Selasa, 22 September 2026

Data Domisili Amburadul, Keabsahan Data Penerima Bansos di Selatpanjang Timur Dipertanyakan

Data Domisili Amburadul, Keabsahan Data Penerima Bansos di Selatpanjang Timur Dipertanyakan






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Persoalan akurasi data kependudukan kembali menjadi sorotan di Kelurahan Selatpanjang Timur. Bukan hanya soal data  bantuan sosial bahkan pendataan domisili warga pun dinilai masih membingungkan dan tumpang tindih.


Hal ini terungkap dalam silaturahmi beberapa awak media bersama Lurah Selatpanjang Timur, Hilman Sukri, Selasa (22/9/2026).


Dalam pertemuan tersebut, awak media menyampaikan temuan di lapangan. Masih ada warga yang belum terdata sebagai penerima bansos,  serta adanya kejanggalan domisili. Di dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), seorang warga tercatat sebagai warga RT 003 / RW 003 dengan Ketua RT Herman. Namun, staf kelurahan dalam keterangannya justru membenarkan alamat tersebut masuk ke dalam wilayah RT Ucok,.


Tentu, inkonsistensi ini menimbulkan kebingungan. Jika pendataan domisili yang bersifat administratif saja masih membingungkan, maka keabsahan pendataan warga penerima bantuan sosial (bansos) patut diragukan.


Menanggapi aduan tersebut, Lurah Selatpanjang Timur, Hilman Sukri, berjanji akan melakukan pembenahan.


Ia menegaskan akan mengevaluasi kinerja bawahannya di tingkat RT dan RW agar pendataan lebih valid dan akuntabel.


"Tentu ini perlu pembenahan. Saya akan mengevaluasi kerja RT/RW," ujar Hilman.


Hilman juga menegaskan keterbukaannya terhadap masukan yang bersifat membangun dari warga dan media.


Terkait mekanisme pengajuan bansos, Hilman memanggil stafnya, Anum, untuk menjelaskan secara teknis kepada masyarakat.


Menurut Anum, pemerintah kelurahan siap memfasilitasi warga kurang mampu yang ingin mendaftar.


Untuk warga yang kurang mampu yang mau mengurus, syaratnya yakni foto kopi KK dan KTP. Kami akan bantu untuk warga kami yang kurang mampu," jelas Anum.


Hilman menambahkan, bagi warga Selatpanjang Timur yang merasa masuk dalam kategori keluarga kurang mampu, dipersilakan untuk datang langsung ke kantor lurah.


Saya terbuka dengan masukan dari warga yang sifatnya membangun," tutup Hilman."****








LIPUTAN        :     SANUSI 
EDITOR           :     REDAKSI 
Dukung Program Green Policing Kapolda Riau, Kapolres Meranti Goes To School di Sekolah Patria Dharma Selatpanjang

Dukung Program Green Policing Kapolda Riau, Kapolres Meranti Goes To School di Sekolah Patria Dharma Selatpanjang






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    - 
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., mengajak para pelajar menjadi pelopor penghijauan sekaligus mengingatkan bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat merusak lingkungan serta berujung pada persoalan hukum.


Pesan tersebut disampaikan saat Kapolres menyambangi Sekolah Patria Dharma Selatpanjang melalui program Green Policing Goes To School, Selasa (22/9/2026).



Di hadapan para siswa, Gede menekankan pentingnya mengubah kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar atau yang dikenal masyarakat setempat dengan istilah memerun.


Menurutnya, Green Policing yang digagas Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan merupakan upaya kepolisian untuk mencegah kerusakan lingkungan, termasuk karhutla dan abrasi.


"Kami ingin adik-adik memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Jangan membakar hutan dan lahan. Kita harus menjaga alam karena ketika kita menjaga alam, alam juga akan menjaga kita," ujar Gede.


Kapolres juga mengajak para siswa melakukan langkah sederhana untuk melestarikan lingkungan, salah satunya dengan menanam pohon dan menjaga kelestarian ekosistem.


Dia berharap para pelajar tidak hanya memahami pentingnya penghijauan, tetapi juga mampu mengajak keluarga dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.


"Adik-adik harus menjadi pelopor penghijauan. Mulailah dengan menanam pohon dan menjaga lingkungan sekitar agar ekosistem tetap terpelihara," pesannya.


Selain memberikan edukasi tentang lingkungan, Gede mengingatkan bahwa tindakan membakar hutan dan lahan dapat dikenai sanksi pidana sesuai ketentuan perundang-undangan.


Untuk memudahkan pemahaman siswa, Kapolres turut menayangkan video animasi edukatif tentang Green Policing. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab seputar pencegahan karhutla dan upaya menjaga kelestarian alam.


Sejumlah siswa yang aktif dan berhasil menjawab pertanyaan mendapat bingkisan langsung dari Kapolres.


Sementara itu, Ketua Yayasan Patria Dharma Jumaidi, S.Kom., M.Si., menyambut baik kehadiran jajaran Polres Kepulauan Meranti dalam memberikan edukasi lingkungan kepada para pelajar.


"Kami berterima kasih kepada Bapak Kapolres beserta rombongan yang telah hadir di sekolah kami untuk memberikan pemahaman tentang Green Policing kepada para siswa," kata Jumaidi."****






SUMBER       :     HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR         :     REDAKSI 

Batas Wilayah Dipertegas, Meranti Perkuat Kepastian Administrasi dan Aset Daerah

Batas Wilayah Dipertegas, Meranti Perkuat Kepastian Administrasi dan Aset Daerah





KabarPesisirNews.Coom
BENGKALIS RIAU,   — 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis memperkuat koordinasi penegasan batas wilayah sekaligus penataan aset pascapemekaran. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian administrasi, data kewilayahan, serta mendukung perencanaan pembangunan kedua daerah.


Hal itu dibahas dalam pertemuan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, SM MM, dengan Wakil Bupati Bengkalis, Dr. H. Bagus Santoso, MP, di Kantor Bupati Bengkalis, Senin (21/9/2026).


Muzamil mengatakan, kepastian batas wilayah bukan hanya menyangkut aspek geografis, tetapi juga menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan, pendataan penduduk dan potensi daerah, perencanaan pembangunan, serta kebijakan yang menggunakan basis kewilayahan.


“Penegasan batas wilayah ini sangat penting. Kita ingin memastikan wilayah administrasi Meranti memiliki kepastian yang jelas, sehingga data dan perencanaan pembangunan daerah memiliki dasar yang kuat,” ujar Muzamil.


Dalam pertemuan tersebut, kedua pemerintah daerah menyepakati bahwa sejumlah wilayah Kabupaten Bengkalis, khususnya Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Bukit Batu, secara faktual berbatasan langsung dengan Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti.


Pembahasan tersebut mengacu pada kondisi lapangan serta Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2024 tentang Kabupaten Bengkalis di Provinsi Riau, yang mengatur wilayah Kabupaten Bengkalis di sisi timur berbatasan dengan Selat Malaka.


Selain batas wilayah, kedua daerah juga mendorong penataan peralihan aset yang berkaitan dengan proses pemekaran dan serah terima personil, pendanaan, sarana dan prasarana, serta dokumen (P3D). Inventarisasi serta kejelasan status kepemilikan aset dinilai penting untuk mendukung pelayanan publik dan mencegah potensi persoalan di kemudian hari.


“Kita ingin aset pascapemekaran ditata dengan baik dan memiliki kepastian. Jangan sampai aset yang seharusnya mendukung pelayanan dan pembangunan justru menjadi persoalan,” katanya.


Hasil kesepakatan tersebut selanjutnya menjadi bahan dalam proses penegasan batas wilayah dan pertimbangan fasilitasi usulan pembentukan Peraturan Menteri Dalam Negeri melalui rekomendasi Pemerintah Provinsi Riau tentang Penegasan Batas Wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Proses selanjutnya akan difasilitasi Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Riau serta kementerian dan/atau lembaga terkait.


Pemkab Kepulauan Meranti berharap proses penegasan batas dan penataan aset dapat berjalan terkoordinasi hingga memperoleh kepastian hukum melalui regulasi pemerintah pusat. Langkah tersebut diharapkan memperkuat basis administrasi dan data kewilayahan sebagai fondasi pembangunan daerah.


Turut mendampingi Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Keuangan, Randolph Willy Hutauruk, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setdakab, Edi Susanto, serta Kepala Bagian Hukum, Maizathul Baizura."****






SUMBER     :      DINAS KOMINFO KEP.MERANTI
EDITOR       :      REDAKSI 
SOROT  ISU  PERPINDAHAN  MASIF  ASN  KEPULAUAN  MERANTI  KE KEMENTERIAN HAJI, KOMISI I DPRD GELAR RDP BERSAMA BKPSDM

SOROT ISU PERPINDAHAN MASIF ASN KEPULAUAN MERANTI KE KEMENTERIAN HAJI, KOMISI I DPRD GELAR RDP BERSAMA BKPSDM






KabbarPesisirNews.Com
SELATPANJANG – 
Dinamika perpindahan tugas puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti ke Kementerian Haji dan Umrah menjadi sorotan tajam Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti.


Menanggapi hal tersebut, Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diadakan di Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti. Senin (22/09).
Sejumlah anggota legislatif melontarkan rentetan pertanyaan  terkait fenomena migrasi massal Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). 


Mereka mencemaskan kelumpuhan birokrasi daerah hingga transparansi dana kompensasi perpindahan pegawai.


Wakil Ketua Komisi I DPRD, Tengku Zulkenedi, menyoroti derasnya sorotan publik serta pemberitaan media massa terkait perpindahan pegawai ini.
 Ia mendesak BKPSDM untuk mengambil langkah taktis dalam menahan laju mutasi agar tidak memicu kekosongan jabatan  yang dapat  melumpuhkan  kinerja perangkat daerah


Secara bergantian, anggota Komisi I yakni Dyan Desmanengsih, Teuku Mohd Nasir, Eka Yusnita, dan Jonny, mempertanyakan kepada BKPSDM mengenai dampak langsung pada pelayanan publik. 


Mereka mempertanyakan komitmen BKPSDM dalam menjaga stabilitas formasi internal.
"Apakah BKPSDM sudah melakukan pemetaan yang ketat terhadap peta jabatan yang ditinggalkan? Bagaimana pemda memastikan prinsip merit system tetap berjalan adil untuk mengisi kekosongan nanti?" Tanya mereka.


Mengapa perpindahan pegawai terkesan longgar, hingga berpotensi terkonsentrasi pada sektor pelayanan dasar yang saat ini justru sedang mengalami defisit tenaga pegawai di Meranti?" tambah mereka 
Noli Sugiharto yang menyoroti efektivitas aturan yang ada dalam membentengi birokrasi daerah. 
"Bagaimana langkah konkret Pemkab Meranti mengatasi dilema ini? Di satu sisi menjaga hak karier ASN, tapi di sisi lain bagaimana mencegah kemunduran kinerja birokrasi daerah akibat eksodus masif ini?" tanya Noli.


H.Idris mempertanyakan terkait regulasi, mekanisme, dan dasar aturan hukum yang melandasi pengenaan biaya kontribusi finansial sebesar Rp100.000.000 bagi ASN yang ingin pindah


"Mengapa kebijakan ini secara spesifik menyasar wilayah penugasan tertentu seperti Rangsang Pesisir, dan bagaimana jaminan transparansinya agar bebas dari pungli?" tuntut H. Idris.
Merespons rentetan pertanyaan tersebut, Kepala BKPSDM Bakarudin langsung memberikan klarifikasi. Kebijakan penarikan dana Rp100 juta tersebut diklaim berlandaskan ketentuan resmi yang berlaku sejak tahun 2014 dan diperbarui pada 2024.


Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Kepala BKPSDM Kabupaten Kepulauan Meranti, Bakharuddin, M.Pd, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki ruang untuk mengintervensi atau mengubah prosedur yang sedang berjalan.


 "seluruh mekanisme perpindahan telah dikunci rapat sesuai dengan regulasi dan tahapan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat." Ungkapnya 


" Proses terhadap ASN yang telah mengikuti tahapan seleksi kini sepenuhnya mengikuti proses administrasi dan verifikasi di tingkat pusat, sesuai kewenangan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Haji dan Umrah," ujar Bakarudin.


Meski proses birokrasi di pusat terus melaju, BKPSDM berjanji akan terus mengawasi dampak dari perpindahan massal ini.


 Fokus utama daerah saat ini adalah menghitung analisis kebutuhan pegawai dan mengantisipasi terjadinya kekosongan jabatan agar roda pelayanan masyarakat tidak pincang.


Tutupnya Dalam hal ini Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti bertindak cepat dengan mengeluarkan tiga rekomendasi pengawasan yang tegas demi melindungi kepentingan masyarakat 


Pertama, DPRD menuntut validasi data komprehensif. BKPSDM diminta segera menyerahkan rincian status 26 ASN yang sempat mengurus berkas, asal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mereka, hingga status final 17 ASN yang kini tengah bertarung dalam seleksi di BKN.


Kedua, legislatif meminta BKPSDM memperketat Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK). Langkah ini dinilai krusial sebagai langkah mitigasi krisis jabatan pada posisi-posisi strategis yang ditinggalkan.


Dan yang terakhir, menanggapi wacana pembatasan mutasi keluar, dan hal ini DPRD mengingatkan pemerintah daerah agar kebijakan moratorium perpindahan ASN wajib memiliki payung hukum yang jelas dan tidak boleh bertabrakan dengan aturan nasional yang diterbitkan BKN.


Komisi I DPRD dengan tegas mengingatkan bahwa di tengah dinamika perpindahan karier para abdi negara ini, hak masyarakat Kepulauan Meranti untuk mendapatkan pelayanan publik yang prima harus tetap menjadi prioritas nomor satu."****






SUMBER       :     HUMAS DPRD KEP.MERANTI
EDITOR         :     REDAKSI 
Kunjungi Korban Kebakaran, Bupati Meranti Serahkan Bantuan dan Janji Bangun Rumah

Kunjungi Korban Kebakaran, Bupati Meranti Serahkan Bantuan dan Janji Bangun Rumah






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     – 
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar mengunjungi keluarga korban kebakaran rumah di Jalan Tanjung Harapan, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Senin (22/9/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran. Rumah milik Nurhayati (65) diketahui ludes terbakar pada Sabtu (19/9/2026).


Setibanya di lokasi, H. Asmar meninjau langsung kondisi rumah yang telah rata dengan tanah. Ia didampingi Asisten I Sekda Meranti T. Arifin serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.


Dalam kunjungan itu, Bupati menyerahkan bantuan kepada keluarga korban berupa sembako, peralatan rumah tangga, serta dokumen kependudukan berupa KTP dan kartu keluarga (KK).


Tak hanya memberikan bantuan, H. Asmar juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk membantu membangun kembali rumah korban. Rumah baru tersebut direncanakan berukuran 6x6 meter dan ditargetkan mulai dibangun pada awal 2027.


Mendengar rencana tersebut, Nurhayati tampak terharu. Ia mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah daerah.


“Terima kasih atas semua bantuan yang telah diberikan. Semoga Pak Bupati dan semua yang hadir dilindungi oleh Allah SWT,” ujar Nurhayati.


Sebelumnya, kebakaran terjadi pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 16.50 WIB di rumah Nurhayati yang berada di RT 005/RW 001, Jalan Tanjung Harapan. Api pertama kali diketahui oleh anak korban, Mashitah, yang melihat asap hitam tebal keluar dari dalam rumah.


Api kemudian dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bagian rumah. Petugas pemadam kebakaran bersama kepolisian dan warga sekitar berhasil memadamkan api sekitar pukul 17.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, rumah beserta sejumlah barang milik korban, di antaranya mesin jahit, mesin cuci, kulkas, kasur, sofa, speaker, dan dua unit sepeda, ikut terbakar. Kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.


Berdasarkan pemeriksaan sementara di lokasi, kebakaran diduga dipicu korsleting pada instalasi listrik rumah korban yang sempat menimbulkan percikan api.


Menanggapi kejadian tersebut, H. Asmar mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik di rumah maupun lingkungan sekitar.


“Saya mengimbau seluruh masyarakat Meranti untuk selalu menjaga rumah maupun lahan dari bahaya kebakaran. Jangan lupa mematikan kompor saat meninggalkan rumah dan perhatikan peralatan serta instalasi listrik yang dapat memicu kebakaran. Semoga kita semua senantiasa dilindungi Allah SWT,” kata H. Asmar."****






LIPUTAN        :     NUR
EDITOR           :     REDAKSI 
Bupati Asmar Sambut Empat Wakil Riau Asal Meranti Usai Berlaga di MTQ Nasional

Bupati Asmar Sambut Empat Wakil Riau Asal Meranti Usai Berlaga di MTQ Nasional







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     – 
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menyambut kedatangan empat putra-putri terbaik daerah yang menjadi utusan Provinsi Riau pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.


Penyambutan berlangsung di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Senin (21/9/2026). Bupati Asmar hadir bersama Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Asisten I, Staf Ahli Bupati, Sekretaris Satpol PP, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Kepala Bagian Kesra serta Kepala Bagian Prokopim.


Empat peserta tersebut merupakan putra-putri asal Kepulauan Meranti yang dipercaya memperkuat kafilah Provinsi Riau dalam ajang MTQ Nasional XXXI yang digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah.


Mereka yakni M. Habibulhaq Al Hanif yang tampil pada cabang hafalan 30 juz dan tafsir Al-Qur'an bahasa Arab, Rizki Arya Dinata pada cabang tilawah anak-anak putra, Bunga Indah Mustika pada cabang tilawah remaja putri, serta Nur Syahfatin pada cabang tilawah anak-anak putri.


Dalam ajang tersebut, M. Habibulhaq Al Hanif berhasil meraih Juara Harapan III pada cabang 30 juz dan tafsir bahasa Arab. Prestasi tersebut menambah catatan panjang kiprahnya di tingkat nasional maupun internasional.


Sebelumnya, Habibulhaq juga menjadi utusan Indonesia pada MHQ Internasional Al Malik Abdul Aziz Addauliyah di Mekkah, Arab Saudi, tahun 2026, dan berhasil menempati peringkat keenam. Prestasi itu menjadi salah satu capaian yang membanggakan bagi Kepulauan Meranti.


Sementara itu, Rizki Arya Dinata berhasil meraih Juara III pada cabang tilawah anak-anak putra. Dua peserta lainnya, Bunga Indah Mustika dan Nur Syahfatin, turut membawa nama Meranti dengan tampil pada cabang tilawah remaja putri dan tilawah anak-anak putri.


Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh peserta yang telah berjuang membawa nama Provinsi Riau sekaligus mengharumkan daerah asal mereka.


"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada anak-anak kita yang telah berjuang dengan sungguh-sungguh. Kalian tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama keluarga, daerah dan Provinsi Riau," ujar Asmar.


Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Kepulauan Meranti memiliki potensi besar dalam bidang Al-Qur'an apabila mendapatkan pembinaan dan dukungan yang berkelanjutan.


Asmar juga berpesan agar prestasi yang telah diraih tidak berhenti pada satu ajang perlombaan. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendorong pembinaan generasi muda agar semakin banyak qari, qariah dan hafiz-hafizah asal Meranti yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional.


"Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian terhadap pembinaan anak-anak kita di bidang Al-Qur'an," katanya.


Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sebelumnya juga memberikan dukungan kepada keempat peserta tersebut sebelum berangkat ke MTQ Nasional XXXI 2026. 


Dengan capaian tersebut, Pemkab Kepulauan Meranti berharap pembinaan terhadap generasi Qurani dapat terus diperkuat sehingga melahirkan lebih banyak talenta yang mampu mengukir prestasi di tingkat nasional hingga internasional."****






LIPUTAN        :      NUR
EDITOR           :      REDAKSI 
Carut Marut Data Lansia di Kepulauan Meranti, Kelurahan Dinilai Terjebak Data Lama

Carut Marut Data Lansia di Kepulauan Meranti, Kelurahan Dinilai Terjebak Data Lama






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Persoalan bantuan sosial bagi lanjut usia (lansia) di Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali menjadi sorotan. Hasil investigasi Wartawan Media ini di lapangan menemukan fakta bahwa masih banyak lansia yang tercecer dan tidak tersentuh bantuan sosial.


Ironisnya, ketika dikonfirmasi, pihak kelurahan terkesan masih berpatokan pada data lama dan sepenuhnya bergantung pada pendataan dari penyuluh kementerian.


Konfirmasi dilakukan langsung oleh Wartawan Media ini, Senin (22/09/2026) di Kantor Kelurahan Selatpanjang Selatan. Lurah tidak berada di tempat, dan konfirmasi diterima oleh Sekretaris Kelurahan, Suryadi.


Saat ditanya mengenai mekanisme pendataan bantuan sosial, Suryadi menjelaskan bahwa pendataan dilakukan oleh penyuluh dari kementerian terkait, dan data tersebutlah yang menjadi acuan pihak kelurahan dalam penyaluran bantuan.


Pendataan buat seluruh bantuan sosial untuk masyarakat itu dilakukan oleh penyuluh dari kementerian untuk mendata, dan berdasar data itulah sebagai acuan kami," ujar Suryadi 


Namun, fakta di lapangan berbanding terbalik.  menemukan sejumlah lansia yang secara ekonomi sudah tidak produktif lagi, namun tidak pernah terdata sebagai penerima bantuan.


Menjawab hal tersebut, Wartawan Media ini  mempertanyakan indikasi bahwa bantuan yang disalurkan diduga masih menyasar keluarga RT/RW atau orang dekat kelurahan, serta mempertanyakan apakah Lurah tidak memiliki hak untuk turun langsung (extra kerja) mendata warganya tanpa hanya menerima laporan RT/RW di atas meja kantor.


Suryadi mengakui bahwa Lurah memiliki hak penuh untuk itu.


Lurah punya hak untuk itu," tegasnya singkat.


Persoalan ini sejatinya adalah persoalan klasik jebakan data statis. Penggunaan data lama tanpa pembaruan periodik (updating data) menjadi akar masalah ketimpangan sosial.


Jika ditarik secara demografis, seorang warga yang pada tahun 2010 berusia 50 tahun, secara kategori masih berada pada usia produktif. Pada usia tersebut, mereka masih mampu bekerja, membangun rumah, dan memiliki simpanan ekonomi yang cukup.


Namun 16 tahun berselang, pada tahun 2026 ini, usia mereka telah menginjak 66 tahun. Secara regulasi, usia tersebut telah masuk dalam kategori lanjut usia (lansia). Secara fisik, kemampuan untuk bekerja sudah tidak kuat lagi. Secara ekonomi, hasil yang mereka kumpulkan semasa usia produktif tentu akan semakin menipis dari hari ke hari untuk kebutuhan hidup sehari-hari.


Jika pendataan masih menggunakan basis data lama yang tidak pernah diverifikasi faktual secara door to door, maka secara sistemik, negara telah mengabaikan kelompok rentan yang baru muncul ini.


Fenomena ini tidak hanya terjadi di Selatpanjang Selatan, tetapi diduga terjadi di hampir setiap kelurahan yang masih mengandalkan laporan administratif RT/RW tanpa verifikasi faktual ke lapangan.


Ditunggu Gebrakan Lurah


Kini, publik menanti gebrakan nyata dari Lurah Selatpanjang Selatan untuk tidak hanya menunggu laporan di atas meja kantor. Dibutuhkan political will dan kerja ekstra untuk turun langsung menyisir masyarakat, memverifikasi data lama, dan memastikan tidak ada satu pun lansia yang terabaikan di wilayahnya.


Prinsip, Menjemput Bola Bukan Menunggu Bola" harus benar-benar diimplementasikan dalam pelayanan publik di tingkat kelurahan."****







LIPUTAN         :      SANUSI
EDITOR            :      REDAKSI

Senin, 21 September 2026

LAMR Kepulauan Meranti Gelar Tepung Tawar Kenang Jasa Tim Mabes TNI Tangani Karhutla

LAMR Kepulauan Meranti Gelar Tepung Tawar Kenang Jasa Tim Mabes TNI Tangani Karhutla






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Majelis Tepung Tawar Tamu Kehormatan sekaligus penyerahan Anugerah Kenangan Jasa kepada Laksamana Pertama TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S., beserta rombongan Tim Mabes TNI.


Prosesi adat tersebut berlangsung khidmat di Balai Adat LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang, Senin (21/9/2026).


Kegiatan itu menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih masyarakat Melayu Kepulauan Meranti atas dedikasi Tim Mabes TNI selama menjalankan tugas, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Riau.


Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Asisten III Setdakab Meranti Atan Ibrahim, M.Pd., Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., Datok Timbalan Adat LAMR Meranti Drs. Idham Syuib, Danramil 02 Tebing Tinggi Kapten A. RH Efri Hardin Nasution beserta jajaran, rombongan Mabes TNI, serta para datuk dan puan pengurus LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti.


Prosesi dimulai dengan pemasangan tanjak kepada tamu kehormatan, dilanjutkan Tepuk Tepung Tawar di pelaminan adat LAMR dan penyerahan Anugerah Kenangan Jasa.


Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Laksamana Pertama TNI dr. Imam Hidayat beserta tim yang telah menjalankan tugas penanganan karhutla di Meranti.


Menurutnya, persoalan kerusakan lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan serta abrasi, menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.


“Terima kasih kami ucapkan kepada Laksma TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S. Kami memberikan apresiasi karena telah berjibaku memadamkan api, khususnya di Meranti dan umumnya di Riau,” ujar Datuk Seri Afrizal Cik.


Ia menyebut, karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai persoalan bagi kesehatan masyarakat.


“Karena itu, inilah yang kami apresiasi kepada Laksma dan tim. Kami memang membutuhkan kehadiran Tuan Laksamana di sini, termasuk edukasi-edukasi dalam upaya penanganan karhutla,” katanya.


Datuk Seri Afrizal Cik juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan rombongan Mabes TNI ke Balai Adat LAMR Meranti. 


Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap masyarakat sekaligus penghormatan terhadap adat dan budaya Melayu di Kepulauan Meranti.


“Kami juga mohon maaf apabila dalam memberikan pelayanan masih ada kekurangan. Dalam waktu yang singkat ini kami berupaya memberikan yang terbaik. Ibarat kata pepatah Melayu, ‘Tak ada rotan, akar pun jadi’,” ucapnya.


Pemkab Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat


Sementara itu, Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti Atan Ibrahim, M.Pd., yang mewakili Bupati Meranti, menyampaikan salam dan permohonan maaf Bupati yang belum dapat hadir secara langsung karena sedang menyambut kepulangan peserta MTQ Provinsi Riau.


Atan menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kepada Tim Mabes TNI atas dukungan dan perhatian dalam penanganan karhutla di daerah tersebut.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Pemerintah Pusat kepada daerah kami,” ujarnya.


Menurut Atan, kunjungan dan penugasan Tim Mabes TNI di Meranti memiliki arti penting, tidak hanya dalam penanganan karhutla, tetapi juga dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.


“Kami berharap kunjungan ini semakin memperkuat sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mencegah dan menangani karhutla secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan,” katanya.


Ia mengajak seluruh pihak bersama-sama menjaga lingkungan dan wilayah Kepulauan Meranti.


“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Mari kita bersama-sama menjaga bumi Melayu ini agar tetap aman, nyaman dan lestari untuk generasi yang akan datang,” ungkapnya.


Atan kemudian menutup sambutannya dengan pantun:


Pergi ke hutan mencari rotan,
Rotan dibawa ke tanah seberang.
Mari bersama kita tingkatkan penanganan,
Agar Meranti aman, masyarakat pun tenang.


Imam Hidayat: Tepung Tawar Menjadi Doa dan Restu


Laksamana Pertama TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S., menyampaikan rasa terima kasih kepada LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti atas sambutan dan penghormatan yang diberikan kepada dirinya bersama Tim Mabes TNI.


Menurutnya, prosesi Tepung Tawar yang diberikan LAMR menjadi sebuah kehormatan sekaligus doa dan restu dalam menjalankan tugas selanjutnya.


“Terima kasih kepada LAMR Meranti atas sambutannya kepada tim kami di Kabupaten Kepulauan Meranti. Ini sungguh luar biasa, terutama ucapan terima kasih yang tiada kiranya kepada Datuk Seri Afrizal Cik. Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami, khususnya saya dan tim penanganan karhutla yang langsung menerima mandat dari Panglima TNI,” kata Imam.


Ia juga menyampaikan terima kasih atas nama Panglima TNI kepada seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah daerah yang telah mendukung pelaksanaan tugas selama lebih dari satu bulan di Meranti.


“Atas nama Bapak Panglima TNI, kami mengucapkan terima kasih atas sambutan dan layanan selama kami bertugas lebih dari satu bulan,” ujarnya.


Imam mengakui medan tugas di Kepulauan Meranti memiliki tantangan tersendiri. Namun, menurutnya, berbagai pengalaman selama berada di daerah tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas penanggulangan karhutla.


“Walaupun medan tugas di Meranti ini sangat berat, kami mengambil banyak pengalaman dalam upaya melancarkan tugas mulia dalam tahapan penanggulangan. Alhamdulillah, Meranti sangat baik dan ini bukan hanya kerja kami, tetapi kerja kita semua,” katanya.


Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian karhutla merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah hingga masyarakat.


“Penanggulangan dan pemadaman ini adalah keberhasilan kita bersama. Terima kasih juga kepada Ketua Adat Melayu Datuk Seri Afrizal Cik dan jajaran. Kami mengakui bahwa ini merupakan salah satu dasar kejayaan di daerah ini,” ungkapnya.


Imam juga memberikan apresiasi terhadap keramahan masyarakat Meranti selama dirinya dan tim menjalankan tugas.


“Saya baru lebih dari satu bulan di Kabupaten Kepulauan Meranti, tetapi luar biasa pelayanan, keramahan, sopan santun dan tata kramanya. Saya mengucapkan terima kasih,” tuturnya.


Menurut Imam, prosesi Tepung Tawar yang dilakukan LAMR bukan sekadar seremoni adat, melainkan memiliki makna spiritual berupa doa dan restu bagi dirinya serta tim dalam melanjutkan tugas.


“Prosesi Tepung Tawar ini bukan hanya sebagai adat, tetapi merupakan doa buat kami untuk bertugas ke depannya. Doa dan keberkahan ini akan kami bawa di mana pun kami bertugas,” katanya.


Ia berkomitmen menjaga amanah yang diberikan dan terus membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam setiap penugasan.


“Insyaallah amanah ini kami jaga di mana kami bertugas, bersinergi, mengayomi dan mengamankan. Kami juga mohon doa restunya karena kami mohon pamit kembali ke Markas Besar TNI untuk menunggu penugasan lebih lanjut,” ujar Imam.


Menutup sambutannya, Imam menyampaikan pantun:


Air tepung tawar harum baunya,
Daun setawar penyejuk jiwa.
Doa dan restu dari tetua adat Melayu dan masyarakatnya,
Yang kami cintai sudah kami semat di dada.


Prosesi Tepung Tawar tersebut kemudian menjadi simbol penghormatan, doa dan ungkapan terima kasih LAMR serta masyarakat Kepulauan Meranti kepada Tim Mabes TNI atas pengabdian selama menjalankan tugas penanganan karhutla di wilayah tersebut."****






LIPUTAN        :     REDAKSI
EDITOR           :     REDAKSI
Tepung Tawar LAMR Kepulauan Meranti untuk Laksma Imam Hidayat: Terima Kasih Telah Hadir Tangani Karhutla

Tepung Tawar LAMR Kepulauan Meranti untuk Laksma Imam Hidayat: Terima Kasih Telah Hadir Tangani Karhutla






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,   -
Suasana khidmat menyelimuti Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (21/9/2026).


Di tempat itu, LAMR Kepulauan Meranti memberikan penghormatan khusus kepada Laksamana Pertama TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S., beserta rombongan Tim Mabes TNI melalui prosesi Majelis Tepung Tawar Tamu Kehormatan dan penyerahan Anugerah Kenangan Jasa.


Prosesi adat tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi Laksma Imam Hidayat bersama tim selama lebih dari satu bulan menjalankan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Bukan sekadar seremoni adat, Tepung Tawar yang diberikan LAMR dimaknai sebagai doa, restu dan ungkapan terima kasih masyarakat Melayu kepada para prajurit yang telah menjalankan tugas di tengah beratnya medan karhutla.


Kegiatan berlangsung di Balai Adat LAMR Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang, dan dihadiri Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Asisten III Setdakab Meranti Atan Ibrahim, M.Pd., Ketua Umum DPH LAMR Kepulauan Meranti Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., Datok Timbalan Adat LAMR Meranti Drs. Idham Syuib, Danramil 02 Tebing Tinggi Kapten A. RH Efri Hardin Nasution beserta jajaran, rombongan Mabes TNI, serta para datuk dan puan pengurus LAMR.


Prosesi diawali dengan pemasangan tanjak kepada tamu kehormatan, kemudian dilanjutkan dengan Tepuk Tepung Tawar di pelaminan adat LAMR dan penyerahan Anugerah Kenangan Jasa.


LAMR: Kami Memang Butuh Kehadiran Tuan Laksamana


Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti Datuk Seri Afrizal Cik menyampaikan penghargaan tinggi kepada Laksma Imam Hidayat dan seluruh Tim Mabes TNI yang telah terlibat langsung dalam penanganan karhutla di Meranti.


Ia mengatakan, persoalan lingkungan di Kepulauan Meranti bukan perkara sederhana. Selain karhutla, wilayah pesisir tersebut juga menghadapi ancaman abrasi yang berdampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.


“Terima kasih kami ucapkan kepada Laksma TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S. Kami memberikan apresiasi karena telah berjibaku memadamkan api, khususnya di Meranti dan umumnya di Riau,” ujar Datuk Seri Afrizal Cik.


Menurutnya, karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Karena itu, kehadiran Tim Mabes TNI di Meranti dinilai memberikan arti penting, baik dalam penanganan kebakaran maupun penguatan edukasi kepada masyarakat.


“Kami memang membutuhkan kehadiran Tuan Laksamana di sini. Kami berterima kasih atas jasa dan peran yang telah dilakukan selama menjalankan tugas di daerah ini. Kami juga membutuhkan edukasi-edukasinya,” katanya.


Datuk Seri Afrizal Cik juga mengapresiasi kunjungan rombongan Mabes TNI ke Balai Adat LAMR Meranti.


Menurutnya, kunjungan tersebut bukan hanya berkaitan dengan tugas kedinasan, tetapi sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap keberadaan adat dan budaya Melayu di Kepulauan Meranti.


“Kami juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan rombongan Mabes TNI ke Balai Adat LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti. Ini menjadi tanda turut peduli terhadap kelestarian adat dan budaya di daerah kami,” ujarnya.


Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf apabila pelayanan yang diberikan selama kunjungan masih terdapat kekurangan.


“Dalam waktu yang singkat ini kami berupaya memberikan yang terbaik. Ibarat kata pepatah Melayu, tak ada rotan, akar pun jadi,” ucapnya.


Pemkab Meranti: Karhutla Harus Ditangani Bersama


Sementara itu, Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti Atan Ibrahim, M.Pd., yang mewakili Bupati Meranti, menyampaikan salam dan permohonan maaf Bupati yang belum dapat hadir karena sedang menyambut kepulangan peserta MTQ Provinsi Riau.


Atan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Laksma Imam Hidayat beserta Tim Mabes TNI atas perhatian dan dukungan dalam penanganan karhutla.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Pemerintah Pusat kepada daerah kami,” kata Atan.


Menurutnya, penugasan Tim Mabes TNI di Meranti memiliki arti penting dalam memperkuat sinergi penanganan karhutla sekaligus mendukung aspek pertahanan dan keamanan di wilayah terluar Indonesia.


“Kami berharap kunjungan ini semakin memperkuat sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam mencegah dan menangani karhutla secara cepat, terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya.


Atan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan Kepulauan Meranti.


“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Mari kita bersama-sama menjaga bumi Melayu ini agar tetap aman, nyaman dan lestari untuk generasi yang akan datang,” katanya.


Ia menutup sambutannya dengan pantun:
Pergi ke hutan mencari rotan,
Rotan dibawa ke tanah seberang.
Mari bersama kita tingkatkan penanganan,
Agar Meranti aman, masyarakat pun tenang.


Laksma Imam: Ini Bukan Hanya Kerja Kami, Tapi Kerja Kita Semua


Mendapat penghormatan melalui prosesi adat Tepung Tawar, Laksma TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S., mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan LAMR Meranti.


Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran LAMR, pemerintah daerah, TNI, Polri dan masyarakat yang telah memberikan dukungan selama Tim Mabes TNI menjalankan tugas.


“Terima kasih kepada LAMR Meranti atas sambutannya kepada tim kami di Kabupaten Kepulauan Meranti. Ini sungguh luar biasa. Terutama kepada Datuk Seri Afrizal Cik, ini suatu kehormatan bagi kami,” ujar Imam.


Ia menjelaskan bahwa dirinya bersama tim menjalankan tugas penanganan karhutla berdasarkan mandat Panglima TNI.


“Atas nama Bapak Panglima TNI, kami mengucapkan terima kasih atas sambutan dan layanan selama kami bertugas lebih dari satu bulan,” katanya.


Imam mengakui medan tugas di Kepulauan Meranti memiliki tantangan tersendiri. Namun, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas penanggulangan karhutla.


“Walaupun medan tugas di Meranti ini sangat berat, kami mengambil banyak pengalaman dalam upaya melancarkan tugas mulia dalam tahapan penanggulangan,” ujarnya.


Ia menegaskan, pengendalian karhutla di Meranti bukanlah hasil kerja satu institusi.


“Alhamdulillah, Meranti sangat baik. Dan ini bukan hanya kerja kami, tapi kita semua. Penanggulangan dan pemadaman sehingga Meranti tidak ada lagi titik apinya,” ungkap Imam.


Ia juga memberikan apresiasi kepada Datuk Seri Afrizal Cik beserta jajaran LAMR yang dinilainya turut menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan penanganan karhutla di daerah tersebut.


“Kami mengakui ini merupakan dasar kejayaan di daerah ini,” katanya.


Selama lebih dari satu bulan berada di Meranti, Imam mengaku mendapatkan kesan mendalam terhadap masyarakat setempat.


“Saya baru satu bulan lebih di Kabupaten Kepulauan Meranti, luar biasa pelayanan, ramah tamah, sopan santun dan tata kramanya. Saya mengucapkan terima kasih,” tuturnya.


Tepung Tawar Jadi Bekal Doa Sebelum Kembali ke Mabes TNI


Bagi Imam, prosesi Tepung Tawar yang dilakukan LAMR memiliki makna lebih dari sekadar tradisi adat.


Ia memandang prosesi tersebut sebagai doa dan restu sebelum kembali melanjutkan pengabdian pada penugasan berikutnya.


“Prosesi Tepung Tawar ini bukan sekadar adat, tetapi doa buat kami untuk bertugas ke depannya. Doa dan keberkahan ini akan kami bawa di mana kami bertugas,” kata Imam.


Ia berjanji akan menjaga amanah yang diberikan dan terus mengedepankan sinergi dalam setiap penugasan.


“Insyaallah amanah ini kami jaga di mana kami bertugas, bersinergi, mengayomi dan mengamankan,” ujarnya.


Imam kemudian menyampaikan bahwa dirinya bersama tim akan kembali ke Markas Besar TNI sembari menunggu penugasan selanjutnya.


“Kami mohon doa restunya karena kami mohon pamit kembali ke Markas Besar TNI untuk menunggu penugasan lebih lanjut,” katanya.


Sebelum mengakhiri sambutan, Imam menyampaikan sebuah pantun yang sekaligus menjadi penutup penuh makna dari prosesi Tepung Tawar tersebut:


Air tepung tawar harum baunya,
Daun setawar penyejuk jiwa.
Doa dan restu dari tetua adat Melayu dan masyarakatnya,
Yang kami cintai sudah kami semat di dada.


Prosesi tersebut pun menjadi simbol perpisahan yang sarat makna penghormatan dari masyarakat Melayu Kepulauan Meranti kepada para prajurit yang telah bertugas, sekaligus doa agar pengabdian mereka di tempat berikutnya senantiasa mendapat keselamatan dan keberkahan."****






LIPUTAN        :     REDAKSI
EDITOR           :     REDAKSI
LAMR Kepulauan Meranti Gelar Sembang Budaya, Kupas Tata Adat Pengantin Melayu untuk Juru Andam dan Guru Muatan Lokal Budaya Melayu

LAMR Kepulauan Meranti Gelar Sembang Budaya, Kupas Tata Adat Pengantin Melayu untuk Juru Andam dan Guru Muatan Lokal Budaya Melayu






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,     -
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Sembang Budaya Tata Adat Pengantin Melayu di Balai Adat LAMR Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang, Ahad (20/9/2026).


Kegiatan yang mengangkat tema “Adab Buka Pintu, Tata Sambut Pantun dan Tepung Tawar” tersebut menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat pemahaman sekaligus melestarikan tata adat dan budaya Melayu, khususnya dalam rangkaian adat perkawinan Melayu Riau.


Sembang Budaya dibuka oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si.


Kegiatan tersebut turut diikuti para Juru Andam serta guru-guru Muatan Lokal (Mulok) Budaya Melayu di Kecamatan Tebingtinggi. Pelaksanaannya juga bekerja sama dengan PGRI Kecamatan Tebingtinggi.


Dalam kesempatan tersebut, Ketua PGRI Kecamatan Tebingtinggi, Hj. Nuryaningsih, S.Pd., menyampaikan sambutan pembuka dan menekankan pentingnya sinergi antara lembaga adat dan dunia pendidikan dalam menjaga keberlangsungan budaya Melayu.


Sementara itu, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Asnawi Nazar, S.Pi., tampil sebagai narasumber utama.


Menggali Makna di Balik Tata Adat Perkawinan Melayu


Dalam pemaparannya, Datuk Seri Asnawi Nazar menjelaskan bahwa adat perkawinan Melayu bukan sekadar rangkaian seremoni. Di dalamnya terdapat nilai-nilai kehidupan yang berkaitan dengan adab, doa, penghormatan kepada orang tua, marwah keluarga, silaturahmi serta kehidupan bermasyarakat.


Ia memaparkan bahwa rangkaian adat sebelum perkawinan antara lain meliputi merisik, merasi, meminang, mengantar tanda dan hantaran belanja.


Merisik merupakan proses untuk mengetahui keadaan calon pengantin, baik melalui keluarga maupun orang-orang terdekat. Selanjutnya terdapat proses merasi untuk menakar keserasian kedua calon.


Apabila proses tersebut berjalan baik dan calon perempuan belum berpunya, maka dilanjutkan dengan prosesi meminang.


Tahapan berikutnya adalah mengantar tanda. Dalam prosesi tersebut, pihak keluarga laki-laki membawa tepak sirih, bunga rampai, cincin ikatan dan sejumlah barang pengiring.


Pada kesempatan itu, kedua keluarga juga membicarakan waktu pelaksanaan hantaran belanja, hari pernikahan serta berbagai kesepakatan yang berkaitan dengan pelaksanaan perkawinan.


Sementara itu, dalam rangkaian saat perkawinan, terdapat sejumlah prosesi adat, antara lain menegak bangsal, menggantung, berinai, berandam, mandi tolak bala, akad nikah, tepung tawar, khatam Al-Qur’an, bersanding, makan beradab dan mandi taman.


Tepung Tawar Sarat Makna


Salah satu materi yang mendapat perhatian dalam Sembang Budaya adalah prosesi tepung tawar.


Datuk Seri Asnawi menjelaskan, tepung tawar memiliki makna sebagai bentuk doa dan restu bagi keselamatan serta keberkahan pengantin dalam menjalani kehidupan berumah tangga.


Berbagai perlengkapan yang digunakan dalam prosesi tersebut juga memiliki makna simbolis.


Tepung atau bedak melambangkan ketenangan dalam menghadapi kehidupan. Beras kunyit berkaitan dengan kemurahan rezeki, kemuliaan, marwah dan kesuburan. Sementara beras basuh melambangkan kesucian diri, kebersihan hati serta pemutihan niat dalam menjalani kehidupan.


Bunga rampai dimaknai sebagai keharuman nama dan marwah keluarga, kekompakan serta keberagaman. Sedangkan air percung melambangkan kesejukan dan kesucian hati.


Dalam prosesi tepung tawar, pejawat atau pihak yang melakukan penepukan dapat berasal dari unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun imam atau ustaz yang memimpin doa.


Setelah prosesi tepung tawar, rangkaian adat dapat dilanjutkan dengan al-Barzanji, serakal atau bardah, sesuai dengan tradisi yang dilaksanakan.


Adab Buka Pintu dan Tata Sambut Pantun


Selain tepung tawar, Sembang Budaya juga membahas adab buka pintu dan tata sambut pantun sebagai bagian dari tata cara penyambutan dalam adat perkawinan Melayu.


Dalam tradisi Melayu, penyambutan rombongan pengantin maupun tamu tidak dilakukan secara sembarangan. Terdapat tata cara, bahasa, sikap dan penggunaan pantun yang mencerminkan sopan santun serta penghormatan terhadap tamu dan keluarga yang datang.


Adab tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pantun dalam budaya Melayu bukan hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media komunikasi yang mengandung pesan, penghormatan dan nilai-nilai kesantunan.


Juru Andam dan Guru Punya Peran Strategis


Kehadiran Juru Andam dan guru Muatan Lokal Budaya Melayu menjadi bagian penting dalam Sembang Budaya tersebut.


Juru Andam memiliki keterkaitan langsung dengan pelaksanaan berbagai prosesi adat perkawinan. Sementara guru Muatan Lokal memiliki peran dalam memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai budaya Melayu kepada generasi muda melalui lingkungan pendidikan.


Karena itu, penguatan pemahaman terhadap tata adat dinilai penting agar pengetahuan budaya tidak berhenti pada pelaksanaan seremoni, tetapi dapat diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi berikutnya.


Datuk Seri Asnawi juga memaparkan sejumlah tahapan pasca-pernikahan, di antaranya sujud sembah kepada mertua dan hari berkunjung.


Sujud sembah merupakan bentuk penghormatan kepada orang tua dan keluarga. Sementara hari berkunjung menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan pasangan pengantin kepada keluarga dan orang-orang yang dituakan.


Makna Makan Beradab dan Mandi Taman


Makan beradab antara lain menjadi bagian dari pendidikan bagi pasangan pengantin mengenai hubungan dalam rumah tangga sekaligus penghormatan kepada orang tua.


Sedangkan mandi taman dimaknai sebagai permohonan kepada Allah SWT agar pasangan pengantin memperoleh keberkahan, keselamatan dan kebahagiaan dalam kehidupan dunia dan akhirat.


Adat Melayu Harus Dipahami, Bukan Sekadar Dilaksanakan


Melalui Sembang Budaya tersebut, LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti bersama PGRI Kecamatan Tebingtinggi mempertemukan unsur adat dan pendidikan dalam satu ruang pembelajaran budaya.


Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman para Juru Andam dan guru terhadap tata adat pengantin Melayu sekaligus memperluas ruang pewarisan pengetahuan budaya kepada generasi muda.


Dengan demikian, adat Melayu tidak hanya dipertahankan sebagai rangkaian seremoni dalam sebuah perkawinan, tetapi juga tetap hidup melalui pemahaman terhadap adab, sopan santun, penghormatan kepada orang tua, silaturahmi, doa, marwah keluarga dan nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya.


Sembang Budaya tersebut menjadi salah satu langkah LAMR Kepulauan Meranti dalam menjaga agar warisan adat Melayu tetap dipahami, diamalkan dan diwariskan dari generasi ke generasi."****






LIPUTAN       :    RED
EDITOR          :    REDAKSI
Komunitas Pelari Kampong Sukses Gelar POCARI SWEAT Run Indonesia 2026 di Selatpanjang

Komunitas Pelari Kampong Sukses Gelar POCARI SWEAT Run Indonesia 2026 di Selatpanjang






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    — 
Suasana Minggu (20/9/2026) pagi di Selatpanjang berlangsung semarak. Ratusan pelari dari berbagai kalangan memadati pelataran Tetra Coffee, Grand Meranti Hotel, untuk mengikuti Mini Offline POCARI SWEAT Run Indonesia 2026 Selatpanjang Series.


Perhelatan yang digelar Komunitas Pelari Kampong tersebut merupakan bagian dari rangkaian Mini Offline Pocari Sweat Run Indonesia 2026 yang berlangsung serentak di sekitar 132 kota di Indonesia pada hari yang sama.


Mengusung konsep fun run, kegiatan ini terbuka bagi anggota komunitas, pelari dari komunitas lain, maupun masyarakat umum. Ketua Komunitas Pelari Kampong, Candra, mengatakan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan diperkirakan mencapai sekitar 150 pelari, termasuk peserta yang hadir tanpa melakukan registrasi sebelumnya.


“Kalau dihitung teman-teman yang ikut dengan dan tanpa registrasi, diperkirakan sekitar 150 pelari yang ikut berlari pagi ini. Sebagian lainnya juga ikut menyemarakkan kegiatan secara berkelompok di luar barisan utama,” ujarnya.


Peserta dapat memilih tiga kategori jarak, yakni 3 kilometer, 5 kilometer, dan 10 kilometer. Kegiatan ini tidak menerapkan sistem podium maupun pengalungan medali karena dikemas sebagai ajang lari bersama yang mengutamakan kebugaran, pengalaman, dan kebersamaan.


Candra mengatakan keterlibatan berbagai kalangan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Komunitas Pelari Kampong untuk memperkenalkan olahraga lari kepada masyarakat secara lebih luas.


“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus mendorong masyarakat untuk gemar berolahraga. Lari bukan hanya soal mengejar waktu, tetapi juga menjaga kesehatan dan membangun silaturahmi,” katanya.


Melalui kegiatan tersebut, Selatpanjang turut menjadi bagian dari ajang Pocari Sweat Run Indonesia 2026. Bagi Komunitas Pelari Kampong, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarpelari dan mendorong semakin berkembangnya olahraga lari di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, didampingi Kasat Reskrim IPTU M. Iqbalul Fikri beserta jajaran kepolisian setempat.


Para peserta kemudian menyelesaikan rute masing-masing dengan penuh semangat. Kegiatan berlangsung dalam suasana meriah dan hangat, sekaligus memperlihatkan antusiasme masyarakat Selatpanjang terhadap olahraga lari."****





LIPUTAN       :       REDAKSI
EDITOR         :       REDAKSI