Senin, 12 Oktober 2026

Polisi dan Petani Bersinergi, Setengah Hektare Lahan di Tembilahan Ditanami Jagung

Polisi dan Petani Bersinergi, Setengah Hektare Lahan di Tembilahan Ditanami Jagung







KabarPesisirNews.Com
TEMBILAHAN RIAU,    -
Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tembilahan, Polres Indragiri Hilir (Inhil), Riau, terus menunjukkan dukungannya terhadap program ketahanan pangan nasional. Kali ini, jajaran kepolisian turun langsung bersama petani melakukan penanaman jagung di Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan, Senin (12/10/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan, IPDA Parna Simarmata, S.H., dengan memanfaatkan lahan pertanian seluas kurang lebih 0,5 hektare milik warga bernama Rahman.


Penanaman jagung pipil ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional pada 2026.


Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan, IPDA Parna Simarmata, menjelaskan melalui laporan kegiatannya bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah meningkatkan produktivitas pangan melalui kerja sama dengan masyarakat.


Melalui kegiatan tersebut, kepolisian berupaya membangun sinergi dengan para petani dan pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia.


Selain mendukung program pemerintah, penanaman jagung ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya petani yang menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.


Pemanfaatan lahan produktif dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong peningkatan hasil pertanian sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di tingkat daerah.


Dalam kegiatan tersebut, IPDA Parna Simarmata turut didampingi Kanit Binmas AIPTU Antoni Lubis, Kasium BRIPKA Darman, serta Banit Intelkam BRIGPOL Maulana Sehvy, S.H. Penanaman jagung juga melibatkan Rahman selaku pemilik lahan.


Kehadiran personel kepolisian bersama petani menjadi bagian dari upaya mempererat kemitraan Polri dengan masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung kegiatan produktif di bidang pertanian.


Melalui program ini, Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan berharap pemanfaatan lahan pertanian dapat terus dikembangkan sehingga mampu membantu meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani."****






LIPUTAN INHIL        :     SANDI 
EDITOR                      :     REDAKSI 

Open Turnamen Mini Soccer Old Star Cup 2026 Di Desa Mengkirau: Diikuti 34 Tim Dari Tiga Kecamatan

Open Turnamen Mini Soccer Old Star Cup 2026 Di Desa Mengkirau: Diikuti 34 Tim Dari Tiga Kecamatan






KabarPesisirNews.Com
TASIK PUTRI PUYU RIAU,       - 
Semarak sepak bola usia dini di ujung utara Kabupaten Kepulauan Meranti kembali digalakkan. Saat ini Lapangan sepak bola Desa Mengkirau, Kecamatan Tasik Putri Puyu, resmi menjadi ramai setelah dibukanya Open Turnamen Mini Soccer Old Star Cup 2026 pada Ahad 11 Oktober 2026.


Tidak main-main, turnamen sepak bola usia dini yang awalnya digagas secara sederhana ini langsung diikuti 34 tim dari 3 Kecamatan sekaligus, yakni Rinciannya, 24 tim dari tingkat SMP dan 10 tim dari tingkat SD sederajat.


Seperti dikemukakan Ketua Panitia Pelaksana, Afizan mengatakan, antusias peserta tergolong luar dugaan. "Alhamdulillah, antusias anak-anak luar biasa. Total 34 tim yang daftar. Ini bukti kalau anak-anak kita haus akan turnamen seperti ini," kata Afizan saat  pembukaan.


Fakta menarik di balik megahnya turnamen ini adalah siapa penggagasnya. Turnamen ini ternyata murni digagas oleh seorang guru yang peduli dengan masa depan olahraga, yakni Muhammad Daman Huri,S.Pd, berkolaborasi dengan pemuda setempat.


Daman Huri tidak ingin bakat-bakat terpendam anak Meranti hilang begitu saja karena minimnya kompetisi. Menurutnya, "Turnamen ini dibentuk agar menumbuhkan semangat minat dan bakat anak-anak guna terciptanya pemain-pemain hebat yang lahir dari kabupaten yang kita cintai ini," ungkap Daman Huri,S.Pd kepada awak media


Diakuinya, Meranti memiliki banyak bibit unggul, namun butuh panggung untuk unjuk gigi. Mini soccer dipilih karena lebih merakyat dan bisa dimainkan di lapangan desa.


Satu hal yang patut diacungi jempol, seluruh hadiah dan operasional turnamen ini merupakan murni swadaya dan sumbangan dari masyarakat Desa Mengkirau dan para donatur."jelasnya. 


Hal ini menunjukkan kuatnya gotong royong masyarakat. Adapun total hadiah yang diperebutkan adalah: - Juara I: Rp 800.000
- Juara II: Rp 600.000- Juara III: Rp 350.000
- Juara IV: Rp 250.000. Meski nilainya tidak fantastis, namun makna dan semangat kompetisi jauh lebih besar bagi anak-anak."tandas Daman Huri.


Gelaran positif ini pun mendapat perhatian dari tokoh pemuda Mengkirau Yoyon Heri Mukti saat di temui awak media. Ia menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pembukaan turnamen tersebut. Dalam poster ucapan yang beredar, Yoyon Heri Mukti terlihat memberikan dukungan penuh.


"Selamat dan Sukses atas pembukaan Open Turnamen Mini Soccer Old Star Cup 2026 di Desa Mengkirau. Ini adalah kegiatan yang sangat positif. Dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk anak-anak kita," ujar Yoyon Heri Mukti 


Ia berharap turnamen ini tidak berhenti sampai disini, dan tidak hanya sebagai seremonial saja, tetapi menjadi agenda pembinaan berkelanjutan.


"Semoga dari lapangan Mengkirau ini lahir pemain-pemain hebat yang bisa membawa nama Meranti ke tingkat yang lebih tinggi. Jaga terus sportivitas," tambahnya.


Turnamen dijadwalkan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan sistem gugur. Panitia berharap dukungan dari semua pihak agar turnamen berjalan aman dan lancar hingga partai final nanti.****





PENULIS       :        ALI SANIP 
EDITOR         :        REDAKSI
Oknum TNI Diduga Aniaya Ibu Tiga Anak di Pangkalan Kerinci, Pihak Perusahaan Pesawoan Raya Membantah

Oknum TNI Diduga Aniaya Ibu Tiga Anak di Pangkalan Kerinci, Pihak Perusahaan Pesawoan Raya Membantah






KabarPesisirNews.Com
PANGKALAN KERINCI RIAU,     -
Seorang ibu rumah tangga, Jerniati Siregar, diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum TNI aktif berinisial RH di Jalan Lintas Tanjung Putus, Desa Kuala Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Insiden dugaan kekerasan fisik yang menimpa ibu tiga anak tersebut terjadi pada Sabtu, 10 Oktober 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.


Kronologi bermula saat Jerniati bersama empat rekannya sedang dalam perjalanan pulang menggunakan jalan umum selepas melintasi area luar konsesi perusahaan swasta. Terduga pelaku yang mengendarai sepeda motor bersama security perusahaan secara tiba-tiba mencegat korban. 
Setelah sempat terjadi ketegangan verbal dan makian, oknum tersebut diduga menendang dada korban menggunakan kaki kanan. Hantaman keras itu mengakibatkan korban terhempas hingga mengalami cedera pergeseran sendi (keseleo) serta pembengkakan parah pada siku lengan kanannya. Hingga kini, korban masih harus menjalani perawatan medis dan pengobatan tradisional.


Pihak manajemen PT. Pesawon Raya, perusahaan tempat terduga pelaku bertugas sebagai personel pengamanan, memberikan klarifikasi pada Senin (12/10/2026). Melalui Asisten Kepala (Askep), M. Yasid, manajemen membenarkan bahwa RH merupakan personel TNI yang diperbantukan di perusahaan mereka.


Kendati demikian, pihak perusahaan secara tegas membantah adanya tindakan penganiayaan fisik. Selain itu, manajemen juga menyanggah lokasi kejadian (locus delicti) yang diklaim terjadi di jalan umum. Menurut versi perusahaan, korban dan rekannya kerap ditegur karena sering memasuki kawasan internal korporasi tanpa izin demi mencari brondolan sawit.


Merespons bantahan tersebut, Jerniati Siregar tetap bersikeras pada keterangannya bahwa tindakan represif itu terjadi di fasilitas jalan publik. Pihak korban bersama keluarga kini telah berkoordinasi dengan tim wartawan dan lembaga hukum guna mengawal kasus dugaan kekerasan oleh oknum aparat pertahanan ini ke tingkat yang lebih lanjut.


Padahal, praktik penggunaan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) aktif sebagai petugas keamanan (security atau pengamanan komersial) di perusahaan swasta yang bukan merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas) secara hukum ilegal dan melanggar undang-undang yang berlaku di Republik Indonesia. Penegasan ini dikeluarkan menyusul maraknya sorotan publik dan sejumlah insiden yang melibatkan oknum TNI aktif yang diperbantukan di area konsesi perusahaan swasta komersial.


Merujuk pada konstitusi negara serta tata perundangan pertahanan, TNI merupakan alat pertahanan negara yang bertugas menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, serta keselamatan segenap bangsa dari ancaman militer. Tugas pokok tersebut sama sekali tidak mencakup pengamanan bisnis komersial milik perorangan maupun korporasi swasta.


Dasar Hukum Larangan Keterlibatan TNI Aktif di Perusahaan Swasta


1. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI (Telah Diperbarui lewat UU Nomor 3 Tahun 2025)


• Pasal 39 Huruf c: Menegaskan secara eksplisit bahwa prajurit TNI aktif dilarang terlibat dalam kegiatan bisnis. Menyediakan jasa pengamanan berbayar (security guard atau pengamanan komersial) bagi pihak swasta dikategorikan sebagai aktivitas bisnis keamanan ilegal.

  • Pasal 2 Huruf d: Menyebutkan bahwa TNI adalah "Tentara Profesional", yaitu tentara yang mahir menggunakan alat persenjataan, terlatih secara khusus, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya oleh APBN.


2. Ketetapan MPR Nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan Peran Polri


Berdasarkan TAP MPR ini, pemeliharaan keamanan di dalam masyarakat merupakan ranah tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Tugas TNI adalah di sektor pertahanan negara, bukan penegakan hukum domestik atau pengamanan wilayah komersial warga sipil.


3. Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Objek Vital Nasional


TNI hanya diperbolehkan memberikan bantuan pengamanan pada kawasan yang memiliki status resmi sebagai Objek Vital Nas,"****






LIPUTAN PELALAWAN    :   DAVIDSON
EDITOR                               :   REDAKSI
Selamat & Sukses Hari Jadi Kab. Siak ke-27 — Lomba Baca Puisi LAN Kabupaten Siak di Taman Motuyoko, Tualang

Selamat & Sukses Hari Jadi Kab. Siak ke-27 — Lomba Baca Puisi LAN Kabupaten Siak di Taman Motuyoko, Tualang





KabarPesisirNews.Com
TUALANG SIAK RIAU,     – 
Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Siak yang ke-27, Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Siak berhasil menyelenggarakan Lomba Baca Puisi Tingkat SD, SMP dan SMA/Sederajat di Taman Motuyoko, Kecamatan Tualang, pada Minggu, 11 Oktober 2026. Kegiatan ini mengusung semangat "BNN & LAN Hadir untuk Masyarakat".
 

Sebanyak 80 peserta dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Siak dan Tualang turut berpartisipasi, menyuarakan pesan-pesan anti-narkoba melalui karya puisi. Bukan sekadar ajang kompetisi, lomba ini menjadi sarana edukasi yang kreatif untuk menanamkan kesadaran bahaya narkoba sejak dini di kalangan generasi muda di Siak Tualang.
 

Penyerahan piala dan hadiah kepada para pemenang berlangsung dengan penuh semangat. Ketua LAN Kabupaten Siak, Amrizal, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini. "Kegiatan ini bukti bahwa pencegahan narkoba bisa dilakukan dengan cara yang menyentuh hati masyarakat, khususnya di wilayah Tualang dan Siak secara umum," ujarnya.
 

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, perwakilan BNN Provinsi Riau, DPRD Siak, serta para kepala sekolah dan masyarakat Tualang. Ke depan, LAN Kabupaten Siak berkomitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda tahunan yang lebih besar."****






LIPUTAN SIAK    :     ANGGA 
EDITOR                :     REDAKSI 
Kepala Staf Kodim 0303/Bengkalis Mayor Infantri Suratno Beserta Istri Tuti Hartati Hadiri Pesta Resepsi Pernikahan Pratu Roihan.

Kepala Staf Kodim 0303/Bengkalis Mayor Infantri Suratno Beserta Istri Tuti Hartati Hadiri Pesta Resepsi Pernikahan Pratu Roihan.






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Kepala Staf Kodim 0303/Bengkalis Mayor Infantri Suratno beserta Istri Ibu Tuti Hartati menghadiri pesta resepsi pernikahan Putra Ali Iswan Siregar, yang bernama Pratu Roihan Simaloan di rumah mempelai perempuan yang terletak di jalan Rambutan Teluk Belitung Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau pada  Senin (12/10/2026).


Pratu Roihan Sinaloan sebelumnya mempersunting pujaan hatinya, Wan Wirna Juwita, S.Pd Putri dari Wan Bustamam pasangan Ibu Sotmawati S.Pd yang berasal Kelurahan Teluk Belitung Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau.


Tepat pukul 11.00 WIB, Kepala Staf Kodim 0303/Bengkalis beserta stafnya satuan Koramil 06/Merbau tiba di lokasi pesta  langsung disambut keluarga besar Wan Bustamam yang merupakan orang tua mempelai perempuan. Menariknya,  acara turut dipersembahkan acara tradisi Korp Sangkur Pora, dari satuan Kodim 0303/Bengkalis.


Sementara Wan Bustamam beserta Istri dan keluarga mengucapkan terima kasih atas kedatangan dan kehadiran dari atasan mantunya.


Kami dari keluarga besar mengucapkan terima kasih atas kedatangan dan kehadiran komandan beserta anggotanya, dalam acara pesta resepsi anak kami, ini merupakan kebanggaan buat kami, ucap Wan Bustamam.


Kepala Staf Kodim 0303/Bengkalis Mayor Infantri Suratno beserta ibu Tuti Hartati bersama yang hadir memberikan ucapan selamat serta mendoakan kedua mempelai agar menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah warrohmah.


"Kami mendoakan pasangan pengantin dapat membangun bahtera rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warohmah. Semoga pasangan ini dapat berkekalan hingga akhir hayat," ucap Kepala Staf Kodim 0303/Bengkalis seraya mendo'akan kedua mempelai tersebut.


Kepala Staf Kodim juga berpesan kepada kedua mempelai untuk dapat saling menghargai dan menghormati dalam menjalankan bahtera rumah tangga, serta senantiasa berbagi dalam suka maupun duka.


"Menjalani biduk rumah tangga itu, ada suka dan dukanya, akan ada lika-likunya". Tetaplah menguatkan satu sama lain," pungkas Suratno."****







PENULIS          :       ALI SANIP
EDITOR.            :      REDAKSI
Buka Armada Cup I 2026, Wabup Muzamil Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Atlet

Buka Armada Cup I 2026, Wabup Muzamil Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Atlet




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Sebanyak 68 tim sepak bola dari empat kecamatan ambil bagian dalam Turnamen Armada Cup I Tahun 2026 di Lapangan Cik Bujang Armada, Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau. Membuka turnamen tersebut, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, S.M., M.M., mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga keamanan selama pertandingan berlangsung.


Muzamil secara resmi membuka turnamen pada Sabtu (10/1/2026). Ia berharap kompetisi ini tidak sekadar menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet dan pencarian bibit-bibit pesepak bola potensial di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Menurutnya, Meranti memiliki banyak pemain berbakat. Namun, potensi tersebut perlu didukung latihan rutin, kedisiplinan, serta pembinaan yang terarah agar mampu berkembang menjadi prestasi.


“Kalau kita ingin mendapatkan hasil yang luar biasa, maka usaha yang dilakukan juga harus lebih. Bakat saja tidak cukup, tetapi harus diasah melalui latihan yang rutin, disiplin, dan terarah,” ujar Muzamil.


Ia menilai pembinaan sepak bola membutuhkan keseriusan dari para pemain serta dukungan berbagai pihak, termasuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).


Muzamil juga mengingatkan bahwa kemampuan individu harus diimbangi kondisi fisik yang baik, penguasaan teknik, pemahaman strategi, dan kerja sama tim. Dengan pembinaan yang konsisten, ia berharap semakin banyak atlet daerah yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.


Ingatkan Pemain Tidak Terpancing Emosi


Di samping pembinaan atlet, Muzamil memberikan perhatian khusus terhadap keamanan dan sportivitas selama turnamen. Ia menyayangkan masih terjadinya perselisihan hingga perkelahian dalam sejumlah pertandingan olahraga, termasuk sepak bola, futsal, mini soccer, dan bola voli.


Menurutnya, kompetisi seharusnya menjadi tempat menunjukkan kemampuan sekaligus mempererat persaudaraan, bukan ajang melampiaskan emosi.


“Olahraga ini yang harus ditonjolkan adalah keterampilan dan kemampuan, bukan kemampuan berkelahi. Jangan sampai pertandingan sepak bola justru menjadi ajang perkelahian. Mari kita jaga kekompakan dan selesaikan setiap persoalan dengan baik,” tegasnya.


Ia meminta panitia, pemain, ofisial, dan masyarakat untuk bersama-sama mencegah potensi konflik. Apabila muncul provokasi atau ejekan di tengah pertandingan, persoalan tersebut diharapkan segera diredam agar tidak berkembang menjadi perkelahian.


Muzamil menegaskan, kemenangan dalam pertandingan tidak boleh mengorbankan hubungan baik yang telah terjalin antarmasyarakat.


“Jangan sampai karena turnamen, hubungan silaturahmi yang selama ini terjalin baik justru menjadi rusak. Mari kita tingkatkan prestasi olahraga dan jadikan kegiatan ini sebagai kebanggaan bersama,” pesannya.


Diikuti 68 Tim dari Empat Kecamatan


Ketua Panitia Pertandingan, Abdul Hanifah, menyampaikan bahwa keikutsertaan 68 tim menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga sepak bola.


Puluhan tim tersebut berasal dari Kecamatan Pulau Merbau, Tebing Tinggi Barat, Rangsang Barat, dan Tebing Tinggi Timur.


Ia berharap Armada Cup I dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi antartim sekaligus mendukung perkembangan sepak bola di Kepulauan Meranti. Abdul Hanifah juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat menjaga keamanan serta ketertiban agar turnamen berjalan lancar hingga selesai.


Harapan serupa disampaikan Kepala Desa Semukut, Firmansyah. Ia menilai turnamen tersebut dapat menjadi kegiatan positif bagi masyarakat sekaligus langkah awal memperkuat pembinaan sepak bola, khususnya di Kecamatan Pulau Merbau.


Firmansyah mengajak seluruh peserta bertanding secara sportif, menjaga kekompakan, dan menghormati setiap tim yang berlaga.


Pembukaan Armada Cup I Tahun 2026 turut dihadiri Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Atan Ibrahim, sejumlah kepala dinas, Camat Pulau Merbau Herman, Kabag Perbatasan Gilang, para kepala desa se-Kecamatan Pulau Merbau, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tim dan ofisial peserta.


Rangkaian pembukaan ditandai dengan tendangan bola perdana oleh Wakil Bupati Muzamil Baharudin, kemudian dilanjutkan laga persahabatan antara klub dari Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau, dan klub dari Desa Teluk Ketapang, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.


Melalui Armada Cup I, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap partisipasi masyarakat dalam olahraga semakin meningkat, silaturahmi antarkecamatan semakin erat, serta muncul atlet-atlet berbakat yang dapat membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi."****






LIPUTAN      :    NUR
EDITOR         :    REDAKSI 
Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar

Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar






KabarPessirNews.Com
PEKANBARU RIAU,    – 
Suasana hangat dan penuh nuansa budaya Melayu mewarnai penyambutan Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat, S.I.K., M.Si., bersama istri di Mapolda Riau, Minggu (11/10/2026) pagi. Penyambutan tersebut dirangkai dengan penanaman pohon dan tradisi adat tepuk tepung tawar sebagai simbol doa, penghormatan, serta harapan dalam mengemban amanah baru di Bumi Lancang Kuning.


Kedatangan Kapolda Riau beserta rombongan disambut langsung Kabaharkam Polri Komisaris Jenderal Polisi Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum. bersama istri, Wakapolda Riau Brigjen Pol Simson Zet Ringu, S.I.K., M.Si. bersama istri serta Pejabat Utama (PJU) Polda Riau. Prosesi penyambutan ditandai dengan pengalungan bunga kepada Kapolda Riau dan penyerahan buket bunga kepada istri Kapolda. Suasana semakin semarak dengan jajar hormat dari Tim RAGA Polda Riau sebagai bentuk penghormatan institusi kepada pimpinan yang baru disambut.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di halaman Mapolda Riau. Kegiatan ini menjadi bagian dari semangat kepedulian terhadap lingkungan yang terus didorong Polda Riau, sekaligus memperkuat pesan bahwa menjaga keamanan dan kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama.


Kapolda Riau beserta rombongan juga menyaksikan pertunjukan silat di kawasan persimpangan jalan dekat Gedung SPKT dan lapangan apel Mapolda Riau. Setelah itu, rombongan bergerak menuju lobi Polda Riau menggunakan kendaraan golf car, dengan disambut jajaran pejabat utama Polda Riau serta para Kapolres dan Kapolresta yang berbaris di sisi kanan dan kiri jalur penyambutan.


Penyambutan dilanjutkan dengan prosesi adat tepuk tepung tawar yang berlangsung khidmat. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara dan Tari Persembahan, sebelum memasuki prosesi adat yang sarat makna dalam budaya Melayu Riau. Tradisi ini menjadi ungkapan doa dan harapan agar Kapolda Riau beserta keluarga senantiasa diberikan keselamatan, kelancaran, serta keberkahan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.


Prosesi tepuk tepung tawar dilakukan oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf; Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil; serta Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. H. Syahrial Abdi, AP., M.Si. Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh Sekretaris Umum DPH LAM Riau, Datuk H. Jonnaidi Dasa, dilanjutkan foto bersama.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabaharkam Polri beserta istri, Wakapolda Riau beserta istri, Irwasda, Karo Ops, para pejabat utama Polda Riau, para Kapolres dan Kapolresta jajaran, serta Kepala BNNP Riau. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan dukungan dan kebersamaan dalam menyambut kepemimpinan Kapolda Riau.


Melalui penyambutan yang memadukan penghormatan kedinasan, kepedulian lingkungan, dan kearifan lokal, Polda Riau menegaskan pentingnya menjaga nilai budaya Melayu sebagai bagian dari identitas daerah. Tradisi tepuk tepung tawar sekaligus menjadi simbol harapan agar pelaksanaan tugas kepolisian di Riau senantiasa berjalan lancar, mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga keamanan dan ketertiban secara humanis dan profesional."****






SUMBER       :    BID HUMAS POLDA RIAU 
EDITOR         :    REDAKSI 

Minggu, 11 Oktober 2026

Pengurus DPP GMPD Resmi Dilantik, Wamen Desa PDT RI, Beri Ucapan Selamat via Zoom

Pengurus DPP GMPD Resmi Dilantik, Wamen Desa PDT RI, Beri Ucapan Selamat via Zoom







KabarPesisirNews.Com
JAKARTA - Dalam rangka memperkuat pemahaman dan partisipasi pemuda dalam pembangunan desa, perlindungan hak ulayat masyarakat adat, keadilan agraria, serta penguatan ketahanan nasional, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Pemerhati Desa (DPP GMPD) menyelenggarakan Seminar Kebangsaan bertajuk “Desa, Tanah Ulayat dan Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045”


Kegiatan ini didahului dengan pengukuhan Pengurus DPP GMPD (Gerakan Muda Pemerhati Desa) oleh Dr. Drs. Amran, M.T. sebagai Direktur Kawasan, Perkotaan, dan Batas Negara (Waskoban), Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri yang bertempat di Operational Room, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI (Kemendes PDT RI), Kalibata, Jakarta Selatan pada Sabtu (10-10-2026) 


Ketua Umum DPP GMPD Wahyu Irawan, S.Pd.I, MM menyampaikan dalam sambutannya akan harapan kedepan setelah Pengurus dilantik


"Pelantikan hari ini bukan sekedar seremonial saja, lebih dari itu pelantikan ini merupakan momentum untuk meneguhkan komitmen, dan memperkuat kesadaran membangun pengabdian kepada masyarakat. GMPD ini harus sebagai wadah perjuangan yang peduli, Kritis, solutif, dan berorientasi pada kemajuan desa", ungkap Wahyu Irawan


"Kita menyadari bahwa desa merupakan pondasi pembangunan nasional. Kemajuan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kemajuan desa. Kami berpesan kepada Pengurus yang dilantik agar tetap memegang amanah, integritas, loyalitas terhadap organisasi, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat, mari kita tinggalkan ego sektoral. Tetap jaga nama baik organisasi, dan perkuat solidaritas," tambahnya


Hadir sebagai Keynote Speaker dalam Seminar Kebangsaan tersebut Dr. Drs. Amran, MT (Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara, Kemendagri), yang menekankan beberapa poin penting


"Ada dua hal di Gerakan Muda Pemerhati Desa, yang pertama Gerakan Muda. Berdasarkan UU Kepemudaan sampai umur 30 tahun, namun semangat muda itu, tidak pernah lepas, walaupun sudah lewat 30 Tahun tetap jiwa muda. Yang kedua Pemerhati Desa. Desa sebagai Fondasi Bangsa. Desa di Indonesia memiliki jumlah yang banyak, tetapi kita jangan juga memahami desa hanya yang berhubungan dengan wilayah agraris," katanya


"Adapun seperti contoh di wilayah Sentul City, itu merupakan perkotaan, tapi statusnya Desa, dan PIK (Pantai Indah Kapuk) itu adalah Desa, yang sebagian masuk ke kabupaten Tangerang, dan dibeberapa wilayah metropolitan sebagai penyangga Jabodetabekjur, dimana tidak semuanya menjadi Kota, ada Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Cianjur. Itu Wilayahnya adalah Desa tapi sudah Perkotaan. Ini tantangan kita kedepan," ungkapnya


"Bung Karno Pernah Berpesan: Beri Saya 10 Pemuda, maka akan saya Guncang Dunia. Kalau hari ini ada beberapa pemuda yang ingin memberikan perhatian besar kepada Desa, maka saya yakin Negara Maju Akan bisa tercapai, namun PR kita sangat besar, organisasi ini jangan hanya sekedar sebagai Pemerhati, tapi juga harus membangun," harapnya


Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, SH, M.Si selaku Rektor Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI saat menyampaikan paparannya menekankan Pemuda Harus ada di setiap lini, dan Jangan Pernah Berhenti Belajar


"Pemuda harus Punya Peran dimana-mana, untuk itu Pemuda harus belajar terus tidak boleh berhenti sampai ke liang lahat, karena Pesan Pertama bagi kami (Muslim), adalah Iqra, yang artinya Baca / belajar. Pemuda jangan sampai ada yang malas belajar. Pemuda juga harus bangun Pentahelix untuk mewujudkan Indonesia Emas," tegas Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni yang akrab disapa Mpok Silvi


Ketua KPU Jakarta Selatan Muhammad Taqiyuddin menyampaikan beberapa hal yang dirasa perlu menjadi perhatian, bahwa Masyarakat Adat masih banyak yang belum mempunyai KTP, seperti Suku Badui. Ini menjadi Tantangan bagi GMPD kedepan bagaimana bisa berperan.


Disela-sela diskusi yang di moderatori oleh Syurya Muhammad Nur, S.Pd, M.Si (Dosen Univ Esa Unggul / Pengurus DPP GMPD) tersebut, Wakil Menteri Desa PDT RI Ir. Ahmad Riza Patria, MBA menyampaikan melalui saluran zoom ucapan selamat kepada pengurus yang baru dilantik, dan menyampaikan harapan agar DPP GMPD dapat berkontribusi konkrit mengabdi dan bergerak ditengah-tengah masyarakat desa. Pemuda Bergerak, Desa Berdaya, Indonesia Jaya.


*DPP GMPD Tekan MOU dengan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI*


Sebelum Diskusi dilaksanakan dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DPP GMPD dan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum DPP GMPD Wahyu Irawan bersama Rektor Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Prof. Dr. Hj. Silviana Purwanti, SH, M.Si. 


Turut Menyaksikan Dr. Drs. Amran, MT (Dir Kawasan Perkotaan, dan Batas Negara, Kemendagri), Henny Navilah (Staf Ahli Bid. Hubungan Antar Lembaga, Kemenkop RI), Muhammad Taqiyuddin (Ketua KPU Jakarta Selatan),  Dr. M. Amin, SPI, M.Si (Kapus Pendidikan Pertanian, BPPSDMP), dan Dr. Dedy Kusna Utama, S.Sos, MA (Direktur Kemitraan dan Pengembangan Usaha Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI)


Kerja sama tersebut diharapkan menjadi landasan kolaborasi antara organisasi kepemudaan dengan dunia akademik dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat tata kelola pemerintahan desa, serta mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. 


*Ucapan Terimakasih* 


Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan DPP GMPD dan Seminar Kebangsaan Agus Fitri mengucapkan Terimakasih banyak kepada seluruh Panitia yang telah ikut mensukseskan Terlaksananya Kegiatan


"Kami ucapkan ribuan terimakasih kepada seluruh Panitia telah ikut mensukseskan Terlaksananya Kegiatan, dan kepada tamu undangan yang telah ikut menghadiri kegiatan tersebut, dan tak lupa kami ucapkan ribuan terima kasih juga kepada para sponsor dan rekan yang telah mengirimkan papan karangan bunga ucapan Selamat. Mohon maap jika ada salah dan sesuatu yang tidak berkenan," tutup Agus Fitri didampingi Sekretaris Ahmad Yani."****






LIPUTAN        :     MEGY
EDITOR           :     REDAKSI 
Inhil Darurat Narkoba! Ketua PW-IWO Riau Desak BNN Pusat dan BNN Riau Turun Tangan, Sentil Bea Cukai

Inhil Darurat Narkoba! Ketua PW-IWO Riau Desak BNN Pusat dan BNN Riau Turun Tangan, Sentil Bea Cukai





KabarPesisirNews.Com
TEMBILAHAN RIAU,     -
Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, mendesak Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat turun langsung ke Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, untuk membantu Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Inhil memberantas jaringan peredaran gelap narkotika.


Tak hanya menyoroti tugas kepolisian, Muridi juga melontarkan kritik keras terhadap pengawasan Bea Cukai di wilayah perairan Inhil. Ia meminta seluruh instansi terkait meningkatkan kewaspadaan agar jalur laut tidak dimanfaatkan sebagai pintu masuk penyelundupan narkotika maupun barang ilegal.


Desakan itu disampaikan menyusul kekhawatiran terhadap ancaman peredaran narkoba dan potensi penyelundupan melalui wilayah perairan Kabupaten Indragiri Hilir.


"Bea Cukai jangan tidur! Perketat pengawasan di seluruh jalur perairan Inhil. Jangan sampai laut kita menjadi surga bagi para penyelundup. Aparat negara memiliki kewenangan, anggaran, personel, dan fasilitas. Semua itu harus digunakan secara maksimal untuk melindungi masyarakat," tegas Muridi dalam pernyataan sikapnya, Minggu (11/10/2026).


Muridi menegaskan, pemberantasan narkoba tidak boleh hanya mengandalkan penangkapan pengedar kecil atau menunggu laporan masyarakat.


Menurutnya, aparat penegak hukum harus lebih proaktif melakukan penyelidikan, mengembangkan informasi intelijen, serta membongkar jaringan narkotika hingga ke bandar, pemasok, dan pengendali utamanya.


"Jangan terus bertanya kepada masyarakat di mana narkoba beredar dan siapa pelakunya. Itu tugas kepolisian untuk menyelidiki dan mengungkapnya. Masyarakat tidak memiliki kewenangan melakukan penyelidikan, penangkapan, apalagi membongkar jaringan narkotika. Aparatlah yang dibekali kewenangan dan perangkat hukum untuk menjalankan tugas tersebut," tegasnya.


Ia mengingatkan bahwa partisipasi masyarakat sangat diperlukan, tetapi tanggung jawab penegakan hukum tidak boleh dibebankan kepada warga.


"Jangan sampai masyarakat yang tidak memiliki kewenangan justru seolah-olah dibebani tanggung jawab mencari pelaku. Polisi memiliki fungsi intelijen, penyelidikan, dan penyidikan. Gunakan seluruh kemampuan itu untuk memburu bandar, pemasok, serta pihak yang mengendalikan peredaran narkoba," ujarnya.


Muridi turut menyoroti informasi dugaan penyelundupan 60 karton minuman beralkohol dari Batam menuju Sei Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir.


Menurutnya, informasi tersebut harus menjadi perhatian serius Bea Cukai dan instansi terkait untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran ketentuan kepabeanan maupun perizinan.


Ia menilai, apabila dugaan penyelundupan itu terbukti, peristiwa tersebut harus dijadikan bahan evaluasi terhadap efektivitas pengawasan jalur perairan.


"Dugaan masuknya 60 karton minuman beralkohol dari Batam menuju Sei Guntung harus ditelusuri secara serius. Di mana fungsi pengawasan selama ini? Jangan sampai jalur laut Inhil menjadi tempat yang dianggap aman oleh para penyelundup akibat lemahnya pengawasan," katanya.


Muridi meminta Bea Cukai tidak sekadar menunggu penindakan dari aparat lain. Pengawasan harus dilakukan secara aktif, terukur, dan berkelanjutan, terutama pada jalur perairan yang dinilai berisiko.


"Kalau pengawasan sudah maksimal, buktikan kepada publik melalui hasil kerja nyata. Telusuri asal barang, dokumen pengangkutan, pemilik, dan pihak yang bertanggung jawab. Jika ditemukan pelanggaran, jangan hanya berhenti pada pengangkut. Ungkap siapa pemodal dan pengendali di belakangnya," tegasnya.


Meski demikian, Muridi menekankan bahwa dugaan penyelundupan minuman beralkohol tersebut perlu diperiksa berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku. Peristiwa itu tidak serta-merta membuktikan adanya penyelundupan narkotika.


Menurutnya, penguatan pengawasan terhadap berbagai bentuk penyelundupan penting dilakukan untuk menutup celah yang berpotensi dimanfaatkan jaringan kejahatan lintas wilayah.


"Jangan tunggu barang ilegal masuk dan beredar luas baru sibuk melakukan penindakan. Negara harus hadir sejak pintu masuk. Pengawasan yang kuat adalah benteng pertama melindungi masyarakat," ujarnya.


Muridi menilai kondisi geografis Kabupaten Indragiri Hilir yang memiliki wilayah perairan luas dan banyak jalur transportasi laut membutuhkan strategi pengawasan serta pemberantasan narkotika yang lebih terintegrasi.


Karena itu, ia meminta BNN Pusat memberikan perhatian khusus dengan memperkuat koordinasi bersama BNN Provinsi Riau, Polda Riau, Polres Inhil, Bea Cukai, serta instansi terkait lainnya.


"Kami meminta BNN Pusat turun langsung ke Indragiri Hilir. Bantu Satresnarkoba Polres Inhil membongkar jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya. Jangan beri ruang bagi bandar maupun penyelundup menjadikan perairan Inhil sebagai jalur aman peredaran barang haram," tegasnya.


Ia juga mendorong peningkatan patroli perairan, pemeriksaan terhadap aktivitas pengangkutan yang mencurigakan, pengawasan pelabuhan, serta penguatan pertukaran informasi antarlembaga.


Menurut Muridi, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak cukup hanya diukur dari banyaknya tersangka yang ditangkap atau jumlah barang bukti yang diamankan.


"Kalau hanya pengedar kecil yang ditangkap sementara pemasok dan pengendalinya terus bergerak, persoalan narkoba tidak akan pernah selesai. Yang harus dibongkar adalah jaringannya, bukan sekadar menangkap orang yang berada di lapisan paling bawah," katanya.


Selain mendesak aparat penegak hukum, Muridi mengajak Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kabupaten Indragiri Hilir dan seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif membantu kepolisian serta instansi terkait memantau wilayah yang diduga rawan peredaran narkoba.


Ia menegaskan, masyarakat dapat membantu melalui pemberian informasi kepada aparat berwenang tanpa harus melakukan tindakan yang berisiko atau melampaui kewenangan hukum.


"Saya mengajak GRANAT Inhil, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat bersama-sama membantu kepolisian mengawasi lingkungan masing-masing. Jika mengetahui aktivitas mencurigakan, sampaikan kepada aparat. Jangan bertindak sendiri karena penindakan adalah kewenangan penegak hukum," ujarnya.


Muridi berharap sinergi antara masyarakat dan aparat dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus mempercepat pengungkapan jaringan narkotika.


Lebih jauh, Muridi mengingatkan bahwa narkotika bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum, melainkan ancaman serius terhadap masa depan generasi muda dan ketahanan keluarga.


Ia meminta seluruh pihak tidak menganggap persoalan narkoba sebagai masalah biasa yang cukup ditangani melalui kegiatan seremonial atau imbauan semata.


"Berapa banyak lagi generasi muda yang harus menjadi korban? Kita tidak boleh menunggu sampai narkoba menghancurkan lebih banyak keluarga. Negara harus hadir melalui tindakan nyata, penyelidikan yang serius, dan penegakan hukum yang tegas," ujarnya.


Muridi menegaskan, kritik terhadap kepolisian dan Bea Cukai bukan dimaksudkan untuk melemahkan institusi negara, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial agar seluruh aparat semakin profesional dan maksimal menjalankan tugas.


"Kami mendukung penuh anggota Polri, Bea Cukai, dan aparat lainnya yang bekerja sungguh-sungguh memberantas kejahatan. Tetapi dukungan bukan berarti harus diam melihat persoalan. Kritik adalah bentuk kepedulian agar institusi negara semakin kuat dan dipercaya masyarakat," katanya.


Ia berharap seluruh instansi terkait tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi ancaman penyelundupan dan peredaran narkotika di Kabupaten Indragiri Hilir.


"Bea Cukai jangan tidur, polisi jangan lengah, BNN harus turun tangan. Kejar bandarnya, bongkar jaringannya, tutup jalur penyelundupannya. Jangan biarkan generasi muda Inhil menjadi korban. Masyarakat membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar janji, imbauan, dan kegiatan seremonial," pungkas Muridi."****






SUMBER     :     PW IWO RIAU 
EDITOR       :     REDAKSI 



Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau

Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau




KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,    - 
Suasana haru dan penuh penghormatan mewarnai upacara Welcome and Farewell Parade Kapolda Riau di Mapolda Riau, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum pergantian kepemimpinan sekaligus bentuk penghormatan atas pengabdian Komjen Pol. Dr. Herry Heryawan selama menjabat Kapolda Riau sebelum melanjutkan amanah sebagai Kabaharkam Polri.


Dalam upacara tersebut, tongkat estafet kepemimpinan Polda Riau dilanjutkan oleh Irjen Pol. Arman Achdiat. Pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar perubahan jabatan, melainkan juga simbol keberlanjutan pengabdian, soliditas, serta komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Riau, Irwasda, para pejabat utama (PJU) Polda Riau, para kapolres jajaran, perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, serta Dubalang Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).


Dalam sambutannya, Komjen Pol. Herry Heryawan mengungkapkan perasaan haru saat harus meninggalkan Polda Riau, institusi yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya di Bumi Lancang Kuning.


“Jujur, hari ini adalah salah satu hari yang tidak mudah bagi saya. Ada perasaan yang sulit saya ungkapkan dengan kata-kata ketika harus berdiri di tempat ini dan menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada pemimpin yang akan melanjutkan perjalanan ini,” ungkap Herry.


Ia menuturkan, selama bertugas di Riau, dirinya bersama seluruh jajaran telah melewati berbagai dinamika dan tantangan, termasuk menghadapi persoalan yang membutuhkan pengorbanan, tanggung jawab, serta kerja sama yang kuat.


Menurutnya, tidak semua perjuangan akan tercatat dalam sejarah. Namun, setiap langkah, keringat, malam-malam panjang dalam pelaksanaan tugas, serta pengorbanan demi masyarakat akan selalu memiliki makna.


“Jabatan memiliki batas waktu, tetapi kenangan tentang orang-orang yang pernah berjuang bersama saya tidak mengenal batas waktu,” tuturnya.


Pada kesempatan itu, Herry menyampaikan terima kasih kepada Wakapolda, pejabat utama, para perwira, bintara, tamtama, ASN Polri, Bhayangkari, serta seluruh personel yang telah memberikan dukungan selama dirinya memimpin Polda Riau. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan kepemimpinan terdapat keputusan atau kebijakan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan seluruh personel.


Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol. Arman Achdiat menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Komjen Pol. Herry Heryawan atas dedikasi, berbagai capaian, serta warisan program yang telah dibangun selama memimpin Polda Riau.


Arman mengakui bahwa melanjutkan kepemimpinan tersebut merupakan tanggung jawab besar. Ia menilai berbagai program dan tata kelola yang telah dirintis pendahulunya menjadi fondasi penting dalam meneruskan pelaksanaan tugas kepolisian di Provinsi Riau.


“Saya apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kabaharkam atas dedikasi dan legacy yang telah dibangun di Polda Riau. Seluruh anggota harus bangga dengan berbagai prestasi yang telah dicapai,” ujar Arman.


Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan sekaligus menjaga konsistensi pelaksanaan tugas sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Arman juga mengajak seluruh personel Polda Riau, tokoh masyarakat, alim ulama, serta seluruh elemen daerah untuk memperkuat kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Menurutnya, setiap pemimpin memiliki karakter dan pendekatan yang berbeda, tetapi tujuan pengabdian tetap sama, yakni memberikan rasa aman, menghadirkan pelayanan terbaik, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.


“Kehadiran kami bersama keluarga di Bumi Lancang Kuning ini, dengan segala kerendahan hati, mudah-mudahan dapat memberikan suasana yang baru,” tegas Arman.


Menutup sambutannya, Arman berharap berbagai program yang telah dirintis Herry Heryawan di Polda Riau dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan, bahkan menjadi inspirasi bagi pelaksanaan tugas kepolisian di tingkat nasional.


Momentum Welcome and Farewell Parade ini menjadi penanda berakhirnya satu babak pengabdian sekaligus dimulainya kepemimpinan baru di Polda Riau. Dengan semangat kebersamaan dan kesinambungan program, Polda Riau diharapkan semakin solid dalam menjaga keamanan, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta mewujudkan Polri yang profesional dan dipercaya publik."****





SUMBER     :  BID HUMAS POLDA RIAU 
EDITOR       :  REDAKSI 
LBH CCI Riau Desak Transparansi Anggaran Pilkades Meranti, PSU Insit Jadi Sorotan

LBH CCI Riau Desak Transparansi Anggaran Pilkades Meranti, PSU Insit Jadi Sorotan






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    — 
Ketua Lembaga Bantuan Hukum CCI Riau, Ramlan, S.H., CPLA, mendesak agar anggaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Kepulauan Meranti dibuka secara transparan kepada publik. Ia juga meminta pemerintah daerah mengevaluasi dan merevisi Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pilkades yang dinilai perlu disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan saat ini.


“Kita berharap Perbup Pilkades perlu direvisi karena banyak ketentuan yang sudah tidak relevan. Selain itu, anggaran Pilkades juga harus lebih transparan,” ujar Ramlan dikonfirmasi, Minggu (11/10/2026) pagi.


Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya sejumlah keberatan terkait pelaksanaan Pilkades Desa Insit, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, yang digelar pada 8 Oktober 2026.


Ramlan menyoroti sejumlah dugaan kejanggalan dalam penyelenggaraan Pilkades Insit yang menurutnya perlu ditindaklanjuti secara serius oleh pihak berwenang. Ia meminta panitia pemilihan bersikap terbuka dan memberikan ruang komunikasi kepada masyarakat maupun awak media.


Menurutnya, setiap laporan atau keberatan harus diperiksa secara objektif agar tidak menimbulkan kerugian bagi calon kepala desa (cakades) maupun pihak lainnya.


“Kita berharap persoalan ini disikapi dengan langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran. Panitia Pilkades juga harus lebih transparan, termasuk dalam berkomunikasi dengan awak media,” katanya.


Desakan serupa disampaikan Ketua Umum Meranti Center Jakarta, Firdaus Muchtar Jamil. Ia mengaku menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan permasalahan dalam pelaksanaan Pilkades Insit, desa yang memiliki hubungan dengan kampung halaman orang tuanya.


Firdaus berharap informasi dan laporan yang berkembang di tengah masyarakat segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan yang objektif dan sesuai ketentuan hukum.


“Kita berharap persoalan ini segera disikapi dan diambil langkah tegas agar keadilan tidak dinodai oleh kepentingan kelompok,” ungkap Firdaus.


Ia juga menilai bahwa apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran yang memenuhi ketentuan, pemerintah dan pihak berwenang perlu mempertimbangkan langkah sesuai peraturan yang berlaku, termasuk kemungkinan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkades Desa Insit.


Selain itu, pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran diminta diproses sesuai ketentuan hukum agar penyelenggaraan pemilihan desa ke depan berjalan lebih tertib dan berintegritas.


Sebagai tindak lanjut, LBH CCI Riau menyatakan akan mengajukan permohonan informasi kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) guna memperoleh informasi terkait penyelenggaraan Pilkades, termasuk aspek anggaran dan dokumen yang dapat diakses publik sesuai ketentuan perundang-undangan.


Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong keterbukaan informasi publik sekaligus memastikan penggunaan anggaran dan proses penyelenggaraan Pilkades dapat dipertanggungjawabkan.


Tak sampai disitu, sejumlah Wartawan juga sudah berupaya untuk konfirmasi ketua Panitia Subhi, baik itu lewat Telpon WhatsApp, maupun chat dari hari Sabtu (10/10/2026), hingga Minggu (11/10/2026) siang.


Sebelumnya, calon Kepala Desa Insit nomor urut 3, Fadli, S.E., mengajukan surat keberatan tertanggal 9 Oktober 2026 kepada Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Insit. Surat tersebut berisi permintaan pemeriksaan dan verifikasi terhadap sejumlah persoalan yang diduga terjadi dalam pelaksanaan pemungutan suara sehari sebelumnya.


Dalam surat keberatan itu, Fadli mengemukakan empat persoalan utama.


Pertama, dugaan adanya pemilih yang memiliki status kependudukan atau KTP di luar Desa Insit, tetapi tercatat dan/atau menggunakan hak pilih dalam Pilkades.


Kedua, dugaan adanya warga yang telah menerima undangan memilih, tetapi tidak diperbolehkan menggunakan hak pilih karena tidak memiliki KTP, meskipun telah berusia 17 tahun.


Ketiga, adanya laporan mengenai warga yang tercatat dalam daftar pemilih, tetapi tidak menerima surat undangan pemungutan suara.


Keempat, dugaan adanya warga yang telah pindah dari Desa Insit, tetapi masih menerima undangan memilih.


Atas sejumlah persoalan tersebut, Fadli meminta panitia memeriksa daftar pemilih, status kependudukan, persyaratan identitas, serta proses pendistribusian undangan. Ia juga meminta agar pihak-pihak terkait dimintai klarifikasi dan bukti maupun keterangan saksi dipertimbangkan dalam proses pemeriksaan.


Fadli turut meminta agar dokumen penting pemilihan, seperti daftar pemilih, surat undangan, berita acara, dan dokumen hasil pemungutan suara, diamankan untuk mendukung proses verifikasi.


Ia berharap hasil pemeriksaan dan tindak lanjut atas surat keberatan tersebut disampaikan secara tertulis. Apabila ditemukan pelanggaran, ia meminta panitia dan pihak berwenang mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.


Dalam surat yang sama, Fadli juga mengusulkan pemungutan suara ulang (PSU) sebagai salah satu rekomendasi tindak lanjut atas persoalan yang dipersoalkannya.


Menurut Fadli, pengajuan keberatan tersebut dilakukan dengan itikad baik untuk menjaga integritas, transparansi, keadilan, dan kepastian hukum dalam penyelenggaraan Pilkades Insit Tahun 2026.


Surat keberatan itu ditembuskan kepada Bupati Kepulauan Meranti, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Camat Tebingtinggi Barat, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Insit.


Hingga berita ini disusun, persoalan yang disampaikan Fadli masih berupa dugaan yang memerlukan pemeriksaan dan verifikasi lebih lanjut. Belum terdapat informasi mengenai hasil pemeriksaan resmi dari panitia pemilihan maupun tanggapan dari pihak terkait.


Karena itu, klarifikasi dari panitia Pilkades, pemerintah desa, dan instansi berwenang diperlukan untuk memastikan fakta di lapangan. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah sesuai peraturan yang berlaku, termasuk apabila terdapat alasan hukum untuk mempertimbangkan pemungutan suara ulang.


Transparansi, akuntabilitas, dan penanganan keberatan secara objektif menjadi hal penting agar pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Kepulauan Meranti dapat berlangsung sesuai ketentuan serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di tingkat desa."****






LIPUTAN        :      ALDO
EDITOR           :      REDAKSI