Sabtu, 27 Juni 2026

Eksistensi Shalat: Tiang Agama yang Menata Kehidupan Dunia dan AkhiratOleh: Bonny Nofriza, SH.MH*Shalat, Lebih dari Sekadar Ritual*

Eksistensi Shalat: Tiang Agama yang Menata Kehidupan Dunia dan AkhiratOleh: Bonny Nofriza, SH.MH*Shalat, Lebih dari Sekadar Ritual*





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Dalam Islam, shalat menempati kedudukan yang sangat istimewa. Ia disebut sebagai tiang agama dan pilar utama spiritualitas seorang Muslim. Kehadirannya bukan sekadar kewajiban ritual yang menggugurkan tanggung jawab, melainkan sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Sang Pencipta, atau dalam istilah agama disebut _hablum minallah_.


Setiap kali seorang Muslim berdiri, ruku, dan sujud, sesungguhnya ia sedang memperbarui ikatan jiwanya dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Inilah amalan pertama yang akan dihisab di akhirat kelak. Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya yang lain.


*Nilai Shalat dalam Menata Kehidupan Dunia*


Namun eksistensi shalat tidak berhenti pada dimensi akhirat saja. Allah yang menciptakan manusia paling memahami tabiat hamba-Nya. Manusia adalah makhluk yang mudah lalai dan lemah dalam menjaga konsistensi. Untuk itu, Allah mensyariatkan shalat lima waktu dalam sehari.


Waktunya singkat. Tidak butuh berjam-jam. Hanya beberapa menit di setiap waktunya. Namun karena dilakukan secara konsisten, ia memberi efek yang luar biasa: keteraturan. 


Lima kali sehari seorang Muslim berhenti dari urusan dunia. Ia wudhu, menghadap kiblat, dan menundukkan diri. Rutinitas ini melatih disiplin waktu, kebersihan diri, dan pengendalian hawa nafsu. Dari sinilah lahir karakter yang teratur, tenang, dan fokus.


Inilah prinsip yang sama dalam membangun sebuah usaha besar. Kita tidak diminta langsung menjadi besar. Mulailah dari yang kecil, tapi lakukan secara konsisten. Shalat mengajarkan hal itu setiap hari.


*“Perbaiki Shalatmu, Allah Perbaiki Hidupmu”*


Tidak heran jika muncul kalimat bijak: _“Perbaiki shalatmu, maka Allah akan perbaiki kehidupanmu.”_ Karena ketika hati terhubung dengan Allah, pikiran menjadi jernih, sikap menjadi terkontrol, dan rezeki pun Allah mudahkan jalannya.


Menariknya, nilai konsistensi dan kedisiplinan yang diajarkan shalat ini sudah dipraktikkan oleh banyak negara maju. Ambil contoh Jepang. Mereka sangat disiplin terhadap waktu, kebersihan, dan keteraturan kerja. Sebagian dari mereka beriman, sebagian belum. Namun hasilnya terlihat: masyarakat yang maju dan tertib.


*Indonesia dan Peluang Besar*


Indonesia memiliki potensi yang jauh lebih besar. Kita adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Jika nilai-nilai Islam, khususnya disiplin shalat lima waktu, benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, maka kita tidak hanya akan unggul secara spiritual, tetapi juga dalam membangun peradaban.


Bayangkan jika jutaan umat Muslim di Indonesia menjadikan shalat sebagai kompas waktu. Sekolah mulai tepat waktu karena jeda Dzuhur. Kantor lebih produktif karena jeda Ashar untuk menenangkan diri. Rumah tangga lebih harmonis karena jeda Maghrib berkumpul bersama.


Alangkah beruntungnya negeri ini jika mayoritas Muslimnya tidak hanya rajin shalat, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya: jujur, disiplin, bersih, dan peduli sesama.


*Penutup: Kembali ke Tiang Agama*


Eksistensi shalat adalah bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Ia tiang agama, penyejuk jiwa, sekaligus sistem manajemen diri yang paling sederhana namun paling efektif.


Mari kita mulai dari diri sendiri. Perbaiki shalat, perbaiki waktunya, perbaiki kekhusyukannya. InsyaAllah, ketika tiang itu kokoh, seluruh bangunan kehidupan kita akan ikut tegak dan berkah."****

_Wallahu a’lam bishawab._







EDITOR        :      REDAKSI 

Dukung Swasembada Pangan, Personil KSKP Polres Inhil Berikan Penyuluhan Kiat Sukses ke Peternak ayam.

Dukung Swasembada Pangan, Personil KSKP Polres Inhil Berikan Penyuluhan Kiat Sukses ke Peternak ayam.





KabarPesisirNews.Com
​TEMBILAHAN INHIL RIAU – 
Guna mendukung program nasional ketahanan dan swasembada pangan Republik Indonesia, jajaran Polsek Kawasan Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Polres Indragiri Hilir (Inhil) proaktif turun langsung ke tengah masyarakat.


​Langkah nyata ini ditunjukkan oleh dua personil Polsek KSKP, AIPDA MARIO TOBING dan BRIPTU IRVAN RAMADHAN yang menyambangi para peternak sapi lokal di wilayah hukumnya untuk memberikan Bimbingan dan Penyuluhan (Binhul), Sabtu 27/6


​Kapolsek KSKP melalui AIPDA MARIO TOBING menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mengawal dan mensukseskan agenda swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.


​"Kami ingin memastikan para peternak kita memiliki bekal pengetahuan yang cukup agar hasil produksi ternak mereka, baik daging maupun anakan (pedet), bisa maksimal. Jika peternak sejahtera dan produksinya melimpah, maka target swasembada pangan nasional secara otomatis akan memperkuat ketahanan lingkungan kita," ujar AIPDA MARIO TOBING


​Selain memberikan materi teknis peternakan, BRIPTU IRVAN RAMADHAN juga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Peternak diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi tindak kriminal pencurian hewan ternak (curnak) dengan mengaktifkan kembali sistem pos ronda malam di sekitar area peternakan.


​Para peternak sapi menyambut baik dan mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan oleh personil Polsek KSKP Polres Inhil. Mereka mengaku edukasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk memodernisasi cara beternak yang selama ini masih dominan menggunakan metode tradisional.


​Dengan adanya sinergi yang kuat antara Polri dan sektor pertanian/peternakan rakyat, diharapkan pasokan pangan asal hewan di Kabupaten Inhil dapat terus terjaga secara mandiri."****








LIPUTAN INHIL         :       SAD
EDITOR                       :        REDAKSI 
Noli Sugiharto Resmi Pimpin DPC PPP Kepulauan Meranti Periode 2026–2031, Targetkan Penguatan Kader dan Penambahan Kursi DPRD

Noli Sugiharto Resmi Pimpin DPC PPP Kepulauan Meranti Periode 2026–2031, Targetkan Penguatan Kader dan Penambahan Kursi DPRD






KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,     – 
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Riau menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP kabupaten/kota se-Provinsi Riau di Sekretariat DPW PPP Riau, Jumat (26/6/2026).


SK diserahkan langsung oleh Ketua DPW PPP Riau, H. Ikbal Sayuti, didampingi Sekretaris Wilayah Dedi Putra, S.H.I., bersama jajaran pengurus DPW kepada seluruh Ketua DPC PPP se-Riau.


Salah satu penerima SK adalah Ketua DPC PPP Kabupaten Kepulauan Meranti, Noli Sugiharto, S.Psi., yang resmi memimpin kepengurusan DPC PPP Kabupaten Kepulauan Meranti periode 2026–2031. Kepengurusan tersebut merupakan hasil Musyawarah Cabang (Muscab) V PPP Kabupaten Kepulauan Meranti yang digelar pada 5 Mei 2026.


Dalam struktur kepengurusan baru, Noli Sugiharto didampingi Novendra Rahman, S.E., M.M. sebagai Sekretaris dan Suji Hartono, S.E. sebagai Bendahara.


Usai menerima SK, Noli menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPW PPP Riau beserta jajaran atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya dan seluruh pengurus DPC PPP Kabupaten Kepulauan Meranti.


"Atas nama seluruh pengurus DPC PPP Kabupaten Kepulauan Meranti, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan. Amanah ini menjadi motivasi bagi kami untuk membangun organisasi yang semakin solid dan hadir lebih dekat dengan masyarakat," ujarnya.


Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Edi Mashudi, S.Pd.I., M.Si., beserta jajaran pengurus DPC PPP Kabupaten Kepulauan Meranti periode sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi dalam membesarkan partai.


Menurut Noli, SK kepengurusan bukan sekadar dokumen administratif, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata.


"Insya Allah kami siap membesarkan PPP di Kabupaten Kepulauan Meranti, memperkuat soliditas kader hingga ke tingkat kecamatan dan desa, serta terus memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam setiap langkah perjuangan partai," katanya.


Sebagai langkah awal, kepengurusan baru akan melaksanakan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di seluruh kecamatan, kemudian membentuk kepengurusan ranting secara bertahap hingga tingkat desa dan kelurahan.


Selain memperkuat struktur organisasi, DPC PPP Kabupaten Kepulauan Meranti juga akan mempersiapkan verifikasi faktual sebagai salah satu tahapan menghadapi Pemilihan Umum mendatang.


Saat ini PPP memiliki dua kursi di DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti. Meski demikian, Noli optimistis partainya mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat pada pemilu berikutnya.


"Target kami bukan hanya menambah jumlah kursi di DPRD, tetapi bagaimana PPP semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ketika masyarakat merasakan kerja nyata kader-kader PPP, kepercayaan itu akan tumbuh dengan sendirinya," ujarnya.


Noli juga menegaskan komitmennya untuk membuka ruang lebih luas bagi generasi muda agar terlibat dalam politik yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.


Menutup keterangannya, ia mengajak seluruh pengurus, kader, simpatisan, serta para senior PPP di Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menjaga persatuan dan memperkuat soliditas organisasi.


"Jabatan adalah amanah, sedangkan pengabdian adalah tujuan yang sesungguhnya. Mari bersama-sama menghadirkan PPP yang semakin kuat, semakin bermanfaat, dan semakin dekat dengan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti," tutupnya."****






EDITOR           :     REDAKSI 
Pemkab Meranti Hadiri Malam Ta'aruf dan Pelantikan Dewan Hakim MTQ ke-XLIV Provinsi Riau

Pemkab Meranti Hadiri Malam Ta'aruf dan Pelantikan Dewan Hakim MTQ ke-XLIV Provinsi Riau





KabarPesisirNews.Com
KUANSING RIAU,   – 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menghadiri Malam Ta'aruf dan Pelantikan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XLIV Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 yang berlangsung di Aula SMA Pintar Teluk Kuantan, Jumat (26/6/2026) malam.


Bupati Kepulauan Meranti diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab, T. Arifin. Kegiatan tersebut menjadi pembuka rangkaian pelaksanaan MTQ XLIV Provinsi Riau yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Kuantan Singingi.


Turut hadir dalam acara itu istri Menteri Agama Republik Indonesia Helmi Halimatul Udhmah, Asisten I Setda Provinsi Riau Zulkifli Syukur yang mewakili Plt Gubernur Riau, Asisten II Setda Provinsi Riau Drs. H. Helmi D, M.Pd, Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby, para kepala daerah atau perwakilannya se-Provinsi Riau, serta seluruh kafilah peserta MTQ.


Dalam sambutannya, Asisten I Setda Provinsi Riau Zulkifli Syukur menyampaikan bahwa dewan hakim yang dilantik telah melalui proses seleksi secara terbuka dan profesional dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya MUI, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi Riau, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan Islam, Baznas, MDI, Ikatan Imam Masjid Indonesia, serta perwakilan kabupaten/kota se-Riau.


"Dewan hakim yang ditetapkan merupakan hasil seleksi yang dilakukan secara terbuka dan profesional. Karena itu kami berharap seluruh dewan hakim dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, menjaga independensi, serta memberikan penilaian yang objektif demi melahirkan peserta terbaik yang layak mewakili Riau," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, H. Muliardi, menegaskan bahwa orientasi dan pembekalan dewan hakim merupakan tahapan penting yang menentukan kualitas penyelenggaraan MTQ.


"Kepercayaan yang diberikan kepada para dewan hakim adalah amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Jadilah hakim yang tidak hanya memahami aturan penilaian, tetapi juga mampu menjaga kejujuran dan keadilan. Nilai yang diberikan akan menentukan lahirnya peserta terbaik yang akan membawa nama baik Riau di tingkat nasional," katanya.


Usai mengikuti kegiatan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Kepulauan Meranti, T. Arifin, mengatakan pelantikan dewan hakim menjadi fondasi penting bagi terselenggaranya MTQ yang berkualitas dan berintegritas.


"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami berharap seluruh dewan hakim dapat menjalankan amanah secara profesional, objektif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan. Dengan penilaian yang jujur, MTQ akan melahirkan qari dan qariah terbaik yang nantinya mampu mengharumkan nama Provinsi Riau di tingkat nasional," ujarnya.


Ia juga menyampaikan optimisme terhadap kafilah Kepulauan Meranti yang telah dipersiapkan untuk mengikuti seluruh cabang perlombaan.


"Kami berharap seluruh peserta dari Kabupaten Kepulauan Meranti dapat tampil maksimal, menjaga sportivitas, serta menjadikan MTQ ini sebagai ajang memperkuat syiar Al-Qur'an sekaligus mempererat ukhuwah antar daerah di Provinsi Riau," tutupnya.


MTQ XLIV kali ini diikuti oleh 12 kafilah dari kabupaten/kota se-Provinsi Riau dengan total personel mencapai 816 orang. Berdasarkan ketetapan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Riau, angka ini terdiri atas 808 peserta inti dan 8 peserta cadangan."****







LIPUTAN           :      NUR
EDITOR              :      REDAKSI 
Bentengi Pesisir dari Abrasi, Bhabinkamtibmas Desa Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Sambut HUT Bhayangkara ke-80"

Bentengi Pesisir dari Abrasi, Bhabinkamtibmas Desa Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Sambut HUT Bhayangkara ke-80"








KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Bhabinkamtibmas Desa Bungur, AIPDA Nanda, bersama Pemerintah Desa Bungur, masyarakat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan kegiatan penanaman pohon mangrove di Pulau Setahun, Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir yang rentan terhadap abrasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pantai melalui penanaman mangrove.


AIPDA Nanda mengatakan, penanaman mangrove tidak hanya bertujuan menghijaukan kawasan pesisir, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan serta memperkuat perlindungan garis pantai dari ancaman abrasi.


"Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, khususnya ekosistem pesisir. Mangrove memiliki peran penting dalam menahan abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menjadi habitat berbagai biota pesisir," ujarnya.


Kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap program Green Policing yang diinisiasi oleh Kapolda Riau sebagai bagian dari penguatan kepedulian Polri terhadap pelestarian lingkungan.


Selain melakukan penanaman bibit mangrove, peserta juga mengikuti sosialisasi mengenai fungsi dan manfaat hutan mangrove bagi kehidupan masyarakat pesisir. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat dan mahasiswa diajak untuk bersama-sama menjaga serta merawat pohon mangrove yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.


Pemerintah Desa Bungur menyambut positif kegiatan tersebut dan mengapresiasi sinergi antara Polri, masyarakat, serta mahasiswa KKN Universitas Riau dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan di wilayah pesisir.


Melalui kegiatan ini diharapkan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian alam terus tumbuh, sehingga kawasan pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti tetap terjaga dari ancaman abrasi dan mampu memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat setempat."****






EDITOR         :      REDAKSI 
Sinergi Pers dan Advokat, PW-IWO Provinsi Riau Gandeng PBH Peradi Pekanbaru Wujudkan Akses Keadilan

Sinergi Pers dan Advokat, PW-IWO Provinsi Riau Gandeng PBH Peradi Pekanbaru Wujudkan Akses Keadilan






KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,   -
Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau resmi menjalin kerja sama dengan Pusat Bantuan Hukum (PBH) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Pekanbaru melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Grand Hawai Hotel, Jalan Gatot Subroto No. 8, Pekanbaru, Jumat malam (26/6/2027) sekitar pukul 22.00 WIB.


Kerja sama tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara organisasi pers dan lembaga bantuan hukum dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat kurang mampu serta anggota PW-IWO Provinsi Riau.


Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Ketua PBH Peradi Pekanbaru, Syahidila Yuri, S.H., M.H., bersama Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris PBH Peradi Pekanbaru Anggara Faisal, S.H., Bidang Pro Bono Muhammad Syobrinur, S.H., serta Bidang Organisasi dan Pengembangan Erefin Krisna Putra, S.H.


Ketua PBH Peradi Pekanbaru Syahidila Yuri mengatakan, kerja sama ini bertujuan membangun koordinasi dalam penyelenggaraan bantuan hukum secara cuma-cuma (pro bono) bagi masyarakat tidak mampu, kelompok rentan, serta seluruh anggota Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau.


"Kerja sama ini menjadi dasar bagi PBH Peradi Pekanbaru dan PW-IWO Provinsi Riau dalam memberikan layanan bantuan hukum pro bono. Selain itu, kami juga akan melaksanakan pelatihan, penyuluhan hukum, serta mendukung publikasi berbagai kegiatan yang dilakukan PBH Peradi Pekanbaru," ujar Syahidila.


Menurutnya, PBH Peradi memiliki komitmen menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan konsultasi hukum, pendampingan litigasi maupun nonlitigasi secara profesional, independen, dan berintegritas.


"Tanggung jawab ini merupakan amanah besar dalam mengawal keadilan, khususnya bagi masyarakat miskin dan mereka yang belum memahami hukum. Kami akan terus meningkatkan kompetensi agar PBH Peradi hadir sebagai mitra strategis masyarakat dalam memperoleh akses keadilan," katanya.


Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kehadiran PBH Peradi Pekanbaru akan memberikan manfaat besar bagi insan pers maupun masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum.


Ia menilai kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara organisasi wartawan dan organisasi advokat dalam memperjuangkan akses terhadap keadilan.


"Dengan adanya kerja sama ini, anggota PW-IWO Provinsi Riau maupun masyarakat akan lebih mudah memperoleh informasi, konsultasi, hingga pendampingan hukum secara profesional tanpa terbebani biaya bagi mereka yang memenuhi syarat bantuan hukum," ujar Muridi.


Melalui penandatanganan MoU tersebut, kedua belah pihak sepakat membangun kemitraan yang berkelanjutan dalam bidang bantuan hukum, pendidikan hukum, penyuluhan kepada masyarakat, serta publikasi berbagai kegiatan yang mendukung penegakan hukum, perlindungan hak asasi manusia, dan peningkatan kesadaran hukum di Provinsi Riau.


Kerja sama ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam memperluas akses keadilan bagi masyarakat sekaligus mempererat sinergi antara insan pers dan penegak hukum dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan."****






SUMBER     :    PW IWO RIAU
EDITOR       :    REDAKSI 
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Jagung Program Asta Cita di Lahan Ketahanan Pangan Seluas 1 Hektare

Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Jagung Program Asta Cita di Lahan Ketahanan Pangan Seluas 1 Hektare





KabarPesisirNews.Com
SABAK AUH SIAK RIAU,    -
Polsek Sabak Auh melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung pipil yang ditanam dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional Asta Cita. Kegiatan pengecekan dilakukan di lahan pertanian milik UPTD Pertanian Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.


Pemantauan dipimpin langsung oleh Kapolsek Sabak Auh, IPDA Masri Nalzon, S.E., bersama personel Polsek Sabak Auh dan petani yang mengelola lahan tersebut.


Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan kondisi tanaman sekaligus menyaksikan proses pengupasan bungkus jagung pipil sebagai bagian dari persiapan menjelang masa panen. Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung saat ini telah memasuki usia sekitar 95 hari dan diperkirakan akan dipanen dalam waktu satu minggu ke depan.


Kapolsek Sabak Auh IPDA Masri Nalzon mengatakan bahwa kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman berjalan dengan baik serta mendukung keberhasilan program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.


“Pemantauan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Saat ini tanaman jagung pipil sudah memasuki tahap persiapan panen dengan dilakukan pengupasan bungkus jagung sebelum proses pemanenan,” ujarnya.


Lahan yang dipantau memiliki luas sekitar satu hektare dan berada di area ketahanan pangan milik UPTD Pertanian Kecamatan Sabak Auh dengan titik koordinat 1°06'51" LU dan 102°06'39,9" BT.


Dari hasil pengecekan di lapangan, kondisi tanaman secara umum menunjukkan perkembangan yang baik. Namun demikian, terdapat perbedaan pertumbuhan pada sebagian batang jagung sehingga tingkat kematangan tanaman tidak sepenuhnya merata.


Meski demikian, petani dan pihak terkait optimistis hasil panen tetap dapat memberikan kontribusi terhadap upaya penguatan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Sabak Auh.


Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan lancar. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan pelaksanaan pemantauan tanaman jagung pipil menjelang masa panen."****





LIPUTAN         :      SAD
EDITOR            :      REDAKSI 

Jumat, 26 Juni 2026

Menteri ESDM, BIN dan Kejagung Harus Serius Selidiki Stok Batubara PLN, "Awas, Dirut PLN Itu Licik!"

Menteri ESDM, BIN dan Kejagung Harus Serius Selidiki Stok Batubara PLN, "Awas, Dirut PLN Itu Licik!"






KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,     -
Langkah Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menggandengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam menelusuri kejanggalan stok batubara PLN hingga memicu pemadaman bergilir di Jawa dan Kalimantan, mendapat apresiasi dari elemen masyarakat.


Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (Kornas Re-LUN) Teuku Yudhistira  yang sejak awal menyoroti kasus ini, turut memberi masukan kepada tim yang dilibatkan dalam masalah serius tersebut.


"Ini cukup menarik, karena artinya sudah mulai tercium kebohongan. Apalagi dikatakan PLN minta batubara kalori 5.000 atau medium rank coal (MRC). Padahal di Jawa yang banyak berdiri PLTU low-rank coal (LRC). PLTU yang  bagian program 10.000 MW kan low rank semua," beber Yudhistira saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (26/6/2026).


"Nah, masukan seperti ini yang harus diberikan ke BIN dan Kejagung, karena data PLN yang diterima pemerintah dan publik  tidak jelas," imbuhnya.


Yudhistira juga menyampaikan, faktor lain yang menghambat pasokan batubara ke PLN adalah skema pembayaran yang rumit sehingga membuat pemilik tambang batubara enggan menyuplai.


"Pasokan batubara terhambat, faktor lainnya karena sistem pembayaran yang dialihkan ke sub-holding, ini yang membuat prosesnya panjang," ucapnya.


Namun dibalik fakta itu, Yudhis mengingatkan Menteri ESDM dan lembaga negara yang terlibat dalam penyelidikan kasus ini, untuk lebih jeli.


"Awas Dirut PLN Darmawan Prasodjo itu licik dan licin. Jangan sampai terbuai dengan narasi yang dibangunnya plus mimik wajah yang sedih, jadi lemah. Busuk di PLN selama dipimpin Darmo ini harus segera diamputasi agar tidak menyebar secara luas," tandasnya.



Buktinya, kata Yudhis, ketika terjadi Blackout Sumatera beberapa waktu lalu, dengan mudahnya Dirut PLN menyalahkan alam.


"Mentang-mentang alam gak mungkin bicara. Sekarang, giliran padam bergilir menyalahkan batubara, yang artinya, selalu menyalahkan pihak lain. Padahal semua bisa diantisipasi bila reserve margin dan keandalan sistem dibangun," bebernya.


Parahnya lagi, sambung dia, selama 5 tahun ini, sistem kelistrikan yang harusnya menjadi _back bone_ sistem kelistrikan, justru tidak ada yang jalan.


"Yang jalan justru project-peoject yang tidak produktif dan diduga ada hengki pengki seperti project AMI dan sewa pembangkit berbasis BBM," ungkap Yudhistira.


"Satu lagi, ini harus segera dituntaskan. Karena kasus pemadaman listrik ini juga ancaman bagi pemerintahan Prabowo, terindikasi ada semacam sabotase. Karena itu saya selalu menekankan, copot seluruh Direksi PLN, khususnya Darmawan Prasodjo dan kroninya," tegas Yudhis.


Seperti diketahui, terkait pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa, Darmawan Prasodjo sebelumnya mengatakan, ada sejumlah PLTU di Jawa yang terhambat pengoperasiannya karena stok batubara yang menipis. 


Di antaranya:
- *Jawa Bagian Barat*, antara lain PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1-8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, PLTU Indramayu. 

- *Jawa Bagian Tmur*, di antaranya PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan dan PLTU Tanjung Awar-awar.

Semua PLTU itu disebutkannya membutuhkan pasokan batubara dengan kalori 5.000 atau medium rank coal (MRC). Pernyataan itu langsung disanggah Kornas Re-LUN Teuku Yudhistira. Menurut Yudhis, apa yang disampaikan Darmo adalah pembohongan publik yang sangat keterlaluan.


"Jelas pernyataan tukang bohong dan dia berani menyatakannya di media. Dia (Darmo-red) bilang _medium rank coal_ yang gak ada, padahal PLTU yang disebutkan namanya oleh dia, sebagian besar cukup pakai _low rank coal_ karena bagian dari proyek 10.000 MW yang memang di-desain pakai low rank coal," kecamnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (22/6/2026)."****







LIPUTAN      :    RED
EDITOR         :    REDAKSI 
Hampir Sepekan Padam Listrik Bergilir di Kalimantan, Tapi PLN Tidak Transparan

Hampir Sepekan Padam Listrik Bergilir di Kalimantan, Tapi PLN Tidak Transparan





KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,       -
Pemadaman listrik di tanah air terus meluas. Setelah Pulau Jawa yang hingga kini belum normal total, sekarang situasi serupa juga melanda Pulau Kalimantan. Bahkan menurut informasi, keresahan warga akibat padam listrik bergilir sudah terjadi hampir sepekan atau persisnya sejak Senin, 22 Juni 2026.


Menurut informasi, sejumlah wilayah di Kalimantan yang terdampak pemadaman listrik meliputi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (seperti Palangka Raya), serta kawasan Kalimantan Timur. 


Isunya, Versi PT PLN (Persero) yang disebar ke masyarakat, penyebab utamanya adalah kendala operasional dan menurunnya pasokan listrik pada sistem interkoneksi Kalimantan akibat adanya gangguan pada salah satu pembangkit listrik.


Misalnya seperti pengumuman yang disampaikan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banjarmasin bahwa pemadaman listrik bergilir ini sehubungan dengan adanya kendala operasional sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan.


Akibatnya terjadi penurunan pasokan daya, sehingga petugas PLN saat ini melakukan pengaturan beban pada sistem interkoneksi sebagai langkah menjaga kestabilan sistem kelistrikan secara menyeluruh.


Oleh sebab itu sebagian wilayah di Kota Banjarmasin kembali terkena pemadaman bergilir pada Kamis, 25 Juni 2026, hari ini.


Kordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Kornas Re-LUN) Teuku Yudhistira pun kembali buka suara. Ia bahkan mendesak agar PLN transparan atau terbuka kepada masyarakat bagaimana fakta yang terjadi sehingga memicu keresahan masyarakat.


"Karena dari data yang kami himpun, banyak permasalahan yang menjadi pemicu pemadaman listrik di Kalimantan ini, termasuk masalah batubara,"" beber Yudhistira.


Menurut Yudhis, transformasi energi yang selalu digaungkan Dirut PLN Darmawan Prasodjo yakni energi baru terbarukan (EBT) cenderung isapan jempol belaka.


"Karena faktanya, untuk sistem kelistrikan PLN masih ketergantungan dengan PLTU yang menggunakan batubara. Nah persoalan di Kalimantan ini juga salah satunya tidak terlepas dari batubara dan disamping masalah lainnya," ungkapnya.


Berikut daftar permasalahan yang berdampak pemadaman Interkoneksi Kalimantan:


-*Ketidaksiapan Pembangkit*
* FD PLTU CFK #1,2 Total 40 MW (Kendala Batu Bara basah & Batu Bara Gantung, DMN 45 MW)
* FD PLTU Muara Jawa #1 21 MW (Kendala Bearing Turbin, DMN 27.5 MW)
* FD PLTU Muara Jawa #2 5 MW (Kendala Bearing Turbin, DMN 27.5 MW)
* FD PLTGU Senipah#2 27 MW (Dalam pemantauan pasca gangguan cooling LPT setelah masuk system Kembali, DMN 46 MW)
* FD PLTGU Senipah STG 9 MW (Kendala Operasi 1 unit HRSG beban tidak maksimal, DMN 25 MW)
* FO PLTGU Senipah#1 46 MW (Gangguan Alarm Firing sisi LPT, Estimasi 20 Feb 2026 s.d M1 Sep 2026)
* FO PLTU Indoeka#1 100 MW (Gangguan MFT Boiler Trip, DMN 100 MW)
* FO PLTU Indoeka#2 100 MW (Gangguan MOP, Estimasi 13 Jun 2026 sampai dengan 04 Agustus 2026)
* FO PLTU ITP 45 MW ( Kendala Ketersediaan Batubara 11 Mar 2026 sampai 31 Juli 2026)
* FO PLTU Asam2#4 54 MW (Perbaikan Turbine Generator 20 Sep 2025 s.d 01 Agustus 2027)
* PO PLTU Pulpis 45 MW (Simple Isnpection 01 Jun 2026 s.d 26 Jun 2026)
* PO PLTU TPI #2 100 MW (Seriously Inspection 17 Jun 2026 s.d 13 Jul 2026)
* FD PLTMG Bengkanai 70 MW (Kendala Supplay Gas Medco, Menggunakan Tube Skid CNG, DMN 185 MW )
Transfer Komam - Tanjung : 64.6 MW (Kaltim kirim ke Kalsel)


"Akibat situasi itu, manual load shedding (MLS) atau pemadaman terus terjadi. Total
MLS untuk Kaltimra sebesar 83.3 MW . Rinciannya, Padam Umum 83.3 MW, Padam Captive 0 MW. Sedangkan untuk 
MLS Kalselteng totalnya 113.45 MW, dengan rincian Padam Umum 100.65 MW dan Padam Captive 12.80 MW," sebutnya.


Lebih jauh Yudhistira mengatakan, kebohongan atas fakta yang terjadi, jelas membuktikan rusaknya manajemen korporasi di tubuh manajemen PLN saat ini. Hal sekaligus menambah daftar kebohongan PLN sejak era Darmawan Prasodjo.


"Ya informasi nya itu, ada arahan dari Divisi Komunikasi PLN untuk tidak terbuka ke masyarakat tentang pemadaman. Dan pastinya akibat situasi ini, kepercayaan publik terhadap PLN. Tentunya presiden Prabowo tidak bisa diam. Harus ada sikap tegas, mengambil tindakan mencopot seluruh Direksi PLN khususnya Dirut yang membawa aura negatif bagi pemerintahan Prabowo," pungkasnya."****






LIPUTAN        :     RED
EDITOR           :     REDAKSI 
Tiba di Kuansing, Bupati Asmar Tinjau Kesiapan Stan Bazar Kafilah MTQ Meranti

Tiba di Kuansing, Bupati Asmar Tinjau Kesiapan Stan Bazar Kafilah MTQ Meranti






KabarPesisirNews.Com
KUANSING RIAU,   - 
Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar meninjau langsung kesiapan Stan Bazar Kafilah MTQ Meranti dalam rangka keikutsertaan MTQ Ke-44 tingkat Provinsi Riau tahun 2026, di Astaka Utama Tepian Narosa Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat (26/6/2026) sore.


Setiba di Teluk Kuantan, Bupati Asmar langsung ke lokasi stan bazar Pemkab Meranti untuk memastikan seluruh persiapan teknis stan bazar berjalan dengan optimal, baik dekorasi, fasilitas maupun produk unggulan Meranti.


"Kita ingin memastikan semua persiapan dan teknis berjalan optimal. Saat ini saya perintahkan Kadis Perindag untuk mengejar seluruh persiapan teknis stan bazar. Insyaallah malam ini siap 100 persen," ujarnya.


Selain itu, Asmar juga menyampaikan beragam produk unggulan daerah, seperti makanan olahan berbahan dasar sagu, kopi, kelapa, serta berbagai kerajinan tangan khas Meranti, akan ditampilkan di Stan Meranti. 


"Kita memiliki berbagai produk asli daerah yang luar biasa untuk ditampil ditampilkan di stan bazar Meranti," jelas Bupati Asmar.


Selanjutnya Asmar juga berharap, perhelatan MTQ tingkat provinsi juga dapat menjadi wadah promosi hasil UMKM kabupaten/kota se-Provinsi Riau.


Turut mendampingi Bupati Asmar, para Asisten, staf ahli, pimpinan OPD dan para Kepala Bagian Setdakab Meranti."****





LIPUTAN        :      NUR
EDITOR           :      REDAKSI 
Diiringi Doa dan Rasa Hormat, AKP Irwanto Tanjung Tinggalkan Polsek Pulau Burung Menuju Jabatan Kabag Ops Polres Inhil

Diiringi Doa dan Rasa Hormat, AKP Irwanto Tanjung Tinggalkan Polsek Pulau Burung Menuju Jabatan Kabag Ops Polres Inhil






KabaarPesisirNews.Com
PULAU BURUNG INHIL RIAU,   -
Suasana haru menyelimuti keluarga besar Polsek Pulau Burung saat menggelar doa selamat untuk mengantarkan Kapolsek Pulau Burung, AKP Dr. Irwanto Tanjung, S.H., M.H., yang mendapat amanah baru sebagai Kabag Ops Polres Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (25/6/2026).


Kegiatan yang dihadiri seluruh personel Polsek Pulau Burung dan tokoh masyarakat Nangti itu menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih kepada AKP Irwanto Tanjung yang selama ini dikenal sebagai pemimpin tegas, humanis, dan dekat dengan anggota.


Acara tersebut digagas oleh Kanit Reskrim Polsek Pulau Burung, Ipda A.T. Tampubolon, S.H., sebagai bentuk penghormatan kepada senior yang telah banyak memberikan bimbingan dan teladan kepada anggota.


"Beliau bukan hanya pimpinan, tetapi juga mentor bagi kami. Banyak pelajaran yang kami peroleh selama beliau memimpin Polsek Pulau Burung," ujar Ipda Tampubolon.


Selama menjabat Kapolsek Pulau Burung, AKP Irwanto Tanjung dikenal menerapkan kepemimpinan yang mengedepankan disiplin, kebersamaan, dan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga aktif membangun sinergi dengan masyarakat serta memperkuat soliditas internal personel.


Mutasi jabatan tersebut disambut bangga oleh para anggota. Meski merasa kehilangan sosok pemimpin yang menjadi panutan, mereka meyakini pengalaman dan kemampuan AKP Irwanto Tanjung akan membawa kesuksesan dalam mengemban tugas baru sebagai Kabag Ops Polres Inhil.


Dalam kesempatan itu, AKP Irwanto Tanjung menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel dan masyarakat Pulau Burung yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya selama ini.


"Keberhasilan yang diraih bukan hasil kerja saya sendiri, tetapi hasil kebersamaan seluruh anggota. Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan loyalitas yang telah diberikan selama ini," katanya.


Ia juga berpesan agar seluruh anggota tetap menjaga kekompakan, profesionalisme, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.


"Jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap seluruh personel tetap solid dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pesannya.


Sementara itu, tokoh masyarakat Nangti mengapresiasi pengabdian AKP Irwanto Tanjung selama bertugas di Pulau Burung.


"Beliau dekat dengan masyarakat dan banyak memberikan kontribusi dalam menjaga keamanan wilayah. Kami mendoakan beliau sukses di tempat tugas yang baru," ujarnya.


Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Momen tersebut menjadi simbol kuatnya hubungan antara pimpinan dan anggota, sekaligus bentuk penghormatan tulus dari para junior kepada seorang senior yang telah meninggalkan jejak pengabdian dan keteladanan selama memimpin Polsek Pulau Burung."****








LIPUTAN INHIL       :    SAD
EDITOR                     :    REDAKSI