Senin, 20 Juli 2026

Polres Inhil Hadir Layani Masyarakat, Sat Lantas Amankan Kepulangan Anak Sekolah di Tembilahan

Polres Inhil Hadir Layani Masyarakat, Sat Lantas Amankan Kepulangan Anak Sekolah di Tembilahan






KabarPesisirNews.Com
INDRAGIRI HILIR RIAU,    -
Sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat, Satuan Lalu Lintas Polres Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas pada jam kepulangan anak sekolah, Senin (20/7/2026) siang.


 Kegiatan berlangsung di depan SMP Negeri 1 Tembilahan, Jalan Prof. M. Yamin, Kecamatan Tembilahan, dengan tujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pelajar serta pengguna jalan lainnya.


Pengaturan lalu lintas dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Inhil, AKP Ricky Marzuki, S.H., bersama personel Sat Lantas. Kehadiran polisi di tengah aktivitas masyarakat pada jam sibuk menjadi bentuk nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima sekaligus menciptakan kelancaran arus kendaraan di sekitar kawasan sekolah.


Selain membantu para siswa menyeberang jalan dengan aman, personel Sat Lantas juga mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi kepadatan maupun potensi gangguan lalu lintas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan para pelajar dapat kembali ke rumah dengan selamat, sementara aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.


Kasat Lantas Polres Inhil AKP Ricky Marzuki, S.H., mengatakan bahwa kegiatan pengaturan lalu lintas di kawasan sekolah merupakan agenda rutin yang bertujuan memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. 


"Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan kami agar para pelajar merasa aman saat pulang sekolah, sekaligus menciptakan arus lalu lintas yang tertib, aman, dan lancar," ujarnya.


Melalui kegiatan tersebut, Sat Lantas Polres Inhil juga berupaya meminimalisir terjadinya kesemrawutan, pelanggaran lalu lintas, hingga risiko kecelakaan, terutama pada jam-jam sibuk ketika aktivitas masyarakat meningkat.


 Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi orang tua maupun pengguna jalan.
Upaya humanis yang dilakukan Sat Lantas Polres Inhil ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat.


 Tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, Polri juga hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat melalui tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh warga.


Dengan terciptanya situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Sitkamseltibcarlantas) yang kondusif, Polres Inhil berharap kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat.


 Kehadiran polisi di lingkungan sekolah pun diharapkan dapat terus memberikan rasa aman bagi para pelajar dalam menjalankan aktivitas sehari-hari."****






LIPUTAN INHIL      :     SANDI 
EDITOR                    :     REDAKSI 
Bupati Asmar Hadiri Sarasehan Kebangsaan MPR RI, Dorong Kemandirian Fiskal Daerah Melalui Skema Obligasi Daerah

Bupati Asmar Hadiri Sarasehan Kebangsaan MPR RI, Dorong Kemandirian Fiskal Daerah Melalui Skema Obligasi Daerah






PEKANBARU – 
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menghadiri Sarasehan Kebangsaan yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dengan tema "Obligasi Daerah sebagai Salah Satu Alternatif Pembiayaan Daerah dan Instrumen Investasi Publik", di Hotel Pangeran Pekanbaru, Senin (20/7/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Bupati Asmar didampingi Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti H. Khalid Ali, S.E., Sekretaris Daerah H. Sudandri Jauzah, S.H., serta Kepala Bappedalitbang Kabupaten Kepulauan Meranti Dr. Abu Hanifah.


Sarasehan menghadirkan Ketua Badan Penganggaran MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng, M.H., dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang membahas pentingnya memperkuat komitmen nasional terhadap kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi sumber pembiayaan pembangunan.


Dalam pemaparannya, Melchias Markus Mekeng menegaskan bahwa semangat kemandirian fiskal daerah telah diamanatkan dalam Pasal 18, Pasal 18 ayat A, dan Pasal 18 ayat B Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Menurutnya, pemerintah daerah harus mulai mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.


Ia menjelaskan, setelah perubahan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) yang sebelumnya mencapai 26 persen dari penerimaan negara kini tidak lagi memiliki ketentuan tersebut. Dalam APBN Tahun 2026, porsi transfer ke daerah diperkirakan hanya sekitar 18 persen dari total penerimaan negara.


Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi fiskal daerah saat ini. Menurutnya, sebagian besar pemerintah daerah masih memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap dana transfer pusat, baik melalui Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), maupun Dana Bagi Hasil (DBH).


Ia mengungkapkan, transfer ke daerah untuk Provinsi Riau mengalami penurunan dari sekitar Rp4 triliun pada tahun 2025 menjadi sekitar Rp2,8 triliun pada tahun 2026. Di sisi lain, masih terdapat kurang bayar Dana Bagi Hasil dari pemerintah pusat sejak tahun 2024 dengan total mencapai sekitar Rp4,2 triliun, terdiri dari sekitar Rp713 miliar untuk Pemerintah Provinsi Riau dan sekitar Rp3,5 triliun bagi pemerintah kabupaten/kota.


Menurut SF Hariyanto, kondisi tersebut memberikan tekanan besar terhadap ruang fiskal daerah, bahkan berdampak pada kemampuan sejumlah pemerintah daerah dalam memenuhi kewajiban belanja pegawai, termasuk pembayaran gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).


Ia menilai, obligasi daerah dapat menjadi salah satu instrumen pembiayaan pembangunan yang legal, aman, dan terukur untuk mendukung pembangunan infrastruktur strategis tanpa membebani masyarakat.


Selain itu, Pemerintah Provinsi Riau juga dinilai memiliki modal yang cukup kuat untuk menjajaki skema obligasi daerah, didukung oleh enam Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), 33 Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 sebesar Rp500,52 miliar, serta nilai aset daerah yang mencapai Rp50,17 triliun hingga akhir tahun 2024.


Di sela kegiatan, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menyampaikan bahwa Sarasehan Kebangsaan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperluas wawasan mengenai strategi pembiayaan pembangunan di tengah keterbatasan ruang fiskal. Menurutnya, daerah perlu terus berinovasi dalam mencari sumber pembiayaan yang sah, akuntabel, dan berkelanjutan, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah.


"Kami menyambut baik gagasan yang disampaikan dalam Sarasehan Kebangsaan ini. Obligasi daerah dapat menjadi salah satu alternatif pembiayaan pembangunan apabila memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan serta didukung dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen untuk terus memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah, peningkatan investasi, serta pengelolaan anggaran yang efektif dan transparan demi percepatan pembangunan dan penin gkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati Asmar.


Bupati Asmar menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Riau, serta seluruh pemangku kepentingan agar berbagai program pembangunan tetap berjalan optimal meskipun menghadapi tantangan fiskal yang semakin dinamis.


Melalui keikutsertaan dalam Sarasehan Kebangsaan MPR RI ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi dan solusi strategis yang mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah sehingga pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Kepulauan Meranti, dapat berlangsung secara berkelanjutan, mandiri, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat."****





LIPUTAN        ;       NUR
EDITOR           :      REDAKSI 
Kapolda Riau Buka Pendidikan 119 Bintara SPKT, Tekankan Pelayanan Humanis dan Larang Kekerasan

Kapolda Riau Buka Pendidikan 119 Bintara SPKT, Tekankan Pelayanan Humanis dan Larang Kekerasan





KabarPesisirNews.Com
KAMPAR RIAU,   – 
Sebanyak 119 calon Bintara Polri Khusus Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) resmi memulai pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Senin (20/7). Pembukaan pendidikan dilakukan langsung Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan sebagai bagian dari dimulainya Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 yang digelar serentak di seluruh Indonesia dengan total 4.709 peserta didik.


Dalam amanatnya, Irjen Herry menegaskan bahwa pendidikan pembentukan bukan hanya bertujuan mencetak anggota Polri yang tangguh secara fisik, tetapi juga membangun karakter, integritas, serta kemampuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Pendidikan ini bukan sekadar mengubah status seseorang menjadi anggota Polri, tetapi merupakan proses transformasi pengetahuan, keterampilan, sikap, karakter, mental, dan budaya kerja agar menjadi personel yang benar-benar mahir dan profesional,” ujar Irjen Herry.


Menurutnya, selama lima bulan ke depan para siswa akan ditempa menjadi personel Polri yang siap menghadapi tantangan tugas kepolisian sekaligus mampu menjawab harapan masyarakat terhadap pelayanan publik yang profesional dan humanis.


Kapolda Riau menjelaskan, pendidikan pembentukan Tahun Anggaran 2026 diikuti 4.709 peserta didik, terdiri atas 709 polisi wanita yang menjalani pendidikan di Sepolwan Lemdiklat Polri dan 4.000 polisi laki-laki yang mengikuti pendidikan di 31 SPN Polda di seluruh Indonesia.


Tahun ini pendidikan mengangkat tema "Membangun Keutamaan Pendidikan Polri Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif." Tema tersebut menjadi landasan dalam membentuk personel Polri yang memiliki moralitas, integritas, wawasan, serta kemampuan berpikir adaptif menghadapi dinamika zaman.


Kapolda Riau mengingatkan bahwa lulusan Bintara SPKT nantinya akan menjadi garda terdepan pelayanan kepolisian sekaligus wajah pertama Polri saat masyarakat datang mencari perlindungan, pengayoman, dan keadilan.


“Masyarakat datang ke kantor polisi dengan berbagai persoalan, ketakutan, dan harapan. Karena itu, kalian harus mampu menerima laporan dengan cepat, berkomunikasi secara santun, memberikan kepastian hukum, pelayanan prima, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia dan prinsip-prinsip demokrasi,” ujarnya.


Selain menekankan profesionalisme, Kapolda juga memotivasi para siswa agar tetap memiliki semangat dan ketangguhan dalam menjalani seluruh rangkaian pendidikan.


“Apabila kalian lelah, ingat kembali tujuan kalian datang ke tempat ini. Apabila ingin menyerah, ingatlah doa dan harapan orang tua yang mengiringi langkah kalian. Keringat yang kalian keluarkan hari ini akan menjadi kebanggaan di masa depan,” pesannya.


Kepada para tenaga pendidik dan instruktur SPN, Irjen Herry mengingatkan agar proses pendidikan dilaksanakan secara profesional, tegas, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik kekerasan, perundungan, penghinaan, maupun tindakan yang merendahkan martabat peserta didik.


“Pendidikan yang keras tidak harus kasar. Latihan yang berat tidak boleh menghilangkan martabat. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam. Jadilah teladan dalam sikap, kedisiplinan, dan integritas karena peserta didik belajar bukan hanya dari materi, tetapi juga dari perilaku para pendidiknya,” tutup Kapolda Riau.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*


Silakan laporkan jika ada aduan mengenai aktivitas terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tempat tinggal Anda melalui WA ke no 08136306547.


Apabila masyarakat memerlukan pelayanan bantuan polisi lebih cepat silahkan laporkan ke *Layanan Kepolisian 110.*


Hormat kami,
A.n Kabid Humas Polda Riau
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Riau 
AKBP Rudi A. Samosir, S.E.,M.Si.


Kontak Media:
E-mail : humaspolda_riau1@gmail.com
No.Hp : 0816-1385-779 atau 0821-6900-6766
Facebook: Bid Humas Polda Riau
Instagram : @humaspodariau."****






SUMBER     :    BID HUMAS POLDA RIAU 
EDITOR       :    REDAKSI 
Dugaan Alih Fungsi Hutan Produksi Tetap di Desa Telayap, Aktivitas Dikaitkan dengan FM Sinaga Warga Siak

Dugaan Alih Fungsi Hutan Produksi Tetap di Desa Telayap, Aktivitas Dikaitkan dengan FM Sinaga Warga Siak





KabarPesisirNews.Com
PELALAWAN RIAU,    -
Munculnya dugaan kuat perubahan fungsi kawasan Hutan Produksi Tetap di wilayah Desa Telayap, Kabupaten Pelalawan, Riau.


Berdasarkan laporan warga setempat, telah terjadi pembukaan lahan secara luas dan penanaman kelapa sawit di kawasan yang statusnya sebagai hutan negara yang dilindungi peraturan perundang-undangan.


Warga Desa Telayap yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan bahwa aktivitas pembukaan lahan tersebut diketahui dilakukan oleh FM Sinaga, yang diketahui berdomisili sebagai warga di Jalur 5 SP 7, Kabupaten Siak.


“Kami melihat langsung pembukaan lahan berlangsung cukup masif di kawasan Desa Telayap ini, yang dikerjakan oleh FM Sinaga.


Kawasan ini merupakan masuk Hutan Produksi Tetap, yang tidak boleh diubah fungsinya menjadi perkebunan tanpa izin sah instansi berwenang,” tegas warga, Kamis (9/7/2026).


Sampai saat ini belum ditemukan bukti dokumen izin pelepasan kawasan hutan maupun izin pengelolaan lahan yang sah atas lokasi tersebut. Warga khawatir aktivitas ini akan merusak ekosistem dan kawasan hutan.


Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan serta Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, setiap orang dilarang mengubah fungsi atau mempergunakan kawasan Hutan Produksi Tetap tanpa izin resmi dari Menteri yang berwenang. 


Pelanggaran ketentuan ini merupakan tindak pidana yang dapat dikenakan sanksi penjara dan denda yang besar. 


Saat media berusaha mengonfirmasi langsung kepada pihak FM Sinaga terkait tuduhan dan aktivitas pembukaan lahan tersebut, pihak yang bersangkutan memilih untuk bungkam dan tidak bersedia memberikan penjelasan apa pun kepada awak media.


Masyarakat meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, Satuan Tugas Pengendalian Perubahan Iklim dan Hutan (Satgas PKH), serta aparat penegak hukum segera turun ke lokasi, memverifikasi status hukum lahan, dan mengambil tindakan tegas jika terbukti terjadi pelanggaran.


Seluruh informasi di atas masih berupa dugaan dan memerlukan verifikasi resmi dari pihak berwenang."****






LIPUTAN PELALAWAN    :   DAVIDSON
EDITOR                              :    REDAKSI 
Sekda Meranti Hadiri Pembukaan Pendidikan Bintara Polri 2026, Dukung Lahirnya Polisi Humanis dan Berintegritas

Sekda Meranti Hadiri Pembukaan Pendidikan Bintara Polri 2026, Dukung Lahirnya Polisi Humanis dan Berintegritas






KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,    – 
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, S.H., menghadiri Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Senin (20/7/2026).


Upacara tersebut digelar serentak di 31 SPN di seluruh Indonesia sebagai awal pendidikan pembentukan Bintara Polri yang akan dipersiapkan menjadi personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Secara nasional, sebanyak 4.799 peserta didik mengikuti pendidikan, terdiri dari 709 polisi wanita (Polwan) dan 4.090 polisi laki-laki (Polki). Sementara di SPN Polda Riau, sebanyak 119 peserta didik hasil rekrutmen Tahun Anggaran 2026 resmi memulai pendidikan.


Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan mengatakan para peserta akan menjalani pendidikan selama lima bulan untuk dibentuk menjadi insan Bhayangkara yang memiliki kesiapan fisik, mental, intelektual, sekaligus karakter yang profesional, humanis, dan berintegritas.


"Khusus di SPN Polda Riau ada 119 personel hasil rekrutan Tahun Anggaran 2026 ini. Mudah-mudahan selama lima bulan mengikuti pendidikan, kita dapat membentuk karakter insan Bhayangkara yang humanis, profesional, dan yang paling utama berintegritas," ujarnya.


Kapolda juga mengingatkan pentingnya membangun pola pikir dan sikap yang baik sejak masa pendidikan.


"Selalu berpikir baik dengan rasional, berbicara dengan hati yang baik. Insyaallah ketika menjadi Bhayangkara, mereka dapat bekerja dengan baik dan menjadi panutan bagi keluarga serta masyarakat," pesannya.


Menanggapi hal tersebut, Sekda Kepulauan Meranti H. Sudandri Jauzah menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terhadap upaya Polri mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.


Menurutnya, pendidikan kepolisian bukan sekadar membentuk kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter dan integritas yang akan menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


"Harapan kita sama seperti yang disampaikan Bapak Kapolda, lahir polisi-polisi muda yang tidak hanya tangguh secara kemampuan, tetapi juga humanis, berintegritas, dan dekat dengan masyarakat. Nilai-nilai itu harus ditanamkan sejak hari pertama pendidikan agar menjadi karakter yang melekat saat mereka bertugas nanti," kata Sudandri.


Ia berharap seluruh peserta didik memanfaatkan masa pendidikan dengan sebaik-baiknya, menjaga disiplin, memperkuat mental dan spiritual, serta membangun semangat kebersamaan selama mengikuti proses pembentukan.


"Kepercayaan masyarakat kepada Polri dibangun melalui pelayanan yang baik, sikap yang santun, serta integritas yang tidak bisa ditawar. Kami berharap para calon Bintara ini kelak mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dan siap menjawab tantangan tugas di era yang terus berkembang," tutupnya.


Kehadiran Sekda pada upacara tersebut menjadi wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terhadap sinergi pemerintah daerah dan Polri dalam memperkuat pelayanan publik, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mendukung pembangunan daerah dan nasional."****







LIPUTAN        :    NUR
EDITOR           :    REDAKSI 
Diduga Kebal Hukum, PT Sinar Haska Lestari Warga Sungai Buluh Minta Aparat Bertindak Tegas

Diduga Kebal Hukum, PT Sinar Haska Lestari Warga Sungai Buluh Minta Aparat Bertindak Tegas




KabarPesisirNews.Com
PELALAWAN RIAU,    -
Dugaan pelanggaran lingkungan yang dilakukan oleh PT Sinar Haska Lestari (PT SHL) di wilayah Desa Sungai Buluh, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, hingga saat ini belum mendapatkan tindakan hukum yang nyata.


 Warga setempat menilai perusahaan tersebut seolah-olah "kebal hukum" meskipun telah terbukti diduga menanam kelapa sawit di bantaran sungai serta melakukan alih fungsi aliran Sungai Buluh.


Berdasarkan temuan lapangan dan kesaksian warga, aktivitas perkebunan milik PT SHL diduga telah merusak ekosistem Sungai Buluh. Selain menanam tanaman komoditas di zona sempadan sungai yang seharusnya dilindungi, perusahaan juga diduga mengubah jalur aliran sungai alami demi kepentingan lahan perkebunan.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan maupun langkah hukum resmi dari pihak berwenang terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan PT SHL. Hal ini memicu kekhawatiran dan kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat Desa Sungai Buluh.


“Kami meminta instansi terkait dan Aparat Penegak Hukum segera bertindak tegas. Jangan sampai dugaan kerusakan ekosistem sungai ini dibiarkan begitu saja seolah PT SHL kebal hukum,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (10/7/2026).


Warga menegaskan, kerusakan pada aliran dan ekosistem Sungai Buluh akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup masyarakat di sekitarnya. 


Oleh karena itu, mereka mendesak pihak berwenang segera melakukan peninjauan lapangan, memproses dugaan pelanggaran sesuai peraturan perundang-undangan, serta memulihkan kondisi sungai yang telah rusak.


Sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, setiap bentuk alih fungsi sungai dan penanaman di zona lindung merupakan tindakan yang melanggar aturan dan dapat dikenakan sanksi administratif maupun pidana.


Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak manajemen PT Sinar Haska Lestari terkait dugaan pelanggaran tersebut.


Catatan: Berita ini disusun berdasarkan dugaan dan laporan masyarakat, masih memerlukan konfirmasi menyeluruh dari pihak terkait."****






LIPUTAN PELA LAWAN     :    DAVIDSON
EDITOR                                 :    REDAKSI 

Pemkab Meranti Dukung Penguatan Kompetensi Guru Muatan Lokal Budaya Melayu Riau

Pemkab Meranti Dukung Penguatan Kompetensi Guru Muatan Lokal Budaya Melayu Riau






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti terus mendukung upaya penguatan kompetensi guru muatan lokal Budaya Melayu Riau sebagai bagian dari pelestarian budaya daerah melalui dunia pendidikan. Komitmen itu ditunjukkan dengan dibukanya Pelatihan Penguatan Keterampilan Guru Muatan Lokal Budaya Melayu Riau jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK se-Provinsi Riau oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs. M. Mahdi, mewakili Bupati Kepulauan Meranti, di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (20/7/2026).


Pelatihan yang berlangsung pada 20–22 Juli 2026 itu diselenggarakan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau bekerja sama dengan LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti serta didukung PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Sebanyak 40 guru muatan lokal jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK mengikuti kegiatan tersebut.


Membacakan sambutan Bupati Kepulauan Meranti, M. Mahdi mengatakan Budaya Melayu merupakan identitas dan jati diri masyarakat Riau yang harus diwariskan kepada generasi muda melalui pendidikan.


"Budaya Melayu adalah identitas dan jati diri masyarakat Riau. Guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menanamkan karakter, membentuk kepribadian, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya daerah," ujarnya.


Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menyampaikan materi muatan lokal. Dengan begitu, pembelajaran dapat berlangsung lebih kreatif, menarik, dan relevan dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai luhur Budaya Melayu.


"Kami berharap guru mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, menarik, dan relevan. Namun, nilai-nilai luhur Budaya Melayu harus tetap menjadi ruh dalam setiap proses pembelajaran," katanya.


Ia menegaskan Pemkab Kepulauan Meranti berkomitmen mendukung berbagai program pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berbudaya.


"Kami akan terus mendukung setiap upaya pelestarian budaya daerah. Ini merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Kepulauan Meranti," tambahnya.


Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Drs. H. Taufik Ikram Jamil, M.I.Kom., mengatakan guru memegang peran penting dalam menjaga keberlangsungan Budaya Melayu.


"Pelestarian Budaya Melayu tidak akan berhasil tanpa proses pewarisan. Karena itu, guru menjadi ujung tombak dalam mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda," ujarnya.


Ia juga menyampaikan salah satu capaian penting LAMR dalam setahun terakhir adalah berhasil didaftarkannya mata pelajaran Budaya Melayu Riau ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) nasional.


"Masuknya Budaya Melayu Riau ke Dapodik menjadi langkah penting. Hal ini memperkuat posisi muatan lokal sekaligus membuka peluang pengembangan profesional bagi guru di masa mendatang," jelasnya.


Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Harian LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., berharap pelatihan tersebut menjadi pedoman bagi para guru dalam mengajarkan Budaya Melayu Riau sesuai nilai-nilai dan kearifan lokal.


"Kami berharap guru memiliki pedoman yang lebih jelas dalam mengajarkan Budaya Melayu Riau. Dengan demikian, peserta didik semakin mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri," katanya.


Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di sekolah masing-masing.


"Ikuti setiap materi yang disampaikan narasumber. Terapkan ilmu yang diperoleh dalam proses pembelajaran di sekolah," tutupnya.


Melalui pelatihan ini, kompetensi guru muatan lokal diharapkan semakin meningkat sehingga mampu memperkuat pelestarian Budaya Melayu Riau di lingkungan pendidikan. Selain itu, pembelajaran juga diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai adat, karakter, dan jati diri kepada generasi muda di Provinsi Riau.


Turut hadir Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia H. Suhardi, S.Pd., M.Pd., perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Riau, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti, pengurus LAMR Provinsi Riau dan Kabupaten Kepulauan Meranti, para kepala sekolah, serta peserta pelatihan. "****






LIPUTAN       :    NUR
EDITOR          :    REDAKSI 
Ratusan Warga Padati Taman Datuk Syahbandar, Nobar Final Piala Dunia 2026 di Sabak Auh Berlangsung Meriah dan Kondusif

Ratusan Warga Padati Taman Datuk Syahbandar, Nobar Final Piala Dunia 2026 di Sabak Auh Berlangsung Meriah dan Kondusif








KabarPesisirNews.Com
SABAK AUH SIAK RIAU,     -
Kepolisian Sektor (Polsek) Sabak Auh menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina di Taman Datuk Syahbandar, Kampung Bandar Sungai, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Senin (20/7/2026) dini hari.


Kegiatan yang dimulai pukul 02.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimcam, perangkat kampung, tokoh masyarakat, mahasiswa KKN, personel Polsek Sabak Auh, serta masyarakat setempat.


Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Siak Laiskar Jaya, Kapolsek Sabak Auh Ipda Masri Nalzon, S.E., perwakilan Danramil Sabak Auh Serka Yuswan, Penghulu Kampung Bandar Sungai Putra Fajar, Penghulu Kampung Sungai Tengah Mesti Maimunah, tokoh pemuda Wartok, serta sejumlah personel Polsek Sabak Auh.


Kapolsek Sabak Auh Ipda Masri Nalzon mengatakan kegiatan nobar digelar sebagai sarana mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat sekaligus menciptakan suasana kebersamaan dalam menyaksikan laga puncak Piala Dunia 2026.


Selama kegiatan berlangsung, personel Polsek Sabak Auh melakukan pengamanan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Pertandingan yang berlangsung hingga pukul 04.00 WIB itu berjalan tertib tanpa adanya gangguan keamanan maupun ketertiban masyarakat.


Kegiatan nobar berakhir pada pukul 04.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Polsek Sabak Auh mengapresiasi partisipasi masyarakat yang turut menjaga ketertiban selama berlangsungnya acara."****





LIPUTAN       :    SANDI 
EDITOR          :    REDAKSI 
Rumah H.Bobi Fahriza Masuk Ular, Damkar Meranti Bertindak

Rumah H.Bobi Fahriza Masuk Ular, Damkar Meranti Bertindak






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kepulauan Meranti memang layak diapresiasi. Tugas mereka bukan hanya memadamkan kebakaran. 


Berbagai permasalahan masyarakat juga mereka tangani dengan cekatan dan profesional. Mulai dari melepas cincin yang nyangkut di jari, mengevakuasi sarang tawon di pohon dan pekarangan warga, menyelamatkan kolam ternak lele dari gangguan biawak, hingga menangkap ular yang masuk ke rumah warga.


Seperti yang yang di ungkapkan H.Boby Fahriza kepada media ini, Minggu, 19 Juli 2026.  


Dia menceritakan sekitar jam 11 siang tadi, ketika ia bersama istrinya hendak membersihkan kamar tidur anaknya. Saat menyapu dan mengangkat tilam, tangannya menyentuh sesuatu yang hidup dan terasa dingin. 


Penasaran, beliau membalik tilam tersebut. Betapa terkejutnya, ternyata di bawahnya ada seekor ular dengan ukuran cukup besar.


Agar keluarga tidak panik, H. Bobby segera mengajak istri dan anak-anaknya keluar rumah. Setelah situasi aman, beliau langsung menghubungi Kantor Damkar Meranti dan meminta pertolongan.


Menurut H. Bobby, dalam hitungan belasan menit petugas Damkar sudah tiba di lokasi. Dan hanya dalam waktu 5 menit, ular berhasil diamankan oleh petugas.


H. Bobby menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada petugas Damkar Meranti atas ketanggapannya membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan tutupnya."****





EDITOR        :     REDAKSI 






Minggu, 19 Juli 2026

15.080 Pelari Ramaikan Riau Bhayangkara Run 2026, Gaungkan Gerakan Lawan Karhutla

15.080 Pelari Ramaikan Riau Bhayangkara Run 2026, Gaungkan Gerakan Lawan Karhutla






KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,     -
Bhayangkara Run 2026 resmi digelar di Kota Pekanbaru, Minggu (19/7/2026), dengan diikuti sebanyak belasan ribu pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. 


Ajang lari terbesar di Sumatera ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus mengusung pesan kuat tentang pelestarian lingkungan melalui tema “Run with Purpose, Move Forward with Riau” yang diangkat dalam gerakan Riau Lawan Karhutla.


Ribuan peserta dilepas langsung oleh Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan didampingi Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo, dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau I Dewa Gede Wirajana di depan Mapolda Riau. 


Pelepasan dilakukan secara bertahap, dimulai pukul 05.30 WIB untuk kategori Half Marathon (21K), dilanjutkan pukul 06.00 WIB untuk kategori 10K dan 5K.


Antusiasme peserta terlihat begitu tinggi. Selain berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, Riau Bhayangkara Run 2026 juga diikuti pelari internasional dari Prancis, Kenya, Malaysia, dan Singapura, memperkuat posisi event ini sebagai salah satu ajang olahraga lari berskala internasional yang terus berkembang di Indonesia.


Berdasarkan data panitia, sebanyak 2.511 pelari mengikuti kategori 21K, 5.000 pelari pada kategori 10K, dan 7.569 pelari pada kategori 5K, sehingga total peserta mencapai 15.080 orang.


Tidak sekadar menjadi ajang olahraga, Riau Bhayangkara Run 2026 juga membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan melalui implementasi Green Policing yang selama ini menjadi program unggulan Polda Riau. 


Sebagai simbol komitmen tersebut, setiap peserta menerima boneka anak gajah Nona Seroja, ikon konservasi satwa liar di Riau, serta bibit pohon Trembesi yang diharapkan ditanam sebagai bagian dari gerakan penghijauan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.


Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan, Riau Bhayangkara Run 2026 merupakan salah satu rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya mengajak masyarakat hidup sehat, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam.


“Kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Bhayangkara ke-80. Melalui tema Riau Lawan Karhutla, mari kita bersama-sama menjaga gajah, menjaga harimau, dan menjaga lingkungan agar tetap lestari,” kata Herry.


Ia mengajak seluruh peserta menjadikan momentum tersebut sebagai awal membangun semangat positif dan mempererat kebersamaan.


“Hari ini kita berkumpul untuk menjadi lebih baik. Mari kita lupakan semua pikiran buruk dan bergerak bersama membangun energi positif. Terima kasih kepada seluruh runners yang telah hadir dan menjadi bagian dari gerakan ini,” ujarnya.


Kapolda juga menyinggung suasana sejuk yang menyelimuti Kota Pekanbaru usai hujan pada malam sebelumnya sebagai pengingat bahwa alam akan memberikan manfaat apabila dijaga bersama.


“Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Seperti hujan yang turun tadi malam sehingga udara pagi ini menjadi sejuk. Itu adalah pengingat bahwa manusia dan alam harus hidup berdampingan,” ungkapnya.


Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengapresiasi penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run 2026 yang dinilainya mampu memadukan olahraga dengan kampanye penyelamatan lingkungan.


Menurutnya, tema Riau Lawan Karhutla menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan yang setiap tahun menjadi perhatian di Provinsi Riau.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Riau beserta seluruh jajaran yang telah menyelenggarakan Riau Bhayangkara Run 2026. Melalui kegiatan ini kita menyampaikan pesan bahwa kita bersama-sama melawan kebakaran hutan dan lahan demi menjaga Riau tetap hijau,” ujar SF Hariyanto.


Selain menghadirkan kompetisi lari, Riau Bhayangkara Run 2026 juga menjadi pesta rakyat yang dipadati berbagai aktivitas pendukung, termasuk bazar UMKM, hiburan, serta penampilan musisi nasional Ndarboy Genk dan Charlie Van Houten yang memeriahkan suasana bersama ribuan peserta dan masyarakat di lapangan Mapolda Riau.


Melalui penyelenggaraan tahun ini, Riau Bhayangkara Run tidak hanya memperkuat citra Riau sebagai destinasi sport tourism, tetapi juga menjadi media edukasi publik bahwa olahraga dapat menjadi sarana efektif membangun kesadaran kolektif untuk menjaga hutan, melindungi satwa liar, serta memperkuat komitmen bersama mewujudkan lingkungan yang lestari.


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*


Silakan laporkan jika ada aduan mengenai aktivitas terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tempat tinggal Anda melalui WA ke no 08136306547.



Apabila masyarakat memerlukan pelayanan bantuan polisi lebih cepat silahkan laporkan ke *Layanan Kepolisian 110.


Hormat kami,
A.n Kabid Humas Polda Riau
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Riau 
AKBP Rudi A. Samosir, S.E.,M.Si.


Kontak Media:
E-mail : humaspolda_riau1@gmail.com
No.Hp : 0816-1385-779 atau 0821-6900-6766
Facebook: Bid Humas Polda Riau
Instagram : @humaspodariau."****






SUMBER    :   BID HUMAS POLDA RIAU
EDITOR      :   REDAKSI 
Kapolda Flag Off Riau Bhayangkara Run 2026: Riau Melawan Karhutla

Kapolda Flag Off Riau Bhayangkara Run 2026: Riau Melawan Karhutla






KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,     -
Event lari terbesar se-Sumatra, Riau Bhayangkara Run 2026 resmi dibuka pada Minggu (19/7/2026) pagi ini. Acara dibuka dengan flag off dilakukan oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, dan Kajati Riau I Dewa Gede Wirajana.


Flag off dilaksanakan pada pukul 05.30 WIB untuk kategori half marathon (21K), dan pukul 06.00 WIB untuk kategori 5K dan 10K dengan garis start dan finish di depan Mapolda Riau. Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjut dengan pembacaan safety driving race direction.


Turut hadir di lokasi, Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi serta para pejabat utama Polda Riau, dan juga Karorena Polda Riau Kombes Daniel Widya Mucharam selaku Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026.


Dalam sambutannya, Kapolda Irjen Herry Heryawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, dan juga para runners yang hadir di Riau Bhayangkara Run 2026. Kapolda mengatakan RBR 2026 ini bukan sekadar ajang lari, tetapi gerakan nyata untuk menumbuhkan komitmen dalam upaya pelestarian lingkungan di Bumi Lancang Kuning.


"Hari ini kita hadir bersama dalam rangka merayakan Hari Bhayangkara ke-80: Polri bersama Masyarakat, sekaligus mengusung tema 'Riau Melawan Karhutla'. Sekaligus mengusung tema bahwa gajah, harimau, dan ekosistem yang ada di Provinsi Riau ini harus kita jaga dengan baik. Pagi ini kita menumbuhkan komitmen dalam kebersamaan, dalam suasana sehat," jelas Kapolda.


Kapolda mengajak seluruh runners untuk menjaga alam dan lingkungan, termasuk gajah dan harimau Sumatra.

"Jika kita menjaga alam, maka alam menjaga kita. Buktinya tadi malam Kota Pekanbaru dibasahi hujan dan pagi ini kita menghirup 2 yang banyak," imbuhnya.


Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Riau atas terlaksananya kegiatan Riau Bhayangkara Run 2026 ini.


"Pada hari ini kita merayakan Riau Bhayangkara Run dengan tema 'Riau Melawan Karhutla', ini bukti nyata kita pada pagi hari ini, kita melawan terhadap kebakaran hutan dan lahan," kata SF Hariyanto


Usai sambutan singkat dari Plt Gubernur Riau, Riau Bhayangkara Run 2026 dimulai flag off yang dilakukan oleh Kapolda Riau, Plt Gubernur Riau, dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai.



Riau Bhayangkara Run 2026 ini diikuti oleh 15.000 pelari yang tak hanya datang dari berbagai wilayah Indonesia tetapi juga dari mancanegara.


Ada tiga kategori lari yang dilombakan, yakni half marathon (21) yang diikuti oleh 2.511 peserta, 10K sebanyak 5.000 peserta, dan 5K sebanyak 7.569 peserta.


Penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run 2026 kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Di mana tahun ini, para peserta mendapatkan merchandise berupa boneka anak gajah Nona Seroja yang membawa bibit pohon.


Harapannya, bibit pohon itu dibawa pulang para peserta lari untuk ditanam demi kelangsungan generasi muda yang akan datang.


Mengusung tema 'Run with Purpose, Move Forward with Riau', agenda tahunan yang diselenggarakan Polda Riau ini menjadi momentum untuk membangun human solidarity dan environmental ethics di kalangan masyarakat. Di tengah ancaman kemarau panjang, Riau Bhayangkara Run 2026 akan menjadi motor penggerak untuk menyelamatkan Bumi Lancang Kuning dari ancaman karhutla.


Provinsi Riau dan karhutla adalah dua hal yang akrab dengan kabut asap. Melalui RBR 2026, Polda Riau mencoba mendobrak stigma tersebut dengan mengawinkan olahraga massal dan pendekatan Green Policing.


"Saya tegaskan bahwa bumi ini hanya satu dan kita wajib menjaganya demi keberlanjutan masa depan generasi penerus bangsa," kata Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, dalam keterangannya, Kamis (16/7).


Mengubah Budaya Lewat Green Policing
Green Policing yang diusung dalam event ini menekankan bahwa penegakan hukum tidak lagi hanya berfokus pada keadilan antarmanusia, melainkan juga keadilan bagi alam. Polda Riau menyadari bahwa memadamkan api di lahan gambut adalah hilir dari masalah, hulunya adalah mengubah pola pikir (mindset) masyarakat.


Melalui RBR 2026, pesan menjaga ekosistem disuarakan dengan lantang. Edukasi lingkungan ditargetkan secara masif, mulai dari generasi muda, pelajar, hingga para pencinta olahraga dari berbagai penjuru Nusantara dan mancanegara.


Tujuannya satu: membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga hutan dan mencegah karhutla adalah tanggung jawab bersama, bukan sekadar tugas pemadam kebakaran dan aparat.


"Alam ini bukan warisan yang bebas kita habiskan, melainkan titipan yang wajib kita jaga dan rawat untuk generasi mendatang," tegas jenderal lulusan Akpol 96 itu."****






LIPUTAN           :;     SANDI 
EDITOR              :      REDAKSI