Senin, 21 September 2026

LAMR Kepulauan Meranti Gelar Tepung Tawar Kenang Jasa Tim Mabes TNI Tangani Karhutla

LAMR Kepulauan Meranti Gelar Tepung Tawar Kenang Jasa Tim Mabes TNI Tangani Karhutla






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Majelis Tepung Tawar Tamu Kehormatan sekaligus penyerahan Anugerah Kenangan Jasa kepada Laksamana Pertama TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S., beserta rombongan Tim Mabes TNI.


Prosesi adat tersebut berlangsung khidmat di Balai Adat LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang, Senin (21/9/2026).


Kegiatan itu menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih masyarakat Melayu Kepulauan Meranti atas dedikasi Tim Mabes TNI selama menjalankan tugas, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Riau.


Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Asisten III Setdakab Meranti Atan Ibrahim, M.Pd., Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., Datok Timbalan Adat LAMR Meranti Drs. Idham Syuib, Danramil 02 Tebing Tinggi Kapten A. RH Efri Hardin Nasution beserta jajaran, rombongan Mabes TNI, serta para datuk dan puan pengurus LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti.


Prosesi dimulai dengan pemasangan tanjak kepada tamu kehormatan, dilanjutkan Tepuk Tepung Tawar di pelaminan adat LAMR dan penyerahan Anugerah Kenangan Jasa.


Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Laksamana Pertama TNI dr. Imam Hidayat beserta tim yang telah menjalankan tugas penanganan karhutla di Meranti.


Menurutnya, persoalan kerusakan lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan serta abrasi, menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.


“Terima kasih kami ucapkan kepada Laksma TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S. Kami memberikan apresiasi karena telah berjibaku memadamkan api, khususnya di Meranti dan umumnya di Riau,” ujar Datuk Seri Afrizal Cik.


Ia menyebut, karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai persoalan bagi kesehatan masyarakat.


“Karena itu, inilah yang kami apresiasi kepada Laksma dan tim. Kami memang membutuhkan kehadiran Tuan Laksamana di sini, termasuk edukasi-edukasi dalam upaya penanganan karhutla,” katanya.


Datuk Seri Afrizal Cik juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan rombongan Mabes TNI ke Balai Adat LAMR Meranti. 


Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap masyarakat sekaligus penghormatan terhadap adat dan budaya Melayu di Kepulauan Meranti.


“Kami juga mohon maaf apabila dalam memberikan pelayanan masih ada kekurangan. Dalam waktu yang singkat ini kami berupaya memberikan yang terbaik. Ibarat kata pepatah Melayu, ‘Tak ada rotan, akar pun jadi’,” ucapnya.


Pemkab Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat


Sementara itu, Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti Atan Ibrahim, M.Pd., yang mewakili Bupati Meranti, menyampaikan salam dan permohonan maaf Bupati yang belum dapat hadir secara langsung karena sedang menyambut kepulangan peserta MTQ Provinsi Riau.


Atan menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kepada Tim Mabes TNI atas dukungan dan perhatian dalam penanganan karhutla di daerah tersebut.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Pemerintah Pusat kepada daerah kami,” ujarnya.


Menurut Atan, kunjungan dan penugasan Tim Mabes TNI di Meranti memiliki arti penting, tidak hanya dalam penanganan karhutla, tetapi juga dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.


“Kami berharap kunjungan ini semakin memperkuat sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mencegah dan menangani karhutla secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan,” katanya.


Ia mengajak seluruh pihak bersama-sama menjaga lingkungan dan wilayah Kepulauan Meranti.


“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Mari kita bersama-sama menjaga bumi Melayu ini agar tetap aman, nyaman dan lestari untuk generasi yang akan datang,” ungkapnya.


Atan kemudian menutup sambutannya dengan pantun:


Pergi ke hutan mencari rotan,
Rotan dibawa ke tanah seberang.
Mari bersama kita tingkatkan penanganan,
Agar Meranti aman, masyarakat pun tenang.


Imam Hidayat: Tepung Tawar Menjadi Doa dan Restu


Laksamana Pertama TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S., menyampaikan rasa terima kasih kepada LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti atas sambutan dan penghormatan yang diberikan kepada dirinya bersama Tim Mabes TNI.


Menurutnya, prosesi Tepung Tawar yang diberikan LAMR menjadi sebuah kehormatan sekaligus doa dan restu dalam menjalankan tugas selanjutnya.


“Terima kasih kepada LAMR Meranti atas sambutannya kepada tim kami di Kabupaten Kepulauan Meranti. Ini sungguh luar biasa, terutama ucapan terima kasih yang tiada kiranya kepada Datuk Seri Afrizal Cik. Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami, khususnya saya dan tim penanganan karhutla yang langsung menerima mandat dari Panglima TNI,” kata Imam.


Ia juga menyampaikan terima kasih atas nama Panglima TNI kepada seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah daerah yang telah mendukung pelaksanaan tugas selama lebih dari satu bulan di Meranti.


“Atas nama Bapak Panglima TNI, kami mengucapkan terima kasih atas sambutan dan layanan selama kami bertugas lebih dari satu bulan,” ujarnya.


Imam mengakui medan tugas di Kepulauan Meranti memiliki tantangan tersendiri. Namun, menurutnya, berbagai pengalaman selama berada di daerah tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas penanggulangan karhutla.


“Walaupun medan tugas di Meranti ini sangat berat, kami mengambil banyak pengalaman dalam upaya melancarkan tugas mulia dalam tahapan penanggulangan. Alhamdulillah, Meranti sangat baik dan ini bukan hanya kerja kami, tetapi kerja kita semua,” katanya.


Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian karhutla merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah hingga masyarakat.


“Penanggulangan dan pemadaman ini adalah keberhasilan kita bersama. Terima kasih juga kepada Ketua Adat Melayu Datuk Seri Afrizal Cik dan jajaran. Kami mengakui bahwa ini merupakan salah satu dasar kejayaan di daerah ini,” ungkapnya.


Imam juga memberikan apresiasi terhadap keramahan masyarakat Meranti selama dirinya dan tim menjalankan tugas.


“Saya baru lebih dari satu bulan di Kabupaten Kepulauan Meranti, tetapi luar biasa pelayanan, keramahan, sopan santun dan tata kramanya. Saya mengucapkan terima kasih,” tuturnya.


Menurut Imam, prosesi Tepung Tawar yang dilakukan LAMR bukan sekadar seremoni adat, melainkan memiliki makna spiritual berupa doa dan restu bagi dirinya serta tim dalam melanjutkan tugas.


“Prosesi Tepung Tawar ini bukan hanya sebagai adat, tetapi merupakan doa buat kami untuk bertugas ke depannya. Doa dan keberkahan ini akan kami bawa di mana pun kami bertugas,” katanya.


Ia berkomitmen menjaga amanah yang diberikan dan terus membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam setiap penugasan.


“Insyaallah amanah ini kami jaga di mana kami bertugas, bersinergi, mengayomi dan mengamankan. Kami juga mohon doa restunya karena kami mohon pamit kembali ke Markas Besar TNI untuk menunggu penugasan lebih lanjut,” ujar Imam.


Menutup sambutannya, Imam menyampaikan pantun:


Air tepung tawar harum baunya,
Daun setawar penyejuk jiwa.
Doa dan restu dari tetua adat Melayu dan masyarakatnya,
Yang kami cintai sudah kami semat di dada.


Prosesi Tepung Tawar tersebut kemudian menjadi simbol penghormatan, doa dan ungkapan terima kasih LAMR serta masyarakat Kepulauan Meranti kepada Tim Mabes TNI atas pengabdian selama menjalankan tugas penanganan karhutla di wilayah tersebut."****






LIPUTAN        :     REDAKSI
EDITOR           :     REDAKSI
Tepung Tawar LAMR Kepulauan Meranti untuk Laksma Imam Hidayat: Terima Kasih Telah Hadir Tangani Karhutla

Tepung Tawar LAMR Kepulauan Meranti untuk Laksma Imam Hidayat: Terima Kasih Telah Hadir Tangani Karhutla






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,   -
Suasana khidmat menyelimuti Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (21/9/2026).


Di tempat itu, LAMR Kepulauan Meranti memberikan penghormatan khusus kepada Laksamana Pertama TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S., beserta rombongan Tim Mabes TNI melalui prosesi Majelis Tepung Tawar Tamu Kehormatan dan penyerahan Anugerah Kenangan Jasa.


Prosesi adat tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi Laksma Imam Hidayat bersama tim selama lebih dari satu bulan menjalankan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Bukan sekadar seremoni adat, Tepung Tawar yang diberikan LAMR dimaknai sebagai doa, restu dan ungkapan terima kasih masyarakat Melayu kepada para prajurit yang telah menjalankan tugas di tengah beratnya medan karhutla.


Kegiatan berlangsung di Balai Adat LAMR Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang, dan dihadiri Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Asisten III Setdakab Meranti Atan Ibrahim, M.Pd., Ketua Umum DPH LAMR Kepulauan Meranti Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., Datok Timbalan Adat LAMR Meranti Drs. Idham Syuib, Danramil 02 Tebing Tinggi Kapten A. RH Efri Hardin Nasution beserta jajaran, rombongan Mabes TNI, serta para datuk dan puan pengurus LAMR.


Prosesi diawali dengan pemasangan tanjak kepada tamu kehormatan, kemudian dilanjutkan dengan Tepuk Tepung Tawar di pelaminan adat LAMR dan penyerahan Anugerah Kenangan Jasa.


LAMR: Kami Memang Butuh Kehadiran Tuan Laksamana


Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti Datuk Seri Afrizal Cik menyampaikan penghargaan tinggi kepada Laksma Imam Hidayat dan seluruh Tim Mabes TNI yang telah terlibat langsung dalam penanganan karhutla di Meranti.


Ia mengatakan, persoalan lingkungan di Kepulauan Meranti bukan perkara sederhana. Selain karhutla, wilayah pesisir tersebut juga menghadapi ancaman abrasi yang berdampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.


“Terima kasih kami ucapkan kepada Laksma TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S. Kami memberikan apresiasi karena telah berjibaku memadamkan api, khususnya di Meranti dan umumnya di Riau,” ujar Datuk Seri Afrizal Cik.


Menurutnya, karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Karena itu, kehadiran Tim Mabes TNI di Meranti dinilai memberikan arti penting, baik dalam penanganan kebakaran maupun penguatan edukasi kepada masyarakat.


“Kami memang membutuhkan kehadiran Tuan Laksamana di sini. Kami berterima kasih atas jasa dan peran yang telah dilakukan selama menjalankan tugas di daerah ini. Kami juga membutuhkan edukasi-edukasinya,” katanya.


Datuk Seri Afrizal Cik juga mengapresiasi kunjungan rombongan Mabes TNI ke Balai Adat LAMR Meranti.


Menurutnya, kunjungan tersebut bukan hanya berkaitan dengan tugas kedinasan, tetapi sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap keberadaan adat dan budaya Melayu di Kepulauan Meranti.


“Kami juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan rombongan Mabes TNI ke Balai Adat LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti. Ini menjadi tanda turut peduli terhadap kelestarian adat dan budaya di daerah kami,” ujarnya.


Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf apabila pelayanan yang diberikan selama kunjungan masih terdapat kekurangan.


“Dalam waktu yang singkat ini kami berupaya memberikan yang terbaik. Ibarat kata pepatah Melayu, tak ada rotan, akar pun jadi,” ucapnya.


Pemkab Meranti: Karhutla Harus Ditangani Bersama


Sementara itu, Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti Atan Ibrahim, M.Pd., yang mewakili Bupati Meranti, menyampaikan salam dan permohonan maaf Bupati yang belum dapat hadir karena sedang menyambut kepulangan peserta MTQ Provinsi Riau.


Atan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Laksma Imam Hidayat beserta Tim Mabes TNI atas perhatian dan dukungan dalam penanganan karhutla.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Pemerintah Pusat kepada daerah kami,” kata Atan.


Menurutnya, penugasan Tim Mabes TNI di Meranti memiliki arti penting dalam memperkuat sinergi penanganan karhutla sekaligus mendukung aspek pertahanan dan keamanan di wilayah terluar Indonesia.


“Kami berharap kunjungan ini semakin memperkuat sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam mencegah dan menangani karhutla secara cepat, terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya.


Atan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan Kepulauan Meranti.


“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Mari kita bersama-sama menjaga bumi Melayu ini agar tetap aman, nyaman dan lestari untuk generasi yang akan datang,” katanya.


Ia menutup sambutannya dengan pantun:
Pergi ke hutan mencari rotan,
Rotan dibawa ke tanah seberang.
Mari bersama kita tingkatkan penanganan,
Agar Meranti aman, masyarakat pun tenang.


Laksma Imam: Ini Bukan Hanya Kerja Kami, Tapi Kerja Kita Semua


Mendapat penghormatan melalui prosesi adat Tepung Tawar, Laksma TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S., mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan LAMR Meranti.


Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran LAMR, pemerintah daerah, TNI, Polri dan masyarakat yang telah memberikan dukungan selama Tim Mabes TNI menjalankan tugas.


“Terima kasih kepada LAMR Meranti atas sambutannya kepada tim kami di Kabupaten Kepulauan Meranti. Ini sungguh luar biasa. Terutama kepada Datuk Seri Afrizal Cik, ini suatu kehormatan bagi kami,” ujar Imam.


Ia menjelaskan bahwa dirinya bersama tim menjalankan tugas penanganan karhutla berdasarkan mandat Panglima TNI.


“Atas nama Bapak Panglima TNI, kami mengucapkan terima kasih atas sambutan dan layanan selama kami bertugas lebih dari satu bulan,” katanya.


Imam mengakui medan tugas di Kepulauan Meranti memiliki tantangan tersendiri. Namun, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas penanggulangan karhutla.


“Walaupun medan tugas di Meranti ini sangat berat, kami mengambil banyak pengalaman dalam upaya melancarkan tugas mulia dalam tahapan penanggulangan,” ujarnya.


Ia menegaskan, pengendalian karhutla di Meranti bukanlah hasil kerja satu institusi.


“Alhamdulillah, Meranti sangat baik. Dan ini bukan hanya kerja kami, tapi kita semua. Penanggulangan dan pemadaman sehingga Meranti tidak ada lagi titik apinya,” ungkap Imam.


Ia juga memberikan apresiasi kepada Datuk Seri Afrizal Cik beserta jajaran LAMR yang dinilainya turut menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan penanganan karhutla di daerah tersebut.


“Kami mengakui ini merupakan dasar kejayaan di daerah ini,” katanya.


Selama lebih dari satu bulan berada di Meranti, Imam mengaku mendapatkan kesan mendalam terhadap masyarakat setempat.


“Saya baru satu bulan lebih di Kabupaten Kepulauan Meranti, luar biasa pelayanan, ramah tamah, sopan santun dan tata kramanya. Saya mengucapkan terima kasih,” tuturnya.


Tepung Tawar Jadi Bekal Doa Sebelum Kembali ke Mabes TNI


Bagi Imam, prosesi Tepung Tawar yang dilakukan LAMR memiliki makna lebih dari sekadar tradisi adat.


Ia memandang prosesi tersebut sebagai doa dan restu sebelum kembali melanjutkan pengabdian pada penugasan berikutnya.


“Prosesi Tepung Tawar ini bukan sekadar adat, tetapi doa buat kami untuk bertugas ke depannya. Doa dan keberkahan ini akan kami bawa di mana kami bertugas,” kata Imam.


Ia berjanji akan menjaga amanah yang diberikan dan terus mengedepankan sinergi dalam setiap penugasan.


“Insyaallah amanah ini kami jaga di mana kami bertugas, bersinergi, mengayomi dan mengamankan,” ujarnya.


Imam kemudian menyampaikan bahwa dirinya bersama tim akan kembali ke Markas Besar TNI sembari menunggu penugasan selanjutnya.


“Kami mohon doa restunya karena kami mohon pamit kembali ke Markas Besar TNI untuk menunggu penugasan lebih lanjut,” katanya.


Sebelum mengakhiri sambutan, Imam menyampaikan sebuah pantun yang sekaligus menjadi penutup penuh makna dari prosesi Tepung Tawar tersebut:


Air tepung tawar harum baunya,
Daun setawar penyejuk jiwa.
Doa dan restu dari tetua adat Melayu dan masyarakatnya,
Yang kami cintai sudah kami semat di dada.


Prosesi tersebut pun menjadi simbol perpisahan yang sarat makna penghormatan dari masyarakat Melayu Kepulauan Meranti kepada para prajurit yang telah bertugas, sekaligus doa agar pengabdian mereka di tempat berikutnya senantiasa mendapat keselamatan dan keberkahan."****






LIPUTAN        :     REDAKSI
EDITOR           :     REDAKSI
LAMR Kepulauan Meranti Gelar Sembang Budaya, Kupas Tata Adat Pengantin Melayu untuk Juru Andam dan Guru Muatan Lokal Budaya Melayu

LAMR Kepulauan Meranti Gelar Sembang Budaya, Kupas Tata Adat Pengantin Melayu untuk Juru Andam dan Guru Muatan Lokal Budaya Melayu






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,     -
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Sembang Budaya Tata Adat Pengantin Melayu di Balai Adat LAMR Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang, Ahad (20/9/2026).


Kegiatan yang mengangkat tema “Adab Buka Pintu, Tata Sambut Pantun dan Tepung Tawar” tersebut menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat pemahaman sekaligus melestarikan tata adat dan budaya Melayu, khususnya dalam rangkaian adat perkawinan Melayu Riau.


Sembang Budaya dibuka oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si.


Kegiatan tersebut turut diikuti para Juru Andam serta guru-guru Muatan Lokal (Mulok) Budaya Melayu di Kecamatan Tebingtinggi. Pelaksanaannya juga bekerja sama dengan PGRI Kecamatan Tebingtinggi.


Dalam kesempatan tersebut, Ketua PGRI Kecamatan Tebingtinggi, Hj. Nuryaningsih, S.Pd., menyampaikan sambutan pembuka dan menekankan pentingnya sinergi antara lembaga adat dan dunia pendidikan dalam menjaga keberlangsungan budaya Melayu.


Sementara itu, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Asnawi Nazar, S.Pi., tampil sebagai narasumber utama.


Menggali Makna di Balik Tata Adat Perkawinan Melayu


Dalam pemaparannya, Datuk Seri Asnawi Nazar menjelaskan bahwa adat perkawinan Melayu bukan sekadar rangkaian seremoni. Di dalamnya terdapat nilai-nilai kehidupan yang berkaitan dengan adab, doa, penghormatan kepada orang tua, marwah keluarga, silaturahmi serta kehidupan bermasyarakat.


Ia memaparkan bahwa rangkaian adat sebelum perkawinan antara lain meliputi merisik, merasi, meminang, mengantar tanda dan hantaran belanja.


Merisik merupakan proses untuk mengetahui keadaan calon pengantin, baik melalui keluarga maupun orang-orang terdekat. Selanjutnya terdapat proses merasi untuk menakar keserasian kedua calon.


Apabila proses tersebut berjalan baik dan calon perempuan belum berpunya, maka dilanjutkan dengan prosesi meminang.


Tahapan berikutnya adalah mengantar tanda. Dalam prosesi tersebut, pihak keluarga laki-laki membawa tepak sirih, bunga rampai, cincin ikatan dan sejumlah barang pengiring.


Pada kesempatan itu, kedua keluarga juga membicarakan waktu pelaksanaan hantaran belanja, hari pernikahan serta berbagai kesepakatan yang berkaitan dengan pelaksanaan perkawinan.


Sementara itu, dalam rangkaian saat perkawinan, terdapat sejumlah prosesi adat, antara lain menegak bangsal, menggantung, berinai, berandam, mandi tolak bala, akad nikah, tepung tawar, khatam Al-Qur’an, bersanding, makan beradab dan mandi taman.


Tepung Tawar Sarat Makna


Salah satu materi yang mendapat perhatian dalam Sembang Budaya adalah prosesi tepung tawar.


Datuk Seri Asnawi menjelaskan, tepung tawar memiliki makna sebagai bentuk doa dan restu bagi keselamatan serta keberkahan pengantin dalam menjalani kehidupan berumah tangga.


Berbagai perlengkapan yang digunakan dalam prosesi tersebut juga memiliki makna simbolis.


Tepung atau bedak melambangkan ketenangan dalam menghadapi kehidupan. Beras kunyit berkaitan dengan kemurahan rezeki, kemuliaan, marwah dan kesuburan. Sementara beras basuh melambangkan kesucian diri, kebersihan hati serta pemutihan niat dalam menjalani kehidupan.


Bunga rampai dimaknai sebagai keharuman nama dan marwah keluarga, kekompakan serta keberagaman. Sedangkan air percung melambangkan kesejukan dan kesucian hati.


Dalam prosesi tepung tawar, pejawat atau pihak yang melakukan penepukan dapat berasal dari unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun imam atau ustaz yang memimpin doa.


Setelah prosesi tepung tawar, rangkaian adat dapat dilanjutkan dengan al-Barzanji, serakal atau bardah, sesuai dengan tradisi yang dilaksanakan.


Adab Buka Pintu dan Tata Sambut Pantun


Selain tepung tawar, Sembang Budaya juga membahas adab buka pintu dan tata sambut pantun sebagai bagian dari tata cara penyambutan dalam adat perkawinan Melayu.


Dalam tradisi Melayu, penyambutan rombongan pengantin maupun tamu tidak dilakukan secara sembarangan. Terdapat tata cara, bahasa, sikap dan penggunaan pantun yang mencerminkan sopan santun serta penghormatan terhadap tamu dan keluarga yang datang.


Adab tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pantun dalam budaya Melayu bukan hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media komunikasi yang mengandung pesan, penghormatan dan nilai-nilai kesantunan.


Juru Andam dan Guru Punya Peran Strategis


Kehadiran Juru Andam dan guru Muatan Lokal Budaya Melayu menjadi bagian penting dalam Sembang Budaya tersebut.


Juru Andam memiliki keterkaitan langsung dengan pelaksanaan berbagai prosesi adat perkawinan. Sementara guru Muatan Lokal memiliki peran dalam memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai budaya Melayu kepada generasi muda melalui lingkungan pendidikan.


Karena itu, penguatan pemahaman terhadap tata adat dinilai penting agar pengetahuan budaya tidak berhenti pada pelaksanaan seremoni, tetapi dapat diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi berikutnya.


Datuk Seri Asnawi juga memaparkan sejumlah tahapan pasca-pernikahan, di antaranya sujud sembah kepada mertua dan hari berkunjung.


Sujud sembah merupakan bentuk penghormatan kepada orang tua dan keluarga. Sementara hari berkunjung menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan pasangan pengantin kepada keluarga dan orang-orang yang dituakan.


Makna Makan Beradab dan Mandi Taman


Makan beradab antara lain menjadi bagian dari pendidikan bagi pasangan pengantin mengenai hubungan dalam rumah tangga sekaligus penghormatan kepada orang tua.


Sedangkan mandi taman dimaknai sebagai permohonan kepada Allah SWT agar pasangan pengantin memperoleh keberkahan, keselamatan dan kebahagiaan dalam kehidupan dunia dan akhirat.


Adat Melayu Harus Dipahami, Bukan Sekadar Dilaksanakan


Melalui Sembang Budaya tersebut, LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti bersama PGRI Kecamatan Tebingtinggi mempertemukan unsur adat dan pendidikan dalam satu ruang pembelajaran budaya.


Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman para Juru Andam dan guru terhadap tata adat pengantin Melayu sekaligus memperluas ruang pewarisan pengetahuan budaya kepada generasi muda.


Dengan demikian, adat Melayu tidak hanya dipertahankan sebagai rangkaian seremoni dalam sebuah perkawinan, tetapi juga tetap hidup melalui pemahaman terhadap adab, sopan santun, penghormatan kepada orang tua, silaturahmi, doa, marwah keluarga dan nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya.


Sembang Budaya tersebut menjadi salah satu langkah LAMR Kepulauan Meranti dalam menjaga agar warisan adat Melayu tetap dipahami, diamalkan dan diwariskan dari generasi ke generasi."****






LIPUTAN       :    RED
EDITOR          :    REDAKSI
Komunitas Pelari Kampong Sukses Gelar POCARI SWEAT Run Indonesia 2026 di Selatpanjang

Komunitas Pelari Kampong Sukses Gelar POCARI SWEAT Run Indonesia 2026 di Selatpanjang






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    — 
Suasana Minggu (20/9/2026) pagi di Selatpanjang berlangsung semarak. Ratusan pelari dari berbagai kalangan memadati pelataran Tetra Coffee, Grand Meranti Hotel, untuk mengikuti Mini Offline POCARI SWEAT Run Indonesia 2026 Selatpanjang Series.


Perhelatan yang digelar Komunitas Pelari Kampong tersebut merupakan bagian dari rangkaian Mini Offline Pocari Sweat Run Indonesia 2026 yang berlangsung serentak di sekitar 132 kota di Indonesia pada hari yang sama.


Mengusung konsep fun run, kegiatan ini terbuka bagi anggota komunitas, pelari dari komunitas lain, maupun masyarakat umum. Ketua Komunitas Pelari Kampong, Candra, mengatakan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan diperkirakan mencapai sekitar 150 pelari, termasuk peserta yang hadir tanpa melakukan registrasi sebelumnya.


“Kalau dihitung teman-teman yang ikut dengan dan tanpa registrasi, diperkirakan sekitar 150 pelari yang ikut berlari pagi ini. Sebagian lainnya juga ikut menyemarakkan kegiatan secara berkelompok di luar barisan utama,” ujarnya.


Peserta dapat memilih tiga kategori jarak, yakni 3 kilometer, 5 kilometer, dan 10 kilometer. Kegiatan ini tidak menerapkan sistem podium maupun pengalungan medali karena dikemas sebagai ajang lari bersama yang mengutamakan kebugaran, pengalaman, dan kebersamaan.


Candra mengatakan keterlibatan berbagai kalangan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Komunitas Pelari Kampong untuk memperkenalkan olahraga lari kepada masyarakat secara lebih luas.


“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus mendorong masyarakat untuk gemar berolahraga. Lari bukan hanya soal mengejar waktu, tetapi juga menjaga kesehatan dan membangun silaturahmi,” katanya.


Melalui kegiatan tersebut, Selatpanjang turut menjadi bagian dari ajang Pocari Sweat Run Indonesia 2026. Bagi Komunitas Pelari Kampong, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarpelari dan mendorong semakin berkembangnya olahraga lari di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, didampingi Kasat Reskrim IPTU M. Iqbalul Fikri beserta jajaran kepolisian setempat.


Para peserta kemudian menyelesaikan rute masing-masing dengan penuh semangat. Kegiatan berlangsung dalam suasana meriah dan hangat, sekaligus memperlihatkan antusiasme masyarakat Selatpanjang terhadap olahraga lari."****





LIPUTAN       :       REDAKSI
EDITOR         :       REDAKSI

Minggu, 20 September 2026

Hendriko Lubis - Yang Dipertaruhkan di KONI Aceh Tamiang Bukan Kursi, Tapi Masa Depan Atlet

Hendriko Lubis - Yang Dipertaruhkan di KONI Aceh Tamiang Bukan Kursi, Tapi Masa Depan Atlet




KabarPedisirNews.Com
KARANG BARU ACEH,    -
Menjelang pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Tamiang, satu nama muncul dengan gagasan pembenahan olahraga yang komprehensif, Hendriko Lubis.


Kepada kabarpesisirnews, Sabtu (19/9/2026), Hendriko menegaskan bahwa pemilihan Ketua KONI seharusnya tidak hanya membicarakan soal figur, tetapi harus menjadi momentum untuk membicarakan kembali wajah olahraga Aceh Tamiang ke depan.


Berikut petikan wawancara eksklusifnya:


kabarpesisirnews: Bagaimana Abang melihat dinamika pemilihan Ketua KONI Aceh Tamiang saat ini?


Hendriko Lubis: Di balik riuhnya pembicaraan tentang pemilihan Ketua KONI, ada suara yang tidak boleh tenggelam: suara atlet yang sedang berlatih, suara pelatih yang terus membina, dan suara cabang olahraga yang menunggu arah pembinaan yang lebih pasti. Sebab bagi olahraga, pergantian seorang ketua bukanlah garis akhir. Justru dari sanalah pekerjaan sebenarnya dimulai.


kabarpesisirnews: Apa yang paling mendesak dibenahi di tubuh KONI Aceh Tamiang?


Hendriko Lubis: KONI membutuhkan pengelolaan yang lebih terarah dengan menempatkan pembinaan atlet, peningkatan prestasi, profesionalisme serta keterbukaan organisasi sebagai bagian penting dalam menjalankan roda organisasi. Olahraga tidak bisa dibangun dengan pola kerja yang baru bergerak ketika kejuaraan sudah berada di depan mata.


kabarpesisirnews: Maksudnya?


Hendriko Lubis: Kita jangan hanya sibuk ketika ada kejuaraan. Atlet harus dibina jauh sebelum mereka turun bertanding. Seorang atlet tidak lahir sehari sebelum pertandingan. Ada proses panjang di belakangnya. Ada latihan berulang, kegagalan, evaluasi, kedisiplinan, dukungan keluarga, peran pelatih, kebutuhan peralatan hingga kesempatan mengikuti pertandingan.


kabarpesisirnews: Selama ini atlet baru diperhatikan saat dapat medali, bagaimana tanggapan Abang?


Hendriko Lubis: Itu yang harus kita ubah. Jangan menunggu medali baru berbicara tentang atlet. Perhatian terhadap atlet tidak boleh berhenti pada saat mereka memenangkan pertandingan. Pembinaan harus berjalan sebelum kompetisi, selama kompetisi dan setelah kompetisi. Atlet yang belum berhasil pun tetap membutuhkan pendampingan.


kabarpesisirnews: Jika Abang diberi amanah memimpin KONI, apa program prioritasnya?


Hendriko Lubis: Saya menawarkan sepuluh arah pembenahan.
Pertama, memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Kedua, memperluas pencarian bibit atlet muda sejak dini.

Ketiga, meningkatkan kemampuan pelatih dan SDM olahraga.

Keempat, memperkuat komunikasi dengan seluruh cabor.

Kelima, membangun tata kelola organisasi yang profesional dan transparan.

Keenam, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan DPRK.

Ketujuh, membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha dan swasta.

Kedelapan, mengoptimalkan fasilitas olahraga yang tersedia.

Kesembilan, membuat program berdasarkan target dan indikator prestasi yang terukur.

Kesepuluh, menjadikan KONI sebagai rumah bersama bagi seluruh insan olahraga Aceh Tamiang.


kabarpesisirnews: Tantangan organisasi sendiri seperti apa?


Hendriko Lubis: Persoalan olahraga bukan hanya mengenai kemampuan atlet. Organisasi yang menaungi atlet juga harus terus berbenah. KONI membutuhkan komunikasi yang sehat dengan cabor, pemerintah, pelatih, atlet dan masyarakat. Transparansi juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Publik perlu tahu arah program, cabor perlu tahu bagaimana pembinaan dirancang, atlet perlu tahu kemana mereka akan dibawa.


kabarpesisirnews: Apa harapan Abang setelah pemilihan nanti?


Hendriko Lubis : Pemilihan boleh berganti, harapan atlet jangan berhenti. Dinamika antar figur tentu menjadi bagian dari proses organisasi. 

Tapi yang lebih penting daripada sekadar memenangkan kontestasi adalah memastikan setelah proses pemilihan selesai, pekerjaan pembinaan justru semakin serius. 


Karena atlet tidak hidup dari janji. Atlet butuh latihan. Pelatih butuh dukungan. Cabor butuh kepastian program. Yang dipertaruhkan bukan hanya pergantian seorang ketua, yang dipertaruhkan adalah bagaimana olahraga Aceh Tamiang menyiapkan generasinya untuk hari ini, esok, dan tahun-tahun yang akan datang."****






LIPUTAN     :       REDAKSI
EDITOR        :       REDAKSI

Festival Senandung Melayu LAMR Meranti Libatkan Generasi Muda, Upaya Jaga Warisan Budaya

Festival Senandung Melayu LAMR Meranti Libatkan Generasi Muda, Upaya Jaga Warisan Budaya





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,     -
Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Atan Ibrahim, membuka Festival Senandung Melayu yang ditaja Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti di Balai Adat LAMR, Jalan Dorak, Selatpanjang, Minggu (20/9/2026).


Festival tersebut diikuti 22 peserta dari 11 sekolah tingkat SMA/MA sederajat se-Kabupaten Kepulauan Meranti. Peserta terdiri dari 12 perempuan dan 10 laki-laki.


Dalam sambutannya, Atan Ibrahim mengapresiasi LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, panitia, seniman, budayawan, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.


Menurutnya, Festival Senandung Melayu bukan sekadar ajang pertunjukan seni suara, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga marwah, identitas dan warisan budaya Melayu agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


“Senandung Melayu bukan sekadar seni suara. Ia adalah warisan identitas, cerminan nilai kehidupan masyarakat Melayu. Karena itu, melestarikannya bukan hanya tugas para seniman dan lembaga adat, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.


Ia mengatakan, di tengah perubahan zaman, generasi muda Kepulauan Meranti perlu tetap mengenal akar budayanya, bangga terhadap identitas Melayu dan mampu meneruskannya kepada generasi selanjutnya.


“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian adat dan budaya daerah. Kita ingin budaya Melayu tidak hanya dikenang, tetapi tetap hidup, tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” katanya.


Kepada para peserta, Atan berpesan agar festival tersebut dimanfaatkan untuk menampilkan kemampuan terbaik, mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Melayu.


“Jika budaya kita jaga, jati diri akan tetap terpelihara. Jika warisan kita teruskan, Melayu akan tetap hidup sepanjang masa,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti Datuk Seri Afrizal Cik mengatakan Festival Senandung Melayu merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti.


Ia menjelaskan, pada pelaksanaan sebelumnya festival tersebut diperuntukkan bagi peserta berusia 50 tahun ke atas. Kegiatan itu menjadi salah satu upaya melihat keberlangsungan seni suara Melayu sekaligus mengenang karya-karya seniman Melayu terdahulu.


“Tahun ini kita memberikan ruang kepada generasi muda pencinta budaya dan seni Melayu untuk terus berkreasi dalam lagu,” katanya.


Afrizal berpesan kepada seluruh peserta agar tidak berkecil hati apabila belum berhasil meraih juara.


Menurutnya, masih banyak kesempatan dan panggung seni yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.


Ia juga menegaskan bahwa lagu Melayu merupakan salah satu identitas masyarakat Melayu yang harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


“Anak-anak generasi muda pencinta budaya Melayu, pencinta seni Melayu, tetap berkreasi dalam lagu. Menjadi peserta terbaik di sini, tampilkanlah dengan suara-suara emasmu,” ujarnya.


Afrizal turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan LAMR, termasuk Festival Senandung Melayu.


Sementara itu, Ketua Umum DPH LAMR Provinsi Riau Datuk Seri Drs. H. Taufik Ikram Jamil, M.Hum., mengatakan Festival Senandung Melayu di Kepulauan Meranti memiliki arti penting karena daerah tersebut memiliki sejarah panjang dalam perkembangan seni suara Melayu.


Menurutnya, sejumlah karya dan seniman dari wilayah yang kini menjadi Kabupaten Kepulauan Meranti turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan seni Melayu.


Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda untuk meneruskan tradisi seni Melayu dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.


“Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, tidak mustahil anak-anak kita bisa menguasai lebih kuat dengan pemahaman kepada Melayu ini,” katanya.


Taufik juga menyebut perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan karya seni apabila digunakan secara tepat.


“Jangan kita menganggap AI itu masalah. AI itu tergantung kepada kita, dia tergantung pada perintah kita. Salah perintah, salah dia,” ujarnya.


Ia berpesan agar budaya tidak hanya dijadikan sebagai sesuatu untuk dikenang, tetapi diolah menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya dan berkembang ke depan.


“Kita mengolah bukan untuk bernostalgia, tapi mengolah untuk maju ke depan. Dan sesungguhnya apa yang kita lakukan yang bersumber dari akar akan mencapai kepada puncaknya,” katanya.


Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti festival dengan sebaik-baiknya serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap budaya Melayu.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut para kepala sekolah dan guru pendamping, ketua LAMR kecamatan se-Kabupaten Kepulauan Meranti, panitia pelaksana, peserta serta pendukung dari masing-masing sekolah."****






EDITOR           :       REDAKSI
Panglima Sulung LMB Karimun Dato' Khaidir Tekankan Pentingnya Kerukunan dan Kewaspadaan Provokasi

Panglima Sulung LMB Karimun Dato' Khaidir Tekankan Pentingnya Kerukunan dan Kewaspadaan Provokasi






KabarPesisirNews.Com
KARIMUN KEPRI,     -
Laskar Melayu Bersatu (LMB) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kabupaten Karimun menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah Melayu, kerukunan antar suku, serta stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Penegasan tersebut disampaikan Panglima Sulung DPW LMB Karimun, Dato' Khaidir, saat wawancara eksklusif dengan Kabarpesisirnews,  Minggu (20/9/2026) pagi di Karimun, Kepulauan Riau.


Dato' Khaidir menjelaskan, 
Organisasi yang saya pimpin adalah organisasi yang menjaga marwah Melayu. Tentu untuk itu kita harus peka. Jangan ada gesekan yang bisa membuat kita diadu domba dengan hal-hal yang bersifat provokasi. Ini selalu saya ingatkan kepada pengurus dan anggota LMB Karimun," ujar Dato' Khaidir.


Menurutnya, upaya menjaga kerukunan tidak cukup hanya dilakukan melalui pertemuan formal, namun harus tertanam dalam kesadaran personal setiap pengurus dan anggota. LMB Karimun secara rutin menggelar pertemuan internal untuk saling mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, baik sesama suku Melayu maupun dengan suku-suku lain yang hidup berdampingan di Karimun.


Apa yang selalu kita bahas tentang menjaga kerukunan baik sesama suku maupun suku lain, tak pernah terlewatkan. Karena untuk menjaga kamtibmas, itu nampaknya baik pengurus maupun anggota telah tertanam di setiap personal," jelasnya.


Khaidir menilai, stabilitas kamtibmas tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian semata. Diperlukan dukungan dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan seperti LMB.


Untuk menjaga kamtibmas bukan saja dibebankan pada pihak kepolisian, tapi harus dibarengi dan didukung oleh setiap elemen masyarakat. Tentu LMB Karimun siap menjadi garda terdepan untuk kamtibmas," imbuhnya.


Pada kesempatan tersebut, Dato' Khaidir juga menyoroti arah pembangunan di Kabupaten Karimun. Ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Karimun lebih mengedepankan pendekatan partisipatif sebelum menetapkan kebijakan pembangunan.


Menurutnya, pemerintah hendaknya turun langsung ke masyarakat untuk menyerap aspirasi, sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh rakyat.


Ia menambahkan, selama pembangunan tersebut pro-rakyat, LMB Karimun akan selalu berada di barisan pendukung. Kehadiran LMB di Karimun, kata dia, salah satunya adalah untuk mengawal kebijakan pemerintah dan mendorong Pemda ke arah pembangunan yang berkeadilan.


Sepanjang pembangunan itu pro-rakyat, LMB akan selalu mendukungnya. Kami memang kritis pada setiap kegiatan Pemda, namun kami adalah mitra yang strategis bagi Pemda," tutup Dato' Khaidir."****






EDITOR        :     REDAKSI
Sekda Sudandri Jauzah Buka Gelar Malam Majelis Zikir dan Doa Bersama, LAMR Kepulauan Meranti Pererat Silaturahmi Pengurus

Sekda Sudandri Jauzah Buka Gelar Malam Majelis Zikir dan Doa Bersama, LAMR Kepulauan Meranti Pererat Silaturahmi Pengurus








KEPULAUAN MERANTI* - 
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Malam Majelis Zikir dan Doa Bersama di Balai Adat LAMR Meranti, Jalan Dorak Selatpanjang, Sabtu (19/9/2026) malam.


Kegiatan yang dimulai usai Sholat Isya ini dihadiri oleh Bupati Meranti yang dalam hal ini di wakili oleh Sekda Sudandri Jaudah,SH Ustad M. Rozi Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau Datuk Seri Drs. H. Taufik Ikram Jamil, M.Hum., Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si. Ketua Umum Majlis Kerapatan Adat MKA LAMR Meranti Datok Asnawi Nazar, S..Pi Ketua LAMR Kecamatan se Kabupaten Kepulauan Meranti dan para Datok-Datok dan Puan-puan LAMR Kepulauan Merenti. 


Ketua Panitia, Susanto Sedarmo, SE, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memohon keberkahan dan keselamatan negeri, serta mempererat ukhuwah dan kekompakan sesama pengurus adat.


"Kita ingin mengembalikan marwah adat Melayu yang tidak terlepas dari nilai-nilai Islam. Dengan zikir dan doa bersama ini, kita mohon agar Meranti senantiasa aman, dijauhkan dari bala, dan pengurus LAMR diberi kekuatan untuk menjaga adat," ujarnya.


Majelis zikir dipimpin oleh Ustadz M. Taslim, S. Ag, lantunan zikir, shalawat, dan doa selamat serta doa tolak bala dan khatam Alqur'an di pimpin oleh Ustadz Rozi, S.Pd menggema dengan khidmat diikuti seluruh peserta.


Ketua Umum DPH LAMR Kepulauan Meranti Datuk Seri Afrizal Cik, mengajak seluruh pengurus untuk tetap solid dan menjadikan LAMR sebagai payung pemersatu masyarakat Melayu.


"Adat bersendi syara', syara' bersendi Kitabullah. Zikir ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa tugas menjaga adat adalah tugas menjaga marwah agama," tegas Datok Seri Afrizal Cik".


Sambutan Bapak Bupati Meranti yang di wakili oleh Sekda Sudandri Jaudah,SH menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sangat menyambut baik dan memberi apresiasi kepada LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti dan kami juga tetap memberi suport atas kegiatan yang di selenggarakan kita berharap dengan Majlis zikir doa bersama sehingga silaturahmi dapat terjalin dengan baik, dan menjadikan Kabupaten Meranti Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Atas nama pemerintah kabupaten Kepulauan Meranti  kegiatan majlis Zikir secara resmi kami nyatakan di buka, Ucap Sekda."****






LIPUTAN       :     REDAKSI
EDITOR          :     REDAKSI

Sabtu, 19 September 2026

POLSEK TEBING TINGGI BARAT PANEN JAGUNG PIPIL MILIK KELOMPOK TANI TUNAS HARAPAN MAJU DESA GOGOK DARUSSALAM

POLSEK TEBING TINGGI BARAT PANEN JAGUNG PIPIL MILIK KELOMPOK TANI TUNAS HARAPAN MAJU DESA GOGOK DARUSSALAM







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANT RIAU,   -
Polsek Tebing Tinggi Barat melaksanakan Panen Jagung Pipil bersama kelompok Tani Tunas Harapan Maju Desa Gogok Darussalam Kec. Tebing Tinggi Barat dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan.


Lahan yang dikelola oleh kelompok Tani ini, ditanami Jagung Pipil dengan bibit unggul guna tercapainya keberhasilan program ketahanan pangan nasional. 


Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Tebing Tinggi Barat Ipda D.Turnip, S.E menyampaikan bahwa hasil panen jagung ini nantinya akan mendukung Ketahanan Pangan Nasional. 


"Kami ada ditengah-tengah petani bukan hanya sekedar hadir atau menampakan diri saja. Melainkan kami disini melakukan pembinaan dan memberikan terobosan-terobosan baru dalam bidang pertanian sehingga ketahanan pangan nasional akan tercapai" ujarnya.


Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Tunas Harapan Maju berterimakasih atas kehadiran dan pembinaan yang dilakukan oleh Polsek Tebing Tinggi Barat.


Sabtu /19/2026
"kami dari Kelompok tani Tunas Harapan Maju sangat berterima kasih atas kehadiran dan pembinaan yang dilakukan oleh Polsek Tebing Tinggi Barat dimulai dari pembersihan lahan, penanaman sampai pemanenan. Kami sangat terbantu dengan kehadiran mereka yang senantiasa membina dan memberikan masukan atau terobosan kepada kami. Semoga dengan adanya Polri ditengah-tengah kami, saya berharap Ketahanan pangan nasional akan tercapai, " pungkasnya."****







LIPUTAN        :     MANUK
EDITOR           :     REDAKSI
DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara Bagi Koruptor

DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara Bagi Koruptor




KabarPesisirNews.Com
SOLO JAWA TENGAH,     - 
Ketua Umum Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia (DePA-RI), Dr. TM. Luthfi Yazid, SH, LL.M menilai tindak pidana korupsi masih menjadi salah satu persoalan serius yang harus mendapatkan perhatian bersama. Korupsi bukan hanya menimbulkan kerugian keuangan negara, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap hukum dan institusi negara serta berpotensi mencoreng reputasi Indonesia di dunia internasional.


Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi Yazid saat menyampaikan pidato dalam pelantikan para pengurus DPC DePA-RI kota Surakarta, kabupaten Wonogori, Boyolali, Sukoharjo, Sragen, dan Karanganyar di Hotel Adhi Wangsa, Solo. 


Menurut Luthfi Yazid, bagaimana pemberantasan korupsi di China dapat menjadi contoh. Di China para elit pemerintah maupun petinggi partai politik yang terlibat korupsi dihukum berat. Pemberantasan  korupsi, karenanya, tidak boleh hanya berorientasi pada berapa banyak pelaku yang ditangkap dan dipidana. 


Yang tidak kalah penting adalah bagaimana negara dapat memastikan hasil kejahatan korupsi dikembalikan kepada negara dan tidak tetap dinikmati oleh pelaku, keluarga, anak maupun pihak-pihak yang memperoleh manfaat dari tindak pidana tersebut.


“Korupsi bukan sekadar persoalan hukum. Korupsi menyangkut martabat bangsa, sebagaimana menjadi keprihatinan utama Wapres RI pertama, Moh. Hatta. Ketika korupsi terus terjadi, kepercayaan masyarakat menurun dan citra Indonesia di mata dunia internasional ikut terdampak. Para investor akan kabur ke negara lain,” ujar Luthfi yang memiliki nama lengkap Tahir Musa Luthfi Yazid. 


Karena itu, DePA-RI menunggu realisasi janji DPR RI untuk merampungkan RUU Perampasan aset sebelum Desember 2026 sebagai batas akhir. Berarti waktu yang tersisa kurang dari 3 bulan, dan harus rampung. Presiden Prabowo Subianto harus memberikan dukungan penuh dan merealisasikan komitmennya, termasuk dengan cepat dan tegas memecat para menterinya serta pejabat negara yang terlibat korupsi. 


Luthfi juga mendorong agar pemberantasan korupsi semakin diarahkan pada pendekatan "Mengikuti Aliran Uang” (follow the money), yaitu menelusuri aliran dana dan aset yang berasal dari tindak pidana korupsi.


“Karena modus korupsi makin canggih, maka efek jera harus nyata. Jangan sampai seseorang dipidana, tetapi aset yang diperoleh dari hasil korupsi tetap aman dan kemudian dinikmati oleh keluarga, anak dan kroninya. Pemberantasan korupsi harus menyentuh hasil kejahatannya,” tegas Luthfi Yazid yang pada tahun 2002 pernah mengikuti pelatihan pencegahan korupsi selama sebulan di UNAFEI (United Nations Asia and Dar East Institute for the Prevention of Crime and the Treatment Offenders), Tokyo. 


DePA-RI juga mendorong penguatan kebijakan asset recovery ( pemulihan aset) dan pengembalian aset negara. Menurut DePA-RI, ukuran keberhasilan pemberantasan korupsi tidak semata-mata dilihat dari jumlah perkara dan jumlah orang yang diproses secara hukum, tetapi juga dari sejauh mana kerugian negara dapat dipulihkan.


Di sisi lain, DePA-RI menegaskan bahwa upaya menciptakan efek jera harus tetap dilakukan dalam kerangka due process of law.


“Kita membutuhkan penegakan hukum yang tegas, tetapi ketegasan hukum tidak boleh menghilangkan prinsip praduga tak bersalah, hak atas pembelaan dan independensi peradilan. Efek jera harus lahir dari proses hukum yang adil, bukan dari trial by media,” kata Luthfi.


Sebagai organisasi profesi advokat, DePA-RI berpandangan bahwa advokat memiliki posisi penting dalam menjaga agar proses penegakan hukum berjalan secara profesional, objektif dan berkepastian hukum yang adil sesuai mandat UUD 1945. 


Advokat mempunyai kewajiban memberikan pembelaan terhadap setiap orang yang berhadapan dengan hukum sesuai kredo DePA-RI Justitia Omnibus atau keadilan untuk semua, namun pembelaan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai pembenaran terhadap tindak pidana korupsi.


DePA-RI juga menilai bahwa pemberantasan korupsi harus diperkuat dari sisi pencegahan, prevensi, khususnya di tingkat pemerintah daerah.


Dengan hadirnya DPC-DPC DePA-RI di berbagai wilayah Jawa Tengah, DePA-RI ingin mendorong agar organisasi advokat tidak hanya berperan dalam membela kepentingan hukum klien, tetapi juga mengambil bagian dalam pendidikan dan kesadaran hukum masyarakat serta penguatan budaya antikorupsi.


“Kami ingin DPC DePA-RI di Jawa Tengah menjadi bagian dari masyarakat yang ikut mengawal tegaknya hukum dan pemerintahan yang bersih. Advokat tidak boleh hanya menjadi penonton ketika persoalan korupsi terjadi. Kami harus memberikan sumbangan pemikiran dan kerja nyata bagi penegakan hukum,” ujar Luthfi.


Menurutnya, perjuangan melawan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum. Pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, akademisi, media dan profesi hukum memiliki tanggung jawab masing-masing untuk membangun sistem yang lebih transparan dan berintegritas.


“DePA-RI siap memberikan kontribusi pemikiran dan ikut mengawal agenda pemberantasan korupsi. Kita ingin Indonesia dikenal bukan karena banyaknya kasus korupsi, tetapi karena keberhasilannya membangun sistem hukum yang mampu mencegah korupsi, memberikan efek jera kepada pelaku, dan mengembalikan aset negara,” kata Luthfi Yazid mengakhiri."****






LIPUTAN        :       MEGY
EDITOR           :       REDAKSI

Razia Gabungan Skala Besar di Rutan I Medan Libatkan TNI dan Brimob Bersenjata Lengkap, Hasilnya...

Razia Gabungan Skala Besar di Rutan I Medan Libatkan TNI dan Brimob Bersenjata Lengkap, Hasilnya...






KabarPesisirNews.Com
MEDAN SUMATERA UTARA,     - 
Razia gabungan skala besar yang melibatkan Petugas Pemasyarakatan, personel TNI, Brimob bersenjata lengkap hingga BNN, berlangsung di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medan, Jumat l (18/9/2026) sore hingga malam.


Langsung dipimpin Kakanwil Pemasyarakatan Sumut Jalu Yuswa Panjang, A.Md.IP., S.H., M.Si, kegiatan ini sebagai bentuk komitmen sekaligus untuk
menjawab berbagai isu negatif yang beredar di media sosial.


Pantauan di lapangan, seluruh personel yang terlibat razia menyisir setiap sel dan blok para warga binaan pemasyarakatan (WBP). Tidak itu saja, seluruh WBP juga diwajibkan menjalani tes urine untuk memastikan Rutan bebas dari segala narkoba.


Kepala Rutan Kelas I Medan Andi Surya menjelaskan, razia skala besar ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pihaknya untuk memberantas segala bentuk pelanggaran di dalam rutan.


"Kegiatan hari ini merupakan tindak lanjut dari komitmen kami untuk memberantas segala bentuk barang terlarang di dalam rutan khususnya narkoba dan peredaran ponsel. Semua yang kami lakukan sesuai arahan Bapak Menteri Imipas dan Kakanwil Pemasyarakatan," tegas Andi.


Kegiatan ini, katanya, melibatkan 40 orang Brimob dan Gegana Polda Sumut, personel Zipur 20 orang, Koramil 15 orang dan petugas Polsek Medan Helvetia 15 orang.


"Dari penggeledahan seluruh kamar warga binaan, ditemukan 4 ponsel terdiri dari 2 android dan 2 unit Hp kecil. Sedangkan untuk narkoba nihil," terangnya.


Dijelaskan Andi juga, dalam razia tersebut, sebanyak 500 WBP menjalani tes urine yang langsung dilakukan 3 personel BNN Sumut. "Namun hasilnya, semua warga binaan kami negatif narkotika," tandasnya.


Di momen itu, Andi Surya juga mengatakan, tidak ada ruang kejahatan sedikitpun yang kami berikan untuk seluruh warga binaan. "Dan ingat, ikuti seluruh aturan dan berusahalah merubah diri selama dalam binaan. Karena tidak ada kompromi bagi kami bagi WBP yang tertangkap melakukan kejahatan, khususnya kejahatan narkoba dan menyelundupkan ponsel," pungkasnya."****





LIPUTAN       :     RED
EDITOR          :     REDAKSI