Sabtu, 30 Mei 2026

Turap Arena Pacu Jalur Baserah Rusak—Bupati Suhardiman Perintahkan PUPR Bergerak Cepat

Turap Arena Pacu Jalur Baserah Rusak—Bupati Suhardiman Perintahkan PUPR Bergerak Cepat






KabarPesisirNews.Com
TELUK KUANTAN RIAU,    -
Keselamatan masyarakat dan suksesnya pelaksanaan Pacu Jalur Baserah menjadi perhatian serius Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Suhardiman Amby.

Menyikapi kondisi turap penahan tebing yang mengalami kerusakan akibat abrasi di kawasan Arena Pacu Jalur Tepian Lubuok Sobae Basogha, Kecamatan Kuantan Hilir, Bupati langsung memerintahkan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kuansing untuk turun melakukan peninjauan dan mengupayakan langkah perbaikan.

Langkah cepat tersebut diambil menyusul adanya laporan dan pemberitaan mengenai kondisi turap yang mengalami kerusakan cukup parah di beberapa titik sepanjang arena pacu jalur yang menjadi pusat kegiatan budaya masyarakat Baserah.

Bupati Suhardiman Amby menegaskan dirinya tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun menjelang pelaksanaan Pacu Jalur yang diperkirakan akan dipadati ribuan masyarakat dan pengunjung dari berbagai daerah.

"Saya sudah meminta Bidang SDA Dinas PUPR Kuansing segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan mengupayakan langkah penanganan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, apalagi kawasan ini akan menjadi pusat aktivitas saat pelaksanaan Pacu Jalur nanti," tegas Suhardiman Amby kepada media ini di Teluk Kuantan, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Bupati, keberadaan turap penahan tebing memiliki fungsi vital dalam menjaga stabilitas bantaran sungai dan melindungi area yang menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat selama event berlangsung.

Bupati Tak Ingin Ambil Risiko

Sebagai kepala daerah, Suhardiman Amby menilai langkah antisipatif jauh lebih penting dibanding menunggu terjadinya kerusakan yang lebih besar atau bahkan membahayakan keselamatan pengunjung.

Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Pacu Jalur Baserah, seluruh sarana dan prasarana penunjang harus dipastikan berada dalam kondisi aman dan layak digunakan.

"Kita ingin masyarakat yang datang merasa aman dan nyaman. Jangan sampai ada potensi bahaya yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal," ujarnya.

Pacu Jalur bukan hanya perlombaan tradisional semata, tetapi merupakan identitas budaya masyarakat Kuansing yang setiap tahun menjadi magnet ribuan penonton serta wisatawan.

PUPR Sudah Turun ke Lapangan

Secara terpisah, Kepala Dinas PUPR Kuansing, Ade Fahrer Arif, melalui Kepala Bidang SDA, Zulderi, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima arahan langsung dari Bupati Kuansing terkait kondisi turap di Arena Pacu Jalur Baserah.

Menurut Zulderi, perintah tersebut langsung ditindaklanjuti dengan melakukan pengecekan lapangan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan langkah penanganan yang diperlukan.

"Benar, kami telah menerima arahan dari Bapak Bupati. Tim Bidang SDA juga sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi turap penahan tebing yang mengalami kerusakan akibat abrasi," ujar Zulderi.

Ia menjelaskan bahwa hasil pengecekan tersebut saat ini sedang dianalisis guna menentukan solusi teknis yang paling tepat dan efektif.

"Kami sedang menginventarisasi kondisi di lapangan dan mencarikan solusi terbaik sesuai arahan pimpinan. Yang jelas, perhatian Bapak Bupati terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian aset daerah sangat besar," katanya.

Abrasi Ancam Infrastruktur Tepian Sungai

Kerusakan turap yang terjadi di kawasan Tepian Lubuok Sobae Basogha diduga dipicu oleh abrasi yang berlangsung dalam jangka waktu cukup lama akibat arus Sungai Kuantan.

Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan pengikisan tanah tebing secara bertahap dan dapat mengancam fasilitas yang berada di sekitar arena pacu jalur.

Selain menjadi lokasi perlombaan, kawasan tersebut juga merupakan pusat aktivitas masyarakat dan salah satu ikon budaya Kecamatan Kuantan Hilir.

Karena itu, keberadaan turap yang kokoh menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan dan kenyamanan pengunjung.

Data Pendukung Pemberitaan

Turap penahan tebing merupakan struktur bangunan yang berfungsi menahan tekanan tanah dan mencegah longsor atau abrasi pada bantaran sungai.

Di kawasan yang berada di sepanjang aliran Sungai Kuantan, turap memiliki peranan penting karena berfungsi menjaga kestabilan tebing serta melindungi infrastruktur publik yang berada di sekitarnya.

Abrasi merupakan proses pengikisan tanah yang disebabkan oleh aliran air secara terus-menerus. Jika tidak ditangani, abrasi dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur, penyempitan area publik, hingga longsor tebing.

Sementara itu, Pacu Jalur merupakan warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi yang telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu dan menjadi salah satu agenda wisata budaya terbesar di Provinsi Riau.

Setiap tahunnya, event tersebut mampu menarik ribuan penonton sehingga kesiapan infrastruktur, keamanan, dan keselamatan lokasi menjadi faktor yang sangat penting.

Komitmen Jaga Budaya dan Keselamatan Masyarakat

Perintah langsung yang diberikan Bupati Suhardiman Amby menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kuansing dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus melestarikan aset budaya daerah.

Masyarakat berharap hasil peninjauan yang dilakukan Bidang SDA PUPR Kuansing dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata agar kondisi turap tidak semakin parah menjelang pelaksanaan Pacu Jalur.

Dengan kesiapan infrastruktur yang baik, Pacu Jalur Baserah diharapkan dapat berlangsung aman, nyaman, dan sukses menjadi kebanggaan masyarakat Kuantan Hilir maupun Kabupaten Kuantan Singingi secara keseluruhan.

"Tak ingin ambil risiko di tengah ribuan pengunjung Pacu Jalur, Bupati Suhardiman memilih bergerak cepat. Turap rusak ditinjau, perbaikan pun mulai diupayakan."****






EDITOR         :     REDAKSI 

MEMPERERAT SILATURAHMI DAN MERAWAT SEJARAH: KHAUL AKBAR MBAH H. SANTOYIB KE-6 DI DESA SEMUKUT BERLANGSUNG KHIDMAT

MEMPERERAT SILATURAHMI DAN MERAWAT SEJARAH: KHAUL AKBAR MBAH H. SANTOYIB KE-6 DI DESA SEMUKUT BERLANGSUNG KHIDMAT





KabarPesisirNews.Com
PULAU MERBAU RIAU,   — 
Suasana khidmat dan penuh rasa kekeluargaan menyelimuti Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Keluarga besar Mbah H. Santoyib menggelar kegiatan Tahlilan, Doa Bersama, serta Peringatan Khaul Akbar dan Silsilah Keluarga yang kini telah memasuki tahun ke-6.


Acara yang bertujuan untuk menjaga garis keturunan dan memperkuat tali silaturahmi antar-generasi ini dihadiri oleh ratusan anggota keluarga besar serta jajaran pimpinan daerah setempat.


Dihadiri Pimpinan Kecamatan dan Kepala Desa


Kegiatan bernuansa religius ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran para tokoh penting di Kecamatan Pulau Merbau. Turut hadir dalam acara tersebut:


Hermansyah (Camat Pulau Merbau) beserta istri, Muhamad Husni (Sekretaris Kecamatan/Sekcam),
Firmansyah (Kades Semukut ),Syafrizal  (Kades Ketapang), yang kompak hadir memberikan dukungan moral
Enam Tahun Berjalan Konsisten,
Edi Mashudi, S.Pd.I., M.Si., selaku Ketua Panitia sekaligus pencetus  awal kegiatan ini, menyampaikan rasa haru dan bangganya atas konsistensi keluarga besar yang terus menjaga tradisi ini hingga pelaksanaan yang ke-6 kalinya.


"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tamu undangan, khusus pihak kecamatan dan para kepala desa yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Kegiatan ini tidak akan konsisten berjalan tanpa komitmen bersama dari seluruh keluarga," ujar Edi Mashudi dalam sambutannya.


Harapan besar juga disampaikan oleh Khairul Sholeh, S.Pd., salah satu cicit dari almarhum Mbah H. Santoyib. Ia menekankan pentingnya acara ini agar generasi muda atau para cicit tidak kehilangan obor terkait sejarah leluhurnya.


Edukasi Sejarah: Melalui forum ini, para cicit dan generasi muda bisa mengetahui dengan jelas alur cerita dan silsilah keluarga besar mereka.


Kemandirian & Kebersamaan: Khairul menegaskan bahwa seluruh pendanaan kegiatan ini murni berasal dari iuran sukarela keluarga besar.


“Hal ini menunjukkan bahwasanya kebersamaan, kekompakan, dan gotong royong adalah nilai paling utama yang diajarkan dalam keluarga kami,” pungkas Khairul.


Sementara itu, Camat Pulau Merbau, Hermansyah, dalam arahannya mengaku sangat bersyukur bisa bertugas di lingkungan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan. Beliau juga memberikan apresiasi yang tinggi dan mengaku termotivasi oleh apa yang dilakukan oleh keluarga besar Mbah H. Santoyib.


"Saya sangat mengapresiasi kekompakan keluarga besar ini. Kegiatan seperti ini tidak hanya merawat silsilah keluarga, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana kebersamaan dan kegotongroyongan di tengah masyarakat bisa dibangun. Ini sangat memotivasi kami di jajaran pemerintahan," ungkap Hermansyah hangat.


Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil, doa bersama untuk almarhum Mbah H. Santoyib beserta leluhur keluarga.Tausiyah Yang di Pimpin Oleh Wahyu Dari Kalimantan (cicit ). dan ditutup dengan ramah tamah serta foto bersama keluarga besar lintas generasi."****







LIPUTAN        :     RED/MP
EDITOR           :     REDAKSI 
POLSEK TEBING TINGGI LAKSANAKAN PENGECEKAN PETERNAKAN AYAM BURAS DI DESA SUNGAI TOHOR

POLSEK TEBING TINGGI LAKSANAKAN PENGECEKAN PETERNAKAN AYAM BURAS DI DESA SUNGAI TOHOR






KabrPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   -
Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Sungai Tohor melaksanakan pengecekan peternakan ayam buras milik warga di Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu, (30/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. 


Kegiatan pengecekan dilakukan di kandang ayam buras milik Rio Susanto yang berlokasi di Jalan Arifin RT 06 RW 03, Desa Sungai Tohor. Peternakan tersebut memiliki kandang berukuran 2 x 4 meter dengan jumlah ternak sebanyak 100 ekor ayam buras. 


Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Tebing Tinggi, AKP J.A. Lubis, SH, MH, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi peternakan masyarakat tetap terjaga serta mendukung program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Tebing Tinggi. 


Pengecekan lapangan dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sungai Tohor, Bripka Ahmad Robi Fhadilah, bersama pemilik peternakan, Rio Susanto. 


Dalam kegiatan tersebut dilakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan ternak, kebersihan kandang, serta ketersediaan pakan. 


Dari hasil pengecekan, diketahui bahwa kondisi peternakan ayam buras dalam keadaan baik. Selain itu, petugas juga menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemilik ternak guna memberikan pendampingan serta motivasi agar usaha peternakan terus dikembangkan. 


Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha peternakan ayam buras sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga."****







LIPUTAN         :      ALD
EDITOR            :      REDAKSI 
Kapolsek Kepenuhan Bersama Upika Laksanakan Penanaman Jagung Kuartal II di Desa Kepenuhan Baru.

Kapolsek Kepenuhan Bersama Upika Laksanakan Penanaman Jagung Kuartal II di Desa Kepenuhan Baru.







KabarPesisirNews.Com
ROKAN HULU RIAU,    -
Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional serta mewujudkan swasembada pangan sebagaimana Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Kapolsek Kepenuhan bersama unsur Upika Kecamatan Kepenuhan melaksanakan kegiatan Penanaman Jagung Kuartal II di Desa Kepenuhan Baru, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Jumat (29/05/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kepenuhan IPTU Refly Setiawan Harahap, S.H dan turut dihadiri Camat Kepenuhan Gustia Hendri, S.Sos., M.Si, Kepala Desa Kepenuhan Baru M. Isa, S.H, Kanit Binmas IPTU Gusnal Hendri, S.H, Bhabinkamtibmas Brigpol Roy Hakim Lubis, S.H., M.H, Direktur BUMDes Herdimas, Ketua BPD Rusli, anggota BUMDes, PPL Desa Pranto, perangkat desa, serta masyarakat Desa Kepenuhan Baru.


Kegiatan penanaman jagung dilaksanakan di lahan produktif milik Desa Kepenuhan Baru dengan luas sekitar 1 hektare menggunakan jenis tanaman jagung pipil. Program ini didukung melalui anggaran desa yang dikelola oleh BUMDes sebagai bentuk sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan aparat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.


Kapolsek Kepenuhan IPTU Refly Setiawan Harahap, S.H menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan serta mendorong pemanfaatan lahan produktif di wilayah Kecamatan Kepenuhan.


“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di daerah,” ujarnya."****







LIPUTAN ROHUL         :      AC
EDITOR                         :      REDAKSI 

Jumat, 29 Mei 2026

Polres Kepulauan Meranti Gelar Rakor Lintas Sektoral Antisipasi Karhutla dan Super El Nino 2026

Polres Kepulauan Meranti Gelar Rakor Lintas Sektoral Antisipasi Karhutla dan Super El Nino 2026






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Dalam rangka mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akibat fenomena iklim ekstrem atau Super El Nino Tahun 2026, Polres Kepulauan Meranti menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Karhutla, Jumat (29/5/2026) pagi, di Rupatama Lantai II Polres Kepulauan Meranti.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Pemerintah Daerah, TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, pihak kecamatan, perusahaan, serta jajaran Polsek se-Kabupaten Kepulauan Meranti yang mengikuti secara langsung maupun melalui zoom meeting.


Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Wakapolres Kepulauan Meranti KOMPOL DETIS MAYER SILITONGA, S.H., mewakili Kapolres Kepulauan Meranti, Kadis Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti ADE DUHARTIAN mewakili Bupati Kepulauan Meranti, perwakilan Danramil 02 Tebing Tinggi, Danposal Selatpanjang, BPBD, Satpol PP, para camat, serta sejumlah perusahaan seperti PT Nasional Sago Prima (NSP), PT Imbang Tata Alam, dan PT RAPP.


Dalam sambutannya, Wakapolres Kepulauan Meranti KOMPOL DETIS MAYER SILITONGA menyampaikan bahwa rakor lintas sektoral tersebut bertujuan memperkuat sinergitas dan komunikasi seluruh stakeholder dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Menurutnya, fenomena El Nino dan cuaca ekstrem berpotensi meningkatkan titik rawan kebakaran, sehingga diperlukan kesiapan seluruh unsur mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.


“Melalui rapat koordinasi ini kita ingin memastikan kesiapan seluruh stakeholder lintas sektor dalam menghadapi ancaman Karhutla, mulai dari upaya pencegahan, deteksi dini, penanganan awal hingga proses pemadaman apabila terjadi kebakaran,” ujar Wakapolres.


Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Kadis Kesehatan ADE DUHARTIAN menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satu daerah yang sangat rentan terhadap Karhutla karena didominasi lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.


Ia meminta seluruh pihak meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor guna meminimalisir terjadinya bencana kabut asap.


“Kabupaten Kepulauan Meranti berada di kawasan perbatasan dan berbatasan langsung dengan sejumlah wilayah lain. Apabila terjadi kabut asap, dampaknya akan sangat luas dan dapat menjadi perhatian publik maupun media sosial,” ungkapnya.


Dalam rakor tersebut, Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti KOMPOL WAN MANTAZAKKA, S.H., M.H., turut memaparkan kondisi dan potensi ancaman Karhutla Tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa fenomena Super El Nino diperkirakan terjadi pada periode Juni hingga September 2026 yang berpotensi menyebabkan kekeringan ekstrem di wilayah Riau.


Sebagai langkah pencegahan, Polres Kepulauan Meranti telah memasang sebanyak 114 spanduk larangan membakar hutan dan lahan di sejumlah titik rawan Karhutla, dengan rincian Polsek Tebing Tinggi 22 lokasi, Polsek Tebing Tinggi Barat 44 lokasi, Polsek Rangsang 30 lokasi, Polsek Rangsang Barat 13 lokasi, dan Polsek Merbau 5 lokasi.


Selain itu, Polres Kepulauan Meranti juga menyiapkan sejumlah langkah strategis menghadapi Karhutla, di antaranya pelatihan penanggulangan Karhutla bagi personel dan Masyarakat Peduli Api (MPA), pembentukan rayonisasi penanganan Karhutla, pengecekan sarana dan prasarana, pembentukan posko Karhutla, hingga pemanfaatan layanan 110 dan aplikasi DLK Polda Riau.


Dalam arahannya, Wakapolres Kepulauan Meranti kembali menekankan pentingnya langkah mitigasi dan pencegahan dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Ia juga meminta seluruh unsur terkait terus melaksanakan patroli, sosialisasi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.


“Dengan adanya sinergitas, kesiapsiagaan bersama, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, diharapkan potensi terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti dapat diminimalisir,” tegasnya.


Kegiatan Rakor Lintas Sektoral Karhutla Tahun 2026 tersebut berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dalam situasi aman dan kondusif."****







SUMBER   :   HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR     :   REDAKSI 
Warga Beserta Pengusaha Budidaya Ikan Air Tawar Di Merbau Menjerit Karena Dalam Satu Hari Listrik Puluhan Kali Mati Mendadak

Warga Beserta Pengusaha Budidaya Ikan Air Tawar Di Merbau Menjerit Karena Dalam Satu Hari Listrik Puluhan Kali Mati Mendadak









KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU
 Sejumlah konsumen dan masyarakat Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti mengeluh dengan kondisi PLN saat ini, dikarenakan dalam satu hari puluhan kali mati secara mendadak. Sering matinya jaringan PLN tersebut membuat kerusakan elextronik bagi konsumen juga dipastikan terjadi.


Selain itu, bagi peternak Ikan Air tawar, seperti Syahril Kasdi pengusaha  budidaya ikan air tawar menyoroti persoalan pemadaman listrik di wilayah Kecamatan Merbau beberapa hari ini,
dimana pemadaman listrik yang diduga di lakukan oleh PLN Teluk Belitung beberapa hari belakangan ini, kami merasa resah, ucapnya


Kalau hal ini terjadi terus-menerus tidak menutup kemungkinan usaha kecil-kecilan seperti saya ini akan merugi secara signifikan.ucap Syahril.


Saya juga bingung mau melaporkan ke mana karena dengar kabar PLN di teluk belitung ini sudah lama tidak ada pemimpinnya, jika di sampaikan kepada petugas lapangan saya kira sama aja, tidak akan membuahkan hasil, keluh Syahril Kepadla Awak Media  Kabarpesisirnews.com


Hal senada juga di sampaikan oleh salah seorang pelaku usaha print di Merbau yang enggan di sebut namanya, dia mengeluhkan listrik yang sebentar mati dan sebentar hidup sangat berpengaruh pada usaha saya, Apa lagi matinya komputer saya karena terpaksa tidak melalui shut down maka akan lama loading untuk hidup kembali, ucapnya.


Menurutnya, apa lagi kemaren dan hari ini mungkin sudah puluhan kali hidup mati seperti ini, saya berharap hal ini bisa cepat teratasi oleh pihak PLN, ,tambahnya.


Jery Ramadhan Kasub PLN Teluk Belitung saat di hubungi melalui sambungan telepon pribadinya Jumat (29/5/2026) mengatakan kita lagi mengusahakan mesin kita gangguan devisit 400kw. Kalau jaringan kita lagi upayakan pemasangan penghalang binatang,ucap jery.


Sekarang kendalanya ada di mesin pembangkit kita karena kabel kita ada  di timpa pohon durian yang mengakibatkan kerusakan mesin, dan kita sudah dapat info alat pengganti nya sudah di kirim mungkin paling lama akhir bulan ini dan insyaallah akan kita usahakan lebih cepat dari itu. Janji  jery.


Jerry juga menjelaskan bahwa di belitung ini tidak ada kasub lagi, karena saya di perintahkan di belitung hanya pembantu, ucapnya.


iya pak pastinya kami memohon maaf kepada masyarakat untuk ketidaknyamanan dengan kondisi kelistrikan saat ini, kita juga usahakan melakukan perbaikan untuk kedepannya lebih baik lagi, pungkas, jerry."****







PENULIS             :        ALI SANIP 
EDITOR               :        REDAKSI
Karim : Pembangunan Harus Berangkat dari Aspirasi Rakyat, Bukan Sekadar Keputusan di Ruang Elite.

Karim : Pembangunan Harus Berangkat dari Aspirasi Rakyat, Bukan Sekadar Keputusan di Ruang Elite.





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU 
Pembangunan daerah sejatinya tidak hanya berbicara soal infrastruktur, realisasi anggaran, maupun capaian program pemerintah. Lebih jauh dari itu, pembangunan harus berpijak pada kebutuhan masyarakat dan lahir dari aspirasi rakyat yang benar-benar didengar.


Pandangan itu disampaikan Karim, Ketua
Ikatan koordinasi pemuda Bangkinang 
( IKOPEB ) Kabupaten Kepulauan Meranti, yang juga menjabat sebagai Dewan Etik di Ikatan Wartawan Online (IWO) Kepulauan Meranti.


Menurut Karim, arah pembangunan akan kehilangan makna apabila masyarakat tidak diberi ruang untuk terlibat dalam proses perencanaan maupun pengambilan kebijakan. Sebab rakyat bukan sekadar penonton, melainkan bagian utama yang menerima dampak langsung dari pembangunan itu sendiri.


“Pembangunan jangan sampai hanya lahir dari ruang rapat atau keputusan elite semata. Masyarakat harus hadir dalam setiap prosesnya. Karena yang paling memahami kebutuhan di lapangan adalah rakyat itu sendiri,” ujar Karim, Jumat (29/5/2026).


Ia menilai, masih ada kecenderungan kebijakan publik disusun secara formal di tingkat pemerintahan dan legislatif, namun belum sepenuhnya menyentuh suara masyarakat di akar rumput. Kondisi itu, kata dia, berpotensi menciptakan jarak antara pemerintah dengan rakyat.


Karim juga menyoroti fenomena ketika aspirasi masyarakat baru menjadi perhatian setelah muncul gelombang protes atau aksi demonstrasi. Menurutnya, pola demikian tidak sehat dalam kehidupan demokrasi.


“Jangan menunggu rakyat bersuara keras di jalan baru mau mendengar. Aspirasi harus dijemput sebelum berubah menjadi kekecewaan. Pemerintah harus hadir lebih dekat, lebih terbuka, dan lebih peka terhadap suara masyarakat,” tegasnya.


Sebagai Dewan etik disalah satu organisasi pers  Karim juga menilai komunikasi publik yang sehat menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah. Pemerintah, DPRD, masyarakat sipil, pemuda, dan pers harus berjalan dalam semangat yang sama: membangun daerah dengan mendengar suara rakyat.


Ia menambahkan, pers memiliki tanggung jawab moral sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah. Media tidak boleh kehilangan independensi, apalagi hanya menjadi corong kekuasaan.


“Pers harus tetap berdiri di tengah masyarakat. Menyampaikan kritik secara objektif, menjaga keseimbangan informasi, dan menjadi ruang tempat suara publik didengar. Sebab dari pers, pemerintah bisa melihat denyut persoalan yang sebenarnya terjadi di tengah rakyat,” kata Karim.


Di tengah dinamika pembangunan yang terus bergerak di Kabupaten Kepulauan Meranti, Karim berharap seluruh proses pembangunan benar-benar menghadirkan manfaat yang nyata, berkeadilan, dan melibatkan masyarakat sebagai pemilik sah daerah.


“Pembangunan terbaik bukan hanya yang terlihat megah, tetapi yang betul betul dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tutupnya."****







LIPUTAN         :     RED
EDITOR            :     REDAKSI 
Warga Rangsang Barat di amankan Polsek Rangsang Barat bawa barang terlarang

Warga Rangsang Barat di amankan Polsek Rangsang Barat bawa barang terlarang





KabarPesisirNews.Com
RANGSANG BARAT RIAU,    -
Pengungkapan kasus peredaran narkotika kembali dilakukan jajaran Polsek Rangsang Barat, Polres Kepulauan Meranti. Seorang pria berinisial Zulkifli (24) diamankan polisi setelah diduga terlibat dalam transaksi narkotika jenis sabu di wilayah Desa Bina Maju, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (26/5/2026).


Penangkapan tersebut dilakukan sekitar pukul 16.29 WIB di Jalan Hamid, Desa Bina Maju. Dari tangan tersangka, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.


Kapolsek Rangsang Barat IPTU Ahmad Fauzi Menara,S.Pd mengatakan pengungkapan kasus itu berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan sering terjadi transaksi jual beli narkotika jenis sabu di wilayah tersebut.


Ia juga mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk komitmen pihak kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polsek Rangsang Barat.


Ia menyebutkan keberhasilan pengungkapan itu tidak terlepas dari informasi dan peran aktif masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekitar.


“Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat sehingga kasus ini dapat segera diungkap. Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika di lingkungannya,” ujar IPTU Ahmad Fauzi Menara,S.Pd


Kapolsek menegaskan pihaknya akan terus melakukan upaya penindakan terhadap pelaku narkotika demi menjaga keamanan dan menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba.


Menindaklanjuti laporan itu, Kapolsek kemudian memerintahkan Unit Reskrim Polsek Rangsang Barat untuk melakukan penyelidikan di lapangan. Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas memperoleh informasi akan terjadi transaksi narkotika di Jalan Hamid, Desa Bina Maju.


Saat melakukan pemantauan di lokasi, petugas melihat seorang pria yang sesuai dengan ciri-ciri hasil penyelidikan sedang mengendarai sepeda motor Yamaha NMax warna merah hitam. Polisi kemudian langsung melakukan penyergapan dan mengamankan pelaku.


Sebelum dilakukan penggeledahan, petugas terlebih dahulu menghadirkan Kepala Desa Bina Maju sebagai saksi. Dari hasil penggeledahan terhadap tas selempang milik pelaku, ditemukan satu paket kecil diduga narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam kotak rokok."****








EDITOR           :      REDAKSI 
Polsek Merbau Sambangi Peternak Ikan, Dukung Ketahanan dan Swasembada Pangan Nasional

Polsek Merbau Sambangi Peternak Ikan, Dukung Ketahanan dan Swasembada Pangan Nasional






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Dalam upaya mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional, jajaran Polsek Merbau melaksanakan kegiatan sambang kepada para peternak ikan di wilayah Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Merbau, BRIPKA Iwan KS bersama AIPDA R. C Sitompul, dengan menyambangi para peternak ikan yang berada di Desa Mengkirau dan Desa Sungai Anak Kamal, Kecamatan Merbau.


Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan sambang ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya para pelaku usaha perikanan yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan di daerah.


Selain menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan masyarakat, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para peternak ikan agar terus meningkatkan produktivitas usaha perikanan demi mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.


Dalam kesempatan itu, personel Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di lingkungan masing-masing.


Kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat."****








SUMBER  :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR    :    REDAKSI 
Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Ketahanan Pangan Kelompok Tani Mandiri Jaya

Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Ketahanan Pangan Kelompok Tani Mandiri Jaya






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Dalam mendukung program ketahanan pangan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Alahair melaksanakan pengecekan lahan pertanian Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) milik Kelompok Tani Mandiri Jaya di Desa Alahair, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (29/5/2026) sekira pukul 08.30 WIB. 


Kegiatan pengecekan dilakukan di lahan pertanian seluas 0,7 hektare yang berlokasi di Jalan Sepakat Desa Alahair. 


Adapun tanaman yang dibudidayakan oleh kelompok tani tersebut yakni anggur, timun, dan gambas. 


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, SH, MH menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi pertanian masyarakat tetap terjaga serta mendukung ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Tebing Tinggi. 


Dalam kegiatan tersebut turut hadir Bhabinkamtibmas Desa Alahair Bripka Mukhtarrosidi, Ketua Kelompok Tani Mandiri Jaya Muhamad Rizal, serta anggota kelompok tani Darmono. 


Lahan pertanian tersebut diketahui merupakan tanah wakaf milik Masjid Al-Istiqomah yang dipinjam pakai oleh Kelompok Tani Mandiri Jaya untuk dikelola sebagai lahan produktif pertanian. Dari hasil pengecekan di lapangan, kondisi tanaman anggur, timun, dan gambas terlihat dalam keadaan baik dan subur. 


Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan koordinasi antara kelompok tani dengan pihak pendamping maupun petugas terkait. 


Petugas juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus mengembangkan program P2B sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan serta peningkatan ekonomi keluarga."****






LIPUTAN         :        ALD
EDITOR            :       REDAKSI 
PT ITA Salurkan Kurban di Siak dan Meranti, Peternak Lokal Ikut Diuntungkan

PT ITA Salurkan Kurban di Siak dan Meranti, Peternak Lokal Ikut Diuntungkan






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Hari Raya Idul Adha membawa berkah bagi sejumlah peternak di sekitar wilayah operasi PT Imbang Tata Alam (ITA) di Kabupaten Siak dan Kepulauan Meranti. Perusahaan migas itu mengutamakan pembelian hewan kurban dari warga sekitar sebelum disalurkan ke desa-desa di area operasional perusahaan.


Penyaluran hewan kurban dilakukan melalui Badan Dakwah Islam (BDI) Kurau dan tim CSR perusahaan di sejumlah desa dan kelurahan sekitar wilayah operasi migas perusahaan. Distribusi mencakup wilayah Kecamatan Merbau dan Tebing Tinggi Barat di Kabupaten Kepulauan Meranti serta Kecamatan Sungai Apit di Kabupaten Siak.


Di Kabupaten Kepulauan Meranti, penyaluran dilakukan antara lain di Kelurahan Teluk Belitung, Desa Lukit, Desa Mekar Sari, Desa Tanjung Kulim, Desa Mengkikip, Desa Kundur, hingga Desa Tanjung Darul Takzim. Sementara di Kabupaten Siak, distribusi dilakukan di Kampung Tanjung Kuras, Kampung Kayu Ara Permai, Kampung Sungai Kayu Ara, Kampung Lalang, Kampung Bunsur, dan Kampung Mengkapan.


Kegiatan tersebut melibatkan pekerja perusahaan, subkontraktor, tim produksi, dan masyarakat sekitar wilayah operasi. Selain menjadi bagian dari agenda sosial perusahaan, pola pembelian hewan kurban dari warga sekitar dinilai ikut membantu peternak lokal dan usaha masyarakat di sekitar wilayah operasi energi perusahaan.


Lurah Teluk Belitung Mashuri mengatakan penyaluran hewan kurban yang dilakukan perusahaan membantu masyarakat pada momentum hari raya sekaligus memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar. Menurutnya, sebagian masyarakat di wilayah tersebut masih menggantungkan penghasilan dari usaha kecil, perkebunan, dan aktivitas ekonomi tradisional.


“Bantuan ini tentu sangat membantu masyarakat kami dalam momentum Hari Raya Idul Adha, termasuk bagi warga yang menjual hewan ternak di sekitar wilayah operasional,” katanya.


Camat Merbau Wan Jumiati berharap program kurban tersebut dapat terus berlanjut seiring keberlangsungan operasi perusahaan di wilayah tersebut. Ia mengatakan kontribusi sosial perusahaan selama ini dirasakan masyarakat di sekitar wilayah operasional PT ITA.


EMP CSR & Communication Division Manager Iman Soerjasantosa mengatakan perusahaan berupaya agar kegiatan sosial yang dijalankan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat di sekitar area operasi. Menurutnya, sebagian wilayah operasi perusahaan berada di kawasan pesisir dan daerah dengan tantangan ekonomi tertentu sehingga keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program sosial perusahaan.


“Karena itu, dalam pengadaan hewan kurban kami mengutamakan pembelian dari warga dan peternak di sekitar wilayah operasi agar manfaat ekonominya juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” menurutnya.


Ia mengatakan hubungan yang kondusif dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberlangsungan operasi industri energi di daerah. Selain memiliki nilai keagamaan, program kurban juga dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan."****






PENULIS       :       ALI SANIP
EDITOR          :      REDAKSI