Sabtu, 16 Mei 2026

Polres Meranti Ikuti Panen Raya Jagung Nasional dan Launching Program Ketahanan Pangan Polri

Polres Meranti Ikuti Panen Raya Jagung Nasional dan Launching Program Ketahanan Pangan Polri






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Polres Kepulauan Meranti menggelar kegiatan Panen Raya Jagung Pipil Kuartal II Tahun 2026 di lahan milik BUMDes Rumbai Lestari, Desa Sesap, Kecamatan Tebing Tinggi, Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.


Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional pemerintah. Selain itu, kegiatan juga dirangkaikan dengan Zoom Meeting Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri dan Launching Operasional 166 SPPG Polri yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia bersama Kapolri.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H. hadir langsung memimpin kegiatan tersebut. Turut hadir Wakapolres KOMPOL Detis Mayer Silitonga, S.H., Kabag Ops KOMPOL Wan Mantazakka, S.H., M.H., Kabag SDM KOMPOL Ali Azar, S.Sos., Kabag Log AKP Herry Juana Putra, Kasat Reskrim AKP Roemin Putra, S.H., M.H., Kasat Lantas AKP Sardianto, S.E., Kapolsek Tebing Tinggi AKP Jenri Adekson Lubis, S.H., M.H., serta Kasi Humas IPTU Iskandar Nopianto.


Hadir pula Kepala Desa Sesap Jimri, S.Pd.I., Ketua Kelompok Tani BUMDes Rumbai Lestari Ari Widianto, Ketua Ansor Kabupaten Kepulauan Meranti Mutaqin, Kanit Binmas AIPTU Djoko Susilo, dan Kanit Propam AIPDA Erry Soeyeri.


Rangkaian kegiatan diawali dengan mengikuti Zoom Meeting nasional bersama jajaran Polri se-Indonesia. Setelah itu, Kapolres bersama unsur Forkopimda dan kelompok tani melaksanakan panen raya jagung pipil di lahan seluas satu hektare milik BUMDes Rumbai Lestari. Dari lahan tersebut, berhasil dipanen sekitar satu ton jagung pipil.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.


“Panen raya jagung ini menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Keterlibatan aktif Polres Kepulauan Meranti bersama kelompok tani diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas produksi pangan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapolres.


Ia menambahkan, program ketahanan pangan tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara Polri, pemerintah daerah, BUMDes, dan masyarakat dalam memanfaatkan lahan produktif guna mendukung ketahanan pangan lokal.


Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 15.15 WIB itu berjalan aman, lancar, dan kondusif. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus semangat kolaborasi dalam mendukung swasembada pangan nasional."****






SUMBER      :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR        :    REDAKSI 

Perusahaan Beroperasi di Riau Diminta Pakai Plat BM, Bupati dan Walikota Di Minta Menginventarisasi

Perusahaan Beroperasi di Riau Diminta Pakai Plat BM, Bupati dan Walikota Di Minta Menginventarisasi






KabarPesisirNewsCom
PEKANBARU RIAU,    -
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto saat Sosialisasi Kepatuhan Investasi Terpadu bagi PMA/PMDN Melalui Pengawasan Berbasis Risiko di Menara Dang Merdu BRK Syariah, Rabu (13/5/2026).


Plt Gubri mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau membuka lebar peluang investasi masuk ke daerah. Namun, ia berharap perusahaan yang beroperasi di Riau juga ikut berkontribusi terhadap penerimaan daerah.


Perusahaan yang beroperasi di wilayah Provinsi Riau diminta menggunakan kendaraan berplat nomor BM (Riau) agar pajak kendaraan bermotor masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Riau.


"Kami mengimbau seluruh perusahaan yang masuk ke Riau agar menggunakan plat BM. Tujuannya supaya pajak kendaraan yang dibayar masuk ke PAD Riau dan bisa dimanfaatkan kembali untuk masyarakat," pintanya.


Sebab menurut Plt Gubri, pajak kendaraan bermotor yang dibayar perusahaan di Riau sangat membantu pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur.
"Jangan beroperasi di Riau, yang rusak jalan di Riau, tapi pajak kendaraannya dibayar di daerah lain," ujarnya.


Lebih lanjut Plt Gubri mengatakan, saat ini pemerintah provinsi hanya menerima sekitar 30 persen dari bagi hasil pajak kendaraan, sementara sisanya menjadi hak pemerintah kabupaten/kota. Karena itu, optimalisasi kendaraan berplat BM dinilai penting untuk mendongkrak pendapatan daerah.


Karena itu, Plt Gubri juga meminta seluruh bupati dan wali kota ikut menginventarisasi kendaraan perusahaan yang belum menggunakan pelat nomor Riau.


"Kita minta daerah ikut mengejar kendaraan-kendaraan yang belum BM. Tujuannya supaya sama-sama meningkatkan pendapatan daerah," tegasnya.


Selain kendaraan berplat BM, sebelumnya Pemprov Riau juga meminta investor membuka rekening di Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) serta memiliki NPWP di Provinsi Riau agar pajak perusahaan tercatat di daerah.


"Jangan mencari makan di Riau, tapi seluruh pajaknya dibawa ke Jakarta. Kita ingin manfaat investasi ini benar-benar dirasakan masyarakat Riau," tutupnya."****







LIPUTAN       :      RUSTAM
EDITOR          :     REDAKSI
Pemuda Penggerak Sosial Masyarakat Kepulauan Meranti Desak Pusat Kembalikan Dana Reboisasi untuk Pulihkan Mangrove

Pemuda Penggerak Sosial Masyarakat Kepulauan Meranti Desak Pusat Kembalikan Dana Reboisasi untuk Pulihkan Mangrove






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,   – 
Pemuda Penggerak Sosial Masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti, Khairul Sholeh, menyuarakan desakan keras kepada pemerintah pusat terkait pemanfaatan Dana Reboisasi (DR) dan Iuran Hasil Hutan (IHH). Pemuda kelahiran Kecamatan Pulau Merbau ini meminta keadilan anggaran agar dana yang dipungut dari eksploitasi alam Meranti dikembalikan untuk memulihkan ekosistem pesisir, khususnya hutan mangrove yang kian kritis.


Khairul Sholeh mengingatkan bahwa sebelum pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti, wilayah ini menjadi primadona bagi sejumlah perusahaan besar yang mengantongi izin pengelolaan kayu alam.


"Hingga saat ini, aktivitas korporasi raksasa masih berjalan, seperti PT RAPP di Pulau Padang dan perusahaan lainnya di Pulau Rangsang. Mereka punya kewajiban menyetor DR dan IHH ke kas pusat. Nilainya jelas tidak sedikit, sangat besar," ujar Khairul kepada media ini.


Ekosistem Rusak, Dana Tertahan di Pusat


Menurut Khairul, ironi besar sedang terjadi di Kepulauan Meranti. Di satu sisi, pusat menerima aliran dana segar yang melimpah dari hasil bumi Meranti. Di sisi lain, masyarakat lokal harus berhadapan dengan dampak lingkungan berupa kerusakan hutan mangrove yang masif di sepanjang pesisir pulau.


Oleh karena itu, sebagai representasi suara pemuda dan masyarakat, tokoh muda asal Pulau Merbau ini mendesak kementerian terkait agar segera memformulasikan pengembalian Dana Reboisasi tersebut khusus untuk membiayai pemulihan lingkungan di Meranti.


Solusi Ganda: Reboisasi Sekaligus Buka Lapangan Kerja


Lebih lanjut, Khairul menegaskan bahwa pengembalian dana ini bukan sekadar urusan lingkungan hidup, melainkan juga menyangkut hajat hidup orang banyak dan pemulihan ekonomi lokal.


Ada dua poin utama yang menjadi tuntutan dalam desakan ini:


Pemulihan Total Hutan Mangrove: Dana Reboisasi harus dialokasikan langsung untuk program penanaman kembali (reboisasi) kawasan mangrove yang telah rusak parah di wilayah pesisir Kepulauan Meranti.


Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal: Proyek reboisasi ini wajib melibatkan dan mempekerjakan kembali masyarakat tempatan, terutama mereka yang selama ini menggantungkan hidup dan bekerja di sekitar kawasan hutan mangrove.


"Masyarakat Meranti jangan hanya kebagian dampaknya saja. Kami mendesak pusat: kembalikan Dana Reboisasi itu ke Meranti! Gunakan untuk menanam kembali mangrove yang rusak, dan pekerjakan masyarakat kami di sana. Ini baru namanya keadilan ekologis dan ekonomi," pungkas Khairul dengan Tegas."****







LIPUTAN           :     RED
EDITOR              :    REDAKSI 
Buka Festival Telaga Air Merah, Bupati Asmar Apresiasi Kolaborasi Desa dan Perusahaan Bangun Wisata

Buka Festival Telaga Air Merah, Bupati Asmar Apresiasi Kolaborasi Desa dan Perusahaan Bangun Wisata






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, membuka Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026 yang digelar di Desa Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Sabtu (16/5/2026).


Dalam kesempatan itu, Bupati Asmar mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes dan PT Imbang Tata Alam (ITA) dalam mengembangkan potensi wisata berbasis kearifan lokal di Desa Tanjung.


Menurutnya, Festival Telaga Air Merah bukan sekadar ajang hiburan dan wisata, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergi berbagai pihak dalam membangun sektor pariwisata yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat desa.


“Festival ini dapat menjadi contoh bagaimana kekayaan budaya, sejarah, dan kearifan lokal mampu dikembangkan menjadi potensi pariwisata yang berdampak terhadap pemberdayaan masyarakat dan peningkatan perekonomian daerah,” ujar Asmar.


Ia mengatakan, Festival Telaga Air Merah juga menjadi sarana pelestarian budaya Melayu sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat serta mengenalkan permainan olahraga tradisional kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi.


“Festival Telaga Air Merah ini merupakan salah satu bentuk usaha kita dalam menjaga khasanah budaya Melayu sekaligus mengajak generasi muda untuk terus melestarikan warisan budaya daerah,” katanya.


Selain sektor pariwisata, Bupati Asmar juga mengapresiasi kontribusi PT Imbang Tata Alam dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa melalui pembangunan Jalan Tanjung Darul Takzim sepanjang 1.600 meter dengan lebar 3 meter yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat setempat.


Menurutnya, pembangunan jalan tersebut sangat membantu meningkatkan mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi hasil perkebunan maupun pertanian warga.


“Kami berharap keberadaan jalan ini dapat dijaga dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Desa Tanjung, Muhammad Anas, mengatakan Festival Telaga Air Merah yang telah memasuki tahun keenam merupakan hasil kebersamaan antara pemerintah desa, BUMDes Tanjung Mandiri dan PT Imbang Tata Alam dalam mengembangkan potensi wisata desa.


“Alhamdulillah di tahun 2026 ini kami dari Desa Tanjung bekerja sama dengan BUMDes dan PT Imbang Tata Alam kembali melaksanakan Festival Telaga Air Merah yang ke-VI. Tentunya ini merupakan bentuk kebersamaan dan kekompakan seluruh pihak,” ujarnya.


Ia juga menyampaikan, keberadaan Wisata Telaga Air Merah yang dikelola melalui unit usaha BUMDes Tanjung Mandiri terus memberikan kontribusi positif bagi desa dan masyarakat.


“Alhamdulillah pada tahun 2025 lalu, BUMDes Tanjung Mandiri berhasil menghasilkan PAD atau keuntungan sekitar Rp183 juta yang sedikit demi sedikit dapat memberikan kontribusi bagi desa dan masyarakat,” katanya.


Perwakilan Manajemen EMP PT Imbang Tata Alam (ITA), Arif Hidayatullah, mengatakan Festival Telaga Air Merah menjadi bukti nyata kolaborasi antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat dalam membangun potensi wisata daerah.


“PT Imbang Tata Alam bukan Superman, tetapi kami berupaya menjadi super team bersama masyarakat dan pemerintah dalam membangun Meranti yang lebih maju,” ujarnya.


Ia menyebutkan, pengembangan Wisata Telaga Air Merah menunjukkan semangat masyarakat Desa Tanjung yang mampu mengubah kawasan embung menjadi destinasi wisata yang produktif dan menarik bagi pengunjung dari berbagai daerah.


“Bagaimana kondisi yang tidak optimal dan berada di kampung ternyata bisa dibangun menjadi seperti ini. Kami belajar dari semangat juang masyarakat Desa Tanjung dalam mengembangkan wisata,” katanya.


Arif juga mengapresiasi keterlibatan Pokdarwis, BUMDes dan masyarakat yang menyediakan homestay serta mendukung aktivitas wisata selama festival berlangsung sehingga berdampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat setempat.


“Boleh jadi kita berbeda, ada Jawa, Sunda dan Melayu, tetapi di sini kita bersatu dan berkolaborasi membangun Meranti lebih maju,” ungkapnya.


Di sela kegiatan festival, PT Imbang Tata Alam turut menyerahkan santunan kepada 23 anak yatim yang berasal dari Desa Tanjung, Maini Darul Aman, Tenan dan Tanjung Darul Takzim sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar.


Usai membuka festival, Bupati Asmar juga membuka lomba pacu sampan dan lomba mencucuk atap yang menjadi rangkaian Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026.


Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir, Bupati Asmar bersama tamu undangan turut melakukan penanaman pohon di kawasan wisata Telaga Air Merah.


Rangkaian Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026 turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan budaya dan perlombaan, di antaranya lomba pacu sampan, lomba mencucuk atap, lomba mewarnai tingkat TK dan RA se-Kecamatan Tebingtinggi dan Tebingtinggi Barat, malam apresiasi seni budaya, pertunjukan barongsai, tari tradisional, orkes Melayu, api unggun, hingga camping ground di kawasan wisata Telaga Air Merah.


Sebelumnya, Bupati Asmar juga terlebih dahulu meresmikan Jalan Tanjung Darul Takzim yang dibangun melalui dukungan PT Imbang Tata Alam."****







SUMBER    :   PEMKAB KEP.MERANTI
EDITOR      :   REDAKSI 
Polsek Rambah Samo langsung jadi pengelola penanaman jagung  Seluas 2 Ha di Desa Marga Mulya.

Polsek Rambah Samo langsung jadi pengelola penanaman jagung Seluas 2 Ha di Desa Marga Mulya.






KabarPesisirNews.Com
ROKAN HULU RIAU,    – 
Dalam upaya mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto, Polsek Rambah Samo melaksanakan kegiatan penanaman jagung pipil kuartal II tahun 2026 di Desa Marga Mulya, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Jumat (15/5/2026).
       

      Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung di lahan seluas kurang lebih 2 hektare yang berada di RT 06 RW 02 Dusun Bukit Rindang, Desa Marga Mulya.


Penanaman dilakukan sebagai bentuk sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan menuju kemandirian pangan daerah.


        Kapolsek Rambah Samo Ipda Sarlose Mesra, SH, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama jajaran personel Polsek, didampingi Kanit Binmas Ipda Zulpendi, S.Pdi, Kepala Desa Marga Mulya Jasmani, SH, Direktur BUMDes Mitra Usaha Mulya Suryana, SE, PPL Desa Marga Mulya Santoso, serta masyarakat setempat.


      Dalam kegiatan tersebut, bibit jagung varietas Pioner 32 Singa ditanam di lahan mineral tanah hitam dengan sumber air tadah hujan. Penanaman ini dijadwalkan panen pada 30 Agustus 2026 mendatang.


         Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra SIK MSi melalui Kapolsek Rambah Samo Ipda Sarlose Mesra SH menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan serta meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.


          “Melalui kolaborasi ini, kami berharap lahan produktif dapat terus dimanfaatkan secara optimal demi mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Jumat (15/5/26).


            Selain menjadi langkah strategis menjaga ketersediaan pangan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui kerja sama di sektor pertanian.


          Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Program ini diharapkan menjadi contoh positif bagi wilayah lain dalam mengembangkan potensi pertanian lokal guna menyukseskan agenda besar swasembada pangan Indonesia."****






LIPUTAN ROHUL         :      AC
EDITOR                          :     REDAKSI 
Bupati Afni :  Perjuangkan Revitalisasi Sekolah dan Guru Honorer ke Kemendikdasmen

Bupati Afni : Perjuangkan Revitalisasi Sekolah dan Guru Honorer ke Kemendikdasmen






KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,    -
Bupati Siak, Afni Zulkifli terus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Siak, termasuk revitalisasi sekolah rusak dan perhatian terhadap guru honorer. Upaya itu dilakukan melalui audiensi bersama jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI di Jakarta, Rabu (13/5/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Afni hadir bersama Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, Kepala Dinas Pendidikan Riau Erisman Yahya, serta Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau Nilam Suri.


Rombongan diterima langsung Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen RI, Gogot Suharwoto.


Turut hadir Inspektur Jenderal Kemendikdasmen RI Faisal Syahrul, Inspektur II Itjen Kemendikdasmen Purwaniati Nugraheni, serta para kepala subdirektorat PAUD, SD dan SMP.


Afni mengatakan, Pemerintah Kabupaten Siak terus berupaya maksimal memperjuangkan bantuan revitalisasi bagi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan.


“Kita terus berikhtiar semaksimal mungkin, khususnya perjuangan mendapatkan revitalisasi sekolah di Siak yang sudah dalam kondisi rusak,” ujar Afni.


Mantan wartawan itu menyebutkan, saat ini terdapat 112 sekolah di Kabupaten Siak yang diusulkan untuk mendapatkan program revitalisasi dari pemerintah pusat. 


Selain itu, Pemkab Siak juga mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang saat ini telah memasuki tahap survei lapangan oleh pihak kementerian.


Afni berharap, hasil pertemuan tersebut membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Siak. 


“Insya Allah dengan pertemuan hangat ini, akan banyak kabar baik untuk dunia pendidikan Siak ke depan,” katanya optimis.


Dalam audiensi itu, sejumlah isu pendidikan turut dibahas, mulai dari revitalisasi sekolah, digitalisasi pendidikan, hingga perhatian terhadap guru non-ASN atau guru honorer.


Kemendikdasmen juga memastikan guru non-ASN tetap dapat mengajar dan memperoleh hak-haknya melalui dukungan dana BOS serta program pengangkatan PPPK.


"Kami mengusulkan dan mendukung seluruh Guru Honorer di Siak menjadi P3K, dengan pembiayaan dari APBN. Karena Siak masih membutuhkan banyak Guru, dan kita tidak mungkin merumahkan Guru yang sudah lama mengabdi untuk pendidikan Siak," lugasnya"****






LIPUTAN SIAK       :       RUSTAM
EDITOR                   :       REDAKSI

LAMR Kepulauan Meranti Laksanakan Survei Awal Peninjauan Kearifan Lokal

LAMR Kepulauan Meranti Laksanakan Survei Awal Peninjauan Kearifan Lokal






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR)  Kabupaten Kepulauan Meranti melaksanakan kegiatan survei awal peninjauan kearifan lokal  di Desa Tanjung Darul Takzim,  Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti.  Pelaksanaan survei ini dilaksanakan pada Kamis (14/5/2026).


Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti,  Datuk Seri Afrizal Cik,  S.Sos., M.Si., kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk mengetahui seberapa banyak kearifan lokal yang masih terjaga di daerah ini. 


"Kegiatan survey awal peninjauan kearifan lokal ini kami laksanakan untuk mengetahui seberapa banyak kearifan lokal yang masih terjaga di desa-desa di Kepulauan Meranti. Lanjutan dari survei awal ini,  kami akan mengadakan Peninjauan Kearifan Lokal dengan melibatkan Pengurus LAMR dan masyarakat yang lebih ramai. Serta mengaungkan arti penting menjaga kearifan lokal." Ungkap Datuk Seri Afrizal Cik. 


"Dalam pengamatan kami,  terdapat beberapa kearifan dan tradisi lokal yang masih terjaga di Desa Tanjung Darul Takzim.  Di antaranya pengekalan kayu bakau dan tanaman mangrove di tepian sungai yang tak dibenarkan untuk ditebang sehingga tanaman mangrovenya terlihat tumbuh subur dan tinggi menjulang. 


Perlindungan tanaman yang mengelilingi Tasik Nambus.  Adanya tradisi   "Bele Kampung" atau "Beratip", untuk menjauhkan kampung ini dari segala mara bahaya. Adanya tradisi "Mandi Syafar" yang dilaksakan di Tasik Nambus pada hari Rabu terakhir di bulan Syafar, dan berbagai seni budaya lainnya" lanjut Datuk Seri Afrizal Cik.


Dari pantauan awak media yang ikut bersama Tim Survey Awal Kearifan Lokal LAMR Kepulauan Meranti,  masih terlihat deretan tanaman mangrove yang utuh,  air gambut yang jernih yang mengalir lancar di parit, dan sebagian hutan alam yang masih terjaga. 


Utuhnya hutan mangrove tentunya erat kaitan dengan tidak adanya panglung arang yang berdiri di desa ini,  serta larangan penebangan pohon mangrove.  Selain itu,  kelihatan tanah desa yang masih subur dan tidak tergerus oleh abrasi yang pada umumnya merusak banyak desa di Kepulauan Meranti. 


Terilihat hadir bersama Datuk Seri Afrizal Cik,  Tim Survey Awal Peninjauan Kearifan Lokal LAMR Kepulauan Meranti, Datuk Misdar Efendi, S.Pd., Datuk Hanafi,  S.Kom., Datuk Izam,  S.Pd., M.Si., dan yang lainnya. Turut serta didampingi Sekretaris LAMR Kecamatan Tebing Tinggi Barat,  Jamian, S.E. Kedatangan Tim Survey LAMR Kepulauan Meranti ini disambut oleh Kepala Desa Tanjung Darul Takzim,  Basri Rasyid."****








SUMBER   :   HUMAS LAMR KEP.MERANTI
EDITOR     :   REDAKSI 
Pemerintah Dituntut Bertindak Cepat Terkait Utang Triliunan Rupiah BLBI Terancam Kedaluwarsa

Pemerintah Dituntut Bertindak Cepat Terkait Utang Triliunan Rupiah BLBI Terancam Kedaluwarsa






KabarPesisirNews.Com 
JAKARTA,     - 
Rencana Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan mekanisme baru untuk menagih utang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia senilai Rp211 triliun kini menjadi sorotan utama. Langkah cepat sangat dibutuhkan mengingat hak tagih negara atas dana tersebut terancam kedaluwarsa pada tahun 2028 mendatang.


Batas waktu penagihan ini merujuk pada Pasal 1967 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Aturan tersebut mengatur bahwa segala tuntutan hukum yang bersifat kebendaan maupun perorangan akan terhapus setelah melewati masa 30 tahun.


"Skandal BLBI jika dihitung berdasarkan nilai saat ini, sekitar Rp24.000 triliun. Tapi ini pandangan ekonomi saya ya, bukan angka resmi pemerintah," jelas Ekonom Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia, Salamuddin Daeng di Jakarta, Kamis (14/5/2026).


Salamuddin mengingatkan bahwa skema kucuran dana saat krisis moneter 1997-1998 tersebut merupakan salah satu beban keuangan terberat dalam sejarah negara.
Desakan agar pemerintah bertindak tegas juga datang dari masyarakat. Aktivis Lumbung Informasi Rakyat asal Kediri, Rio Setiawan menilai Kementerian Keuangan harus segera mewujudkan langkah konkret tanpa kompromi.


"Persoalan BLBI bukan sekadar angka dan administrasi keuangan negara. Ini adalah persoalan keadilan, kepercayaan publik, dan harga diri negara di hadapan rakyatnya sendiri. Negara tidak boleh terlihat lemah di hadapan para pengemplang uang rakyat," tegas Aktivis Lumbung Informasi Rakyat, Rio Setiawan.


Masyarakat dinilai sudah terlalu lama dihadapkan pada polemik tanpa ujung yang tidak memberikan rasa keadilan. Rio meminta pemerintah menunjukkan keberanian moral agar supremasi hukum tetap terjaga.


"Kami menghormati langkah pemerintah yang sedang menyiapkan mekanisme baru penagihan BLBI. Namun masyarakat membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar pernyataan yang berulang tanpa hasil konkret. Negara harus hadir dengan tindakan yang terukur, transparan, dan berkeadilan," paparnya.


Penyelesaian kasus ini menurutnya harus menjadi prioritas nasional karena menyangkut hak publik yang nilainya sangat besar.


"Ketika rakyat kecil dituntut patuh terhadap kewajiban pajak dan aturan hukum, maka negara juga harus menunjukkan ketegasan yang sama kepada para obligor besar. Jangan sampai muncul persepsi bahwa hukum hanya kuat kepada masyarakat kecil, tetapi melemah ketika berhadapan dengan kekuatan modal," sambungnya.


Berdasarkan data Badan Pemeriksa Keuangan, saat ini masih terdapat lebih dari 25 ribu debitur dan obligor eks Bantuan Likuiditas Bank Indonesia yang menanggung kewajiban senilai Rp211,02 triliun kepada negara.


Proses penagihan piutang ini secara regulatif dijamin oleh Undang-Undang Nomor 49 Prp Tahun 1960 tentang Panitia Urusan Piutang Negara, serta Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI. Lewat landasan hukum tersebut, pemerintah memiliki wewenang penuh untuk menelusuri aset, menyita jaminan, serta mengambil langkah perdata dan administratif guna memulihkan keuangan negara."****
(Rls).







EDITOR      :     REDAKSI

Setiap Hari Para Bhabinkamtibmas Polsek Tebingtinggi Turun Dan Cek Ketahanan Pangan

Setiap Hari Para Bhabinkamtibmas Polsek Tebingtinggi Turun Dan Cek Ketahanan Pangan






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   -
Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan masyarakat, Bhabinkamtibmas Kelurahan Selatpanjang Timur melaksanakan pengecekan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) milik warga di Jalan SMEA, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Rabu (13/5/2026) sekira pukul 10.20 WIB.


Kegiatan pengecekan dilakukan di lahan pertanian seluas kurang lebih setengah hektar milik warga bernama Waluyo.


Adapun tanaman yang dibudidayakan di lokasi tersebut terdiri dari pare dan kacang panjang.


Pengecekan dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Selatpanjang Timur, BRIPKA Ade Fadhli, bersama pemilik lahan, Waluyo.


Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH melalui Kapolsek Tebingtebing AKP J.A.Lubis SH MH mengatakan kalau kegiatan ini bertujuan untuk memantau kondisi lahan pertanian masyarakat sekaligus memastikan perkembangan tanaman dan ketersediaan sarana pendukung pertanian.


"Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa kondisi perkebunan dalam keadaan baik serta ketersediaan pupuk masih mencukupi. Selain itu, pertumbuhan tanaman juga terpantau berkembang dengan baik," katanya.


Lubis juga, mengharapkan dapat meningkatkan perhatian dan semangat masyarakat dalam mengembangkan tanaman sayur sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga serta meningkatkan perekonomian masyarakat.


"Kegiatan ini juga mempererat komunikasi dan koordinasi antara pemilik lahan dengan pihak pendamping maupun petugas terkait dalam mendukung program pertanian masyarakat di wilayah Selatpanjang Timur,"jelasnya."****





LIPUTAN          :         ALD
EDITOR             :        REDAKSI 

Polsek Tebingtinggi Lakukan Pengecekan Ketahanan Pangan P2B Milik Warga Selatpanjang Timur

Polsek Tebingtinggi Lakukan Pengecekan Ketahanan Pangan P2B Milik Warga Selatpanjang Timur





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   -
Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan masyarakat, Bhabinkamtibmas Kelurahan Selatpanjang Timur melaksanakan pengecekan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) milik warga di Jalan SMEA, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Rabu (13/5/2026) sekira pukul 10.20 WIB.


Kegiatan pengecekan dilakukan di lahan pertanian seluas kurang lebih setengah hektar milik warga bernama Waluyo.


Adapun tanaman yang dibudidayakan di lokasi tersebut terdiri dari pare dan kacang panjang.


Pengecekan dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Selatpanjang Timur, BRIPKA Ade Fadhli, bersama pemilik lahan, Waluyo.


Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH melalui Kapolsek Tebingtebing AKP J.A.Lubis SH MH mengatakan kalau kegiatan ini bertujuan untuk memantau kondisi lahan pertanian masyarakat sekaligus memastikan perkembangan tanaman dan ketersediaan sarana pendukung pertanian.


"Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa kondisi perkebunan dalam keadaan baik serta ketersediaan pupuk masih mencukupi. Selain itu, pertumbuhan tanaman juga terpantau berkembang dengan baik," katanya.


Lubis juga, mengharapkan dapat meningkatkan perhatian dan semangat masyarakat dalam mengembangkan tanaman sayur sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga serta meningkatkan perekonomian masyarakat.


"Kegiatan ini juga mempererat komunikasi dan koordinasi antara pemilik lahan dengan pihak pendamping maupun petugas terkait dalam mendukung program pertanian masyarakat di wilayah Selatpanjang Timur,"jelasnya."****






LIPUTAN         :     ALD
EDITOR            :    REDAKSI 
Staf Ahli Bupati Hadiri Pelantikan PC PMII Kepulauan Meranti Masa Khidmat 2025–2026

Staf Ahli Bupati Hadiri Pelantikan PC PMII Kepulauan Meranti Masa Khidmat 2025–2026







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     – 
Staf Ahli Bupati Kepulauan Meranti, Febriyadi, S.Si., Apt., menghadiri pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Kepulauan Meranti masa khidmat 2025–2026 yang digelar di Gedung Kuning Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jumat (15/5/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus PMII tingkat cabang dan wilayah, alumni, serta sejumlah tokoh mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Pelantikan turut dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) PMII ke-66 dan Forum Group Discussion (FGD) bertema “Peran Mahasiswa sebagai Penengah dalam Mencari Solusi Berkeadilan atas Penutupan Panglong Arang di Kepulauan Meranti.”


Ketua PC PMII Kepulauan Meranti yang baru dilantik, Amri Sukarles, menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan kepada dirinya dan jajaran pengurus untuk melanjutkan roda organisasi.


Menurutnya, amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan loyalitas, pengabdian, dan semangat kaderisasi.


“PMII harus hadir sebagai ruang kaderisasi yang mampu melahirkan generasi intelektual yang kritis, progresif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Kami juga ingin PMII menjadi mitra strategis dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujar Amri.


Sementara itu, Ketua Umum PC PMII Kepulauan Meranti periode 2024–2025, Afir Darmawan, berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan inovasi organisasi di tengah perkembangan zaman.


Ketua IKA PMII Meranti, Syukron Darsyah, M.Pd.I., menilai keberadaan PMII di Kepulauan Meranti membutuhkan semangat kolektif seluruh elemen untuk mempertahankan dan membesarkan organisasi.


Ketua Umum PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, juga memberikan apresiasi kepada pengurus baru yang dilantik dan berharap mampu membawa PMII menjadi organisasi yang lebih maju.


Perwakilan PB PMII, Syamsudin, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran kader PMII dan Korps PMII Putri (Kopri) dalam pembangunan daerah serta mendorong mahasiswa hadir sebagai kekuatan intelektual yang mampu menawarkan solusi atas persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Bupati Kepulauan Meranti, Febriyadi, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus PC PMII yang baru dilantik.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus PC PMII Kabupaten Kepulauan Meranti yang baru dilantik. Jadikan pelantikan ini sebagai awal untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan daerah,” ujarnya.


Ia menegaskan PMII memiliki sejarah panjang sebagai wadah kaderisasi intelektual muda Islam yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan dan keislaman.


Menurutnya, mahasiswa di Kepulauan Meranti harus menjadi generasi yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan daerah.


“Saya berharap PC PMII Kepulauan Meranti mampu melahirkan program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi, pendidikan, sosial kemasyarakatan, hingga penguatan nilai keagamaan dan kebudayaan,” tuturnya.


Melalui momentum pelantikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap PMII dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan daerah, menciptakan generasi muda yang berkualitas, serta memperkuat nilai kebangsaan dan keislaman di tengah masyarakat."****






LIPUTAN         :       NUR
EDITOR            :       REDAKSI