Senin, 14 September 2026

Hari Pramuka ke-65, Bupati Meranti Dorong Generasi Muda Kreatif dan Mandiri Dukung Swasembada Pangan

Hari Pramuka ke-65, Bupati Meranti Dorong Generasi Muda Kreatif dan Mandiri Dukung Swasembada Pangan






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar memimpin upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Senin (14/9/2026).

Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Ketua DPRD, Kapolres, Kajari, Danlanal Dumai/Dan Pos TNI AL Selatpanjang, Dandim 0303 Bengkalis/Danramil 02 Tebing Tinggi, Kepala Kantor Kementerian Agama, Sekretaris Daerah, Ketua Pengadilan Negeri Selatpanjang, Ketua Pengadilan Agama Selatpanjang, para asisten dan staf ahli bupati, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam amanatnya, Asmar menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026. Ia mengatakan, perjalanan 65 tahun Gerakan Pramuka telah diwarnai pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia.

"Gerakan Pramuka telah berperan membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta tanah air yang kokoh dan kuat," ujar Asmar.

Menurutnya, dari generasi ke generasi, Gerakan Pramuka telah melahirkan berbagai tokoh yang mengabdikan diri bagi bangsa dan negara, mulai dari pemimpin, pendidik, ilmuwan, aparatur negara, tokoh masyarakat, wirausahawan hingga relawan kemanusiaan.

Ia menilai nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma yang menjadi pedoman anggota Pramuka mampu membentuk pribadi tangguh dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.

Karena itu, kata Asmar, Hari Pramuka tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kesempatan tersebut, Asmar juga menyoroti tema Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional ke-12 Tahun 2026, yakni "Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan."

Menurutnya, tema tersebut sejalan dengan komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, khususnya penguatan swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari ketahanan dan kemandirian nasional.

"Swasembada pangan bukan semata persoalan tanam-menanam. Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya," jelasnya.

Asmar mengatakan, pendidikan kepramukaan perlu terus diarahkan untuk menumbuhkan budaya produktif dan kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan.

Selain itu, anggota Pramuka diharapkan memiliki kepedulian terhadap lingkungan, mampu memanfaatkan teknologi tepat guna, serta memiliki semangat kewirausahaan sejak usia muda.

"Proses pendidikan kepramukaan terus berkembang dari learning by doing menjadi learning, creating, and solving, yaitu belajar, mencipta, dan menyelesaikan persoalan nyata," katanya.

Asmar juga mengingatkan bahwa generasi muda saat ini tumbuh di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Perubahan iklim, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), dinamika geopolitik, serta persoalan ketahanan pangan dan energi menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Di sisi lain, generasi muda juga menghadapi berbagai persoalan sosial, seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran hoaks, perjudian daring, hingga menurunnya kepedulian sosial.

Menurut Asmar, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan tersebut tanpa kehilangan karakter dan jati diri.

"Teknologi memberikan kemampuan yang semakin besar, sedangkan karakter memberikan arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan," tegasnya.

Ia juga mendorong kegiatan kepramukaan agar semakin banyak menyentuh persoalan lingkungan dan kehidupan masyarakat. Pramuka dapat dilibatkan dalam pengelolaan sampah, efisiensi sumber daya, pemanfaatan energi bersih, hingga pengembangan potensi lokal untuk mendukung kehidupan berkelanjutan.

Asmar berharap kegiatan kepramukaan tidak berhenti pada pengalaman, tetapi mampu memberikan wawasan, keterampilan, kedisiplinan, keberanian mencoba, serta gagasan yang dapat dikembangkan di gugus depan, sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Ia mendorong pengalaman tersebut diwujudkan melalui kegiatan nyata sesuai potensi daerah, seperti menanam pangan, mengelola lingkungan, mengembangkan usaha, memanfaatkan teknologi, membantu masyarakat, serta menciptakan berbagai inovasi.

"Dengan demikian, Gerakan Pramuka dapat mengambil bagian dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, generasi yang berkarakter, terampil, mandiri, produktif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian untuk bangsa dan negara," ujarnya.

Asmar optimistis pendidikan kepramukaan dapat melahirkan generasi yang berkontribusi di berbagai bidang, termasuk petani dan inovator pangan, ilmuwan, teknolog, wirausahawan, profesional, pemimpin masyarakat, hingga pemimpin bangsa yang berkarakter dan berintegritas.

Di akhir amanatnya, Asmar menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI dan Polri, pembina, pelatih, orang tua, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, relawan, serta seluruh mitra strategis Gerakan Pramuka yang telah mendukung pembinaan generasi muda.

Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat sehingga Gerakan Pramuka semakin memberikan manfaat bagi generasi muda dan kemajuan bangsa.

"Marilah kita jadikan Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperbarui tekad, memperkuat persatuan, memperluas pengabdian, serta meningkatkan kontribusi nyata Gerakan Pramuka bagi bangsa dan negara," pungkasnya.

Asmar menegaskan, Gerakan Pramuka harus terus menjadi kawah candradimuka pembentukan karakter bangsa dan melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian yang tidak pernah padam."****







LIPUTAN       :     NUR
EDITOR          :     REDAKSI
HUT HIMPAUDI ke-21, Bunda PAUD Meranti Dorong Kreativitas Anak melalui Art & Craft

HUT HIMPAUDI ke-21, Bunda PAUD Meranti Dorong Kreativitas Anak melalui Art & Craft







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     – 
Bunda PAUD Kabupaten Kepulauan Meranti, Hj. Ismiatun, membuka Lomba Alat Permainan Edukatif (APE) bagi guru serta Lomba Art & Craft bagi peserta didik dalam rangka memperingati HUT HIMPAUDI ke-21, Minggu (13/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Negeri 1 Tebing Tinggi, Selatpanjang, tersebut mengusung tema “Meningkatkan Kreativitas, Ekspresi dan Keceriaan Anak Melalui Art & Craft”.


Dalam sambutannya, Hj. Ismiatun menyampaikan apresiasi kepada panitia, pendidik dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan anak usia dini.


“Kegiatan Art & Craft bukan sekadar perlombaan untuk mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, keberanian, kemandirian, serta kemampuan motorik anak melalui kegiatan yang menyenangkan,” ujar Ismiatun.


Ia juga berpesan kepada para pendidik dan orang tua agar tidak hanya melihat hasil akhir perlombaan. Menurutnya, proses ketika anak berani mencoba, berusaha, tampil, dan merasa bahagia dalam berkarya jauh lebih penting.


“Kepada seluruh peserta lomba, selamat berkarya dan berlomba. Jangan takut salah, teruslah mencoba dan berkreasi. Tampil dengan percaya diri dan nikmati prosesnya,” pesannya.


Ismiatun berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung lancar dan memberikan pengalaman positif serta berharga bagi seluruh peserta.


Sementara itu, Ketua Panitia, Suprapti, M.Pd., yang juga Kabid Pembinaan PAUD dan PNF, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti 300 peserta didik dari sembilan kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Peserta terbanyak berasal dari Kecamatan Tebing Tinggi sebanyak 179 anak, disusul Tebing Tinggi Barat 24 anak, Rangsang Barat 18 anak, Pulau Merbau 17 anak, Tebing Tinggi Timur 15 anak, Rangsang Pesisir 13 anak, Merbau 13 anak, Tasik Putri Puyu 11 anak, dan Kecamatan Rangsang sebanyak 10 anak."****






SUMBER     :   PROKOPIM KEP.MERANTI
EDITOR       :   REDAKSI
Tahap Akhir Wujudkan Konektivitas Penuh di Provinsi Aceh, Hutama Karya Lakukan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) Tol Sigli–Banda Aceh

Tahap Akhir Wujudkan Konektivitas Penuh di Provinsi Aceh, Hutama Karya Lakukan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) Tol Sigli–Banda Aceh






KabarPesisirNews.Com
ACEH,    – 
Setelah dioperasikan secara fungsional guna mendukung pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh, Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum sepanjang 25 kilometer pada Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) kini memasuki tahapan penting, yakni Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO). ULFO dilaksanakan selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 September 2026, oleh PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perhubungan, dan Korlantas Polri. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur, kelengkapan jalan, serta pemenuhan aspek keselamatan sebelum jalan tol dioperasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.


Tidak sekadar memastikan terpenuhinya standar laik fungsi dan operasi, pelaksanaan ULFO juga mencakup penilaian aspek keselamatan jalan melalui pendekatan Star Rating atau pemeringkatan bintang. Pendekatan berstandar internasional ini digunakan untuk menilai tingkat keselamatan infrastruktur jalan secara komprehensif, termasuk berbagai elemen yang dapat memengaruhi risiko kecelakaan maupun tingkat keparahan apabila terjadi insiden.
Penilaian dilakukan secara terperinci terhadap sejumlah aspek, mulai dari desain geometrik jalan dan tikungan, jarak pandang, pencahayaan, marka dan rambu, hingga kualitas serta penempatan perangkat pengaman jalan. Semakin tinggi peringkat yang diperoleh, semakin baik pula kemampuan infrastruktur jalan dalam membantu meminimalkan risiko kecelakaan fatal bagi pengguna jalan.Penerapan pendekatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Hutama Karya untuk menghadirkan jalan tol yang tidak hanya memenuhi standar teknis, tetapi juga mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan.


Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani mengatakan bahwa pelaksanaan ULFO Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum menjadi momentum penting dalam rangkaian pembangunan Jalan Tol Sigli–Banda Aceh.“Pelaksanaan ULFO pada Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum merupakan tahapan krusial untuk memastikan kesiapan infrastruktur sebelum dioperasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya untuk memastikan terpenuhinya standar teknis serta persyaratan laik fungsi dan operasi, tetapi juga untuk menilai aspek keselamatan dan kualitas jalan tol,” ujar Hamdani.


Lebih lanjut, Hamdani menambahkan bahwa tersambungnya Jalan Tol Sigli–Banda Aceh secara penuh akan memberikan dampak positif terhadap konektivitas dan aktivitas perekonomian di Aceh.


“Dengan dilaksanakannya Uji Laik Fungsi dan Operasi pada Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum, pembangunan Jalan Tol Sibanceh sepanjang 74 kilometer memasuki tahapan akhir untuk dapat tersambung secara penuh. Kami berharap kehadiran jalan tol ini dapat semakin memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, serta menghadirkan akses antarwilayah di Aceh yang lebih cepat dan efisien,” ujar Hamdani.


Sebagai bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera, Tol Sibanceh diharapkan dapat memperkuat konektivitas perjalanan dari Sigli menuju Banda Aceh dan sebaliknya sebagai pusat pemerintahan Provinsi Aceh. Kehadiran jalan tol ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui akses transportasi yang lebih cepat, aman, dan efisien.


Pelaksanaan ULFO pada Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum menandai semakin dekatnya penyelesaian pembangunan Jalan Tol Sigli–Banda Aceh. Setelah seluruh tahapan ULFO dipenuhi dan Sertifikat Laik Operasi diterbitkan, ruas ini semakin dekat untuk dapat segera dioperasikan tanpa tarif terlebih dahulu sebelum nantinya diberlakukan tarif."****






LIPUTAN        :     RED
EDITOR           :     REDAKSI
Satresnarkoba Polres Meranti Ringkus Tiga Pengedar Ekstasi

Satresnarkoba Polres Meranti Ringkus Tiga Pengedar Ekstasi






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    - 
Satresnarkoba Polres Kepulauan Meranti bergerak cepat memburu jaringan peredaran narkotika. Berbekal informasi masyarakat, polisi mengamankan tiga orang yang diduga sebagai pengedar ekstasi dalam pengungkapan di tiga lokasi berbeda, Jumat (11/9/2026) malam.


Ketiga pelaku masing-masing berinisial AF (22), M (30), dan EA (43). Dari penindakan tersebut, polisi menyita lima butir pil ekstasi dengan berat kotor sekitar 2,83 gram serta tiga unit handphone.


Penangkapan pertama dilakukan Tim Opsnal Satresnarkoba sekitar pukul 19.10 WIB di Jalan Masjid, Kelurahan Selatpanjang Kota. AF diamankan petugas. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan lima butir ekstasi yang dikemas dalam plastik klip bening.


Polisi kemudian melakukan pengembangan. Dari pemeriksaan awal, AF mengaku mendapatkan ekstasi tersebut dari M.


"Setelah pelaku pertama diamankan, anggota langsung melakukan pengembangan untuk mengetahui sumber barang dan pihak lain yang terlibat," ujar Kasat Resnarkoba Polres Kepulauan Meranti AKP Jimmy Andre, S.H., M.H., kepada wartawan, Senin (14/9/2026).


Sekitar pukul 19.40 WIB, tim bergerak ke sebuah rumah di Jalan Inpres, Kelurahan Selatpanjang Timur. M berhasil diamankan. Dari pengembangan berikutnya, polisi memperoleh informasi yang mengarah kepada EA.



Tim kembali bergerak menuju sebuah kedai kopi di Jalan Ahmad Yani. EA akhirnya berhasil diamankan petugas.


Selain lima butir ekstasi, polisi turut menyita tiga handphone, masing-masing Redmi 14C, Vivo Y28, dan Nubia A36, yang diamankan dari rangkaian penindakan tersebut.


Hasil tes urine menunjukkan AF dan M positif methamphetamine serta amphetamine. Sementara EA dinyatakan negatif terhadap kedua zat tersebut.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita, S.I.K., melalui AKP Jimmy Andre, menegaskan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya Satresnarkoba memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti.


"Kami masih melakukan pengembangan. Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang berkaitan dengan jaringan ini," tegas Jimmy.


Ketiga tersangka kini diamankan di Mapolres Kepulauan Meranti untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan pidana lainnya."****







SUMBER      :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR        :     REDAKSI
Jalan Pagi Sambil Ngopi Bareng, Kapolres Meranti dan Bupati Bahas Posko Karhutla di Desa

Jalan Pagi Sambil Ngopi Bareng, Kapolres Meranti dan Bupati Bahas Posko Karhutla di Desa






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    - 
Setelah sekitar sepekan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gemala Sari, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita S.I.K. bersama Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar akhirnya bisa menghirup udara yang lebih bersih pada Minggu pagi (13/9/2026).


Keduanya menikmati udara segar Kota Selatpanjang dengan berjalan kaki bersama, kemudian ngopi santai di pinggir laut. Suasana itu sekaligus menjadi ruang membahas langkah lanjutan agar kebakaran tidak kembali terjadi.


Dalam pertemuan santai tersebut, Kapolres dan Bupati sepakat mendorong pembentukan posko terpadu pencegahan dan penanggulangan karhutla di desa-desa. Keberadaan posko dinilai penting agar potensi kebakaran dapat diketahui lebih cepat dan penanganannya tidak harus menunggu api meluas.


"Posko terpadu di desa ini penting. Dengan begitu, ketika ada titik api atau potensi kebakaran, bisa segera diketahui dan ditangani. Kita ingin pencegahan dan penanggulangan lebih efektif, cepat, dan tepat," ujar Kapolres Gede Adi.


Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan respons ketika api sudah membesar. Deteksi dini dan keterlibatan masyarakat di tingkat desa menjadi bagian penting untuk mempercepat langkah di lapangan.


"Yang kita kejar bukan hanya bagaimana memadamkan api, tetapi bagaimana mencegah api itu muncul dan berkembang. Karena itu, desa harus menjadi bagian penting dalam sistem pencegahan," ungkapnya.


Gagasan tersebut mendapat dukungan Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar. Pemerintah daerah bersama kepolisian akan mendorong koordinasi di tingkat desa agar keberadaan posko terpadu benar-benar dapat mempercepat informasi dan tindakan ketika ditemukan potensi karhutla.


Momentum pembahasan itu berlangsung dalam suasana yang jauh dari kesan formal. Bersama Sekda Kepulauan Meranti H. Sudandri Jauzah, S.H., para pejabat utama (PJU) Polres Meranti dan rombongan lebih dari 20 orang, Kapolres dan Bupati memulai aktivitas dari Jalan Pramuka, Selatpanjang.


Rombongan kemudian berjalan menuju kawasan Kelenteng Hoo Ann Kiong di Jalan Jenderal Ahmad Yani. Jalan pagi tersebut menjadi kesempatan untuk menikmati kembali udara Selatpanjang yang lebih bersih.


"Setelah bersama-sama berjuang menangani karhutla, hari ini kita bisa menikmati udara yang lebih segar. Tapi perjuangan belum selesai. Kita harus memperkuat pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," kata Gede Adi.


Perjalanan akhirnya berakhir di Kelenteng Hoo Ann Kiong. Kelenteng yang juga dikenal sebagai Vihara Sejahtera Sakti tersebut merupakan salah satu bangunan bersejarah di Selatpanjang dan dikenal sebagai kelenteng tertua di Kota Selatpanjang.


Bagi Kapolres dan Bupati, suasana pagi itu menjadi pengingat bahwa menjaga udara bersih bukan hanya pekerjaan saat api sudah berkobar. Pencegahan sejak tingkat desa menjadi langkah penting agar masyarakat tidak kembali berhadapan dengan asap dan ancaman karhutla."****





SUMBER     :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :     REDAKSI
NasDem Sambangi Keluarga Almarhum MA, Tegas Ahliwaris Pilih Ikhlas

NasDem Sambangi Keluarga Almarhum MA, Tegas Ahliwaris Pilih Ikhlas






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Persoalan meninggalnya MA (26), warga Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti, di sebuah hotel di Pekanbaru pada 20 Agustus 2026, masih menjadi perhatian sejumlah pihak.


Di tengah berbagai informasi yang berkembang, jajaran Partai NasDem Riau dan Kepulauan Meranti memilih mendatangi keluarga almarhum untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus mempererat silaturahmi.


Kunjungan tersebut berlangsung Senin (14/9/2026) di kediaman keluarga almarhum di Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti.


Rombongan dipimpin Wakil Ketua Bapilu DPW Partai NasDem Provinsi Riau Dedi Harianto Lubis, Wakil Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Riau Panda Sitondang, serta Ketua DPD Partai NasDem Kepulauan Meranti Rony Samudra. Turut hadir kader NasDem Meranti Lianita bersama suaminya, Harunsen Siregar.


Kedatangan rombongan disambut langsung ayah almarhum, Sutrisno, bersama istrinya, Arlinda. Pertemuan tersebut juga didampingi kuasa hukum keluarga, Wawan, SH, kakak kandung almarhum Nur Roihatul Jannah, pemuka agama sekaligus tetangga almarhum Darwin, serta tokoh pemuda Yoldi Asadi dan Firman Syahputra.


Ketua DPD NasDem Kepulauan Meranti Rony Samudra mengatakan, kedatangannya bersama jajaran DPW dan DPD merupakan bentuk kepedulian dan penghormatan kepada keluarga yang sedang berduka.


Menurut Rony, dirinya memiliki kedekatan secara emosional dengan almarhum MA. Keduanya sering berada dalam aktivitas organisasi di Pekanbaru. Hubungan tersebut kemudian terus terjalin hingga dalam sejumlah agenda kepartaian.


"Almarhum ini bukan kader NasDem. Tetapi karena kedekatan kami sejak sama-sama aktif dalam organisasi asal Meranti di Pekanbaru, hubungan itu terus terjalin. Bahkan beberapa kali almarhum ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang kami laksanakan," kata Rony.


Karena kedekatan tersebut, Rony mengaku memandang MA bukan sekadar seorang kenalan, melainkan seperti keluarga.


"Saya menganggap almarhum seperti adik saya sendiri. Karena itu, hari ini kami datang bukan membawa kepentingan apa-apa. Kami datang sebagai bagian dari keluarga yang ingin menyampaikan rasa duka dan memberikan penguatan kepada keluarga almarhum," ujarnya.


Rony menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Sutrisno dan Arlinda serta seluruh keluarga MA. Ia berharap keluarga diberikan ketabahan menghadapi musibah tersebut.


"Tidak ada kata-kata yang benar-benar cukup untuk menggambarkan rasa kehilangan itu. Kami hanya ingin keluarga tahu bahwa mereka tidak sendiri. Kami ikut berduka dan akan terus menjaga silaturahmi ini," tuturnya.


Ia juga berharap hubungan antara keluarga almarhum dengan dirinya serta keluarga besar NasDem Meranti tetap terjaga.


"Jangan anggap kami datang hanya hari ini. Insyaallah tali silaturahmi akan terus kita jaga. Saya berharap keluarga juga menganggap kami sebagai keluarga. Kalau ada yang bisa kami bantu dalam batas kewajaran, tentu kami akan berusaha hadir," katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Rony juga menyayangkan munculnya berbagai informasi dan narasi yang berkembang setelah meninggalnya MA. Menurutnya, persoalan ini seharusnya tidak dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.


Ia mengajak seluruh pihak menghormati keluarga almarhum, apalagi persoalan tersebut berkembang dan berpotensi menjadi konflik sosial maupun politik. Terlebih, nama kader NasDem Lianita Muharni turut disebut dalam rangkaian peristiwa sebelum MA meninggal dunia.


Sementara itu, Kuasa Hukum Ahliwaris, Wawan Kurniawan SH, menegaskan bahwa pihak keluarga telah menerima kepergian MA sebagai sebuah musibah.


Menurutnya, orang tua almarhum selaku ahliwaris telah mengikhlaskan kepergian anak mereka. Atas dasar itu, keluarga juga menyatakan tidak akan melakukan upaya hukum terkait kejadian tersebut di kemudian hari.


"Ahliwaris selaku orang tua dari almarhum telah menerima secara ikhlas meninggalnya almarhum sebagai musibah. Para pihak selaku ahliwaris tidak akan melakukan upaya hukum apa pun hingga kemudian hari," kata Wawan.


Wawan berharap sikap keluarga tersebut dapat dihormati oleh semua pihak. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak lagi memperkeruh suasana dengan berbagai narasi yang dapat mengganggu keluarga yang sedang berduka.


"Ahliwaris meminta kepada kita semua untuk mendoakan agar almarhum ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT," tuturnya.


Hal senada disampaikan Darwin, tokoh masyarakat sekaligus tetangga almarhum. Ia meminta tidak ada lagi pihak yang memanfaatkan kondisi duka keluarga sebagai alat untuk menyerang pihak lain ataupun mengejar kepentingan tertentu.


"Kami tidak takut terhadap guncangan dari luar, termasuk keluarga sendiri. Gak ada keuntungan bagi kita, kerugian yang ada," ujar Darwin.


Darwin mengatakan, orang tua almarhum sudah cukup menderita karena kehilangan anak. Namun, masih ada pihak-pihak yang mencoba membesarkan persoalan sehingga membuat keluarga semakin terganggu di tengah masa duka.


"Apalagi orang tuanya (almarhum) menderita macam itu dibuat masalah yang tidak-tidak lagi," tuturnya.


Ia mengatakan, almarhum dikenal sebagai anak yang baik dan telah dikenalnya sejak lama.


"Kami menilai anak kami (almarhum) dari awal. Kami sudah 41 tahun di sini. Kebetulan anak saya dengan almarhum kompak memang mulai dari SD," tuturnya.


Darwin menegaskan keluarga telah mengikhlaskan kepergian MA sebagai sebuah musibah dan berharap keputusan tersebut dihormati semua pihak.


"Biarkan orang menafsirkan yang lain, itu urusan dia. Yang penting kita sebagai keluarga sudah kita ikhlaskan," pungkasnya.


Usai bersilaturahmi di rumah duka, rombongan kemudian menyempatkan diri berziarah ke makam almarhum MA. Rombongan memanjatkan doa agar almarhum mendapat ampunan dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.****







LIPUTAN       :     REDAKSI
EDITOR          :     REDAKSI
Polda Riau Gunakan X Fire dan Drone Tangani Karhutla Siak, Lima Titik Api Berhasil Dipadamkan

Polda Riau Gunakan X Fire dan Drone Tangani Karhutla Siak, Lima Titik Api Berhasil Dipadamkan







KabarPesisirNews.Com
SIAK RIAU,     -
Polda Riau mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Siak. Cairan X Fire dan drone khusus pemadam dikerahkan untuk mempercepat pemadaman sekaligus memastikan bara api di lahan gambut benar-benar padam.


Teknologi tersebut digunakan dalam operasi pemadaman dan pendinginan di Desa Suka Mulya, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Jumat (11/9/2026).


Dansat Brimob Polda Riau Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa selaku Kepala Operasi Penanganan Karhutla Polda Riau mengatakan, penggunaan X Fire difokuskan pada lahan yang masih mengeluarkan asap setelah proses pemadaman.


Cairan tersebut membantu proses pendinginan karena dapat meresap ke lapisan lahan dan menjangkau bara yang masih tersimpan di bawah permukaan.


“Karakteristik lahan gambut membutuhkan penanganan yang berbeda. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu benar-benar selesai karena bara masih dapat tersimpan di bawah. X Fire membantu cairan meresap dan mematikan bara yang tersisa,” kata Ketut, Sabtu (12/9/2026).


Berdasarkan pemantauan tim di lapangan, area yang telah ditangani menggunakan X Fire tidak lagi mengeluarkan asap. 


Kondisi tersebut menjadi indikator awal bahwa proses pendinginan mampu menjangkau sumber panas yang sebelumnya masih tersimpan.


Selain X Fire, tim gabungan mengoperasikan drone khusus pemadam untuk menjangkau titik api yang sulit didatangi personel melalui jalur darat.


Penggunaan drone dinilai penting mengingat sebagian lokasi kebakaran di Desa Suka Mulya merupakan kawasan semak belukar dengan akses yang terbatas.


“Drone membantu kami menjangkau titik-titik yang sulit dicapai personel. Jadi teknologi ini bukan menggantikan personel di lapangan, tetapi memperkuat kemampuan operasi agar pemadaman lebih cepat, efektif dan aman,” ujarnya.


Dalam operasi tersebut, tim menemukan sembilan titik api. Hingga Jumat sore, lima titik berhasil dipadamkan, sedangkan empat titik lainnya masih dalam penanganan dan pemadaman dilanjutkan pada Sabtu pagi.


Ketut menegaskan operasi tidak berhenti ketika api secara visual sudah tidak terlihat. Pendinginan tetap dilakukan untuk mencegah bara kembali menyala dan memicu kebakaran lanjutan, terutama pada kawasan gambut.


“Kita harus memastikan bukan hanya apinya padam, tetapi bara di bawah permukaan juga benar-benar mati. Karena itu pemadaman dan pendinginan dilakukan secara berkelanjutan sampai lokasi dinyatakan aman,” tegasnya.


Penanganan Karhutla di Desa Suka Mulya melibatkan personel gabungan Polda Riau, Brimob, Polres Siak, TNI, BPBD, Manggala Agni, Damkar Kabupaten Siak serta unsur perusahaan.


Operasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya Polda Riau mengombinasikan kekuatan personel di darat dengan pemanfaatan teknologi untuk mempercepat penanganan Karhutla, terutama pada wilayah dengan karakteristik gambut dan akses yang sulit dijangkau."****






SUMBER   :   BID HUMAS POLDA RIAU
EDITOR     :   REDAKSI
Perkuat Sinergi, DPC PWRI Kepulauan Meranti Silaturahmi ke Kejari Meranti, Bahas Penegakan Hukum

Perkuat Sinergi, DPC PWRI Kepulauan Meranti Silaturahmi ke Kejari Meranti, Bahas Penegakan Hukum





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,      -  
Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan kunjungan silaturahmi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti, senin (14/9/2026).


Kunjungan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut diterima langsung oleh Kepala Seksi Intel (Kasi Intel) Kejari Kepulauan Meranti, Andi Sahputra Sinaga, S.H., M.H.


Rombongan DPC PWRI Kepulauan Meranti dipimpin oleh Ketua, Raja Alfian, didampingi Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Amir Hasan, Bidang Etik Reza, serta Bidang Pendidikan Sanusi.


Ketua DPC PWRI Kepulauan Meranti, Raja Alfian, menyampaikan bahwa tujuan utama dari silaturahmi ini adalah untuk memperkuat sinergitas dan membangun kemitraan strategis antara insan pers dengan Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kejaksaan, dalam rangka mendukung transparansi dan penegakan hukum di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kepengurusan PWRI disambut baik oleh Kejari Meranti. Ini menjadi awal yang baik untuk kolaborasi dalam hal edukasi hukum kepada masyarakat melalui pemberitaan yang objektif dan berimbang," ujar Raja Alfian.


Dalam pertemuan tersebut, DPC PWRI Kepulauan Meranti juga melakukan konfirmasi terkait sejumlah isu penegakan hukum yang berkembang di tengah masyarakat.


Adapun beberapa poin konfirmasi yang disampaikan antara lain:


1.  Terkait kegiatan penggeledahan di Kantor Bupati Kepulauan Meranti pada tanggal 8 September lalu. Kasi Pidsus menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk melengkapi alat bukti dalam proses penyidikan yang sedang berjalan.


2.Terkait pemeriksaan terhadap 13 orang saksi, pihak Kejaksaan menyampaikan bahwa mengenai siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka masih dalam tahap proses penyidikan yang mendalam.

3.  Secara umum, terkait penetapan tersangka, Kasi Pidsus menegaskan bahwa saat ini masih dalam proses dan akan disampaikan secara resmi kepada publik pada waktunya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


Kasi Intel Kejari Meranti, Andi Sahputra Sinaga, S.H., M.H., menyambut baik kehadiran DPC PWRI Kepulauan Meranti. Ia berharap, media dapat menjadi mitra yang konstruktif dalam menyampaikan informasi hukum yang edukatif dan mencerdaskan masyarakat.


Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjaga komunikasi yang baik demi terciptanya iklim demokrasi dan penegakan hukum yang kondusif di Kabupaten Kepulauan Meranti."****







LIPUTAN         :       SANUSI
EDITOR            :       REDAKSI
Gawat : Kondisi  Pelabuhan Umum Teluk Belitung Rusak Parah, UPTD Pelabuhan Kecamatan  Merbau Menghimbau Agar Warga Tidak Beraktivitas Disore dan Malam Hari.

Gawat : Kondisi Pelabuhan Umum Teluk Belitung Rusak Parah, UPTD Pelabuhan Kecamatan Merbau Menghimbau Agar Warga Tidak Beraktivitas Disore dan Malam Hari.






KabarPesisirNews.Com
MERBAU KEP.MERANTI RIAU,     -
Kondisi Pelabuhan Umum Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, saat ini rusak parah, dikawatirkan telan korban. 


Melihat kondisi itu, UPTD Pelabuhan Kecamatan Merbau Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti menghimbau dan berharap agar warga tidak beraktivitas di sore dan dimalam hari.


Diketahui, pelabuhan umum Teluk Belitung tersebut merupakan sebagai urat nadi masyarakat yang ingin bepergian turun naik penumpang Speedboat berangkat menuju ibukota Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau.


Saat ini, kondisi pelabuhan umum Teluk Belitung itu dinilai tidak layak pakai karena sejumlah tiang penyangga beserta atap dermaga hampir rubuh, dikhawatirkan telan korban. Ditambah diluluh lantak angin kencang pada Ahad 13 September 2026 kemarin, sehingga membuat kondisinya semakin memburuk dan memperihatinkan.


Pantauan di lapangan Senin 
9 September 2026, belum ada upaya dari pemerintah terkait untuk memperbaiki atas kerusakan tersebut, cuma sebatas mengingatkan warga agar tidak beraktivitas di luar keberangkatan penumpang Speedboat pagi dan sore, dan dimalam harinya.


Terlihat tiang penyangga atap pelabuhan sudah miring dan sebagian terlepas dari posisi dudukannya. Atap dermaga juga banyak yang lapuk berserakan, dan berlubang, roboh terbawa angin kencang.


"Warga khawatir setiap mau berangkat atau menjemput barang di pelabuhan, takut ambruk saat ada aktivitas masyarakat di sana, apalagi ketika angin bertiup kencang," seperti kemarin sore, apa bila terlambat diperhatikan dampaknya semakin buruh, bisa bisa menelan korban, ucap salah seorang warga tempatan yang minta jati dirinya dirahasiakan.


Kepala UPTD Pelabuhan Kecamatan Merbau Edi Saputra SE saat dikonfirmasi melalui sambungan telfon pribadinya Senin (14/9/2026) mengatakan, upaya kami sudah melakukan koordinasi, termasuk sama buk Camat dan pihak Dinas terkait di Kabupaten, semuanya perlu dana, buat tahun 2026 katanya sama sekali tidak bisa, terpaksa menunggu, jawabnya.


Diakuinya, kita terpaksa bersabar menunggu tahun ini tak bisa anggaran defisit, terpaksa menunggu tahun 2027 mendatang, upaya kita cuma sebatas melaporkan kondisi pelabuhan ini sudah sangat dikhawatirkan, tutur Edi Saputra.


Menurutnya, solusi mau tidak mau kami terpaksa membuat pencegahan kepada anak anak sekolah agar tidak main disana lagi, dan kepada warga juga kita himbau agar tidak beraktivitas diluar keberangkatan penumpang Speedboat pagi dan sore, termasuk di malam hari, imbuhnya.


Diakuinya, himbauan itu juga kita sampaikan kepada setiap sekolah dan Kepala desa, agar membantu mengingatkan siswa siswi, dan warga agar tidak main di pelabuhan umum Teluk Belitung saat ini, tegas Edi Saputra.


Selaku UPTD Pelabuhan Kecamatan Merbau, sebelumnya kami sudah melaporkan kerusakan tersebut pada atasan kami, namun mengingat anggaran tahun 2026 defisit, apa bolih buat kami tidak bisa berbuat banyak pak, semua butuh dana, pungkas Edi Saputra."****






PENULIS          :       ALI SANIP
EDITOR            :       REDAKSI
KM Hontery Bongkar Muatan dari Malaysia di Pelabuhan I Selatpanjang, IWO Soroti Transparansi Dokumen Kepabeanan

KM Hontery Bongkar Muatan dari Malaysia di Pelabuhan I Selatpanjang, IWO Soroti Transparansi Dokumen Kepabeanan






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,     -
Aktivitas pembongkaran muatan KM Hontery, kapal di duga milik Abeng yang membawa sejumlah barang dari Malaysia, di Pelabuhan I Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, menjadi sorotan.


Dari hasil pantauan di lapangan, kapal tersebut diketahui membawa sejumlah barang berupa lilin berukuran besar, sedang dan kecil serta kertas sembahyang yang berasal dari Malaysia,Senin (14/09/26)


Karena barang tersebut berasal dari luar negeri, aspek kepabeanan dan kesesuaian dokumen menjadi bagian penting yang perlu dipastikan dalam setiap proses pemasukan dan pembongkaran barang.


Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sendiri memiliki kewenangan dalam pengawasan barang yang masuk ke wilayah Indonesia, termasuk penelitian dokumen kepabeanan serta pemeriksaan terhadap barang sesuai ketentuan yang berlaku.


Persoalan yang kini menjadi perhatian bukan semata-mata aktivitas bongkar muatnya, melainkan apakah seluruh barang yang diturunkan dari KM Hontery telah sesuai dengan dokumen kepabeanan yang dilaporkan.


Mulai dari jenis barang, jumlah, asal barang hingga dokumen pendukungnya perlu dipastikan secara transparan oleh instansi berwenang.


Ketua PD IWO Kabupaten Kepulauan Meranti, Rahmat Arifin, meminta aparat terkait, khususnya Bea Cukai, memberikan penjelasan secara terbuka mengenai aktivitas pembongkaran tersebut.


Menurut Rahmat, pengawasan terhadap barang yang masuk dari luar negeri merupakan bagian penting dalam menjaga tertib administrasi sekaligus mencegah terjadinya penyalahgunaan jalur perdagangan lintas batas.


“Kami tidak ingin terburu-buru menyimpulkan bahwa kegiatan tersebut merupakan pelanggaran. Tetapi ketika ada kapal yang membawa barang dari Malaysia dan kemudian melakukan pembongkaran di Selatpanjang, tentu publik berhak mengetahui apakah seluruh prosesnya sudah sesuai dengan ketentuan kepabeanan,” ujar Rahmat Arifin.


Ia menegaskan, pertanyaan yang perlu dijawab bukan hanya mengenai keberadaan kapal dan barang, tetapi juga menyangkut manifest, jumlah serta jenis barang yang tercantum dalam dokumen dengan barang yang benar-benar dibongkar di lapangan.


“Kalau dokumennya lengkap dan barang yang dibongkar sesuai dengan manifest, tentu tidak ada persoalan. Justru kami meminta hal itu dijelaskan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” tegasnya.


Rahmat juga meminta agar petugas terkait memastikan seluruh prosedur pengawasan berjalan sebagaimana mestinya.


“Yang paling penting adalah transparansi. Apakah sudah dilakukan pemeriksaan dokumen, apakah ada pemeriksaan fisik terhadap muatan, berapa jumlah barang dalam manifest dan apakah seluruhnya sesuai dengan barang yang dibongkar. Ini yang perlu dijelaskan kepada publik,” katanya.


Lebih lanjut, Rahmat mengatakan bahwa IWO Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai organisasi wartawan memiliki kepentingan untuk memastikan informasi yang beredar kepada masyarakat dapat dipertanggungjawabkan.


Ia menilai, keterbukaan dari instansi terkait justru dapat mencegah munculnya berbagai asumsi di tengah masyarakat.


“Kami berharap Bea Cukai tidak melihat ini hanya sebagai persoalan pemberitaan. Ini bagian dari fungsi kontrol sosial. Kalau memang seluruh prosedurnya sudah benar, sampaikan secara terbuka. Kalau ada kekurangan administrasi atau persoalan lain, tentu menjadi kewenangan aparat untuk menindaklanjutinya,” ujar Rahmat.


Rahmat juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang langsung memberikan label “penyelundupan” sebelum dilakukan pemeriksaan dan terdapat dasar hukum yang jelas.


“Kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Tetapi transparansi juga wajib dikedepankan. Jangan sampai masyarakat hanya melihat proses bongkar barang, sementara tidak mengetahui apakah barang tersebut sudah sesuai dengan dokumen atau belum,” tambahnya.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bea Cukai Selatpanjang belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi terkait status dokumen KM Hontery, manifest barang, jumlah dan jenis muatan serta mekanisme pengawasan selama proses pembongkaran.


Media ini masih membuka ruang bagi Bea Cukai Selatpanjang, pemilik KM Hontery maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab sesuai prinsip pemberitaan yang berimbang."****






LIPUTAN      :     RED/SANUSI
EDITOR         :    REDAKSI
K3 Jadi Fondasi UMKM Kuliner, Eko Priyono Dorong Pelaku Usaha Bangun Budaya Kerja yang Aman dan Profesional

K3 Jadi Fondasi UMKM Kuliner, Eko Priyono Dorong Pelaku Usaha Bangun Budaya Kerja yang Aman dan Profesional






KabarPesisirNrews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     — 
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak semestinya dipandang sebagai konsep yang hanya relevan bagi industri berskala besar. Di tengah pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), khususnya bidang kuliner, penerapan prinsip K3 justru menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang sehat, aman, higienis, dan berkelanjutan.


Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan pembinaan bagi UMKM binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kepulauan Meranti yang dilaksanakan di Desa Banglas, Minggu (13/9/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Eko Priyono, S.E., M.Si., selaku Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti, turut mengambil bagian dengan memberikan materi mengenai penerapan K3 kepada para pelaku UMKM kuliner.


Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat pemahaman pelaku usaha bahwa keberhasilan UMKM tidak semata-mata ditentukan oleh kualitas produk dan kemampuan pemasaran, tetapi juga oleh sejauh mana proses produksi dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, kebersihan, serta standar kerja yang baik.


Eko Priyono menyampaikan, penerapan K3 pada sektor kuliner dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten. Mulai dari menjaga higienitas lingkungan dan peralatan kerja, memperhatikan kebersihan diri, menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan, hingga menerapkan tata cara kerja yang aman untuk mencegah terjadinya kecelakaan maupun risiko kesehatan.


Menurutnya, pemahaman terhadap K3 juga memiliki keterkaitan dengan upaya UMKM dalam meningkatkan standar dan legalitas produknya, termasuk dalam proses pengurusan PIRT serta Sertifikat Halal Reguler.


“K3 bukan hanya untuk pabrik besar. Di dapur dan tempat usaha kuliner pun prinsip keselamatan dan kesehatan kerja sangat penting diterapkan. Hal-hal sederhana seperti higienitas, penggunaan APD dan cara kerja yang aman merupakan bagian dari upaya membangun usaha yang profesional dan berkelanjutan.”


Dalam kesempatan tersebut, Eko juga hadir tidak hanya dalam kapasitasnya sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, tetapi turut berbagi pengalaman sebagai Instruktur Bersertifikat SKKNI BNSP.


Kehadiran kompetensi tersebut memberikan nilai tambah dalam proses pembinaan, karena materi yang disampaikan tidak berhenti pada aspek teoritis, melainkan diarahkan pada penerapan praktis yang dapat dilakukan langsung oleh para pelaku UMKM dalam aktivitas usaha sehari-hari.


Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para pelaku UMKM binaan BAZNAS mengikuti materi dengan penuh perhatian, menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap peningkatan kapasitas, pengetahuan dan keterampilan masih menjadi bagian penting dalam perjalanan UMKM menuju kemandirian.


Eko Priyono memberikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Kepulauan Meranti yang telah memfasilitasi dan menyelenggarakan kegiatan pembinaan tersebut.


Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha dan masyarakat merupakan salah satu fondasi penting untuk menciptakan ekosistem UMKM yang semakin kuat. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diyakini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong produk UMKM agar semakin memiliki daya saing.


Lebih jauh, ia berharap pengetahuan mengenai K3 yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kegiatan usaha masing-masing.


Sebab, membangun UMKM yang maju bukan hanya berbicara mengenai peningkatan omzet, melainkan juga bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang sehat, proses produksi yang aman, produk yang berkualitas, serta usaha yang memiliki kepastian dan keberlanjutan.


“Semoga ilmu yang dibagikan hari ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para pelaku UMKM. Kita ingin UMKM Meranti bukan hanya semakin maju secara ekonomi, tetapi juga semakin aman, sehat, profesional dan berkah,” harapnya.


Pembinaan tersebut sekaligus mempertegas bahwa penguatan UMKM membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Produktivitas, keselamatan kerja, higienitas, legalitas dan kualitas produk merupakan mata rantai yang saling berkaitan dalam membentuk pelaku usaha yang tangguh dan berdaya saing.


Maju terus UMKM Meranti. Dari usaha kecil, tumbuh kemandirian ekonomi masyarakat dan lahir kekuatan ekonomi daerah."****





LIPUTAN         :        MISWAN
EDITOR            :        REDAKSI