Rabu, 10 Juni 2026

TEAM LIBAS Layangkan Teguran ke UPT KPH Bengkalis, Pertanyakan Tindak Lanjut Permohonan Informasi

TEAM LIBAS Layangkan Teguran ke UPT KPH Bengkalis, Pertanyakan Tindak Lanjut Permohonan Informasi





KabarPesisirNews.Com
BENGKALIS RIAU,    – 
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Team Light Independent Bersatu (TEAM LIBAS) Kabupaten Bengkalis melayangkan surat teguran kepada UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bengkalis terkait belum adanya tanggapan atas permohonan informasi yang sebelumnya telah diajukan.


Ketua DPD TEAM LIBAS Kabupaten Bengkalis, T. Maha Sabirin, mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan surat permohonan informasi mengenai status kawasan pada suatu titik koordinat yang berada di Desa Bantan Air, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Surat tersebut tercatat telah diterima oleh pihak UPT KPH Bengkalis pada 18 Mei 2026.


Menurut Sabirin, informasi yang dimohonkan meliputi status kawasan, data dan peta pendukung lokasi, keterangan mengenai peruntukan dan pemanfaatan kawasan, serta informasi lain yang berkaitan dengan titik koordinat yang diajukan.


"Hingga saat ini kami belum menerima jawaban ataupun tanggapan resmi dari pihak UPT KPH Bengkalis. Oleh karena itu, kami menyampaikan surat teguran sebagai bentuk pengingat agar permohonan informasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti," ujarnya.


TEAM LIBAS menegaskan bahwa permohonan tersebut diajukan sebagai bagian dari hak masyarakat untuk memperoleh informasi publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).


Dalam surat teguran yang dikirimkan, TEAM LIBAS meminta UPT KPH Bengkalis untuk memberikan tanggapan resmi terhadap permohonan informasi yang telah diajukan guna mendukung prinsip transparansi dan keterbukaan informasi publik.


"Kami berharap adanya komunikasi yang baik dan keterbukaan informasi sehingga masyarakat memperoleh kepastian terkait status dan pemanfaatan kawasan yang dimaksud," tambah Sabirin.


TEAM LIBAS juga menyatakan akan menunggu tanggapan resmi dari pihak UPT KPH Bengkalis sebelum menentukan langkah lanjutan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku."****








LIPUTAN            :     MP/RED
EDITOR               :     REDAKSI 


IWO Sumenep Kembali Gelorakan Api Nasionalisme Lewat Lomba Pidato Gaya Bung Karno Piala Bupati 2026

IWO Sumenep Kembali Gelorakan Api Nasionalisme Lewat Lomba Pidato Gaya Bung Karno Piala Bupati 2026





KabarPesisirNews.Com
SUMENEP JAWA TIMUR,    -
Semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa kembali menggema di Kabupaten Sumenep. 


Selama empat tahun berturut-turut, kegiatan Lomba Pidato Gaya Bung Karno Piala Bupati Sumenep 2026 yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep yang diikuti Sebanyak 88 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Puskesmas, kecamatan, serta masyarakat umum


Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Kalender Event dalam peringatan Bulan Bung Karno tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme. 


Para peserta tampil membawakan pidato dengan gaya khas Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, lengkap dengan intonasi, ekspresi, serta semangat perjuangan yang menjadi ciri khas Sang Proklamator.


Ajang yang memperebutkan Piala Bupati Sumenep itu diselenggarakan oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumenep sebagai upaya menghidupkan kembali semangat kebangsaan, patriotisme, dan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Bung Karno kepada generasi penerus bangsa.


Ketua IWO Sumenep, Imam Mustain R., mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan pidato, melainkan sarana edukasi untuk mengingat kembali pemikiran dan perjuangan Bung Karno yang hingga kini masih relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


"Momentum Bulan Bung Karno harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali memahami nilai-nilai perjuangan, persatuan, gotong royong, dan nasionalisme yang diwariskan oleh Bung Karno. Karena itu, melalui lomba ini kami ingin menghadirkan semangat tersebut dalam bentuk yang lebih kreatif, edukatif, dan menarik," ujarnya disela sela Acara Berlangsung, Rabu, (10-6-2026).


Menurutnya, tingginya jumlah peserta yang mencapai 88 orang menunjukkan bahwa semangat masyarakat Sumenep untuk mengenal sejarah dan tokoh bangsa masih sangat besar.


Bahkan peserta tidak hanya berasal dari kalangan ASN, tetapi juga dari berbagai unsur masyarakat dan Kalangan Pondok Pesartren di Sumenep yang memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan.


"Kami bersyukur antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa. Kehadiran peserta dari OPD, Puskesmas, hingga Kaum Santri yang ada di Pondok Pesantren menjadi bukti bahwa semangat Bung Karno masih hidup di tengah masyarakat. Ini menjadi energi positif bagi kita semua untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda," katanya.


Imam Kachonk Panggilan akrabnya menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen IWO Sumenep dalam mendukung pembangunan karakter masyarakat melalui kegiatan literasi, edukasi sejarah, dan penguatan wawasan kebangsaan.


"Kami berharap lomba ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan semata. Lebih dari itu, kegiatan ini harus mampu melahirkan generasi yang memahami sejarah bangsanya, memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, serta mampu menjadi agen pemersatu di tengah berbagai tantangan zaman," jelasnya.


Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengapresiasi penyelenggaraan Lomba Pidato Gaya Bung Karno yang dinilai mampu menjadi media pembelajaran sekaligus pelestarian nilai-nilai perjuangan bangsa.


Menurutnya, Bulan Bung Karno bukan hanya momentum mengenang jasa Sang Proklamator, tetapi juga kesempatan untuk mengimplementasikan gagasan-gagasan besar Bung Karno dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun daerah dan memperkuat persatuan masyarakat.


"Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya mengingatkan kita pada sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga mengajarkan pentingnya menjaga persatuan, semangat gotong royong, dan rasa cinta tanah air. Nilai-nilai yang diajarkan Bung Karno harus terus diwariskan kepada generasi sekarang dan generasi yang akan datang," kata Bupati Cak Fauzi.


Ia menilai, kemampuan peserta dalam menghidupkan kembali gaya pidato Bung Karno menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda dan aparatur pemerintahan, masih memiliki kepedulian terhadap sejarah bangsa dan tokoh-tokoh pendiri negara.


"Saya melihat semangat luar biasa dari seluruh peserta. Ini bukan sekadar lomba berbicara di atas panggung, tetapi bagaimana kita mampu memahami pesan-pesan perjuangan Bung Karno dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," tuturnya.


Politisi PDI Perjuangan ini berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena memiliki nilai edukatif yang tinggi serta mampu memperkuat identitas kebangsaan di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan informasi.


"Melalui kegiatan ini, saya berharap semangat nasionalisme terus tumbuh di seluruh lapisan masyarakat. Mari jadikan Bulan Bung Karno sebagai momentum memperkuat komitmen bersama untuk membangun Kabupaten Sumenep yang maju, unggul, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan," pungkasnya.


Untuk Diketahui, Lomba Pidato Gaya Bung Karno Piala Bupati Sumenep 2026 berlangsung penuh semangat dan mendapat sambutan hangat dari peserta maupun masyarakat yang Hadir dilokasi, Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran sejarah sekaligus penguatan karakter kebangsaan di Kabupaten Sumenep.


Inilah Nama -Nama Juara Lomba Pidato Gaya Bung Karno Piala Bupati Sumenep Tahun 2026 yang di selenggarakan Oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sumenep antara lain : 


Juara 1. Hammad Delegasi dsri Dinas Pendidikan Sumenep dengan Jumlah Nilai 749, 


Juara II. M. Alky Salis. A. Delegasi dari Pondok Pesantren Al - Amin Prenduan dengan jumlah milai 729,


Juara III. Atas Nama Yusuf I, Delegasi dari BPKPSDM Sumenep dengan jumlah nilai : 700."****






SUMBER     :     PD IWO IWO SUMENEP 
EDITOR       :     REDAKSI 


Sekda Sudandri Buka High Level Meeting TP2DD Kepulauan Meranti

Sekda Sudandri Buka High Level Meeting TP2DD Kepulauan Meranti






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    - 
Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, diwakili Sekretaris Daerah, Sudandri secara resmi membuka High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Kepulauan Meranti, bertempat di Aula Kantor Bupati, Rabu (10/6/2026).


Pertemuan strategis ini digelar untuk mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Langkah ini menjadi kunci penting dalam menciptakan tata kelola keuangan daerah yang transparan, efisien, dan akuntabel.


Membacakan sambutan Bupati, Sekda Sudandri memberikan apresiasi tinggi kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Khususnya atas inisiasi kerja sama dengan Bank Riau Kepri Syariah dalam meluncurkan pembayaran retribusi non-tunai melalui kanal QRIS yang saat ini sedang berproses.


"Elektronifikasi transaksi adalah indikator keberhasilan P2DD yang merupakan program nasional berdasarkan Permendagri Nomor 56 Tahun 2021," ujarnya.


Sudandri mengatakan, penerapan teknologi digital dalam transaksi keuangan dinilai mampu mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sistem digital terbukti efektif menutup celah potensi kebocoran penerimaan daerah pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil.


"Digitalisasi ini menjadi solusi krusial di tengah keterbatasan dana transfer dari Pemerintah Pusat. Untuk itu kita minta seluruh OPD untuk saling berkolaborasi dan mengintegrasikan teknologi digital demi meningkatkan mutu pelayanan publik," terangnya.


Lebih lanjut, Sekda juga menegaskan pentingnya peran strategis pemerintah kecamatan sebagai garda terdepan. Dimana Kecamatan diminta aktif berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan Kelurahan. 


"Langkah ini bertujuan meningkatkan kepatuhan wajib pajak, khususnya dalam percepatan realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) guna mewujudkan kemandirian fiskal daerah," pungkasnya.


Sebelumnya, Kepala Bapenda Kepulauan Meranti, Agusyanto menyampaikan, P2DD merupakan wadah untuk mendorong inovasi dalam meningkatkan elektronifikasi transaks dan menciptakan efisiensi, efektivitas, mengantisipasi kebocoran penerimaan daerah, serta transparansi pajak dan retribusi, sehingga pergerakannya dapat dimonitor secara real-time.


"Keberadaan P2DD sangat krusial dalam digitalisasi tata kelola pemerintah daerah, salah satunya terkait dengan optimalisasi penerimaan daerah," katanya.


Agusyanto mengatakan, Pemkab Kepulauan Meranti melalui Bapenda telah melakukan kerja sama dengan Bank Riau Kepri terkait dengan pembayaran retribusi nontunai melalui kanal QRIS dengan melibatkan Dinas Perhubungan, Perindag, dan Perkim LH.


"Saya yakin ini akan melebar ke OPD-OPD lainnya. Tim IT Bapenda juga sudah merancang Aplikasi Sistem Cek Pajak Bumi Bangunan Online (SiCebol) untuk digunakan pada pembayaran PBB di Kepulauan Meranti," imbuhnya.


Sementara itu, Branch Manager BRK Syariah Selatpanjang, Wiwin Syahputra mengapresiasi Pemkab Kepulauan Meranti yang terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung percepatan digitalisasi transaksi pemerintahan daerah.

"Transformasi digital bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan yang harus kita jalankan bersama guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, efisien, dan akuntabel," ujarnya.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah yang memiliki kedekatan dengan pemerintah daerah dan masyarakat, Bank Riau Kepri Syariah berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program digitalisasi yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Saat ini Bank Riau Kepri Syariah telah menyediakan berbagai layanan digital yang dapat mendukung percepatan elektronifikasi transaksi daerah, antara lain layanan QRIS, Mobile Banking, Virtual Account, Cash Management System, pembayaran pajak dan retribusi secara digital, serta berbagai kanal pembayaran elektronik lainnya yang memberikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan bagi masyarakat maupun perangkat daerah," terangnya.


Hadir dalam acara tersebut, Kepala KP2KP Selatpanjang, Henry Rotuahman Manik, Asisten Administrasi Umum Setdakab, M. Mahdi, pimpinan OPD, Camat dan undangan lainnya."****







LIPUTAN        :    NUR
EDITOR           :    REDAKSI 
Matangkan Persiapan Pelantikan Pengurus FPMPTB Priode 2026 -2030 Yang Akan Dilaksanakan Pada Juli 2026 Mendatang.

Matangkan Persiapan Pelantikan Pengurus FPMPTB Priode 2026 -2030 Yang Akan Dilaksanakan Pada Juli 2026 Mendatang.





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Sejumlah pengurus Forum Peduli Masyarakat Pesisir Teluk Belitung (FPMPTB) yang telah mengantongi izin secara resmi Akte Notares badan Hukum: SK. Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor: AHU - 02085. AH. 02. 01. Tahun 2025 Tanggal: 04 Maret 2025, menggelar rapat final dalam rangka persiapan pelantikan atau pengukuhan yang insya Allah akan dilaksanakan pada bulan juli 2026 mendatang.


"Rapat final persiapan pelantikan atau pengukuhan organisasi tersebut dilakukan di kediaman "Ali Sanip" pada Selasa (9/6/2026) kemarin sore. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua umum Forum Peduli Masyarakat Pesisir Teluk Belitung Syufri SE, dihadiri sejumlah pengurus.


Rapat ini menjadi tahap akhir sebelum pelaksanaan acara puncak yang dijadwalkan pada 15 Juli 2026, menjadi Agenda utama kegiatan tersebut meliputi pelantikan pengurus Forum Peduli Masyarakat Pesisir Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. 


Ketua Umum Forum Peduli Masyarakat Pesisir Teluk Belitung yang terpilih Syufri SE  juga berharap agar seluruh pengurus solid dalam memajukan organisasi tersebut. Mari kita sama sama  menjalin kerja sama melalui dari awal kita bergerak maju setelah organisasi kita ini mengantongi Akte Notaris, dan izin kementerian secara resmi, ucapnya.


Menurut Syufri, organisasi sama sama kita bentuk dengan tujuan agar kita bisa bersuara untuk mendukung pembangunan didaerah kita bagai maju seperti daerah lain, dan tidak seperti dianak tirikan, mari kita bekerja secara proposional, kami yang sudah pensiun ini merupakan sebagai perintis, yang muda ayo maju, imbuh Syufri berharap.


Pengurus berharap agar organisasi ini dapat bekerja sesuai SOP, dan menjalan topoksinya masing masing secara proposional.

Sementara itu, Sekretaris Forum Peduli Masyarakat Pesisir Teluk Belitung H.Suyatno S.Pd.MM memastikan bahwa pelantikan dan pengukuhan pengurus Forum tersebut diyakikan dapat berlangsung sukses sesuai harapan kita bersama, tutur H.Suyatno.


Ia juga berharap agar organisasi yang terbentuk dari kalangan orang orang pensiunan dan kalangan muda ini dapat bekerja semaksimal mungkin bisa menunjukkan sikap dalam rangka memajukan daerah kita bersama pemerintah daerah, imbuh Suyatno berharap.


Suyatno menambahkan, pelantikan atau pengukuhan tersebut rencananya akan dihadiri langsung UPIKA Kecamatan Merbau, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti (H.Khalid Ali SE,red) beserta Empat anggota dari dapil pemilihan Kecamatan Merbau, pihak perusahaan Seperti PT Imbang Tata Alam (ITA) dan pihak perusahaan RAPP Pulau Padang, Ormas, Alim ulama, tokoh masyarakat, dan komponen lainnya nanti akan diundang secara resmi.


Diketahui, dalam rapat yang berlangsung beberapa jam itu, selain membahas persiapan pelantikan atau pengukuhan juga dibahas berbagai hal lain yang dianggap perlu."****






PENULIS       :     ALI SANIP 
EDITOR.            : REDAKSI
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas.

Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas.





KabarPesisirNews.Com
INDRAGIRI HILIR RIAU,    – 
Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (10/6/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., dan dihadiri unsur Forkopimda, instansi pemerintah, mahasiswa,tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Baznas Kabupaten Indragiri Hilir Ahmad Subagio, L.C., Anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir Siska Oktavia, perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup, Camat Gaung Fauziah, S.K.M., M.K.M., Kapolsek Gaung AKP Edi Dalianto, Danposramil Gaung Pelda Tota Simbolon, Kepala Desa Terusan Kempas Agus Syahroni, personel Polres Inhil dan Polsek Gaung, serta berbagai elemen masyarakat.


Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih sungai yang melibatkan personel Polri dan masyarakat. Selanjutnya, dilakukan penanaman bibit mangrove sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung upaya mitigasi bencana di wilayah pesisir.


Selain kegiatan penghijauan, Polres Inhil juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis melalui Klinik Apung Polres Inhil. Kegiatan sosial lainnya berupa pemberian bantuan alat tulis sekolah kepada pelajar melalui program perpustakaan apung serta penyaluran bantuan kepada masyarakat kurang mampu.


Adapun bantuan yang disalurkan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir,  dan beberapa Paket alat tulis sekolah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir, lima paket Family Kit dari Dinas Sosial Kabupaten Indragiri Hilir, serta santunan uang tunai  kepada lima orang penerima dari Baznas Kabupaten Indragiri Hilir.


Kapolres Inhil menyampaikan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.


Melalui kegiatan Green Policing ini, Polres Inhil berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat, mulai dari menjaga kualitas udara, mencegah abrasi dan erosi, mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan, hingga mempererat sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.


Selain itu, penyaluran bantuan sosial kepada warga kurang mampu dan pelajar diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat serta mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak di Desa Terusan Kempas."****








LIPUTAN INHIL        :      SAD
EDITOR                      :      REDAKSI 
Warning! Stok Batubara untuk PLTU Nyaris Habis, Jawa, Madura, Bali Terancam Gelap Gulita

Warning! Stok Batubara untuk PLTU Nyaris Habis, Jawa, Madura, Bali Terancam Gelap Gulita






KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,     -
Di tengah kegelisahan masyarakat Indonesia akibat kebijakan pemerintah menaikkan sepihak harga BBM non-subsidi, kabar lain yang juga menjadi momok menakutkan datang dari PT PLN (Persero). Setelah Sumatera Utara, kini Pulau Jawa, Madura hingga Bali (Jamali) terancam gelap gulita akibat krisis listrik.


Meski PLN berusaha menutupi penyebabnya adalah defisit, namun bisik-bisik mulai terdengar nyaring. Hal itu terjadi karena stok batubara yang menjadi bahan baku penghasil energi listrik untuk sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) semakin menipis dan nyaris habis. Stok yang tersisa, informasinya tidak sampai untuk 2 pekan.


Berdasarkan pantauan di lapangan, pemadaman di Pulau Jawa mulai terjadi sejak Senin (8/6/2026). Diantaranya di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta hingga Jawa Timur.


"Belum blackout, tapi terpaksa dilakukan pemadaman bergilir di Pulau Jawa demi pemerataan energi yang tersedia. Hanya Bali dan Jakarta yang diupayakan tetap menyala. Karena arahan dari PLN Pusat, performa PLN harus tetap dijaga karena Presiden sedang ada di Jakarta," ungkap sumber di PLN Pusat, Rabu (10/6/2026).


Terkait dampak dari defisit tersebut, diantaranya mulai dirasakan masyarakat Kota Bogor, Jawa Barat.


"Kemarin itu dari siang sudah padam listrik, terus menyala sebentar jelang magrib padam lagi sampai malam," terang Suseno, warga setempat.


Begitu juga di Yogyakarta. Kawasan Gejayan dan Kaliurang turut merasakan gelap gulita setelah PLN mulai menerapkan pemadaman bergilir.


Presiden Harus Bertindak Cepat*


Terkait situasi tersebut, Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Kornas Re-LUN) Teuku Yudhistira kembali mendesak agar Presiden Prabowo segera bertindak dan mengambil langkah taktis dan strategis untuk mengatasi krisis kelistrikan yang kini mengancam Jawa, Madura dan Bali.


"Presiden pasti tahu listrik ini kebutuhan sangat vital. Butuh langkah cepat dan strategis untuk menangani krisis listrik khususnya di Pulau Jawa. Karena kalau tidak cepat ditangani, bisa lumpuh Pulau Jawa," ungkap Yudhistira di Jakarta, Rabu (10/6/2026).


Dari data yang dihimpun pihaknya, kata Yudhis, stok batubara baik yang ada di PLTU PLN Group seperti PLTU yang dikelola sub holding (PLN Nusantara Power dan Indonesia Power) serta suplai dari IPP, sudah menunjukkan 'lampu merah'.


"Stoknya sangat-sangat tipis. Untuk PLTU PLN Group hanya punya stok batubara sekitar 12 hari lagi untuk beroperasi (HOP) dan stok di PLTU IPP hanya tinggal 11 hari. Padahal jika berbicara tentang Perdir PLN, harusnya stok itu tidak boleh di bawah 26 hari. Agak aneh kan. Kemana pemasik batubara selama ini," sebutnya.


Berdasarkan data per 9 Juni 2036, sejumlah PLTU Jamali di bawah kendali PLN Group yang sudah 'lampu merah' itu, diantaranya Paiton, Pacitan, Tanjung Awar-awar, Rembang, Indramayu, Adipala, Pelabuhan Ratu, Lontar, Labuan dan Tanjung Jati.


Sedangkan stok untuk PLTU IPP yang situasinya juga sudah sangat mengkhawatirkan diantaranya Paiton, Jawa, Cilacap dan Celukan Bawang.


"Informasinya siang ini sistem kelistrikan untuk Jamali defisit sampai 750 MW dan nanti malam pada saat beban puncak akan defisit mencapai 1.500 MW. Sangat berbahaya, pasti banyak yang terganggu. Tidak hanya aktivitas masyarakat yang terhambat, bidang usaha termasuk UMKM pasti terdampak," terang Yudhis. 


Di samping teknis, Yudhis kembali berharap Presiden Prabowo Subianto juga segera membenahi manajemen PLN yang dinilainya sudah tidak mampu bekerja secara profesional dan proporsional.


"Butuh penyegaran (PLN) pastinya. RUPS 15 Juni nanti harusnya bisa menjadi momentum bagi Presiden melalui Danantara untuk merombak total Direksi dan Komisaris PLN. Sudah pantaslah Darmawan Prasodjo dicopot dari kursi Dirut karena kinerjanya yang sangat buruk dan hanya lebih mengedepankan pencitraan. Padahal perusahaan babak belur selama dipegangnyam. Begitu juga dengan direksi PLN lainnya seperti Direktur LHC Yusuf Didi, sudah pantas dicopot untuk penyegaran," pungkasnya."****







LIPUTAN       :      RED
EDITOR          :      REDAKSI 
Sekda Meranti Tegaskan Arsip Bukan Lagi Urusan Nomor Dua, Tata Kelola Pemerintahan Harus Berbasis Kearsipan Modern

Sekda Meranti Tegaskan Arsip Bukan Lagi Urusan Nomor Dua, Tata Kelola Pemerintahan Harus Berbasis Kearsipan Modern







KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    – 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan kearsipan sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan pelatihan penyusutan dan penyusunan kearsipan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, S.H., di Ruang Rapat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (10/6/2026).


Kegiatan tersebut diikuti peserta secara luring maupun daring serta menghadirkan Direktorat Kearsipan Daerah II Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), yang diwakili Wawan.


Dalam pemaparannya, Wawan menegaskan bahwa penyelenggaraan kearsipan telah diatur secara komprehensif melalui Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.


Menurutnya, urusan kearsipan merupakan salah satu tugas negara yang wajib dilaksanakan oleh seluruh pelaku penyelenggara kearsipan nasional, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota.


"Ketika ada dua mandat undang-undang tersebut, tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan tugas negara ini. Mutu penyelenggaraan kearsipan harus terus ditingkatkan agar sesuai dengan ekspektasi negara," ujarnya.


Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pengawasan kearsipan yang dimiliki ANRI, kualitas penyelenggaraan kearsipan di Kabupaten Kepulauan Meranti masih memerlukan banyak perbaikan.


Menurutnya, keberhasilan pengelolaan arsip tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Perpustakaan dan Kearsipan semata, tetapi juga seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).


"Pelaku penyelenggaraan kearsipan tidak tunggal. Kinerja kearsipan yang baik sangat ditentukan oleh kepedulian seluruh OPD dalam mengelola arsip dinamis di masing-masing unit kerja," katanya.


Ia menambahkan, pengelolaan arsip yang baik akan bermuara pada proses penyusutan arsip, baik melalui pemindahan, pemusnahan, maupun penyerahan arsip yang memiliki nilai sejarah kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.


Karena itu, pihaknya menyambut baik terselenggaranya pelatihan tersebut dan berharap dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, S.H., menegaskan bahwa paradigma lama yang menganggap arsip sebagai urusan nomor dua harus segera ditinggalkan.


Menurutnya, selama ini ruang arsip sering dianggap hanya sebagai tempat penyimpanan berkas yang tidak penting. Padahal, arsip memiliki peran strategis dalam mendukung akuntabilitas dan pelayanan publik.


"Sering kali kita mendengar ungkapan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Dalam birokrasi, hal itu diterjemahkan menjadi pemerintahan yang bersih dan akuntabel adalah pemerintahan yang tertib arsipnya," ujar Sudandri.


Ia menegaskan bahwa arsip merupakan alat penting dalam mendukung berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan.


"Ketika ada audit pemeriksaan keuangan, arsip adalah buktinya. Ketika terjadi sengketa hukum atau persoalan aset daerah, arsip menjadi penyelamatnya. Dan ketika masyarakat menuntut transparansi pelayanan, arsip adalah jawabannya," tegasnya.


Sudandri mengingatkan bahwa buruknya manajemen kearsipan dapat menjadi ancaman bagi tata kelola pemerintahan. Sebaliknya, sistem arsip yang tertata dengan baik akan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan sistem pemerintahan berbasis elektronik.


"Kita telah berada di era digitalisasi. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti harus terus berlari menyesuaikan diri dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Kita tidak bisa lagi terus-menerus terjebak dalam tumpukan kertas yang memakan ruang dan waktu," katanya.


Melalui pelatihan tersebut, Pemkab Kepulauan Meranti berharap dapat meningkatkan kapasitas aparatur dalam pengelolaan arsip yang profesional, modern, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga mampu mendukung terwujudnya pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel."****







LIPUTAN        :      NUR
EDITOR           :      REDAKSI 
Bhabinkamtibmas di Polsek Rangsang Panen Jagung Kuartal II di Teluksamak Hasilkan 1,3 Ton, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Bhabinkamtibmas di Polsek Rangsang Panen Jagung Kuartal II di Teluksamak Hasilkan 1,3 Ton, Dukung Ketahanan Pangan Nasional





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   - 
Kegiatan panen jagung pipil Kuartal II Tahun 2026 dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional belum lama ini dilaksanakan di lahan milik BUMDes Arta Niaga, Desa Teluksamak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang melibatkan berbagai unsur di tingkat desa.


Kegiatan panen dihadiri oleh Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, S.H., Ketua BUMDes Arta Niaga M. Rahim, personel Polsek Rangsang, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Teluksamak.


Rangkaian kegiatan meliputi pelaksanaan panen jagung pipil di lahan BUMDes Arta Niaga dan diakhiri dengan sesi foto bersama. Lahan yang dipanen memiliki luas sekitar satu hektare dengan hasil panen mencapai 1,3 ton jagung pipil.


Menurut Kapolsek Rangsang, kegiatan panen jagung ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan. Selain itu, panen jagung juga merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas pangan nasional melalui peningkatan produksi pertanian yang berkelanjutan.


Melalui keterlibatan aktif dalam program ketahanan pangan, diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung ketersediaan pangan di daerah.


Kegiatan berakhir sekitar pukul 09.30 WIB. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif."****






LIPUTAN       :     RED
EDITOR          :     REDAKSI 
Kapolsek Rangsang dan Bhabinkamtibmas Polsek Rangsang Panen Jagung Kuartal II di Teluksamak Hasilkan 1,3 Ton, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Kapolsek Rangsang dan Bhabinkamtibmas Polsek Rangsang Panen Jagung Kuartal II di Teluksamak Hasilkan 1,3 Ton, Dukung Ketahanan Pangan Nasional





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   - 
Kegiatan panen jagung pipil Kuartal II Tahun 2026 dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional belum lama ini dilaksanakan di lahan milik BUMDes Arta Niaga, Desa Teluksamak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang melibatkan berbagai unsur di tingkat desa.


Kegiatan panen dihadiri oleh Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, S.H., Ketua BUMDes Arta Niaga M. Rahim, personel Polsek Rangsang, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Teluksamak.


Rangkaian kegiatan meliputi pelaksanaan panen jagung pipil di lahan BUMDes Arta Niaga dan diakhiri dengan sesi foto bersama. Lahan yang dipanen memiliki luas sekitar satu hektare dengan hasil panen mencapai 1,3 ton jagung pipil.


Menurut Kapolsek Rangsang, kegiatan panen jagung ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan. Selain itu, panen jagung juga merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas pangan nasional melalui peningkatan produksi pertanian yang berkelanjutan.


Melalui keterlibatan aktif dalam program ketahanan pangan, diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung ketersediaan pangan di daerah.


Kegiatan berakhir sekitar pukul 09.30 WIB. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif."****






LIPUTAN       :     RED
EDITOR          :     REDAKSI 
Bhabinkamtibmas Polsek Rangsang Panen Jagung Kuartal II di Teluksamak Hasilkan 1,3 Ton, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Bhabinkamtibmas Polsek Rangsang Panen Jagung Kuartal II di Teluksamak Hasilkan 1,3 Ton, Dukung Ketahanan Pangan Nasional






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   - 
Kegiatan panen jagung pipil Kuartal II Tahun 2026 dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional belum lama ini dilaksanakan di lahan milik BUMDes Arta Niaga, Desa Teluksamak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang melibatkan berbagai unsur di tingkat desa.


Kegiatan panen dihadiri oleh Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, S.H., Ketua BUMDes Arta Niaga M. Rahim, personel Polsek Rangsang, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Teluksamak.


Rangkaian kegiatan meliputi pelaksanaan panen jagung pipil di lahan BUMDes Arta Niaga dan diakhiri dengan sesi foto bersama. Lahan yang dipanen memiliki luas sekitar satu hektare dengan hasil panen mencapai 1,3 ton jagung pipil.


Menurut Kapolsek Rangsang, kegiatan panen jagung ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan. Selain itu, panen jagung juga merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas pangan nasional melalui peningkatan produksi pertanian yang berkelanjutan.


Melalui keterlibatan aktif dalam program ketahanan pangan, diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung ketersediaan pangan di daerah.


Kegiatan berakhir sekitar pukul 09.30 WIB. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif."****






LIPUTAN       :     RED
EDITOR          :     REDAKSI 
AKP Gunawan, SH Kapolsek Rangsang Panen Jagung Kuartal II di Teluksamak Hasilkan 1,3 Ton, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

AKP Gunawan, SH Kapolsek Rangsang Panen Jagung Kuartal II di Teluksamak Hasilkan 1,3 Ton, Dukung Ketahanan Pangan Nasional





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   - 
Kegiatan panen jagung pipil Kuartal II Tahun 2026 dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional belum lama ini dilaksanakan di lahan milik BUMDes Arta Niaga, Desa Teluksamak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang melibatkan berbagai unsur di tingkat desa.


Kegiatan panen dihadiri oleh Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, S.H., Ketua BUMDes Arta Niaga M. Rahim, personel Polsek Rangsang, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Teluksamak.


Rangkaian kegiatan meliputi pelaksanaan panen jagung pipil di lahan BUMDes Arta Niaga dan diakhiri dengan sesi foto bersama. Lahan yang dipanen memiliki luas sekitar satu hektare dengan hasil panen mencapai 1,3 ton jagung pipil.


Menurut Kapolsek Rangsang, kegiatan panen jagung ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan. Selain itu, panen jagung juga merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas pangan nasional melalui peningkatan produksi pertanian yang berkelanjutan.


Melalui keterlibatan aktif dalam program ketahanan pangan, diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung ketersediaan pangan di daerah.


Kegiatan berakhir sekitar pukul 09.30 WIB. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif."****






LIPUTAN       :     RED
EDITOR          :     REDAKSI