Senin, 15 Juni 2026

Ngopi Bersama Insan Pers, Ketua PW IWO Riau dan Andi Darma Taufik Bahas Beragam Persoalan Masyarakat

Ngopi Bersama Insan Pers, Ketua PW IWO Riau dan Andi Darma Taufik Bahas Beragam Persoalan Masyarakat







KabarPesisirNews.Com
TEMBILAHAN RIAU,    -
Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Provinsi Riau menggelar silaturahmi dan diskusi santai bersama Anggota DPRD Provinsi Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Indragiri Hilir (Inhil), Andi Darma Taufik, serta sejumlah insan pers di Kedai Kopi Bahagia, Jalan Pasar Tengah, Kelurahan Tembilahan Kota, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Senin (15/6/2026).


Kegiatan yang berlangsung dalam suasana akrab tersebut turut dihadiri Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Inhil Ardiansyah Julor, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) PWI Inhil Faisal Martinus, Sekretaris PWI Inhil Prasuyetno, Bendahara PWI Inhil Ramadana.


Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu pembangunan daerah dan aspirasi masyarakat menjadi topik utama pembahasan. Diskusi berlangsung terbuka, dengan peserta saling bertukar pandangan terkait kebutuhan masyarakat serta peran media dalam mengawal pembangunan daerah.


Ketua PW IWO Provinsi Riau, Muridi Susandi, menyampaikan bahwa kegiatan ngopi santai tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan wadah komunikasi yang efektif antara insan pers, legislatif, dan masyarakat.


"Media memiliki fungsi strategis sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah. Melalui diskusi seperti ini, kami dapat menyampaikan berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan para pemangku kebijakan," ujar Muridi Susandi.


Ia menambahkan, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak, termasuk para wakil rakyat yang duduk di lembaga legislatif.


"Kami berharap setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat diperjuangkan dan ditindaklanjuti melalui program-program pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga. Kehadiran anggota DPRD di tengah masyarakat menjadi bukti komitmen untuk mendengar langsung berbagai masukan yang ada," katanya.


Sementara itu, Anggota DPRD Riau Dapil Inhil, Andi Darma Taufik, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, forum informal seperti ngopi bersama menjadi sarana yang efektif untuk menyerap aspirasi secara langsung dari masyarakat maupun insan pers.


"Masukan dari masyarakat dan rekan-rekan media sangat penting bagi kami sebagai wakil rakyat. Banyak persoalan yang dapat diketahui secara langsung melalui diskusi seperti ini, sehingga menjadi bahan dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat di tingkat provinsi," ujar Andi Darma Taufik.


Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai aspirasi yang berkembang di Kabupaten Indragiri Hilir, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, serta sektor-sektor yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.


"Kami akan terus berupaya memperjuangkan kepentingan masyarakat Inhil sesuai dengan kewenangan yang ada. Aspirasi yang disampaikan hari ini menjadi catatan penting untuk dibawa ke forum-forum pembahasan di DPRD Provinsi Riau," tambahnya.


Kegiatan ngopi santai tersebut berlangsung penuh keakraban dan ditutup dengan sesi diskusi serta foto bersama. Para peserta berharap komunikasi dan kolaborasi antara insan pers, organisasi kewartawanan, serta para pemangku kebijakan dapat terus terjalin guna mendukung pembangunan dan kemajuan Kabupaten Indragiri Hilir."****







SUMBER     :       PW IWO RIAU
EDITOR       :       REDAKSI 
Pemkab Meranti Dukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Pembangunan Berbasis Data

Pemkab Meranti Dukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Pembangunan Berbasis Data







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang secara resmi dicanangkan oleh Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Senin (15/6/2026).


Dukungan tersebut ditegaskan Bupati Asmar saat membuka apel pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Meranti, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, camat, ASN di lingkungan Setda, Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Meranti, serta para petugas sensus.


Dalam sambutannya, Asmar menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada ketersediaan data yang akurat dan berkualitas. Menurutnya, perencanaan pembangunan yang tepat hanya dapat diwujudkan melalui data yang lengkap, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.


"Hari ini kita berkumpul bukan sekadar melaksanakan kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun Kabupaten Kepulauan Meranti yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing," ujar Asmar.


Ia mengatakan, tantangan pembangunan yang semakin kompleks menuntut pemerintah daerah untuk mampu merumuskan kebijakan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian daerah.


Menurut Asmar, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki berbagai potensi ekonomi yang besar di sektor pertanian, perikanan, perdagangan, pertambangan, hingga ekonomi kreatif. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan data yang akurat agar dapat dikelola dan dikembangkan secara optimal.


"Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan informasi penting mengenai struktur ekonomi daerah, karakteristik usaha, sektor unggulan, perkembangan ekonomi digital, serta berbagai dinamika ekonomi yang terjadi di tengah masyarakat," katanya.


Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat yang lebih tepat sasaran.


Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Asmar juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) atas pelaksanaan sensus tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.


"Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya menjadi tanggung jawab BPS dan para petugas sensus, tetapi membutuhkan kerja sama serta dukungan seluruh pihak agar pelaksanaannya berjalan sukses," tegasnya.


Bupati Asmar juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dengan menerima petugas sensus serta memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur. Ia memastikan seluruh informasi yang diberikan akan dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan.


Melalui dukungan penuh terhadap Sensus Ekonomi 2026, Pemkab Meranti berharap tersedianya basis data yang kuat untuk mendukung perencanaan pembangunan, memperkuat daya saing ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan."****







LIPUTAN         :      NUR
EDITOR            :     REDAKSI 
Musorkablub Berlangsung Lancar, Hidayat Abdurrahman Kembali Dipercaya Pimpin KONI Meranti

Musorkablub Berlangsung Lancar, Hidayat Abdurrahman Kembali Dipercaya Pimpin KONI Meranti






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    - 
Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2026 resmi menetapkan Hidayat Abdurrahman, SE sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Kepulauan Meranti masa bakti 2026-2030. 


Penetapan tersebut berlangsung dalam forum Musorkablub yang digelar di Grand Meranti, Jalan Kartini, Selatpanjang, Minggu (14/6/2026) malam.


Hidayat Abdurrahman terpilih secara aklamasi setelah menjadi satu-satunya calon yang lolos dalam proses penjaringan dan penyaringan yang dilakukan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Kepulauan Meranti. Dukungan penuh dari cabang-cabang olahraga yang memiliki hak suara mengantarkannya kembali memimpin organisasi olahraga terbesar di daerah tersebut.


Musorkablub dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, SM, MM. Turut hadir Wakil Ketua Umum I KONI Riau Dr. Khairul Fahmi, MT, didampingi Wakil Bidang Sarana dan Prasarana KONI Riau Faisal, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti Saiful Bakhri, ST, serta para ketua dan perwakilan cabang olahraga se-Kepulauan Meranti.


Ketua Panitia Musorkablub, Alfan Idris, menyampaikan bahwa seluruh tahapan kegiatan telah dipersiapkan secara matang sehingga agenda organisasi tersebut dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, panitia telah bekerja maksimal untuk memastikan seluruh rangkaian Musorkablub berjalan sesuai jadwal dan ketentuan organisasi.


"Alhamdulillah seluruh persiapan telah kami laksanakan dengan baik. Kami berharap Musorkablub ini dapat berlangsung tertib, lancar hingga selesai dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan olahraga di Kabupaten Kepulauan Meranti," ujar Alfan.


Ia juga berharap ketua yang terpilih nantinya mampu membawa KONI Kepulauan Meranti menjadi organisasi yang semakin solid dan berprestasi.


"Kami berharap Ketua KONI yang terpilih dapat menakhodai organisasi ini dengan baik, memperkuat pembinaan olahraga dan membawa KONI Meranti semakin maju serta lebih gemilang di masa yang akan datang," tambahnya.


Dalam sambutannya, Hidayat Abdurrahman menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Musorkablub yang sekaligus menandai berakhirnya masa tugasnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Kepulauan Meranti.


Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang selama ini terus memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga daerah.
Menurut Hidayat, keberlangsungan program-program KONI tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan pemerintah daerah, baik dalam bentuk kebijakan maupun fasilitas pendukung lainnya.


"Atas nama KONI Kepulauan Meranti, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang selama ini terus memberikan perhatian dan dukungan kepada dunia olahraga. Dukungan itu sangat berarti bagi kemajuan olahraga daerah," ujarnya.


Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau 2027, Hidayat menegaskan bahwa KONI Kepulauan Meranti akan segera melakukan langkah-langkah strategis untuk menyiapkan atlet-atlet terbaik yang akan berlaga membawa nama daerah.


Ia menyebutkan bahwa target peningkatan prestasi menjadi prioritas utama kepengurusan yang akan dibentuk dalam waktu dekat. Jika pada Porprov Riau 2022 di Kabupaten Kuantan Singingi Kepulauan Meranti berada di peringkat ke-10, maka pada Porprov 2027 mendatang pihaknya menargetkan posisi yang lebih tinggi dengan harapan mampu menembus lima besar.


"Target kita jelas, bagaimana prestasi olahraga Kepulauan Meranti bisa meningkat. Kita ingin atlet-atlet terbaik dipersiapkan sejak sekarang agar mampu bersaing dan memberikan hasil maksimal pada Porprov 2027 nanti," katanya.


Hidayat juga mengajak seluruh pengurus cabang olahraga untuk menjaga persatuan dan kebersamaan demi kemajuan olahraga daerah. Menurutnya, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun olahraga Kepulauan Meranti secara bersama-sama.


"Mari kita tinggalkan perbedaan dan fokus membangun olahraga. Jangan saling menjatuhkan, jangan saling menyalahkan. Yang kita butuhkan saat ini adalah kekompakan dan kerja sama demi prestasi olahraga Meranti yang lebih baik," ajaknya.


Usai terpilih, Hidayat memastikan akan segera menyusun kepengurusan KONI Kepulauan Meranti periode 2026-2030 dengan melibatkan berbagai unsur yang memiliki komitmen kuat terhadap pembinaan olahraga.


Sementara itu, Wakil Ketua Umum I KONI Riau, Dr. Khairul Fahmi, MT, menegaskan bahwa tantangan dunia olahraga saat ini tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi, tetapi juga bagaimana organisasi mampu menerapkan tata kelola yang baik dan profesional.


Berdasarkan data yang diterima KONI Riau, saat ini terdapat sekitar 25 cabang olahraga aktif di Kabupaten Kepulauan Meranti yang memerlukan pembinaan berkelanjutan agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.


Menurutnya, pembinaan atlet tingkat provinsi tidak akan berjalan tanpa kontribusi dari kabupaten dan kota sebagai ujung tombak pembibitan atlet.


"Kita berharap KONI Kepulauan Meranti terus memperkuat pembinaan atlet karena prestasi olahraga provinsi berawal dari pembinaan yang dilakukan di daerah. Atlet-atlet yang berprestasi lahir dari proses panjang yang dimulai dari kabupaten dan kota," ujarnya.


Khairul juga mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi, terutama terkait penggunaan anggaran.
Ia menegaskan bahwa banyak organisasi olahraga di berbagai daerah yang tersandung persoalan hukum akibat lemahnya tata kelola administrasi dan keuangan.


"Selain mengejar prestasi, tata kelola organisasi harus menjadi perhatian utama. Pengelolaan anggaran harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga organisasi dapat berjalan sehat dan terhindar dari persoalan hukum," tegasnya.


Terkait Porprov Riau 2027, Khairul mengungkapkan bahwa mayoritas KONI kabupaten dan kota di Riau telah menyepakati pelaksanaan ajang tersebut pada tahun 2027. 


Meski lokasi tuan rumah masih menunggu keputusan pemerintah provinsi, seluruh daerah diminta mulai mempersiapkan atlet sejak sekarang.


Ia menilai Kepulauan Meranti memiliki sejumlah cabang olahraga unggulan yang berpotensi menyumbang medali, seperti tinju serta beberapa cabang olahraga perorangan lainnya.


Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, menyebut Musorkablub sebagai momentum penting untuk memperkuat persatuan insan olahraga di daerah.


Menurutnya, organisasi olahraga merupakan wadah pengabdian yang lahir dari kecintaan terhadap olahraga. Karena itu, setiap pengurus harus memiliki niat tulus untuk membesarkan organisasi, bukan menjadikannya sebagai sarana mencari keuntungan pribadi.


"Kalau ingin organisasi ini besar, maka pengurus harus bertekad menghidupkan organisasi, bukan mencari hidup di organisasi. Ini prinsip yang sederhana, tetapi sangat penting untuk menjaga marwah dan kekompakan organisasi," ujar Muzamil.


Ia menambahkan bahwa membangun prestasi olahraga tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan pengorbanan, komitmen, kerja sama, serta komunikasi yang baik antara KONI, cabang olahraga, pemerintah daerah, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan.


Muzamil juga mengajak seluruh insan olahraga untuk mengembalikan kejayaan sejumlah cabang olahraga yang pernah menjadi kebanggaan Kepulauan Meranti, seperti gulat, sepak takraw, tarung derajat, tinju hingga menembak.


Menurutnya, potensi tersebut masih ada dan hanya membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan serta dukungan semua pihak.


"Kita pernah memiliki banyak cabang olahraga yang berjaya. Saya yakin dengan semangat kebersamaan dan komunikasi yang baik, kejayaan itu bisa kita bangkitkan kembali," katanya.


Ia turut mengingatkan agar pengelolaan organisasi dilakukan secara tertib, profesional dan transparan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.


Setelah seluruh rangkaian sambutan selesai, Musorkablub dilanjutkan dengan sidang pleno yang dipimpin Erna Lestari Rambe bersama anggota Jon Parulian dan Samsurizal. Dalam sidang tersebut, Hidayat Abdurrahman, SE secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Kepulauan Meranti periode 2026-2030 secara aklamasi.


Dengan terbentuknya kepengurusan baru, harapan besar kini tertuju pada KONI Kepulauan Meranti untuk memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan prestasi olahraga daerah, serta mewujudkan target menembus lima besar pada Porprov Riau 2027 mendatang."****






LIPUTAN         :     RED
EDITOR            :     REDAKSI 

Minggu, 14 Juni 2026

Karimun Siapkan Pulau Tulang Jadi Destinasi Wisata Sejarah Melayu, 2027 Bangun Pelabuhan Representatif

Karimun Siapkan Pulau Tulang Jadi Destinasi Wisata Sejarah Melayu, 2027 Bangun Pelabuhan Representatif





KabarPesisirNews.Com
KARIMUN KERI,    -
Pemerintah Kabupaten Karimun mulai menyiapkan langkah besar untuk mengembangkan Pulau Tulang, Kecamatan Selat Gelam, sebagai destinasi wisata unggulan berbasis sejarah dan peradaban Melayu.


Melalui konsep tersebut, daerah ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menghadirkan nilai budaya dan sejarah yang menjadi identitas masyarakat Melayu.


Hal itu disampaikan Bupati Karimun Iskandarsyah beberapa waktu lalu saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Kecamatan Selat Gelam di Desa Tulang.


“Kita ingin Pulau Tulang tidak sekadar dikenal karena pantainya, tapi juga karena jejak sejarah dan budaya Melayu yang kuat. Ini jadi identitas yang harus kita jaga dan kenalkan ke dunia,” kata Iskandarsyah.


Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Karimun menargetkan pembangunan pelabuhan representatif di Pulau Tulang pada tahun 2027. Selama ini, masyarakat dan wisatawan cukup kesulitan berlabuh saat air laut surut.


Langkah Pemkab Karimun ini mendapat apresiasi dari Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kabupaten Karimun. Datuk Panglima Sulung LMB Karimun sewaktu ditemui media ini Minggu 14/6/2026,  Khaidir, menilai rencana pengembangan Pulau Tulang sangat menggembirakan masyarakat, khususnya warga Pulau Tulang.


“Kami dari LMB sangat mengapresiasi setinggi-tingginya langkah Bupati Karimun. Ini bukti pemerintah hadir untuk mengangkat marwah Melayu. Pulau Tulang punya sejarah panjang, sudah seharusnya dijadikan ikon peradaban Melayu di Kepri,” tegas Khaidir Panglima Sulung.


Ia menambahkan, dengan akses pelabuhan yang memadai dan konsep wisata sejarah, kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara dipastikan akan meningkat. Hal itu akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat pesisir.


“Sebagai ormas yang beridentitas Melayu, LMB siap mendukung dan juga siap bersinergi menjaga situs-situs sejarah agar tidak rusak dan tetap jadi kebanggaan anak cucu kita,” tutup Khaidir."****






LIPUTAN       :     RED
EDITOR          :     REDAKSI 
PW IWO Sulsel Kecam Perampasan HP Wartawan di Jeneponto: Jelas Langgar UU Pers

PW IWO Sulsel Kecam Perampasan HP Wartawan di Jeneponto: Jelas Langgar UU Pers


 



KabarPesisirNews.Com
MAKASSAR SULSEL,    -
Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir, mengecam keras tindakan oknum kepolisian yang diduga merampas alat kerja sekaligus melarang salah seorang anggotanya meliput peristiwa penangkapan terduga pengedar narkotika di Kabupaten Jeneponto, Jumat dini, 12 Juni 2026.
 

Kejadian tersebut dialami oleh Usman, pengurus Pengurus Daerah IWO Jeneponto, saat sedang meliput detik-detik penangkapan pelaku yang diduga mengedarkan narkotika jenis sabu di kawasan Jembatan Belokallong, Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu.
 

Menurut Zulkifli, perbuatan oknum polisi itu jelas bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
 

“Kami mengecam keras dugaan perampasan ponsel milik wartawan yang terjadi di Jeneponto. Tindakan tersebut bukan hanya pelanggaran hak milik, tetapi juga merupakan bentuk intimidasi dan upaya menghalangi kerja jurnalistik yang dilindungi undang-undang,” tegasnya, Minggu, 14 Juni 2026.
 

Ia menjelaskan, Pasal 4 ayat (3) UU Pers secara tegas menyatakan pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi. Sementara Pasal 8 menegaskan wartawan berhak mendapatkan perlindungan hukum dalam menjalankan tugasnya.
 

“Ketentuan itu menjadi dasar bahwa setiap liputan yang dilakukan sesuai hukum wajib dihormati dan tidak boleh diintervensi secara sewenang-wenang,” tambahnya.
 

Zulkifli menegaskan, Pasal 18 ayat (1) undang-undang yang sama mengancam pelaku penghambatan kemerdekaan pers dengan pidana penjara maksimal dua tahun atau denda hingga Rp500 juta.
 

Oleh karena itu, pihaknya mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan transparan demi mewujudkan kepastian hukum. PW IWO Sulsel juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat menghormati fungsi pers sebagai pilar demokrasi dan jembatan informasi bagi publik.
 

“Kami akan terus mengawal proses hukum ini dan memberikan dukungan penuh kepada wartawan korban demi menjaga kemerdekaan pers serta perlindungan profesi jurnalistik di Indonesia,” pungkasnya."****






SUMBER     :   PW IWO SULSEL
EDITOR       :   REDAKSI 




KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,    – 
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) resmi mengesahkan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ASWIN Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, untuk masa bakti 2026–2031.


Pengesahan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan DPP ASWIN yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum ASWIN, Irno Budi Kiswoyo, SE., MH., pada 14 Juni 2026 di Jakarta.


Dalam surat keputusan tersebut dijelaskan bahwa pengesahan kepengurusan dilakukan berdasarkan hasil Musyawarah Cabang serta adanya Surat Pembekuan Pengurus Lama Nomor 05/SK.DPC-ASWIN/A/VI/2026. Selain itu, telah terbentuk susunan kepengurusan baru yang dinilai perlu mendapatkan pengesahan guna menjamin tertib administrasi organisasi dan kepastian hukum.


DPP ASWIN dalam konsiderannya mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ASWIN, serta Surat Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-0009732.AH.01.07 Tahun 2024 tentang legalisasi organisasi ASWIN.


Penerbitan surat keputusan tersebut juga memperhatikan hasil rapat DPP bersama Dewan Pembina dan Dewan Penasehat ASWIN terkait penertiban administrasi dan kepengurusan cabang, serta permohonan pengesahan yang diajukan oleh DPC ASWIN Kabupaten Kepulauan Meranti.


Dalam keputusan tersebut, DPP ASWIN mengangkat dan menetapkan kepengurusan DPC ASWIN Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menjalankan roda organisasi selama periode 2026–2031. Pengurus yang telah ditetapkan juga diberikan mandat untuk melaksanakan tugas organisasi sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing.


Ketua Umum DPP ASWIN, Irno Budi Kiswoyo, menegaskan bahwa surat keputusan tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkan dan dapat dicabut atau diperpendek masa berlakunya apabila terjadi pelanggaran berat terhadap AD/ART organisasi maupun ketentuan internal yang berlaku.


Adapun susunan pengurus DPC ASWIN Kabupaten Kepulauan Meranti periode 2026–2031 sebagai berikut:


Ketua

- T. L. Sahanry, S.Pd., CPLA

Sekretaris

- NurHidayat, S.Kom

Bendahara

- Ade Tian Prahmana

Bidang-Bidang

- Bidang Hukum: Andika Tampani Wibowo, SH., MH
- Bidang Humas dan SDM: Miswan MP
- Bidang Publikasi dan Media: Tengku Nauly Firdaus
- Bidang Investigasi: Khairul Soleh, S.Pd
- Anggota Bidang Investigasi: Rudi



Dengan terbitnya surat keputusan tersebut, DPC ASWIN Kabupaten Kepulauan Meranti diharapkan dapat menjalankan program kerja organisasi secara profesional, independen, dan berpedoman pada kode etik jurnalistik serta ketentuan organisasi yang berlaku."****






EDITOR         :     REDAKSI 
AKP (PURN) JAILANI SH, MANTAN KASAT NARKOBA POLRES SIAK: NAHKODA BARU LAN RIAU SIAP PERKUAT BARISAN LAWAN NARKOTIKA

AKP (PURN) JAILANI SH, MANTAN KASAT NARKOBA POLRES SIAK: NAHKODA BARU LAN RIAU SIAP PERKUAT BARISAN LAWAN NARKOTIKA






KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,    -
Sabtu    13  Juni  2026.
Sekretariat Kantor LAN Provinsi Riau
Jl. Letkol Syafruddin / Kasah, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru – Provinsi Riau
 

Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Riau resmi mengukuhkan kepemimpinan baru. AKP (Purn) Jailani, SH Secara sah ditetapkan sebagai Ketua sekaligus nahkoda yang akan mengarungi perjuangan melindungi masyarakat dan generasi muda dari bahaya narkotika di seluruh wilayah Riau. Pengukuhan ini berlangsung dalam rapat resmi pembentukan kepengurusan yang diselenggarakan di Ruang Pertemuan Utama Kantor LAN Riau.
 

Acara yang berlangsung khidmat dan tertib ini dipimpin oleh peserta rapat dan jajaran pengurus. Meskipun tidak hadir secara langsung, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LAN, Kolonel CHK Sultan Rusdal F. Inayatsyah, telah mengirimkan surat mandat resmi yang disampaikan melalui Ketua LAN Kabupaten Siak, Amrizal. Untuk membentuk kepengurusan struktur LAN Riau dan menetapkan ketua terpilih AKP (Purn)
Jailani SH Sebagai Ketua LAN Provinsi Riau yang baru. Prosesi penyerahan ini disaksikan oleh seluruh undangan dan calon pengurus yang ditetapkan.
 

AKP (Purn) Jailani,SH merupakan sosok yang memiliki rekam jejak dan pengalaman panjang di bidang penanganan narkotika. Sebagai pensiunan perwira kepolisian, ia pernah menjabat sebagai Kepala Urusan Narkoba di Polres Siak. Pengalaman dan dedikasinya menjadikan ia sosok yang tepat dan dipercaya untuk mengemban amanah memimpin organisasi ini.
 

Dalam surat mandat yang disampaikan, Ketua Umum DPP LAN menegaskan bahwa penunjukan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat peran LAN di tingkat daerah. “Mandat yang diberikan ini adalah amanah besar, bukan sekadar tugas rutin. Kita harus bergerak bersama memutus rantai peredaran dan mencegah penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat,” tertulis dalam surat tersebut.
 

Setelah menerima dan membacakan isi surat mandat, Amrizal selaku Ketua LAN Kabupaten Siak sekaligus penyampai dokumen tersebut menyampaikan dukungannya:
“Saya menerima amanah ini dari Ketua Umum DPP LAN untuk kemudian saya sampaikan dan serahkan kepada Bapak 
AKP (Purn) Jailani,SH. Kami meyakini Bapak adalah sosok yang mampu membawa organisasi ini melangkah lebih maju. Selama ini kami telah aktif melakukan penyuluhan dan pendidikan di sekolah-sekolah serta lingkungan masyarakat, agar anak muda dan warga memahami betapa berbahayanya narkotika bagi masa depan. Kami siap menjadi mitra kerja yang handal, mendukung setiap program dari pimpinan provinsi agar tercipta Riau yang bersih dan bebas dari ancaman narkotika.”
 

Komitmen Pimpinan Baru
 

Setelah Menerima Surat Mandat Secara Resmi, AKP (Purn) Jailani,SH menyampaikan kesiapan dan komitmennya dengan tegas:
“Saya menyatakan siap dan ikhlas mengemban tugas ini sebagai nahkoda LAN Provinsi Riau. Ke depan, kami akan memperkuat jaringan dan struktur kepengurusan hingga ke tingkat kabupaten dan kota. Kami juga akan membentuk kembali kepengurusan di daerah yang sudah lama tidak berjalan, serta mendirikan struktur baru di wilayah yang belum memiliki LAN. Semua ini kami lakukan agar gerakan pencegahan dan pemberantasan berjalan merata dan maksimal.”
 

Langkah strategis yang akan dijalankan meliputi:
Menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan integritas tinggi
Memperkuat koordinasi serta kerja sama yang sinergis dengan instansi terkait


Meningkatkan sosialisasi dan pencegahan secara masif ke seluruh lapisan masyarakat
Membangun tim kerja yang solid, profesional, dan bertanggung jawab
Bekerja sesuai aturan organisasi dan ketentuan hukum yang berlaku
 

Sekretaris LAN Riau, Hendry, dan Bendahara, Aidil Fitsen SH, juga menyatakan kesiapan mendampingi pimpinan baru dalam menjalankan seluruh program kerja.
 

Susunan Struktur Kepengurusan Resmi
 

Dalam rapat tersebut, disahkan pula susunan lengkap struktur kepengurusan LAN Provinsi Riau yang telah terisi dan siap melaksanakan tugas:
 

Pelindung: Gubernur Riau
Pembina: Forkompimda Provinsi Riau
Penasihat: Efrizon SH, MKn
Pengawas: BNN Provinsi Riau dan Kesbangpol Provinsi Riau
Ketua:  AKP (Purn) Jailani,SH
Wakil Ketua I: Asrizal Nurdin Danau
Wakil Ketua II: Amrizal
Wakil Ketua III: Indah Rosmiati SH
Sekretaris: Hendry
Bendahara: Aidil Fitsen SH
 
Divisi Organisasi & SDM
Ketua: Syahrizal SH
Wakil Ketua: Ade Wira Abdullah SH
 
Divisi Advokasi
Ketua: Marlina Oktavia SH
 
Divisi Hubungan Masyarakat
Ketua: Adi Bonar Siregar, SE
 
Dengan struktur yang lengkap dan kepemimpinan yang jelas, LAN Provinsi Riau di bawah nahkoda baru siap melangkah maju, menjadikan perjuangan ini sebagai gerakan nyata yang terukur, terpercaya, dan dapat dijadikan contoh dalam upaya menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat."****






LIPUTAN          :     ANGGA 
EDITOR             :     REDAKSI 
Waisak Sannipata Nusantara 2026 di Meranti, Bupati Asmar Ajak Perkuat Perdamaian dan Kerukunan Antarumat Beragama

Waisak Sannipata Nusantara 2026 di Meranti, Bupati Asmar Ajak Perkuat Perdamaian dan Kerukunan Antarumat Beragama






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    – 
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar menghadiri perayaan Waisak Sannipata Nusantara 2570 Buddhis Era Tahun 2026 yang mengusung tema "Dharma Menjaga Perdamaian Dunia", di Hall Grand Meranti Hotel, Jalan Kartini, Selatpanjang, Sabtu (13/6/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kepulauan Meranti Fazrul Amraini, S.Pd, unsur Forkopimda, sejumlah kepala OPD, para  biksu Sangha, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta umat Buddha dari berbagai wilayah di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Ketua Panitia Waisak Sannipata Nusantara 2026, Arfandi, S.Pd, mengatakan bahwa peringatan Waisak bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi momentum untuk merefleksikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai luhur ajaran Buddha melalui cinta kasih, kebijaksanaan, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.


Menurutnya, rangkaian kegiatan Waisak tahun ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek spiritual, tetapi juga menyentuh bidang sosial dan pelestarian lingkungan sebagai wujud nyata pengamalan Dhamma dalam kehidupan sehari-hari.


"Panitia Waisak bersama umat Buddha di Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan," ujarnya.


Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan sejak awal Mei 2026. Di antaranya karya bakti di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa pada 3 Mei sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan, donor darah di Wihara Maharaja Sakti pada 7 Mei, serta kegiatan ekoteologi berupa penanaman pohon dan pelepasan makhluk hidup (Fangshen) di Desa Beting dan Desa Sesap pada 8 Mei.


Selanjutnya, pada 10 Mei dilakukan pembuatan dan penuangan eco enzyme di Sekolah Kasimetria sebagai upaya pengolahan limbah organik yang ramah lingkungan. Kemudian pada 20 Mei digelar Hening Nusantara di Wihara Buddha Dharma sebagai gerakan refleksi nasional melalui meditasi bersama. Puncak perayaan dilaksanakan pada 13 Juni 2026 melalui Waisak Sannipata Nusantara dengan tema nasional "Dharma Menjaga Perdamaian Dunia".


Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, Misyanto, S.Pd.I, menyampaikan bahwa Kementerian Agama hadir sebagai rumah bersama seluruh umat beragama dan terus mendukung kegiatan yang mengedepankan nilai perdamaian, kebersamaan, serta kontribusi nyata bagi kehidupan sosial masyarakat.


Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, para biksu Sangha dan umat Buddha yang telah berpartisipasi menyukseskan seluruh rangkaian perayaan Waisak tahun ini.


"Mari kita jadikan peringatan Tri Suci Waisak sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta mewujudkan kehidupan yang damai, rukun dan harmonis," katanya.


Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar mengatakan bahwa Tri Suci Waisak memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha, yakni kelahiran Siddharta Gautama, pencapaian pencerahan sempurna, dan Parinibbana Sang Buddha.


Menurutnya, Waisak tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga mengandung pesan universal tentang pentingnya kebajikan, kasih sayang dan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat.


"Melalui kegiatan Waisak Sannipata Nusantara, kita tidak hanya merayakan tradisi keagamaan, tetapi juga memperkuat persaudaraan lintas budaya dan agama. Inilah wujud nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi fondasi bangsa Indonesia," ujar Asmar.


Ia menambahkan, masyarakat Kepulauan Meranti memiliki kearifan lokal berupa budaya gotong royong dan musyawarah yang sejalan dengan ajaran Sang Buddha tentang kebersamaan dan welas asih.


Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga infrastruktur, guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan harmonis.


"Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya umat Buddha, menjadikan peringatan Waisak ini sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan yang damai. Mari meneladani ajaran Sang Buddha tentang welas asih, kebijaksanaan dan pengendalian diri sehingga tercipta masyarakat yang adil dan sejahtera," ungkapnya.


Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Bupati Asmar menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, para biksu Sangha dan seluruh umat Buddha yang telah berkontribusi dalam menyukseskan perayaan tersebut.


"Selamat memperingati Hari Suci Tri Waisak 2570 BE Tahun 2026. Semoga cahaya Dharma senantiasa menerangi jalan hidup kita, membawa kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia," tutupnya."****






LIPUTAN       :     NUR
EDITOR          :     REDAKSI 

Sabtu, 13 Juni 2026

ASN Terduga Penganiaya Jurnalis tvOne di Tapsel Jadi Tersangka, Tidak Ditahan Karena Istri Perwira Polisi?

ASN Terduga Penganiaya Jurnalis tvOne di Tapsel Jadi Tersangka, Tidak Ditahan Karena Istri Perwira Polisi?





KabarPesisirNews.Com
TAPSEL SUMUT,     -
Setelah melakukan pemeeiksaan selama tiga bulan, penyidik Satreskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), akhirnya menetapkan YTS, seorang ASN perempuan terduga pelaku penganiayaan terhadap jurnalis tvOne bernama Irvan. 


Status terhadap penduduk  Perumahan Peranginan, Pasar Gunung Tua, Tapsel itu ditingkatkan setelah adanya gelar perkara yang di laksanakan Satreskrim Polres Tapsel pada tanggal 10 Juni 2026 dengan No Surat penetapan tersangka SP.TAP/81/VI/RES/1.6.20260 / RESKRIM 11 Juni 2026.


Namun sejauh ini belum ada langkah tegas dari penyidik untuk melakukan penahanan  terhadap wanita berusia 50 tahun tersebut. Belakangan tersiar kabar, keistimewaan itu diperoleh tersangka karena yang bersangkutan adalah istri seorang Perwira  Polisi yang bertugas di Polsek Padang Bolak.


Seperti diketahui, kasus ini merupakan tindaklanjut dari laporan korban yang tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP / B / 94 / III / 2026 / SPKT / Polres Tapanuli Selatan Polda Sumatera Utara tanggal 13 Maret 2026.


Setelah menerima salinan penetapan, Irvan mengaku sudah mempertanyakannya langsung ke pihak penyidik apakah status tersangka langsung disusul dengan  oenahanan.


"Tapi pihak penyidik tidak ada menjawab terkait hal tersebut. Apakah karena YS istri dari seorang perwira polisi makanya tidak di lakukan penahanan setelah di tetapkan sebagai tersangka," ujar Irvan.


Sementara itu, atas penegakan hukum yang dinilai tidak adil, Aliansi JurnalisTapssl berencana melakukan unjukrasa di depan Mapolda Sumatera Utara sebagai desakan kepada Polres Tapsel untuk segera menahan YS pelaku penganiayaan Jurnalis tvOne yang sudah di tetapkan sebagai tersangka .


Seperti diketahui, peristiwa tersebut bermula saat ASN di Puskesmas Gunung Tua, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta)


Diduga kuat, ia emosi dan marah saat dikonfirmasi korban terkait praktik rentenir ilegal yang diduga dijalankannya. Nasabahnya diketahui para Kepala Desa di Paluta. Sedangkan jaminannya adalah buku rekening pemerintah desa.


Saat itu, bukannya menjawab pertanyaan korban sebagai jurnalis, tersangka malah melontarkan ancaman baik melalui telepon atau chat WhatsApp.


Puncaknya ketika korban Irvan bertemu tersangka di salah satu warung makan di Desa Aek Suhat, Kecamatan Padang Bolak, Tapsel.


Begitu melihat korban yang saat itu sedang berada di dalam mobil, emosi tersangka langsung memuncak. Tersangka langsung datang dan menyerang hingga korban menderita luka memar di sebagian tubuh."****







LIPUTAN           :      RED
EDITOR              :      REDAKS
Wabup Muzamil Buka Turnamen PBSI Mencari Bakat, Tegaskan Pembinaan Atlet Harus Objektif

Wabup Muzamil Buka Turnamen PBSI Mencari Bakat, Tegaskan Pembinaan Atlet Harus Objektif






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, secara resmi membuka Turnamen PBSI Mencari Bakat Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2026 yang dirangkai dengan Penataran Wasit Bulutangkis, Sabtu (13/6/2026), di Gedung Seven Up, Selatpanjang.


Kegiatan yang digelar oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Kepulauan Meranti itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga bulutangkis sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perwasitan.


Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati yang juga Ketua Umum PBSI Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin, narasumber penataran wasit Dede Apriono dari Pekanbaru, jajaran pengurus PBSI, para peserta penataran, atlet, official, serta orang tua dan pendamping atlet.


Dalam sambutannya, Muzamil menegaskan bahwa pembinaan atlet harus dilakukan secara objektif dan profesional. Menurutnya, proses pencarian bakat harus benar-benar berdasarkan kemampuan dan prestasi atlet, tanpa dipengaruhi kepentingan tertentu.


"Tujuan kita adalah mencari bibit-bibit terbaik yang nantinya dapat dibina dan mewakili Kabupaten Kepulauan Meranti. Tidak boleh ada pilih kasih. Siapa yang berprestasi dan layak, itulah yang harus mendapatkan kesempatan," tegas Muzamil.


Ia juga mengapresiasi pelaksanaan penataran wasit yang dinilai menjadi langkah penting dalam membangun fondasi organisasi PBSI yang lebih kuat dan profesional.


Menurut Muzamil, sebanyak 28 peserta telah mengikuti penataran selama dua hari dan seluruhnya dinyatakan lulus serta berhak menerima sertifikat.


"Kita ingin membangun pondasi PBSI Meranti secara bertahap tetapi pasti. Salah satunya dengan menyiapkan wasit-wasit yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sehingga dapat mendukung pelaksanaan berbagai turnamen di daerah," ujarnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Suwarto, menjelaskan bahwa penataran wasit dirancang tidak hanya dalam bentuk teori, tetapi juga praktik langsung melalui pertandingan pencarian bakat atlet bulutangkis.


"Penataran wasit ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang perwasitan. Hari ini para peserta langsung mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan," katanya.


Selain penataran, PBSI Meranti juga menggelar turnamen pencarian bakat yang diikuti 78 atlet putra dan putri dari berbagai wilayah di Kabupaten Kepulauan Meranti. Sebanyak 70 pertandingan berlangsung dalam satu hari dengan mempertandingkan lima kelompok usia, yakni usia dini (6–11 tahun), anak-anak (11–13 tahun), pemula (13–15 tahun), remaja (15–17 tahun), dan taruna (17–19 tahun).


Para juara akan memperoleh medali, sertifikat penghargaan, serta uang pembinaan. Atlet-atlet yang menunjukkan potensi terbaik nantinya akan diseleksi dan dibina oleh PBSI Kepulauan Meranti untuk dipersiapkan mengikuti berbagai kejuaraan tingkat provinsi hingga nasional.


Menutup sambutannya, Muzamil mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan turnamen tersebut sebagai ajang mengasah kemampuan sekaligus membangun mental juara.


"Bertandinglah dengan baik, junjung tinggi sportivitas, dan tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Semoga dari ajang ini lahir atlet-atlet yang mampu membawa nama Meranti ke tingkat yang lebih tinggi," pungkasnya."****








LIPUTAN         :      NUR
EDITOR            :      REDAKSI 
Pemberitaan Dugaan Penyimpangan Rp841 Juta Jadi Sorotan, Sanusi: Temuan BPK Bukan Vonis Korupsi

Pemberitaan Dugaan Penyimpangan Rp841 Juta Jadi Sorotan, Sanusi: Temuan BPK Bukan Vonis Korupsi






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,      -
Pemberitaan salah satu media online terkait dugaan penyimpangan anggaran belanja suku cadang kendaraan dinas senilai Rp841 juta menjadi perbincangan hangat di Kepulauan Meranti. 


Isu tersebut mencuat setelah adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tak hanya di media online, informasi ini juga beredar luas di media sosial TikTok dengan melampirkan foto Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, sehingga memicu beragam komentar dari netizen.


Menanggapi hal itu, pemerhati kebijakan publik, Sanusi, angkat bicara, Sabtu 13/6/2026. Ia menegaskan tidak menyalahkan media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.


"Namun kurang elok jika menampilkan foto Bupati Asmar. Menurut pandangan saya, alangkah baiknya menampilkan foto kantor Bupati saja. Dengan memajang foto beliau, tentu akan menggiring opini ke arah yang negatif," ujar Sanusi.


Sanusi menambahkan, temuan audit BPK tidak serta-merta diartikan sebagai tindak pidana korupsi atau kerugian negara.


"Temuan BPK itu merupakan mekanisme pengawasan dan pembinaan terhadap pengelolaan keuangan daerah. Ada tahapan klarifikasi dan tindak lanjut dari OPD terkait," jelasnya.


Lebih lanjut, Sanusi  menyebut Bupati tidak memiliki hubungan langsung dengan teknis belanja tersebut. "Bupati tak ada hubungannya, karena Sekretariat Daerah selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang bertanggung jawab secara teknis," kita tunggu saja temuan BPK seperti apa, tentu berproses dan masyarakat jangan dulu  berspekulasi, tutupnya."****








LIPUTAN      :     RED
EDITOR         :     REDAKSI