Jumat, 31 Juli 2026

UPT Puskesmas Teluk Belitung Gelar Kegiatan Larvasidasi Massal, Wujud Nyata Cegah DBD.

UPT Puskesmas Teluk Belitung Gelar Kegiatan Larvasidasi Massal, Wujud Nyata Cegah DBD.






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,      -
UPT Puskesmas Teluk Belitung bersama lintas sektor Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, melaksanakan kegiatan Larvasidasi Massal di Desa Mekar Sari pada 28 Juli 2026 kemarin. Kegiatan ini sebagai upaya dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).


Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Desa Mekar Sari, Kecamatan Merbau, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta petugas UPT Puskesmas Teluk Belitung yang bersama-sama melakukan larvasidasi dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemberantasan sarang nyamuk melalui Gerakan 3M Plus.


Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari Demam Berdarah Dengue (DBD), ucap Kepala UPT Puskesmas Teluk Belitung 
dr.H.Suhadi menambahkan. 


Ia menghimbau agar masyarakat dapat menjaga kebersihan dilingkungan pekarangan rumah, dan bak air, Ayo, mulai dari rumah kita! Rutin lakukan 3M Plus: menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta melakukan langkah pencegahan lainnya, tuturnya.


Pihaknya mengajak, mari kita bersama  mewujudkan masyarakat yang sehat dan bebas dari jangkitan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), mudah mudahan dengan dilakukan larvasidasi ini lingkungan masyarakat kita terhindar dari DBD, sebagai mana harapan kita bersama.


Sementara Kepala Desa Mekar Sari Herman S.Pd menyambut baik kegiatan larvasidasi tersebut, kami menyambut baik kegiatan positif ini, ini merupakan wujud kepedulian pemerintah Puskesmas Teluk Belitung, sehingga desa kami dapat dilakukan larvasidasi dalam rangka mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pungkas Herman."****





PENULIS.         :       ALI SANIP  
EDITOR.           :       REDAKSI
Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Pengecekan Ketahanan Pangan Warga

Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Pengecekan Ketahanan Pangan Warga




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     - 
Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, S.H., M.H., melaksanakan pengecekan ketahanan pangan pada lahan pertanian hidroponik milik Ky. Dalhar di Jalan Perjuangan Gang Pahlawan, Desa Alahair, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, S.H., M.H., didampingi Kanit Intel Polsek Tebing Tinggi AIPTU Hans Hutapea, S.H., M.H., Bhabinkamtibmas Desa Alahair BRIPKA Mukhtar R., serta dihadiri pemilik lahan, Ky. Dalhar.


Lahan pertanian hidroponik seluas kurang lebih 10 x 15 meter tersebut ditanami berbagai komoditas hortikultura, di antaranya cabai dan selada. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.


Berdasarkan hasil pengecekan, kondisi pertanian masyarakat terpantau dalam keadaan baik. Tanaman cabai dan selada tumbuh subur serta menunjukkan perkembangan yang positif.


Selain melakukan pengecekan, personel Polsek Tebing Tinggi juga mempererat komunikasi dan koordinasi dengan pemilik lahan sebagai bentuk pendampingan kepada masyarakat. Dalam kesempatan itu, petugas memberikan motivasi agar masyarakat terus mengembangkan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) guna mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kemandirian pangan keluarga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.


Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Polri akan terus mendukung dan melakukan pendampingan terhadap masyarakat dalam memanfaatkan lahan produktif sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti."****





LIPUTAN        :     ALD
EDITOR           :     REDAKSI 
Bhabinkamtibmas Desa Sesap Cek Perkebunan Jahe Warga, Dukung Ketahanan Pangan

Bhabinkamtibmas Desa Sesap Cek Perkebunan Jahe Warga, Dukung Ketahanan Pangan





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas Desa Sesap melaksanakan pengecekan langsung terhadap perkebunan jahe milik warga di Desa Sesap, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.


Kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, S.H., M.H.


Pengecekan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sesap, BRIPKA Ilham Edi Putra, di lahan perkebunan jahe milik Apuan yang berlokasi di Jalan Sei Niur, Desa Sesap. Luas lahan yang dikelola mencapai sekitar 500 meter persegi.


Dalam kegiatan tersebut, petugas memantau secara langsung kondisi tanaman jahe, perkembangan pertumbuhan tanaman, serta ketersediaan pupuk yang digunakan oleh pemilik lahan. Selain itu, pengecekan juga bertujuan memastikan pengelolaan perkebunan berjalan dengan baik sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan.


Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kondisi perkebunan terpantau dengan baik. Petugas juga memberikan motivasi kepada pemilik lahan agar terus mengembangkan usaha pertanian guna meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan perekonomian keluarga.


Melalui kegiatan ini, komunikasi dan koordinasi antara Bhabinkamtibmas dengan masyarakat semakin terjalin dengan baik, sehingga diharapkan mampu memberikan pendampingan yang berkelanjutan kepada para petani dalam mengembangkan sektor pertanian di wilayah Desa Sesap."****






LIPUTAN         :      ALD
EDITOR            :     REDAKSI 
Mangrove Sedunia 2026, BEM Unilak Dorong Inovasi Penanaman dan Kolaborasi Pentahelix Selamatkan Pesisir Riau

Mangrove Sedunia 2026, BEM Unilak Dorong Inovasi Penanaman dan Kolaborasi Pentahelix Selamatkan Pesisir Riau





KabarPesisirNews.Com
SIAK RIAU,    – 
Momentum Hari Mangrove Sedunia 2026 dimanfaatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lancang Kuning (Unilak) untuk memperkuat komitmen pelestarian ekosistem pesisir melalui aksi penanaman mangrove di Desa Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Minggu (26/7/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai unsur pemerintah, akademisi, masyarakat, dan organisasi yang memiliki perhatian terhadap upaya pelestarian kawasan pesisir.


Dalam kesempatan itu, Presiden Mahasiswa BEM Unilak, Desman Anugrah Natal Hulu, menekankan bahwa keberhasilan konservasi mangrove tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari tingkat keberhasilan bibit tersebut tumbuh dan bertahan hingga menjadi pelindung alami kawasan pesisir.


"Keberhasilan konservasi bukan hanya tentang berapa banyak bibit yang ditanam, tetapi juga berapa banyak yang mampu tumbuh dan bertahan hingga menjadi benteng alami bagi pesisir," ujarnya.


Desman juga mengusulkan penerapan metode penanaman dengan sistem rumpun berjarak. Dalam konsep tersebut, bibit mangrove ditanam menggunakan media pelindung seperti kotak atau bambu sehingga lebih tahan terhadap arus dan gelombang pasang, sekaligus meningkatkan tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman.


Selain itu, ia menyoroti ancaman abrasi yang terus menggerus sejumlah wilayah pesisir di Provinsi Riau, termasuk kawasan Pantai Prapat Tunggal di Pulau Bengkalis. Menurutnya, abrasi tidak hanya menyebabkan hilangnya daratan, tetapi juga mengancam potensi wisata, mata pencaharian masyarakat, serta keseimbangan ekosistem pesisir.


Senada dengan itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan BEM Unilak, Salman Syahputra, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove.


Menurutnya, keterlibatan mahasiswa tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial penanaman pohon, tetapi juga harus diwujudkan melalui edukasi kepada masyarakat, pengawasan kawasan konservasi, hingga mendorong keberlanjutan program rehabilitasi mangrove.


Komitmen tersebut turut diperkuat oleh Sekretaris Jenderal BEM Unilak, M. Hikmal Akbar. Ia menilai penyelamatan ekosistem mangrove membutuhkan sinergi lintas sektor melalui pendekatan edukasi, rehabilitasi, pengawasan, serta penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kerusakan lingkungan.


Sementara itu, Kepala Staf Presiden Mahasiswa BEM Unilak, Riskard Al Abrori, mengingatkan pentingnya langkah pencegahan kerusakan pesisir sejak dini. Hal senada disampaikan Bayu Saputra yang menekankan bahwa bibit mangrove yang telah ditanam harus dirawat dan dipantau secara berkelanjutan agar mampu tumbuh menjadi ekosistem yang kuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Melalui peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026, BEM Unilak berharap terbangunnya kolaborasi Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, dan media dalam memperkuat upaya pelestarian kawasan pesisir di Provinsi Riau.


BEM Unilak menilai mangrove memiliki peran yang sangat vital, tidak hanya sebagai benteng alami dalam menahan abrasi dan intrusi air laut, tetapi juga sebagai habitat berbagai biota laut, penyerap emisi karbon, serta penyangga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.


Dengan mengusung semangat "berat sama dipikul, ringan sama dijinjing", BEM Unilak mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan memulihkan ekosistem mangrove sebagai investasi lingkungan bagi generasi masa depan."****







LIPUTAN        :      NUR
EDITOR           :      REDAKSI 

Bupati Asmar Sambut Lawatan Persatuan Ketua Kampung Negeri Melaka, Perkuat Kerja Sama Serumpun Indonesia-Malaysia

Bupati Asmar Sambut Lawatan Persatuan Ketua Kampung Negeri Melaka, Perkuat Kerja Sama Serumpun Indonesia-Malaysia






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyambut secara resmi kunjungan lawatan Persatuan Ketua-Ketua Kampung (Sidang) Negeri Melaka, Malaysia, di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kamis (30/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan persaudaraan dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Kabupaten Kepulauan Meranti dengan Negeri Melaka.


Rombongan Persatuan Ketua-Ketua Kampung (Sidang) Negeri Melaka dipimpin langsung oleh Yang Dipertua (YDP) Encik Shaari bin Abu. Turut hadir dalam rombongan, Setiausaha Jaffri bin Md. Yatim, Rosli bin Dollah, Kamal bin Abdullah, Zainal bin Jalel, Hazmi bin Yusop, Husin bin Jantan, Mohd. Asseri bin Daud, dan Zakaria bin Mohd. Yusoff.


Prosesi penyambutan berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan. Hubungan yang telah terjalin sejak lama antara Kepulauan Meranti dan Negeri Melaka dinilai memiliki ikatan historis, budaya, bahasa, serta adat istiadat yang sama sebagai masyarakat serumpun di kawasan Selat Malaka.


Dalam sambutannya, YDP Persatuan Ketua-Ketua Kampung (Sidang) Negeri Melaka, Encik Shaari bin Abu, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti beserta seluruh masyarakat.


"Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang begitu baik dan penuh persaudaraan. Kehadiran kami bukan sekadar kunjungan silaturahmi, tetapi juga untuk mempererat hubungan yang telah lama terjalin antara Negeri Melaka dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Kami berharap hubungan ini terus berkembang melalui berbagai bentuk kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua wilayah," ujar Encik Shaari.


Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas negara yang dilandasi semangat persaudaraan serumpun.


Menurut Asmar, kedekatan geografis maupun sejarah menjadikan Meranti dan Melaka memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan secara bersama, mulai dari sektor ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan hingga pelestarian budaya Melayu.


"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan Persatuan Ketua-Ketua Kampung Negeri Melaka. Semoga kunjungan ini semakin mempererat tali silaturahmi dan menjadi awal dari kerja sama yang lebih konkret di berbagai bidang demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah," kata Asmar.


Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus berkomitmen memperkuat hubungan dengan berbagai daerah di Malaysia, khususnya Negeri Melaka, sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas kawasan perbatasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.


Dalam penyambutan tersebut, Bupati Asmar didampingi Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Kapolres Kepulauan Meranti, Danlanal Dumai yang diwakili Danposal TNI AL Selatpanjang, Dandim 0303/Bengkalis yang diwakili Danramil 03 Tebing Tinggi, Sekretaris Daerah, para Asisten Setda, para Staf Ahli Bupati, Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, serta jajaran kepala perangkat daerah dan instansi vertikal.


Di antaranya Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Damkar, Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pendidikan, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, KSOP Selatpanjang, Bea Cukai Selatpanjang, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang, PT Pelindo Selatpanjang, serta Bagian Umum, Bagian Perbatasan, dan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kepulauan Meranti.


Melalui lawatan tersebut, kedua belah pihak berharap hubungan persaudaraan antara Kabupaten Kepulauan Meranti dan Negeri Melaka semakin erat serta mampu melahirkan berbagai program kolaboratif di bidang ekonomi, budaya, pendidikan, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat sebagai wujud nyata kemitraan masyarakat serumpun Indonesia-Malaysia."****







LIPUTAN       :     NUR
EDITOR          :     REDAKSI 
Bupati Asmar: Persetujuan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Wujud Sinergi Pemkab dan DPRD

Bupati Asmar: Persetujuan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Wujud Sinergi Pemkab dan DPRD





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti dengan agenda penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar) sekaligus pengambilan keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Balai Sidang DPRD, Selatpanjang, Kamis (30/7/2026).


Dalam rapat tersebut, DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyetujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 untuk selanjutnya disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Riau guna menjalani proses evaluasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Bupati Asmar mengatakan, persetujuan bersama ini merupakan wujud sinergi yang harmonis antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.


"Aspek terpenting dari pelaksanaan APBD bukan hanya tingginya penyerapan anggaran, tetapi sejauh mana hasil pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Asmar.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang telah melakukan pembahasan secara komprehensif terhadap laporan pertanggungjawaban APBD.


Menurutnya, berbagai masukan dan rekomendasi DPRD, mulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), efisiensi SiLPA, hingga peningkatan kualitas pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan pada tahun-tahun mendatang.


Asmar menambahkan, setelah memperoleh persetujuan bersama, Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 akan segera disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk dievaluasi sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Hasil evaluasi tersebut juga akan menjadi salah satu dasar dalam penyusunan APBD Perubahan Kabupaten Kepulauan Meranti."****





LIPUTAN         :     NUR
EDITOR            :     REDAKSI 
Kapolda Riau Bawa Semangat Merah Putih ke Pesisir Concong, Salurkan Bantuan Ketinting hingga Tanam Mangrove

Kapolda Riau Bawa Semangat Merah Putih ke Pesisir Concong, Salurkan Bantuan Ketinting hingga Tanam Mangrove





KabarPesisirNews.Com
INDRAGIRI HILIR RIAU,    - 
Semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Polda Riau melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi, sebuah gerakan sosial yang menyentuh langsung masyarakat di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T). Mengawali ekspedisi tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan hadir di Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (30/7/2026), dengan membawa berbagai bantuan yang menyasar sektor ekonomi, pendidikan, lingkungan, hingga penguatan pelayanan kepolisian.


Di hadapan masyarakat pesisir, Kapolda secara simbolis menyerahkan 20 unit mesin ketinting kepada para nelayan. Bantuan itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus meringankan beban masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil laut.


Kapolda menegaskan, bantuan tersebut bukan sekadar simbol seremonial, melainkan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.


"Ini adalah simbol kepedulian Polri untuk mendukung aktivitas masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah pesisir. Kita hadir untuk mendengar keluh kesah warga, kemudian hadir langsung memberikan sumbangsih dan berbagi kepada sesama," ujar Irjen Herry Heryawan.


Dalam kesempatan itu, Kapolda juga berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat pesisir. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Indragiri Hilir, Bupati Indragiri Hilir,Dandim 0314/Inhil, Forkopimda,Forkopimcam,tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.


Tidak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi, Kapolda juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan. Bersama rombongan, ia mengunjungi SD Negeri 002 Concong dan melakukan penanaman bibit mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus mengurangi ancaman abrasi. Bibit mangrove juga diserahkan kepada enam perwakilan masyarakat agar gerakan penghijauan dapat terus berlanjut.


Di sekolah tersebut, Kapolda menyerahkan bantuan berupa buku tulis dan alat tulis kepada para siswa sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan. Bahkan, sejumlah boneka juga diberikan kepada siswa SD Negeri 002 Concong dan SMAN 1 Concong sebagai wujud perhatian kepada generasi muda.


Rangkaian kegiatan berlanjut ke Mapolsek Concong. Kapolda meninjau kondisi kantor polisi yang sebelumnya mengalami kebakaran pada 3 Maret 2026, sekaligus memastikan kesiapan sarana dan prasarana pelayanan masyarakat. Dalam kunjungan itu, Kapolda menyerahkan dua unit sepeda motor operasional kepada Kapolsek Concong guna mendukung tugas kepolisian di wilayah tersebut.


Kegiatan kemudian dipusatkan di Vihara Phala Virya, Kelurahan Concong Luar. Di lokasi itu, selain menyerahkan bantuan mesin ketinting, Kapolda kembali mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan, menjauhi bahaya narkoba, serta bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.


Menurutnya, Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan implementasi semangat perjuangan para pendiri bangsa yang diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.


"Keberagaman adalah kekuatan. Lingkungan yang lestari adalah investasi masa depan dan keamanan adalah tanggung jawab bersama," katanya.


Kapolda berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama para nelayan, sekaligus membangkitkan semangat gotong royong dalam menjaga alam untuk generasi mendatang.


"Terus berikan contoh kepada penerus kita bahwa kita mewariskan alam ini dan generasi penerus akan menjaga serta melestarikan lingkungan di masa depan," pesannya.


Ekspedisi Merah Putih Presisi akan berlangsung mulai 30 Juli hingga 17 Agustus 2026. Dalam pelaksanaannya, Polda Riau menggandeng TNI, Forkopimda, mahasiswa, aktivis lingkungan, serta berbagai elemen masyarakat untuk menyambangi 17 titik di wilayah 3T Provinsi Riau.


Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kapolda Riau ingin memastikan bahwa semangat Merah Putih tidak hanya diperingati melalui upacara, tetapi juga diwujudkan lewat aksi nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat, mulai dari meningkatkan kesejahteraan nelayan, mendukung pendidikan anak-anak, melestarikan lingkungan pesisir, hingga memperkuat pelayanan kepolisian di daerah terpencil."****






LIPUTAN INHIL       :     SANDI 
EDITOR                     :     REDAKSI 

Kamis, 30 Juli 2026

Pemkab Kepulauan Meranti Kolaborasi dengan BBPVP Medan untuk Tingkatkan Daya Saing SDM dan Peluang Kerja Warga Meranti

Pemkab Kepulauan Meranti Kolaborasi dengan BBPVP Medan untuk Tingkatkan Daya Saing SDM dan Peluang Kerja Warga Meranti







KabarPesisirNews.Com
MEDAN SUMUT,    – 
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Selasa (29/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam memperkuat sinergi pengembangan sumber daya manusia melalui program pelatihan vokasi.


Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai isu ketenagakerjaan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Pembahasan difokuskan pada peningkatan kompetensi tenaga kerja dan peluang kerja sama pelatihan vokasi yang dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan daerah.


Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah yang harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.


“Kami berharap kerja sama ini dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat Kepulauan Meranti untuk memperoleh pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang berkualitas. SDM yang unggul dan kompeten akan menjadi modal utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Muzamil Baharudin.


Ia menambahkan, program pelatihan vokasi yang tepat sasaran diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja yang siap bersaing dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri.


“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya menciptakan tenaga kerja yang produktif, adaptif, dan berdaya saing,” tambahnya.


Sementara itu, perwakilan BBPVP Medan, Amran, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi.


“BBPVP Medan siap mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja di daerah melalui program pelatihan yang adaptif dan berbasis kebutuhan dunia kerja. Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pelatihan menjadi faktor penting dalam menciptakan SDM yang unggul dan kompetitif,” katanya.


Amran berharap kerja sama yang terjalin dapat diwujudkan dalam program pelatihan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kepulauan Meranti.


“Kami berharap kolaborasi ini mampu meningkatkan produktivitas tenaga kerja sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.


Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti, Eko Priyono, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan komitmen kolaborasi yang diberikan BBPVP Medan.


Menurutnya, pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam menjawab berbagai tantangan ketenagakerjaan di Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya dalam upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja.


“Fokus kami saat ini adalah mengoptimalkan kembali peran Balai Latihan Kerja (BLK) Meranti sebagai pusat pengembangan keterampilan masyarakat yang mampu mencetak tenaga kerja kompeten dan siap kerja,” ujar Eko Priyono.


Ia mengatakan, penguatan BLK Meranti tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan kolaborasi yang erat dengan BBPVP Medan sebagai pembina pelatihan vokasi untuk menghadirkan program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.


“Kami berharap sinergi ini dapat diwujudkan melalui pendampingan pengelolaan BLK, peningkatan kapasitas instruktur, hingga penyelenggaraan program pelatihan yang link and match dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kolaborasi ini diharapkan menjadi momentum dalam menghadirkan pelatihan vokasi yang adaptif, berkualitas, dan memberikan dampak nyata bagi terwujudnya SDM Meranti yang unggul dan berdaya saing,” tutupnya.


Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terjalin kerja sama yang konkret antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan BBPVP Medan dalam menghadirkan berbagai program pelatihan vokasi yang berdampak positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kepulauan Meranti."****








SUMBER     :   PEMKAB KEP.MERANTI
EDITOR       :   REDAKSI 
Kapolres Meranti Kenalkan Green Policing di SDN 02 Selatpanjang

Kapolres Meranti Kenalkan Green Policing di SDN 02 Selatpanjang





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    - 
Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan hidup sejak usia dini terus dilakukan Polres Kepulauan Meranti. Melalui program Green Policing Goes to School, jajaran kepolisian hadir langsung di SD Negeri 02 Selatpanjang, Jalan Pembangunan II, Kecamatan Tebing Tinggi, Kamis (30/7/2026), untuk memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam.


Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., itu diikuti Kasat Lantas AKP Sardianto, S.E., personel Bhabinkamtibmas, guru, serta siswa-siswi SDN 02 Selatpanjang. Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan tersebut juga mempererat sinergi antara Polri dengan dunia pendidikan dalam membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.


Sebelum memberikan materi kepada para siswa, Kapolres bersama rombongan melakukan silaturahmi dan berdiskusi dengan kepala sekolah serta dewan guru mengenai pentingnya kolaborasi dalam membangun kesadaran lingkungan sejak bangku sekolah dasar.


Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., mengatakan bahwa program Green Policing merupakan salah satu langkah nyata Polri dalam mengajak masyarakat, khususnya anak-anak, agar memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.


"Melalui Program Green Policing, kami ingin menanamkan kepada anak-anak pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak usia dini. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan sekolah, tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, serta menanam pohon merupakan langkah kecil yang akan memberikan dampak besar bagi masa depan lingkungan," ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswi kelas II A juga diajak menyaksikan video edukasi berbentuk animasi sinematik yang menggambarkan upaya Green Policing dalam menjaga hutan bakau (mangrove) dan lahan gambut di Kabupaten Kepulauan Meranti. Tayangan itu dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga mampu memberikan gambaran kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan kawasan gambut.


Kapolres juga menekankan bahwa pelestarian mangrove memiliki peran penting dalam mencegah abrasi yang menjadi salah satu tantangan di wilayah pesisir Kepulauan Meranti. Karena itu, kesadaran untuk menjaga dan menanam mangrove perlu ditumbuhkan sejak dini agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.


Suasana kegiatan berlangsung interaktif ketika para siswa diberikan kesempatan bertanya dan berdiskusi. Kapolres pun memberikan motivasi kepada para pelajar agar menjadi pelopor kebersihan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah masing-masing.


Sebagai bentuk komitmen bersama terhadap pelestarian lingkungan, kegiatan ditutup dengan penanaman bibit pohon di halaman SDN 02 Selatpanjang yang dilakukan oleh Kapolres bersama pihak sekolah. Penanaman tersebut menjadi simbol sinergi antara Polri dan dunia pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, bersih, dan asri.


AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita berharap kegiatan Green Policing Goes to School mampu meningkatkan pemahaman para siswa tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membentuk karakter peduli alam sejak usia dini.


Menurutnya, kehadiran Polri di lingkungan sekolah bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pendidikan yang aktif memberikan pembinaan kepada generasi muda.


Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun para siswa. Melalui program tersebut, Polres Kepulauan Meranti berharap semangat menjaga lingkungan dapat terus tumbuh di kalangan pelajar sebagai investasi bagi keberlanjutan alam di masa depan."****





SUMBER       :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR         :    REDAKSI 
DPRD Kepulauan Meranti Sahkan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemkab Siap Tindaklanjuti 11 Rekomendasi Banggar

DPRD Kepulauan Meranti Sahkan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemkab Siap Tindaklanjuti 11 Rekomendasi Banggar






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    - 
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Pertama Masa Persidangan Ketiga Tahun Persidangan 2026 yang digelar di Balai Sidang DPRD, Kamis (30/7/2026). Agenda paripurna diawali dengan penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD, dilanjutkan pengambilan keputusan, penandatanganan persetujuan bersama antara Bupati dan pimpinan DPRD, serta sambutan kepala daerah.


Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kepulauan Meranti H. Khalid Ali, S.E., didampingi Wakil Ketua Ardiansyah, S.H., M.Si. dan Antoni Shidarta, S.H., M.H., serta dihadiri Bupati Kepulauan Meranti, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, Sekretaris Daerah, kepala OPD, camat, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, insan pers, dan para undangan.


Agenda utama rapat paripurna adalah mendengarkan laporan Badan Anggaran DPRD terhadap pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Penyampaian laporan dilakukan oleh juru bicara Banggar, Cun Cun, S.E., M.Si., sebelum kemudian dimintakan persetujuan kepada seluruh anggota dewan yang hadir. Secara aklamasi, laporan Banggar diterima dan disetujui untuk dilanjutkan ke tahap pengesahan.


Dalam laporannya, Banggar menegaskan bahwa penyampaian Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD merupakan kewajiban konstitusional kepala daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dokumen tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah atas pengelolaan keuangan selama satu tahun anggaran yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


Banggar menjelaskan, pembahasan Ranperda telah dilakukan secara teknis bersama pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan Tata Tertib DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Nomor 1 Tahun 2019, sebelum akhirnya hasil pembahasannya disampaikan dalam rapat paripurna sebagai bahan pengambilan keputusan DPRD.


Berdasarkan laporan tersebut, target pendapatan daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun Anggaran 2025 ditetapkan sebesar Rp1,216 triliun, sementara realisasinya mencapai Rp991,59 miliar atau sekitar 81,51 persen dari target yang ditetapkan.


Dari jumlah tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp264,63 miliar, sedangkan realisasinya mencapai Rp111,59 miliar. Sementara pendapatan transfer ditargetkan sebesar Rp951,91 miliar dengan realisasi mencapai Rp879,97 miliar atau 92,44 persen.


Sementara itu, pada sisi belanja daerah, pemerintah menganggarkan sebesar Rp1,219 triliun, dengan realisasi mencapai Rp991,49 miliar atau sekitar 81,33 persen dari total anggaran yang telah ditetapkan.


Banggar juga mencatat realisasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp2,56 miliar, tanpa adanya realisasi pengeluaran pembiayaan. Dengan demikian, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 tercatat sebesar Rp2,66 miliar berdasarkan realisasi pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah.


Selain memaparkan kondisi keuangan daerah, Banggar DPRD turut menyampaikan sejumlah catatan strategis dan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Banggar memberikan apresiasi atas capaian opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang kembali diraih Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Meski demikian, Banggar berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan tata kelola keuangan, memperkuat sistem pengendalian internal, meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta menindaklanjuti seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan BPK agar pada tahun-tahun mendatang opini tersebut dapat ditingkatkan menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).


Banggar juga mendorong pemerintah daerah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui optimalisasi potensi pajak dan retribusi daerah, pemanfaatan aset milik daerah, serta peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan daerah.


Selain itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran sehingga pelaksanaan program dan kegiatan dapat berjalan lebih efektif, efisien, tepat sasaran serta mampu menekan tingginya SiLPA setiap akhir tahun anggaran.


Banggar juga merekomendasikan agar pemerintah daerah memprioritaskan belanja yang berdampak langsung terhadap pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, serta pertumbuhan ekonomi daerah. Pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan juga diminta diperkuat sehingga setiap temuan hasil pemeriksaan BPK dapat segera ditindaklanjuti dan tidak terus berulang pada tahun-tahun berikutnya.


Tidak hanya itu, Banggar meminta pemerintah daerah melakukan sinkronisasi terhadap posisi kas yang berkaitan dengan SiLPA Tahun Anggaran 2025 sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK. Seluruh OPD juga diminta meningkatkan tertib administrasi, pengelolaan aset, serta kepatuhan terhadap seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan guna mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang lebih transparan dan akuntabel.


Dalam rekomendasinya, Banggar turut mendorong percepatan penyelesaian program-program strategis yang realisasinya masih rendah. Selain itu, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan dimutasi, dipromosikan maupun menduduki jabatan tertentu diharapkan telah menyelesaikan seluruh kewajiban administrasi dan bebas dari temuan hasil pemeriksaan BPK, APIP maupun temuan lain yang menjadi tanggung jawabnya, atau telah menindaklanjuti seluruh temuan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.


Banggar juga meminta agar bukti pembayaran atas tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK dilampirkan dalam Peraturan Daerah tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Selanjutnya, seluruh rekomendasi Banggar diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah dalam penyusunan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 maupun APBD Tahun Anggaran 2027 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah.


Menutup laporannya, Badan Anggaran DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti berharap seluruh catatan dan rekomendasi yang telah disampaikan dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah demi terwujudnya tata kelola keuangan yang semakin baik, transparan, akuntabel, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti.


Selanjutnya, pimpinan sidang membacakan rancangan keputusan DPRD terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Setelah kembali memperoleh persetujuan seluruh anggota dewan secara aklamasi, rancangan keputusan tersebut resmi disahkan menjadi keputusan DPRD yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan persetujuan bersama antara Bupati Kepulauan Meranti dan pimpinan DPRD.


Dalam pidatonya, Ketua DPRD H. Khalid Ali menyampaikan apresiasi kepada Badan Anggaran atas selesainya pembahasan Ranperda serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam proses pembahasan hingga pengambilan keputusan. Ia juga menyebut DPRD telah menyampaikan 11 rekomendasi dan catatan yang diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah.


Usai penandatanganan persetujuan bersama, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menyampaikan bahwa persetujuan Ranperda tersebut merupakan wujud nyata kemitraan yang harmonis antara legislatif dan eksekutif dalam membangun tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembahasan Ranperda tidak terlepas dari kerja keras Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang telah melakukan pembahasan secara komprehensif, kritis, dan konstruktif.


Bupati juga menegaskan bahwa berbagai catatan, saran, kritik, dan rekomendasi yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan maupun pelayanan publik pada tahun-tahun mendatang.


"Berbagai rekomendasi strategis, baik terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), efisiensi sisa anggaran (SiLPA), maupun peningkatan mutu layanan publik di sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur kepulauan akan menjadi catatan penting untuk perbaikan kinerja keuangan kami pada tahun-tahun mendatang," demikian disampaikan Bupati dalam sambutannya.


Menurut H. Asmar, keberhasilan pelaksanaan APBD tidak hanya diukur dari besarnya realisasi penyerapan anggaran, tetapi juga dari sejauh mana hasil pembangunan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai persetujuan bersama terhadap Ranperda tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dan DPRD dalam menjalankan amanah masyarakat untuk mempercepat pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti.


Bupati menambahkan, setelah disepakati bersama, Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 akan segera disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk dilakukan proses evaluasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi salah satu dasar bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam menyusun dan mengajukan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.


Ia berharap sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus terjalin erat demi mempercepat pembangunan daerah menuju Kabupaten Kepulauan Meranti yang unggul, agamis, dan sejahtera."****






SUMBER     :   HUMAS SETWAN KEP.MERANTI
EDITOR       :   REDAKSI 
Pemindahan Akses Keluar Pintu Tol Pekanbaru Dimulai 30 Juli 2026, Hutama Karya Imbau Pengguna Jalan Ikuti Rambu dan Arahan Petugas

Pemindahan Akses Keluar Pintu Tol Pekanbaru Dimulai 30 Juli 2026, Hutama Karya Imbau Pengguna Jalan Ikuti Rambu dan Arahan Petugas






KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,    -
PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menginformasikan kepada seluruh pengguna Jalan Tol Pekanbaru–Dumai bahwa mulai Kamis, 30 Juli 2026, akan diberlakukan pemindahan jalur keluar pada Jalan Akses Pintu Tol Pekanbaru STA 00+200. Rekayasa lalu lintas ini dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan penyambungan Jalan Tol Pekanbaru–Dumai dengan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru melalui pembangunan jembatan overpass di STA 00+200 Jalan Tol Pekanbaru–Dumai atau STA 206+950 Jalan Tol Lingkar Pekanbaru.


Selama pekerjaan berlangsung, akses keluar menuju Kota Pekanbaru akan dialihkan dari jalur eksisting melalui Akses Muara Fajar menuju Pintu Tol Bypass Pekanbaru. Pengalihan ini dilakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi sekaligus memastikan keamanan dan keselamatan pengguna jalan yang melintasi area proyek.


Hutama Karya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat rekayasa lalu lintas ini. Perusahaan mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mengantisipasi waktu perjalanan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas sementara, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama.


Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas tersebut merupakan tahapan penting dalam pembangunan konektivitas jalan tol di Provinsi Riau dan telah direncanakan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kelancaran lalu lintas, serta kenyamanan pengguna jalan.


"Pemindahan jalur ini merupakan bagian dari tahapan pembangunan konektivitas antara Jalan Tol Pekanbaru–Dumai dengan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru. 


Pekerjaan ini diperlukan agar proses penyambungan kedua ruas tol dapat berjalan sesuai target tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar memperhatikan rambu-rambu lalu lintas sementara, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengurangi kecepatan saat melintasi area pekerjaan demi keselamatan bersama," ujar Hamdani.


Sebelum pengalihan diberlakukan, pengguna jalan yang keluar melalui Pintu Tol Pekanbaru menggunakan akses eksisting menuju Akses Muara Fajar. Mulai 30 Juli 2026, arus kendaraan akan diarahkan melalui jalur baru menuju Pintu Tol Bypass Pekanbaru sesuai dengan rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan. Pengguna jalan diimbau untuk menyesuaikan perjalanan sejak mendekati lokasi pengalihan guna menghindari perlambatan lalu lintas.


Untuk mendukung kelancaran implementasi pengalihan, Hutama Karya bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau, Dinas Perhubungan, dan stakeholder terkait lainnya telah menyiapkan rambu-rambu lalu lintas sementara, traffic cone, water barrier, papan informasi, lampu peringatan, serta menempatkan petugas di sejumlah titik strategis guna membantu mengarahkan pengguna jalan selama masa transisi. 


Pengaturan lalu lintas juga akan terus dimonitor dan dievaluasi secara berkala guna memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung.


Hutama Karya juga mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kecukupan saldo kartu uang elektronik sebelum memasuki jalan tol, mematuhi batas kecepatan yang berlaku, menjaga jarak aman antar kendaraan, serta mengikuti informasi lalu lintas terkini melalui akun media sosial resmi Hutama Karya maupun aplikasi Mozy.


Hutama Karya berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, dan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan sehingga penyambungan Jalan Tol Pekanbaru–Dumai dengan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru dapat segera memberikan manfaat dalam meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau."****






LIPUTAN         :      RED
EDITOR            :      REDAKSI