Sabtu, 17 Oktober 2026

Subuh Keliling Polda Riau, Perkuat Kedekatan dengan Warga dan Gaungkan Green Polici

Subuh Keliling Polda Riau, Perkuat Kedekatan dengan Warga dan Gaungkan Green Polici






KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,    - 
Polda Riau terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui Program Suling (Subuh Keliling) Polda Riau, yang diwujudkan melalui kegiatan Sholat Subuh berjamaah, silaturahmi, serta penyampaian pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin, Jalan Bukit Barisan, Kelurahan Pematang Kapau, Kecamatan Kulim, Pekanbaru, Sabtu (17/10/2026) pagi.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 04.30 WIB itu dihadiri Karo SDM Polda Riau Kombes. Pol. Tris Lesmana Zeviansyah, S.H., S.I.K., M.H., Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol. Akmadi, S.I.K., Dir Samapta Polda Riau Kombes Pol. Syahrial M. Said, S.I.K., S.H., Kombes Pol. Anton Setyo Hartanto, Personil Kodam XIX Tuanku Tambusai, Personil Polda Riau, pengurus masjid, serta jamaah Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin. Melalui Program Suling, Polda Riau hadir langsung di tengah masyarakat untuk mempererat silaturahmi, menyerap aspirasi warga, sekaligus membangun komunikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.


Dalam sambutannya, Karo SDM Polda Riau Kombes Pol Tris Lesmana menegaskan bahwa Polri mengedepankan upaya pencegahan sebelum melakukan penegakan hukum. Langkah preventif melalui patroli, sambang, serta kehadiran personel di tengah masyarakat menjadi bagian penting untuk mendeteksi dan mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.


“Kehadiran Polri bukan sekadar untuk memenuhi kegiatan, melainkan sebagai wujud nyata bahwa Polri ingin semakin dekat dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, dan mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga,” ujarnya.


Ia juga mengajak masyarakat agar tidak ragu menyampaikan persoalan terkait keamanan, pencurian, gangguan ketertiban, maupun masalah sosial kepada kepolisian melalui Polsek, Polres, atau Polda Riau. Menurutnya, sinergi Polri, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.


“Polri harus menjadi bagian dari solusi atau problem solver bagi masyarakat. Karena itu, komunikasi dan koordinasi harus terus dibangun agar setiap persoalan dapat dicarikan jalan keluar bersama,” tegas Kombes Pol Tris Lesmana.


Selain pesan kamtibmas, Kombes Pol. Tris Lesmana turut menggaungkan program Green Policing dengan mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan. Ia menyampaikan bahwa pada 2026 terdapat target penanaman hingga satu juta pohon yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Kepedulian lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti menanam dan merawat pohon di rumah, masjid, maupun tempat kerja.


Sebagai wujud nyata program tersebut, kegiatan Suling dirangkai dengan penanaman empat bibit pohon di halaman belakang Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin. Polda Riau berharap masjid dapat menjadi pusat penggerak kepedulian lingkungan melalui peran pengurus dan jamaah, sehingga nilai-nilai keagamaan juga diwujudkan melalui tindakan nyata menjaga kebersihan dan kelestarian alam.


Sementara itu, Ketua Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin Dr. H. Arbakmis Lamid, S.H., M.H. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polda Riau yang telah melaksanakan Program Suling (Subuh Keliling) bersama pengurus masjid dan jamaah. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum positif untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta memperkuat hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.


“Kami menyambut baik kegiatan Subuh Keliling Polda Riau ini. Kehadiran jajaran kepolisian di tengah-tengah jamaah tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memberikan motivasi kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat,” ungkapnya.


Melalui Program Suling (Subuh Keliling) Polda Riau, kepolisian berharap hubungan dengan masyarakat semakin erat, kepercayaan publik terus meningkat, serta kesadaran menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan tumbuh dari tingkat komunitas. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Polda Riau untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan humanis, memperkuat kemitraan, dan mengimplementasikan semangat Green Policing."****






SUMBER    :   BID HUMAS POLDA RIAU 
EDITOR      :   REDAKSI 
Pemkab Meranti Bagikan Ribuan Masker di Tengah Kabut Asap Pekat, Pendiri IKOPEB: Apresiasi Pemda

Pemkab Meranti Bagikan Ribuan Masker di Tengah Kabut Asap Pekat, Pendiri IKOPEB: Apresiasi Pemda







KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Langkah cepat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti membagikan ribuan masker kepada masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat mendapat apresiasi dari berbagai pihak.


Pembagian masker ini dinilai sebagai langkah mitigasi kesehatan yang tepat untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan.


"Langkah Pemkab Meranti patut diapresiasi. Di saat ISPA mengancam, masker adalah kebutuhan mendesak. Ini bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya," ujar Karim, Pendiri Ikatan Koordinasi Pemuda Bangkinang (IKOPEB), Sabtu  (17/10/2026).


Namun demikian, menurut Karim, upaya pemerintah tersebut tidak akan maksimal tanpa dukungan dan kesadaran kolektif dari masyarakat.


Ia menyoroti masih adanya kebiasaan masyarakat membakar sampah, di areal rumah pribadi, yang justru memperburuk kualitas udara di tengah krisis asap.


Membakar sampah itu sama saja menambah polutan baru. Asap dari sampah rumah tangga itu sangat berbahaya, apalagi saat kondisi udara kita sudah tidak sehat," tegasnya.


Karim menekankan, dampak kabut asap tidak bisa dianggap remeh. Selain mengganggu aktivitas, paparan asap berlebih dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan dan anak-anak.


"Anak-anak kita paling rentan. ISPA kalau sudah menyerang anak, dampaknya jangka panjang. Ini yang harus kita cegah bersama," tambahnya.


Untuk itu, ia mendorong Pemerintah Daerah untuk menghimbau  seluruh para Lurah dan Kepala Desa di seluruh Kecamatan untuk mengeluarkan himbauan resmi agar masyarakat menghentikan sementara aktivitas pembakaran sampah, termasuk di pekarangan rumah sendiri.


Himbauan harus sampai ke tingkat RT/RW. Kita sama-sama berharap kabut asap ini segera berakhir, tapi sebelum itu, jangan kita yang justru memperparah keadaan. Kesadaran tidak membakar sampah adalah bentuk solidaritas kita menjaga Meranti," pungkas Karim.


Berdasarkan pantauan, kabut asap di wilayah Selatpanjang dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir terlihat semakin pekat, dengan jarak pandang yang terbatas, terutama pada pagi hari."****






LIPUTAN       :     SANUSI 
EDITOR          :     REDAKSI 

Kabut Asap Makin Pekat, Pemkab Meranti Bagikan Ribuan Masker dan Liburkan Siswa

Kabut Asap Makin Pekat, Pemkab Meranti Bagikan Ribuan Masker dan Liburkan Siswa





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,   -
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, kembali membagikan ribuan masker kepada masyarakat menyusul kondisi kabut asap yang semakin pekat pada Jumat (16/10/2026).

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sekaligus mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.

Pembagian masker dipimpin langsung Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, S.M., M.M. Kegiatan diawali dengan pengarahan di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti dan dilanjutkan dengan pembagian masker di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pembagian masker antara lain Pelabuhan Tanjung Harapan, Pasar Modern, Pelabuhan Kempang Om Rin, Pasar Sandang Pangan, Pasar Pagi Jalan Banglas, serta sejumlah titik keramaian lainnya.

Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Muzamil mengatakan, pembagian masker merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap.

“Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat. Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila tidak mendesak,” kata Muzamil.

Dia juga meminta masyarakat memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

Menurutnya, kelompok tersebut lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap sehingga perlu mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum membaik.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengatakan kondisi udara akibat kabut asap masih mengkhawatirkan.

Berdasarkan pemantauan alat ukur kualitas udara yang tersedia di sejumlah puskesmas, kondisi udara di wilayah tersebut masih berada pada kategori berbahaya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Paparan asap dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti ISPA, sesak napas, batuk, hingga iritasi mata,” ujar Ade.

Dia mengatakan anak-anak dan lanjut usia menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus, terlebih mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Ade juga menyebut kabut asap yang menyelimuti Kepulauan Meranti diduga berasal dari daerah lain. Dugaan tersebut mengacu pada informasi bahwa tidak ditemukan titik api di wilayah Kepulauan Meranti.


Terkait kebijakan tersebut Ade Suhartian, SH, MM mengatakan perpanjangan masa libur sekolah dapat menjadi pertimbangan apabila kualitas udara belum menunjukkan perbaikan.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengurangi paparan asap terhadap peserta didik yang termasuk kelompok rentan.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah, mengurangi kegiatan di luar ruangan, serta segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan atau gangguan kesehatan lainnya.

Pemkab juga meminta masyarakat terus mengikuti perkembangan kondisi kualitas udara dan mengutamakan kesehatan serta keselamatan hingga kabut asap berangsur membaik.


Kondisi kabut asap juga berdampak pada aktivitas pendidikan di Kepulauan Meranti.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti, Raja Yusran, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada satuan pendidikan mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk meliburkan siswa sementara.

Kebijakan tersebut juga diikuti oleh sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat.

“Kita telah mengeluarkan surat edaran untuk sekolah mulai dari PAUD hingga SMP, dan juga diikuti oleh SMA sederajat, untuk meliburkan siswa hingga Sabtu. Jika kondisi belum membaik, masa libur dapat diperpanjang,” kata Raja Yusran."****






LIPUTAN      :    NUR
EDITOR         :    REDAKSI
RAT KOPERASI HANGTUAH DIBUKA OLEH Plt.KEPALA DINAS KOPERASI, UKM, & TENAGA KERJA KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

RAT KOPERASI HANGTUAH DIBUKA OLEH Plt.KEPALA DINAS KOPERASI, UKM, & TENAGA KERJA KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI







KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Koperasi Hangtuah mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2026 di salah satu kafe di Selatpanjang, Sabtu (17/10/2026). Demikian keterangan Ketua Koperasi Hangtuah Romi Deswandi,S.Kom.i, saat diwawancara awak media.

Saat RAT Koperasi Hangtuah tampak hadir, Plt.Kadis Koperasi, UKM, & Naker, ketua pengawas dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes, ketua Koperasi Romi Deswandi,S.Kom.i, Sekretaris Suherman,S.Pd, anggota koperasi Moh Isroy, Abdul Karim Dj, Selamat SM,SP, dan Jamian.

RAT Koperasi Hangtuah diawali dengan laporan ketua Panitia Seherman,S.Pd, kata sambutan ketua Koperasi Romi Deswandi,S.kom.i, kata sambutan ketua pengawas dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes, dan arahan, sekaligus membuka RAT secara resmi oleh Eko Priyono Plt.Kadis Koperasi, UKM, & Naker Kabupaten Kepulauan Meranti.

Terungkap bahwa Koperasi Hangtuah tidak aktif dalam beberapa tahun ini, untuk itu perlu dilakukan reaktifasi melalui mekanisme RAT. Namun pelaksanaan RAT terkendala tidak mencapai Qorum, sehingga perlu ditunda 7 hari hingga 3 bulan, ujar Plt.Kadis Eko. Tetapi RAT tetap dilanjutkan hingga mencapai keputusan strategis.

Ternyata Koperasi Hangtuah mempunyai peluang yang sangat besar untuk usaha usaha ke depan, oleh karena itu KBLI nya harus disesuaikan lagi di masa yang akan datang, ujar ketua Romi.

Diantara peluang yang bisa dikelola adalah bidang Perkebunan, EO, BBM & Gas laut, Sembako,  tata boga, binatu (Loundry), alat tangkap air asin, Penggemukan sapi qurban, dan lain sebagainya, ujar Plt.Kadis Eko.

Secara prinsip, kami siap melaksanakan arahan Plt.Kadis Eko dan kami akan melaporkan hasil keputusan RAT hari ini, serta siap melaksanakan RAT aktifasi pengurus baru, ujar ketua Romi."****





LIPUTAN      :     REDAKSI
EDITOR         :     REDAKSI 
Subuh Keliling, Polres Meranti Rangkul Jemaah Dan Perkuat Kamtibmas

Subuh Keliling, Polres Meranti Rangkul Jemaah Dan Perkuat Kamtibmas






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Polres Kepulauan Meranti bersama jajaran Polsek melaksanakan kegiatan Subuh Keliling ke Masjid-Masjid (Suling Emas) dengan menyambangi enam masjid di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti, Sabtu (17/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 04.45 hingga 06.00 WIB tersebut merupakan upaya Polri untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian mengikuti salat Subuh berjemaah bersama masyarakat sekaligus memberikan imbauan kamtibmas guna menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kasat Binmas Polres Kepulauan Meranti IPTU Abdul Roni, S.H., mengatakan bahwa program Suling Emas merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis Polri dalam membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan.


“Melalui kegiatan ini, Polri hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya para jemaah. Selain menjaga keamanan, kami juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas yang berkaitan dengan situasi di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujar IPTU Abdul Roni mewakili Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K.


Personel juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kerukunan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan di tengah masyarakat.


Selain itu, imbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut disampaikan. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat menyebabkan kebakaran dan menimbulkan kabut asap yang berdampak terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat.


Polres Kepulauan Meranti juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana narkotika.


Adapun enam masjid yang menjadi lokasi kegiatan Suling Emas yakni Masjid Al Innayah di Jalan Alah Air, Kecamatan Tebing Tinggi; Masjid Al Falah di Jalan Masjid, Kelurahan Selatpanjang Kota; Masjid Al Muttaqin di Desa Alai, Kecamatan Tebing Tinggi Barat; Masjid Darul Muttaqin di Desa Sonde, Kecamatan Rangsang Pesisir; Masjid Sabilul Muhtadin di Desa Bantar, Kecamatan Rangsang Barat; serta Masjid Al Huda di Desa Kudap, Kecamatan Tasik Putri Puyu.


Kegiatan tersebut melibatkan personel Polres Kepulauan Meranti bersama Polsek Tebing Tinggi, Polsek Tebing Tinggi Barat, Polsek Rangsang, Polsek Rangsang Barat, dan Polsek Merbau.


Selain melaksanakan ibadah berjemaah dan menyampaikan imbauan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian melalui patroli dan pengamanan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.


IPTU Abdul Roni menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat membutuhkan dukungan serta peran aktif seluruh elemen masyarakat.


“Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dengan Polri dalam menjaga harkamtibmas agar Kabupaten Kepulauan Meranti tetap aman, damai, dan kondusif,” tutupnya.


Melalui program Suling Emas, Polres Kepulauan Meranti berkomitmen untuk terus mengedepankan pendekatan yang humanis, memperkuat kemitraan dengan masyarakat, serta meningkatkan upaya pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas demi terwujudnya situasi yang aman dan kondusif."****







SUMBER      :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR        :     REDAKSI 
Keluarga Besar Gelar Syukuran Ulang Tahun ke-70 Drs. Torang M. Nababan Di Sopo HKBP Ujungbatu, Serahkan Bantuan Untuk Pembangunan Sarpras Gereja HKBP Ujungbatu

Keluarga Besar Gelar Syukuran Ulang Tahun ke-70 Drs. Torang M. Nababan Di Sopo HKBP Ujungbatu, Serahkan Bantuan Untuk Pembangunan Sarpras Gereja HKBP Ujungbatu









KabarPesisirNews.com.
UJUNG BATU ROHUL RIAU,     -
Tangis haru dan sukacita menyelimuti Sopo HKBP Ujungbatu, Sabtu (17/10/2026). Keluarga besar menggelar acara syukuran Selamat Ulang Tahun ke-70 Tahun sosok panutan, Bapak Drs. Torang M. Nababan.


Acara syukuran yang berlangsung dengan penuh rasa syukur ini diawali dengan ibadah dan doa bersama seluruh keluarga, anak, cucu, dan kerabat dekat berdiri di depan altar memanjatkan doa syukur atas penyertaan Tuhan selama 70 tahun perjalanan hidup Bapak Drs. Torang M. Nababan.


Di usia ke-70 tahun yang dikenal dengan usia emas, Drs. Torang M. Nababan dikenal bukan hanya sebagai kepala keluarga yang bijaksana, tetapi juga sebagai pribadi yang tegas, bersahaja, dan berpegang teguh pada nilai-nilai iman. Keteladanan dan nasehat-nasehatnya menjadi kompas bagi anak-anak dan cucu-cucunya.


Tampak di lokasi acara, karangan bunga ucapan selamat dari Pimpinan dan Karyawan PT. Rohul Sawit Industri (RSI) turut menghiasi halaman Sopo HKBP Ujungbatu sebagai bentuk hormat dan kasih kepada Bapak Drs. Torang M. Nababan.


"70 tahun adalah anugerah yang luar biasa. Kami bersyukur Tuhan masih memberikan kesehatan, kekuatan, dan sukacita bagi Bapak kami tercinta. Semoga Bapak panjang umur, sehat selalu, dan semakin menjadi berkat bagi keluarga dan sesama," ujar Ketua IWO Kabupaten Rohul Ace Nauli Harahap dalam acara tersebut.


Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah, makan bersama, dan foto bersama keluarga besar.

Segenap keluarga besar IWO Kabupaten Rohul Ace Nauli Harahap mengucapkan.


Selamat Ulang Tahun ke-70 untuk Bapak Drs. Torang M. Nababan. Sehat, Panjang Umur, dan Tuhan Yesus memberkati. Amin.


Momen syukuran ulang tahun ke-70 Bapak Drs. Torang M. Nababan di Sopo HKBP Ujungbatu, Sabtu (17/10/2026) tidak hanya diwarnai sukacita keluarga, namun juga aksi kasih yang menyentuh hati.


Usai ibadah syukuran, Bapak Drs. Torang M. Nababan yang mewakili PT. Rohul Sawit Industri (RSI) menyerahkan secara langsung bantuan sebesar Rp 100.000.000 juta untuk pembangunan sarana dan prasarana Gereja HKBP Ujungbatu.


Bantuan tersebut diterima langsung oleh pengurus gereja yang diwakili oleh Bapak Togap Nababan selaku Ketua Panitia Pembangunan Gereja HKBP Ujungbatu.


Penyerahan bantuan ini menjadi wujud nyata kepedulian PT. RSI dan keluarga besar Bapak Drs. Torang M. Nababan terhadap kemajuan dan kenyamanan jemaat dalam beribadah. Bantuan untuk pembangunan sarpras gereja diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan yang sedang berjalan.


"Di usia saya yang ke-70 tahun ini, saya ingin berbagi berkat. Terima kasih atas doa dan dukungan semua pihak. Bantuan ini dari PT. RSI, semoga bermanfaat untuk pembangunan rumah Tuhan di HKBP Ujungbatu ini," ujar Drs. Torang M. Nababan dengan penuh haru.


Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Bapak Togap Nababan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan.


"Kami atas nama Panitia Pembangunan dan seluruh jemaat HKBP Ujungbatu mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Drs. Torang M. Nababan dan PT. RSI. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Tuhan yang membalas segala kebaikan Bapak," ucap Togap Nababan.


Acara syukuran yang dihadiri keluarga besar, karyawan PT. RSI dan jemaat tersebut berlangsung khidmat, penuh kekeluargaan dan sukacita.


Selamat Ulang Tahun ke-70 untuk Bapak Drs. Torang M. Nababan, sehat selalu dan menjadi berkat bagi banyak orang."****







LIPUTAN ROHUL      :     AC HARAHAP 
EDITOR                       :     REDAKSI 

Mafirion Soroti Kondisi Lapas Tembilahan: Kapasitas 215 Orang, Dihuni 1.067 Warga Binaan

Mafirion Soroti Kondisi Lapas Tembilahan: Kapasitas 215 Orang, Dihuni 1.067 Warga Binaan





KabarPesisirNews.Com
TEMBILAHAN INHIL RIAU,     -
Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mafirion Syamsuddin Rogo, menyoroti kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang menghadapi persoalan kelebihan kapasitas, keterbatasan petugas pengamanan, serta kondisi bangunan yang memerlukan perhatian serius.


Berdasarkan data yang disampaikan dalam kunjungannya, Lapas Tembilahan memiliki kapasitas ideal untuk 215 orang, tetapi saat ini dihuni oleh 1.067 warga binaan. Jumlah tersebut hampir lima kali lipat dari kapasitas yang tersedia.


“Dengan kapasitas hanya 215 orang, tetapi dihuni 1.067 warga binaan, kondisi ini tentu membutuhkan perhatian serius. Persoalannya bukan hanya menyangkut ketersediaan ruang hunian, tetapi juga kemampuan petugas dalam menjalankan fungsi pengamanan, pembinaan, dan pelayanan secara optimal,” ujar Mafirion.


Ia menjelaskan, kondisi tersebut semakin menantang karena Lapas Tembilahan hanya memiliki 68 pegawai, termasuk pegawai yang bertugas di bidang administrasi. Sementara itu, jumlah petugas yang berjaga pada satu waktu sangat terbatas, yakni enam orang pada sif tertentu dan delapan orang pada malam hari.


Dengan sistem kerja delapan jam yang dibagi dalam empat regu jaga, keterbatasan jumlah petugas menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian, terutama dalam memastikan pengawasan dan pengamanan berjalan secara efektif.

“Petugas memiliki tanggung jawab besar dengan jumlah warga binaan yang jauh melampaui kapasitas. Karena itu, perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan personel, sistem pengamanan, serta dukungan sarana dan prasarana,” katanya.


“Memprihatinkan, satu orang petugas Lapas Tembilahan harus menjaga sekitar 133 warga binaan. Padahal, rasio yang menjadi acuan umum dalam perbandingan kebutuhan pengamanan lapas dan rumah tahanan (rutan) di Indonesia adalah satu petugas untuk maksimal 50 warga binaan. Artinya, beban pengamanan di Lapas Tembilahan jauh melampaui rasio tersebut,” ujar Mafirion.


Menurutnya, kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah, terutama dalam pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia pemasyarakatan. Keterbatasan petugas bukan hanya berdampak pada efektivitas pengawasan, tetapi juga meningkatkan tantangan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memastikan pembinaan warga binaan berjalan optimal.


“Dengan kondisi seperti ini, perlu evaluasi kebutuhan personel secara menyeluruh. Petugas harus mampu menjalankan fungsi pengamanan sekaligus pembinaan. Karena itu, pemenuhan jumlah petugas yang memadai harus menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan,” tegasnya.


Selain persoalan kelebihan kapasitas dan keterbatasan personel, Mafirion juga menyoroti kondisi fisik bangunan Lapas Tembilahan yang dibangun pada 1979.


Bangunan lapas tersebut setiap tahun menghadapi genangan akibat banjir pasang, mengingat lokasinya berada di kawasan yang dipengaruhi kondisi pasang surut. Situasi ini menambah tantangan dalam menjaga kelayakan lingkungan hunian, keamanan bangunan, dan kenyamanan warga binaan maupun petugas.


Mafirion juga mencermati kondisi rumah jaga yang posisinya lebih rendah daripada bagian atas bangunan. Menurutnya, kondisi fisik tersebut perlu dievaluasi dari sisi keamanan dan efektivitas pengawasan.


Persoalan lainnya adalah pagar pembatas lapas yang hanya terdiri atas dua lapis. Dengan jumlah penghuni yang jauh melebihi kapasitas, keterbatasan sistem pengamanan fisik tersebut perlu menjadi perhatian dalam upaya mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun gejolak di dalam lapas.


“Bangunan yang sudah berdiri sejak 1979, persoalan banjir pasang yang terjadi setiap tahun, serta keterbatasan sarana pengamanan harus menjadi bahan evaluasi. Kita perlu memastikan lapas memiliki infrastruktur yang layak dan sistem pengamanan yang memadai untuk menghadapi berbagai kemungkinan,” tegas Mafirion.


Petugas Harus Mengedepankan Pembinaan dan Perlindungan Warga Binaan


Dalam kunjungannya, Mafirion juga mengingatkan seluruh petugas pemasyarakatan agar tetap menjalankan tugas sesuai fungsi dan tanggung jawabnya, terutama dalam membina dan membimbing warga binaan.


Ia menegaskan bahwa pemasyarakatan tidak boleh semata-mata dipahami sebagai upaya mengurung seseorang yang sedang menjalani pidana. Lebih dari itu, pemasyarakatan merupakan proses pembinaan agar warga binaan dapat memperbaiki diri, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.


“Saya mengingatkan para petugas agar menjalankan fungsi sebagai pembina dan pembimbing bagi warga binaan. Jangan melakukan tindakan yang melanggar hukum, melanggar hak warga binaan, atau tindakan lain yang merugikan mereka,” ujar Mafirion.


Menurutnya, keterbatasan fasilitas dan beratnya beban kerja tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan hak-hak warga binaan. Di sisi lain, negara juga harus memastikan petugas mendapatkan dukungan yang memadai agar dapat bekerja secara profesional dan menjalankan tugas sesuai ketentuan.


Mafirion menilai, persoalan Lapas Tembilahan perlu ditangani secara menyeluruh melalui evaluasi kapasitas hunian, pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia, perbaikan bangunan, serta penguatan sistem pengamanan dan pembinaan.


“Negara harus hadir untuk memastikan dua hal berjalan beriringan: petugas memiliki dukungan yang cukup untuk bekerja secara profesional, dan warga binaan tetap mendapatkan perlakuan yang manusiawi serta hak-haknya terlindungi. Tujuan akhir pemasyarakatan adalah pembinaan dan reintegrasi sosial, bukan sekadar menjalani hukuman,” tutup Mafirion Syamsuddin Rogo, Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKB."****





LIPUTAN INHIL        :     SANDI 
EDITOR                      :     REDAKSI
IWO Lampung Timur dan PW IWO Lampung Santuni Anak Yatim Piatu dan Duafa, Dorong Kepedulian Sosial

IWO Lampung Timur dan PW IWO Lampung Santuni Anak Yatim Piatu dan Duafa, Dorong Kepedulian Sosial





KabarPesisirNews.Com
LAMPUNG TIMUR,    – 
Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung Timur bersama Pengurus Wilayah (PW) IWO Provinsi Lampung menggelar bakti sosial dan santunan bagi anak yatim piatu dan kaum duafa di Sekretariat IWO Lampung Timur, Sukadana, Jumat (16/10/2026).


Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial para pengurus IWO sekaligus upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di Kabupaten Lampung Timur.


Ketua PD IWO Lampung Timur, A. Zohirri ZA, S.Pd., mengatakan kegiatan bakti sosial dan santunan tersebut terlaksana melalui swadaya para pengurus sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap sesama.


“Kegiatan ini merupakan hasil swadaya antar-pengurus. Kami ingin menunjukkan bahwa sebagai wartawan, khususnya yang tergabung dalam IWO, kami tidak hanya bertugas menulis dan menyampaikan berita, tetapi juga berharap bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Zohirri dalam sambutannya.


Menurut dia, keberadaan organisasi wartawan seharusnya tidak hanya dirasakan melalui produk jurnalistik, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.


Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin yang dilaksanakan dua kali dalam setahun.


“Kami berharap ke depan kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin, minimal dua kali dalam setahun. Kami juga berharap para pemangku kepentingan dapat ikut berkolaborasi dalam mewujudkan kepedulian sosial bagi masyarakat Lampung Timur,” katanya.


Zohirri menambahkan, kolaborasi antara organisasi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat kegiatan sosial.


Ia berharap semangat kebersamaan tersebut dapat berkontribusi terhadap terciptanya kehidupan masyarakat Lampung Timur yang lebih baik, maju, dan sejahtera.


Sementara itu, Ketua PW IWO Provinsi Lampung, Aprohan Saputra, M.Pd., mengapresiasi inisiatif PD IWO Lampung Timur yang telah menyelenggarakan bakti sosial dan santunan bagi anak yatim piatu serta kaum duafa.


Menurut Aprohan, kegiatan tersebut merupakan langkah positif dalam memperkuat kepedulian sosial sekaligus menunjukkan bahwa organisasi wartawan dapat berkontribusi di luar tugas jurnalistik.


Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga keberadaan IWO Lampung Timur semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


“Kami mengapresiasi kegiatan bakti sosial dan santunan ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin dan terus memberikan dampak positif bagi masyarakat Lampung Timur,” ujar Aprohan.


Ia juga mendorong PD IWO Lampung Timur untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar berbagai kegiatan sosial dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.


Dalam kegiatan tersebut, Ketua PW IWO Provinsi Lampung turut didampingi Sekretaris IWO Lampung, Hari Andreas Ajahar, Wakil Ketua Riki Erta, Wakil Sekretaris Elham, S.Sos., serta Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), Syahrudin.


Melalui kegiatan ini, IWO Lampung Timur bersama PW IWO Provinsi Lampung berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap anak yatim piatu serta kaum duafa terus tumbuh, sekaligus memperkuat peran organisasi wartawan dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat."****






SUMBER      :    PW IWO LAMPUNG 
EDITOR        :    REDAKSI 
LMRB RAYAKAN USIA KE-2: BUKAN PESTA, TAPI BERBAGI UNTUK ANAK YATIM DAN WARGA KURANG MAMPU

LMRB RAYAKAN USIA KE-2: BUKAN PESTA, TAPI BERBAGI UNTUK ANAK YATIM DAN WARGA KURANG MAMPU






KabarPesisirNews.Com
PERAWANG BARAT TUALANG SIAK,   -
Suasana penuh kehangatan terasa di Kantor Sekretariat Laskar Melayu Radar Bersatu (LMRB), yang beralamat di KM 8 Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Pada hari ini, organisasi LMRB genap berusia dua tahun, dan alih-alih merayakan dengan pesta yang berlebihan, jajaran pengurus dan anggota memilih menyalurkan santunan kepada anak yatim piatu serta warga masyarakat yang kurang mampu di sekitar wilayah tersebut.
 
Kegiatan sosial ini berjalan lancar dan penuh makna. Hadir dalam acara ini Panglima LMRB Datuk Panca, jajaran pengurus, Ibu RT 001/RW 10 yang mewakili Bapak RT Jamal dari masyarakat setempat. Meskipun tidak dapat hadir secara langsung, Bapak Camat Tualang, ARIE DARMAWAN, S.IP., turut memberikan dukungan dan sumbangan untuk kegiatan ini. Turut serta mendukung kegiatan ini para Penghulu se-Kecamatan Tualang.
 
 
📢 Panglima LMRB — Datuk Panca:
"Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul di sini dalam rangka memperingati hari ulang tahun LMRB yang ke-2. Di momen yang sederhana namun penuh keberkahan ini, kami memutuskan untuk tidak melakukan perayaan yang berlebihan, melainkan menyalurkan santunan kepada anak yatim piatu dan saudara-saudara kita yang kurang mampu. Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Camat Tualang, ARIE DARMAWAN, S.IP., yang telah berkenan menyumbangkan bantuan meski tidak dapat hadir langsung di tengah kita. Terima kasih juga kepada para Penghulu serta seluruh masyarakat Tualang yang telah ikut berpartisipasi membantu dana sehingga kegiatan sosial ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga ke depannya, LMRB senantiasa dapat hadir di tengah-tengah masyarakat, terus bisa membantu anak yatim piatu serta warga yang membutuhkan, dan menjadi organisasi yang benar-benar bermanfaat bagi lingkungan sekitar kita."
 

📢 Kabid Sosial LMRB — Datuk Atan Abdul:
"Saya mewakili Bidang Sosial LMRB, sangat bersyukur dapat menyaksikan langsung semangat kebersamaan yang terjalin hari ini. Kegiatan berbagi santunan ini bukan sekadar seremonial semata, melainkan wujud nyata kehadiran LMRB di tengah masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Terima kasih kepada semua pihak, termasuk Bapak Camat dan para Penghulu yang telah ikut mendukung kebaikan ini. Semoga apa yang kami berikan hari ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang menerima bantuan, dan semoga kebaikan yang kita tanam hari ini dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang berlipat ganda. Mari kita jaga semangat berbagi ini, karena kebahagiaan sejati itu kita temukan saat kita mampu membuat orang lain tersenyum."
 

📢 Lasmana 2 — Nefriadi:
"Melihat antusiasme dan kehangatan yang tercipta hari ini, hati saya merasa sangat bangga sekaligus bahagia. LMRB hadir bukan untuk sekadar nama, tetapi untuk benar-benar hadir merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Terima kasih kepada Bapak Camat dan seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan kegiatan ini. Semoga kegiatan sosial seperti ini bisa terus kita pertahankan dan tingkatkan di tahun-tahun mendatang. Mari kita jadikan ulang tahun LMRB ini sebagai titik awal untuk semakin banyak berbuat kebaikan, semakin peduli kepada sesama, dan memperluas jangkauan bantuan kita kepada mereka yang membutuhkan di seluruh penjuru Kecamatan Tualang ini."
 

📢 Lasmana 4 — Datuk Arfan:
"Dua tahun bukanlah waktu yang singkat, dan juga belum terlalu lama, namun yang terpenting adalah bagaimana kita mengisi waktu tersebut dengan hal-hal yang bermanfaat. Dengan dukungan Bapak Camat, para Penghulu, dan masyarakat, kita bisa mewujudkan kegiatan yang mulia ini. Ini adalah awal yang sangat indah di usia kedua LMRB. Mari kita jaga kekompakan, persatuan, dan rasa persaudaraan yang sudah terjalin di antara kita. Ingatlah bahwa LMRB ada karena masyarakat, dan LMRB akan terus hadir untuk masyarakat. Semoga ke depan kita semakin kuat, semakin bersatu, dan semakin banyak karya nyata yang bisa kita hadirkan untuk tanah air tercinta, khususnya masyarakat Kecamatan Tualang."
 
 
Kegiatan sosial ini diakhiri dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim piatu dan warga kurang mampu, serta sesi foto bersama yang penuh kehangatan. Semangat berbagi ini diharapkan terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap sesama."****




LIPUTAN SIAK       :     ANGGA 
EDITOR                   :     REDAKSI 

Jumat, 16 Oktober 2026

Wujud Kepedulian Polri, Polsek Merbau Gelar Jumat Berkah Salurkan Sembako Kepada Warga Kurang Mampu Di Teluk Belitung

Wujud Kepedulian Polri, Polsek Merbau Gelar Jumat Berkah Salurkan Sembako Kepada Warga Kurang Mampu Di Teluk Belitung






KabarPesisirNews.com
MERBAU KEP.MERANTI RIAU,     -
Kepedulian Polri terhadap warga kurang mampu kembali ditunjukkan oleh Polsek Merbau. Pada hari Jumat 16 Oktober 2026 sekira pukul 11.00 WIB, Polsek Merbau menggelar kegiatan rutin Jumat Berkah tahun 2026 dengan menyambangi warga yang membutuhkan di Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau,Kabupaten Kepulauan Meranti Riau.


Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Fauzi Menara,S.Pd., didampingi Kanit Samapta AIPTU Dodi Novrian, Kasium AIPDA Gusman Huri dan personel Polsek Merbau lainnya bersama masyarakat Kelurahan Teluk Belitung Sdr. Jefri.


Adapun sasaran Jumat Berkah kali ini adalah Ibu Susilawati (58) seorang tunanetra, warga Jl. S. Parman Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau.


Dengan penuh kehangatan, Kapolsek Merbau menyerahkan langsung bantuan paket sembako yang berisikan Beras, Minyak Goreng, Gula, Telur dan Teh kepada ibu Susilawati.


Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Fauzi Menara,S.Pd., mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian personel Polsek Merbau dalam membantu meringankan kebutuhan masyarakat.


"Dalam rangka Program Jumat Berkah Polsek Merbau, telah dilaksanakan kegiatan sambang dan pemberian bantuan sembako kepada ibu Susilawati (58 tahun) sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan," ujar Kapolsek.


Ia menambahkan, selain membantu meringankan beban ekonomi warga, kegiatan Jumat Berkah ini juga bertujuan untuk membangun dan mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dengan masyarakat, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.


Ibu Susilawati mengucapkan terimakasih kepada bapak Kapolsek dan seluruh personil Polsek Merbau 
Yang sangat peduli dengan kondisi masyarakat, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,"ujar ibu Susilawati 


Kegiatan Jumat Berkah Polsek Merbau berjalan, lancar dan penuh dengan suasana kekeluargaan.serta menjadi bukti bahwa sinergitas antara Polri dan masyarakat di Kecamatan Merbau semakin kuat dan solid."****







PENULIS          :       ALI SANIP 
EDITOR             :       REDAKSI
Dikukuhkan DPP , DPC AWI Kepulauan Meranti Siap Perkuat Solidaritas Insan Pers

Dikukuhkan DPP , DPC AWI Kepulauan Meranti Siap Perkuat Solidaritas Insan Pers






KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,     -
Pelantikan akbar Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Kepulauan Meranti resmi dikukuhkan dalam rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) I DPD AWI Provinsi Riau di Hotel Alpha jalan Harapan Raya Pekanbaru, Senen (12/10/2026).


Pengukuhan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP Aliansi Wartawan Indonesia (AWI),Drs.Syamsuddin,HA.MM, menjadi momentum penting bagi AWI dalam memperkuat struktur organisasi di tingkat daerah.


Pelantikan ini ditegaskan bukan sekadar seremoni belaka. Di balik pengukuhan tersebut, tersimpan tanggung jawab besar yang harus diemban oleh setiap pengurus DPC, terutama dalam menjaga marwah organisasi, memperkuat solidaritas insan pers, serta mendorong peningkatan profesionalisme wartawan di daerah.


Kehadiran AWI di tingkat kabupaten diharapkan mampu menjadi wadah pemersatu wartawan untuk membangun komunikasi yang sehat, meningkatkan kapasitas jurnalistik, serta berperan aktif menyampaikan informasi yang faktual,obyektif, akurat dan berimbang, serta bertanggung jawab kepada masyarakat luas.


Ketua DPC AWI Kabupaten Kepulauan Meranti yang baru dilantik, M.Khosir AMN,  kini dituntut untuk mampu menjalankan roda organisasi secara profesional, transparan, dan memiliki program kerja nyata yang memberi manfaat bagi anggota dan masyarakat luas.


Dalam pemaparannya menekankan pentingnya kekompakan dan soliditas organisasi di semua tingkatan.


> “Agar tetap terjalin kekompakan seluruh pengurus baik itu di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten,” ujar,M.Khosir usai dikukuhkan.


Momentum 12 Oktober 2026 tersebut menjadi babak baru bagi AWI dalam memperluas jaringan organisasi. Dengan terbentuknya 12 kepengurusan kabupaten/kota se-Provinsi Riau secara serentak, koordinasi antara DPP, DPD dan DPC diharapkan semakin solid dan terstruktur.


Di tengah dinamika dunia pers yang semakin kompleks dan tantangan disrupsi informasi, organisasi wartawan dituntut tidak hanya memiliki struktur yang kuat, tetapi juga harus menjaga integritas dan independensi. Pelantikan 12 DPC AWI tersebut diharapkan menjadi awal kerja nyata. 

Pelantikan/Pengukuhan 12 DPC AWI dari Kabupaten/Kota se Riau tersebut dihadiri oleh Sekjen DPP AWI yaitu Khairul, SH,MH, dan Wakil Ketua DPP AWI, Sukarno, SE. serta para undangan. 


Yakni Plt.Gubernur Riau yang diwakili oleh Kadis Kominfo, dan perwakilan dari Kapolda Riau, Kejati Riau dan Danrem, yang teristimewa juga hadir Wakil Bupati Bengkalis, Dr.H.Bagus Santoso, juga turut hadir dari DPD AWI Sumbar."****






LIPUTAN      :      ZAINI MAHADUN
EDITOR         :      REDAKSI