Jumat, 09 Oktober 2026

Gerakan Hidup Sehat Dimulai dari ASN, Bupati Asmar Dorong Pemeriksaan Kesehatan Berkala

Gerakan Hidup Sehat Dimulai dari ASN, Bupati Asmar Dorong Pemeriksaan Kesehatan Berkala





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar mengikuti kegiatan Senam Sehat Bersama dan Cek Kesehatan Gratis yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Dorak, Selatpanjang, Kamis (8/10/2026) pagi.


Kegiatan tersebut diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN) dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kegiatan diawali dengan senam sehat bersama. Setelah itu, para peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kegiatan tersebut mengusung tema “Gerakan Pengendalian Penyakit Prioritas melalui Senam Sehat dan Cek Kesehatan Gratis, Periksa Hari Ini Sehat Masa Depan.”


Bupati Asmar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah sederhana yang penting untuk membangun kebiasaan hidup sehat, khususnya di lingkungan pemerintah daerah.


Menurutnya, menjaga kesehatan tidak harus dimulai dengan hal-hal yang sulit. Aktivitas fisik secara rutin dan melakukan pemeriksaan kesehatan dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.


“Senam ini sederhana, tetapi manfaatnya penting. Kita mengajak kawan-kawan ASN untuk tidak hanya sibuk bekerja, tetapi juga memperhatikan kesehatan. Kalau badan sehat, tentu kita bisa bekerja dan melayani masyarakat dengan lebih baik,” ujar Asmar.


Ia juga mengapresiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti yang telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis dalam kegiatan tersebut.


Asmar mengingatkan agar pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan ketika seseorang sudah merasakan keluhan. Menurutnya, pemeriksaan secara berkala dapat membantu seseorang mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal.


“Kadang kita merasa sehat karena tidak ada keluhan. Tapi tidak ada salahnya kita periksa. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, kita bisa lebih mudah menjaga dan memperbaiki pola hidup kita,” katanya.


Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial.


“Yang paling penting bukan hanya senam dan pemeriksaannya hari ini, tetapi kebiasaan sehatnya yang kita bawa pulang. Mari kita biasakan bergerak, menjaga pola hidup dan memeriksa kesehatan secara rutin,” ajaknya.


Kegiatan Senam Sehat Bersama dan Cek Kesehatan Gratis tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam mendorong kesadaran hidup sehat serta pengendalian penyakit prioritas di lingkungan masyarakat."****






LIPUTAN        :    NUR
EDITOR           :    REDAKSI 
Polsek Tebing Tinggi Tangkap Pemuda di Meranti, Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur Saat Tidur

Polsek Tebing Tinggi Tangkap Pemuda di Meranti, Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur Saat Tidur




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   - 
Unit Reskrim Polsek Tebing Tinggi, Polres Kepulauan Meranti, mengamankan seorang pemuda berinisial MZ (19) atas dugaan tindak pidana pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.


Terduga pelaku ditangkap pada Selasa (6/10/2026), setelah pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tebing Tinggi.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kasatreskrim Iptu Mohammad Iqbalul Fikri, S.Tr.K., S.I.K., membenarkan pengungkapan kasus tersebut.


"Terduga pelaku sudah diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Tebing Tinggi dan saat ini menjalani proses penyidikan lebih lanjut," ujar Iqbalul Fikri kepada wartawan, Kamis (8/10/2026).


Dia menjelaskan, dugaan tindak pidana tersebut terjadi di sebuah rumah di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.


Berdasarkan laporan yang diterima polisi, korban yang masih berstatus pelajar diduga mengalami tindakan kekerasan seksual ketika sedang tertidur.


Korban yang ketakutan tidak berani melakukan perlawanan. Setelah kejadian, terduga pelaku diduga meminta korban merahasiakan perbuatannya dari orang tua.


Namun, korban akhirnya memberanikan diri menceritakan kejadian tersebut kepada seorang teman melalui pesan WhatsApp.


Keesokan paginya, korban kembali menemui temannya di sekolah dan menyampaikan peristiwa yang dialaminya kepada wali kelas.


Mendapat pengaduan tersebut, pihak sekolah segera menghubungi keluarga korban. Ibu korban kemudian datang ke sekolah sebelum bersama korban dan wali kelas melaporkan kejadian itu ke Polsek Tebing Tinggi.


"Kasus ini terungkap setelah korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada teman dan guru di sekolah. Pihak keluarga kemudian membuat laporan polisi untuk ditindaklanjuti," jelas Iqbalul Fikri.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Tebing Tinggi yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Sapta Anwar, S.H., langsung melakukan penyelidikan.


Hasil penyelidikan kemudian dilaporkan kepada Kapolsek Tebing Tinggi AKP J. A. Lubis, S.H., M.H., yang selanjutnya memerintahkan penangkapan terhadap terduga pelaku.


Sekitar pukul 16.00 WIB pada hari yang sama, petugas berhasil mengamankan MZ dan membawanya ke Mapolsek Tebing Tinggi untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Dalam penanganan perkara tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana, di antaranya baju, celana dan pakaian dalam.


Terduga pelaku disangkakan melanggar Pasal 81 ayat (1) juncto Pasal 76D dan Pasal 82 ayat (1) juncto Pasal 76E dalam ketentuan Undang-Undang Perlindungan Anak, serta ketentuan terkait dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana tercantum dalam laporan penyidik.


"Penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan dugaan kekerasan seksual terhadap anak sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh kepolisian," pungkasnya."****





SUMBER     :   HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :    REDAKSI 
Hasil Pilkades Alah Air :  Muhammad Ismun Menang dengan 1.058 Suara

Hasil Pilkades Alah Air : Muhammad Ismun Menang dengan 1.058 Suara





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,   -
Hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Alah Air, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2026 resmi direkap, Kamis malam (8/10/2026) Jam 08.00 selesai 10.30


Calon nomor urut 3, Muhammad Ismun unggul dengan total 1.058 suara dari 6 TPS.


Berdasarkan plano Format N-1 Pleno tingkat desa, perolehan suara masing-masing calon:


Muhammad Ismun (No.3): 1.058 suara  (TPS 01: 308, TPS 02: 309, TPS 03: 207, TPS 04: 134, TPS 05: 54, TPS 06: 46)


Muhammad Yasir  M.Si (No.1): 970 suara  (TPS 01: 46, TPS 02: 105, TPS 03: 88, TPS 04: 135, TPS 05: 297, TPS 06: 299)


Amri (No.2): 792 suara  (TPS 01: 95, TPS 02: 142, TPS 03: 165, TPS 04: 226, TPS 05: 132, TPS 06: 32)


Jumlah suara sah keseluruhan 2.820 suara, suara tidak sah 25 suara. Total partisipasi pemilih yang menggunakan hak pilih 2.845 pemilih.


Kemenangan tipis dengan selisih 88 suara ini mengantarkan Muhammad Ismun sebagai Kepala Desa Alah Air terpilih.


Hasil rekapitulasi telah ditandatangani Panitia Pilkades Alah Air dan saksi masing-masing calon dan dinyatakan sah.


pelino dipimpin oleh Ketua Panitia Pilkades Desa Alah air Suhadi, S.Pdi


Penghitungan suara dihadiri  :
Kepala dinas PMD Kepulauan Meranti, Kapolres Kepulauan Meranti diwakili Kabag SDM, Camat Tebing Tinggi, Kapolsek Tebing Tinggi, Tim Pengawas Pilkades Kecamatan Tebing Tinggi,
Babinsa Desa Alah air, Ketu BPD Desa Alah air beserta anggota, Ketua LPM Desa Alah air beserta anggota, Ketua KPPS."****






LIPUTAN      :     REDAKSI 
EDITOR         :     REDAKSI

Kamis, 08 Oktober 2026

Forkopimda Meranti Tinjau Langsung Pilkades Serentak 2026, Pastikan Pemungutan Suara Aman dan Kondusif

Forkopimda Meranti Tinjau Langsung Pilkades Serentak 2026, Pastikan Pemungutan Suara Aman dan Kondusif





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,   – 
Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti mendapat perhatian langsung dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kamis (8/10/2026), rombongan Forkopimda turun langsung ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memastikan proses pemungutan suara berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan.


Peninjauan diawali sekitar pukul 09.15 WIB dari Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Kelurahan Selatpanjang Timur. Rombongan kemudian bergerak menuju sejumlah TPS di Kecamatan Tebing Tinggi dan Kecamatan Tebing Tinggi Barat.


Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. ASMAR bersama Kapolres Kepulauan Meranti AKBP GEDE PRASETIA ADI SASMITA, S.I.K., serta unsur Forkopimda lainnya turun langsung melihat kondisi di lapangan.


Sekitar pukul 09.30 WIB, rombongan tiba di TPS 04 Desa Alah Air, Kecamatan Tebing Tinggi. Di lokasi tersebut, Forkopimda berdialog dengan Pj. Kepala Desa Alah Air, Tauhid Yusro, untuk mengetahui secara langsung situasi di sekitar TPS, kesiapan pelaksanaan pemungutan suara, hingga kondisi sarana dan prasarana pendukung.


Peninjauan kemudian dilanjutkan ke TPS 02 Desa Alah Air. Selanjutnya, sekitar pukul 09.50 WIB, rombongan bergerak menuju TPS 02 Desa Insit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, yang berada di Jalan Perjuangan.


Kehadiran langsung jajaran Forkopimda di sejumlah TPS tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam mengawal seluruh tahapan Pilkades Serentak 2026. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, penyelenggara pemilu, serta unsur terkait diharapkan mampu menciptakan suasana demokrasi yang aman, damai, dan kondusif.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP GEDE PRASETIA ADI SASMITA, S.I.K. bersama jajaran turut memastikan aspek keamanan menjadi perhatian utama selama proses pemungutan suara berlangsung. Pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat jalannya pesta demokrasi di tingkat desa.


Dari hasil peninjauan, secara umum pelaksanaan pemungutan suara di lokasi yang dikunjungi berjalan dengan tertib. Tidak ditemukan adanya gangguan keamanan maupun kejadian menonjol yang dapat menghambat proses pemungutan suara.


Forkopimda Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan seluruh tahapan Pilkades Serentak Tahun 2026 dapat berlangsung sesuai ketentuan, dengan mengedepankan keamanan, ketertiban, serta suasana demokrasi yang sehat.


Peninjauan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa keberhasilan Pilkades bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh unsur pemerintahan serta masyarakat.


Dengan situasi yang aman dan kondusif, masyarakat diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya dengan tenang serta tetap menjaga persatuan dan kerukunan demi terciptanya Pilkades Serentak 2026 yang demokratis dan bermartabat."****






SUMBER     :     HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :     REDAKSI 
Pilkades Serentak di 12 Desa Meranti Berjalan Lancar, Bupati Asmar Imbau Warga Jaga Kamtibmas

Pilkades Serentak di 12 Desa Meranti Berjalan Lancar, Bupati Asmar Imbau Warga Jaga Kamtibmas





LabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di 12 desa di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, berlangsung aman, tertib dan lancar. Pemerintah daerah bersama jajaran Forkopimda turun langsung memantau proses pemungutan suara di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), Kamis (8/10/2026).


Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar bersama Forkopimda melakukan patroli sekaligus meninjau langsung pelaksanaan pemungutan suara di sejumlah TPS. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan Pilkades berjalan sesuai ketentuan serta situasi keamanan tetap kondusif.


Dalam peninjauan tersebut, Asmar didampingi Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., Pabung Kodim Bengkalis Mayor Inf Rusli Dongoran, Danposal Selatpanjang Lettu Laut (P) Hadi Ismanto, Kajari Meranti yang diwakili Kasubsi I Intelijen Dorta Mauli, S.H., serta sejumlah pejabat Pemkab Meranti.


Turut hadir Kadis PMD Meranti Drs. Asroruddin, M.Si., Kadisdukcapil Widodo, Plt. Kadis Kominfo Meranti Sukri, Ketua KPU Meranti Katmuji, M.Si., Kabag Prokopim Yusran, Camat Tebing Tinggi Ratna, Camat Tebing Tinggi Barat Rinaldi, jajaran Bawaslu, para kapolsek serta unsur pengamanan lainnya.


Asmar mengatakan, dari hasil pemantauan di lapangan, pelaksanaan pemungutan suara berlangsung dalam situasi aman dan kondusif. Ia menyebut masyarakat juga terlihat mengikuti proses pemilihan dengan tertib.


“Alhamdulillah, pagi ini kami bersama Forkopimda sudah melakukan patroli ke TPS-TPS yang melaksanakan pemilihan kepala desa. Ada tiga TPS yang sudah kami kunjungi, pertama di Alai dan sekarang di Insit. Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar,” ujar Asmar.


Ia mengimbau masyarakat di desa-desa yang melaksanakan Pilkades agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban, terutama setelah proses pencoblosan hingga seluruh tahapan pemilihan selesai.


Menurut Asmar, perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses demokrasi. Karena itu, masyarakat diminta tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk memicu perselisihan.


“Saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di desa tempat pemilihan agar dapat menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga pemilihan kepala desa ini dapat berlangsung dengan aman dan tertib,” katanya.


Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita mengatakan, kepolisian telah mengerahkan ratusan personel untuk mengamankan pelaksanaan Pilkades Serentak 2026.


Pengamanan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk Linmas dan Babinsa yang ditempatkan di masing-masing TPS.


“Dalam kegiatan pengamanan Pilkades kali ini, kami sudah melibatkan ratusan personel. Kami juga dibantu oleh Linmas dan Babinsa yang ikut turun ke masing-masing TPS,” ungkapnya.


Kapolres menegaskan, pengamanan tidak hanya dilakukan pada saat pemungutan dan penghitungan suara. Polisi juga akan mengawal tahapan setelah pemilihan hingga proses pelantikan kepala desa terpilih.


Langkah pencegahan potensi konflik juga telah dilakukan jauh sebelum hari pemungutan suara. Salah satunya melalui kegiatan cooling system yang dilaksanakan hampir tiga bulan, dengan intensitas lebih tinggi dalam dua bulan terakhir.


“Kami sebelumnya sudah melakukan cooling system selama hampir tiga bulan, khususnya efektif dalam dua bulan terakhir. Kami turun ke tempat-tempat ibadah untuk menyampaikan pesan dan imbauan Kamtibmas,” jelasnya.


Ia berharap seluruh tahapan Pilkades di 12 desa dapat berlangsung aman hingga proses pelantikan. Masyarakat juga diminta tetap menjaga persatuan dan menghormati hasil pemilihan.


“Harapan kami, pelaksanaan pemilihan kepala desa di 12 desa ini dapat berjalan dengan aman, lancar hingga pelantikan Kades nantinya,” harap Kapolres.


Dalam peninjauan tersebut, Bupati Asmar bersama Forkopimda mendatangi tiga TPS di Kecamatan Tebing Tinggi dan Tebing Tinggi Barat.


Pertama, TPS 04 di Jalan Kisin, Desa Alah Air, Kecamatan Tebing Tinggi. TPS tersebut memiliki 798 pemilih.


Selanjutnya, rombongan meninjau TPS 02 di SMU Al-Muawanah dengan jumlah pemilih sebanyak 795 orang. Di lokasi tersebut, terdapat tiga calon kepala desa yang bersaing, yakni M. Yasir nomor urut 1, Amri nomor urut 2 dan Muhammad Ismun nomor urut 3.


Peninjauan kemudian dilanjutkan ke TPS 02 di Kantor Desa Insit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, yang tercatat memiliki 560 pemilih.


Tiga calon kepala desa yang bersaing di Desa Insit yakni Edi Helmi nomor urut 1, Jumir nomor urut 2 dan Fadli nomor urut 3.


Pemantauan Pilkades tidak hanya dilakukan Bupati Asmar. Sejumlah pejabat Pemkab Meranti juga ditugaskan untuk memantau pelaksanaan pemungutan suara di sejumlah wilayah.


Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti H. Sudandri, S.H., melakukan peninjauan pelaksanaan Pilkades di Kecamatan Pulau Merbau.


Sementara itu, Asisten I H. Irmansyah melakukan pemantauan di Kecamatan Rangsang. Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Febriadi juga melakukan peninjauan pelaksanaan pemungutan suara di Kecamatan Rangsang Pesisir.


Dari hasil pemantauan pemerintah daerah bersama Forkopimda, pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 di 12 desa di Kabupaten Kepulauan Meranti berlangsung aman dan tertib.


Pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga suasana kondusif hingga seluruh rangkaian tahapan Pilkades selesai, termasuk menghormati hasil pemilihan dan menjaga persatuan di tengah masyarakat."****





LIPUTAN      :    NUR
EDITOR         :    REDAKSI 
Pilkades Alah Air Meranti, Ismun Unggul atas Yasir dan Amri

Pilkades Alah Air Meranti, Ismun Unggul atas Yasir dan Amri





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,   - 
Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Alah Air, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, berlangsung aman dan tertib. Muhammad Ismun sementara unggul atas dua pesaingnya, Muhammad Yasir dan Amri.


Berdasarkan data hasil penghitungan suara di masing-masing TPS yang dihimpun KabarPesisirNews.com, calon kepala desa nomor urut 3 itu meraih 1.057 suara. Muhammad Yasir memperoleh 968 suara, sedangkan Amri mengantongi 791 suara.


Di TPS 01, Ismun meraih 308 suara, kemudian 309 suara di TPS 02, 207 suara di TPS 03, 134 suara di TPS 04, 54 suara di TPS 05, dan 45 suara di TPS 06.


Muhammad Yasir memperoleh 46 suara di TPS 01, 105 suara di TPS 02, 88 suara di TPS 03, 135 suara di TPS 04, serta masing-masing 297 suara di TPS 05 dan TPS 06.


Sementara itu, Amri meraih 94 suara di TPS 01, 142 suara di TPS 02, 165 suara di TPS 03, 226 suara di TPS 04, 132 suara di TPS 05, dan 32 suara di TPS 06.


Dengan perolehan tersebut, Ismun unggul 89 suara atas Yasir dan terpaut 266 suara dari Amri.


Penghitungan tersebut merupakan hasil rekapitulasi cepat berdasarkan data dari masing-masing TPS yang dihimpun KabarPesisirNews.com. Penetapan calon kepala desa terpilih tetap menunggu tahapan resmi sesuai ketentuan Pilkades Serentak 2026.


Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti digelar di 12 desa pada Kamis (8/10/2026). Proses pemungutan dan penghitungan suara di sejumlah wilayah berlangsung dalam situasi aman dan tertib.


Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut memantau pelaksanaan Pilkades di sejumlah TPS, termasuk di Desa Alah Air.


Rombongan meninjau TPS 04 di jalan Kasmin, Desa Alah Air, yang tercatat memiliki 798 pemilih. Di desa tersebut terdapat tiga calon kepala desa, yakni Muhammad Yasir nomor urut 1, Amri nomor urut 2, dan Muhammad Ismun nomor urut 3.


Asmar mengatakan hasil pemantauan menunjukkan proses pemungutan suara berjalan lancar. Ia mengimbau masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban hingga seluruh tahapan Pilkades selesai.


"Saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di desa tempat pemilihan agar dapat menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga pemilihan kepala desa ini dapat berlangsung dengan aman dan tertib," katanya.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita mengatakan kepolisian mengerahkan ratusan personel untuk mengamankan pelaksanaan Pilkades Serentak 2026.

Pengamanan melibatkan Linmas dan Babinsa yang ditempatkan di masing-masing TPS. Polisi juga mengawal tahapan setelah pemungutan suara hingga proses pelantikan kepala desa terpilih.

"Kami sebelumnya sudah melakukan cooling system selama hampir tiga bulan, khususnya efektif dalam dua bulan terakhir. Kami turun ke tempat-tempat ibadah untuk menyampaikan pesan dan imbauan Kamtibmas," ujar Gede.

Ia berharap seluruh tahapan Pilkades di 12 desa di Kepulauan Meranti berlangsung aman hingga proses pelantikn kepala desa terpilih.


"Harapan kami, pelaksanaan pemilihan kepala desa di 12 desa ini dapat berjalan dengan aman, lancar hingga pelantikan Kades nantinya," katanya."****







LIPUTAN       :     REDAKSI 
EDITOR          :     REDAKSI 
Sekda Kepulauan Meranti Sudandri Jauzah SH Pantau Pilkades Di Kecamatan Pulau Merbau.

Sekda Kepulauan Meranti Sudandri Jauzah SH Pantau Pilkades Di Kecamatan Pulau Merbau.






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
PULAU MERBAU: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, SH, memantau secara langsung pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilaksanakan secara serentak pada 8 Oktober 2026 di beberapa Desa di Wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti Riau.


Sekda Kepulauan Meranti Sudandri Jauzah SH saat memantau di Pulau Merbau turut didampingi Camat Pulau Merbau  Hermansyah beserta beberapa OPD Kepulauan Meranti, dan Satuan Polsek Tebing Tinggi Barat jajaran Polres Kabupaten Kepulauan Meranti. 


Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap agar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) kali ini dapat berlangsung aman dan tertip, sesuai harapan kita bersama, ucap Sekda Kepulauan Meranti Sudandri Jauzah saat dihampiri KabarPesisirNews.com ditemui di TPS 1 Desa Baran Melintang Kamis (8/10/2026).


Menurut Sekda, Pilkades ini dilaksanakan serentak, secara demokrasi, ada beberapa Desa di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti Pilkades pada hari ini, ucapnya, seraya tidak merinci secara detail.


Diakuinya, dengan TPS ini saya sudah masuk lima TPS yang sudah kita datangi, Alhamdulillah semua terlihat aman aman saja, katanya, buat sementara waktu tidak ada kendala semua terkendali dengan baik, tutur Sekda Meranti.


Sudandri mengatakan lagi, diharapkan pesta demokrasi Pilkades ini bisa berhasil mendapat pemimpin Desa yang amanah sesuai harapan masyarakat daerah itu masing masing, imbuhnya.


“Menurut Sekda asal Centai itu menuturkan, ini merupakan sebuah pesta demokrasi bagi masyarakat untuk memilih pemimpin nya secara langsung, ujar Sudandri.


Sudandri menegaskan, diharapkan kepada panitia penyelenggara dapat bekerja secara netral, propesional, dalam menjalankan tugas, dan tidak berpihak kepada salah satu calon, mudah mudahan Pilkades di Kabupaten Kepulauan Meranti dapat berlangsung sukses, pungkas Sudandri."****







PENULIS       :      ALI SANIP 
EDITOR         :      REDAKSI
Asap Kembali Pekat, PKC PMII Riau Minta Penanganan Karhutla Tak Terganggu Pergantian Kapolda

Asap Kembali Pekat, PKC PMII Riau Minta Penanganan Karhutla Tak Terganggu Pergantian Kapolda





KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,    — 
Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Riau. Kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas masyarakat setelah jarak pandang menurun, termasuk berdampak pada mobilitas transportasi udara dan darat.


PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Riau meminta kondisi tersebut segera mendapat perhatian serius dari pemerintah dan aparat terkait. Penanganan karhutla dinilai tidak boleh kehilangan momentum di tengah pergantian kepemimpinan Polda Riau.


Ketua PKC PMII Riau Ghulam Zaky mengatakan pergantian Kapolda merupakan bagian dari dinamika institusi Polri. Namun, menurut dia, perubahan kepemimpinan tidak boleh membuat agenda penanganan karhutla mengalami jeda.


"Kapolda boleh berganti, tetapi asap tidak boleh dibiarkan mengambil alih ruang hidup masyarakat Riau. Pergantian kepemimpinan jangan sampai menjadi jeda dalam penanganan karhutla," kata Ghulam.


Ghulam mengatakan persoalan asap kini tidak bisa hanya dipandang sebagai masalah lingkungan. Ketika jarak pandang menurun dan aktivitas transportasi ikut terdampak, kata dia, persoalan tersebut sudah berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.


"Kalau jarak pandang sudah terganggu, penerbangan ikut terdampak, sementara masyarakat di jalan raya juga harus berkendara dalam kondisi visibilitas rendah, ini sudah menjadi persoalan keselamatan publik. Jangan menunggu kondisinya semakin buruk baru kita bergerak," ujarnya.


Di sisi lain, PKC PMII Riau menyampaikan apresiasi kepada Komjen. Pol. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum. atas perhatian terhadap persoalan lingkungan selama memimpin Polda Riau, khususnya melalui gagasan Green Policing.


Bagi PMII Riau, pendekatan tersebut relevan dengan kondisi Riau yang menghadapi persoalan karhutla dan berbagai persoalan lingkungan lainnya.


Ghulam menilai Green Policing tidak semestinya berhenti sebagai sebuah program yang melekat pada figur tertentu. Menurut dia, pendekatan tersebut perlu terus dilanjutkan dan diperkuat sebagai bagian dari kebijakan kelembagaan.


"Kami memberikan apresiasi kepada Pak Herry Heryawan atas gagasan Green Policing yang telah dibangun di Riau. Bagi kami, menjaga lingkungan juga bagian dari menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat," kata Ghulam.


Ia berharap kepemimpinan baru di Polda Riau dapat melanjutkan agenda tersebut dengan pendekatan yang lebih kuat dan sesuai dengan tantangan di lapangan.


"Kami tidak melihat pergantian Kapolda sebagai pergantian seluruh agenda. Kalau ada kebijakan yang baik, tentu harus dilanjutkan. Green Policing harus menjadi agenda kelembagaan, bukan bergantung pada siapa yang sedang menjabat," ujarnya.


Ghulam juga meminta penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman ketika api sudah membesar. Menurut dia, langkah pencegahan, pemetaan wilayah rawan, pengawasan dan penegakan hukum harus berjalan secara bersamaan.


Ia menilai kepolisian memiliki posisi strategis untuk memastikan penegakan hukum terhadap pembakaran lahan berjalan, termasuk apabila ditemukan unsur kesengajaan maupun kelalaian yang memenuhi unsur pelanggaran hukum.


"Kita jangan hanya sibuk memadamkan api setelah asap memenuhi ruang hidup masyarakat. Pencegahan harus diperkuat, wilayah rawan harus dipetakan, dan kalau ditemukan pelanggaran hukum, tentu harus ditindak," katanya.


Menurut Ghulam, penanganan karhutla juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, akademisi, mahasiswa dan masyarakat.


PKC PMII Riau, kata dia, siap mengambil bagian dalam membangun kesadaran publik sekaligus mendorong kolaborasi antara mahasiswa, pemuda, masyarakat sipil dan pemerintah dalam menjaga lingkungan.


"Yang kita jaga bukan siapa pejabatnya, tetapi keberlanjutan kebijakannya. Kalau ada kebijakan yang baik, jangan berhenti karena pergantian orang. Justru harus dilanjutkan dan diperkuat," ujar Ghulam.


Ia berharap persoalan asap tidak kembali menjadi sesuatu yang dianggap biasa oleh masyarakat Riau.


"Riau tidak boleh kembali terbiasa dengan asap. Masyarakat berhak menghirup udara yang sehat, bepergian dengan aman, dan menjalankan aktivitas tanpa harus mempertaruhkan keselamatan akibat kabut asap," kata Ghulam."****





LIPUTAN       :      NUR
EDITOR          :      REDAKSI 

Rabu, 07 Oktober 2026

BPBD Pantau Lokasi Rawan Kebakaran di Pekanbaru, Titik Api Dipastikan Nihil

BPBD Pantau Lokasi Rawan Kebakaran di Pekanbaru, Titik Api Dipastikan Nihil





KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,    – 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD PK) Provinsi Riau bersama BPBD Kota Pekanbaru melakukan pemantauan sejumlah lokasi rawan kebakaran di Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Selasa (6/10/2026).


Pemantauan dilakukan di antaranya di Jalan Fajar dan Jalan Sido Rukun, Kelurahan Bandar Raya, serta Jalan Riau Baru, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki.


Kalaksa BPBD PK Provinsi Riau M. Edi Aprizal, SE, MH, yang diwakili Kabid Damkar Achmad Mulyadi, SKM, MSi, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tidak ditemukan lagi titik api di lokasi tersebut.


"Dari hasil pantauan, tidak terdapat lagi titik api," kata Achmad Mulyadi.


Menurutnya, kejadian kebakaran di kawasan tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Pasalnya, peristiwa serupa disebut kerap berulang hampir setiap tahun.


Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan serta kepedulian terhadap lingkungan guna mencegah terjadinya kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki riwayat kejadian serupa.


"Kejadian di daerah ini hampir setiap tahun berulang. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati serta meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian," ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kelurahan Bandar Raya agar kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran semakin ditingkatkan.


Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus menekan potensi terulangnya kebakaran di kemudian hari.


"Kami meminta pihak kelurahan melakukan kegiatan-kegiatan sosialisasi mengenai upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Ke depan, BPBD PK Provinsi Riau dan BPBD Kota Pekanbaru siap terus bersinergi," jelasnya.


Pemantauan tersebut turut diikuti jajaran BPBD PK Provinsi Riau bersama BPBD Kota Pekanbaru. Dari BPBD Kota Pekanbaru, Kalaksa diwakili Kabid PK Febrino bersama tim.


Sinergi pemerintah daerah, perangkat kelurahan dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat langkah pencegahan sekaligus mempercepat penanganan apabila kembali muncul potensi kebakaran di kawasan tersebut."****






LIPUTAN       :     RED/OJA
EDITOR          :     REDAKSI 
LHMB & LMRB: KABUT ASAP SEMAKIN TEBAL DI SELURUH WILAYAH RIAU, KEPUTUSAN LIBUR SEKOLAH TIDAK DIAMBIL TEPAT WAKTU

LHMB & LMRB: KABUT ASAP SEMAKIN TEBAL DI SELURUH WILAYAH RIAU, KEPUTUSAN LIBUR SEKOLAH TIDAK DIAMBIL TEPAT WAKTU









KabarPesisirNews.Cpm
PEKANBARU RIAU,      — 
Kabut asap kini semakin tebal menyelimuti seluruh wilayah Riau kita. Udara yang kita hirup setiap hari sudah tidak sehat lagi. Pemandangan menjadi kabur, jarak pandang semakin sempit, banyak warga mulai merasa sesak napas, batuk-batuk, dan mata perih. Kondisi ini sudah berlangsung beberapa hari, bahkan semakin memburuk dari waktu ke waktu.
 

Namun sayangnya, meski keadaan sudah sedemikian rupa, keputusan untuk meliburkan sekolah-sekolah belum datang tepat waktu. Anak-anak kita tetap berangkat ke sekolah, tetap duduk di ruangan, tetap menghirup udara yang penuh asap itu setiap hari. Padahal tubuh mereka masih dalam masa pertumbuhan, daya tahan tubuh belum sekuat orang dewasa, dan risiko gangguan kesehatan sangat besar.
 

Seharusnya begitu kondisi udara memburuk, keputusan sudah diambil. Tidak perlu menunggu sampai keadaan makin parah atau ada anak yang jatuh sakit. Riau kita sedang dilanda masalah yang nyata, dan perlindungan terhadap generasi penerus seharusnya menjadi prioritas yang paling utama, bukan hal yang ditunda-tunda.
 

Melihat kenyataan ini, Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) DPD Dumai bersama Laskar Melayu Radar Bersatu (LMRB) DPW Kabupaten Siak menyuarakan keprihatinan yang mendalam. Panglima LHMB Wan Ade dan Humas LMRB Angga Fadli menyampaikan bahwa kesehatan dan keselamatan anak-anak jauh lebih penting daripada segala kepentingan lain, apa pun alasannya.
 

Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban baru muncul baru kemudian bertindak. Itu sudah terlambat. Kami berharap para pejabat dan pihak berwenang segera melihat keadaan yang sebenarnya, merasakan apa yang dirasakan rakyat di lapangan, dan segera menetapkan keputusan yang tepat untuk melindungi para pelajar di seluruh Riau.
 

Kami juga berharap ke depannya, setiap kali kondisi lingkungan memburuk, keputusan diambil dengan cepat dan tepat waktu, tanpa menunda-nunda lagi. Riau kita adalah rumah kita bersama, dan anak-anak kita adalah masa depan kita semua.
 

LHMB & LMRB — Dua Organisasi Melayu Bersatu, Bersuara Untuk Rakyat!."****






LIPUTAN        :     ANGGA
EDITOR           :     REDAKSI 

DePA-RI Sulsel Soroti Fenomena Trial by Social Media: Siapa Mengadili, Netizen atau Hakim?

DePA-RI Sulsel Soroti Fenomena Trial by Social Media: Siapa Mengadili, Netizen atau Hakim?





KabarPesisirNews.Com
MAKASSAR SULAWESI SELATAN,    -  
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia (DePA-RI) menyoroti semakin kuatnya fenomena trial by social media, ketika opini dan penghakiman publik di media sosial sering kali mendahului proses hukum yang semestinya berlangsung di pengadilan.


Hal tersebut menjadi salah satu pokok diskusi DePA-RI di Sulawesi Selatan dengan tema “Trial by Social Media: Siapa Mengadili, Netizen atau Hakim?” yang diselenggarakan di Makassar pada Selasa (06-10-2026).


Kegiatan konsolidasi dan diskusi ini sengaja diadakan sehari sebelum para advokat baru DePA-RI dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Tinggi Makassar, Dr. Hj. Nirwana, SH, M. Hum besok hari Rabu 07-10-2026)


Ketua Umum DePA-RI, TM Luthfi Yazid, menegaskan bahwa media sosial memiliki peran penting dalam demokrasi dan kebebasan berekspresi. Namun, opini publik tidak boleh menggantikan proses pembuktian dan penilaian hukum di pengadilan.


Terlepas seperti apa dan bagaimana putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan Permohonan Denny Indrayana dkk untuk mendiskualifikasi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka karena diduga tidak memiliki ijazah setingkat SLTA yang dipersyaratkan UU pernyataan yang disampaikan advokat Dr. Muhammad Rulliyandi, SH, MH (Ahli dari pihak terkait) di sebuah stasiun televisi dan berbagai media sosial bahwa persidangan di MK tersebut illegal dan Ketua MK Suhartoyo juga illegal adalah pernyataan yang tidak boleh keluar dari seorang advokat. 


Jangankan kepada lembaga peradilan, kepada sesama advokat pun harus menghormati. Itulah yang disebut profesi mulia (Officium nobile), namun pernyataan dosen dari Universitas Jayabaya ini sudah terlanjur tersebar diberbagai medsos dan sudah “mengadili” MK dan Ketua MK. 


Peringatan agar para advokat tidak “mengadili” lembaga peradilan atau pejabat pengadilan tanpa bukti yang valid dan tidak bisa dipertanggungjawabkan juga disampaikan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Makassar, Dr. Nirwana, SH, M.Hum, saat memberikan pengarahan kepada puluhan advokat baru yang dilantik dan diambil sumpahnya. 


“Netizen boleh berpendapat, tetapi yang berwenang mengadili perkara adalah hakim melalui proses peradilan yang menjunjung due process of law. Jangan sampai viralitas menjadi pengganti alat bukti,” ujar Luthfi.


Menurut DePA-RI, trial by social media dapat menimbulkan persoalan serius, antara lain rusaknya reputasi seseorang sebelum adanya putusan pengadilan, tekanan terhadap proses hukum, serta potensi terabaikannya asas praduga tak bersalah.


Karena itu, DePA-RI mendorong masyarakat, media, advokat, aparat penegak hukum, dan pengguna media sosial untuk membangun budaya hukum digital yang lebih bertanggung jawab.


“Keadilan tidak boleh ditentukan oleh seberapa viral sebuah perkara. Tidak juga oleh suara keras seorang ahli maupun advokat. Keadilan harus lahir dari fakta, bukti, hukum, dan proses peradilan yang fair,” tegas Luthfi yang dalam diskusi didampingi Ketua DPD DePA-RI Sulsel, Sudirman Jabir, SH, MH dan para pengurus DPD seperti Hanafie, SH,MH, Asri Ameru, SH, MH, Arphin Jumadi, SH,MH dll. 


DePA-RI mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga agar media sosial menjadi ruang demokrasi dan kontrol publik, bukan ruang pengadilan tanpa hakim."****






LIPUTAN       :    MEGY
EDITOR          :    REDAKSI