Selasa, 13 Oktober 2026

SKO RIAU UKIR PRESTASI DI PENTAS NASIONAL SERIES LIGA FOSSBOLINDO JUNIOR LEAGUE (FJL) KOTA BANJAR JAWA BARAT

SKO RIAU UKIR PRESTASI DI PENTAS NASIONAL SERIES LIGA FOSSBOLINDO JUNIOR LEAGUE (FJL) KOTA BANJAR JAWA BARAT







KabarPesisirNews.Com
KOTA BANJAR JAWA BARAT,    -
Stadion Gelora Banjar Patroman (GBP) Langensari dipenuhi talenta-talenta muda sepak bola saat 24 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) ambil bagian dalam Fossbolindo Junior League (FJL) U-17 musim kompetisi 2026. Kompetisi yang berlangsung sejak pagi hingga sore itu mempertemukan tim-tim muda terbaik dari berbagai daerah se Indonesia dalam persaingan menuju babak berikutnya, dari Provinsi Riau SMA SKO Riau Mengirimkan 2 team pada ajang ini, 


Persaingan FJL U-17 musim kompetisi 2026 juga membawa target yang lebih besar. Tim-tim terbaik nantinya berpeluang mengikuti International Football Forum Championship di Klang Valley, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 11-21 Desember 2026. Tiket tersebut menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal.


Tentu saja momen untuk menjadi juara pada ajang FJL U-17 musim kompetisi 2026 menjadi motivasi besar anak anak dari bumi lancang kuning agar bisa tampil pada event internasional di Kuala Lumpur Sekaligus ingin Mempertahankan Juara Tahun lalu yang telah di raih oleh SMA SKO Riau.


SMA SKO RIAU Keluar Sebagai Juara 1 dan 3


Pada partai puncak SMA SKO Riau menjadi Finalis Berhadapan dengan Mandala Majalengka, pertandingan ini menjadi ajang pembuktian kualitas, mental dan strategi bagi kedua team, 


Sejak pertandingan dimulai, suasana stadion terlihat semarak. Pemain, ofisial, orang tua dan penonton hadir memberikan dukungan kepada tim masing-masing.


Kesebelasan SMA SKO Riau yang di asuh Coach Yulnedi Tanjung Terus menekan dan melakukan pressure yang ketat pada kesebelasan Mandala Majalengka dan berkali kali anak Lancang Kuning ini membahayakan pertahanan lawan


Memasuki menit 30, gol yang ditunggu-tunggu oleh kesebelasan SMA SKO Riau sekaligus mengantar meraih podium utama, proses terjadi gol lewat Kerjasama yang apik anak anak SMA SKO Riau ini memanfaatkan kecepatan dan kejelian di jantung pertahanan Mandala Majalengka, lewat sentuhan dingin Marcel melakukan tendangan keras terarah ke sudut kanan gawang yang tanpa dapat di antisipasi oleh kiper dari Mandala Majalengka,


Gol ini menjadi satu satunya gol pada pertandingan ini dan menjadi penentu juara, sehingga SMA SKO Riau menjadi Champions Fossbolindo Junior League (FJL) U-17 musim kompetisi 2026 sekaligus mendapatkan tiket mengikuti International Football Forum Championship di Klang Valley, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 11-21 Desember 2026


Pada momen menarik di grup B SMA SKOR Riau berhasil mengkandaskan Klub Tangguh dari Tanah Papua Bumi Cendrawasih PORSIBO Papua Selatan lewat Drama Adu Finalty dan mengantar SMA SKO Riau B masuk Babak Semifinal dan di babak ini SMA SKO Riau Tersingkir kekalahan Tipis dengan Mandala Majalengka.


Pada pertandingan memperebut posisi 3 dan 4, Anak anak SMA SKO Riau B membalas kekalahan dengan skor 1-0 yang juga berhadapan dengan Mandala Majalengka B, 


Atas Prestasi ini Coach Yulnedi Tanjung Mengucapkan Selamat dah Tahniah pada anak-anak, jangan cepat berpuas hati, tetap Latihan dengan pola disiplin dan berkualitas yang telah di atur, Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Plt Gubernur Riau, Bapak Kadispora Riau, Bapak Kadisdik, Kepala Sekola SMA SKO Riau, Majelis Guru, Para Pelatih dan Orang Tua anak-anak yang telah memberi support dan doa sehingga anak anak meraih prestasi terbaik pada event ini tutup Coach Yul."****






LIPUTAN       :     REDAKSI 
EDITOR          :     REDAKSI 
Maraknya LGBT di Meranti, DPRDKepulauan MerantiPanggil OPD Terkait

Maraknya LGBT di Meranti, DPRDKepulauan MerantiPanggil OPD Terkait






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar rapat bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membahas persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terkait fenomena LGBT di daerah tersebut. Rapat berlangsung di Ruang Sekretariat DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (12/10/2026), pukul 11.00 WIB.


Pertemuan ini menjadi forum bagi DPRD dan perangkat daerah untuk menyampaikan pandangan, mengidentifikasi faktor-faktor yang dinilai perlu mendapat perhatian, serta merumuskan langkah penanganan yang mengedepankan pembinaan, edukasi, dan koordinasi lintas sektor.


Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Sosial H. Rokhaizal, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terdapat laporan khusus terkait persoalan LGBT. Laporan yang selama ini diterima lebih banyak berkaitan dengan persoalan pornografi dan seksual. Dinas Sosial juga menyarankan agar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan pendekatan persuasif kepada remaja yang berkumpul di luar rumah, antara lain dengan mengimbau mereka untuk kembali ke rumah apabila situasinya memerlukan.


Sementara itu, Dinas Pendidikan Irwanto, SE mengungkapkan bahwa persoalan yang berkaitan dengan perilaku dan pergaulan remaja perlu mendapat perhatian sejak dini. Menurut keterangan yang disampaikan dalam rapat, persoalan tersebut mulai terlihat pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), sedangkan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) belum terlihat secara signifikan.


Sebagai langkah pencegahan, Dinas Pendidikan mengusulkan penguatan mekanisme pembinaan dan pengawasan di lingkungan sekolah, termasuk pembentukan tim penanganan di bawah koordinasi kepala sekolah. Upaya ini diharapkan dapat membantu sekolah melakukan edukasi, pendampingan, serta penanganan terhadap siswa yang membutuhkan perhatian khusus.


Satpol PP Boby Arfiyanda menyatakan siap menindaklanjuti temuan di lapangan secara cepat apabila telah dipastikan terdapat pelanggaran terhadap ketentuan hukum yang berlaku. Penanganan tersebut akan tetap mengacu pada aturan dan kewenangan yang dimiliki.


Dari sisi regulasi, perwakilan Bagian Hukum Bona menyampaikan bahwa persoalan ketertiban umum telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2019. Dalam rapat tersebut, ia menjelaskan adanya ketentuan sanksi berupa pidana kurungan paling lama tiga bulan dan denda paling banyak Rp2 juta. Penerapan ketentuan tersebut tetap perlu mengacu pada rumusan pasal yang relevan serta prosedur hukum yang berlaku.


Dalam pembahasan, anggota dewan Noli Sugiharto, S.Psi menyoroti pentingnya memperhatikan lingkungan keluarga dan proses tumbuh kembang anak dalam memahami persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Ia berpandangan bahwa lingkungan keluarga merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya pembinaan generasi muda.


Dari sektor kesehatan, oleh Ade Suhartian, SH, MM mengatakan bahwa saat ini belum tersedia tenaga psikolog khusus untuk pendampingan dalam konteks persoalan yang dibahas. Meski demikian, penyediaan dukungan psikologis tersebut diharapkan dapat diupayakan ke depannya.


Dinas Sosial juga mengakui bahwa ketersediaan tenaga psikolog masih terbatas. Karena itu, penguatan kapasitas tenaga pendidik dinilai penting agar pembinaan siswa tidak hanya bertumpu pada guru Bimbingan dan Konseling (BK), tetapi juga didukung oleh tenaga pendidik lain melalui pendekatan yang terarah dan sesuai kebutuhan siswa.


Dinas Pendidikan turut menyampaikan bahwa sosialisasi kepada orang tua atau wali murid telah menjadi bagian dari upaya yang dilakukan. Keterlibatan keluarga dinilai penting mengingat, berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam rapat, sebagian besar aktivitas remaja yang menjadi perhatian berlangsung di luar lingkungan sekolah.


Menanggapi berbagai masukan tersebut, anggota DPRD Cun Cun, SE., MSi Mengapresiasi gagasan yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Satpol PP. Ia menilai upaya pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya melalui lingkungan sekolah, tetapi juga dengan melibatkan aparat terkait dalam patroli dan pembinaan remaja.


Menurutnya, peran tokoh agama, masyarakat, dan keluarga juga sangat penting dalam membangun lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda. Pendekatan yang dilakukan perlu mengutamakan edukasi, komunikasi, serta pendampingan yang tepat.


Anggota dewan lainnya, Dr. H. M. Tofikurrohman, S.Pd., SH.,M.Si menekankan agar persoalan tersebut ditangani secara cepat dan responsif. Ia juga mendorong agar hasil pembahasan dan berbagai masukan dalam rapat dapat disampaikan kepada pimpinan daerah sehingga tindak lanjut dapat dilakukan secara terkoordinasi.


Sementara itu, anggota dewan  Nina Surya Fitri, SH., M.Kn menyoroti perlunya evaluasi terhadap regulasi daerah yang berkaitan dengan ketertiban umum. Ia menilai ketentuan yang ada perlu dikaji kembali agar aspek pembinaan dan perlindungan terhadap pelajar mendapat perhatian yang memadai. Menurutnya, pengaturan mengenai pembinaan pelajar perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya pencegahan persoalan sosial di kalangan generasi muda.


Melalui rapat tersebut, DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti mendorong agar persoalan yang dibahas tidak hanya ditangani melalui penegakan aturan, tetapi juga melalui langkah pencegahan yang melibatkan berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, keluarga, aparat penegak aturan, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pembinaan generasi muda.


Penanganan yang terarah, proporsional, dan berlandaskan ketentuan hukum diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak serta remaja di Kabupaten Kepulauan Meranti.'****





SUMBER    :    HUMAS SEKWAN DPRD KEP.MERANTI
EDITOR      :    REDAKSI 
Kurangnya Perhatian Pemerintah: Warga Bersama Anak Rantau Galang Dana Perbaikan Jalan Rusak Di Desa Baran Melintang.

Kurangnya Perhatian Pemerintah: Warga Bersama Anak Rantau Galang Dana Perbaikan Jalan Rusak Di Desa Baran Melintang.







KabarPesisirNews.com
PULAU MERBAU RIAU,    -
Kurangnya perhatian pemerintah terhadap kondisi kerusakan jalan lintas disetiap daerah Desa yang ada di Pulau Merbau Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, menjadi sorotan serius dari berbagai kalangan masyarakat pengguna jalan.


Hal itu dapat dibuktikan, atas keluhan warga sehingga warga dan para anak perantau asal Desa Baran Melintang Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti terpaksa menggalang dana/donasi secara terbuka untuk perbaikan jalan lintas desa yang kondisinya sangat memprihatinkan. 


Langkah ini diambil demi memperbaiki akses jalan yang kondisinya sangat memperihatinkan, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan perjalanan warga, saat melintas.


"Jalan lintas dikampung kami sekarang rusak parah, disepanjang jalan lintas Desa Baran Melintang itu kondisinya memperihatinkan, beruntung baru baru ini ada gagasan dari pausu (Abas,red) kami dan warga disana mencari dana dengan cara patungan, untuk memperbaiki jalan tersebut, ucap salah seorang warga Baran Melintang kepada KabarPesisirNews.Com saat ditemui di Teluk Belitung Selasa (13/10/2026).


Diakuinya, untuk pengerjaan dilakukan dengan cara gotong royong, insya Allah saat ini masih berlanjut gotong royong nya, pungkas salah seorang warga yang minta jati dirinya dirahasiakan.


Seperti diberitakan sebelumnya Selasa 6 Oktober 2026 melihat kondisi kerusakan jalan semakin parah membuat timbul pemikiran dan gagasan Abasari, salah satu warga perantau, asal Baran Melintang untuk penggalangan dana/ donasi secara terbuka dengan cara mengajak semua pihak, baik anak rantau, warga setempat, maupun siapa saja yang berkenan  untuk menyisihkan sebagian rezeki dalam bentuk sumbangan sukarela.


"Kami berharap bantuan datang dari mana saja yang berkenan menyumbang atau bersedekah jariyah untuk perbaikan jalan lintas Desa Baran Melintang," ungkap Abas yang kini berdomisili di Meskom, Kecamatan Bengkalis.


Ajakan ini mengusung semangat "Mari Bersama Perbaiki Jalan Desa Kita" dan "Dari Kita, Untuk Kita". Setiap sumbangan sekecil apa pun dinilai sangat berarti untuk mewujudkan jalan yang lebih baik, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.


Abas juga menyampaikan rasa syukurnya, karena dana yang telah terkumpul saat ini sudah digunakan untuk memperbaiki beberapa lubang jalan yang sangat mengganggu pengguna jalan. Perbaikan tersebut dilakukan secara bergotong royong oleh warga tempatan, ujarnya.


"Terima kasih kepada seluruh warga masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan gotong royong ini. Mudah-mudahan ini menjadi ladang amal kita kelak," ucapnya sambil tersenyum.


Tidak menutup kesempatan untuk beramal,, bagi yang ingin berpartisipasi, donasi dapat disalurkan melalui Nomor Rekening: 753401002888535 Atau hubungi: Surawan WhatsApp: +62 852-7809-4985, imbuhnya.


"Semoga setiap sumbangan yang diberikan menjadi amal jariyah dan mendapat balasan baik dari Allah SWT," harapnya.


Kegiatan ini murni merupakan inisiatif warga dan anak rantau tanpa paksaan, berlandaskan kepedulian bersama terhadap kemajuan dan kenyamanan di Desa Baran Melintang, pungkas Abas."****








PENULIS         :      ALI SANIP 
EDITOR.          :      REDAKSI

Senin, 12 Oktober 2026

Polisi dan Petani Bersinergi, Setengah Hektare Lahan di Tembilahan Ditanami Jagung

Polisi dan Petani Bersinergi, Setengah Hektare Lahan di Tembilahan Ditanami Jagung







KabarPesisirNews.Com
TEMBILAHAN RIAU,    -
Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tembilahan, Polres Indragiri Hilir (Inhil), Riau, terus menunjukkan dukungannya terhadap program ketahanan pangan nasional. Kali ini, jajaran kepolisian turun langsung bersama petani melakukan penanaman jagung di Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan, Senin (12/10/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan, IPDA Parna Simarmata, S.H., dengan memanfaatkan lahan pertanian seluas kurang lebih 0,5 hektare milik warga bernama Rahman.


Penanaman jagung pipil ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional pada 2026.


Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan, IPDA Parna Simarmata, menjelaskan melalui laporan kegiatannya bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah meningkatkan produktivitas pangan melalui kerja sama dengan masyarakat.


Melalui kegiatan tersebut, kepolisian berupaya membangun sinergi dengan para petani dan pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia.


Selain mendukung program pemerintah, penanaman jagung ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya petani yang menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.


Pemanfaatan lahan produktif dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong peningkatan hasil pertanian sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di tingkat daerah.


Dalam kegiatan tersebut, IPDA Parna Simarmata turut didampingi Kanit Binmas AIPTU Antoni Lubis, Kasium BRIPKA Darman, serta Banit Intelkam BRIGPOL Maulana Sehvy, S.H. Penanaman jagung juga melibatkan Rahman selaku pemilik lahan.


Kehadiran personel kepolisian bersama petani menjadi bagian dari upaya mempererat kemitraan Polri dengan masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung kegiatan produktif di bidang pertanian.


Melalui program ini, Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan berharap pemanfaatan lahan pertanian dapat terus dikembangkan sehingga mampu membantu meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani."****






LIPUTAN INHIL        :     SANDI 
EDITOR                      :     REDAKSI 

Open Turnamen Mini Soccer Old Star Cup 2026 Di Desa Mengkirau: Diikuti 34 Tim Dari Tiga Kecamatan

Open Turnamen Mini Soccer Old Star Cup 2026 Di Desa Mengkirau: Diikuti 34 Tim Dari Tiga Kecamatan






KabarPesisirNews.Com
TASIK PUTRI PUYU RIAU,       - 
Semarak sepak bola usia dini di ujung utara Kabupaten Kepulauan Meranti kembali digalakkan. Saat ini Lapangan sepak bola Desa Mengkirau, Kecamatan Tasik Putri Puyu, resmi menjadi ramai setelah dibukanya Open Turnamen Mini Soccer Old Star Cup 2026 pada Ahad 11 Oktober 2026.


Tidak main-main, turnamen sepak bola usia dini yang awalnya digagas secara sederhana ini langsung diikuti 34 tim dari 3 Kecamatan sekaligus, yakni Rinciannya, 24 tim dari tingkat SMP dan 10 tim dari tingkat SD sederajat.


Seperti dikemukakan Ketua Panitia Pelaksana, Afizan mengatakan, antusias peserta tergolong luar dugaan. "Alhamdulillah, antusias anak-anak luar biasa. Total 34 tim yang daftar. Ini bukti kalau anak-anak kita haus akan turnamen seperti ini," kata Afizan saat  pembukaan.


Fakta menarik di balik megahnya turnamen ini adalah siapa penggagasnya. Turnamen ini ternyata murni digagas oleh seorang guru yang peduli dengan masa depan olahraga, yakni Muhammad Daman Huri,S.Pd, berkolaborasi dengan pemuda setempat.


Daman Huri tidak ingin bakat-bakat terpendam anak Meranti hilang begitu saja karena minimnya kompetisi. Menurutnya, "Turnamen ini dibentuk agar menumbuhkan semangat minat dan bakat anak-anak guna terciptanya pemain-pemain hebat yang lahir dari kabupaten yang kita cintai ini," ungkap Daman Huri,S.Pd kepada awak media


Diakuinya, Meranti memiliki banyak bibit unggul, namun butuh panggung untuk unjuk gigi. Mini soccer dipilih karena lebih merakyat dan bisa dimainkan di lapangan desa.


Satu hal yang patut diacungi jempol, seluruh hadiah dan operasional turnamen ini merupakan murni swadaya dan sumbangan dari masyarakat Desa Mengkirau dan para donatur."jelasnya. 


Hal ini menunjukkan kuatnya gotong royong masyarakat. Adapun total hadiah yang diperebutkan adalah: - Juara I: Rp 800.000
- Juara II: Rp 600.000- Juara III: Rp 350.000
- Juara IV: Rp 250.000. Meski nilainya tidak fantastis, namun makna dan semangat kompetisi jauh lebih besar bagi anak-anak."tandas Daman Huri.


Gelaran positif ini pun mendapat perhatian dari tokoh pemuda Mengkirau Yoyon Heri Mukti saat di temui awak media. Ia menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pembukaan turnamen tersebut. Dalam poster ucapan yang beredar, Yoyon Heri Mukti terlihat memberikan dukungan penuh.


"Selamat dan Sukses atas pembukaan Open Turnamen Mini Soccer Old Star Cup 2026 di Desa Mengkirau. Ini adalah kegiatan yang sangat positif. Dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk anak-anak kita," ujar Yoyon Heri Mukti 


Ia berharap turnamen ini tidak berhenti sampai disini, dan tidak hanya sebagai seremonial saja, tetapi menjadi agenda pembinaan berkelanjutan.


"Semoga dari lapangan Mengkirau ini lahir pemain-pemain hebat yang bisa membawa nama Meranti ke tingkat yang lebih tinggi. Jaga terus sportivitas," tambahnya.


Turnamen dijadwalkan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan sistem gugur. Panitia berharap dukungan dari semua pihak agar turnamen berjalan aman dan lancar hingga partai final nanti.****





PENULIS       :        ALI SANIP 
EDITOR         :        REDAKSI
Oknum TNI Diduga Aniaya Ibu Tiga Anak di Pangkalan Kerinci, Pihak Perusahaan Pesawoan Raya Membantah

Oknum TNI Diduga Aniaya Ibu Tiga Anak di Pangkalan Kerinci, Pihak Perusahaan Pesawoan Raya Membantah






KabarPesisirNews.Com
PANGKALAN KERINCI RIAU,     -
Seorang ibu rumah tangga, Jerniati Siregar, diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum TNI aktif berinisial RH di Jalan Lintas Tanjung Putus, Desa Kuala Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Insiden dugaan kekerasan fisik yang menimpa ibu tiga anak tersebut terjadi pada Sabtu, 10 Oktober 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.


Kronologi bermula saat Jerniati bersama empat rekannya sedang dalam perjalanan pulang menggunakan jalan umum selepas melintasi area luar konsesi perusahaan swasta. Terduga pelaku yang mengendarai sepeda motor bersama security perusahaan secara tiba-tiba mencegat korban. 
Setelah sempat terjadi ketegangan verbal dan makian, oknum tersebut diduga menendang dada korban menggunakan kaki kanan. Hantaman keras itu mengakibatkan korban terhempas hingga mengalami cedera pergeseran sendi (keseleo) serta pembengkakan parah pada siku lengan kanannya. Hingga kini, korban masih harus menjalani perawatan medis dan pengobatan tradisional.


Pihak manajemen PT. Pesawon Raya, perusahaan tempat terduga pelaku bertugas sebagai personel pengamanan, memberikan klarifikasi pada Senin (12/10/2026). Melalui Asisten Kepala (Askep), M. Yasid, manajemen membenarkan bahwa RH merupakan personel TNI yang diperbantukan di perusahaan mereka.


Kendati demikian, pihak perusahaan secara tegas membantah adanya tindakan penganiayaan fisik. Selain itu, manajemen juga menyanggah lokasi kejadian (locus delicti) yang diklaim terjadi di jalan umum. Menurut versi perusahaan, korban dan rekannya kerap ditegur karena sering memasuki kawasan internal korporasi tanpa izin demi mencari brondolan sawit.


Merespons bantahan tersebut, Jerniati Siregar tetap bersikeras pada keterangannya bahwa tindakan represif itu terjadi di fasilitas jalan publik. Pihak korban bersama keluarga kini telah berkoordinasi dengan tim wartawan dan lembaga hukum guna mengawal kasus dugaan kekerasan oleh oknum aparat pertahanan ini ke tingkat yang lebih lanjut.


Padahal, praktik penggunaan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) aktif sebagai petugas keamanan (security atau pengamanan komersial) di perusahaan swasta yang bukan merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas) secara hukum ilegal dan melanggar undang-undang yang berlaku di Republik Indonesia. Penegasan ini dikeluarkan menyusul maraknya sorotan publik dan sejumlah insiden yang melibatkan oknum TNI aktif yang diperbantukan di area konsesi perusahaan swasta komersial.


Merujuk pada konstitusi negara serta tata perundangan pertahanan, TNI merupakan alat pertahanan negara yang bertugas menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, serta keselamatan segenap bangsa dari ancaman militer. Tugas pokok tersebut sama sekali tidak mencakup pengamanan bisnis komersial milik perorangan maupun korporasi swasta.


Dasar Hukum Larangan Keterlibatan TNI Aktif di Perusahaan Swasta


1. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI (Telah Diperbarui lewat UU Nomor 3 Tahun 2025)


• Pasal 39 Huruf c: Menegaskan secara eksplisit bahwa prajurit TNI aktif dilarang terlibat dalam kegiatan bisnis. Menyediakan jasa pengamanan berbayar (security guard atau pengamanan komersial) bagi pihak swasta dikategorikan sebagai aktivitas bisnis keamanan ilegal.

  • Pasal 2 Huruf d: Menyebutkan bahwa TNI adalah "Tentara Profesional", yaitu tentara yang mahir menggunakan alat persenjataan, terlatih secara khusus, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya oleh APBN.


2. Ketetapan MPR Nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan Peran Polri


Berdasarkan TAP MPR ini, pemeliharaan keamanan di dalam masyarakat merupakan ranah tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Tugas TNI adalah di sektor pertahanan negara, bukan penegakan hukum domestik atau pengamanan wilayah komersial warga sipil.


3. Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Objek Vital Nasional


TNI hanya diperbolehkan memberikan bantuan pengamanan pada kawasan yang memiliki status resmi sebagai Objek Vital Nas,"****






LIPUTAN PELALAWAN    :   DAVIDSON
EDITOR                               :   REDAKSI
Selamat & Sukses Hari Jadi Kab. Siak ke-27 — Lomba Baca Puisi LAN Kabupaten Siak di Taman Motuyoko, Tualang

Selamat & Sukses Hari Jadi Kab. Siak ke-27 — Lomba Baca Puisi LAN Kabupaten Siak di Taman Motuyoko, Tualang





KabarPesisirNews.Com
TUALANG SIAK RIAU,     – 
Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Siak yang ke-27, Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Siak berhasil menyelenggarakan Lomba Baca Puisi Tingkat SD, SMP dan SMA/Sederajat di Taman Motuyoko, Kecamatan Tualang, pada Minggu, 11 Oktober 2026. Kegiatan ini mengusung semangat "BNN & LAN Hadir untuk Masyarakat".
 

Sebanyak 80 peserta dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Siak dan Tualang turut berpartisipasi, menyuarakan pesan-pesan anti-narkoba melalui karya puisi. Bukan sekadar ajang kompetisi, lomba ini menjadi sarana edukasi yang kreatif untuk menanamkan kesadaran bahaya narkoba sejak dini di kalangan generasi muda di Siak Tualang.
 

Penyerahan piala dan hadiah kepada para pemenang berlangsung dengan penuh semangat. Ketua LAN Kabupaten Siak, Amrizal, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini. "Kegiatan ini bukti bahwa pencegahan narkoba bisa dilakukan dengan cara yang menyentuh hati masyarakat, khususnya di wilayah Tualang dan Siak secara umum," ujarnya.
 

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, perwakilan BNN Provinsi Riau, DPRD Siak, serta para kepala sekolah dan masyarakat Tualang. Ke depan, LAN Kabupaten Siak berkomitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda tahunan yang lebih besar."****






LIPUTAN SIAK    :     ANGGA 
EDITOR                :     REDAKSI 
Kepala Staf Kodim 0303/Bengkalis Mayor Infantri Suratno Beserta Istri Tuti Hartati Hadiri Pesta Resepsi Pernikahan Pratu Roihan.

Kepala Staf Kodim 0303/Bengkalis Mayor Infantri Suratno Beserta Istri Tuti Hartati Hadiri Pesta Resepsi Pernikahan Pratu Roihan.






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Kepala Staf Kodim 0303/Bengkalis Mayor Infantri Suratno beserta Istri Ibu Tuti Hartati menghadiri pesta resepsi pernikahan Putra Ali Iswan Siregar, yang bernama Pratu Roihan Simaloan di rumah mempelai perempuan yang terletak di jalan Rambutan Teluk Belitung Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau pada  Senin (12/10/2026).


Pratu Roihan Sinaloan sebelumnya mempersunting pujaan hatinya, Wan Wirna Juwita, S.Pd Putri dari Wan Bustamam pasangan Ibu Sotmawati S.Pd yang berasal Kelurahan Teluk Belitung Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau.


Tepat pukul 11.00 WIB, Kepala Staf Kodim 0303/Bengkalis beserta stafnya satuan Koramil 06/Merbau tiba di lokasi pesta  langsung disambut keluarga besar Wan Bustamam yang merupakan orang tua mempelai perempuan. Menariknya,  acara turut dipersembahkan acara tradisi Korp Sangkur Pora, dari satuan Kodim 0303/Bengkalis.


Sementara Wan Bustamam beserta Istri dan keluarga mengucapkan terima kasih atas kedatangan dan kehadiran dari atasan mantunya.


Kami dari keluarga besar mengucapkan terima kasih atas kedatangan dan kehadiran komandan beserta anggotanya, dalam acara pesta resepsi anak kami, ini merupakan kebanggaan buat kami, ucap Wan Bustamam.


Kepala Staf Kodim 0303/Bengkalis Mayor Infantri Suratno beserta ibu Tuti Hartati bersama yang hadir memberikan ucapan selamat serta mendoakan kedua mempelai agar menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah warrohmah.


"Kami mendoakan pasangan pengantin dapat membangun bahtera rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warohmah. Semoga pasangan ini dapat berkekalan hingga akhir hayat," ucap Kepala Staf Kodim 0303/Bengkalis seraya mendo'akan kedua mempelai tersebut.


Kepala Staf Kodim juga berpesan kepada kedua mempelai untuk dapat saling menghargai dan menghormati dalam menjalankan bahtera rumah tangga, serta senantiasa berbagi dalam suka maupun duka.


"Menjalani biduk rumah tangga itu, ada suka dan dukanya, akan ada lika-likunya". Tetaplah menguatkan satu sama lain," pungkas Suratno."****







PENULIS          :       ALI SANIP
EDITOR.            :      REDAKSI
Buka Armada Cup I 2026, Wabup Muzamil Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Atlet

Buka Armada Cup I 2026, Wabup Muzamil Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Atlet




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Sebanyak 68 tim sepak bola dari empat kecamatan ambil bagian dalam Turnamen Armada Cup I Tahun 2026 di Lapangan Cik Bujang Armada, Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau. Membuka turnamen tersebut, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, S.M., M.M., mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga keamanan selama pertandingan berlangsung.


Muzamil secara resmi membuka turnamen pada Sabtu (10/1/2026). Ia berharap kompetisi ini tidak sekadar menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet dan pencarian bibit-bibit pesepak bola potensial di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Menurutnya, Meranti memiliki banyak pemain berbakat. Namun, potensi tersebut perlu didukung latihan rutin, kedisiplinan, serta pembinaan yang terarah agar mampu berkembang menjadi prestasi.


“Kalau kita ingin mendapatkan hasil yang luar biasa, maka usaha yang dilakukan juga harus lebih. Bakat saja tidak cukup, tetapi harus diasah melalui latihan yang rutin, disiplin, dan terarah,” ujar Muzamil.


Ia menilai pembinaan sepak bola membutuhkan keseriusan dari para pemain serta dukungan berbagai pihak, termasuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).


Muzamil juga mengingatkan bahwa kemampuan individu harus diimbangi kondisi fisik yang baik, penguasaan teknik, pemahaman strategi, dan kerja sama tim. Dengan pembinaan yang konsisten, ia berharap semakin banyak atlet daerah yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.


Ingatkan Pemain Tidak Terpancing Emosi


Di samping pembinaan atlet, Muzamil memberikan perhatian khusus terhadap keamanan dan sportivitas selama turnamen. Ia menyayangkan masih terjadinya perselisihan hingga perkelahian dalam sejumlah pertandingan olahraga, termasuk sepak bola, futsal, mini soccer, dan bola voli.


Menurutnya, kompetisi seharusnya menjadi tempat menunjukkan kemampuan sekaligus mempererat persaudaraan, bukan ajang melampiaskan emosi.


“Olahraga ini yang harus ditonjolkan adalah keterampilan dan kemampuan, bukan kemampuan berkelahi. Jangan sampai pertandingan sepak bola justru menjadi ajang perkelahian. Mari kita jaga kekompakan dan selesaikan setiap persoalan dengan baik,” tegasnya.


Ia meminta panitia, pemain, ofisial, dan masyarakat untuk bersama-sama mencegah potensi konflik. Apabila muncul provokasi atau ejekan di tengah pertandingan, persoalan tersebut diharapkan segera diredam agar tidak berkembang menjadi perkelahian.


Muzamil menegaskan, kemenangan dalam pertandingan tidak boleh mengorbankan hubungan baik yang telah terjalin antarmasyarakat.


“Jangan sampai karena turnamen, hubungan silaturahmi yang selama ini terjalin baik justru menjadi rusak. Mari kita tingkatkan prestasi olahraga dan jadikan kegiatan ini sebagai kebanggaan bersama,” pesannya.


Diikuti 68 Tim dari Empat Kecamatan


Ketua Panitia Pertandingan, Abdul Hanifah, menyampaikan bahwa keikutsertaan 68 tim menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga sepak bola.


Puluhan tim tersebut berasal dari Kecamatan Pulau Merbau, Tebing Tinggi Barat, Rangsang Barat, dan Tebing Tinggi Timur.


Ia berharap Armada Cup I dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi antartim sekaligus mendukung perkembangan sepak bola di Kepulauan Meranti. Abdul Hanifah juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat menjaga keamanan serta ketertiban agar turnamen berjalan lancar hingga selesai.


Harapan serupa disampaikan Kepala Desa Semukut, Firmansyah. Ia menilai turnamen tersebut dapat menjadi kegiatan positif bagi masyarakat sekaligus langkah awal memperkuat pembinaan sepak bola, khususnya di Kecamatan Pulau Merbau.


Firmansyah mengajak seluruh peserta bertanding secara sportif, menjaga kekompakan, dan menghormati setiap tim yang berlaga.


Pembukaan Armada Cup I Tahun 2026 turut dihadiri Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Atan Ibrahim, sejumlah kepala dinas, Camat Pulau Merbau Herman, Kabag Perbatasan Gilang, para kepala desa se-Kecamatan Pulau Merbau, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tim dan ofisial peserta.


Rangkaian pembukaan ditandai dengan tendangan bola perdana oleh Wakil Bupati Muzamil Baharudin, kemudian dilanjutkan laga persahabatan antara klub dari Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau, dan klub dari Desa Teluk Ketapang, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.


Melalui Armada Cup I, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap partisipasi masyarakat dalam olahraga semakin meningkat, silaturahmi antarkecamatan semakin erat, serta muncul atlet-atlet berbakat yang dapat membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi."****






LIPUTAN      :    NUR
EDITOR         :    REDAKSI 
Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar

Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar






KabarPessirNews.Com
PEKANBARU RIAU,    – 
Suasana hangat dan penuh nuansa budaya Melayu mewarnai penyambutan Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat, S.I.K., M.Si., bersama istri di Mapolda Riau, Minggu (11/10/2026) pagi. Penyambutan tersebut dirangkai dengan penanaman pohon dan tradisi adat tepuk tepung tawar sebagai simbol doa, penghormatan, serta harapan dalam mengemban amanah baru di Bumi Lancang Kuning.


Kedatangan Kapolda Riau beserta rombongan disambut langsung Kabaharkam Polri Komisaris Jenderal Polisi Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum. bersama istri, Wakapolda Riau Brigjen Pol Simson Zet Ringu, S.I.K., M.Si. bersama istri serta Pejabat Utama (PJU) Polda Riau. Prosesi penyambutan ditandai dengan pengalungan bunga kepada Kapolda Riau dan penyerahan buket bunga kepada istri Kapolda. Suasana semakin semarak dengan jajar hormat dari Tim RAGA Polda Riau sebagai bentuk penghormatan institusi kepada pimpinan yang baru disambut.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di halaman Mapolda Riau. Kegiatan ini menjadi bagian dari semangat kepedulian terhadap lingkungan yang terus didorong Polda Riau, sekaligus memperkuat pesan bahwa menjaga keamanan dan kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama.


Kapolda Riau beserta rombongan juga menyaksikan pertunjukan silat di kawasan persimpangan jalan dekat Gedung SPKT dan lapangan apel Mapolda Riau. Setelah itu, rombongan bergerak menuju lobi Polda Riau menggunakan kendaraan golf car, dengan disambut jajaran pejabat utama Polda Riau serta para Kapolres dan Kapolresta yang berbaris di sisi kanan dan kiri jalur penyambutan.


Penyambutan dilanjutkan dengan prosesi adat tepuk tepung tawar yang berlangsung khidmat. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara dan Tari Persembahan, sebelum memasuki prosesi adat yang sarat makna dalam budaya Melayu Riau. Tradisi ini menjadi ungkapan doa dan harapan agar Kapolda Riau beserta keluarga senantiasa diberikan keselamatan, kelancaran, serta keberkahan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.


Prosesi tepuk tepung tawar dilakukan oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf; Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil; serta Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. H. Syahrial Abdi, AP., M.Si. Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh Sekretaris Umum DPH LAM Riau, Datuk H. Jonnaidi Dasa, dilanjutkan foto bersama.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabaharkam Polri beserta istri, Wakapolda Riau beserta istri, Irwasda, Karo Ops, para pejabat utama Polda Riau, para Kapolres dan Kapolresta jajaran, serta Kepala BNNP Riau. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan dukungan dan kebersamaan dalam menyambut kepemimpinan Kapolda Riau.


Melalui penyambutan yang memadukan penghormatan kedinasan, kepedulian lingkungan, dan kearifan lokal, Polda Riau menegaskan pentingnya menjaga nilai budaya Melayu sebagai bagian dari identitas daerah. Tradisi tepuk tepung tawar sekaligus menjadi simbol harapan agar pelaksanaan tugas kepolisian di Riau senantiasa berjalan lancar, mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga keamanan dan ketertiban secara humanis dan profesional."****






SUMBER       :    BID HUMAS POLDA RIAU 
EDITOR         :    REDAKSI 

Minggu, 11 Oktober 2026

Pengurus DPP GMPD Resmi Dilantik, Wamen Desa PDT RI, Beri Ucapan Selamat via Zoom

Pengurus DPP GMPD Resmi Dilantik, Wamen Desa PDT RI, Beri Ucapan Selamat via Zoom







KabarPesisirNews.Com
JAKARTA - Dalam rangka memperkuat pemahaman dan partisipasi pemuda dalam pembangunan desa, perlindungan hak ulayat masyarakat adat, keadilan agraria, serta penguatan ketahanan nasional, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Pemerhati Desa (DPP GMPD) menyelenggarakan Seminar Kebangsaan bertajuk “Desa, Tanah Ulayat dan Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045”


Kegiatan ini didahului dengan pengukuhan Pengurus DPP GMPD (Gerakan Muda Pemerhati Desa) oleh Dr. Drs. Amran, M.T. sebagai Direktur Kawasan, Perkotaan, dan Batas Negara (Waskoban), Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri yang bertempat di Operational Room, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI (Kemendes PDT RI), Kalibata, Jakarta Selatan pada Sabtu (10-10-2026) 


Ketua Umum DPP GMPD Wahyu Irawan, S.Pd.I, MM menyampaikan dalam sambutannya akan harapan kedepan setelah Pengurus dilantik


"Pelantikan hari ini bukan sekedar seremonial saja, lebih dari itu pelantikan ini merupakan momentum untuk meneguhkan komitmen, dan memperkuat kesadaran membangun pengabdian kepada masyarakat. GMPD ini harus sebagai wadah perjuangan yang peduli, Kritis, solutif, dan berorientasi pada kemajuan desa", ungkap Wahyu Irawan


"Kita menyadari bahwa desa merupakan pondasi pembangunan nasional. Kemajuan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kemajuan desa. Kami berpesan kepada Pengurus yang dilantik agar tetap memegang amanah, integritas, loyalitas terhadap organisasi, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat, mari kita tinggalkan ego sektoral. Tetap jaga nama baik organisasi, dan perkuat solidaritas," tambahnya


Hadir sebagai Keynote Speaker dalam Seminar Kebangsaan tersebut Dr. Drs. Amran, MT (Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara, Kemendagri), yang menekankan beberapa poin penting


"Ada dua hal di Gerakan Muda Pemerhati Desa, yang pertama Gerakan Muda. Berdasarkan UU Kepemudaan sampai umur 30 tahun, namun semangat muda itu, tidak pernah lepas, walaupun sudah lewat 30 Tahun tetap jiwa muda. Yang kedua Pemerhati Desa. Desa sebagai Fondasi Bangsa. Desa di Indonesia memiliki jumlah yang banyak, tetapi kita jangan juga memahami desa hanya yang berhubungan dengan wilayah agraris," katanya


"Adapun seperti contoh di wilayah Sentul City, itu merupakan perkotaan, tapi statusnya Desa, dan PIK (Pantai Indah Kapuk) itu adalah Desa, yang sebagian masuk ke kabupaten Tangerang, dan dibeberapa wilayah metropolitan sebagai penyangga Jabodetabekjur, dimana tidak semuanya menjadi Kota, ada Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Cianjur. Itu Wilayahnya adalah Desa tapi sudah Perkotaan. Ini tantangan kita kedepan," ungkapnya


"Bung Karno Pernah Berpesan: Beri Saya 10 Pemuda, maka akan saya Guncang Dunia. Kalau hari ini ada beberapa pemuda yang ingin memberikan perhatian besar kepada Desa, maka saya yakin Negara Maju Akan bisa tercapai, namun PR kita sangat besar, organisasi ini jangan hanya sekedar sebagai Pemerhati, tapi juga harus membangun," harapnya


Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, SH, M.Si selaku Rektor Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI saat menyampaikan paparannya menekankan Pemuda Harus ada di setiap lini, dan Jangan Pernah Berhenti Belajar


"Pemuda harus Punya Peran dimana-mana, untuk itu Pemuda harus belajar terus tidak boleh berhenti sampai ke liang lahat, karena Pesan Pertama bagi kami (Muslim), adalah Iqra, yang artinya Baca / belajar. Pemuda jangan sampai ada yang malas belajar. Pemuda juga harus bangun Pentahelix untuk mewujudkan Indonesia Emas," tegas Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni yang akrab disapa Mpok Silvi


Ketua KPU Jakarta Selatan Muhammad Taqiyuddin menyampaikan beberapa hal yang dirasa perlu menjadi perhatian, bahwa Masyarakat Adat masih banyak yang belum mempunyai KTP, seperti Suku Badui. Ini menjadi Tantangan bagi GMPD kedepan bagaimana bisa berperan.


Disela-sela diskusi yang di moderatori oleh Syurya Muhammad Nur, S.Pd, M.Si (Dosen Univ Esa Unggul / Pengurus DPP GMPD) tersebut, Wakil Menteri Desa PDT RI Ir. Ahmad Riza Patria, MBA menyampaikan melalui saluran zoom ucapan selamat kepada pengurus yang baru dilantik, dan menyampaikan harapan agar DPP GMPD dapat berkontribusi konkrit mengabdi dan bergerak ditengah-tengah masyarakat desa. Pemuda Bergerak, Desa Berdaya, Indonesia Jaya.


*DPP GMPD Tekan MOU dengan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI*


Sebelum Diskusi dilaksanakan dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DPP GMPD dan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum DPP GMPD Wahyu Irawan bersama Rektor Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Prof. Dr. Hj. Silviana Purwanti, SH, M.Si. 


Turut Menyaksikan Dr. Drs. Amran, MT (Dir Kawasan Perkotaan, dan Batas Negara, Kemendagri), Henny Navilah (Staf Ahli Bid. Hubungan Antar Lembaga, Kemenkop RI), Muhammad Taqiyuddin (Ketua KPU Jakarta Selatan),  Dr. M. Amin, SPI, M.Si (Kapus Pendidikan Pertanian, BPPSDMP), dan Dr. Dedy Kusna Utama, S.Sos, MA (Direktur Kemitraan dan Pengembangan Usaha Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI)


Kerja sama tersebut diharapkan menjadi landasan kolaborasi antara organisasi kepemudaan dengan dunia akademik dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat tata kelola pemerintahan desa, serta mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. 


*Ucapan Terimakasih* 


Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan DPP GMPD dan Seminar Kebangsaan Agus Fitri mengucapkan Terimakasih banyak kepada seluruh Panitia yang telah ikut mensukseskan Terlaksananya Kegiatan


"Kami ucapkan ribuan terimakasih kepada seluruh Panitia telah ikut mensukseskan Terlaksananya Kegiatan, dan kepada tamu undangan yang telah ikut menghadiri kegiatan tersebut, dan tak lupa kami ucapkan ribuan terima kasih juga kepada para sponsor dan rekan yang telah mengirimkan papan karangan bunga ucapan Selamat. Mohon maap jika ada salah dan sesuatu yang tidak berkenan," tutup Agus Fitri didampingi Sekretaris Ahmad Yani."****






LIPUTAN        :     MEGY
EDITOR           :     REDAKSI