Kamis, 04 Juni 2026

Bhabinkamtibmas Pelangiran Pantau Pertumbuhan Cabai di Rotan Semelur, Tanaman Tumbuh Subur

Bhabinkamtibmas Pelangiran Pantau Pertumbuhan Cabai di Rotan Semelur, Tanaman Tumbuh Subur






KabarPesisirNews.Com
INDRAGIRI HILIR RIAU,    – 
Bhabinkamtibmas Desa Rotan Semelur, BRIPKA Sapta Sampurno, melakukan pemantauan perkembangan tanaman cabai milik masyarakat di Desa Rotan Semelur, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (4/6/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya pendampingan dan monitoring terhadap sektor pertanian masyarakat guna mendukung ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Pelangiran.


Dalam kegiatan tersebut, BRIPKA Sapta Sampurno meninjau langsung kondisi tanaman cabai yang saat ini telah menunjukkan perkembangan yang baik. Selain itu, ia juga memastikan proses perawatan tanaman, termasuk pemberian pupuk, dilakukan secara rutin oleh pengelola kebun.


"Kegiatan pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus memastikan perawatan, khususnya pemberian pupuk, berjalan dengan baik sehingga pertumbuhan tanaman tetap optimal," demikian keterangan yang disampaikan dalam laporan kegiatan.


Berdasarkan hasil pemantauan, perkembangan tanaman cabai di lokasi tersebut terpantau dalam kondisi baik dan relatif merata. Pertumbuhan tanaman juga mengalami peningkatan sesuai dengan umur bibit yang telah ditanam.


Selain itu, pemberian pupuk secara berkala dinilai mampu menunjang pertumbuhan tanaman sehingga tetap subur dan berpotensi memberikan hasil panen yang maksimal di masa mendatang.


Kapolsek Pelangiran, IPTU Iwan Saputra, SH, MH, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.


Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Dokumentasi kegiatan telah dilampirkan sebagai bagian dari laporan kepada pimpinan."****







LIPUTAN INHIL        :     SAD
EDITOR                      :     REDAKSI 
Polres Kepulauan Meranti Gelar Apel Siaga Karhutla, Perkuat Kesiapan Hadapi Ancaman Super El Nino 2026

Polres Kepulauan Meranti Gelar Apel Siaga Karhutla, Perkuat Kesiapan Hadapi Ancaman Super El Nino 2026





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    .- 
Polres Kepulauan Meranti menggelar Apel Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi dampak iklim ekstrem Super El Nino tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolres Kepulauan Meranti, Jalan Gogok Darussalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kamis (4/6/2026) sore itu melibatkan unsur lintas sektoral guna memastikan kesiapan personel dan sarana penanggulangan karhutla.


Apel siaga dipimpin oleh Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar dan didampingi Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH. Turut hadir mewakili Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti, Kasubsi II Bidang Intelijen Hermawan Agung Widianto, SH, Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga, SH, Danramil 02/Tebing Tinggi Kapten Arh Efri H. Nasution, S.Sos, 


Hadir juga, perwakilan Danposal Selatpanjang Serda Bah Koko Barus, Plh Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Kepulauan Meranti Febrizon, SH, M.IP, perwakilan BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti Ardath, S.IP, Kanit SAR Selatpanjang Prima Heri Saputra, SE, para pejabat utama Polres Kepulauan Meranti, para Kapolsek, camat, personel TNI-Polri, SAR, Damkar, Satpol PP, BPBD, serta tokoh adat dan masyarakat.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi mengatakan apel siaga tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kesiapan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi meningkat seiring masuknya musim kemarau dan fenomena Super El Nino.


"Apel ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah nyata untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana serta koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi karhutla di wilayah Kepulauan Meranti," ujar AKBP Aldi Alfa Faroqi.


Dalam pelaksanaannya, apel diawali dengan pengecekan pasukan dan pemeriksaan kesiapan personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, SAR, Satpol PP, Damkar, hingga unsur Masyarakat Peduli Api (MPA). Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Maklumat Forkopimda Provinsi Riau tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Maklumat tersebut diterima oleh Kabid Kebencanaan dan Logistik BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti Ardath, S.IP, Kabid Operasional dan Penegak Perda Satpol PP Kabupaten Kepulauan Meranti Eko Setiawan, SE, serta Camat Tebing Tinggi Barat Muhammad Nazir, S.Pd., M.Si sebagai perwakilan unsur kecamatan.


Dalam amanatnya, Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar mengingatkan bahwa fenomena Super El Nino berpotensi menyebabkan cuaca panas berkepanjangan, kekeringan, dan berkurangnya curah hujan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.


"Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap karhutla. Karena itu, seluruh stakeholder harus mengambil langkah konkret dan mengedepankan upaya pencegahan melalui sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar," katanya.


Menurutnya, upaya pencegahan harus melibatkan seluruh unsur hingga ke tingkat desa, mulai dari camat, kepala desa, Kapolsek, Danramil, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga Masyarakat Peduli Api.


Selain menjadi sarana konsolidasi kekuatan, apel siaga juga bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga penanganan titik api dapat dilakukan secara cepat dan terpadu. Pemeriksaan terhadap kendaraan operasional, pompa pemadam, alat pelindung diri (APD), serta perlengkapan pendukung lainnya turut dilakukan guna memastikan seluruh peralatan berada dalam kondisi siap digunakan.


AKBP Aldi Alfa Faroqi menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, transportasi, hingga kesehatan akibat kabut asap.


"Karhutla adalah ancaman yang harus dicegah bersama. Sinergitas antara pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi terkait, dunia usaha dan masyarakat menjadi kunci utama agar potensi kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin," tegasnya.


Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bibit pohon kepada perwakilan Masyarakat Peduli Api dari Polsek Tebing Tinggi, Polsek Tebing Tinggi Barat dan Polsek Rangsang Barat. Penyerahan bibit tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Green Policing yang digagas Polda Riau sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.


Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla oleh pimpinan apel bersama tamu undangan guna memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Melalui apel siaga tersebut, Polres Kepulauan Meranti menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta mengedepankan langkah-langkah pencegahan demi menjaga Kabupaten Kepulauan Meranti tetap aman dari ancaman bencana karhutla selama musim kemarau 2026."****







SUMBER      :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR        :    REDAKSI 
Kapolsek Parna Simarmata Pimpin Gerakan Tanam Cabai, Warga Pekan Arba Sambut Antusias

Kapolsek Parna Simarmata Pimpin Gerakan Tanam Cabai, Warga Pekan Arba Sambut Antusias




KabarPesisirNews.Com
INDRAGIRI HILIR RIAU,    -
Polsek Kawasan Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tembilahan menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya di bidang ketahanan dan swasembada pangan nasional.


Dipimpin langsung Kapolsek KSKP Tembilahan, IPDA Parna B. Simarmata, SH, jajaran personel KSKP melaksanakan penanaman cabai rawit di lahan sekitar permukiman warga Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Kamis (04/06/2027).


Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan personel kepolisian, tetapi juga menggandeng masyarakat setempat. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendorong warga memanfaatkan pekarangan maupun lahan kosong di sekitar rumah menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomi.


IPDA Parna B. Simarmata mengatakan, gerakan menanam cabai rawit merupakan salah satu langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu menjaga stabilitas harga komoditas hortikultura di daerah.


"Kami hadir di tengah masyarakat Pekan Arba bukan hanya untuk menjaga kondusivitas kamtibmas, tetapi juga menjadi motor penggerak ketahanan pangan. Ini adalah wujud dukungan penuh Polsek KSKP Tembilahan terhadap program Asta Cita Presiden RI menuju swasembada pangan," ujar Parna.


Menurutnya, cabai rawit dipilih karena menjadi salah satu komoditas yang banyak dikonsumsi masyarakat dan memiliki masa panen yang relatif cepat. Kehadiran kebun percontohan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga warga secara mandiri serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar.


Selain meningkatkan produktivitas lahan, program ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat terkait teknik budidaya dan perawatan tanaman cabai yang baik dan efektif.


Beberapa manfaat yang diharapkan dari kegiatan tersebut antara lain:
Memanfaatkan lahan kosong atau lahan tidur menjadi area produktif.
Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang budidaya cabai rawit.Membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga melalui pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri. Mendukung program ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah.


Warga Kelurahan Pekan Arba menyambut positif kegiatan yang diinisiasi Polsek KSKP Tembilahan tersebut. Mereka berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Indragiri Hilir dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat."****






LIPUTAN INHIL       :      SAD
EDITOR                     :      REDAKSI 
Desa Ketapang Permai Bentuk "Desa Siaga Permai Bhakti", Perkuat Antisipasi dan Penanganan Kesehatan Warga

Desa Ketapang Permai Bentuk "Desa Siaga Permai Bhakti", Perkuat Antisipasi dan Penanganan Kesehatan Warga





KabarPesisirNews.Com
PULAU MERBAU RIAU,   -
Pemerintah Desa Ketapang Permai, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui pembentukan program Desa Siaga Permai Bhakti. 


Program ini dibentuk sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi berbagai persoalan kesehatan warga, terutama dalam penanganan masyarakat yang membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat kabupaten, provinsi, maupun rumah Sakit daerah lainnya.


Pembentukan Desa Siaga tersebut disepakati dalam musyawarah desa yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader Posyandu Lansia, Posyandu Balita, Posbindu, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Tim Penggerak PKK, tokoh masyarakat, hingga seluruh aparatur Pemerintah Desa Ketapang Permai.


Kepala Desa Ketapang Permai, Safrizal, mengatakan bahwa pembentukan Desa Siaga merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di bidang kesehatan serta meningkatkan solidaritas sosial dalam membantu warga yang mengalami kondisi darurat kesehatan.


“Melalui Desa Siaga Permai Bhakti ini, kita ingin membangun sistem gotong royong yang terorganisir dengan baik sehingga masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujar Safrizal dalam Sambutannya.


Dalam musyawarah tersebut juga ditetapkan susunan kepengurusan Desa Siaga Permai Bhakti sebagai berikut:


Pelindung: Kepala Desa Ketapang Permai

Penasihat: Izhar

Ketua: Leli Astuti

Sekretaris: Rahmah

Bendahara: Ernidar

Anggota: Susilawati

Humas dan Keamanan: Iskandar



Safrizal berharap kepengurusan yang telah terbentuk dapat segera menyusun rancangan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai landasan operasional organisasi. 


Menurutnya, dokumen tersebut harus memuat seluruh ketentuan, hak dan kewajiban pengurus, mekanisme kerja, serta aturan yang diperlukan guna mendukung keberlangsungan program.


“Saya meminta seluruh pengurus untuk segera menyusun draf AD/ART Desa Siaga Permai Bhakti. Nantinya pada musyawarah berikutnya akan dibahas dan dibacakan di hadapan forum umum agar dapat disepakati bersama dan ditetapkan menjadi aturan yang mengikat dalam organisasi,” tegasnya.


Selain menjadi wadah koordinasi penanganan kesehatan masyarakat, Desa Siaga Permai Bhakti juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pola hidup sehat, pencegahan penyakit, serta memperkuat peran kader kesehatan di tingkat desa.


Dengan terbentuknya Desa Siaga Permai Bhakti, Pemerintah Desa Ketapang Permai optimistis dapat menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih tanggap, mandiri, dan siap menghadapi berbagai tantangan di bidang kesehatan demi mewujudkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan."****







EDITOR        :      REDAKSI 
PW IWO SULSEL TEGASKAN TIDAK SEMUA MEDIA NON-VERIFIKASI BISA DISEBUT ABAL-ABAL

PW IWO SULSEL TEGASKAN TIDAK SEMUA MEDIA NON-VERIFIKASI BISA DISEBUT ABAL-ABAL

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir








KabarPesisirNews.Com
MAKASSAR SULSEL,    — 
Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir, meluruskan pernyataan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin terkait istilah “media abal-abal” yang disampaikan dalam sambutannya pada Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan.


Zulkifli menegaskan bahwa penjelasan ini penting agar tidak terjadi persepsi yang keliru di tengah publik, khususnya terkait penyebutan terhadap media yang belum terverifikasi secara administratif maupun yang masih dalam proses pengembangan kelembagaan.


Menurutnya, istilah “media abal-abal” di ruang publik kerap dipahami sebagai bentuk publikasi atau portal berita yang tidak mematuhi standar jurnalistik, menyebarkan informasi menyesatkan, hingga diduga melakukan praktik tidak etis seperti pemerasan. Di lapangan, praktik seperti ini juga sering disebut sebagai “media bodrek”.


Namun demikian, Zulkifli menekankan bahwa penyebutan tersebut perlu digunakan secara hati-hati agar tidak menyamaratakan seluruh media yang belum terverifikasi.


“Perlu diluruskan agar tidak terjadi persepsi yang salah. Tidak semua media yang belum atau tidak terdaftar di Dewan Pers bisa langsung disebut abal-abal. Banyak juga media alternatif, media komunitas, maupun media rintisan yang bekerja secara profesional dan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik,” ujar Zulkifli.


Ia menjelaskan, media yang kerap dikategorikan bermasalah umumnya memiliki sejumlah ciri, seperti tidak memiliki legalitas badan hukum yang jelas, tidak terdaftar di Dewan Pers, alamat redaksi tidak transparan, hingga adanya dugaan praktik pelanggaran etika jurnalistik seperti penyebaran hoaks, judul sensasional, dan tidak melakukan verifikasi informasi.


Selain itu, lanjutnya, terdapat pula oknum yang mengatasnamakan media namun melakukan tindakan yang mencederai profesi jurnalis, termasuk dugaan pemerasan terhadap narasumber.


Meski demikian, Zulkifli mengingatkan bahwa tidak semua media yang belum terverifikasi otomatis masuk kategori tersebut. Ia menilai banyak media independen dan komunitas yang tetap menjalankan fungsi jurnalistik secara benar, meskipun masih dalam proses pemenuhan syarat administratif verifikasi.


“Yang paling penting adalah ketaatan pada Kode Etik Jurnalistik, verifikasi informasi, keberimbangan berita, serta pemisahan yang jelas antara ruang redaksi dan kepentingan iklan,” tambahnya.


Ia juga menekankan bahwa media yang telah berbadan hukum dan terverifikasi memiliki mekanisme penyelesaian sengketa pers melalui hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, sementara media yang tidak memenuhi kaidah tersebut berpotensi berhadapan dengan hukum umum apabila melanggar aturan.


Zulkifli berharap seluruh pihak dapat lebih bijak dalam menggunakan istilah di ruang publik agar tidak menimbulkan salah tafsir yang dapat merugikan ekosistem pers secara keseluruhan."****







SUMBER    :   RILIS RESMI PW IWO SULSEL
EDITOR      :   REDAKSI 
Ismiatun Tegaskan Komitmen Dukung Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Meranti

Ismiatun Tegaskan Komitmen Dukung Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Meranti





KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,     – 
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Hj. Ismiatun, menegaskan komitmennya untuk mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun, khususnya 1 Tahun Prasekolah, guna memastikan anak-anak di daerah mendapatkan akses pendidikan sejak usia dini.


Komitmen tersebut disampaikan Ismiatun saat menghadiri kegiatan Advokasi Penguatan Peran Bunda PAUD dalam Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun (1 Tahun Prasekolah) yang digelar di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau, Pekanbaru, Rabu (3/6/2026).


Kegiatan yang mengusung tema “Bunda PAUD Hebat, Anak Indonesia Kuat Wujudkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah” itu dibuka oleh Kepala BPMP Provinsi Riau, Dr. Nilam Suri, serta dihadiri para Bunda PAUD kabupaten/kota se-Provinsi Riau.


Dalam kesempatan itu, Ismiatun menyambut baik berbagai kebijakan pemerintah pusat yang bertujuan memperkuat layanan pendidikan anak usia dini. Menurutnya, pendidikan prasekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kesiapan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.


“Khususnya kami dari Bunda PAUD se-Kabupaten Kepulauan Meranti siap mendukung dan mendampingi anak-anak PAUD untuk memasuki pendidikan 1 tahun prasekolah,” tegas Ismiatun.


Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang transparan dan berkeadilan di seluruh satuan pendidikan.


“Kami tegaskan juga agar kegiatan SPMB di setiap sekolah lebih aktual dan transparan, tidak memandang latar belakang calon peserta didik,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala BPMP Provinsi Riau, Dr. Nilam Suri, berharap kegiatan advokasi tersebut menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas Pokja Bunda PAUD di daerah serta mendorong dukungan kebijakan untuk peningkatan mutu layanan PAUD.


Menurutnya, terdapat empat fokus utama yang harus diwujudkan bersama, yakni penguatan komitmen melalui deklarasi dukungan wajib belajar 13 tahun, berbagi praktik baik antar-Bunda PAUD, peningkatan kualitas layanan PAUD yang holistik dan integratif, serta penyusunan rencana tindak lanjut berbasis data dan kebutuhan daerah masing-masing.


Sebelumnya, Direktur PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kurniawan ST MBA, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan mampu menyediakan akses dan daya tampung yang memadai agar seluruh anak dapat mengikuti pendidikan prasekolah dengan nyaman dan bahagia.


Melalui kegiatan tersebut, Ismiatun berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat semakin memperkuat layanan PAUD di Kabupaten Kepulauan Meranti, sehingga seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas sejak dini."****






LIPUTAN           :       NUR
EDITOR              :       REDAKSI 
Polsek Merbau Aktif Dampingi Petani Jagung untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Polsek Merbau Aktif Dampingi Petani Jagung untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan






KabarPesisirNews.Com
MERBAU RIAU,     – 
Dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan dan Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Merbau, Brigadir Muchlisin M. Akbar, melaksanakan kegiatan pengecekan rutin tanaman jagung pipil di Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau.


Kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre, S.H., M.H., sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah hukum Polsek Merbau.


Dalam pengecekan tersebut, Brigadir Muchlisin M. Akbar meninjau langsung kondisi pertumbuhan tanaman jagung pipil yang menjadi salah satu komoditas unggulan dalam program ketahanan pangan. Selain melakukan pemantauan, ia juga berinteraksi dengan para petani untuk mengetahui perkembangan tanaman, kendala yang dihadapi di lapangan, serta memberikan motivasi agar tetap semangat dalam mengelola lahan pertanian.


Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan wujud sinergi bersama masyarakat dan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Melalui pendampingan dan monitoring secara berkala, diharapkan hasil pertanian masyarakat dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.


"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Kami berharap para petani dapat terus mengembangkan sektor pertanian sehingga mampu berkontribusi terhadap terwujudnya swasembada pangan nasional," ujarnya.


Dengan adanya pengecekan rutin ini, diharapkan pertumbuhan tanaman jagung pipil di Desa Bagan Melibur dapat berjalan optimal hingga masa panen, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Meranti."****







SUMBER     :   HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :   REDAKSI 
Bhabinkamtibmas Air Tawar Monitoring Perawatan Jagung 1,5 Hektar Dukung Ketahanan Pangan Asta Cita

Bhabinkamtibmas Air Tawar Monitoring Perawatan Jagung 1,5 Hektar Dukung Ketahanan Pangan Asta Cita







KabarPesisirNews.Com
INDRAGIRI HILIR RIAU,    -
Mendukung Program Asta Cita bidang ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas Desa Air Tawar bersama Kelompok Tani melakukan pemantauan progres perawatan tanaman jagung di Jalan Tata Batas Parit Baru RT 16 RW 06, Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman.


Kegiatan berlangsung Rabu [3/6/2026] pukul 10.00 WIB hingga selesai. Pemantauan dipimpin Bhabinkamtibmas Desa Air Tawar BRIGADIR Ichsan Syahputra bersama Ketua Karang Taruna Desa Air Tawar Sdr. Sulaiman dan anggota Kelompok Tani Rimba Sari Sdr. Sahrun Witomo.


Di atas lahan seluas ±1,5 hektar yang ditanami jagung sejak 13 Mei 2026, tim melakukan pengecekan pertumbuhan tanaman, pemupukan menggunakan pupuk urea, serta pembersihan gulma. Petugas juga memeriksa kondisi pagar jaring untuk mencegah serangan hama babi hutan.


Dari hasil pemantauan, tanaman jagung tumbuh merata dengan tinggi rata-rata 30-35 cm. Namun lahan masih banyak ditumbuhi rumput liar yang perlu dibersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan.


Tim juga menemukan serangan minor ulat grayak pada beberapa tanaman. Serangan tersebut telah ditangani melalui penyemprotan insektisida merk Dangke.


Kegiatan ini bertujuan memastikan tanaman jagung tumbuh optimal sehingga dapat mendukung swasembada pangan di tingkat desa. Kehadiran Polri dalam pendampingan pertanian diharapkan memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap peran Polri dalam mendukung kesejahteraan warga."****






LIPUTAN INHIL         :      SAD
EDITOR                       :       REDAKSI 
Meranti dan Johor Bahru Jajaki Kerja Sama Dagang, Sagu hingga Kopi Liberika Siap Tembus Pasar Malaysia

Meranti dan Johor Bahru Jajaki Kerja Sama Dagang, Sagu hingga Kopi Liberika Siap Tembus Pasar Malaysia





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    – 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, terus memperluas peluang pasar bagi komoditas unggulan daerah dengan menjajaki kerja sama perdagangan ekspor-impor bersama investor dari Johor Bahru, Malaysia.


Penjajakan tersebut difasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru melalui pertemuan virtual yang digelar di Aula Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (3/6/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memetakan potensi kerja sama perdagangan berdasarkan kebutuhan kedua belah pihak.


Hadir dalam pertemuan itu Konsul Ekonomi KJRI Johor Bahru Siti Fauziah, pimpinan perusahaan ekspor-impor Gresik Jaya Kamarudin, Pengelola Koperasi Universitas Pahang H. Syahrul Naim, serta sejumlah pelaku usaha dari Johor Bahru. Dari pihak Pemkab Meranti, turut hadir Asisten II Setdakab Irmansyah, Staf Ahli Bupati, perwakilan BUMD Meranti, dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait.


Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin yang memimpin pertemuan tersebut menegaskan bahwa kerja sama perdagangan dengan Malaysia memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Selain didukung kedekatan geografis, kedua wilayah juga memiliki hubungan historis, budaya, dan perdagangan yang telah terjalin sejak lama.


“Kepulauan Meranti dan Johor Bahru memiliki kesamaan budaya dan adat istiadat. Selain itu, Selat Malaka menjadi jalur strategis yang menghubungkan kawasan serumpun Melayu ini,” ujar Muzamil.


Dalam paparannya, Muzamil memperkenalkan sejumlah komoditas unggulan yang siap dipasarkan ke Malaysia. Komoditas tersebut antara lain sagu dengan luas perkebunan sekitar 62 ribu hektare dan produksi mencapai 260 ribu ton per tahun, kelapa seluas 33 ribu hektare dengan produksi sekitar 30 ribu ton per tahun, kopi liberika seluas 3 ribu hektare dengan produksi lebih dari 2 ribu ton per tahun, karet seluas 21 ribu hektare dengan produksi 13 ribu ton per tahun, serta pinang dengan produksi sekitar 160 ton per tahun.


Selain sektor perkebunan, Meranti juga menawarkan potensi perikanan yang melimpah, terutama ikan kakap putih dan ikan tirusan yang gelembung renangnya memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar internasional.


Tak hanya itu, sektor pariwisata juga diperkenalkan sebagai peluang investasi dan kerja sama. Beberapa destinasi unggulan yang dipromosikan antara lain tradisi Perang Air atau Cian Cui, Festival Sungai Bokor, Telaga Air Merah, dan sejumlah objek wisata lainnya yang menjadi daya tarik wisatawan.


Muzamil menjelaskan, kerja sama yang dibangun tidak hanya berfokus pada ekspor komoditas dari Meranti ke Malaysia, tetapi juga membuka peluang perdagangan dua arah. Kabupaten Kepulauan Meranti masih membutuhkan berbagai produk impor seperti sembako, gula, buah-buahan, serta produk makanan dan minuman.


Menurutnya, pasokan dari Malaysia dinilai lebih efisien karena jarak yang relatif dekat sehingga produk yang diterima masyarakat tetap segar dan memiliki harga yang lebih kompetitif.


“Biaya distribusi dari Malaysia lebih rendah dibandingkan jika produk didatangkan dari Pulau Jawa atau daerah lain di Sumatera. Selain itu, kualitas produk dapat lebih terjaga karena waktu pengiriman lebih singkat,” jelasnya.


Lebih lanjut, Muzamil menegaskan bahwa Kepulauan Meranti memiliki posisi strategis untuk dikembangkan sebagai hub transshipment domestik dan regional, kawasan ekonomi khusus logistik maritim, serta pusat pengembangan sektor perikanan dan agroindustri yang terintegrasi dengan jalur perdagangan ASEAN, India, dan Tiongkok.


Peluang kerja sama tersebut mendapat sambutan positif dari pihak investor Malaysia. Pimpinan Gresik Jaya, Kamarudin, mengungkapkan bahwa pemerintah Malaysia saat ini telah membuka peluang impor terhadap 39 jenis komoditas, dan sebagian besar komoditas yang ditawarkan Meranti masuk dalam daftar tersebut.


Ia menilai produk kelapa asal Kepulauan Meranti memiliki keunggulan dari sisi jarak, kualitas, dan efisiensi biaya dibandingkan pasokan yang selama ini berasal dari Jambi maupun Tembilahan.


“Selama ini kami cukup kesulitan mendapatkan pasokan beberapa komoditas. Dengan adanya peluang kerja sama ini, kami melihat potensi yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” katanya.


Senada dengan itu, Pengelola Koperasi Universitas Pahang, H. Syahrul Naim, mengatakan sejumlah komoditas asal Meranti sangat dibutuhkan di Malaysia, khususnya kopi dan kelapa yang menjadi bahan baku berbagai industri pengolahan, termasuk industri santan.


Menanggapi antusiasme para investor, Muzamil memastikan pemerintah daerah akan berupaya menjaga ketersediaan pasokan komoditas sesuai kebutuhan pasar.


“Jika produksi lokal belum mencukupi, kami akan berupaya menghadirkan pasokan dari daerah lain agar kebutuhan sesuai kesepakatan bisnis tetap terpenuhi,” tegasnya.


Sebagai tindak lanjut, KJRI Johor Bahru bersama para investor dan pemangku kepentingan terkait dijadwalkan melakukan kunjungan langsung ke Kepulauan Meranti untuk meninjau potensi komoditas, investasi, serta peluang kerja sama yang dapat segera direalisasikan.


Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti optimistis kerja sama ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, terutama bagi petani dan nelayan. Selain menciptakan kepastian pasar dan harga yang lebih stabil, kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menekan harga kebutuhan pokok, serta menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perdagangan internasional."****







LIPUTAN         :      NUR
EDITOR            :      REDAKSI 

Rabu, 03 Juni 2026

Bupati Asmar Tegaskan SPMB Harus Bersih dari Titipan dan Diskriminasi

Bupati Asmar Tegaskan SPMB Harus Bersih dari Titipan dan Diskriminasi







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, menegaskan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 harus berlangsung secara objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.


Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri Sosialisasi dan Penandatanganan Pakta Integritas SPMB jenjang SD dan SMP di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (3/6/2026).


Menurut Asmar, pendidikan merupakan hak seluruh anak bangsa. Karena itu, proses penerimaan murid baru tidak boleh diwarnai praktik diskriminasi, kolusi, maupun nepotisme.


“Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa. Sistem penerimaan murid baru harus bebas dari praktik diskriminasi, kolusi maupun nepotisme. Setiap keputusan harus didasarkan pada aturan yang jelas, data yang valid, dan pertimbangan yang adil,” tegasnya.


Dalam kesempatan itu, Asmar juga meminta seluruh pemangku kepentingan pendidikan memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat terkait mekanisme SPMB. Ia bahkan menegaskan bahwa tidak ada istilah sekolah favorit.


“Sekolah favorit itu tidak ada. Semua sekolah memiliki peran yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Yang penting, masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan benar tentang SPMB,” ujarnya.


Penandatanganan pakta integritas tersebut menjadi bentuk komitmen bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk memastikan proses penerimaan murid baru berjalan tanpa intervensi dan sesuai aturan yang berlaku.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Tunjiarto, mengatakan pelaksanaan SPMB merupakan bagian dari upaya menjamin hak masyarakat memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas sebagaimana diamanatkan UUD 1945.


Ia menjelaskan, penerimaan murid baru di Meranti dilaksanakan secara daring sesuai kewenangan pemerintah daerah dan terus diperkuat dengan berbagai program pembangunan pendidikan.


Tunjiarto mengungkapkan, pada 2026 Kabupaten Kepulauan Meranti mendapatkan program revitalisasi untuk 84 sekolah mulai dari jenjang PAUD hingga SMP. Sebagian proyek bahkan telah memasuki tahap pelaksanaan oleh pemerintah pusat.


“Program prioritas pendidikan saat ini tidak hanya penerimaan murid baru, tetapi juga revitalisasi sekolah, pengembangan sekolah inklusif, penguatan sarana pendidikan, hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan,” katanya.


Selain revitalisasi sekolah, Pemkab Meranti juga terus mendorong pembangunan sekolah terintegrasi. Salah satu yang tengah diproses berada di Kecamatan Rangsang dan telah memasuki tahap peninjauan lapangan serta koordinasi lintas sektor.


Sekolah terintegrasi tersebut dirancang untuk memperluas akses pendidikan dengan menggabungkan beberapa jenjang pendidikan dalam satu kawasan yang dilengkapi fasilitas pendukung.


Di sisi lain, digitalisasi pendidikan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Meski masih menghadapi kendala jaringan internet dan pasokan listrik di sejumlah wilayah, pemanfaatan teknologi informasi di sekolah-sekolah terus menunjukkan peningkatan.


Pemerintah daerah juga berupaya memperkuat layanan pendidikan di wilayah marginal dan perbatasan agar seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan hak belajar yang sama.


“Kita berupaya semaksimal mungkin agar anak-anak usia sekolah dapat menikmati pendidikan dengan sebaik-baiknya. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memastikan hak masyarakat terhadap pendidikan tetap terpenuhi,” ujar Tunjiarto.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, unsur Forkopimda, para kepala perangkat daerah, Dewan Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti, dan pengurus PGRI, jajaran pengawas sekolah, koordinator wilayah pendidikan, kepala sekolah, serta berbagai pemangku kepentingan sektor pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti."****







SUMBER       :      PEMKAB KEP.MERANTI
EDITOR         :      REDAKSI 
Lewat Program JALUR, Polres Meranti Salurkan Sembako dan Dukung Pendidikan Anak Pesisir

Lewat Program JALUR, Polres Meranti Salurkan Sembako dan Dukung Pendidikan Anak Pesisir






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   - 
Polres Kepulauan Meranti Melaksanakan Kegiatan Program Jelajah Riau Untuk Rakyat (JALUR) terhadap masyarakat Pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (02/06/2026).


Sat Polairud melaksanakan kegiatan Program jalur Sambang Nusa menyambangi masyarakat pesisir memberikan edukasi serta bantuan berupa sembako dan kesehatan di Desa Sokop Kecamatan Rangsang Pesisir.


Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasat Polairud Polres Meranti Iptu Abdul Roni, bersama unsur Satintelkam, Satbinmas, Sie Humas dan Sie Dokes Polres Kep Meranti.


Adapun sasaran utama program tersebut yakni masyarakat kurang mampu di daerah pesisir serta anak-anak pesisir yang membutuhkan perhatian dalam bidang pendidikan dan kesehatan.


Kasat Polairud Polres Meranti Iptu Abdul Roni, mengatakan kegiatan tersebut turut memberi bantuan sembako terhadap masyarakat pesisir yang terdampak miskin extreme sebanyak enam (6) orang penerima bantuan sembako dengan rincian Paket Sembako sebanyak 6 Karung beras Premium 5 kg, 3 papan telor  dan 6 bungkus Minyak goreng.


Selain itu juga kegiatan program Pustaka Terapung kepada anak-anak pesisir Desa Sokop memberikan pemahaman dan pengetauhuan serta memberikan kesadaran kepada anak anak pesisir penting nya pendidikan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan. 


Sat Polairud juga memberikan berupa bantuan pendidikan kepada anak anak pesisir untuk meningkatkan semangat kepada anak anak pesisir untuk pergi kesekolah,  sebanyak 1 pack buku, 1 kotak pena, 1 kotak pensil.


"Pogram ini hadir sebagai bentuk kepedulian Polres Meranti terhadap masyarakat di wilayah perairan dan pesisir yang sulit dijangkau, sehingga kehadiran negara benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat."ungkapnya.


Dengan adanya Program Jalur yang di luncurkan oleh Bapak Kalpoda Riau untuk menjangkau masyarakat pesisir yang terisolir merasa terbantu dengan hadir nya Polisi ditengah masyarakat dengan memberikan bantuan kepada masyarakat pesisir, bansos dan pelayanan masyarakat serta pengecekan kesehatan.


Kegiatan ini menggambarkan strategi komunikasi Polri yang mengarah pada pendekatan humanis, solutif, dan kolaboratif. Polres Kepulauan Meranti tidak hanya membina keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun hubungan emosional dan sosial yang erat sebagai bukti nyata _Polri untuk masyarakat_.


Ia juga menjelaskan Program JALUR (Jelajah Riau untuk Rakyat) merupakan program kemanusiaan dan pelayanan sosial yang digagas oleh Polda Riau untuk membantu masyarakat pesisir yang selama ini berada jauh dari akses pelayanan kesehatan, pendidikan maupun bantuan sosial pangan.


Kegiatan berakhir sekira pukul 16.30 Wib, Selama kegiatan berlangsung situasi terdapat dalam keadaan aman dan terkendali."****







SUMBER     :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :    REDAKSI