Rabu, 13 Mei 2026

Enam Bulan Tanpa Guru: Masa Depan Anak-Anak Suku Akit di Kepulauan Meranti Berada di Ambang Kepunahan Edukasi

Enam Bulan Tanpa Guru: Masa Depan Anak-Anak Suku Akit di Kepulauan Meranti Berada di Ambang Kepunahan Edukasi







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Pendidikan sebagai hak konstitusional warga negara kini seolah menjadi barang mewah bagi anak-anak Suku Akit di Kepulauan Meranti. Sudah hampir enam bulan lamanya, aktivitas belajar mengajar di wilayah tersebut lumpuh total akibat ketiadaan tenaga pendidik. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam terkait hilangnya hak belajar generasi muda di beranda depan nusantara.


Menanggapi fenomena memprihatinkan ini, Khairul Sholeh Spd , selaku Pemuda Penggerak Gerakan Sosial Masyarakat di Kepulauan Meranti, menyatakan bahwa pembiaran terhadap kondisi ini merupakan bentuk pengabaian terhadap keadilan sosial.


"Sangat miris melihat realita di lapangan. Enam bulan bukanlah waktu yang singkat. Setiap hari yang berlalu tanpa guru adalah satu hari di mana anak-anak Suku Akit kehilangan kesempatan untuk memperbaiki taraf hidup mereka. Kita tidak boleh membiarkan jarak geografis menjadi penghalang bagi mereka untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang sama dengan anak-anak di kota," ujar Khairul dalam keterangannya, Rabu (13/05).


Suku Akit, sebagai salah satu komunitas adat di Kepulauan Meranti, sangat bergantung pada kehadiran negara melalui sektor pendidikan untuk dapat beradaptasi dengan kemajuan zaman. Absennya guru dalam jangka waktu lama dikhawatirkan akan memicu tingginya angka putus sekolah dan degradasi semangat belajar anak-anak.


Khairul menegaskan bahwa gerakan sosial yang ia pimpin akan terus mengawal isu ini hingga ada tindakan nyata dari instansi terkait. Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar masalah administrasi guru, melainkan masalah kemanusiaan dan keberlangsungan masa depan daerah.


Melalui pernyataan ini, Khairul Sholeh mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya Dinas Pendidikan, serta Pemerintah Provinsi Riau untuk:


Segera Menempatkan Tenaga Pendidik: Mengirimkan guru tetap atau kontrak yang berkomitmen tinggi untuk mengabdi di wilayah Suku Akit.


Evaluasi Distribusi Guru: Meninjau kembali pemerataan tenaga pendidik agar tidak terjadi penumpukan di pusat kota sementara wilayah pelosok mengalami kekosongan.


Pemberian Insentif Khusus: Memberikan dukungan dan tunjangan yang layak bagi guru yang bertugas di daerah terpencil guna menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar.


"Kami mengetuk pintu hati para pemangku kebijakan. Jangan biarkan anak-anak kita di Kepulauan Meranti terus menatap ruang kelas yang kosong. Mereka punya mimpi, dan adalah tugas kita semua untuk memastikan mimpi itu tidak padam karena ketiadaan guru," tutup Khairul."****







LIPUTAN             :        MP
EDITOR                :       REDAKSI 

Untuk Indonesia Emas 2045, Kapus Pusako, Hendri : Gelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) Bagi Masyarakat

Untuk Indonesia Emas 2045, Kapus Pusako, Hendri : Gelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) Bagi Masyarakat






KabarPesisirNews.Com
SIAK RIAU,       - 
Pemerintah Kabupaten Siak, Provinsi Riau telah  menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam upaya pencapaian   program Bupati Siak, Afni untuk mewujudkan Siak sehat  sekaligus melaksana program Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk  Indonesia Emas 2045.


Bukti program ini dilaksanakan sesuai harapan, sebagaimana terpantau Awak Media KabarPesisirNews.Com Pada Hari ini Puskesmas Kecamatan Pusako Kabupaten Siak sedang melaksanakan program/kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) 
bagi masyarakat di Kampung Sungai Berbari Kecamatan Pusako yang berlangsung di Aula Kantor Kampung Sungai Berbari  yang dimulai pagi Pukul 08.00 WIB dan berakhir pada Pukul 12.00 WIB Rabu (13/5/2026).


Berdasarkan pantauan awak media ini, Kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG)
yang digelar Puskesmas Kecamatan Pusako ini  di hadiri  langsung oleh Kepala Puskesmas Pusako, Kepala Kampung Sungai Berbari serta dihadiri seluruh dokter dan perawat/tim medis Puskesmas Pusako yang berkompeten yang ada, sesuai masalah penyakit/diagnosa masyarakat sebagaimana yang sudah ditentukan dalam kegiatan tersebut.


Kepala Puskesmas Pusako, Hendri saat dikonfirmasi Awak Media KabarPesisirNews.Com, menjelaskan.  "Kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG)
ini kami laksanakan di masing - masing kampung se - Kecamatan Pusako.  Hari ini, Cek Kesehatan Gratis (CKG) kita lakukan bagi masyarakat di Kampung Sungai Berbari Kecamatan Pusako", jelas Hendri.


Kapus Hendri juga menambahkan, " Program dan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) ini  merupakan aksi nyata kami dari pihak puskesmas dalam  realisasi program Bupati Siak kita Ibu Afni, untuk mewujudkan  masyarakat yang sehat di Kabupaten Siak, serta  merupakan wujud dukungan penuh kita terhadap program Bapak Presiden Prabowo Subianto Menuju Indonesia Emas 2045", terang Kepala Puskesmas Kecamatan Pusako.


Ia juga menerangkan ," adapun yang kami cek kesehatan bagi masyarakat dalam kegiatan ini, diantaranya :
Pertama, Pengukuran tinggi dan berat badan, Kedua, Pengukuran tekanan darah, Ketiga, Pemeriksaan mata, Keempat, Pengobatan dan Kelima, Pemeriksaan HPV DNA untuk mendeteksi kanker serviks, semua pelayanan kesehatan ini kita berikan kepada semua masyarakat yang hadir secara gratis", papar Kepala Puskesmas Pusako, Hendri.


Salah seorang warga masyarakat Kampung Sungai Berbari yang hadir pada pemeriksaan kesehatan ini mengaku senang bisa mendapatkan program ini. 


Dirinya bisa melakukan pemeriksaan kesehatannya dengan Puskesmas Pusako secara gratis.


"Alhamdulillah, hari ini saya bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis.  Kegiatan Puskesmas Pusako hari ini sangat bermanfaat bagi saya. Saya bisa cek  kesehatan saya secara gratis. Semoga kegiatan ini saya harapkan dapat berjalan seterusnya", ucap senangnya warga Sungai Berbari tersebut kepada Awak Media KabarPesisrNews.Com yang tidak ingin namanya di tuliskan.


Kemudian Kepala Kampung Sungai Berbari Kecamatan Pusako sangat mengapresiasi kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG)  yang dilaksanakan oleh Kepala Puskesmas Pusako Kabupaten Siak ini.


"Mewakili seluruh masyarakat dan  Pemerintah Kampung Sungai Berbari ini, saya mengapresiasi dan berterimakasih kepada Kepala Puskesmas Pusako telah melaksanakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat kami. 


Tentunya kegiatan ini benar - benar sangat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat di Kampung Sungai Berbari ini. Warga kami tidak lagi susah payah pergi  mendatangi Puskesmas Pusako di Dusun Pusako untuk melakukan pengecekan kesehatan mereka, cukup datang ke kantor penghulu mereka saja.  Kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat ini, tentunya pasti sangat kita dukung dan kita berikan apresiasi yang setinggi - tingginya kepada Kepala Puskesmas Pusako bersama tim medisnya", papar Harahap saat dikonfirmasi 
 di tengah suasana kegiatan sedang berlangsung dengan baik, tertib dan aman."****







PENULIS          :      RUSTAM
EDITOR            :      REDAKSI
Polsek Tebingtinggi Pantau Perkembangan Budidaya Lele Warga

Polsek Tebingtinggi Pantau Perkembangan Budidaya Lele Warga






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   - 
Personil Polsek Tebingtinggi melakukan pengecekan terhadap ketahanan pangan sektor perikanan milik warga di Jalan Rintis RT 01/RW 08, Gang Delima, Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Rabu, (13/05/2026).


Kepada Wartawan, Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH melalui Kapolsek Tebingtebing AKP J.A.Lubis SH MH  kalau Kegiatan pengecekan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Selatpanjang Selatan, AIPDA Solehudin, S.E., bersama pemilik usaha perikanan, Saudara Rusdi.


"Kita akan tetap memantau dan melihat perkembangan Budidaya milik warga, dan lokasi yang kita lihat tadi memiliki luas 15 x 10 meter," katanya.


Dijelaskan Kapolsek berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa kolam budidaya ikan lele milik Saudara Rusdi dalam kondisi baik dan terawat. Kebersihan kolam, kesehatan ikan, serta ketersediaan pakan dalam kondisi cukup memadai.


"Tadi ada sekitar 2.000 ekor lele dengan perkembangan pertumbuhan yang baik. Kita akan pantau terus perkembangannya sehingga hasil yang memuaskan dalam panen nanti," ujarnya.


Kata Lubis kalau kegiatan ini bertujuan untuk memantau secara langsung kondisi usaha perikanan masyarakat sekaligus meningkatkan perhatian pemilik terhadap kebersihan kolam dan kesehatan ikan lele.


Selain itu, kegiatan tersebut juga mempererat komunikasi dan koordinasi antara pemilik usaha perikanan dengan petugas pendamping.


Dalam kesempatan tersebut, petugas turut memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus mengembangkan usaha budidaya ikan lele sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan serta peningkatan ekonomi keluarga dan masyarakat."****







LIPUTAN        :        ALD
EDITOR           :       REDAKSI 
Bhabinkamtibmas dan Kelompok Tani Bersatu Dukung Program Ketahanan Pangan di Inhil

Bhabinkamtibmas dan Kelompok Tani Bersatu Dukung Program Ketahanan Pangan di Inhil





KabarPesisirNews.Com
TANAH MERAH INHIL RIAU,    -
Dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan nasional, jajaran Polsek Tanah Merah melaksanakan kegiatan pengecekan perkembangan pertumbuhan tanaman jagung hortikultura di Desa Tekulai Hulu, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Senin (11/5/2026).


Kegiatan berlangsung di lahan pertanian seluas satu hektare yang berada di Parit Senang, Desa Tekulai Hulu, dengan titik koordinat (-0.3885247, 103.2480898). 


Pengecekan dilakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Tekulai Bugis, AIPDA Zulfadli, bersama Ketua Kelompok Tani Bumdes Maju Desaku Desa Tekulai Hulu, Abdul Karim.


Kapolsek Tanah Merah AKP Beny Adil Saputra, S.E, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional melalui sektor pertanian hortikultura, khususnya tanaman jagung.


“Polri hadir untuk mendampingi masyarakat dalam pengelolaan sektor pertanian guna mengoptimalkan potensi lokal serta menjaga kestabilan ketersediaan pangan di desa,” demikian disampaikan dalam laporan kegiatan.


Selain melakukan pengecekan perkembangan tanaman jagung, personel Polri juga membangun komunikasi aktif dengan masyarakat dan kelompok tani agar terus mendukung program ketahanan pangan pemerintah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.


Pendampingan yang dilakukan Polsek Tanah Merah ini mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran Polri di tengah aktivitas pertanian dinilai mampu memberikan motivasi serta meningkatkan rasa aman dan semangat para petani dalam mengelola lahan pertanian mereka.


Program ketahanan pangan yang dijalankan secara berkelanjutan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.


Dengan adanya sinergi antara Polri dan masyarakat, program swasembada pangan nasional diharapkan mampu berjalan optimal serta memberikan dampak nyata bagi ketahanan ekonomi dan kesejahteraan warga di wilayah pedesaan."****







LIPUTAN INHIL       :     SAD
EDITOR                     :     REDAKSI 
Dibuka Camat Merbau : Kanit Reskrim Polsek Merbau Menjadi Nara Sumber Dalam Acara Sosialisasi Penyuluhan Narkoba

Dibuka Camat Merbau : Kanit Reskrim Polsek Merbau Menjadi Nara Sumber Dalam Acara Sosialisasi Penyuluhan Narkoba





KabarPesisirNews.Com
TELUK BELITUNG RIAU,   -
Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre SH.MH diwakili Kanit Reskrimnya IPDA Efrianto SH Polsek Merbau, Polres Kepulauan Meranti Polda Riau menjadi Nara sumber dalam acara sosialisasi penyuluhan tentang bahaya Narkoba, yang dilakukan oleh Ikatan Wartawan Kecamatan Merbau (IWKM) Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, pada Selasa (12/5/2026)


Selain Kanit Reskrim Polsek Merbau sebagai nara sumber pihak Puskesmas Teluk Belitung Indra Gunawan juga dilibatkan secara khusus dalam penyampaian materi sebagai nara sumber dalam penyuluhan narkoba pada acara tersebut.


Kegiatan yang didukung PT. Imbang Tata Alam (ITA) ini dipusatkan di Ruang Teknik Instalasi Tenaga Lestrik SMK Negeri 1 Merbau, dengan melibatkan 200 Siswa siswi SMA sederajat dan Siswa MTs Darul Ihsan Teluk Belitung Kecamatan Merbau.


Kanit Reskrim Polsek Merbau IPDA Efrianto SH dalam paparannya menekankan, bahwa penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga masa depan dan konsekuensi hukum yang berat.


“Pelajar harus memahami bahwa narkoba adalah ancaman nyata yang dapat merusak masa depan. Ditegaskannya, jangan pernah mencoba, apalagi terlibat dalam peredarannya,” imbuh Efrianto, seraya menjelaskan pasal penyalahan Narkoba, lewat layar infokus.


Kanit Reskrim Polsek Merbau yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kanit Bimas Polsek Merbau itu, juga menyampaikan apresiasi kepada rekan Media yang peduli dengan bahaya narkoba sekaligus membangun sinergi yang telah terjalin dalam upaya pencegahan dan sosialisasi bahaya narkoba di kalangan pelajar, tutur Kanit Reskrim Polsek Merbau.


“Kami mengapresiasi peran aktif kawan kawan wartawan yang telah bersinergi bersama Polri dalam memberikan edukasi kepada generasi muda. Terima kasih atas kerja sama yang baik ini, semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai langkah nyata mencegah penyalahgunaan narkoba,” ujarnya lagi.


Camat Merbau Hj.Wan Jumiati SE.MSi dalam penyampaiannya mengatakan, kami dari pemerintah Kecamatan Merbau mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada rekan rekan Ikatan Wartawan Kecamatan Merbau (IWKM)  atas terlaksana kegiatan sosialisasi penyuluhan narkoba pada hari ini dengan baik, 


Kepada siswa dirinya mengingatkan agar pelajar tidak coba coba dengan narkoba, nanti ketagihan, kalian masa depan bangsa wujudkan cita cita kalian, jangan merokok, 


Wujudkan cita cita kalian, harapan orang tua kalian sangat besar, hormati orang tua, guru, jaga sopan santun, Jaga nama baik sekolah, jaga diri, bangun etika kita dan karakter yang baik.


Untuk diketahui, di acara tersebut dihadiri UPIKA Kecamatan Merbau, berbagai unsur, beserta Kepsek Sekolah majlis guru setempat, dan komponen lainnya."****






LIPUTAN               :       ALI SANIP 
EDITOR.                :        REDAKSI
Didukung PT. ITA, IWKM Kembali Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba Kepada Ratusan Pelajar

Didukung PT. ITA, IWKM Kembali Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba Kepada Ratusan Pelajar






KabarPesisirNews.Com
MERBAU RIAU,    - 
Upaya mengantisipasi dan menimalisir penyalahgunaan Narkoba sejak dini, pengurus Ikatan Wartawan Kecamatan Merbau (IWKM) kembali menggelar sosialisasi bahaya Narkoba bagi generasi muda di Kecamatan Merbau. Program sosialisasi ke 2 kali ini mengambil tempat di ruang Teknik Instalasi Tenaga Listrik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Merbau pada Selasa (12/5/2026).


Kegiatan dimulai sejak pukul 08.30 WIB itu berlangsung semarak dengan melibatkan Polsek Merbau serta pihak Puskesmas Teluk Belitung sebagai nara sumber yang disambut antusias oleh 167 orang pelajar yakni siswa/siswi SMK Negeri 1 Merbau, kemudian SMA Negeri 1 Merbau, dan juga MTs Darul Ihsan Teluk Belitung Kacamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.


Kepala SMKN 1 Merbau, Tri Sofia Yanreta, S.Pd, MPd dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama panitia penyelenggara yang memilih SMKN 1 Merbau tahun ini menjadi tempat pelaksanaan sosialisasi bahaya narkoba.


Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini dapat bermanfaat bagi kita semua serta memperkuat karakter anak-anak kita lebih baik lagi kedepannya. Juga terima kasih kami kepada UPIKA Merbau yang turut suport baik kegiatan kita serta dukungan positif dari PT. Imbang Tata Alam, pungkasnya.


Camat Merbau, Hj. Wan Jumiati SE MSi dalam arahannya mengatakan, kami dari pemerintah Kecamatan Merbau mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan Ikatan Wartawan Kecamatan Merbau yang telah menginisiasi penyelenggaraan sosialisasi bahaya narkoba sejak dini serta dukungan positif dari PT. ITA.


"Kepada siswa/siswi saya mengingatkan agar kalian jangan pernah coba-coba menggunakan narkoba, nanti ketagihan dan bisa merusak masa depan kalian sendiri serta merusak generasi bangsa. 


Selain itu sebagai pelajar kalian janganlah merokok, fokuslah menuntut ilmu, wujudkan cita-cita kalian, harapan orang tua kalian sangat besar, hormati orang tua, guru, jaga sopan santun, Jaga nama baik sekolah, jaga diri, bangun etika kita dengan karakter yang baik," tegas Camat.

Dalam kesempatan itu juga Camat Hj. Wan Jumiati berpesan kepada seluruh siswa/i di Kecamatan Merbau untuk selalu sopan dan disiplin dalam berlalu lintas atau saat berkendara sepeda motor di jalan sebagai bentuk tanggung jawab anak kepada orang banyak, ikut peraturan berlalu lintas dan hormati orang yang lebih tua, ungkap Camat Merbau seraya membuka secara resmi Sosialisasi tersebut.


Kanit Reskrim Polsek Merbau IPDA Efrianto SH dalam paparannya sebagai narasumber menekankan bahwa penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga masa depan dan konsekuensi hukum yang berat.


“Pelajar harus memahami bahwa narkoba adalah ancaman nyata yang dapat merusak masa depan. Ditegaskannya, jangan pernah mencoba, apalagi terlibat dalam peredarannya,” imbuh Efrianto, seraya menjelaskan Undang-undang dan pasal bagi penyalahgunaan Narkoba dengan layar infokus.


Lebih lanjut mantan Kanit Bimas Polsek Merbau itu juga menyampaikan apresiasi kepada rekan Media yang peduli dengan bahaya narkoba sekaligus membangun sinergi yang baik dalam upaya pencegahan dan sosialisasi bahaya narkoba di kalangan pelajar, tutur Kanit Reskrim Polsek Merbau itu.


“Terima kasih atas kerjasama yang baik ini, semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut sebagai langkah nyata dan aktif berkolaborasi mencegah penyalahgunaan narkoba di wilayah kita ini” pungkasnya.


Indra Gunawan sebagai narasumber dari Puskesmas Teluk Belitung memaparkan dampak narkoba dapat berbeda pada setiap orang dan tergantung pada jenis narkoba yang digunakan. Untuk memahami risikonya, penting bagi masyarakat untuk mengetahui berbagai efek narkoba dan jenis-jenis narkoba yang ada, ucap nya menjelaskan kepada ratusan peserta yang mengikuti sosialisasi tersebut. 


Menurutnya, kecanduan narkoba adalah penyakit kronis pada otak. Kondisi ini menyebabkan seseorang terus menggunakan narkoba secara berulang meskipun sudah mengetahui dampak buruk yang ditimbulkannya. Penggunaan narkoba yang berulang dapat mengubah struktur dan fungsi otak sehingga memicu kecanduan, tutur Indra Gunawan mengingatkan. 


Perubahan pada otak akibat kecanduan bisa bersifat jangka panjang. Oleh karena itu, kecanduan narkoba disebut sebagai penyakit yang dapat kambuh kembali (relapsing disease). Artinya, seseorang yang sedang dalam proses pemulihan tetap berisiko kembali menggunakan narkoba, bahkan setelah bertahun-tahun berhenti, ujar seraya mengakui kami sudah beberapa pasien mengantar ke rumah sakit jiwa di Pekanbaru, pungkasnya. 


Terlihat hadir dalam kegiatan kali ini Camat Merbau Hj. Wan Jumiati SE MSi didampingi Sekcam Merbau, Idrus SE, Kasi Trantib, Rino SE dan anggota satpol PP Merbau, Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre SH MH diwakili Kanit Reskrimnya beserta anggota polsek Merbau, Danramil 06/Merbau, Kapt. Arh Rickman Sinaga dan anggotanya, UPT Puskesmas Teluk Belitung, Lurah Teluk Belitung Mashuri ST, Comrel Assistant PT. ITA, Andi Saputra S Pd, Ketua LAMR Kecamatan Merbau, Syafruddin SHum, Ketua Forum Peduli Masyarakat Pesisir Teluk Belitung, Syufri SE, perwakilan Korwil Pendidikan Kecamatan Merbau, Kepala SMAN 1 Merbau Solikin SPdi, Kepala MTs Darul Ihsan Teluk Belitung, Kepala SMKN 1 Merbau beserta seluruh Majelis gurunya, ratusan peserta dan komponen lainnya.


Terlihat dilapangan dipenghujung kegiatan juga dilaksanakan sesi tanya jawab serta pembagian doprice, dilanjutkan sesi foto bersama dan makan siang bersama yang membuat suasana kolaborasi berjalan harmonis"****






LIPUTAN            :        ALI SANIP
EDITOR               :        REDAKSI
Polsek Rangsang Barat Gelar Goro Persiapan Penanaman Jagung Pipil

Polsek Rangsang Barat Gelar Goro Persiapan Penanaman Jagung Pipil





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  –
 Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Rangsang Barat melaksanakan kegiatan gotong royong (goro) pembersihan dan penataan lahan untuk persiapan penanaman jagung pipil di Jalan Syarif, Desa Telaga Baru, Kecamatan Rangsang Barat.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif di wilayah setempat.


Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Desa Telaga Baru Nuradi, Bhabinkamtibmas Desa Bokor Aipda Ashobirin, Bhabinkamtibmas Desa Sungai Cina Brigadir Harianto, anggota BPD Desa Telaga Baru, para kepala dusun, RT/RW, LPM, Linmas, perangkat desa, serta staf desa.


Dalam pelaksanaannya, peserta gotong royong melakukan pembersihan sekaligus penataan lahan yang nantinya akan digunakan untuk penanaman jagung pipil.


Adapun peralatan yang digunakan dalam kegiatan tersebut antara lain satu unit mesin traktor HTR-855, satu unit mesin chainsaw, cangkul, parang, serta alat tradisional lainnya.


Lahan yang dipersiapkan memiliki luas sekitar 0,5 hektare atau 5.000 meter persegi.


Kegiatan ini bertujuan mendukung program ketahanan pangan melalui pengelolaan lahan agar dapat dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat.


Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH melalui Kapolsek Rangsang Barat IPTU Ahmad Fauzi Menara, S.Pd, mengatakan kalau ini merupakan kolaborasi antara pemerintah desa, Polsek Rangsang Barat, dan masyarakat.


"Kita berharap hal ini bisa mempererat hubungan serta meningkatkan semangat kebersamaan dalam mendukung program pembangunan dan ketahanan pangan di daerah," kata Menara."****






EDITOR           :      REDAKSI 

Selasa, 12 Mei 2026

Jembatan Merah Putih Akses Pendidikan di Wilkum Polsek Tebingtinggi Dikerjakan

Jembatan Merah Putih Akses Pendidikan di Wilkum Polsek Tebingtinggi Dikerjakan





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Tebingtinggi melaksanakan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Selasa (12/5/2026). 


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH melalui Kapolsek Tebingtinggi AKP J.A. Lubis, SH, MH menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut bertujuan untuk mendukung akses menuju SDN 19 Alahair Timur, Gedung Koperasi Merah Putih, serta Kantor Desa Alahair Timur.


"Lokasi pembangunan berada di Jalan Sidomulyo RT 04 RW 05, Dusun Sidomulyo, Desa Alahair Timur. Pekerjaan dilakukan oleh personel Polsek Tebingtinggi bersama warga setempat," ujarnya. 


Kapolsek menjelaskan, pihaknya akan terus mempercepat pengerjaan agar Jembatan Merah Putih dapat segera dimanfaatkan oleh para pelajar dan masyarakat sekitar. 


"Kami berharap setelah pembangunan selesai, jembatan ini dapat memberikan manfaat bagi siswa maupun masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari,"katanya."****







LIPUTAN       :       ALD
EDITOR          :      REDAKSI 

Rutan Jadi Markas Love Scamming Rp1,4 M, Mafirion PKB: Pecat Petugas yang Terlibat!

Rutan Jadi Markas Love Scamming Rp1,4 M, Mafirion PKB: Pecat Petugas yang Terlibat!







KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,     – 
Skandal besar mengguncang sistem pemasyarakatan setelah sindikat penipuan asmara atau love scamming terbongkar di Rutan Kelas IIB Kotabumi, Lampung Utara. Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKB, Mafirion, bereaksi keras dan mendesak pemecatan tidak hormat bagi lima petugas rutan yang diduga menjadi otak sekaligus fasilitator kejahatan tersebut.


Mafirion menilai keterlibatan petugas yang membantu 137 tahanan menjalankan aksi tipu-tipu dari balik jeruji adalah bentuk pengkhianatan terhadap kewenangan. Akibat lemahnya pengawasan, sindikat ini berhasil meraup kerugian dari ratusan korban dengan nilai mencapai Rp1,4 miliar.


“Petugas yang seharusnya menjaga keamanan justru diduga menjadi bagian dari pelaku kejahatan. Ini sangat serius dan merusak kepercayaan publik. Tidak ada kompromi, petugas yang terlibat harus dipecat dan diproses hukum berat untuk memberikan efek jera!” tegas Mafirion di Jakarta, Selasa (12/5/2026).


Terbongkarnya kasus ini bermula dari temuan fantastis 156 unit telepon seluler di tangan para tahanan. Mafirion menyoroti betapa mudahnya barang terlarang masuk ke dalam rutan, yang mengindikasikan adanya celah keamanan yang sengaja dibuka oleh oknum aparat. Dari hasil pemeriksaan Polda Lampung terhadap 145 tahanan, sebanyak 137 orang terindikasi kuat terlibat dalam jaringan penipuan daring ini.


 “Rutan seharusnya menjadi tempat pembinaan, bukan malah menjadi pusat pengendalian kejahatan. Negara tidak boleh kalah oleh praktik kotor seperti ini. Lolosnya ratusan ponsel menunjukkan fungsi pengawasan internal benar-benar lumpuh,” ujar Mafirion.


Mafirion meminta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tidak hanya berhenti pada penindakan di Rutan Kotabumi. Ia menduga pola serupa mungkin saja terjadi di lapas atau rutan lain dengan jaringan yang lebih luas. Ia juga menuntut transparansi untuk mengungkap apakah ada keterlibatan pejabat dengan kewenangan lebih tinggi di balik sindikat ini.


 “Jangan sampai pengusutan hanya berhenti pada satu kasus. Kami minta pemeriksaan menyeluruh di berbagai Lapas dan Rutan untuk memastikan tidak ada jaringan serupa yang beroperasi. Proses hukum harus transparan, jangan ada yang ditutup-tutupi,” pungkasnya."****







LIPUTAN         :     RED
EDITOR            :    REDAKSI 
Polsek Kunto Darussalam Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional Melalui Penanaman Jagung di Pasir Luhur

Polsek Kunto Darussalam Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional Melalui Penanaman Jagung di Pasir Luhur






KabarPesisirNews.Com
ROKAN HULU RIAU,     – 
Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Pemerintah Republik Indonesia, Polsek Kunto Darussalam bersama pemerintah desa dan masyarakat melaksanakan kegiatan penanaman jagung pipil di Desa Pasir Luhur, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Senin (11/5/2026).


Kegiatan penanaman dilaksanakan di lahan seluas kurang lebih satu hektare yang berada di Dusun I Rawareja, Desa Pasir Luhur. Program ini menjadi langkah nyata dalam memanfaatkan lahan produktif guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.


 Kegiatan dihadiri diwakili Kanit Binmas, Ipda Juliar, bersama sejumlah unsur pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, pendamping desa, pengurus BUMDes, PKK, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.


Turut hadir Sekretaris Desa Pasir Luhur Budiono, Pendamping Desa Asmi, Bripka Ricardo Sibarani selaku Bhabinkamtibmas Desa Pasir Luhur, Aipda Alif Firdaus, Ketua BUMDes Anandar Gianto, serta elemen masyarakat lainnya.


Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra SIK MSi melalui Kapolsek Kunto Darussalam
AKP Joko Frasanta SH m6engatakan penanaman jagung pipil ini merupakan bentuk sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menyukseskan program strategis nasional di bidang pangan.


Kapolsek Kunto Darussalam AKP Joko Frasanta SH menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat sekaligus upaya pemberdayaan masyarakat desa melalui sektor pertanian.


“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta membuka peluang peningkatan ekonomi warga,” ujarnya.


Selama kegiatan berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga selesai pukul 12.00 WIB, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.


Melalui program penanaman jagung ini, Polsek Kunto Darussalam berkomitmen terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal demi mewujudkan swasembada pangan dan kesejahteraan bersama."****






LIPUTAN ROHUL        :      AC
EDITOR                         :     REDAKSI 
DPRD Meranti Cari Jalan Tengah, Lingkungan Dijaga Ribuan Pekerja Tetap Terselamatkan

DPRD Meranti Cari Jalan Tengah, Lingkungan Dijaga Ribuan Pekerja Tetap Terselamatkan





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    - 
Polemik penertiban aktivitas panglong arang di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai mendapat perhatian serius dari DPRD. Melalui hearing yang berlangsung di Sekretariat DPRD Kepulauan Meranti, Senin (11/5/2026) sore, Komisi II DPRD berupaya mencari solusi di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman hilangnya ribuan lapangan pekerjaan.


Hearing tersebut dipimpin Ketua Komisi II Syaifi Hasan didampingi Wakil Ketua Mulyono dan Sekretaris Jani Pasaribu. Turut hadir anggota Komisi II lainnya yakni Sopandi, Pauzi, Lianita Muharni, Al Amin, dan Suji Hartono.


Pertemuan itu juga menghadirkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mulai dari Dinas Pendapatan, Ketenagakerjaan, UMKM, Perkimtan-LH, Perikanan, Bagian Hukum, hingga pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) atau UPT Kehutanan Provinsi. Selain itu, sejumlah koperasi yang bergerak di sektor panglong arang di Kepulauan Meranti turut dipanggil untuk dimintai penjelasan.


Usai hearing, Wakil Ketua II DPRD Kepulauan Meranti, Antoni Shidarta, menegaskan bahwa DPRD tidak ingin persoalan penertiban panglong arang hanya dilihat dari sisi hukum semata tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkan kepada masyarakat.


Menurutnya, perlindungan lingkungan hidup memang menjadi kewajiban bersama, namun pemerintah juga harus hadir mencari solusi agar masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas panglong arang tidak kehilangan sumber penghasilan.

Ia menyebut, dari hasil pendataan sementara, terdapat sekitar 1.726 tenaga kerja yang bergantung pada aktivitas koperasi panglong arang di daerah tersebut. Jumlah itu dinilai sangat besar dan berpotensi menimbulkan persoalan sosial baru jika tidak segera ditangani.


"DPRD menghormati seluruh proses penegakan hukum yang menjadi kewenangan aparat kepolisian dari Polda. Sementara itu, DPRD fokus mendorong solusi agar masyarakat tetap memperoleh kepastian pekerjaan, koperasi mendapatkan kejelasan legalitas, dan pemerintah dapat menghadirkan jalan tengah yang berpihak kepada masyarakat serta tetap sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.


Antoni mengatakan, DPRD merekomendasikan usulan agar Dinas Ketenagakerjaan dan UMKM mendata secara rinci para pekerja terdampak, termasuk memetakan kemampuan dan keterampilan mereka. Langkah itu dilakukan agar pemerintah dapat menyiapkan alternatif pekerjaan maupun program pemberdayaan yang tepat sasaran.


Ia menilai kondisi masyarakat terdampak, khususnya di Desa Sesap, cukup memprihatinkan karena sebagian besar warga hidup dari pekerjaan serabutan dan aktivitas di panglong arang.
Karena itu, DPRD juga berencana menyurati Dinas Sosial agar masyarakat yang terdampak bisa memperoleh bantuan dan perhatian pemerintah.


"Skill masyarakat berbeda-beda. Ada yang memang pekerja kasar, ada juga yang memiliki kemampuan lain. Nanti akan didata lagi dan dikelompokkan supaya program bantuan maupun pelatihannya tepat," katanya.


Selain itu, DPRD juga membuka peluang koordinasi lintas sektor dengan dinas terkait seperti Perikanan dan UMKM guna menyiapkan pelatihan kerja baru apabila nantinya aktivitas panglong arang benar-benar tidak dapat beroperasi kembali.


Antoni menegaskan, DPRD tidak ingin hanya menjadi penonton dalam persoalan tersebut. Menurutnya, lembaga legislatif terus berupaya mencari celah agar masyarakat tetap memperoleh pekerjaan dan peluang ekonomi baru.


"Kami tidak tinggal diam. Kami ingin masyarakat bisa bekerja kembali dan lapangan pekerjaan di Kepulauan Meranti tetap bertambah," tegasnya.

Ia juga menyebut, mayoritas pekerja yang terdata berasal dari wilayah operasional Koperasi Silpa dan Koperasi Silpa Aulia.


Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Mulyono, menambahkan bahwa pihaknya juga menyoroti dugaan adanya pekerja di bawah umur di sejumlah panglong arang.


Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius dan harus dilakukan pendataan ulang untuk memastikan apakah para pekerja tersebut sudah layak bekerja atau belum.


"Kita minta nanti dicek lagi terkait pekerja di bawah umur. Itu perlu ditinjau ulang," katanya.


Mulyono juga menegaskan bahwa DPRD akan terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan dinas terkait lainnya guna menyiapkan bantuan maupun pelatihan kerja bagi masyarakat terdampak.


Di sisi lain, DPRD juga meminta kejelasan terkait legalitas koperasi dan izin operasional panglong arang yang selama ini beroperasi di Kepulauan Meranti.


Menurutnya, jika memang koperasi memiliki izin yang jelas, maka aktivitas usaha seharusnya bisa tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun apabila belum memiliki legalitas lengkap, maka hal itu harus menjadi bahan evaluasi bersama.


"Legalitas dan kesesuaian izin operasional perlu diverifikasi secara menyeluruh agar terdapat kepastian hukum bagi seluruh pihak. Jika seluruh ketentuan telah dipenuhi, maka perlu dicarikan solusi yang sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujarnya.


Mulyono menegaskan bahwa hearing tersebut baru tahap awal dan DPRD akan kembali menggelar rapat lanjutan pada pekan depan. Dalam pertemuan berikutnya, pihak koperasi dan pihak terkait akan diminta memberikan penjelasan lebih detail terkait tanggung jawab terhadap pekerja, sistem pengupahan, hingga standar kerja yang diterapkan.


"Kita ingin pekerja di panglong arang ini punya standar yang jelas, termasuk soal gaji apakah sudah sesuai UMR atau belum," pungkasnya.

DPRD Kepulauan Meranti juga menegaskan bahwa perlindungan lingkungan dan kelestarian kawasan mangrove tetap menjadi perhatian penting dalam pembahasan tersebut. Karena itu, setiap aktivitas usaha ke depan diharapkan tetap memperhatikan ketentuan kehutanan, tata kelola lingkungan, serta prinsip keberlanjutan ekosistem pesisir."****







SUMBER      :      HUMAS SETWAN KEP.MERANTI
EDITOR        :      REDAKSI