Sabtu, 26 September 2026

Estafet Kepemimpinan Bergulir, Kapolda Riau Pimpin Sertijab Wakapolda Riau, Irwasda, Karo SDM hingga Kapolres

Estafet Kepemimpinan Bergulir, Kapolda Riau Pimpin Sertijab Wakapolda Riau, Irwasda, Karo SDM hingga Kapolres







KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,     - 
Estafet kepemimpinan di jajaran Polda Riau kembali bergulir. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Riau dan Kapolres jajaran.


Pada pagi harinya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan terlebih dahulu memimpin upacara serah terima jabatan Wakapolda Riau. Jabatan tersebut diserahterimakan dari Brigjen Pol Hengki Haryadi kepada Brigjen Pol Simson Zet Ringu. Prosesi tersebut menjadi bagian awal dari rangkaian pergantian kepemimpinan di lingkungan Polda Riau pada Sabtu (26/9/2026) di lapangan apel Mapolda Riau.


Usai sertijab Wakapolda, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan upacara serah terima jabatan sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Riau dan Kapolres jajaran di Aula Tribrata Lantai 5 Mapolda Riau. Rangkaian pergantian jabatan tersebut berlangsung dalam satu momentum sebagai bagian dari dinamika organisasi dan penyegaran kepemimpinan di jajaran Polda Riau. Sejumlah jabatan strategis berganti, mulai dari Irwasda dan Karo SDM Polda Riau hingga sejumlah Kapolres jajaran.


Dalam sertijab tersebut, jabatan Irwasda Polda Riau resmi berganti dari Brigjen Pol Prabowo Santoso, S.I.K., M.H., kepada Kombes Pol Ino Harianto, S.I.K., M.M. Sementara jabatan Karo SDM Polda Riau diserahterimakan dari Kombes Pol Dr. Boy Jeckson Situmorang, S.H., S.I.K., M.H., kepada Kombes Pol Tris Lesmana Jefiansyah, S.H., S.I.K., M.H.


Pergantian juga terjadi pada sejumlah jabatan Kapolres jajaran Polda Riau. AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si., yang sebelumnya menjabat Kapolres Bengkalis mendapat amanah sebagai Wakapolresta Sidoarjo Polda Jawa Timur. Posisi Kapolres Bengkalis selanjutnya diemban AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H.


Sementara itu, AKBP Eka Ariandy Putra, S.H., S.I.K., M.Si., yang sebelumnya menjabat Kapolres Indragiri Hulu (Inhu), dipercaya mengemban tugas sebagai Wadirreskrimum Polda Riau. Jabatan Kapolres Inhu selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Jhon Luis Latedera, S.I.K., yang sebelumnya menjabat Kapolres Pelalawan.


Adapun jabatan Kapolres Pelalawan kini diemban AKBP Ahmad Nur, S.Sos., S.I.K., M.H., yang sebelumnya bertugas sebagai Penyidik Tindak Pidana Muda Tingkat I. Pergeseran sejumlah pejabat tersebut sekaligus menjadi momentum bagi personel yang menerima amanah baru untuk melanjutkan program dan pelayanan kepolisian di wilayah masing-masing.


Prosesi sertijab berlangsung khidmat. Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan pasukan dan laporan komandan upacara, dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan Kapolri, pemasangan tanda jabatan oleh Kapolda Riau, pengambilan sumpah jabatan, serta penandatanganan sumpah jabatan dan pakta integritas.


Kapolda Riau bersama jajaran PJU, para Kapolres, Pamen dan Pama Polda Riau serta Bhayangkari turut hadir dalam kegiatan tersebut. Prosesi ini menegaskan bahwa setiap pergantian jabatan merupakan bagian dari mekanisme organisasi untuk menjaga kesinambungan tugas, memperkuat soliditas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.


Usai prosesi sertijab, seluruh rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan oenal pamit yang berlangsung di GOR Presisi Polda Riau. Suasana penuh keakraban mewarnai pertemuan antara pejabat lama, pejabat baru, jajaran PJU, personel Polda Riau serta Bhayangkari.


Pada sore harinya rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi peduli lingkungan melalui penanaman pohon pulai di halaman belakang Mapolda Riau. Penanaman pohon tersebut dilakukan oleh pejabat yang mengakhiri masa tugasnya di Polda Riau, di antaranya Wakapolda Riau yang lama Brigjen Pol Hengki Haryadi, Irwasda yang lama Brigjen Pol Prabowo Santoso, serta Karo SDM Polda Riau yang lama Kombes Pol Dr. Boy Jeckson Situmorang dan Kapolres Bengkalis yang lama AKBP fahrian Saleh Siregar.


Penanaman pohon pulai menjadi bagian dari pesan keberlanjutan yang turut mengiringi pergantian kepemimpinan di lingkungan Polda Riau. Selain menjadi simbol penghormatan terhadap masa pengabdian para pejabat lama, kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan yang terus didorong Polda Riau melalui konsep Green Policing.


Kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi pelepasan pejabat lama oleh Kapolda Riau. Pelepasan berlangsung khidmat dan penuh keakraban, diawali dengan tradisi pedang pora sebagai bentuk penghormatan sekaligus apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para pejabat selama menjalankan tugas di Polda Riau.


Dengan bergulirnya estafet kepemimpinan tersebut, para pejabat baru diharapkan segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing serta menjaga amanah yang telah diberikan. Sementara bagi pejabat lama, perpindahan tugas menjadi bagian dari perjalanan pengabdian untuk terus memberikan kontribusi terbaik di tempat penugasan yang baru.


Dinamika organisasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan roda pelayanan, perlindungan, pengayoman dan penegakan hukum di wilayah Riau terus berjalan secara optimal, sekaligus memperkuat semangat soliditas dan kesinambungan pengabdian Polri kepada masyarakat."****





SUMBER      :    BID HUMAS POLDA RIAU 
EDITOR        :    REDAKSI 
DePA-RI:  Merebut Kepercayaan Publik, Mewujudkan UU Perampasan Aset

DePA-RI: Merebut Kepercayaan Publik, Mewujudkan UU Perampasan Aset




KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,     -
OPINI - Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia (DePA-RI) yang dipimpin oleh Dr. TM Luthfi Yazid, SH, LL.M diundang dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk memberikan masukan atas RUU Perampasan Aset oleh Komisi 3 di gedung DPR RI. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi 3 Dr. Habiburrahman, SH,MH serta anggota komisi dari berbagai fraksi. 


Ketua Umum DePA-RI “berpendapat penegakan  hukum yang berkeadilan membutuhkan integritas penegak hukum dan regulasi yang kuat. Mengutip pemikiran Bernardus Maria Taverne ( yuris dan filsuf Belanda abad 17) dan Mitamayama Sozaburo (yuris dan filsuf Jepang), kualitas penegak hukum (the man behind the gun) dan nilai moral menjadi kunci utama. Tanpa integritas dan aturan yang tajam, penegakan hukum akan kehilangan taringnya”. 


Oleh karena itu, kata Luthfi Yazid, pengesahan RUU Perampasan Aset menjadi krusial untuk mengembalikan kerugian negara sekaligus merebut kembali kepercayaan publik.


Inisiatif RUU Perampasan Aset telah melintasi tiga periode kepresidenan. Berawal dari era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009 melalui usulan PPATK dan penyusunan Naskah Akademik oleh BPHN pada 2012, wacana ini berlanjut ke era Presiden Joko Widodo dengan pembentukan Tim Percepatan Reformasi Hukum. Kini, di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dukungan kembali ditegaskan. Bahkan Ketua Komisi 3 mengatakan bahwa RUU ini akan digolkan paling telat 15 Desember 2026. Komisi 3 akan all out. 


Langkah ini selaras dengan mandat Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 untuk mewujudkan kepastian hukum yang adil, Indonesia telah meratifikasi United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) melalui UU No. 7 Tahun 2006 yang menempatkan pemulihan aset (asset recovery) sebagai pilar utama pemberantasan korupsi.


Meskipun Indonesia memiliki instrumen seperti UU Tipikor, UU TPPU, UU Narkotika, dan UU PPLH yang didukung lembaga KPK, Kejaksaan, Kepolisian, PPATK, BPK, hingga BPKP, “penindakan saat ini belum maksimal” tambah Luthfi. 


Terdapat tiga area kritis yang membutuhkan atensi mendalam:
1. Pengelolaan dan Pengembalian Aset yang Adil: Mekanisme pemulihan aset harus transparan, akuntabel  dan memprioritaskan hak korban. Pembelajaran dari kasus First Travel menunjukkan keberadaan celah hukum, di mana aset senilai hampir Rp1 triliun dari 63 ribu jamaah justru disita untuk negara dalam putusan kasasi di MA, padahal dana/aset tersebut  berasal dari uang jamaah, bukan asset berasal dari APBN. Seharusnya aset tersebut dikembalikan kepada para korban secara proporsional.


2. Penerapan Non-Conviction Based Asset Forfeiture (NCB): Sesuai Pasal 54 ayat (1) huruf (c) UNCAC, perampasan aset tanpa menunggu putusan pidana tetap (inkracht) sangat diperlukan sebagai temporary injunction,  tindakan sementara melalui mekanisme putusan provisi. Langkah ini mencegah pelaku melarikan diri, meninggal dunia, atau menyembunyikan hasil kejahatannya. Penerapan mekanisme NCB—seperti civil forfeiture di Amerika Serikat—tetap wajib menghormati prinsip due process of law dan bersandar pada prinsip the truth and justice. 


3. Transparansi LHKPN dan Akses Publik: Penguatan laporan harta kekayaan pejabat publik (LHKPN) harus diimbangi dengan platform digital terintegrasi. Sistem ini memungkinkan masyarakat memantau proses pengembalian aset secara berkala, transparan dan akuntabel.


Luthfi yang punya nama lengkap Tahir Musa Luthfi Yazid memberikan perumpamaan “Kita ini sebenarnya ibarat sedang berada di sebuah kapal besar bernama Indonesia yang sedang berlayar, sebab itu pembiaran terhadap kejahatan keuangan akan membocorkan lambung kapal hingga akhirnya karam”. 


UU Perampasan Aset harus dirancang tanpa celah (loop-hole) agar tidak bergantung pada aturan pelaksana ( peraturan organik) yang mereduksi fungsinya atau rentan terhadap judicial review/hak uji materi di Mahkamah Konstitusi. 


Meski negara diberikan hak merampas aset oleh UU ini tetapi prinsip pihak ketiga yang beriktikad baik, rule of law dan bukan sebagai alat kekuasaan untuk menzolimi pihak-pihak lainnya harus tetap menjadi patokan. 


Wadah yang akan dibentuk untuk mengamankan aset rampasan negara haruslah dipimpin oleh orang-orang yang memiliki integritas, tak bisa dibeli dan kebal dengan intervensi politik. 


Sebagai langkah konkret, kami merekomendasikan empat poin strategis:


1. Kategori Kejahatan Luar Biasa: Korupsi di sektor keuangan wajib dikategorikan sebagai extraordinary crime yang membutuhkan extraordinary measure tanpa perlu menunggu putusan inkracht agar aset tidak lenyap. Kerjasama internasional untuk pemberantasan dan pengembalian aset mesti dimaksimalkan; 

2. Pencegahan Penyalahgunaan Wewenang: Regulasi harus dipastikan tidak menjadi alat kekuasaan (abuse of power/détournement de pouvoir) untuk menjatuhkan lawan politik atau mereka yang tidak disukai. Pengormatan terhadap due process of law harus menjadi pegangan, dan free and impartial tribunal mesti diwujudkan. 

3. Pembuktian Terbalik: Penerapan asas pembuktian terbalik (reverse burden of proof/omkering van bewijslaat) wajib dimaksimalkan secara proporsional demi menegakkan kebenaran dan keadilan.


Jangan sampai mereka yang memperoleh aset secara ilegal dan tidak setuju dengan perampasan aset hanyalah untuk mengulur-ngulur waktu untuk melenyapkan atau memindahkan aset yang dijaman digital saat ini bisa begitu cepat raib. Atau jangan sampai dengan sengaja untuk menghindari proses pidana. 


Sinergi Antar- Lembaga: KPK, Kejaksaan, Kepolisian, Pengadilan, PPATK, BPK, BPKP, hingga LPSK harus bergerak seirama, solid, dan profesional.


Keberhasilan UU Perampasan Aset tidak hanya diukur dari besarnya harta yang dirampas, melainkan dari komitmen negara dalam mengelola aset tersebut secara jujur dan mengembalikannya kepada masyarakat, korban atau kepada negara. 


Tim Penyusun DePA-RI: 

1. Dr. T.M Luthfi Yazid, S.H., LLM. (Ketua)

2. Nirdamewati Sihite, S.H. (Anggota)

3. Bachtiar Marasabessy, S.H. (Anggota)

4. Kunthi Dyah Wardani, S.H. (Anggota)

5. Airlangga Dwi Nugraha, S.H., M.H. (Anggota)."****







LIPUTAN           :     MEGY
EDITOR              :     REDAKSI 



Sekda Meranti: Jangan Biarkan Semangat Ibadah Haji Luntur Setelah Pulang

Sekda Meranti: Jangan Biarkan Semangat Ibadah Haji Luntur Setelah Pulang






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     — 
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, mengingatkan jamaah haji agar semangat ibadah selama berada di Tanah Suci terus dipertahankan setelah kembali ke tanah air.
Pesan itu disampaikan Sudandri saat membuka Tabligh Akbar Jamaah Haji yang digelar Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kepulauan Meranti di Masjid Agung Darul Ulum, Jalan Siak, Selatpanjang, Sabtu (26/9/2026) pagi.


Mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Sudandri mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap Tabligh Akbar tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi majelis ilmu dan silaturahmi untuk memperkuat keimanan serta ketakwaan.


“Rawatlah kemakmuran hati itu sepanjang hayat. Jangan biarkan semangat ibadah yang tumbuh di tanah suci berkurang setelah kembali ke tanah air,” ujar Sudandri.


Menurutnya, pengalaman menjalankan ibadah haji hendaknya menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas kehidupan, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.


Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas manusia yang memiliki akhlak, ketakwaan dan kepedulian sosial.


“Daerah yang maju bukanlah hanya daerah yang kuat secara ekonomi, tetapi juga daerah yang masyarakatnya memiliki pondasi agama yang kuat,” katanya.


Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Surasman, M.Pd.I, mengatakan Tabligh Akbar tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni mempererat silaturahmi serta memperdalam ilmu dan tata cara pelaksanaan ibadah haji.


Ia mengajak jamaah mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai bagian dari proses menuntut ilmu.


Perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Dr. H. Zulfadli, Lc., M.A., menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempersiapkan jamaah yang akan menunaikan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang.


Menurutnya, jamaah yang telah berhaji pada 2026 dapat berbagi pengalaman kepada calon jamaah yang akan berangkat pada 2027 dan seterusnya.


Zulfadli juga mengingatkan pentingnya kesiapan pengetahuan, kesehatan dan fisik. Jamaah diminta mengikuti seluruh rangkaian bimbingan manasik dengan disiplin agar memahami tahapan ibadah sekaligus berbagai skema penyelenggaraan haji, termasuk murur dan tanazul.


“Kalau bisa jamaah haji tahun 2027 ini semuanya mengikuti bimbingan itu dengan disiplin, dengan semangat, dan silakan nanti Bapak Ibu bertanya kepada narasumbernya apa yang diragukan,” katanya.


Materi Tabligh Akbar disampaikan Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Siak, Zubir Efendi.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Setdakab Kepulauan Meranti Tengku Arifin, Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti Atan Ibrahim, Plt. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, perwakilan Dinas Kesehatan, MUI, BAZNAS, Bank Riau Kepri Syariah, BSI, serta para jamaah haji dan calon jamaah haji."****






LIPUTAN        :     NUR
EDITOR           :     REDAKSI 
Polres Meranti Ikuti Binroh dan Ngaji Kebangsaan Bersama Kapolri dan Gus Baha Lewat Daring.

Polres Meranti Ikuti Binroh dan Ngaji Kebangsaan Bersama Kapolri dan Gus Baha Lewat Daring.






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    – 
Polres Kepulauan Meranti mengikuti kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binroh) serta Ngaji Kebangsaan bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan ulama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (26/9/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung di Rupatama Polres Kepulauan Meranti dan diikuti jajaran pejabat serta personel Polres Kepulauan Meranti.


Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga, S.H., Kabag SDM AKP Gunawan, S.H., Kabag Ren AKP Edi Junaidi, S.H., Kabag Log AKP Herry Juana Putra, Kasat Binmas Iptu Abdul Roni, S.H., serta sejumlah personel Polres Kepulauan Meranti.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan Kalam Ilahi, serta sambutan Kapolri.


Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada Gus Baha yang berkenan memberikan tausiyah, doa dan siraman rohani kepada jajaran Polri melalui kegiatan Binroh dan Ngaji Kebangsaan.


Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi personel Polri untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam pelaksanaan tugas.


Kapolri juga menekankan bahwa tugas Polri tidak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada seluruh masyarakat.


Di tengah berbagai tantangan global, baik di bidang sosial, ekonomi, keamanan maupun perkembangan teknologi informasi, personel Polri dituntut memiliki kekuatan moral dan spiritual agar mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjaga integritas.


Sementara itu, Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga, S.H. menyampaikan bahwa pembinaan rohani dan mental menjadi bagian penting dalam membentuk keteguhan personel dalam menjalankan tugas.


Ia mengatakan, tugas sebagai anggota Polri bukan hanya berkaitan dengan penegakan hukum serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.


“Dalam menjalankan tugas, setiap anggota Polri dihadapkan dengan berbagai tantangan, tekanan dan permasalahan. Karena itu, kekuatan mental dan spiritual sangat diperlukan agar setiap personel mampu menjalankan tugas dengan penuh kesabaran, keikhlasan dan tanggung jawab,” ujar Detis.


Ia juga mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menjaga amanah dan menghindari berbagai perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi.


Pelayanan kepada masyarakat, lanjutnya, harus dilakukan secara humanis, adil dan penuh tanggung jawab dengan tetap berpegang pada nilai-nilai agama.


“Setiap tindakan dan keputusan yang kita ambil memiliki dampak terhadap masyarakat. Oleh karena itu, mari kita senantiasa menjaga amanah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembinaan rohani dan mental kepada personel Polri dan PNPP secara hybrid, doa bersama serta sesi tanya jawab.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan personel Polres Kepulauan Meranti semakin memiliki keteguhan hati, kejernihan pikiran dan kekuatan spiritual dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan.


Selain memperkuat keimanan dan ketakwaan, kegiatan Binroh dan Ngaji Kebangsaan juga menjadi sarana untuk memperkuat persatuan dan soliditas internal Polri.


Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi di Rupatama Polres Kepulauan Meranti berjalan aman, tertib dan terkendali."****






SUMBER      :   HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR        :    REDAKSI 
Di desa Tanjung Bakau, Polsek Rangsang Aktif Pantau Perkembangan Pangan Warga

Di desa Tanjung Bakau, Polsek Rangsang Aktif Pantau Perkembangan Pangan Warga






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     — 
Kepolisian Sektor (Polsek) Rangsang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional di wilayah kepulauan Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.


Melalui kegiatan pembinaan masyarakat, jajaran Polsek Rangsang turun langsung ke lahan pertanian warga di Desa Tanjung Bakau. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan lahan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas pangan masyarakat.


Kapolres Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Rangsang AKP Aguslan, S.H., mengatakan keterlibatan kepolisian dalam kegiatan pertanian masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah kepulauan.


"Ini merupakan bagian dari program optimalisasi lahan yang terus kami dorong. Sebagai wilayah kepulauan, Kepulauan Meranti sangat rentan terhadap fluktuasi harga dan pasokan pangan yang mayoritas masih didatangkan dari luar pulau, bahkan luar provinsi," ujar AKP Aguslan saat dikonfirmasi, Sabtu (26/9/2026).


Menurutnya, pemanfaatan lahan yang belum produktif menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.


"Jika tidak dimulai dari pemanfaatan lahan tidur seperti di Desa Tanjung Bakau ini, ketahanan pangan kita akan selalu rapuh," katanya.


Dalam kegiatan tersebut, Polsek Rangsang memanfaatkan lahan pertanian milik warga seluas sekitar 0,5 hektare yang ditanam cabe. Kegiatan di lapangan melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Bakau, Brigadir Rocky M.


Petugas bersama warga melakukan kegiatan pertanian dan penanaman benih cabe lahan tersebut. Selain penanaman, jajaran Polsek Rangsang juga melakukan pengecekan kebun milik warga di Jalan Diponegoro, Dusun II, Desa Tanjung Bakau.


Pengecekan tersebut dilakukan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan sekaligus melihat perkembangan lahan pertanian masyarakat.


Kapolsek Rangsang mengatakan pemilihan komoditas pertanian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lahan serta kebutuhan masyarakat dan pasar. Selain untuk kebutuhan pangan, hasil pertanian juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan pakan ternak di tingkat regional.


"Karena itu, kami tidak hanya mendampingi proses penanamannya, tetapi juga mengawal kesinambungan hasil panen agar petani memperoleh kepastian pasar," ujarnya.


Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Desa Tanjung Bakau. Kehadiran aparat kepolisian secara langsung di lahan pertanian dinilai memberikan dorongan bagi warga untuk kembali mengembangkan sektor pertanian di tengah tantangan ekonomi masyarakat kepulauan.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB tersebut berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif."****





LIPUTAN       :     ALDO
EDITOR          :     REDAKSI 
JBM Musik Anak Meranti Bersama Q-Management & Birin Budak Kite, Rangkul Generasi Muda Lewat Kreativitas Musik

JBM Musik Anak Meranti Bersama Q-Management & Birin Budak Kite, Rangkul Generasi Muda Lewat Kreativitas Musik






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,     - 
Semangat merangkul generasi muda melalui ruang kreativitas dan kegiatan positif kembali digaungkan para pegiat musik di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Melalui kegiatan JBM (Jamming Bareng Musisi) – Road to Cafe, sejumlah musisi dan komunitas musik lokal berkumpul dan berkolaborasi di Cafe Hashtag, Selatpanjang, Jumat (25/9/2026).


Kegiatan tersebut menghadirkan Q-Management dan Birin Budak Kite, bersama sejumlah kelompok musik yang turut ambil bagian, di antaranya SK4KM4T, Nawasena (MAN Selatpanjang), Tone Acoustic, Side Acoustic, Satnight Project, Neracoustic Nevermind Monday, Kepurun, Biyow Buskers, serta Satu Rasta.


JBM bukan sekadar panggung hiburan. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan bagi anak-anak muda Meranti untuk menyalurkan bakat, mengembangkan kreativitas, sekaligus membangun jejaring positif melalui musik.


Dalam suasana penuh kebersamaan, para musisi muda mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan sekaligus bertukar pengalaman. Ruang kreatif semacam ini dinilai penting agar energi generasi muda dapat diarahkan kepada aktivitas yang produktif dan membangun.


Birin Budak Kite mengatakan, kegiatan tersebut berangkat dari keinginan untuk merangkul anak-anak muda yang memiliki potensi di bidang musik agar memiliki ruang untuk berekspresi dan mengembangkan bakat.


“Kita ingin merangkul adik-adik dan kawan-kawan yang punya bakat di bidang musik. Jangan sampai bakat mereka hanya tersimpan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, mereka punya ruang untuk berkreasi, berkarya dan saling mendukung,” ujar Birin.


Menurutnya, kegiatan positif seperti JBM juga memiliki dimensi sosial yang lebih luas. Generasi muda membutuhkan ruang ekspresi yang sehat sehingga energi, waktu dan kreativitas mereka dapat diarahkan kepada kegiatan yang produktif.


“Musik ini salah satu cara kita mengajak anak-anak muda berkegiatan positif. Daripada energi mereka tersalurkan ke hal-hal negatif seperti judi online maupun narkoba, lebih baik kita arahkan kepada kreativitas, berkarya dan membangun pertemanan yang sehat,” tegasnya.


Birin menambahkan, JBM – Road to Cafe diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pertunjukan musik. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi embrio bagi lahirnya lebih banyak ruang kreativitas dan kolaborasi bagi musisi muda di Kepulauan Meranti.


Kehadiran berbagai kelompok musik dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan keberagaman potensi ekosistem musik lokal. Mulai dari kelompok musik pelajar hingga musisi independen, seluruhnya bertemu dalam satu ruang untuk berbagi pengalaman, memperluas pertemanan dan membangun kolaborasi.


Semangat yang dibawa JBM pada akhirnya bukan semata tentang musik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi gambaran bagaimana generasi muda dapat diberi ruang untuk tumbuh melalui kreativitas.


Musik menjadi medium, persahabatan menjadi pengikat, dan kreativitas menjadi jalan untuk membangun generasi muda Meranti yang produktif dan berdaya."****







LIPUTAN       :      FIRMAN 
EDITOR          :      REDAKSI 
Manfaatkan Lahan Tidur, Polsek Rangsang Pantau Perkembangan Cabe

Manfaatkan Lahan Tidur, Polsek Rangsang Pantau Perkembangan Cabe





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     — 
Kepolisian Sektor (Polsek) Rangsang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional di wilayah kepulauan Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.


Melalui kegiatan pembinaan masyarakat, jajaran Polsek Rangsang turun langsung ke lahan pertanian warga di Desa Tanjung Bakau. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan lahan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas pangan masyarakat.


Kapolres Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Rangsang AKP Aguslan, S.H., mengatakan keterlibatan kepolisian dalam kegiatan pertanian masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah kepulauan.


"Ini merupakan bagian dari program optimalisasi lahan yang terus kami dorong. Sebagai wilayah kepulauan, Kepulauan Meranti sangat rentan terhadap fluktuasi harga dan pasokan pangan yang mayoritas masih didatangkan dari luar pulau, bahkan luar provinsi," ujar AKP Aguslan saat dikonfirmasi, Jum'at (25/9/2026).


Menurutnya, pemanfaatan lahan yang belum produktif menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.


"Jika tidak dimulai dari pemanfaatan lahan tidur seperti di Desa Tanjung Bakau ini, ketahanan pangan kita akan selalu rapuh," katanya.


Dalam kegiatan tersebut, Polsek Rangsang memanfaatkan lahan pertanian milik warga seluas sekitar 0,5 hektare yang ditanam cabe. Kegiatan di lapangan melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Bakau, Brigadir Rocky M.


Petugas bersama warga melakukan kegiatan pertanian dan penanaman benih cabe lahan tersebut. Selain penanaman, jajaran Polsek Rangsang juga melakukan pengecekan kebun milik warga di Jalan Diponegoro, Dusun II, Desa Tanjung Bakau.


Pengecekan tersebut dilakukan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan sekaligus melihat perkembangan lahan pertanian masyarakat.


Kapolsek Rangsang mengatakan pemilihan komoditas pertanian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lahan serta kebutuhan masyarakat dan pasar. Selain untuk kebutuhan pangan, hasil pertanian juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan pakan ternak di tingkat regional.


"Karena itu, kami tidak hanya mendampingi proses penanamannya, tetapi juga mengawal kesinambungan hasil panen agar petani memperoleh kepastian pasar," ujarnya.


Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Desa Tanjung Bakau. Kehadiran aparat kepolisian secara langsung di lahan pertanian dinilai memberikan dorongan bagi warga untuk kembali mengembangkan sektor pertanian di tengah tantangan ekonomi masyarakat kepulauan.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB tersebut berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.Manfaatkan Lahan Tidur, Polsek Rangsang Pantau Perkembangan Cabe."****





LIPUTAN       :      ALDO
EDITOR          :      REDAKSI 

Polsek Rangsang Dorong Optimalisasi Lahan Pertanian Warga untuk Dukung Ketahanan Pangan

Polsek Rangsang Dorong Optimalisasi Lahan Pertanian Warga untuk Dukung Ketahanan Pangan






KEPULAUAN MERANTI RIAU,     — 
Kepolisian Sektor (Polsek) Rangsang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional di wilayah kepulauan Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.


Melalui kegiatan pembinaan masyarakat, jajaran Polsek Rangsang turun langsung ke lahan pertanian warga di Desa Tanjung Bakau. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan lahan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas pangan masyarakat.


Kapolres Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Rangsang AKP Aguslan, S.H., mengatakan keterlibatan kepolisian dalam kegiatan pertanian masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah kepulauan.


"Ini merupakan bagian dari program optimalisasi lahan yang terus kami dorong. Sebagai wilayah kepulauan, Kepulauan Meranti sangat rentan terhadap fluktuasi harga dan pasokan pangan yang mayoritas masih didatangkan dari luar pulau, bahkan luar provinsi," ujar AKP Aguslan saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).


Menurutnya, pemanfaatan lahan yang belum produktif menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.


"Jika tidak dimulai dari pemanfaatan lahan tidur seperti di Desa Tanjung Bakau ini, ketahanan pangan kita akan selalu rapuh," katanya.


Dalam kegiatan tersebut, Polsek Rangsang memanfaatkan lahan pertanian milik warga seluas sekitar 0,5 hektare yang ditanam cabe. Kegiatan di lapangan melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Bakau, Brigadir Rocky M.


Petugas bersama warga melakukan kegiatan pertanian dan penanaman benih cabe lahan tersebut. Selain penanaman, jajaran Polsek Rangsang juga melakukan pengecekan kebun milik warga di Jalan Diponegoro, Dusun II, Desa Tanjung Bakau.


Pengecekan tersebut dilakukan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan sekaligus melihat perkembangan lahan pertanian masyarakat.


Kapolsek Rangsang mengatakan pemilihan komoditas pertanian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lahan serta kebutuhan masyarakat dan pasar. Selain untuk kebutuhan pangan, hasil pertanian juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan pakan ternak di tingkat regional.


"Karena itu, kami tidak hanya mendampingi proses penanamannya, tetapi juga mengawal kesinambungan hasil panen agar petani memperoleh kepastian pasar," ujarnya.


Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Desa Tanjung Bakau. Kehadiran aparat kepolisian secara langsung di lahan pertanian dinilai memberikan dorongan bagi warga untuk kembali mengembangkan sektor pertanian di tengah tantangan ekonomi masyarakat kepulauan.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB tersebut berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif."****






LIPUTAN       :     ALDO
EDITOR          :     REDAKSI 
Bupati Asmar Buka Festival Lari di Atas Tual Sagu, Tradisi Unik Meranti Didorong Jadi Potensi Budaya

Bupati Asmar Buka Festival Lari di Atas Tual Sagu, Tradisi Unik Meranti Didorong Jadi Potensi Budaya





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Tradisi unik masyarakat Kepulauan Meranti, Riau, kembali dihidupkan melalui Festival Lari di Atas Tual Sagu dan Lomba Masak Berbahan Dasar Sagu Tahun 2026. Kegiatan yang digelar di Kampung Suak, Desa Banglas, Sabtu (27/9/2026), dibuka secara resmi oleh Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar.


Festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi upaya memperkenalkan tradisi dan kekayaan sagu sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Kepulauan Meranti.


Dalam kegiatan itu, Bupati H. Asmar didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kepulauan Meranti Hj. Ismiatun Asmar, Wakil Ketua DPRD Meranti Jack Ardiansyah, Ketua LAMR Afrizal Cik, para camat se-Kabupaten Kepulauan Meranti, Kepala Desa Banglas Abdul Zaid, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.


Festival tersebut digagas warga Desa Banglas, Armizan, melalui koordinasi dengan Kementerian Pariwisata RI, serta mendapat dukungan Pemerintah Desa Banglas dan sejumlah kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Dalam sambutannya, Bupati H. Asmar mengapresiasi seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, festival tersebut menjadi ruang untuk mengenalkan kembali warisan budaya daerah kepada masyarakat, khususnya generasi muda.


"Saya mendukung penuh atas terselenggaranya acara ini, karena momentum ini memberikan ruang kepada kita semua untuk mengenal jati diri, merawat warisan leluhur, sekaligus memperkenalkan kekayaan daerah kepada generasi penerus dan masyarakat luas," ujar Asmar.


Ia mengatakan, bagi masyarakat Kepulauan Meranti, sagu tidak hanya dipandang sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan, sejarah, budaya, dan identitas masyarakat.


Karena itu, menurutnya, tradisi lari di atas tual sagu memiliki nilai yang perlu dipertahankan. Tradisi tersebut mengandung unsur permainan rakyat, keterampilan, keberanian, keseimbangan, kebersamaan, serta menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir yang tumbuh berdampingan dengan alam.


"Tradisi seperti inilah yang harus kita jaga. Jangan sampai anak cucu kita kelak hanya mengenal budaya daerah dari buku atau cerita, tetapi tidak pernah melihat, merasakan, dan mempraktikkannya secara langsung," katanya.


Asmar menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti akan terus mendorong agar kekayaan budaya lokal tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan menjadi salah satu kekuatan daerah.


Melalui festival tersebut, ia mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk memiliki kebanggaan terhadap budaya daerah dengan mengenali tradisi, mempelajari sejarah, serta menjaga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.


"Mari kita jadikan kegiatan ini bukan hanya sebagai perlombaan, tetapi sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dan memperkenalkan Kepulauan Meranti sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya yang unik, hidup, dan bernilai," ujarnya.


Kepada para peserta lari di atas tual sagu, Asmar juga berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas, keselamatan, dan kebersamaan selama perlombaan.


"Menang dan kalah adalah bagian dari perlombaan, tetapi menjaga persaudaraan adalah kemenangan yang sesungguhnya," tegasnya.


Ia berharap tradisi tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya sehingga keberadaan budaya lokal tidak terputus oleh perkembangan zaman.


"Marilah kita rawat budaya, kita hidupkan tradisi, kita kuatkan identitas, dan kita majukan Kepulauan Meranti. Saya yakin daerah yang kuat bukan hanya daerah yang maju secara ekonomi, tetapi juga daerah yang teguh memegang akar budayanya," pungkas Asmar.


Usai membuka festival, Bupati H. Asmar bersama Ketua DWP Kepulauan Meranti Hj. Ismiatun Asmar meninjau sejumlah stan lomba masak berbahan dasar sagu.


Asmar terlihat menikmati berbagai olahan yang disajikan peserta. Ia mengapresiasi kreativitas masyarakat dalam mengolah sagu menjadi berbagai jenis makanan sekaligus menilai kegiatan tersebut penting untuk memperkenalkan keragaman pangan berbasis komoditas lokal.


Ia berharap keterampilan dan pengetahuan mengolah sagu tersebut terus diwariskan kepada generasi muda agar tradisi dan budaya masyarakat Meranti tetap hidup.


Sementara itu, Kepala Desa Banglas Abdul Zaid mengatakan kegiatan tersebut merupakan festival yang mengangkat lintas tradisi dan lintas publik. Dalam bahasa Melayu, tradisi tersebut dikenal sebagai "belompat di atas tual sagu".


Menurut Zaid, Desa Banglas merupakan salah satu kawasan penghasil sagu yang cukup besar di Kabupaten Kepulauan Meranti. Karena itu, festival tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat setempat.


Ia juga mengapresiasi inisiatif Armizan yang telah mengupayakan pelaksanaan festival hingga mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat.


Zaid berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang. Ia juga membuka peluang agar desa-desa lain di Kepulauan Meranti dapat mengembangkan dan memperkenalkan potensi budaya masing-masing melalui kegiatan serupa.


"Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi agenda pelestarian budaya sekaligus promosi potensi daerah secara berkelanjutan," ujarnya.


Lebih lanjut, Zaid menyoroti besarnya potensi ekonomi sagu bagi masyarakat Desa Banglas. Ia menyebut, sejak dahulu sagu telah menjadi bagian dari kehidupan dan sumber penghidupan masyarakat setempat.


"Dulu sagu ini mungkin kurang mendapat perhatian, tetapi sekarang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bahkan, masyarakat yang sudah lanjut usia masih bisa memenuhi kebutuhan keluarganya dari hasil kebun sagu," ungkapnya.


Menurut Zaid, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkebunan sagu memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai sosial dan budaya yang penting bagi masyarakat.


Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjaga dan mengembangkan perkebunan sagu sebagai aset ekonomi jangka panjang, sekaligus mempertahankan warisan yang telah diwariskan secara turun-temurun.


Zaid turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Bupati beserta organisasi perangkat daerah terkait, Forkopimda, serta pemerintah pusat yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan festival.


Ia berharap Festival Lari di Atas Tual Sagu dan Lomba Masak Berbahan Dasar Sagu dapat terus berkembang sehingga bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas budaya sekaligus memperkenalkan potensi sagu Kepulauan Meranti kepada masyarakat yang lebih luas."****






LIPUTAN      :      NUR
EDITOR         :      REDAKSI 
Polsek Tebing Tinggi Cek Lahan Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan

Polsek Tebing Tinggi Cek Lahan Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,     — 
Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional, jajaran Polsek Tebing Tinggi melaksanakan pengecekan lahan jagung pipil milik warga di Jalan Pertanian, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (26/9/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WIB sebagai bagian dari pendampingan kepada masyarakat dalam pengembangan usaha pertanian.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pendampingan masyarakat dalam pengembangan usaha, khususnya yang berkaitan dengan program ketahanan pangan.


Pendampingan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengembangan sektor pertanian sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.


Pengecekan dilakukan bersama petani A.B. Purba dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Selatpanjang Kota, Brigadir Randha Maulana. Lahan yang menjadi lokasi kegiatan merupakan milik A.B. Purba dengan luas sekitar 30 x 20 meter.


Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polri turut melakukan pendampingan dan penyuluhan terkait pelaksanaan program penanaman jagung pipil yang melibatkan masyarakat setempat.


Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti serta berkontribusi terhadap program swasembada pangan nasional.


Berdasarkan hasil pengecekan, masa panen jagung diperkirakan mengalami sedikit keterlambatan akibat kondisi cuaca kemarau panjang. Panen diperkirakan dapat dilakukan sekitar satu bulan mendatang, menyesuaikan dengan kondisi tanaman dan cuaca.


Kegiatan pengecekan lahan tersebut berlangsung sebagai bentuk sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung pengembangan pertanian serta ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi."****






LIPUTAN        :      ALD
EDITOR           :     REDAKSI    
Polsek Tebing Tinggi Dampingi Pengembangan Ketahanan Pangan Hidroponik Petani Muda di Tanjung Sari

Polsek Tebing Tinggi Dampingi Pengembangan Ketahanan Pangan Hidroponik Petani Muda di Tanjung Sari







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     — 
Upaya mendukung program ketahanan pangan terus dilakukan melalui pendampingan kepada masyarakat dalam pengembangan usaha pertanian. Salah satunya melalui pengecekan kegiatan P2B (Pekarangan Pangan Bergizi) hidroponik milik petani muda Ahmad Zukri di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kegiatan pengecekan dilaksanakan pada Rabu, 22 September 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. Kegiatan tersebut dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Kepau Baru, Brigadir Hendri Sudrajat.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pendampingan masyarakat dalam pengembangan usaha.


Pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan perekonomian keluarga melalui pengembangan usaha masyarakat.


Lahan yang menjadi lokasi kegiatan memiliki luas sekitar 500 meter persegi dan dimanfaatkan Ahmad Zukri untuk budidaya tanaman cabai.


Dari hasil pengecekan di lapangan, petugas memantau kondisi budidaya tanaman serta melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemilik lahan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus mengembangkan program P2B sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga.


Selain melakukan pengecekan kondisi lahan dan tanaman, pendampingan tersebut juga bertujuan memastikan kegiatan budidaya dapat terus berjalan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.


Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat sekitar 4.500 tanaman cabai yang dibudidayakan di lokasi tersebut.

Kegiatan berlangsung dengan komunikasi yang baik antara pemilik lahan dan petugas pendamping. Pendampingan secara langsung diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi pekarangan dan lahan yang dimiliki melalui kegiatan produktif di bidang pertanian."****






LIPUTAN       :     ALD
EDITOR          :     REDAKSI