Rabu, 12 Agustus 2026

Polsek Tebing Tinggi Cek Ketahanan Pangan Budidaya Lele di Desa Batin Suir

Polsek Tebing Tinggi Cek Ketahanan Pangan Budidaya Lele di Desa Batin Suir





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    - 
Polsek Tebing Tinggi melakukan pengecekan kegiatan ketahanan pangan melalui program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) berupa budidaya ikan lele milik BUMDes Desa Batin Suir, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.


Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan desa yang berlokasi di Jalan Utama Desa Batin Suir dengan luas lahan sekitar 20 x 30 meter. Pengecekan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Lukun Aipda Adi Kusuma bersama kelompok BUMDes Desa Batin Suir selaku pengelola budidaya.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengecekan dilakukan secara langsung untuk mengetahui kondisi usaha budidaya masyarakat sekaligus memastikan program ketahanan pangan berjalan dengan baik di lapangan.


Dalam pengecekan tersebut, petugas memantau kondisi kebersihan area budidaya, ketersediaan air serta pakan ikan. Dari hasil pemantauan, terdapat sekitar 8.000 ekor ikan lele yang dibudidayakan di lahan desa tersebut.


Selain melakukan pemantauan, kegiatan juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara pengelola BUMDes dengan pihak pendamping maupun petugas terkait.


Petugas turut memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus mengembangkan program P2B sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat dan keluarga.'****





LIPUTAN        :     ALD
EDITOR           :    REDAKSI 
IWO Meranti Genap 14 Tahun, Pemkab Ungkap Peran Penting Pers

IWO Meranti Genap 14 Tahun, Pemkab Ungkap Peran Penting Pers






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan pentingnya peran pers dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus menjadi mitra strategis dalam mendorong pembangunan daerah. Insan pers, khususnya media online, diminta tetap mengedepankan profesionalisme, independensi, akurasi, keberimbangan, dan etika jurnalistik.


Pesan tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Tengku Arifin, S.Sos, saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Kepulauan Meranti di Cafe Jingga, Jalan Banglas, Selatpanjang, Selasa (11/8/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Kepulauan Meranti, jajaran pengurus IWO, pimpinan organisasi profesi pers, insan pers, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta sejumlah tamu undangan.


Dalam sambutannya, Tengku Arifin menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga besar IWO yang telah memasuki usia ke-14 tahun. Ia berharap organisasi tersebut semakin solid, profesional, berintegritas, dan mendapat kepercayaan masyarakat.


“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-14 kepada Ikatan Wartawan Online. Semoga di usia yang ke-14 ini, IWO semakin solid, semakin profesional, semakin berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat,” ujar Tengku Arifin.


Menurutnya, perjalanan 14 tahun merupakan waktu yang cukup panjang bagi sebuah organisasi. Terlebih, perkembangan teknologi telah membuat arus informasi bergerak semakin cepat dan menjadikan media online memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat.


Namun, kecepatan tersebut, kata dia, harus diimbangi dengan ketelitian dan tanggung jawab jurnalistik.


“Tantangan terbesar insan pers bukan hanya bagaimana menjadi yang tercepat, tetapi bagaimana menjadi yang paling akurat, berimbang dan dapat dipercaya,” tegasnya.


Tengku Arifin menegaskan, kebebasan pers merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab dan etika jurnalistik.


Ia mengingatkan agar kecepatan pemberitaan tidak mengalahkan kebenaran, popularitas tidak mengalahkan profesionalisme, dan kepentingan sesaat tidak mengorbankan kepercayaan publik.


Pada akhirnya, kekuatan media bukan hanya terletak pada seberapa banyak berita yang diterbitkan, tetapi seberapa besar kepercayaan masyarakat terhadap berita tersebut,” katanya.


Ia juga menilai hubungan antara pemerintah dan pers harus dibangun dalam suasana yang sehat, terbuka, dan saling menghormati.


Menurutnya, pemerintah dan pers memiliki ruang kerja yang berbeda. Pemerintah menjalankan fungsi melalui kebijakan dan pelayanan publik, sedangkan pers menjalankan fungsi melalui penyebaran informasi dan kontrol sosial.


“Pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik. Pers juga tidak boleh kehilangan independensinya,” ujarnya.


Tengku Arifin mengatakan kritik yang objektif dan berdasarkan fakta bukanlah ancaman bagi pemerintah. Sebaliknya, kritik dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui berbagai kekurangan sekaligus memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemerintahan.


Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen terus membuka ruang komunikasi dan membangun kemitraan yang sehat dengan insan pers.


“Kita boleh berbeda sudut pandang, tetapi kita tidak boleh berbeda tujuan. Tujuan kita adalah membangun Kepulauan Meranti yang lebih maju, sejahtera dan bermartabat,” tuturnya.


Selain menjalankan fungsi kontrol sosial, insan pers juga diajak turut memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Meranti.


Tengku Arifin menyebut sejumlah sektor yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan dipromosikan melalui pemberitaan, antara lain ekonomi, kelautan dan perikanan, perkebunan, perdagangan, pariwisata, kebudayaan, serta sumber daya manusia.


“Mari kita beritakan Meranti bukan hanya karena masalahnya, tetapi juga karena potensinya. Kita kritisi apa yang perlu diperbaiki, tetapi kita juga angkat keberhasilan masyarakat,” ajaknya.


Ia berharap pemberitaan media di daerah mampu menghadirkan informasi yang berimbang. Berbagai persoalan tetap harus disampaikan secara objektif, namun pada saat yang sama media juga dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk melihat peluang dan optimisme pembangunan


Dengan demikian, pers bukan sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi bagian dari energi pembangunan daerah,” tambahnya.


Ia juga mengajak seluruh insan pers meningkatkan kompetensi, memperkuat solidaritas, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, serta menjaga kepercayaan masyarakat.


Pers, lanjutnya, juga memiliki peran penting dalam melawan berita bohong, disinformasi, serta berbagai bentuk informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.


“Jadikan media sebagai ruang untuk memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi dan membangun optimisme masyarakat,” katanya.


Sementara itu, Ketua IWO Kabupaten Kepulauan Meranti, Rahmat Arifin, menyampaikan bahwa perjalanan IWO selama 14 tahun merupakan bagian dari proses panjang dalam membangun organisasi dan menjaga marwah profesi wartawan online.


Ia menegaskan bahwa perkembangan media digital membawa tantangan tersendiri bagi wartawan. Di tengah tuntutan kecepatan informasi, wartawan tetap harus menjadikan akurasi, keberimbangan, independensi, dan kode etik sebagai landasan utama dalam menjalankan profesinya.


Menurut Rahmat, IWO Kepulauan Meranti akan terus mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme anggotanya agar mampu menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Wartawan bukan hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mencerdaskan masyarakat dan memberikan kontribusi positif bagi daerah,” ujarnya.


Ia juga mengajak seluruh insan pers di Kepulauan Meranti menjaga solidaritas dan membangun hubungan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat.


Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam menjalankan profesi jurnalistik. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan semangat bersama untuk menjaga kualitas pers dan membangun daerah.


Ketua Panitia sekaligus Sekretaris IWO Kepulauan Meranti, Harfailin, mengatakan peringatan HUT ke-14 IWO tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan perjalanan organisasi, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial.


IWO diketahui lahir pada 8 Agustus 2012 dari semangat para jurnalis online untuk menjaga marwah profesi, menyuarakan kebenaran, serta menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat.


Dalam peringatan HUT tahun ini, keluarga besar IWO Kepulauan Meranti turut berbagi kebahagiaan dengan sekitar 30 anak yatim melalui pemberian santunan.


“Ini bukan soal seberapa besar nilainya, tetapi merupakan bentuk kasih sayang dan rasa syukur kami. Semoga bermanfaat dan menjadi semangat bagi anak-anak untuk terus belajar serta menjadi kebanggaan orang tua dan bangsa,” kata Harfailin.


Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, mitra kerja, organisasi profesi pers, serta seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap keberadaan IWO di daerah.


Ia berharap IWO Kepulauan Meranti semakin solid, profesional, dan semakin dekat dengan masyarakat.


“Karena tugas wartawan bukan hanya menulis berita, tetapi juga ikut membangun daerahnya,” ujarnya.


Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, juga menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-14 IWO.


Ia berharap IWO Kepulauan Meranti semakin kompak dan sukses dalam menjalankan tugas jurnalistik.


Menurutnya, media online memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Namun, kecepatan penyampaian informasi harus tetap diiringi dengan etika, termasuk dalam penggunaan bahasa.


Hal tersebut dinilai penting karena Kepulauan Meranti merupakan daerah yang kuat dengan nilai-nilai adat dan budaya Melayu.


“Dalam kaidah penulisan, kita harus mengedepankan etika berbahasa. Karena dengan bahasa yang kita tulis, orang akan melihat kualitas kita,” ujarnya.


Datuk Seri Afrizal berharap seluruh media di Kepulauan Meranti dapat menjadi sarana penyebaran informasi yang tetap menjunjung tinggi kesantunan, adat, dan budaya Melayu.


“Mari sama-sama kita bina media online dan semua media yang ada supaya menjadi media yang penuh kesantunan dalam tata adat budaya kita di sini,” pungkasnya.


Peringatan HUT ke-14 IWO Kabupaten Kepulauan Meranti tersebut menjadi momentum memperkuat solidaritas insan pers sekaligus menegaskan kembali pentingnya media yang profesional, independen, beretika, dan bertanggung jawab.


Di tengah derasnya arus informasi digital, pers diharapkan tidak hanya menjadi penyampai berita, tetapi juga hadir sebagai kontrol sosial, penjaga kualitas informasi, serta bagian dari kekuatan masyarakat dalam mendorong pembangunan Kepulauan Meranti yang lebih maju dan sejahtera."****





LIPUTAN          :     NUR
EDITOR             :     REDAKSI 
EDITOR             

Polsek Merbau Lakukan Patroli Karhutla Secara Bersama MPA dan Tim Fire PT. RAPP Pulau Padang.

Polsek Merbau Lakukan Patroli Karhutla Secara Bersama MPA dan Tim Fire PT. RAPP Pulau Padang.




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUaN MERANTI RIAU,     -
Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Fauzi Menara S.Pd didampingi beberapa personil Polsek Merbau, Kapolres Kepulauan Meranti lagi gencarnya melaksanakan Kegiatan Patroli Karhutla Polsek Merbau. Patroli juga melibatkan Masyarakat Pemadam Api (MPA) dan Tim Fire PT. RAPP di Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Merbau, pada Selasa (11/8/2026), sejak pukul 10.00 Wib sampai selesai.


Pantauan dilokasi terlihat, sasaran lokasi pemantauan tersebut dimulai dari Desa Bagan Melibur, Desa Mayang Sari Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Riau.


Patroli Karhutla melalui drone, dikesempatan tersebut dilakukan, sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat untuk Larangan Membakar Sampah Sembarangan  pada Musim Panas /Kemarau.


Patroli kali ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Fauzi Menara, S.Pd, didampingi, Kanit Samapta Polsek Merbau AIPTU Dodi Novrian, Ps. Kanit Intelkam Polsek Merbau BRIGADIR Fadli, S.E, Bhabinkamtibmas Polsek Merbau BRIGADIR Muchlisin, diikuti MPA Desa Bagan Melibur, Tim Fire PT. RAPP.


Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Fauzi Menara S.Pd melalui pesan WhatsApp pada Rabu 12 Agustus 2026 mengatakan, hal ini dilakukan merupakan wujud kepedulian kita beserta upaya untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan  (Karhutla) di wilayah Hukum Polsek Merbau Polres Kepulauan Meranti, ucapnya. 


Masyarakat berperan dalam mencegah terjadinya Karhutla di Wilkum Polsek Merbau. Kita berharap agar masyarakat dapat berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, tegas Kapolsek Merbau. 


Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Fauzi Menara juga Memberi Himbauan terkait penanganan dan Pencegahan apabila terjadi Karhutla. Apa bila terjadi kebakaran masyarakat diharapkan dapat melapor dan memberi informasi secepatnya kepada Polsek Merbau, imbuhnya.
 

Diakuinya tidak ditemukannya titik api maupun titik panas di Wilkum Polsek Merbau. Dari hasil Patroli kami tidak menemukan titik api maupun titik panas di wilayah hukum Polsek Merbau, jelas Kapolsek Merbau.


Masyarakat memahami bahaya yang ditimbulkan akibat karhutla serta sanksi bagi pelaku. Masyarakat mendukung penuh dalam pencegahan terjadinya karhutla di Wilkum Polsek Merbau. Alhamdulillah selama pelaksanaan kegiatan berlangsung aman Kondusif, pungkas Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Menara."****






PENULIS      :       ALI SANIP 
EDITOR        :       REDAKSI
Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Fauzi Menara Menghadiri Rakor Antisipasi Karhutla Tahun 2026, Ini Pesannya.

Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Fauzi Menara Menghadiri Rakor Antisipasi Karhutla Tahun 2026, Ini Pesannya.






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Kapolsek Merbau, IPTU Ahmad Fauzi Menara SPd, mengajak UPIKA Kecamatan Merbau, beserta Lurah, Kepala Desa Se- Kecamatan Merbau, dan Kecamatan Tasik Putri Puyu serta tokoh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah yang dianggap rawan terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).



Hal itu disampaikan Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Fauzi Menara S.Pd saat dirinya menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Karhutla dan himbawan larangan membakar sampah sembarangan pada musim panas/kemarau, di Aula Kantor Camat Merbau pada Selasa (11/8/2026).

Menurut orang nomor satu yang memimpin satuan Polsek Merbau Kapolres Kepulauan Meranti itu mengatakan, pencegahan akan lebih efektif apabila seluruh unsur bergerak secara bersama dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), ucapnya.


“Kita mengajak seluruh UPIKA Merbau, Lurah, seluruh kepala desa dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama melakukan patroli serta memantau daerah-daerah yang rawan terjadi Karhutla,” kata IPTU Ahmad Fauzi Menara.


Ia menilai keterlibatan berbagai pihak bersama perusahaan dan masyarakat juga sangat penting dalam upaya pencegahan. Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran lahan maupun titik api, imbuh Kapolsek Merbau.


Pihaknya berharap agar di Pulau Padang wilayah hukumnya tidak terjadi kebakaran. Kita sangat berharap agar di Pulau Padang Kecamatan Merbau dan Kecamatan Tasik Putri Puyu wilayah hukum kita tidak terjadi kebakaran, harapan ini tentu perlu dukungan semua pihak agar Karhutla dapat dicegah secara bersama, pungkas Kapolsek Merbau.****






PENULIS        :      ALI SANIP 
EDITOR.          :     REDAKSI

Selasa, 11 Agustus 2026

Pemcam Merbau Gelar Rakor Antisipasi Karhutla Tahun 2026, Dan Larangan Membakar Sampah Sembarangan

Pemcam Merbau Gelar Rakor Antisipasi Karhutla Tahun 2026, Dan Larangan Membakar Sampah Sembarangan




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Camat Merbau Hj. Wan Jumiati SE.MSi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Peningkatan Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026. Rakor tersebut mengambil tempat di Aula Kantor Camat Merbau pada Selasa (11/8/2026) yang bertujuan untuk memperkuat koordinasi serta kesiapsiagaan menghadapi dan mengantisipasi Karhutla di tengah kondisi cuaca ekstrim saat ini.


Pada Rapat Koordinasi (Rakor) tersebut, juga dihimbau larangan membakar sampah sembarangan yang tidak dikontrol pada musim panas/kemarau pada pemukiman masyarakat.


Camat Merbau Hj. Wan Jumiati SE.MSi dalam kesempatan itu menyampaikan, pentingnya pencegahan dan kesiapsiagaan kita bersama dalam mengantisipasi karhutla di Kecamatan Merbau. Menurut Camat perempuan itu, penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari Pemerintah Daerah, TNI/Polri, dunia usaha, beserta masyarakat, ucapnya.


Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa kondisi cuaca lebih kering kita harus waspada. Oleh karena itu, penguatan Sinergi kita sangat diharapkan, karena menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla, imbuh Camat Merbau.


Dengan semangat Camat Merbau mengakui, Pemerintah, khususnya UPIKA Merbau terus memperkuat kesiapsiagaan, sarana, dan prasarana, serta koordinasi di lapangan bersama pihak perusahaan guna mencegah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan, tegasnya.


"Sinergi dan respons cepat menjadi salah satu kunci untuk mengantisipasi dampak Karhutla", pungkas Camat Merbau.


Terlihat Rakor tersebut selain dihadiri Camat Merbau yang didampingi Sekcam Merbau, juga hadir Kapolsek Merbau, Danramil 06/Merbau, Ketua LAMR Kecamatan Merbau, Ketua Forum Peduli Masyarakat Pesisir Teluk Belitung, Perwakilan PT. ITA, Perwakilan PT. RAPP, Lurah Teluk Belitung beserta seluruh Kepala Desa Se Kecamatan Merbau, Korwil Kebersihan Merbau, Ketua MUI, Perwakilan Puskesmas Teluk Belitung, Bapenda Kecamatan Merbau, tokoh masyarakat, dan komponen lainnya.****





PENULIS      :      ALI SANIP 
EDITOR         :     REDAKSI 
LMB Karimun Ajak Publik Kawal Investasi Pakai Data, Bukan Asumsi

LMB Karimun Ajak Publik Kawal Investasi Pakai Data, Bukan Asumsi




KabarPesisirNews.Com
KARIMUN KEPRI,   -
Di tengah derasnya arus informasi, Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kabupaten Karimun mengajak masyarakat lebih bijak menyikapi isu-isu investasi. Jangan sampai narasi yang belum terverifikasi justru merugikan daerah sendiri.


Ajakan itu disampaikan Khaidir Dato' Panglima Sulong ketua DPD LMB Kabupaten Karimun  yang di dampingi Dato'  Didang Syarifuddin Timbalan kiri , saat dimintai tanggapan terkait situasi investasi di Karimun, Senin malam 10/8/2026.


Demokrasi memang memberi ruang untuk kritik dan mengawasi. Tapi semua harus kembali ke data, fakta, dan koridor hukum. Jangan sampai informasi setengah-setengah yang disebar," kata Dato’ Khaidir.


Jaga Kepercayaan Investor, Jaga Lapangan Kerja Warga


Menurut Dato’ Khaidir,  iklim investasi yang sehat adalah kunci pergerakan ekonomi Karimun. Dampaknya nyata: dari terbukanya lapangan kerja, hingga peningkatan pendapatan asli daerah.


Kalau kepercayaan investor goyah karena berita yang tidak jelas sumbernya, yang rugi kita juga. Citra Karimun sebagai kawasan FTZ strategis bisa tercoreng," ujarnya.


Pernyataan LMB ini muncul setelah Pemkab Karimun bersama Forkopimda, BP Karimun, Bea Cukai, KSOP, Imigrasi, dan Pengadilan Negeri menggelar rapat koordinasi untuk mengklarifikasi aktivitas PT Oil Terminal Karimun (OTK) di kawasan Free Trade Zone.


Dari rapat lintas instansi itu ditegaskan satu hal: kepastian hukum harus dikedepankan agar investasi tetap berjalan dan memberi manfaat.


Awasi Boleh, Fitnah Jangan


Dato’ Khaidir  menegaskan pengawasan masyarakat justru  dibutuhkan. 


Silakan awasi, Silakan kritik, Itu wajib. Tapi pakailah data yang valid. Jangan biarkan opini liar mendahului proses hukum. Nanti yang dirugikan Karimun sendiri," tegasnya.


Ia berharap media massa, pemerintah, pelaku usaha, hingga organisasi masyarakat bersinergi menjaga kondusivitas. 


Kita ingin Karimun maju. Caranya: jaga nama baik daerah, patuhi aturan, dan selesaikan setiap persoalan lewat mekanisme yang benar. Dengan begitu investasi jalan, rakyat dapat manfaatnya," tutup Dato’ Khaidir."****






EDITOR        :     REDAKSI 

Senin, 10 Agustus 2026

KONDISI TIANG ATAP PELABUHAN TELUK BELITUNG MEMPERIHATINKAN HAMPIR RUBUH, DIKHAWATIRKAN TELAN KORBAN.

KONDISI TIANG ATAP PELABUHAN TELUK BELITUNG MEMPERIHATINKAN HAMPIR RUBUH, DIKHAWATIRKAN TELAN KORBAN.





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     -
Kondisi Pelabuhan Umum Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, saat ini memprihatinkan. Pelabuhan umum yang menjadi akses warga untuk turun naik masuk keluar penumpang itu dinilai tidak layak pakai karena sejumlah tiang penyangga beserta atap dermaga hampir rubuh, dikhawatirkan telan korban.


Pantauan di lapangan pada Sabtu, 9 Agustus 2026, terlihat tiang penyangga atap pelabuhan sudah miring dan sebagian terlepas dari posisi dudukannya. Atap dermaga juga banyak yang lapuk dan berlubang, sehingga dikhawatirkan roboh terbawa angin kencang.


"Kami sangat khawatir setiap mau berangkat atau menjemput barang di pelabuhan. Takutnya ambruk saat ada aktivitas masyarakat di sana, apalagi ketika angin bertiup kencang," ujar Ketua Umum Ketua Forum Peduli Masyarakat Pesisir Teluk Belitung Syufri SE, Minggu 9 Agustus 2026.


Menurut Syufri, pelabuhan ini merupakan urat nadi perekonomian warga. Namun selama ini belum ada perhatian serius dari pemerintah untuk melakukan perbaikan, pemerintah terkait jangan pandang sebelah mata Kecamatan Merbau ini merupakan penyumbang aset nomor satu di Kabupaten Kepulauan Meranti, tegas Syufri.


"Kami sudah lama mengeluhkan ini. Kalau hujan licin, kalau malam gelap gulita. Ini satu-satunya akses kami. Tolong segera diperbaiki sebelum terjadi korban disana," timpalnya.


Awak media ini mencoba mengkonfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti, Muhamad Fahri, SKM melalui Whatsapp pribadinya, Minggu 9 Agustus 2026 lalu. 


Kadishub Meranti membalas: "Udah pengajuan rehab, masih dalam proses. Konfirmasikan ke Ka. UPT" Senin 10 Agustus 2026.


Selanjutnya awak media ini kembali melayangkan beberapa pertanyaan kepada Kadishub. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban lebih lanjut, meski pesan terlihat sudah dengan tanda centang dua.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti terkait rencana dan jadwal perbaikan Pelabuhan Umum Teluk Belitung. Redaksi membuka kesempatan untuk menjawab dan mengklarifikasi terkait berita kerusakan pelabuhan umum tersebut."****






PENULIS           :       ALI SANIP 
EDITOR             :       REDAKSI

Minggu, 09 Agustus 2026

Polsek Tebing Tinggi Cek Ketahanan Pangan P2B Pertanian Cabe Milik Warga

Polsek Tebing Tinggi Cek Ketahanan Pangan P2B Pertanian Cabe Milik Warga





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     — 
Personel Polsek Tebing Tinggi melaksanakan pengecekan ketahanan pangan melalui Program P2B (Pekarangan Pangan Bergizi) berupa pertanian cabe milik warga di Jalan Pramuka, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 11.45 WIB.


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Selatpanjang Timur, BRIPKA Ade Fadhli, bersama pemilik lahan, Hasan (30), warga Jalan Dorak, Kelurahan Selatpanjang Timur.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengecekan dilakukan secara langsung untuk mengetahui kondisi usaha pertanian masyarakat sekaligus memastikan program ketahanan pangan berjalan dengan baik di lapangan.


Lahan pertanian yang dilakukan pengecekan memiliki luas sekitar 25 x 25 meter. Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung manis milik warga tersebut dalam kondisi baik dan subur.


Selain melakukan pengecekan, petugas juga menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemilik lahan. Masyarakat diberikan motivasi untuk terus mengembangkan program P2B sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan serta peningkatan perekonomian keluarga.


Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif sekaligus mendukung program ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti."****






LIPUTAN        :     ALD
EDITOR           :    REDAKSI 
Danposal Selatpanjang BersamaPersonel Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Selatpanjang melaksanakan kegiatan sosial berupa pengecatan dua unit rumah warga di kawasan nelayan

Danposal Selatpanjang BersamaPersonel Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Selatpanjang melaksanakan kegiatan sosial berupa pengecatan dua unit rumah warga di kawasan nelayan






KabarPesisirNews
Personel Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Selatpanjang melaksanakan kegiatan sosial berupa pengecatan dua unit rumah warga di kawasan nelayan, Jalan Nelayan, Desa Insit, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Sabtu (08/08/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kodaeral I sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Agung N. Kusumaji melalui Danposal Selatpanjang Lettu Laut (P) Hadi Ismanto memimpin langsung kegiatan sosial tersebut bersama sejumlah personel Posal Selatpanjang.


Dalam pelaksanaannya, prajurit TNI AL bersama masyarakat melakukan pengecatan dua unit rumah milik warga, Arpan dan Safi'i. Kegiatan berlangsung dengan melibatkan pemilik rumah dan warga setempat melalui semangat gotong royong.


Sebelum kegiatan dimulai, Danposal Selatpanjang memberikan arahan kepada personel dan masyarakat yang terlibat. Ia menekankan pentingnya kebersamaan, disiplin, serta sinergi antara prajurit dan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan sosial.


Pengecatan dilakukan sejak pagi hingga sore hari. Personel Posal Selatpanjang dan warga bekerja bersama memperbaiki tampilan rumah yang menjadi sasaran kegiatan.


Selain pengecatan rumah, pada akhir kegiatan Danposal Selatpanjang bersama anggota juga membagikan puluhan bendera Merah Putih kepada warga di kawasan tersebut, termasuk kepada para nelayan yang hadir.


Kegiatan sosial ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara personel Posal Selatpanjang dengan masyarakat, khususnya warga di kawasan nelayan Desa Insit, serta meningkatkan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat."*****





LIPUTAN       :     ALD
EDITOR          :     REDAKSI 
LAMR Kepulauan Meranti Apresiasi Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau yang Bernuansa Melayu

LAMR Kepulauan Meranti Apresiasi Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau yang Bernuansa Melayu







KabarPesisirNews.Com
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR)  Kabupaten Kepulauan Meranti memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau di Kabupaten Kepulauan Meranti. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik,  S.Sos.,M.Si., di pusat lokasi pelaksanaan helat Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau di Tepian Selat Melaka,  Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir,  Kepulauan Meranti,  Sabtu (8/8/2026).


Menurut Datuk Seri Afrizal Cik,  pihaknya  menyambut baik dan berterima kasih atas pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi di Kepulauan Meranti yang berlangsung di Desa Kedabu Rapat dan Desa Tanah Merah. 


"Atas nama LAMR dan masyarakat adat Melayu Kepulauan Meranti,  kami memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau di daerah kami. Kegiatan ini bukan sekedar memberi bantuan berbagai kebutuhan kelompok masyarakat dengan beragam profesi,  pelayanan kesehatan, dan pembinaan keamanan.  Tapi lebih daripada itu,  Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau di sini sarat bernuansa adat Melayu dan melestarikan kearifan lokal. Hal ini sangat membesarkan hati kami", ucap Datuk Seri Afrizal Cik. 


"Kegiatan ini sarat bernuansa adat Melayu.  Mulai dari berseragam mengunakan tanjak,  tata cara penyambutan tamu kehormatan dengan tabuhan gendang, sambutan pencak silat,  dan makan bejamu", lanjut Datuk Seri Afrizal Cik.


Menurut Datuk Seri Afrizal Cik,  makan bejamu adalah tata cara makan bersama dalam tata adat jamuan makan orang Melayu,  dengan menikmati hidangan yang disiapkan dalam dulang.  Menikmati makan bejamu mengkiaskan kebersamaan dalam ikatan tali silaturahim,  memupuk kebersamaan dan toleransi,  serta bentuk nyata menjaga adat dan budaya. 


Dari pemantauan awak media di lokasi acara,  pada saat makan bejamu,  semua yang hadir terlihat makan bersama dengan serentak.  Terlihat juga  pembicaraan kecil dan sedikit canda. Nuansa kekeluargaan dan kebersamaan terlihat jelas saat makan bejamu ini berlangsung. 


Dalam acara ini juga dilakukan penanam mangrove secara bersama di tepian garis pantai terluar yang berbatasan dengan negara tetangga Malaysia. Penanaman mangrove ini ini adalah upaya penyelamatan pantai utara pulau Rangsang yang telah runtuh dan hancur. Lebih seribu bibit mangrove ditanam seiring berlangsungnya acara. 


Datuk Seri Afrizal Cik,  menyebutkan kegiatan ini juga menandakan bahwa negara hadir di kawasan perbatasan. 


Hadir dalam helat yang meriah dan penuh keakraban ini,  Kapolda Riau yang diwakili oleh Kabid TIK Kombes Pol Andi Yul Tanri Guling,  S.IK., M.H., Kabid Dokkes Polda Riau, Wakil Bupati Kepulauan Meranti,  Muzamil Baharudin,  S.M, M.M., Ketua DPRD, H. Khalid Ali,  Kapolres AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.IK., Ketua DPH LAMR,  Datuk Seri Afrizal Cik, Sekdakab Sudandiri Jauzah,  Kepala Kajari,  Pabung 0303/Bks Mayor Rusli,  Danramil 02 TT,  Danposal,  Kepala Balai Jalan PUPR Provinsi Riau, Kepala OPD,  sejumlah camat,  kepala desa,  tokoh masyarakat,  tokoh adat,  tokoh agama,  Masyarakat Peduli Api,    mahasiswa,  pelajar,  dan warga setempat."****






SUMBER      :    HUMAS LAMR KEP.MERANTI
EDITOR        :     REDAKSI 

Ekspedisi merah putih presisi,polda riau tembus pulau rangsang,hadirkan negara di teras NKRI

Ekspedisi merah putih presisi,polda riau tembus pulau rangsang,hadirkan negara di teras NKRI





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   - 
Perjalanan menuju wilayah pesisir Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, bukan sekadar perjalanan melintasi laut. Di balik akses yang terbatas, terdapat masyarakat yang setiap hari berhadapan dengan persoalan abrasi, keterbatasan fasilitas hingga tantangan ekonomi nelayan.


Kondisi itu menjadi salah satu sasaran Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau yang menyambangi Kecamatan Rangsang Pesisir, Sabtu (8/8/2026). Tim datang membawa sejumlah program sekaligus, mulai dari bantuan untuk masyarakat, pelayanan kesehatan, dukungan bagi nelayan hingga aksi menjaga kawasan pesisir.


Perjalanan ekspedisi tersebut melibatkan Polres Kepulauan Meranti bersama berbagai komunitas. Sebanyak 89 sepeda motor harus diseberangkan menggunakan kapal kempang dan RIB Polairud sebelum rombongan melanjutkan perjalanan melalui sejumlah desa di Pulau Rangsang.


Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kabid TIK) Polda Riau, Kombes Pol Andi Yul Lapawesean Tenri Guling, S.I.K., M.H., yang memimpin rombongan mengatakan, perjalanan ke wilayah 3T tersebut bukan sekadar agenda simbolis. Menurutnya, ekspedisi menjadi kesempatan bagi jajaran kepolisian untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan.


"Ekspedisi ini bukan hanya perjalanan membawa Merah Putih. Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, mendengarkan persoalan yang mereka hadapi dan memberikan manfaat yang bisa dirasakan secara langsung," ujar Andi Yul.


Setibanya di Pulau Rangsang, berbagai bantuan kemudian disalurkan. Polda Riau bersama Polres Kepulauan Meranti menyerahkan 300 bendera Merah Putih, 20 mesin ketinting untuk mendukung aktivitas nelayan, 110 paket bantuan sosial dan 83 paket sarana kontak.


Dua unit toilet umum juga dibangun untuk mendukung kebutuhan fasilitas masyarakat. Sementara satu unit sepeda motor dinas diserahkan untuk membantu mobilitas Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah 3T.


Tak berhenti pada bantuan sosial, perhatian ekspedisi juga diarahkan pada kondisi pesisir Pulau Rangsang yang menghadapi ancaman abrasi.


Sebanyak 2.200 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir. Penanaman tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan alami pantai sekaligus menjaga ekosistem pesisir yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.


Dukungan juga diberikan kepada Masyarakat Peduli Api (MPA). Polres Kepulauan Meranti menyerahkan 30 kaos lengan panjang dan topi rimba, sedangkan Polda Riau memberikan 81 kaos untuk mendukung aktivitas masyarakat dalam menjaga wilayahnya.


Di tengah rangkaian kegiatan, pelayanan kesehatan turut dibuka bagi masyarakat. Bid Dokkes Polda Riau bersama Puskesmas Kedaburapat memberikan pelayanan kepada 45 warga, mulai dari masyarakat dewasa hingga lansia.


Kebutuhan masyarakat selama kegiatan juga ditopang dengan pendirian dapur umum untuk 250 orang. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama Forkopimda Kabupaten Kepulauan Meranti dan masyarakat Tanah Merah.


Andi Yul mengatakan, berbagai persoalan yang ditemui di Pulau Rangsang menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi.


"Di Rangsang kita melihat persoalannya saling berkaitan, mulai dari ekonomi nelayan, abrasi, lingkungan hingga akses pelayanan. Karena itu, kehadiran Polri harus mampu menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata," katanya.


Bagi Polres Kepulauan Meranti, kedekatan dengan masyarakat pesisir juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan di wilayah kepulauan.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita, S.I.K mengatakan, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir merupakan mitra penting Polri, bukan hanya dalam menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga dalam menjaga laut dan kawasan tempat mereka tinggal.


"Polisi tidak mungkin bekerja sendiri. Di pulau-pulau terluar, masyarakat adalah mitra terdekat kami. Mereka menjaga kampung, menjaga laut dan menjaga lingkungan. Hubungan inilah yang harus terus kita rawat," ujarnya.


Dalam dialog bersama rombongan ekspedisi, persoalan abrasi menjadi salah satu keluhan yang disampaikan masyarakat. Pengikisan garis pantai dinilai terus mengancam kawasan pesisir Pulau Rangsang.


Nelayan juga menyampaikan aspirasi mengenai ruang tangkap di sekitar Beting Lima, kawasan perairan yang berada di sekitar Selat Malaka. Aspirasi tersebut diterima tim untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan instansi yang memiliki kewenangan terhadap wilayah perairan dan aktivitas nelayan.


Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin, SM MM menilai kunjungan langsung ke desa-desa pesisir seperti itu penting bagi daerah kepulauan. Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat di pulau-pulau tidak selalu dapat dilihat dari pusat pemerintahan.


"Kehadiran seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat. Tidak hanya datang, tetapi melihat langsung kondisi di lapangan, berdialog dan membawa manfaat. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti tentu sangat mengapresiasi dan siap berkolaborasi," ujar Muzamil.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau dalam menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia. Ekspedisi diarahkan untuk menjangkau wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) dengan membawa misi kebangsaan, pelayanan sosial, kesehatan, pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat.


Program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Green Policing yang digagas Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan. Konsep tersebut menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.


Dari Pulau Rangsang, ekspedisi itu meninggalkan lebih dari sekadar jejak perjalanan. Ada bantuan yang disalurkan, layanan yang diberikan, aspirasi yang didengar dan ribuan mangrove yang ditanam.


Di wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan kawasan strategis Selat Malaka itu, Merah Putih kembali dibawa lebih dekat kepada masyarakat menyeberangi laut, masuk ke kampung-kampung dan menyentuh kehidupan warga di salah satu teras terdepan NKRI."****





SUMBER     :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :    REDAKSI