Jumat, 12 Juni 2026

Sinergi Mitra Bulog, 411 KPM di Desa Pasir Agung Terima Bantuan Pangan dengan Tertib

Sinergi Mitra Bulog, 411 KPM di Desa Pasir Agung Terima Bantuan Pangan dengan Tertib





KabarPesisirNews.Com
ROKAN HULU RIAU,    – 
Pemerintah Pusat kembali menyalurkan program Bantuan Pangan (Banpang) sebagai bentuk kepedulian dan upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat. 


Di Desa Pasir Agung, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu, proses penyaluran bantuan yang dikelola oleh Mitra Bulog ini berlangsung dengan sangat lancar, transparan, dan kondusif.


Sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, suasana di Kantor Desa Pasir Agung sudah mulai dipadati oleh warga. Kendati masyarakat yang datang sangat ramai, suasana tetap terlihat rapi dan kondusif. 


Warga dengan penuh kesadaran berbaris tertib, mengantre menunggu giliran panggilan dari petugas untuk menerima hak mereka.


Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, total ada sebanyak 411 Kepala Keluarga (KK) yang tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 

Pada periode kali ini, setiap KPM menerima alokasi berupa 2 sak beras berukuran 10 kg serta 2 bungkus minyak goreng kemasan ukuran 2 liter. Secara keseluruhan, total logistik pangan yang didistribusikan pada hari itu mencapai 822 sak beras dan 137 kotak minyak goreng.


Menariknya, pengelolaan distribusi di tingkat bawah ini tidak menggunakan kepanitiaan desa biasa, melainkan dijalankan langsung oleh tim khusus yang ditunjuk resmi.


"Di sini tidak ada panitia bentukan lokal. Kami bergerak murni sebagai Mitra Bulog yang berada di tingkat desa, dengan jumlah personel 4 orang yang bekerja sesuai dengan juknis dan ketentuan yang berlaku," ujar salah seorang perwakilan Mitra Bulog di lokasi.


Sistem kerja yang profesional dari ke-empat Mitra Bulog ini terbukti efektif dalam mengurai kerumunan dan mempercepat proses verifikasi data, sehingga masyarakat tidak perlu mengantre terlalu lama.


Program Banpang dari Pemerintah Pusat yang dikelola oleh Bulog ini dirasakan sangat berdampak langsung dalam meringankan beban pengeluaran dapur masyarakat, terutama di tengah flukuasasi harga kebutuhan pokok saat ini. 


Warga Desa Pasir Agung pun menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penyaluran bantuan yang dinilai tepat waktu, tepat jumlah, dan dilayani dengan sangat baik."****







LIPUTAN       :     IWANTO
EDITOR          :     REDAKSI 
Polisi Turun ke Kandang Sapi, Peternak Inhil Dapat Ilmu Penting Soal Pangan!

Polisi Turun ke Kandang Sapi, Peternak Inhil Dapat Ilmu Penting Soal Pangan!




KabarPesisirNews.Com
TEMBILAHAN RIAU,   – 
Guna mendukung program nasional ketahanan dan swasembada pangan Republik Indonesia, jajaran Polsek Kawasan Sektor Pelabuhan (KSKP) Polres Indragiri Hilir (Inhil) proaktif turun langsung ke tengah masyarakat.


Langkah nyata ini ditunjukkan oleh dua personel Polsek KSKP, yaitu Aiptu Anggia Susanto dan Brigpol Andi Efri, yang menyambangi para peternak sapi lokal di wilayah hukumnya untuk memberikan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh), pada Selasa (09/06).


Kapolsek KSKP melalui Aiptu Antoni Lubis menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mengawal dan menyukseskan agenda swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.


“Kami ingin memastikan para peternak memiliki bekal pengetahuan yang cukup agar hasil produksi ternak, baik daging maupun anakan (pedet), dapat maksimal. Jika peternak sejahtera dan produksinya melimpah, maka target swasembada pangan nasional akan semakin memperkuat ketahanan pangan di daerah kita,” ujar Aiptu Anggia Susanto.


Selain memberikan materi teknis peternakan, Brigpol Andi Efri juga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Para peternak diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi tindak kriminal pencurian hewan ternak (curnak) dengan mengaktifkan kembali sistem pos ronda malam di sekitar area peternakan.


Para peternak sapi menyambut baik dan mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan oleh personel Polsek KSKP Polres Inhil. Mereka menilai edukasi seperti ini sangat membantu dalam upaya memodernisasi cara beternak yang selama ini masih didominasi metode tradisional.


Dengan adanya sinergi yang kuat antara Polri dan sektor pertanian serta peternakan rakyat, diharapkan pasokan pangan asal hewan di Kabupaten Inhil dapat terus terjaga secara mandiri."****







LIPUTAN INHIL        :      SAD
EDITOR                      :      REDAKSI 
Polsek Pelangiran Monitoring Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan di Bagan Jaya

Polsek Pelangiran Monitoring Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan di Bagan Jaya





KabarPesisirNews.Com
INDRAGIRI HILIR RIAU,     – 
Dalam rangka mendukung program swasembada pangan tahun 2026, Polsek Pelangiran bersama Pemerintah Desa Bagan Jaya melaksanakan monitoring tanaman jagung Kuartal II di lahan masyarakat Desa Bagan Jaya, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat (12/6/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.


Monitoring dilakukan di lahan pertanian jagung milik warga, Nanik Sujatmiko, dengan luas lahan mencapai 1 hektare. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Pelangiran bersama pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tunas Jaya melakukan pemupukan tanaman jagung guna memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris BUMDes Tunas Jaya, Angger, serta Ps Kanit Binmas Polsek Pelangiran, Bripka Syaftia Rani.


Kapolsek Pelangiran IPTU Iwan Saputra, SH, MH melalui Ps Kanit Binmas Bripka Syaftia Rani mengatakan bahwa kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan program ketahanan pangan yang telah berjalan dapat memberikan hasil maksimal bagi masyarakat sekaligus mendukung target swasembada pangan tahun 2026.


"Monitoring ini merupakan bagian dari komitmen Polsek Pelangiran dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kami ingin memastikan tanaman jagung yang dikelola masyarakat bersama BUMDes mendapatkan perawatan yang baik sehingga pertumbuhannya optimal dan mampu menghasilkan panen yang maksimal," ujar Bripka Syaftia Rani menyampaikan pesan Kapolsek Pelangiran.


Lebih lanjut, Kapolsek Pelangiran melalui Bripka Syaftia Rani menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung program pemerintah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.


"Melalui pendampingan dan monitoring secara berkala, kami berharap produktivitas pertanian masyarakat terus meningkat. Sinergi antara Polri, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat serta mendukung tercapainya swasembada pangan nasional," tambahnya.


Selain melakukan pemantauan kondisi tanaman, tim juga mengecek perkembangan lahan pertanian yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Pelangiran.


Kegiatan monitoring berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Polsek Pelangiran berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional guna mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan."****






LIPUTAN INHIL       :     SAD
EDITOR                     :     REDAKSI 
Jangan Sampai PLN Seperti BGN, Presiden Terlambat Menindak Kelakuan Darmawan Prasodjo

Jangan Sampai PLN Seperti BGN, Presiden Terlambat Menindak Kelakuan Darmawan Prasodjo






KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,    -
Listrik merupakan kebutuhan primer paling dasar bagi manusia. Bahkan termasuk menyangku segala aktivitas dan nyawa. Mulai dari kebutuhan lampu, memasak, menyimpan makanan, menunjang sekolah dan pekerjaan, hingga menghidupkan roda ekonomi dan industri sebuah negara, semuanya bergantung pada pasokan listrik yang andal dan stabil. 


Sayangnya, di Indonesia hak paling mendasar ini kini dirampas dari masyarakat karena kinerja PT PLN (Persero) yang sangat buruk dan gagal total dalam menjalankan tugasnya.


Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (Kornas Re-LUN) mengatakan, fakta itu memang sulit dibantah, karena Indonesia saar ini memang sedang menghadapi krisis energi yang sangat nyata dan mengkhawatirkan. 


"Masalah utamanya sangat jelas, selama hampir 5 tahun terakhir (2021-2026), tidak ada pertumbuhan atau pengembangan pembangkit listrik yang berarti. Kebutuhan listrik masyarakat terus bertambah seiring berkembangnya zaman, jumlah penduduk, dan pertumbuhan ekonomi, namun penambahan kapasitas pembangkit baru sama sekali tidak berjalan sesuai rencana," sebut Yudhistira di Jakarta, Jumat (12/6/2026).


Lanjut Yudhistira, kondisi ini semakin memburuk dalam beberapa hari terakhir, khususnya di wilayah Jawa dan Bali. Sistem kelistrikan mengalami kekurangan daya yang parah hingga 1.500 MW, yang menyebabkan pemadaman bergilir dan gangguan yang terjadi hampir setiap saat. 


"Tentunya hal ini bukan musibah yang datang tiba-tiba, melainkan akibat dari dua kelalaian besar: pertama, pembangkit listrik yang sudah ada dibiarkan tidak terawat dengan baik, mesin-mesinnya rusak, dan sering gangguan mendadak karena kurangnya pemeliharaan serius; kedua, tidak ada satu pun pembangkit listrik baru yang selesai dibangun dan disambungkan ke dalam sistem untuk menutupi kekurangan daya tersebut," tegasnya.


Di balik seluruh kekacauan, kesengsaraan, dan kerugian yang dirasakan rakyat ini, kaya Yudhis ada satu orang yang paling bertanggung jawab sepenuhnya, yaitu Darmawan Prasodjo, selaku Direktur Utama PLN sejak tahun 2021 hingga sekarang.


"Jika kita menelusuri catatan kinerjanya selama masa jabatannya, fakta dan data angka berbicara sangat keras. Tidak ada satu pun keputusan besar, langkah strategis, atau terobosan nyata yang signifikan yang ia buat untuk mendorong pembangunan pembangkit listrik baru," ujarnya.


Yudhistira menuding Darmo memimpin perusahaan raksasa ini seolah hanya berjalan di tempat, membiarkan infrastruktur kritis negara ini menua dan rusak, tanpa ada rencana nyata untuk perbaikan atau pengembangan.
❌ Kegagalan Eksekusi RUPTL 2021–2030 


Setiap tahun, PLN di bawah pimpinannya menyusun dokumen indah eksekusi RUPTL dengan target kapasitas yang harus beroperasi dan tersambung ke sistem, namun realisasinya jauh di bawah harapan, bahkan gagal total. 


Berikut data jelasnya:
Tahun Target Penambahan Kapasitas (MW) Realisasi Terpasang & Beroperasi (MW) Persentase Keberhasilan
2021 2.850 MW 320 MW 11% saja
2022 3.120 MW 415 MW 13% saja
2023 3.480 MW 580 MW 17% saja
2024 3.750 MW 720 MW 19% saja
2025 4.010 MW 890 MW 22% saja
TOTAL 17.210 MW 2.925 MW Hanya 17% dari rencana!
Sumber data: Lingkup SISTEM JAWA-BALI, RUPTL 2021–2030, Laporan Kinerja PLN


Artinya: Dari total hampir 17.200 MW yang seharusnya sudah ada dan menyala untuk menyuplai kebutuhan masyarakat Indonesia khususnya Jamali, hanya kurang dari 3.000 MW yang benar-benar terwujud. Lebih dari 14.000 MW pembangkit yang dijanjikan mangkrak, tertunda, atau tidak pernah dibangun sama sekali. 


"Inilah sebabnya cadangan daya makin menipis, hingga kini kita kekurangan listrik parah. ❌ Janji Kosong Transisi Energi Hijau Darmawan Prasodjo sangat pandai berpidato, mengaku PLN paling "Hijau", berjanji membangun ribuan megawatt tenaga surya, air, angin, dan menjadi pelopor energi bersih. Namun datanya sangat memalukan," beber Yudhis.


Harusnya, sambung dia, target EBT dalam RUPTL 2021–2025 (Sistem Jamali) : 7.800 MW energi terbarukan harus beroperasi
Realisasi hingga kini (Sistem Jamali) : Hanya 810 MW yang selesai dan tersambung ke jaringan.


"Hasilnya apa, kurang dari 11% tercapai! Dari ribuan megawatt yang dijanjikan, yang benar-benar berfungsi bisa dihitung jari. Ia sibuk mempromosikan konsep "hijau" di media dan forum internasional untuk pujian, padahal di lapangan kita masih sangat bergantung pada pembangkit batu bara tua yang boros dan tidak efisien, tanpa ada pengganti yang disiapkan.
Sepanjang menjabat, Darmawan Prasodjo justru lebih banyak dikenal karena kemampuannya berbicara manis, memberikan janji-janji indah, dan tampil di publik dengan berbagai pencitraan. Namun, janji-janji dan bujuk rayu yang ia sampaikan ternyata tidak ditujukan untuk kepentingan rakyat atau kemajuan negara," urai jebolan Magister Komunikasi ini panjang lebar.


Sebaliknya, masih kata Yudhis, ia lebih sibuk memberikan janji dan keuntungan kepada pihak-pihak tertentu—baik perorangan maupun perusahaan—yang dinilainya bisa memberikan dukungan politik atau kekuasaan kepadanya. 


"Segala kebijakannya hanya berorientasi pada satu tujuan: mempertahankan posisi dan kenyamanan jabatannya sendiri, termasuk keresahan para vendor yang isunya setiap paket proyek yang nilainya sampai triliunan, diminta setor jatah komitmen di depan 3% dari nilai kontrak sebelum kontrak diteken. Artinya, dia duduk sebagai Dirur bukan untuk melayani kebutuhan listrik 280 juta rakyat Indonesia.," paparnya.


Akibatnya, semua penduduk harus menanggung derita. Ibu rumah tangga kesulitan mengurus rumah karena listrik sering padam, pelajar tidak bisa belajar dengan nyaman, pedagang dan pengusaha mengalami kerugian besar setiap kali pasokan terputus, dan industri terganggu operasinya—semua karena listrik, hal yang seharusnya terjamin, kini menjadi barang mewah dan tidak menentu.


Krisis energi yang terjadi hari ini, lanjut Yudhistira, adalah bukti nyata kegagalan kepemimpinan Darmawan Prasodjo. Ia telah mengabaikan amanah publik, menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan, dan gagal total mengeksekusi rencana pembangunan yang sudah disepakati secara hukum. 


"Ke depan, PLN tidak boleh lagi dipimpin oleh sosok yang hanya pandai bicara, pandai berjanji, namun kosong dari karya, gagal memenuhi target angka yang sudah ditetapkan, dan abai terhadap tanggung jawab besarnya. Masyarakat berhak mendapatkan layanan listrik yang stabil dan terjamin, dan hal itu tidak akan pernah terwujud jika manajemen puncak masih dipimpin oleh orang yang mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan hidup seluruh rakyat Indonesia," tandasnya."****







LIPUTAN          :      RED
EDITOR             :      REDAKSI 
Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Merbau Bersama Warga Tanam Jagung di Desa Bandul

Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Merbau Bersama Warga Tanam Jagung di Desa Bandul





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Sebagai bentuk dukungan terhadap program Ketahanan dan Swasembada Pangan Nasional, jajaran Polsek Merbau terus berperan aktif mendampingi masyarakat dalam sektor pertanian. Melalui Bhabinkamtibmas Desa Bandul, BRIPKA Sisunardi, S.E., Polsek Merbau melaksanakan kegiatan penanaman bibit jagung pipil bersama warga Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putri Puyu.


Kegiatan yang dilaksanakan atas arahan Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre, S.H., M.H. tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa serta meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.


Dalam kegiatan tersebut, BRIPKA Sisunardi bersama masyarakat bergotong royong melakukan penanaman bibit jagung pipil di lahan yang telah disiapkan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah-tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan motivasi serta dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang bermanfaat bagi kesejahteraan warga.


Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre melalui Bhabinkamtibmas menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan wujud nyata dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.


“Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mendorong semangat masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian serta meningkatkan hasil produksi pangan yang pada akhirnya berdampak positif terhadap perekonomian warga,” ujarnya.


Masyarakat Desa Bandul menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap sinergi antara Polri dan warga dalam mendukung ketahanan pangan dapat terus terjalin sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.


Dengan adanya kegiatan penanaman jagung pipil ini, diharapkan program Ketahanan dan Swasembada Pangan Nasional dapat berjalan optimal hingga ke tingkat desa sebagai fondasi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan."****







SUMBER     :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :    REDAKSI 

Kamis, 11 Juni 2026

DWP Meranti Gelar Beauty Class, Perkuat Silaturahmi dan Pengembangan Diri Anggota

DWP Meranti Gelar Beauty Class, Perkuat Silaturahmi dan Pengembangan Diri Anggota





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     – 
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kepulauan Meranti terus berupaya meningkatkan kualitas dan kebersamaan anggotanya. Salah satunya melalui Pertemuan Rutin DWP yang kali ini dikemas dengan kegiatan beauty class di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Kamis (11/6/2026) sore.


Pertemuan yang dipimpin Ketua DWP Kabupaten Kepulauan Meranti, Dwi Nofmiyani Sudandri, itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana pengembangan diri bagi para anggota.


Dalam sambutannya, Dwi Nofmiyani mengapresiasi antusiasme dan konsistensi anggota yang terus hadir dalam kegiatan rutin bulanan tersebut.


“Saya sangat mengapresiasi seluruh ibu-ibu yang terus konsisten hadir dalam pertemuan rutin bulanan. Ini menunjukkan komitmen kita bersama untuk menjaga silaturahmi dan memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan,” ujarnya.


Ia menegaskan, pertemuan rutin DWP tidak sekadar menjadi agenda berkumpul, tetapi juga wadah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan yang dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.


“Pertemuan rutin ini bukan sekadar berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk belajar dan mengembangkan diri melalui kegiatan yang bermanfaat bagi seluruh anggota,” katanya.


Sebagai bagian dari upaya peningkatan wawasan anggota, pertemuan bulan Juni menghadirkan kegiatan beauty class yang dipandu oleh Helvi Tri Lismana. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif karena memberikan pengetahuan seputar perawatan diri dan penampilan yang menunjang kepercayaan diri perempuan.


Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Desriani Marwan, menjelaskan bahwa pertemuan rutin bulan Juni dilaksanakan oleh lima Dharma Wanita Persatuan Perangkat Daerah (DWPD), yakni Perkim dan Lingkungan Hidup, Perhubungan, Bappeda, Perindustrian dan Perdagangan, serta DPMPTSP.


Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan program organisasi sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota.


“Melalui pertemuan rutin ini diharapkan dapat memperkuat silaturahmi, meningkatkan tanggung jawab anggota terhadap organisasi, serta mendukung peran perempuan dalam keluarga dan tugas suami sebagai ASN,” ujar Desriani.


Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga DWP Kabupaten Kepulauan Meranti semakin berperan sebagai organisasi perempuan yang aktif, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.


Dengan suasana hangat dan penuh keakraban, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa DWP tidak hanya berfungsi sebagai wadah organisasi, tetapi juga ruang bagi perempuan untuk terus belajar, berkembang, dan saling menguatkan."****






LIPUTAN        :      NUR
EDITOR           :      REDAKSI 
Tak Ada Pembangkit Baru Yang Dibangun Selama 5 Tahun Darmo Jadi Dirut PLN, Sabotase Pemerintahan Prabowo?

Tak Ada Pembangkit Baru Yang Dibangun Selama 5 Tahun Darmo Jadi Dirut PLN, Sabotase Pemerintahan Prabowo?





KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,     -
Krisis listrik yang melanda tanah air, khususnya di Sumatera dan Pulau Jawa saat ini, ternyata tidak hanya sebatas stok batubara yang semakin menipis. Namun lebih parah dari itu, semua terjadi akibat Dirut PLN Darmawan Prasodjo alias Darmo yang tak berbuat apa-apa selama 5 tahun masa kepemimpinannya.


Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Kornas Re-LUN) Teuku Yudhistira menuturkan, berdasarkan hasil pengamatan dan analisis pihaknya, selama dikendalikan Darmawan Prasodjo, tidak ada satupun pembangkit baru yang dibangun untuk memperjuangkan sistem elektrifikasi.


"Silahkan cek, di era Darmawan Prasodjo sebagai Dirut PLN, ada tidak pembangkit baru yang masuk?. Tidak sekalipun ada keputusan dari dia untuk memulai pembangunan pembangkit baru," tegas Yudhistira saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (11/6/2026)..


Artinya, kata Yudhistira, selain stok batubara yang minim, krisis listrik ini juga disebabkan defisit kapasitas pembangkit lama yang selama ini menjadi andalan. Selain itu, defisit ini juga terjadi terkait masalah tata kelola misalkan kinerja dan waktu pemeliharaan pembangkit yang tidak sinkron waktunya sehingga ada masa defisit.


Yudhis juga menyesalkan pihak Komunikasi PLN Pusat yang terkesan mencari kambing hitam dalam menutupi krisis listrik di Pulau Jawa, dengan menyebutkan gangguan di PLTGU Jawa 1.


"Padahal jelas ini murni tanggung jawab Dirut PLN. Apalagi Dirut PLN selama ini hanya mencari solusi jangka pendek dengan pembangkit sewa yang biaya operasionalnya mahal apalagi di tengah harga minyak dunia yang melambung yang pada akhirnya akan menggerus devisa negara melalui subsidi energi ke PLN untuk pembelian minyak," urainya.


"Darmawan Prasodjo itu, terkait omongan dia dimana-mana kalau PLN itu mendukung transisi energi, ya cuma ngomong doang. Tapi eksekusinya nol besar," cetusnya.


Lebih jauh Yudhistira mengatakan bahwa keputusan investasi PLN maupun IPP, selama masa kepemimpinan Darmo tidak terealisasi sehingga menuai kondisi sekarang, adanya defisit pada sistem. 


"Karena secara natural, di Jawa inikan jumlah pelanggannya terus bertambah seiring dengan positifnya pertumbuhan ekonomi di masa presiden prabowo sebesar 5 koma sekian persen. Tapi jika Dirut PLN lambat melakukan keputusan investasi, maka dapat dikatakan Dirut PLN sedang melakukan sabotase terhadap pemerintahan Prabowo dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi," pungkasnya.


PLN Lakukan Strategi Komunikasi Pembohongan Publik


Yudhistira juga mengkritik strategi komunikasi PLN yang dinilainya tidak transparan dalam menjelaskan kondisi kelistrikan kepada masyarakat. 


Menurutnya, selama terjadi pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Jawa, PLN lebih sering menggunakan istilah “gangguan” dan “pemeliharaan” tanpa memberikan penjelasan yang utuh mengenai akar persoalan yang terjadi.


“Publik berhak mendapatkan informasi yang jujur dan komprehensif. Jangan sampai komunikasi yang disampaikan hanya berhenti pada dua kata, yakni gangguan dan pemeliharaan, sementara masyarakat harus menanggung dampak pemadaman berulang. Yang lebih disayangkan, hampir tidak pernah ada permohonan maaf yang disampaikan secara terbuka kepada pelanggan yang dirugikan,” ujar Yudhistira.


Ia menilai pola komunikasi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap PLN. 


Menurutnya, perusahaan negara seharusnya mengedepankan keterbukaan informasi, termasuk menjelaskan kondisi pasokan, kapasitas pembangkit, hingga langkah-langkah perbaikan yang sedang dilakukan agar masyarakat memperoleh gambaran yang jelas mengenai situasi yang terjadi.


“Kondisi ini tanggung jawab Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri. Jangan dia malah cuci tangan. Ketika listrik padam berulang, masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi bahwa sedang terjadi gangguan. Mereka juga membutuhkan kepastian kapan masalah selesai, apa penyebab sebenarnya, dan siapa yang bertanggung jawab. Transparansi adalah bagian dari pelayanan publik yang tidak boleh diabaikan,” tegasnya."****







LIPUTAN        :       RED
EDITOR           :      REDAKSI 
Pemkab Meranti Klarifikasi Temuan Belanja Suku Cadang, Minta Pemberitaan Berimbang

Pemkab Meranti Klarifikasi Temuan Belanja Suku Cadang, Minta Pemberitaan Berimbang







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     – 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memberikan klarifikasi terkait isi pemberitaan salah satu media online yang mengangkat dugaan penyimpangan anggaran belanja suku cadang kendaraan dinas senilai Rp 841 juta.


Pelaksana tugas Kepala Bagian Prokopim Setdakab Kepulauan Meranti, Ir. Roni Tondi, MM, menjelaskan 
temuan yang disebutkan dalam pemberitaan merupakan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 


Menurut Roni, rekomendasi yang diberikan BPK terhadap temuan tersebut telah dan sedang ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait, sesuai mekanisme yang berlaku. 


Pemerintah daerah berkomitmen menindak lanjuti seluruh tindak lanjut yang menjadi rekomendasi auditor dalam rangka meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.


"Temuan audit tidak dapat langsung diartikan sebagai korupsi atau kerugian negara. Proses tindak lanjut harus dilihat secara utuh sesuai ketentuan yang berlaku dan berdasarkan hasil pemeriksaan yang objektif," tegasnya.


Menurutnya hal itu menjadi bagian dari mekanisme pengawasan dan pembinaan terhadap pengelolaan keuangan negara maupun daerah.


"Perlu dipahami bahwa temuan pemeriksaan merupakan bagian dari proses evaluasi tata kelola keuangan. Terdapat tahapan klarifikasi, verifikasi, dan tindak lanjut administratif yang harus dijalankan oleh perangkat daerah sebelum dapat ditarik kesimpulan lebih lanjut," jelasnya.


Roni menilai sejumlah narasi dalam pemberitaan tersebut mengandung dugaan dan pertanyaan yang bersifat spekulatif, termasuk penyebutan kemungkinan adanya pihak tertentu yang menikmati aliran dana tanpa didukung data, bukti, maupun konfirmasi kepada pihak terkait.


Menurutnya, narasi semacam itu berpotensi membentuk opini publik yang tidak objektif dan bertentangan dengan asas praduga tak bersalah yang dijamin dalam sistem hukum Indonesia.


"Kami menghormati fungsi pers sebagai kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Namun pemberitaan hendaknya tetap disajikan berdasarkan data, fakta yang terverifikasi, serta konfirmasi yang berimbang agar tidak menimbulkan penggiringan opini yang dapat menyesatkan masyarakat," tambahnya.


Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan penggunaan foto Bupati Kepulauan Meranti dalam pemberitaan tersebut yang tidak sesuai subtansi. Bupati bukanlah pihak yang bertanggung jawab sebagai pengguna anggaran maupun kuasa pengguna anggaran


"Foto yang ditampilkan tidak memiliki keterkaitan langsung dengan substansi persoalan yang diberitakan sehingga berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat," tegas Roni. 


Dia juga mengingatkan prinsip keberimbangan (cover both sides) sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. 


"Media seharusnya memberikan ruang konfirmasi yang memadai kepada pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran," ucapnya. 


Dengan adanya klarifikasi tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang utuh, akurat, dan berimbang sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi secara menyeluruh."****








LIPUTAN          :    NUR
EDITOR             :    REDAKSI 
Kapolsek Ujung Batu Aktif pantau  penyiraman tanaman jagung dimusim panas

Kapolsek Ujung Batu Aktif pantau penyiraman tanaman jagung dimusim panas






KabarPesisirNews.Com
ROKAN HULU RIAU,      -
Ujung Batu Dalam rangka mendukung Program Prioritas Nasional Presiden Republik Indonesia di bidang Ketahanan Pangan Nasional, Kepolisian SektorPolsek  Ujung Batudipimpin Kapolsek Ujung Batu  Kompol Yusuf Purba  SH. MH.terus menunjukkan komitmennya melalui berbagai langkah nyata di tengah masyarakat. Disaat musim panas  membantu penyiraman tanaman jagung bersama petani  10 /6/2026  


Hal ini  hingga berhasil,Program tersebut berhasil bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat serta mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan.


Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah tersebut, Kapolsek  Ujung Batu Kompol yusuf Purba,bergerak cepat dan berperan aktif dalam memastikan pelaksanaannya berjalan dengan baik di wilayah hukumnya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penanaman jagung pipil di sejumlah desa yang berada di Kecamatan Ujung Batu. 


Salah satu lokasi penanaman berada di lahan milik petani di Desa ngaso kecamatan Ujung Batu,Dalam pelaksanaannya, Polsek Ujung Batu berkolaborasi dengan pemerintah desa serta masyarakat yang memiliki lahan petani. 


Kegiatan ini dilakukan secara bertahap, mulai dari pembukaan lahan, proses penanaman, hingga perawatan tanaman. Seluruh tahapan tersebut terus dipantau secara rutin oleh Polsek  Ujung Batu yang bekerja sama dengan petani Desa Ngaso,Kecamatan Ujung Batu Langkah ini dilakukan guna memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal sehingga menghasilkan panen yang maksimal.


Selain itu,Polsek Ujung Batu  juga terus melakukan sosialisasi, pendekatan, dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar turut berperan aktif dalam menyukseskan Program Ketahanan Pangan Nasional. Diharapkan melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat, program ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan serta kemakmuran masyarakat di Desa ngaso kecamatan Ujung Batu."****








LIPUTAN ROHUL       :      AC
EDITOR                        :     REDAKSI 
Rakor Penyusunan dan Validasi KSP Terintegrasi P4GN dan Pendidikan Anti Korupsi Digelar di Pelalawan

Rakor Penyusunan dan Validasi KSP Terintegrasi P4GN dan Pendidikan Anti Korupsi Digelar di Pelalawan





KabarPesisirNews.Com
PELALAWAN RIAU,    – 
Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau Wilayah I menggelar Rapat Koordinasi (Rakor)  dan Validasi Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Terintegrasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta Pendidikan Anti Korupsi (PAK) Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 10–11 Juni 2026, di Kabupaten Pelalawan.


Rakor yang menjadi agenda rutin tahunan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I ini dibuka dengan tarian persembahan, doa bersama, serta sambutan dan pemaparan singkat oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, Ismail, S.Ag.


Dalam sambutannya, Ismail menegaskan pentingnya penguatan kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga membangun karakter peserta didik melalui integrasi nilai-nilai anti narkoba dan anti korupsi dalam proses pembelajaran.


Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 266 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA, SMK, dan SLB Negeri maupun Swasta se-Wilayah I, meliputi Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Kepulauan Meranti.


Selain membahas penyusunan dan validasi KSP Tahun 2026, Rakor juga mengupas pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) Silang yang bertujuan meningkatkan kualitas kepemimpinan, kinerja, serta prestasi kepala sekolah di lingkungan pendidikan Wilayah I.


Materi Rakor disampaikan oleh Ketua Koordinator Pengawas (Korwas) Wilayah I, Sugeng Priono, S.Pd., M.MPd. Dalam pemaparannya, Sugeng menjelaskan mekanisme pelaksanaan PKKS Silang serta strategi penyusunan KSP Tahun 2026 yang selaras dengan kebijakan pendidikan nasional dan kebutuhan satuan pendidikan.


Menurutnya, implementasi PKKS Silang menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui evaluasi yang objektif, transparan, dan berkelanjutan terhadap kinerja kepala sekolah.


Rangkaian kegiatan Rakor ditutup dengan penandatanganan Dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I bersama Pengawas Pembina masing-masing satuan pendidikan sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran.


Melalui Rakor ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Wilayah I dapat menyusun dan mengimplementasikan kurikulum yang adaptif, inovatif, serta mampu membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, bebas narkoba, dan memiliki nilai-nilai anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari."****








EDITOR           :      REDAKSI 
Bantaran Sungai Air Hitam Kanan Diduga Di Tanami Pohon Kelapa Sawit Oleh PT Inti Indo Sawit Subur

Bantaran Sungai Air Hitam Kanan Diduga Di Tanami Pohon Kelapa Sawit Oleh PT Inti Indo Sawit Subur






KabarPesisirNews.Com
PELALAWAN RIAU,    -
Banyaknya rusak sungai-sungai yang berada di Kabupaten Pelalawan, sungai tersebut rusak di lakukan oleh para perusahaan-perusahaan sawit, yang mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi. Mengakibatkan ekosistem habitat sungai tersebut menjadi rusak. Sehingga sungai semakin kecil, dan ketika musim kemarau sungai menjadi kering.


Merusak ekosistem sungai merupakan pelanggaran undang-undang Daerah Aliran Sungai (Das) PP No 37 tahun 2012, Permen PUPR No 28/PRT/M/2015.


Jarak tanaman sawit dari sungai besar 100M-150M, sedangkan sungai Kecil 50 meter.
 

Pelaku perusak Das akan di hukum sesuai dengan UU No 32 tahun 2009, diancam hukum penjara 4- 12 tahun, denda sebesar 4 miliar -12 miliar.


Salah satu perusak sungai, hasil investigasi awak media ini, Kamis 11-6-2026, tepatnya di desa Bagan Limau, kecamatan Ukui, kabupaten Pelalawan. Diduga PT Inti Indo Sawit Subur (PT.IIS), menanam sawit sepanjang bantaran sungai Air Hitam Kanan.


Sungai Air Hitam Kanan ini, panjang nya kurang lebih 5 Km, ditanami sawit oleh pihak PT IIS, dan bahkan dipanen sebulan ada tiga sampai empat kali. Awak media ini melihat sawit tersebut lagi panen.


Salah satu dari karyawan PT.IIS, dikonfirmasi oleh awak media, dan membenarkan bahwa sawit sepanjang sungai Air Hitam Kanan ini, masih tetap dipanen. Sekalipun sawit tersebut di sepanjang bantaran sungai. Kami memanen sebulan tiga kali atau sampai empat kali ungkap karyawan tersebut.


Ditempat terpisah awak media konfirmasi dengan salah satu Manager PT IIS, Lewat wa, awak media mempertanyakan kenapa sepanjang sungai Air Hitam Kanan ini ditanami sawit, bahkan  di panen oleh karyawan PT IIS?


Manager PT IIS tidak dapat menjawab pertanyaan awak media tersebut, dengan sikap bungkam dan tidak membalas wa awak media tersebut."****






LIPUTAN PELALAWAN    :    IREN DH
EDITOR                               :    REDAKSI