Rabu, 08 Juli 2026

PT TIMAH Konsisten Dukung Pendidikan di Wilayah Operasional, Diapresiasi DPW LMB Kepri Karimun

PT TIMAH Konsisten Dukung Pendidikan di Wilayah Operasional, Diapresiasi DPW LMB Kepri Karimun






KabarPesisirNews.Com
KARIMUN KEPRI,    – 
PT TIMAH terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan di wilayah operasional perusahaan. Dukungan itu diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari Kelas Beasiswa PT TIMAH,  bantuan sarana dan prasarana pendidikan, hingga peningkatan kapasitas guru melalui program Gernas Tastaka dan Literasi Guru. 


Langkah tersebut mendapat apresiasi dari DPW Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kepri Kabupaten Karimun.


Khaidir Datuk Panglima Sulung, menyampaikan hal itu kepada media, Rabu (8/7/2026). Ia menilai kehadiran bantuan pendidikan dari PT TIMAH sangat membantu para pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan namun terkendala ekonomi.


"Adanya bantuan pendidikan dari PT TIMAH sangat membantu para pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan, tapi terbentur keterbatasan ekonomi. Salah satunya seperti Wildan Muzamil Imam, warga Kundur yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berkat program ini," ujar Khaidir.


Menurutnya, program bantuan pendidikan yang dijalankan PT TIMAH merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di wilayah operasional.


"Kami berharap program-program seperti ini terus berlanjut. Karena kehadirannya benar-benar membantu pelajar, siswa, dan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus terhenti di tengah jalan karena persoalan biaya," lanjutnya.


Khaidir juga berharap sinergi antara PT TIMAH dengan masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah dapat terus diperkuat. Ia menilai pendidikan adalah investasi jangka panjang yang dampaknya akan dirasakan oleh generasi mendatang.


"Jika anak-anak kita cerdas dan berpendidikan, maka ke depan daerah kita juga akan semakin maju. Untuk itu, dukungan dari perusahaan seperti PT TIMAH ini sangat penting dan kami apresiasi.


Hingga saat ini, PT TIMAH memang secara konsisten menjalankan program tanggung jawab sosial di bidang pendidikan sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan sumber daya manusia di wilayah operasionalnya.
Tutup Khaidir."****







EDITOR       :     REDAKSI 

Polsek Rangsang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Program Ketahanan Pangan

Polsek Rangsang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Program Ketahanan Pangan






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Personel Polsek Rangsang melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil Kuartal I Tahun 2026 di lahan pertanian milik warga di Desa Beting Kec. Rangsang Pesisir Kab. Kep Meranti
Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan kepada petani sekaligus dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.


Pengecekan di lapangan dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Beting AIPDA SUHARMOKO, S.E pada lahan milik Jasman dengan luas 1/2  hektare. Tanaman jagung pipil yang ditinjau telah berusia 25 hari dan diperkirakan akan memasuki masa panen pada 
15 September 2026.


Berdasarkan hasil pengecekan, kondisi tanaman secara umum masih dalam pemantauan. Namun, terdapat kendala berupa pertumbuhan tanaman yang belum merata di beberapa bagian lahan.


Melalui kegiatan tersebut, personel Polri juga memberikan pendampingan kepada petani dalam pengelolaan sektor pertanian serta membangun komunikasi guna mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui keterlibatan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa.


Kegiatan berakhir sekira pukul 12.10 Wib, selama pelaksanaan kegiatan situasi terdapat dalam keadaan aman terkendali."****





LIPUTAN       :     RED
EDITOR          :     REDAKSI 

Polsek Rangsang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Program Ketahanan Pangan

Polsek Rangsang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Program Ketahanan Pangan




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Personel Polsek Rangsang melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil Kuartal I Tahun 2026 di lahan pertanian milik warga di Desa Beting Kec. Rangsang Pesisir Kab. Kep Meranti
Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan kepada petani sekaligus dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.


Pengecekan di lapangan dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Beting AIPDA SUHARMOKO, S.E pada lahan milik Jasman dengan luas 1/2  hektare. Tanaman jagung pipil yang ditinjau telah berusia 25 hari dan diperkirakan akan memasuki masa panen pada 
15 September 2026.


Berdasarkan hasil pengecekan, kondisi tanaman secara umum masih dalam pemantauan. Namun, terdapat kendala berupa pertumbuhan tanaman yang belum merata di beberapa bagian lahan.


Melalui kegiatan tersebut, personel Polri juga memberikan pendampingan kepada petani dalam pengelolaan sektor pertanian serta membangun komunikasi guna mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui keterlibatan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa.


Kegiatan berakhir sekira pukul 12.10 Wib, selama pelaksanaan kegiatan situasi terdapat dalam keadaan aman terkendali."****





LIPUTAN       :     RED
EDITOR          :     REDAKSI 
Polsek Rangsang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Program Ketahanan Pangan

Polsek Rangsang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Program Ketahanan Pangan






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Personel Polsek Rangsang melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil Kuartal I Tahun 2026 di lahan pertanian milik warga di Desa Beting Kec. Rangsang Pesisir Kab. Kep Meranti
Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan kepada petani sekaligus dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.


Pengecekan di lapangan dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Beting AIPDA SUHARMOKO, S.E pada lahan milik Jasman dengan luas 1/2  hektare. Tanaman jagung pipil yang ditinjau telah berusia 25 hari dan diperkirakan akan memasuki masa panen pada 
15 September 2026.


Berdasarkan hasil pengecekan, kondisi tanaman secara umum masih dalam pemantauan. Namun, terdapat kendala berupa pertumbuhan tanaman yang belum merata di beberapa bagian lahan.


Melalui kegiatan tersebut, personel Polri juga memberikan pendampingan kepada petani dalam pengelolaan sektor pertanian serta membangun komunikasi guna mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui keterlibatan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa.


Kegiatan berakhir sekira pukul 12.10 Wib, selama pelaksanaan kegiatan situasi terdapat dalam keadaan aman terkendali."****





LIPUTAN       :     RED
EDITOR          :     REDAKSI 

Polsek Rangsang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Program Ketahanan Pangan

Polsek Rangsang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Program Ketahanan Pangan







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Personel Polsek Rangsang melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil Kuartal I Tahun 2026 di lahan pertanian milik warga di Desa Beting Kec. Rangsang Pesisir Kab. Kep Meranti
Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan kepada petani sekaligus dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.


Pengecekan di lapangan dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Beting AIPDA SUHARMOKO, S.E pada lahan milik Jasman dengan luas 1/2  hektare. Tanaman jagung pipil yang ditinjau telah berusia 25 hari dan diperkirakan akan memasuki masa panen pada 
15 September 2026.


Berdasarkan hasil pengecekan, kondisi tanaman secara umum masih dalam pemantauan. Namun, terdapat kendala berupa pertumbuhan tanaman yang belum merata di beberapa bagian lahan.


Melalui kegiatan tersebut, personel Polri juga memberikan pendampingan kepada petani dalam pengelolaan sektor pertanian serta membangun komunikasi guna mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui keterlibatan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa.


Kegiatan berakhir sekira pukul 12.10 Wib, selama pelaksanaan kegiatan situasi terdapat dalam keadaan aman terkendali."****





LIPUTAN       :     RED
EDITOR          :     REDAKSI 

Komisi III DPR Minta Polri Cari Pihak Bertanggung Jawab di Korupsi Batu Bara yang Picu Blackout: Bongkar Seluruh Jaringannya!

Komisi III DPR Minta Polri Cari Pihak Bertanggung Jawab di Korupsi Batu Bara yang Picu Blackout: Bongkar Seluruh Jaringannya!







KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,    -
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah mendukung investigasi total dugaan korupsi pemenuhan pasokan batu bara yang memicu terjadinya blackout di Sumatera dan sejumlah wilayah di Indonesia. Ia juga meminta Polri segera menemukan dan mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dari kasus ini.


“Investigasi kasus dugaan korupsi batu bara harus menjadi titik awal reformasi penanganan kejahatan korupsi sektor strategis,” kata Abdullah, Rabu (8/7/2026).


Seperti diketahui, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri tengah mengusut kasus dugaan korupsi pemenuhan pasokan batu bara yang memicu terjadinya blackout di Sumatera dan sejumlah wilayah Indonesia. Kasus ini telah naik ke tingkat penyidikan.


Kortas Polri menemukan adanya dua perusahaan yang diduga melakukan penyimpangan hukum terhadap pemenuhan pasokan batu bara di mana sejumlah modus 
 dilakukan pihak terduga pelaku dalam kasus ini. Salah satunya ialah manipulasi dokumen.


Penyidik juga menemukan manipulasi terkait dengan kuantitas batu bara yang dipasok ke PLTU, serta dugaan penyimpangan yang mengakibatkan pembayaran atau harga kontrak tidak sesuai dengan kondisi pasokan yang sebenarnya atau yang riil.


Akibat praktik nakal yang telah dilakukan selama 6 tahun ini, kerugian negara ditaksir mencapai Rp 5 triliun. Abdullah pun mengapresiasi langkah yang dilakukan Polri tersebut.


“Tentunya langkah baik ini harus dibarengi dengan penindakan yang terukur. Kita berharap Polri segera menemukan pihak-pihak yang bertanggung jawab dari kasus dugaan korupsi itu,” jelasnya.


“Bukan hanya dari pihak swasta saja, tapi usut juga dari sisi regulator karena dalam sektor pelayanan publik seperti ini, bukan hanya perusahaan yang punya peran,” lanjut Abdullah.


Anggota Komisi hukum DPR tersebut pun memandang, pengungkapan dugaan korupsi tata niaga batu bara menunjukkan bahwa kejahatan korupsi pada sektor strategis semakin berkembang dengan pola yang kompleks. Menurut Abdullah, kasus seperti itu melibatkan rantai transaksi yang panjang, berbagai entitas usaha, serta aliran keuangan yang sulit ditelusuri. 


“Dalam konteks seperti ini, keberhasilan penegakan hukum juga tidak cukup diukur dari penetapan tersangka, tetapi dari kemampuan negara membongkar keseluruhan jaringan kejahatan yang memungkinkan praktik tersebut berlangsung dalam waktu lama,” paparnya.


Abdullah menilai, penanganan korupsi pada sektor energi perlu mengedepankan pendekatan follow the money dan follow the asset. Dengan begitu, proses penyidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi mampu mengidentifikasi aktor intelektual, penerima manfaat utama (beneficial owner), serta seluruh aset yang diperoleh dari hasil tindak pidana. 


“Pendekatan seperti itu penting agar pemberantasan korupsi benar-benar memberikan efek jera sekaligus memulihkan kerugian negara secara optimal,” tegas Abdullah.

Oleh karenanya, Abdullah mendorong Polri, Kejaksaan, PPATK, BPK, dan lembaga penegak hukum lainnya memperkuat Joint Financial Crime Investigation untuk seluruh perkara korupsi yang berkaitan dengan sektor sumber daya alam dan energi. 


“Kolaborasi tersebut perlu didukung dengan pertukaran data keuangan secara real time, penguatan kemampuan financial forensic, serta percepatan mekanisme penyitaan dan pemulihan aset agar hasil tindak pidana tidak sempat dialihkan atau disembunyikan,” sebutnya.


Abdullah juga meminta Pemerintah mempercepat penyusunan profil risiko korupsi sektor energi sebagai dasar bagi aparat penegak hukum dalam melakukan deteksi dini
terhadap pola penyimpangan yang berpotensi muncul pada rantai pasok energi nasional. 


“Pencegahan harus dibangun berbasis analisis risiko, bukan hanya menunggu munculnya laporan atau kerugian negara dalam jumlah besar,” jelas Abdullah.


Abdullah pun mengingatkan, keberhasilan penegakan hukum akan memberikan dampak yang lebih besar apabila mampu mengubah sektor energi dari ruang yang rentan terhadap praktik korupsi menjadi sektor yang memiliki tingkat integritas tinggi.


“Sehingga sektor pelayanan publik juga menjadi lebih transparan, dan terlindungi oleh sistem pengawasan yang kuat,” pungkas politisi PKB itu."****







LIPUTAN        :    RED
EDITOR           :    REDAKSI 
Polsek Rangsang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Program Ketahanan Pangan

Polsek Rangsang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Program Ketahanan Pangan





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Personel Polsek Rangsang melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil Kuartal I Tahun 2026 di lahan pertanian milik warga di Desa Tanjungsamak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan kepada petani sekaligus dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.


Pengecekan di lapangan dilaksanakan oleh Aipda Benny Surya pada lahan milik Wasis dengan luas sekitar setengah hektare. Tanaman jagung pipil yang ditinjau telah berusia 76 hari dan diperkirakan akan memasuki masa panen pada 22 Agustus 2026.


Berdasarkan hasil pengecekan, kondisi tanaman secara umum masih dalam pemantauan. Namun, terdapat kendala berupa pertumbuhan tanaman yang belum merata di beberapa bagian lahan.


Melalui kegiatan tersebut, personel Polri juga memberikan pendampingan kepada petani dalam pengelolaan sektor pertanian serta membangun komunikasi guna mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui keterlibatan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa.


Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Selama pelaksanaan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif."****






LIPUTAN       :     RED
EDITOR          :    REDAKSI 
Polsek Rangsang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Program Ketahanan Pangan

Polsek Rangsang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Program Ketahanan Pangan






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Personel Polsek Rangsang melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil Kuartal I Tahun 2026 di lahan pertanian milik warga di Desa Tanjungsamak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan kepada petani sekaligus dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.


Pengecekan di lapangan dilaksanakan oleh Aipda Benny Surya pada lahan milik Wasis dengan luas sekitar setengah hektare. Tanaman jagung pipil yang ditinjau telah berusia 76 hari dan diperkirakan akan memasuki masa panen pada 22 Agustus 2026.


Berdasarkan hasil pengecekan, kondisi tanaman secara umum masih dalam pemantauan. Namun, terdapat kendala berupa pertumbuhan tanaman yang belum merata di beberapa bagian lahan.


Melalui kegiatan tersebut, personel Polri juga memberikan pendampingan kepada petani dalam pengelolaan sektor pertanian serta membangun komunikasi guna mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui keterlibatan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa.


Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Selama pelaksanaan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif."****






LIPUTAN       :     RED
EDITOR          :    REDAKSI 
Polsek Rangsang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Program Ketahanan Pangan

Polsek Rangsang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Program Ketahanan Pangan






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Personel Polsek Rangsang melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil Kuartal I Tahun 2026 di lahan pertanian milik warga di Desa Tanjungsamak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan kepada petani sekaligus dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.


Pengecekan di lapangan dilaksanakan oleh Aipda Benny Surya pada lahan milik Wasis dengan luas sekitar setengah hektare. Tanaman jagung pipil yang ditinjau telah berusia 76 hari dan diperkirakan akan memasuki masa panen pada 22 Agustus 2026.


Berdasarkan hasil pengecekan, kondisi tanaman secara umum masih dalam pemantauan. Namun, terdapat kendala berupa pertumbuhan tanaman yang belum merata di beberapa bagian lahan.


Melalui kegiatan tersebut, personel Polri juga memberikan pendampingan kepada petani dalam pengelolaan sektor pertanian serta membangun komunikasi guna mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui keterlibatan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa.


Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Selama pelaksanaan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif."****






LIPUTAN       :     RED
EDITOR          :    REDAKSI 
Polsek Rangsang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Program Ketahanan Pangan

Polsek Rangsang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Program Ketahanan Pangan





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Personel Polsek Rangsang melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil Kuartal I Tahun 2026 di lahan pertanian milik warga di Desa Tanjungsamak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan kepada petani sekaligus dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.


Pengecekan di lapangan dilaksanakan oleh Aipda Benny Surya pada lahan milik Wasis dengan luas sekitar setengah hektare. Tanaman jagung pipil yang ditinjau telah berusia 76 hari dan diperkirakan akan memasuki masa panen pada 22 Agustus 2026.


Berdasarkan hasil pengecekan, kondisi tanaman secara umum masih dalam pemantauan. Namun, terdapat kendala berupa pertumbuhan tanaman yang belum merata di beberapa bagian lahan.


Melalui kegiatan tersebut, personel Polri juga memberikan pendampingan kepada petani dalam pengelolaan sektor pertanian serta membangun komunikasi guna mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui keterlibatan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa.


Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Selama pelaksanaan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif."****






LIPUTAN       :     RED
EDITOR          :    REDAKSI 
Polsek Rangsang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Program Ketahanan Pangan

Polsek Rangsang Cek Perkembangan Tanaman Jagung Pipil Program Ketahanan Pangan






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Personel Polsek Rangsang melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil Kuartal I Tahun 2026 di lahan pertanian milik warga di Desa Tanjungsamak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan kepada petani sekaligus dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.


Pengecekan di lapangan dilaksanakan oleh Aipda Benny Surya pada lahan milik Wasis dengan luas sekitar setengah hektare. Tanaman jagung pipil yang ditinjau telah berusia 76 hari dan diperkirakan akan memasuki masa panen pada 22 Agustus 2026.


Berdasarkan hasil pengecekan, kondisi tanaman secara umum masih dalam pemantauan. Namun, terdapat kendala berupa pertumbuhan tanaman yang belum merata di beberapa bagian lahan.


Melalui kegiatan tersebut, personel Polri juga memberikan pendampingan kepada petani dalam pengelolaan sektor pertanian serta membangun komunikasi guna mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui keterlibatan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa.


Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Selama pelaksanaan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif."****






LIPUTAN       :     ALD
EDITOR          :    REDAKSI