Jumat, 25 September 2026

Jelang pilkades 2026 polres meranti perkuat cooling system di 30 masjid  bersama jumat keliling.

Jelang pilkades 2026 polres meranti perkuat cooling system di 30 masjid bersama jumat keliling.






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Polres Kepulauan Meranti bersama jajaran polsek menggelar kegiatan Jumat Keliling dan Jumat Berkah di 30 masjid yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Jumat (25/9/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian memperkuat sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus membangun cooling system menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di 12 desa.


Dalam kegiatan yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB tersebut, pesan-pesan kamtibmas disampaikan kepada sekitar 2.365 jemaah yang berada di 30 masjid. Penyampaian dilakukan oleh jajaran pejabat utama Polres Kepulauan Meranti, para kapolsek, Bhabinkamtibmas dan Dai Kamtibmas.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita, S.I.K. diwakili Kabagren Polres Kepulauan Meranti AKP Edi Junaidi, S.H. dalam kegiatan tersebut mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya karhutla.


“Pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan peran seluruh masyarakat. Karena itu, mari bersama-sama menjaga lahan dan lingkungan agar tidak terjadi kebakaran,” pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.


Kepolisian juga menyampaikan bahwa kondisi lahan gambut di Kepulauan Meranti menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Ketika kebakaran terjadi di lahan gambut, api dapat sulit dipadamkan dan berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.


“Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini. Masyarakat diminta tidak menunggu sampai api membesar, tetapi segera mengambil langkah ketika menemukan adanya asap maupun titik api,” demikian pesan kepolisian.


Polres Kepulauan Meranti juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap yang mengindikasikan adanya kebakaran. Laporan dapat disampaikan melalui Call Center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti petugas.


Selain fokus pada karhutla, kegiatan Jumat Keliling juga menjadi sarana kepolisian memperkuat cooling system menjelang Pilkades Serentak 2026.Masyarakat di 12 desa yang akan melaksanakan Pilkades diajak menjaga keamanan dan ketertiban, menghormati seluruh tahapan pemilihan serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memicu perselisihan.


Kepolisian berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif sehingga pelaksanaan Pilkades dapat berlangsung tertib serta masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan suasana yang damai."****






SUMBER     :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :     REDAKSI 
Bupati Asmar Ajak Calon Kades dan Pendukung Jaga Kondusifitas Pilkades Meranti 2026

Bupati Asmar Ajak Calon Kades dan Pendukung Jaga Kondusifitas Pilkades Meranti 2026





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar mengajak seluruh calon kepala desa (kades) beserta tim pendukung menjaga keamanan dan situasi kondusif selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026.


Pesan tersebut disampaikan Asmar saat menghadiri Deklarasi Damai Pemilihan 12 Kepala Desa Serentak Kabupaten Kepulauan Meranti 2026 di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jumat (25/9/2026).


Sebanyak 33 calon kepala desa akan berkompetisi memperebutkan 12 kursi kepala desa dalam Pilkades Serentak 2026.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kepulauan Meranti H. Khalid Ali, Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Sitorus, perwakilan Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti, Sekretaris Daerah H. Sudandri, S.H., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Drs. Asroruddin, M.Si., unsur TNI, serta para calon kepala desa dari 12 desa peserta Pilkades.


Dalam arahannya, Asmar meminta seluruh calon kepala desa menjadikan deklarasi damai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen bersama untuk menjaga seluruh tahapan Pilkades berlangsung aman, tertib dan demokratis.


«“Ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan komitmen dan janji bersama untuk siap menang, siap kalah, serta menjaga stabilitas dan ketenteraman daerah selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung,” kata Asmar.»


Ia mengingatkan para calon agar berkompetisi secara sehat dengan menyampaikan visi, misi dan program kerja yang membangun. Para calon juga diminta menghindari politik uang, provokasi, fitnah, kampanye hitam serta penyebaran informasi yang tidak benar.


Menurut Asmar, Pilkades merupakan bagian penting dari proses demokrasi di tingkat desa. Kepala desa terpilih nantinya memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat sekaligus penggerak pembangunan dan kesejahteraan desa.


«“Jangan sampai perbedaan pilihan merusak tatanan sosial dan merobek ikatan persaudaraan kita. Kita harus menjunjung tinggi adat, sopan santun dan kekeluargaan,” ujarnya.»


Asmar juga meminta para calon memiliki sikap legawa dan berjiwa besar dalam menghadapi hasil pemilihan. Ia menegaskan bahwa kemenangan merupakan amanah, sedangkan kekalahan bukan berarti berakhirnya pengabdian kepada masyarakat.


«“Siapa pun yang terpilih nanti, dialah putra-putri terbaik yang harus kita dukung bersama demi kemajuan desa,” katanya.»


Polisi Ingatkan Calon Kendalikan Pendukung


Sementara itu, Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Sitorus mengingatkan seluruh calon kepala desa dan tim pendukung agar mematuhi ketentuan selama tahapan Pilkades berlangsung.


Ia menyebut Pilkades Serentak 2026 telah memasuki tahapan penetapan calon dan selanjutnya akan dilanjutkan dengan kampanye serta pemungutan suara.


«“Kami berharap semua calon kades mematuhi semua ketentuan yang berlaku,” ujar Detis.»


Ia meminta para calon memahami kegiatan yang diperbolehkan maupun yang dilarang sesuai regulasi tentang desa dan ketentuan daerah yang berlaku, termasuk Peraturan Bupati Kepulauan Meranti Nomor 31 Tahun 2017.


Menurutnya, Pilkades merupakan proses demokrasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, perbedaan pilihan tidak boleh berkembang menjadi konflik antarwarga.


«“Calon pemimpin desa adalah orang-orang yang mampu memberikan contoh yang baik. Kalau kita ingin masyarakat tertib, maka calon pemimpinnya pun harus tertib,” tegasnya.»


Detis juga mengingatkan agar kampanye dilakukan secara tertib dan tidak disertai tindakan yang dapat memicu konflik, seperti saling menyudutkan, menghina, melakukan intimidasi maupun provokasi.


Ia secara khusus meminta setiap calon kepala desa mampu mengendalikan tim sukses, relawan, simpatisan dan pendukung masing-masing.


«“Setiap calon kepala desa bertanggung jawab secara moral untuk memberikan arahan yang jelas kepada seluruh tim sukses, relawan, simpatisan dan pendukungnya. Jangan sampai calon kepala desa menyampaikan pesan damai di depan masyarakat, tetapi di belakang justru membiarkan pendukung melakukan provokasi,” katanya.»


Selain itu, para calon dan pendukung diminta bijak menggunakan media sosial selama masa kampanye.


Detis mengingatkan bahwa informasi di media sosial dapat menyebar dengan cepat dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman apabila tidak digunakan secara bertanggung jawab.


«“Satu kalimat dapat tersebar dalam hitungan detik. Satu foto dapat menimbulkan persepsi dan kesalahpahaman, satu informasi yang tidak benar dapat menimbulkan keresahan,” ujarnya.»


Dalam deklarasi tersebut, para calon kepala desa menyatakan komitmen untuk melaksanakan seluruh tahapan Pilkades secara damai dan bermartabat, menaati peraturan perundang-undangan, menciptakan situasi kondusif, siap menang dan siap kalah, serta tidak melakukan pelanggaran pidana maupun perdata.


Deklarasi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan oleh seluruh calon kepala desa, Bupati Kepulauan Meranti dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).


Polres Kepulauan Meranti bersama TNI, pemerintah daerah, panitia Pilkades dan seluruh unsur terkait menyatakan siap menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing untuk menjaga seluruh tahapan Pilkades Serentak 2026 berjalan aman dan tertib.


Terciptanya Pilkades yang aman juga membutuhkan dukungan seluruh calon, tim pendukung dan masyarakat."****






LIPUTAN         :     NUR
EDITOR            :     REDAKSI 
Kepala Desa Centai Muhamaad Allatif Bergerak Cepat, Pastikan Anak Warga Desa Centai Bersekolah dengan Layak

Kepala Desa Centai Muhamaad Allatif Bergerak Cepat, Pastikan Anak Warga Desa Centai Bersekolah dengan Layak





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    — 
Kepedulian terhadap pendidikan anak ditunjukkan Pemerintah Desa Centai, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Pada Kamis, 24 September 2026, Pemerintah Desa Centai bergerak memberikan bantuan kepada seorang anak warga yang baru memasuki sekolah namun belum memiliki pakaian dan perlengkapan sekolah yang layak.


Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah desa menerima informasi mengenai kondisi keluarga yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Respons cepat itu menjadi bentuk perhatian pemerintah desa terhadap akses pendidikan bagi seluruh anak, tanpa membedakan latar belakang keluarga maupun kondisi sosial masyarakat.


Kepala Desa Centai Muhamaad Allatif, bersama Ketua BPD Centai, merespons informasi tersebut dengan memastikan kebutuhan anak dari keluarga warga Suku Akit itu dapat terpenuhi.


Anak tersebut merupakan putra dari Sukano, warga Dusun III, RW 03, RT 03, Desa Centai. Kondisi keterbatasan perlengkapan sekolah yang dialami keluarga tersebut menjadi perhatian pemerintah desa agar tidak menjadi hambatan bagi sang anak dalam mengikuti proses pendidikan.


Tanpa menunggu waktu lama, bantuan kemudian diserahkan kepada keluarga pada Kamis (24/9/2026). Bantuan tersebut berupa pakaian sekolah untuk digunakan dari hari Senin hingga Sabtu, serta perlengkapan sekolah lainnya berupa tas, sepatu, topi dan dasi.


Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa percaya diri sekaligus membantu sang anak menjalani aktivitas belajar dengan lebih nyaman, sehingga keterbatasan perlengkapan tidak menjadi penghalang untuk menuntut ilmu.


Kepala Desa Centai Muhamaad Allatif mengatakan, kepedulian terhadap kebutuhan pendidikan anak merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah desa untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang layak untuk bersekolah.


“Kepedulian terhadap kebutuhan pendidikan anak merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah desa untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang layak untuk bersekolah.”


Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga memastikan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan tetap memiliki perlengkapan yang memadai untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah.


Gerak cepat Pemerintah Desa Centai tersebut menjadi wujud nyata bahwa perhatian terhadap masyarakat dapat dimulai dari hal sederhana, khususnya ketika menyangkut masa depan dan pendidikan anak-anak di desa.


Bagi Pemerintah Desa Centai, memastikan seorang anak dapat bersekolah dengan layak bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama membuka kesempatan yang lebih baik bagi generasi penerus."****






LIPUTAN        :      Miswan/Manuk 
EDITOR           :      Redaksi 


Dua Perda Strategis Disahkan, Meranti Perkuat Fiskal Daerah dan Tata Kelola Sampah

Dua Perda Strategis Disahkan, Meranti Perkuat Fiskal Daerah dan Tata Kelola Sampah






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD resmi menyepakati dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) strategis yang berkaitan langsung dengan penguatan pendapatan daerah dan peningkatan pelayanan lingkungan.


Dua Ranperda tersebut yakni perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta perubahan kedua atas Perda Nomor 13 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah.


Persetujuan bersama kedua Ranperda itu dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Kepulauan Meranti di Balai Sidang Paripurna DPRD, Kamis (24/9/2026).


Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Kepulauan Meranti Ardiansyah dan dihadiri Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar, Ketua DPRD H. Khalid Ali, Wakil Ketua DPRD Anton Sidharta, anggota DPRD, Forkopimda serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti.


Bupati Asmar menyebut pengesahan kedua regulasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat landasan hukum pemerintahan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Menurut Asmar, perubahan Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah diarahkan untuk menata sekaligus mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara rasional, transparan dan akuntabel.


“Melalui perubahan Perda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, kita berikhtiar melakukan penataan dan optimalisasi potensi Pendapatan Asli Daerah secara rasional dan akuntabel,” ujar Asmar.


Ia mengatakan penyempurnaan regulasi diperlukan untuk memberikan kepastian hukum dalam pemungutan pajak dan retribusi, sekaligus memperbaiki tata kelola penerimaan daerah.


Penerimaan tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat kembali dirasakan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan serta berbagai program kesejahteraan.


Selain sektor fiskal, perubahan Perda Pengelolaan Sampah menjadi bagian penting dari kebijakan Pemkab Kepulauan Meranti.


Asmar menilai persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan dan estetika daerah, tetapi juga berhubungan dengan kesehatan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.


“Persoalan sampah bukan lagi sekadar urusan estetika, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat dan keberlanjutan daya dukung lingkungan,” katanya.


Melalui perubahan regulasi tersebut, pemerintah daerah akan memperkuat pengawasan dan ketertiban dalam pengelolaan sampah. Pengelolaan juga diarahkan pada prinsip pembatasan, guna ulang dan daur ulang dengan melibatkan masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan.


Asmar meminta perangkat daerah terkait segera menyiapkan aturan pelaksanaan, termasuk Peraturan Bupati, sehingga kedua Perda dapat diterapkan secara efektif, transparan dan terukur.


Sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha juga diminta dilakukan secara masif dan persuasif agar ketentuan baru dapat dipahami serta dilaksanakan bersama.


“Kepada seluruh masyarakat Kepulauan Meranti, mari kita satukan langkah untuk mendukung penegakan regulasi ini demi mewujudkan daerah yang mandiri secara fiskal, tertib, serta bersih dan sehat lingkungannya,” ajak Asmar.


Juru Bicara Pansus II DPRD Kepulauan Meranti, Suji Hartono, SE, menjelaskan pembahasan Ranperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah telah melalui sejumlah tahapan.


Pembahasan dilakukan melalui rapat internal, rapat kerja bersama perangkat daerah, studi komparasi, konsultasi dan harmonisasi dengan Pemerintah Provinsi Riau hingga kunjungan lapangan.


Pansus membahas substansi Ranperda pasal demi pasal untuk memastikan aturan tersebut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan sekaligus dapat diterapkan di daerah.


Pansus II juga menekankan pentingnya sosialisasi setelah Perda diundangkan agar masyarakat memahami ketentuan baru mengenai pajak dan retribusi.


Sementara itu, Juru Bicara Pansus III DPRD Kepulauan Meranti, Elvira Nindia Fradista, mengatakan perubahan Perda Pengelolaan Sampah diperlukan karena aturan sebelumnya dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan pengelolaan sampah di daerah.


Ranperda tersebut memuat perubahan pada 28 pasal. Pengaturannya mencakup sampah rumah tangga, sampah sejenis rumah tangga dan sampah spesifik.


Dengan disepakatinya dua Ranperda tersebut, Pemkab Kepulauan Meranti berharap regulasi dapat segera ditindaklanjuti melalui aturan pelaksanaan. Dengan begitu diharapkan dapat memberikan dampak terhadap penguatan fiskal daerah, peningkatan pelayanan publik serta terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat."****






LIPUTAN        :    NUR
EDITOR           :    REDAKSI 
Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, Pemkab Meranti Ajak Generasi Muda Teladani Ulama

Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, Pemkab Meranti Ajak Generasi Muda Teladani Ulama







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    — 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengajak masyarakat dan generasi muda meneladani nilai-nilai perjuangan serta keteladanan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dalam kehidupan sehari-hari.


Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, H. Suardi, M.Pd, saat menghadiri Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani ke-887 di Musholla Toriqoh Miftahul Jannah, Sungai Cina, Kecamatan Rangsang Barat, Kamis (24/9/2026) malam.


Suardi menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Kepulauan Meranti yang belum dapat hadir karena masih menyelesaikan sejumlah kegiatan di luar daerah.


Menurutnya, haul tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang wafatnya seorang ulama, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenang jasa, perjuangan, keteladanan, serta nilai-nilai kebaikan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.


«“Haul merupakan momentum untuk mengenang jasa, perjuangan, keteladanan, dan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan oleh para ulama kepada generasi setelahnya,” ujarnya.»


Ia menilai Syekh Abdul Qodir Al-Jailani merupakan sosok ulama yang dikenal memiliki kedalaman ilmu, keteguhan iman, kesederhanaan, serta kepedulian terhadap umat.


“Beliau mengajarkan bahwa ilmu harus melahirkan amal, ibadah harus melahirkan akhlak, dan kecintaan kepada Allah SWT harus tercermin dalam kecintaan kepada sesama manusia,” katanya.


Suardi juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak berhenti menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun pengetahuan umum, serta memperkuat silaturahmi dan persaudaraan di tengah tantangan zaman.


“Mari kita belajar dan meneladani semangat perjuangan Syekh Abdul Qodir Jailani. Jangan pernah lelah menuntut ilmu agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Bersama kita membangun daerah dan mewujudkan Kepulauan Meranti yang unggul, agamis, dan sejahtera,” tuturnya.


Sementara itu, Camat Rangsang Barat Jefrizal mengingatkan masyarakat untuk turut menjaga kelestarian alam dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran dan menyulitkan petugas dalam melakukan pemadaman.


“Tidak akan bosan dan jenuh saya sampaikan, karena begitu sulit dan kasihan para petugas pemadam yang harus pulang pukul 2 malam setiap harinya demi mencegah api melebar ke mana-mana. Jadi dibutuhkan kesadaran, rasa simpati dan kepedulian kita bersama,” tegasnya.


Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti, para ulama dan tokoh agama, Camat Rangsang Barat beserta jajaran, kepala desa, serta jamaah dan masyarakat."****





LIPUTAN       :     NUR
EDITOR          :     REDAKSI

Pemkab Meranti Dorong Mustahik Naik Kelas, Rp219 Juta Disalurkan Lewat Program Meranti Makmur

Pemkab Meranti Dorong Mustahik Naik Kelas, Rp219 Juta Disalurkan Lewat Program Meranti Makmur




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mendorong penerima bantuan zakat untuk memanfaatkannya sebagai modal usaha agar mampu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.


Hal tersebut disampaikan Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Kepulauan Meranti, Atan Ibrahim, saat mewakili Bupati Kepulauan Meranti menghadiri penyerahan bantuan Program Meranti Makmur Baznas Kabupaten Kepulauan Meranti di Aula Baznas, Selatpanjang, Kamis (24/9/2026).


Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 33 mustahik menerima bantuan dengan total Rp219 juta melalui empat program pemberdayaan, yakni Z-Mart, Z-Chicken, Santri Preneur dan Single Parent.


Atan mengapresiasi Baznas Meranti yang terus mengembangkan program zakat tidak hanya untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendorong penerima manfaat agar mampu bangkit dan mandiri secara ekonomi.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Kepulauan Meranti yang menghadirkan program-program yang tidak hanya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan, tetapi juga mendorong untuk bangkit mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.


Menurutnya, bantuan yang diterima masyarakat hendaknya tidak dipandang sebagai pemberian semata, melainkan menjadi modal untuk membangun usaha dan membuka peluang ekonomi baru.


Ia pun berpesan kepada para penerima agar menggunakan bantuan secara amanah, mengelolanya dengan sungguh-sungguh dan terus mengembangkan usaha.


“Jangan takut untuk memulai dari kecil. Yang paling penting adalah kemauan untuk berusaha, disiplin dalam mengelola keuangan, menjaga kualitas produk dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” katanya.


Atan menegaskan, Pemkab Meranti ingin agar program pemberdayaan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kondisi ekonomi masyarakat.


“Kita ingin bantuan sosial tidak berhenti pada pemberian bantuan saja. Lebih dari itu, kita ingin membangun kemandirian ekonomi masyarakat sehingga semakin banyak keluarga yang mampu berdiri di atas kaki sendiri,” ujarnya.


Ia juga menyebut upaya tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha dan masyarakat.


“Pembangunan Meranti tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha dan seluruh masyarakat,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Mustafa, S.Ag., M.M., menjelaskan para penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan survei sesuai ketentuan Baznas.


Adapun bantuan yang disalurkan terdiri dari Z-Mart untuk 9 mustahik sebesar Rp63 juta, Z-Chicken untuk 6 mustahik sebesar Rp30 juta, Santri Preneur untuk 8 mustahik sebesar Rp56 juta, serta Single Parent untuk 10 mustahik sebesar Rp70 juta.


“Total bantuan yang diberikan pada pagi ini kepada penerima manfaat zakat sebesar Rp219 juta,” jelas Mustafa.


Ia mengatakan Baznas akan melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap pemanfaatan bantuan agar sesuai dengan tujuan program.


Mustafa berharap penerima bantuan dapat mengembangkan usahanya sehingga secara bertahap mampu meningkatkan kesejahteraan dan tidak lagi bergantung pada bantuan.


“Ketika ada pemantauan dari kami, jangan merasa risih. Itu memang tanggung jawab kami. Kita saling berkomunikasi dan berkolaborasi agar tujuan utama program ini betul-betul dapat terlaksana,” ujarnya.


Ia berharap para mustahik penerima manfaat tersebut nantinya dapat berkembang secara ekonomi hingga memiliki kemampuan menjadi muzaki atau pemberi zakat.


Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, Misyanto, S.Pd.I., turut menyampaikan bahwa zakat memiliki peran penting dalam membantu masyarakat sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi umat.


Ia mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk terus memperkuat kepedulian melalui zakat, infak dan sedekah. Sementara penerima bantuan diharapkan dapat memanfaatkannya secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.


Turut hadir jajaran Baznas Kabupaten  para mustahik penerima Program Meranti Makmur, penyuluh agama serta tamu undangan lainnya."****






LIPUTAN         :      NUR
EDITOR            :      REDA
BPJS Kesehatan Sosialisasikan Program JKN-KIS kepada Keluarga Besar Pujakesuma Meranti

BPJS Kesehatan Sosialisasikan Program JKN-KIS kepada Keluarga Besar Pujakesuma Meranti






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,      -
BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kepulauan Meranti menggelar sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bersama Paguyuban Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat Pujakesuma Kabupaten Kepulauan Meranti, Jalan Kuburan Cina, Kampung Baru, Kelurahan Selatpanjang Selatan Kecamatan Tebing tinggi, Kamis (24/9/2026). Sosialisasi diikuti pengurus serta keluarga besar Pujakesuma Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kepulauan Meranti, Ruriz Akbar PH, bersama perwakilan BPJS Kesehatan Dumai, Willy Galtieri dan Meryannc Toriharan.


Sementara dari jajaran Pujakesuma Kabupaten Kepulauan Meranti hadir Ketua Pujakesuma M. Yasir, S.Pd., bersama pengurus di antaranya Waluyo, S.Pd., Sutrisno, Rahmat Arifin, Agus Setiono, Ary dan Supriyadi.


Ketua Pujakesuma Kabupaten Kepulauan Meranti, M. Yasir, menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan yang telah memberikan kesempatan kepada keluarga besar Pujakesuma untuk mendapatkan pemahaman lebih mengenai pelaksanaan Program JKN.


Menurutnya, kegiatan sosialisasi tersebut penting karena masih terdapat masyarakat yang memiliki keterbatasan pemahaman mengenai kepesertaan maupun mekanisme pelayanan JKN.


“Untuk kesempatan ini saya mengajak kita semua mari kita manfaatkan untuk memperoleh penjelasan dan juga nanti kita dapat mempertanyakan program JKN yang dilaksanakan oleh pemerintah,” ujar M. Yasir dalam sambutannya.


Ia berharap peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik sehingga informasi yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi peserta yang hadir, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.


“Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi kita dan lingkungan kita,” katanya.


Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kepulauan Meranti, Ruriz Akbar PH, mengatakan sosialisasi tersebut menjadi ruang bagi BPJS Kesehatan untuk memberikan pemahaman secara terbuka mengenai hak dan kewajiban peserta JKN.


Ia menjelaskan, materi yang disampaikan mencakup hak dan kewajiban peserta, alur memperoleh pelayanan kesehatan, ketentuan mengenai pelayanan yang dijamin maupun yang tidak dijamin, serta dasar regulasi penyelenggaraan Program JKN.


“Nanti sama-sama kita akan mendengar bagaimana terkait program ini, bagaimana hak dan kewajiban kita sebagai peserta, kemudian bagaimana alur kita mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.


Selain penyampaian materi, BPJS Kesehatan juga membuka sesi diskusi. Peserta diberikan kesempatan menyampaikan pengalaman selama memperoleh pelayanan kesehatan, termasuk kendala maupun hambatan yang pernah dihadapi.


Ruriz mengatakan, forum tersebut diharapkan dapat menyamakan pemahaman masyarakat mengenai mekanisme pelayanan JKN sekaligus menjadi ruang bagi BPJS Kesehatan untuk menerima masukan dari peserta.


“Kita akan sampaikan secara luas dan terbuka. Kemudian nanti Bapak Ibu bisa memberikan masukan kepada kami terkait pengalaman-pengalaman selama ini mendapatkan pelayanan kesehatan,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Ruriz juga menyampaikan perkembangan kepesertaan JKN di Kabupaten Kepulauan Meranti. Dari sekitar 212 ribu penduduk, sekitar 97 persen di antaranya telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan aktif.


Ia mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif. Hal tersebut penting agar peserta dapat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan ketika membutuhkan.


BPJS Kesehatan juga memperkenalkan sejumlah kanal layanan digital yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi kepesertaan, termasuk untuk melakukan pengecekan status kepesertaan secara mandiri.


Ruriz menambahkan, status kepesertaan peserta yang iurannya ditanggung pemerintah juga dapat melalui proses validasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Karena itu, masyarakat diimbau untuk memastikan data kepesertaan dan anggota keluarga selalu sesuai serta mengetahui status kepesertaan masing-masing.


Melalui kegiatan sosialisasi bersama Pujakesuma tersebut, BPJS Kesehatan berharap pemahaman masyarakat terhadap Program JKN semakin baik, terutama terkait hak dan kewajiban peserta, prosedur pelayanan, serta berbagai kanal informasi dan layanan yang tersedia.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh tim BPJS Kesehatan Cabang Kepulauan Meranti dan BPJS Dumai serta sesi tanya jawab bersama keluarga besar Pujakesuma Kabupaten Kepulauan Meranti."****






LIPUTAN      :     RED
EDITOR         :    REDAKSI 

Kamis, 24 September 2026

Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani ke-887 Digelar di Rangsang, Pemda Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Ulama

Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani ke-887 Digelar di Rangsang, Pemda Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Ulama





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  — 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjadikan peringatan Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani ke-887 sebagai momentum memperkuat keimanan, ukhuwah Islamiyah serta meneladani akhlak dan perjuangan ulama.


Pesan tersebut disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Kepulauan Meranti, Tengku Arifin, saat menghadiri Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani ke-887 yang digelar Jam'iyyah Thoriqoh Al-Mu'tabaroh An-Nahdliyah Kecamatan Rangsang di Halaman Musholla Thoriqoh Babussalam, Desa Dwi Tunggal, Kecamatan Rangsang, Rabu (23/9/2026) malam.


Mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Tengku Arifin mengatakan, haul tidak sekadar menjadi kegiatan untuk mengenang wafatnya seorang ulama, tetapi juga menjadi sarana mengenang jasa, perjuangan, keteladanan dan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan kepada umat.


“Haul ini bukan sekadar mengenang wafatnya seorang ulama besar, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak, ilmu dan perjuangan beliau dalam menegakkan syariat Islam,” ujarnya.


Menurutnya, Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dikenal sebagai sosok ulama yang memiliki ketawadhuan, istiqamah dan kasih sayang kepada umat. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat dan menjalankan tugas pemerintahan.


Tengku Arifin juga mengajak masyarakat menjadikan keteladanan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dalam beribadah, berdakwah dan mengabdi kepada umat sebagai inspirasi untuk meningkatkan iman dan takwa.


“Ini adalah kesempatan bagi kita untuk memperkuat iman dan takwa, mempererat ukhuwah Islamiyah serta menjadikan ajaran beliau sebagai pedoman dalam membangun daerah menuju masyarakat yang religius, berakhlak mulia dan sejahtera,” katanya.


Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Selain memperkuat nilai-nilai keislaman, kegiatan tersebut juga dinilai dapat memperkokoh persaudaraan dan semangat kebersamaan.


“Melalui kegiatan semacam ini kita dapat memperkuat nilai-nilai keislaman, memperkokoh persaudaraan serta menumbuhkembangkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah,” ungkapnya.


Sementara itu, Ketua Pelaksana Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani ke-887, Muhammad Fadil, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, jamaah, tokoh agama, masyarakat, donatur serta pihak-pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.


Ia menyebut, kehadiran KH Ahmad Shaleh Ismail, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ali Magelang, Jawa Tengah, diharapkan dapat memberikan pencerahan sekaligus keberkahan bagi jamaah Thoriqoh Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Kecamatan Rangsang.


“Semoga kehadiran beliau bisa memberi pencerahan kepada kita semua dalam menjalankan aktivitas kita selaku jamaah ahli tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Kecamatan Rangsang,” ujarnya.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris DPRD Kepulauan Meranti, sejumlah anggota DPRD, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Irwanto, Sekretaris Dinas Perhubungan, Kapolsek Rangsang, Camat Rangsang beserta jajaran, Kepala KUA Rangsang, para kepala desa serta jamaah."****





LIPUTAN       :      NUR
EDITOR          :      REDAKSI 
KSP Bersama Pemprov Sumatera Utara, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Percepatan Penyelesaian Pembangunan Jalan Tol Binjai–Langsa

KSP Bersama Pemprov Sumatera Utara, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Percepatan Penyelesaian Pembangunan Jalan Tol Binjai–Langsa





KabarPesisirNews.Com
SUMATRA UTARA,      – 
Kantor Staf Presiden (KSP) bersama PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya), Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membahas penyelesaian sejumlah kendala dalam pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Binjai–Langsa pada Senin (21/09). Pertemuan ini bertujuan memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan serta mendukung kesiapan operasional ruas tol tersebut. Upaya ini sejalan dengan Asta Cita pemerintah dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur dan memperkuat konektivitas antardaerah.


Pertemuan dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan RI Dudung Abdurachman; Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution; Plt. Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Fadjar Dwi Wishnuwardhani; Tenaga Ahli Utama Bidang Infrastruktur dan Agraria/Pertanahan Armindo Dos Santos Soares; Plt. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur sekaligus Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian Pekerjaan Umum Dedy Gunawan; Direktur Konsolidasi Tanah dan Pengembangan Pertanahan Trias Wiriahadi; serta Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan.


Salah satu pembahasan utama ialah penyelesaian pengadaan tanah pada koridor Binjai–Pangkalan Brandan, khususnya di lokasi akses Pangkalan Brandan. Penyelesaian aspek tersebut perlu segera ditindaklanjuti agar pekerjaan konstruksi dapat dilaksanakan secara optimal sesuai kaidah teknis dan ketentuan yang berlaku.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Staf Kepresidenan RI Dudung Abdurachman mendorong agar JTTS Ruas Binjai–Langsa, khususnya koridor Binjai–Pangkalan Brandan, dapat memenuhi seluruh kaidah teknis jalan tol sebelum periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Hal ini penting untuk
memastikan keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan pengguna jalan.


Selain membahas koridor Binjai–Pangkalan Brandan, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Plt. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur turut memohon dukungan Kepala Staf Kepresidenan
terhadap kelanjutan pembangunan ruas Pangkalan Brandan–Langsa. Dukungan lintas kementerian dan
lembaga diperlukan agar berbagai aspek pembangunan dapat ditindaklanjuti secara terpadu.


Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan, menyampaikan bahwa Hutama Karya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menangani berbagai kendala di lapangan, termasuk aspek administrasi dan pengadaan tanah. “Terkait kondisi di lokasi akses Pangkalan Brandan, kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak
terkait. Dukungan dan sinergi antar-pemangku kepentingan diperlukan agar penyelesaian konstruksi di
lokasi tersebut dapat kami laksanakan sesuai kaidah teknis dan ketentuan yang berlaku,” ujar Iwan.


Jalan Tol Binjai–Langsa direncanakan memiliki panjang sekitar 130,7 kilometer dan terbagi menjadi lima seksi, yakni Seksi 1 Binjai–Stabat, Seksi 2 Stabat–Tanjung Pura, Seksi 3 Tanjung Pura–Pangkalan Brandan, Seksi 4 Pangkalan Brandan–Kuala Simpang, serta Seksi 5 Kuala Simpang–Langsa. Dari keseluruhan koridor tersebut, sekitar 57,5 kilometer hingga Pangkalan Brandan telah beroperasi.


Sementara itu, pembangunan menuju Kuala Simpang dan Langsa terus dipersiapkan untuk melanjutkan konektivitas JTTS dari Sumatra Utara menuju Aceh. Apabila telah tersambung hingga Langsa, jalan tol ini akan memperkuat integrasi jaringan transportasi di wilayah utara Pulau Sumatera. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu
perjalanan, memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa, sekaligus membuka akses yang lebih luas menuju pusat-pusat kegiatan ekonomi di sepanjang koridor Sumatera Utara–Aceh. Kelanjutan pembangunan ruas ini turut mendukung Asta Cita pemerintah untuk mendorong pemerataan ekonomi antardaerah."****






LIPUTAN        :      RED
EDITOR           :     REDAKSI 
Satlantas Polres Meranti Kedepankan Teguran Humanis, Pengendara Tak Pakai Helm Diberi Edukasi

Satlantas Polres Meranti Kedepankan Teguran Humanis, Pengendara Tak Pakai Helm Diberi Edukasi




KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,      – 
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kepulauan Meranti menggelar kegiatan teguran humanis terhadap pengendara sepeda motor yang kedapatan melanggar aturan lalu lintas. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Pramuka, Kecamatan Tebing Tinggi, Selatpanjang, Kamis (24/9/2026) sore.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB itu dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Kepulauan Meranti AKP Sardianto, SE, atas arahan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K.


Teguran diberikan sebagai langkah preventif dan edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas. Petugas mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan pemahaman kepada pengendara mengenai pentingnya keselamatan di jalan.


"Kami melaksanakan kegiatan pemberian teguran humanis kepada pengendara sepeda motor yang tidak sesuai dengan ketentuan berlalu lintas, khususnya yang tidak menggunakan helm," kata AKP Sardianto.


Dalam pelaksanaannya, personel Satlantas menghentikan sejumlah pengendara yang kedapatan tidak menggunakan helm, tidak membawa kelengkapan surat kendaraan, maupun melakukan pelanggaran kasatmata lainnya.


Alih-alih langsung melakukan penindakan tilang, petugas memberikan teguran secara humanis sekaligus edukasi agar pengendara memahami risiko dan pentingnya menaati peraturan lalu lintas.


"Kami mengimbau agar masyarakat menggunakan helm dan mematuhi peraturan berlalu lintas. Helm bukan hanya untuk menghindari petugas, tetapi untuk keselamatan diri sendiri," ujarnya.


Menurut Sardianto, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar, terutama pada waktu yang berpotensi terjadi peningkatan aktivitas kendaraan di wilayah Kota Selatpanjang.


Pendekatan humanis yang dilakukan petugas mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pengendara yang diberikan teguran mengakui kelalaiannya dan menyatakan akan lebih tertib dalam berkendara.


Polres Kepulauan Meranti menyatakan kegiatan serupa akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.


Dengan meningkatnya kepatuhan pengguna jalan, kepolisian berharap potensi pelanggaran sekaligus risiko kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, sehingga keamanan dan keselamatan pengguna jalan di wilayah Kepulauan Meranti semakin terjaga."****






SUMBER      :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR         :    REDAKSI 
Restorasi Gambut Pulau Tebing Tinggi Diperkuat, Pemangku Kepentingan Deklarasikan Komitmen Bersama

Restorasi Gambut Pulau Tebing Tinggi Diperkuat, Pemangku Kepentingan Deklarasikan Komitmen Bersama






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Upaya menjaga kelestarian ekosistem gambut di Pulau Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, diperkuat melalui penandatanganan Naskah Kesepakatan Kerja Sama dan Deklarasi Bersama Restorasi Gambut Pulau Tebing Tinggi.


Kegiatan yang digelar di halaman Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kamis (24/9/2026), tersebut dihadiri Camat Tebing Tinggi Barat Rinaldi, S.H., M.Si., serta sejumlah pemangku kepentingan dari Kecamatan Tebing Tinggi Barat dan Tebing Tinggi Timur.


Penandatanganan dan deklarasi bersama tersebut dilaksanakan oleh PT Meranti Foresta Jore (MFJ) sebagai bagian dari upaya membangun sinergi dalam menjaga dan memulihkan ekosistem gambut di Pulau Tebing Tinggi.


Turut hadir Direktur Utama PT Meranti Foresta Jore, Dr. Ade Fatima Meyliala, Kepala Kantor MFJ Selatpanjang Husni Gamal, Tim Ahli MFJ Dr. Zuli Isnaini dan Ir. Kusnadi, M.Si., Camat Tebing Tinggi Timur Marzlin Jamal, S.KM., perwakilan LAM Riau Kabupaten Kepulauan Meranti diwakili Datuk Musdar, S.Pd, Ketua LAM Riau Kecamatan Tebing Tinggi Barat Datuk Hamdan, para sekretaris kecamatan, kepala desa dari Kecamatan Tebing Tinggi Barat dan Tebing Tinggi Timur, serta jajaran kelompok kerja restorasi dari delapan desa.


Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Meranti Foresta Jore Dr. Ade Fatima Meyliala mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian dan kerja sama berbagai pihak dalam menjaga keberlangsungan ekosistem gambut di Pulau Tebing Tinggi.


Ia menjelaskan, MFJ telah melakukan penelusuran dan kajian terhadap kondisi Pulau Tebing Tinggi sejak 2022. Kajian tersebut dilakukan bersama tim dan sejumlah pihak terkait untuk melihat kondisi lingkungan serta tingkat kerentanan ekosistem gambut di kawasan tersebut.


Menurut Ade, berdasarkan kajian yang dilakukan, Pulau Tebing Tinggi menghadapi sejumlah tantangan lingkungan, termasuk ancaman kebakaran, masuknya air laut, serta aktivitas manusia yang berpotensi meningkatkan kerentanan kawasan gambut.


"Pulau ini luasnya sekitar 136 ribu hektare, mencakup Tebing Tinggi Timur dan Tebing Tinggi Barat. Kita melihat ada tingkat kerentanan yang perlu menjadi perhatian bersama," ujar Ade dalam sambutannya.


Ia menekankan bahwa karakteristik gambut di Pulau Tebing Tinggi memiliki nilai ekologis yang penting. Karena itu, upaya menjaga kawasan tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, tokoh adat, kelompok masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.


Ade juga mengingatkan pentingnya menjaga Pulau Tebing Tinggi dari berbagai aktivitas yang dapat memperbesar kerusakan ekosistem gambut. Menurutnya, keberlanjutan pulau tersebut berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat yang menggantungkan aktivitas sosial dan ekonominya pada lingkungan sekitar.


Sementara itu, Camat Tebing Tinggi Barat Rinaldi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kerja sama dan deklarasi restorasi gambut merupakan langkah penting dalam memperkuat kepedulian terhadap lingkungan di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi Barat dan Pulau Tebing Tinggi secara keseluruhan.


Rinaldi juga menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar yang belum dapat hadir karena sedang dalam perjalanan kembali ke Selatpanjang setelah mengikuti agenda di Batam.


"Atas nama pemerintah kecamatan, kami mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya. Hari ini kita dapat bersilaturahmi sekaligus mengikuti penandatanganan naskah kerja sama dan deklarasi bersama restorasi gambut Pulau Tebing Tinggi," kata Rinaldi.


Ia berharap kerja sama tersebut dapat dilanjutkan melalui langkah-langkah konkret di lapangan, termasuk penguatan peran masyarakat dan kelompok kerja restorasi yang berada di desa-desa.


"Kami menyambut baik kedatangan rombongan PT Meranti Foresta Jore. Kondisi di wilayah kami tentu masih memiliki berbagai kekurangan dan kelebihan, sehingga kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan," ujarnya.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai kondisi ekosistem gambut, rencana restorasi, serta langkah kolaboratif yang dapat dilakukan oleh para pihak.


Melalui kesepakatan dan deklarasi bersama tersebut, para pihak diharapkan dapat membangun komitmen jangka panjang dalam menjaga fungsi ekologis gambut, mencegah kerusakan lingkungan, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya restorasi di Pulau Tebing Tinggi.


Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti yang memiliki kawasan gambut dengan karakteristik ekologis yang khas."****






LIPUTAN         :     RED
EDITOR            :    REDAKSI