kendaraan ODOL, dan gunakan lajur sesuai peruntukannya. Apabila membutuhkan istirahat, manfaatkan tempat istirahat yang tersedia dan jangan berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat. Kami percaya bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama, karena tujuan terpenting dari setiap perjalanan adalah dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan selamat,” tambah Iwan.


Hutama Karya menegaskan bahwa setiap kejadian kecelakaan menjadi perhatian serius perusahaan untuk terus melakukan evaluasi dan memperkuat langkah pencegahan secara menyeluruh. Melalui peningkatan kesiapsiagaan petugas, pemantauan kondisi jalan, penguatan fasilitas keselamatan, serta edukasi yang dilakukan secara konsisten, perusahaan berupaya membangun budaya berkendara yang lebih aman dan bertanggung jawab di seluruh ruas jalan tol yang dikelola.


Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya akan terus memperkuat implementasi kampanye SETUJU sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan jalan tol yang aman, nyaman, dan andal. Upaya ini sekaligus mendukung terwujudnya konektivitas nasional yang berkelanjutan dan berorientasi pada keselamatan masyarakat, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah. 


Untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dan layanan jalan tol yang dikelola Hutama Karya, pengguna jalan dapat mengakses aplikasi _Mozy_ atau mengikuti akun media sosial resmi _@HutamaKaryaTollRoad_. Apabila mengalami kendala maupun kondisi darurat selama perjalanan, pengguna jalan dapat menghubungi Call Center Terintegrasi Hutama Karya di 150-700, melalui _WhatsApp_ 08112-77000, atau memanfaatkan fitur SOS pada aplikasi _Mozy_ untuk mendapatkan bantuan petugas. Hutama Karya senantiasa hadir memberikan pelayanan dan respons yang cepat demi memastikan perjalanan pengguna jalan tetap aman dan nyaman."****






LIPUTAN       :     NUR
EDITOR          :     REDAKSI 
Sambut HUT ke-18, Pemkab Meranti Hapus 100 Persen Denda PBB-P2 hingga Akhir Tahun

Sambut HUT ke-18, Pemkab Meranti Hapus 100 Persen Denda PBB-P2 hingga Akhir Tahun






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     – 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, memberikan stimulus kepada masyarakat melalui penghapusan 100 persen sanksi administrasi atau denda Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).


Program relaksasi pajak tersebut berlaku mulai 22 Oktober hingga 31 Desember 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang memiliki tunggakan sekaligus mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak.


Penghapusan denda tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Kepulauan Meranti Nomor 365/HK/KPTS/X/2026 tentang Pemberian Stimulus PBB-P2 berupa Pengurangan Sanksi Pajak Daerah Tahun 2026.


Kebijakan itu juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Meranti ke-18 yang diperingati pada 19 Desember 2026.


Dengan adanya program tersebut, wajib pajak yang memiliki tunggakan PBB-P2 dapat menyelesaikan kewajibannya tanpa dikenakan sanksi administrasi berupa denda keterlambatan. Masyarakat cukup membayar pokok pajak sesuai ketentuan yang berlaku.


Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar mengatakan, relaksasi tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama wajib pajak yang masih memiliki tunggakan PBB-P2.


“Dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-18 Kabupaten Kepulauan Meranti, pemerintah daerah memberikan relaksasi berupa penghapusan denda administrasi PBB-P2 sebesar 100 persen hingga akhir tahun 2026. Kami berharap kebijakan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memberikan kesempatan untuk menyelesaikan kewajiban pajaknya,” ujar Asmar.


Menurutnya, peringatan hari jadi daerah tidak semata-mata menjadi momentum seremonial, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Karena itu, Asmar mengimbau masyarakat yang masih memiliki tunggakan PBB-P2 agar segera memanfaatkan program tersebut sebelum masa relaksasi berakhir.


“Saya mengajak masyarakat yang masih memiliki tunggakan PBB-P2 agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Kepatuhan membayar pajak merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah,” katanya.


Asmar menambahkan, penerimaan pajak daerah memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kepulauan Meranti.


“Melalui kesadaran dan kepatuhan membayar pajak, kita turut berkontribusi dalam mewujudkan Kabupaten Kepulauan Meranti yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.


Penerimaan PBB-P2 Baru Capai 77,80 Persen


Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kepulauan Meranti Agusyanto mengatakan, penghapusan denda tersebut diharapkan menjadi momentum bagi wajib pajak untuk menyelesaikan tunggakan tanpa terbebani akumulasi sanksi administrasi.


Menurut dia, program tersebut juga menyasar masyarakat yang selama ini menunda pembayaran karena besarnya denda yang harus dibayarkan bersamaan dengan pokok pajak.


Berdasarkan data Bapenda Kepulauan Meranti per 20 Oktober 2026, realisasi penerimaan PBB-P2 tercatat sebesar Rp3.112.005.516, atau 77,80 persen dari target penerimaan sebesar Rp4 miliar.


Di sisi lain, masih terdapat sekitar 28 ribu Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2 Tahun 2026 yang belum tertagih.


Untuk mengejar target penerimaan sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat, Bapenda Kepulauan Meranti akan menggencarkan sosialisasi program penghapusan denda hingga ke tingkat desa dan kelurahan.



Sosialisasi tersebut akan dibarengi dengan penagihan aktif kepada wajib pajak, khususnya terhadap objek pajak potensial yang belum memenuhi kewajibannya.


Bapenda juga akan mengoptimalkan layanan jemput bola melalui mobil pelayanan keliling. Selain itu, akses pembayaran secara digital akan terus didorong agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.


Ditargetkan Tambah Penerimaan hingga Rp600 Juta


Bapenda Kepulauan Meranti memproyeksikan program relaksasi tersebut dapat memberikan tambahan penerimaan PBB-P2 sekitar Rp546 juta hingga Rp600 juta hingga akhir masa program.


Proyeksi tersebut disusun berdasarkan sejumlah indikator, antara lain potensi penerimaan, anomali data, durasi pelaksanaan program, tingkat kepatuhan wajib pajak, serta evaluasi capaian penerimaan pada tahun sebelumnya.


Pemkab Kepulauan Meranti berharap kebijakan penghapusan denda tersebut dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyelesaikan kewajiban perpajakan sekaligus meningkatkan kepatuhan pada tahun-tahun berikutnya.


Masyarakat yang masih memiliki tunggakan PBB-P2 diimbau tidak menunggu hingga batas akhir dan segera memanfaatkan program penghapusan 100 persen denda administrasi tersebut.


Program relaksasi PBB-P2 ini berlaku hingga 31 Desember 2026."****






LIPUTAN       :     NUR
EDITOR          :     REDAKSI 

Pemkab Meranti Dukung Pengembangan ITS Meranti, Perluas Akses Pendidikan Tinggi bagi Putra Daerah

Pemkab Meranti Dukung Pengembangan ITS Meranti, Perluas Akses Pendidikan Tinggi bagi Putra Daerah






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     – 
Mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Tengku Arifin, membuka kegiatan Sosialisasi Pengenalan Program Pendidikan Institut Teknologi Sains (ITS) Meranti di Gedung Kuning, Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Selasa (27/10/2026).


Dalam sambutannya, Tengku Arifin menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mendukung upaya peningkatan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Ia menilai sosialisasi program pendidikan ITS Meranti menjadi salah satu langkah untuk memperluas kesempatan putra-putri daerah dalam mengenyam pendidikan tinggi.


“Pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat, kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang unggul semakin penting,” ujarnya.


Ia mengatakan, keberadaan perguruan tinggi di daerah memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut mencetak lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan, inovasi, kemampuan beradaptasi, serta karakter yang kuat.


Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.


“Kami percaya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat akan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Meranti yang maju, cerdas, dan berdaya saing,” katanya.


Tengku Arifin juga menilai kehadiran ITS Meranti memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan kampung halaman.


Ia berharap ITS Meranti terus berkembang dan berkontribusi dalam menyiapkan tenaga profesional yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.


“Kepada para pelajar dan generasi muda, manfaatkan kegiatan sosialisasi ini dengan sebaik-baiknya. Gali informasi sebanyak mungkin mengenai program studi, peluang karier, serta berbagai fasilitas yang tersedia. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan diri, keluarga, dan daerah kita tercinta,” pesannya.


Sementara itu, Rektor ITS Meranti, Dr. H. Mustaqim, menjelaskan bahwa kampus tersebut telah mengalami perkembangan sejak didirikan pada 2022. Pada awal pembukaan, tercatat 270 mahasiswa mendaftar, terdiri atas Program Studi Informatika, Program Studi Pertanian, dan Program Studi Peternakan.


Ia menyampaikan bahwa pada 2024, pihaknya mengambil alih pengelolaan kampus tersebut. Saat itu, jumlah mahasiswa yang masih berminat melanjutkan pendidikan tercatat sebanyak 46 orang.


“Alhamdulillah, pada 2026 ini kami bisa menyelesaikan pendidikan rekan-rekan kami hingga menjadi alumni sebanyak 36 orang,” jelasnya.


Menurut Mustaqim, ITS Meranti terus berupaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, termasuk aparatur pemerintah daerah yang belum menyelesaikan pendidikan pada jenjang sarjana.


Ia juga menyampaikan bahwa program studi yang dikelola ITS Meranti telah memenuhi persyaratan akreditasi untuk menyelenggarakan pendidikan jenjang sarjana (S1).


“Kami berharap apabila ada staf yang belum berpendidikan minimal S1, dapat disarankan untuk melanjutkan pendidikan di ITS Meranti. Kami siap hadir di kantor-kantor untuk memberikan informasi dan melayani calon mahasiswa yang berminat,” ujarnya.


Mustaqim juga menginformasikan bahwa pembukaan kelas baru Program Studi Informatika direncanakan pada 6 November 2026.


Sebelumnya, Ketua Ikatan Keluarga Alumni ITS Meranti, Selamat, dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang telah memberikan ruang bagi pelaksanaan sosialisasi tersebut.


Ia berharap dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan ITS Meranti terus ditingkatkan sehingga keberadaan perguruan tinggi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kepulauan Meranti."****






LIPUTAN        :    NUR
EDITOR           :    REDAKSI 
Polres Meranti Serahkan Kasus 25 Ton Beras Tanpa Sertifikat Karantina ke Balai Karantina Riau

Polres Meranti Serahkan Kasus 25 Ton Beras Tanpa Sertifikat Karantina ke Balai Karantina Riau






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   - 
Sebanyak 25 ton beras yang diangkut menggunakan KM Kota Banyuwangi diamankan Satpolairud Polres Kepulauan Meranti karena diduga tidak dilengkapi sertifikat kesehatan karantina. Perkara tersebut kini diserahkan kepada Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Riau untuk penanganan lebih lanjut.


Penyerahan perkara dan barang bukti itu dipimpin Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., dalam konferensi pers di Mapolres Kepulauan Meranti, Selasa (27/10/2026).


Kapolres menjelaskan, kasus tersebut terungkap ketika personel Satpolairud memeriksa aktivitas bongkar muat beras di sebuah gudang di Jalan Tebing Tinggi, Kelurahan Selatpanjang Kota, pada Jumat (9/10) malam. Saat pemeriksaan, petugas menemukan muatan beras dari Tanjung Berlian, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, tidak disertai sertifikat kesehatan karantina.


"Pemeriksaan terhadap muatan kapal menunjukkan bahwa beras tersebut tidak memiliki sertifikat kesehatan yang dipersyaratkan. Dokumen ini penting untuk memastikan lalu lintas komoditas yang menjadi objek pengawasan karantina memenuhi ketentuan," ujar Gede Adi.


Total barang bukti mencapai 1.000 karung atau 25 ton, terdiri atas 600 karung beras merek Istana Rumah Gadang dan 400 karung merek Dunia Kita. Setiap karung memiliki berat 25 kilogram.


Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pengangkutan beras itu melibatkan dua orang berinisial NH, nakhoda KM Kota Banyuwangi, dan IS, yang diduga mengatur pengangkutan sekaligus menerima muatan di Selatpanjang. Keduanya telah dimintai keterangan, tetapi belum ditetapkan sebagai tersangka.


Kasat Polairud Polres Kepulauan Meranti AKP Ridwan, S.H., M.H., mengatakan penyidik masih mendalami keterlibatan pihak-pihak terkait serta menelusuri proses pengiriman beras tersebut.


"Sejauh ini, dua orang yang telah dimintai keterangan masih berstatus saksi. Kami masih mendalami keterangan yang diperoleh dan melengkapi bahan penyelidikan sebelum menentukan langkah berikutnya," kata Ridwan.


Ia menambahkan, berdasarkan pemeriksaan sementara, beras tersebut belum diserahkan kepada distributor di Selatpanjang dan masih berada dalam penguasaan IS.


"Muatan beras itu belum sampai ke tangan distributor. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, barang masih berada dalam penguasaan pihak yang terkait dengan pengiriman tersebut," ungkapnya.


Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Riau Abdur Rohman, S.ST.Pi., M.Si., menegaskan bahwa setiap produk tumbuhan yang dilalulintaskan wajib memenuhi persyaratan karantina, termasuk sertifikat kesehatan.


Menurutnya, persyaratan tersebut diperlukan untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit tumbuhan melalui perpindahan komoditas antardaerah. Karena itu, kondisi beras yang diamankan akan diperiksa lebih lanjut sebelum ditentukan penanganannya.


"Nasib beras ini akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan. Jika ditemukan hama atau penyakit yang membahayakan, pemusnahan dapat menjadi langkah yang diambil. Namun, jika hasil pemeriksaan menyatakan beras aman dan layak dikonsumsi, penanganan berikutnya akan dikoordinasikan sesuai aturan," jelas Abdur Rohman.


Perkara tersebut disangkakan melanggar Pasal 35 ayat (1) huruf a juncto Pasal 88 huruf a Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Pelanggaran itu diancam pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp2 miliar.


Kegiatan konferensi pers turut dihadiri Kasi Humas Polres Kepulauan Meranti IPTU Iskandar Nopianto, Ketua Tim Penegakan Hukum Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Riau Abdul Aziz Nasution, serta sejumlah wartawan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara serah terima perkara dan barang bukti kepada pihak balai karantina untuk proses lebih lanjut."****






SUMBER      :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR        :    REDAKSI 
Kepala Desa Pasir Intan, Surahmat, S.H., Sampaikan Ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98: "Bangkitkan Semangat Kolaborasi untuk Rokan Hulu yang Lebih Maju"

Kepala Desa Pasir Intan, Surahmat, S.H., Sampaikan Ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98: "Bangkitkan Semangat Kolaborasi untuk Rokan Hulu yang Lebih Maju"






KabarPesisirNews.Com
ROKAN HULU — 
Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2026, Kepala Desa Pasir Intan, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu, Surahmat, S.H., menyampaikan ucapan selamat serta pesan inspiratif kepada seluruh pemuda-pemudi, khususnya yang berada di wilayah Desa Pasir Intan dan Kabupaten Rokan Hulu secara luas.


Dalam momentum bersejarah ini, Surahmat mengajak seluruh generasi muda untuk terus merawat semangat persatuan, memperkuat nasionalisme, serta mengambil peran aktif dalam pembangunan desa maupun daerah. 


Menurutnya, pemuda adalah motor penggerak utama yang memiliki energi dan gagasan inovatif untuk membawa perubahan positif di tengah masyarakat.


"Atas nama Pemerintah Desa Pasir Intan, saya mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98, 28 Oktober 2026. Mari jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk mempererat persatuan, merajut kebersamaan, dan meningkatkan kreativitas. 


Peran aktif pemuda sangat dinantikan dalam membangun Desa Pasir Intan yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing," ujar Surahmat, S.H.


Lebih lanjut, beliau juga berpesan agar para pemuda di era digital saat ini senantiasa membekali diri dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai integritas yang luhur. 


Dengan begitu, generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam kemajuan zaman.


Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2026 ini diharapkan mampu mengugah kembali kesadaran kolektif masyarakat—khususnya kaum muda—bahwa keberagaman suku, budaya, dan latar belakang bukanlah pemecah, melainkan kekuatan utama dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang adil dan makmur."****





LIPUTAN ROHUL     :   IWANTO
EDITOR                      :  REDAKSI 
Polda Riau Perkuat Pemahaman KUHP dan KUHAP Baru, Azmi Syahputra Perkenalkan Metode DIMAS QUADRA LEX SYSTEM

Polda Riau Perkuat Pemahaman KUHP dan KUHAP Baru, Azmi Syahputra Perkenalkan Metode DIMAS QUADRA LEX SYSTEM





KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,     - 
Menghadapi perubahan mendasar dalam sistem hukum pidana nasional, Kepolisian dituntut tidak hanya memahami ketentuan peraturan perundang-undangan yang baru, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat dalam setiap tahapan penanganan perkara.


Untuk memperkuat pemahaman tersebut, Polda Riau menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan edukasi hukum pada Senin (26/10/2026). Kegiatan yang diinisiasi Wakapolda Riau, Brigjen Pol. Simson Zet Ringu, S.I.K., M.Si., ini menghadirkan Dr. Azmi Syahputra, S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisakti, serta Prof. Dian Ekawaty Ismail dari Universitas Gorontalo sebagai narasumber.


Kegiatan yang diikuti jajaran Polda Riau secara langsung di Aula Mapolda maupun melalui Zoom tersebut berfokus pada penguatan pemahaman terhadap pembaruan hukum pidana, khususnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.


Ketiga regulasi tersebut perlu dipahami secara terpadu agar pelaksanaan tugas dan kewenangan kepolisian tetap berlandaskan prinsip legalitas, kepastian hukum, perlindungan hak warga negara, serta keadilan.


Dalam sambutannya, Wakapolda Riau Brigjen Pol. Simson Zet Ringu menekankan pentingnya kesiapan dan kemampuan adaptasi seluruh personel Polri dalam menghadapi perubahan peraturan perundang-undangan. Menurutnya, pembaruan hukum pidana membawa konsekuensi terhadap pelaksanaan tugas dan kewenangan aparat penegak hukum sehingga pemahaman terhadap aturan baru harus diwujudkan dalam praktik kerja sehari-hari.


Profesionalitas kepolisian, dalam konteks tersebut, tidak hanya diukur dari kecepatan mengungkap suatu perkara, tetapi juga dari ketepatan menentukan dasar hukum, kecermatan mengumpulkan alat bukti, kepatuhan terhadap prosedur, serta kemampuan mempertanggungjawabkan setiap tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


DIMAS QUADRA LEX SYSTEM, Pendekatan Sistematis Memahami KUHP dan KUHAP


Dalam pemaparannya, Dr. Azmi Syahputra menegaskan bahwa pemahaman terhadap KUHP, KUHAP, dan ketentuan penyesuaian pidana merupakan kebutuhan mendasar bagi anggota Polri. Sebagai salah satu pintu awal dalam sistem peradilan pidana terpadu, kepolisian memiliki peran penting dalam mengidentifikasi peristiwa, menyusun konstruksi perkara, menentukan ketentuan hukum yang relevan, serta mengumpulkan alat bukti untuk mendukung proses penegakan hukum.


Untuk membantu jajaran kepolisian memahami keterkaitan berbagai ketentuan tersebut, Azmi memperkenalkan DIMAS QUADRA LEX SYSTEM, sebuah metode pembelajaran yang dirancang untuk memetakan substansi hukum pidana dan hukum acara pidana secara sistematis. Melalui pendekatan ini, peserta diajak menghubungkan peristiwa konkret dengan norma hukum materiil, pembuktian, prosedur penanganan perkara, hingga pertanggungjawaban pidana dalam satu kerangka pemahaman.


“Memahami hukum pidana bukan sekadar menghafal pasal, melainkan memahami hubungan antara peristiwa, norma, bukti, prosedur, dan pertanggungjawaban. Dengan cara berpikir yang terstruktur, aparat dapat mendudukkan suatu peristiwa secara objektif, profesional, dan proporsional, sekaligus menghindari kekeliruan dalam menentukan konstruksi hukum,” demikian pokok pendekatan yang disampaikan dalam materi tersebut.


Azmi juga menekankan pentingnya membaca KUHP baru secara bersamaan dengan KUHAP baru dan ketentuan penyesuaian pidana. KUHP menjadi landasan pengaturan tindak pidana dan pertanggungjawaban pidana, KUHAP mengatur tata cara penegakan hukum, sedangkan ketentuan penyesuaian pidana perlu diperhatikan untuk memastikan penerapan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Pemahaman yang terintegrasi terhadap ketiga instrumen hukum tersebut diharapkan dapat membantu mencegah kekeliruan penerapan ketentuan pidana, mengurangi potensi disparitas dalam penegakan hukum, serta mendukung terwujudnya kepastian hukum dan keadilan.


Mitigasi Praperadilan dan Penguatan Disiplin Prosedur


Sementara itu, Prof. Dian Ekawaty Ismail menyoroti pentingnya mitigasi risiko praperadilan serta pemahaman terhadap perkembangan ruang lingkup pengujian melalui mekanisme tersebut. Perubahan hukum acara pidana menuntut penyidik semakin cermat dalam memastikan setiap tindakan memiliki dasar hukum yang jelas, memenuhi persyaratan prosedural, serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.


Praperadilan tidak semestinya semata-mata dipandang sebagai risiko dalam proses penyidikan. Mekanisme tersebut merupakan bagian dari kontrol yudisial untuk memastikan pelaksanaan kewenangan aparat penegak hukum tetap berada dalam koridor hukum.


Oleh karena itu, upaya mitigasi perlu dilakukan sejak awal melalui ketelitian administrasi penyidikan, pemenuhan hak-hak pihak yang diperiksa, kejelasan dasar hukum setiap tindakan, kecermatan dalam pengelolaan alat bukti, serta kepatuhan terhadap tata cara yang ditetapkan dalam KUHAP.


Kepatuhan terhadap prosedur bukanlah penghambat penegakan hukum. Sebaliknya, pelaksanaan prosedur yang benar akan memperkuat legitimasi tindakan penyidik, menjaga kualitas pembuktian, dan meminimalkan potensi sengketa hukum akibat kekeliruan prosedural.


Pendidikan Hukum untuk Memperkuat Profesionalitas Polri


Kegiatan pendidikan dan edukasi hukum di Polda Riau ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi kepolisian dan kalangan akademisi dalam menghadapi dinamika pembaruan hukum pidana nasional. Pendidikan hukum yang berkelanjutan diperlukan agar perubahan regulasi tidak berhenti pada pemahaman normatif, tetapi benar-benar menjadi kompetensi yang diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


Melalui penguatan pemahaman terhadap KUHP dan KUHAP baru, personel Polri diharapkan semakin cermat membedakan dugaan dan fakta, menilai relevansi alat bukti, menentukan dasar hukum secara tepat, serta melaksanakan kewenangan dalam proses penegakan hukum secara profesional, objektif, dan proporsional.


Polda Riau diharapkan terus membangun budaya belajar dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia guna menjawab tantangan perubahan hukum. Dengan demikian, penegakan hukum tidak hanya berorientasi pada penyelesaian perkara, tetapi juga menjunjung tinggi kepastian hukum, perlindungan hak warga negara, dan keadilan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri."****






SUMBER      :    BID HUMAS POLDA RIAU 
EDITOR        :    REDAKSI