Rabu, 16 September 2026

13 Warga Lawan Eks PT Barito! Sengketa 13,6 Hektare Masuk Sidang Lapangan

13 Warga Lawan Eks PT Barito! Sengketa 13,6 Hektare Masuk Sidang Lapangan







KabarPesisirNews.Com
TELUK KUANTAN RIAU,   — 
Sengketa agraria antara masyarakat Desa Muara Langsat, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, dengan eks PT Barito kembali memasuki tahapan penting.


Senin, 14 September 2026, Pengadilan Negeri (PN) Teluk Kuantan menggelar sidang pemeriksaan setempat (descente) dalam perkara Nomor 19/Pdt.G/2026/PN.Tlk.


Sidang lapangan tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim yang juga Wakil Ketua PN Teluk Kuantan, Ferdi, SH., MH. Pemeriksaan dilakukan dengan turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi fisik objek sengketa, termasuk letak dan batas-batas lahan perkebunan kelapa sawit yang menjadi pokok perkara.


Objek sengketa berada di wilayah Desa Muara Langsat dan berkaitan dengan lahan yang diklaim oleh masyarakat sebagai hak mereka.


Pemeriksaan lapangan dihadiri para pihak yang berperkara. Pemerintah Kabupaten Kuansing juga hadir melalui Kepala Bagian Hukum, Almadi, SH., MH. Turut hadir Kepala Desa Muara Langsat serta Kepala Desa Sako Margasari.


Pengamanan jalannya pemeriksaan lapangan dilakukan jajaran Polres Kuansing yang dipimpin langsung Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.I.K., SH., MH.


Kuasa Hukum masyarakat Desa Muara Langsat, Aam Herbi, SH., MH., didampingi Nasrizal, SH., MH., Rajul Andrami, SH., dan Marwan Supandi, SH., MH, mengatakan proses pemeriksaan berlangsung aman dan lancar.


“Alhamdulillah, pemeriksaan setempat hari ini berjalan dengan aman dan lancar. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres dan jajaran yang sudah turun langsung mengawal sidang sampai selesai,” ujar Aam Herbi kepada media ini di Teluk Kuantan, Selasa (15/9/2026).


*13 Warga, 13,6 Hektare dan Sengketa yang Disebut Berjalan Dua Tahun*


Aam menjelaskan, perkara tersebut menyangkut 13 orang masyarakat Desa Muara Langsat dengan luas lahan sekitar 13,6 hektare, yang disebut merupakan bagian dari kelompok dengan luasan lebih besar.


Menurutnya, sengketa tersebut telah berlangsung kurang lebih dua tahun. Dalam kurun waktu itu, masyarakat disebut tidak dapat mengelola maupun memanen kebun yang mereka klaim sebagai lahan miliknya.


“Klien kami masyarakat Muara Langsat berjumlah 13 orang, dengan luasan lahan 13,6 hektare, bagian dari kelompok 80. Sengketa ini sudah berjalan kurang lebih dua tahun,” ungkapnya.


Ia menyebut selama proses sengketa berlangsung, masyarakat tidak dapat memanen hasil perkebunan karena lahan tersebut diklaim oleh pihak tergugat.


Aam juga menyampaikan bahwa menurut keterangan kliennya, masyarakat pernah diusir dari kebun oleh orang-orang yang disebut bekerja untuk pihak tergugat.


Pernyataan tersebut merupakan keterangan dari pihak penggugat melalui kuasa hukumnya dan menjadi bagian dari materi perkara yang masih berproses di pengadilan.


*Descente Jadi Bagian Penting Pembuktian*


Bagi Aam, pemeriksaan setempat bukan sekadar agenda turun ke lokasi. Menurutnya, descente menjadi bagian penting dalam proses pembuktian karena majelis hakim dapat melihat langsung kondisi objek yang disengketakan.


“Pemeriksaan setempat atau descente merupakan bagian penting dari pembuktian materiil yang nantinya menjadi salah satu pertimbangan hukum majelis hakim,” katanya.


Ia berharap fakta-fakta yang ditemukan dalam pemeriksaan lapangan dapat menjadi bahan pertimbangan majelis hakim dalam memutus perkara.


“Kami berharap putusan pengadilan nanti memenangkan klien kami, masyarakat Muara Langsat,” ujar Aam.


*Empat Perkara Sebelumnya Disebut Dimenangkan Masyarakat*


Aam kemudian mengungkapkan bahwa sengketa tersebut bukan perkara pertama antara masyarakat dengan tergugat yang sama.


Ia menyebut sebelumnya telah terdapat empat perkara dengan tergugat yang sama, dengan total luasan sekitar 22,65 hektare, yang menurutnya telah dimenangkan oleh masyarakat pada berbagai tingkat peradilan.


Menurut Aam, tiga perkara di antaranya telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht van gewijsde, sementara satu perkara lainnya masih menunggu putusan.


“Sebagaimana pada putusan empat perkara sebelumnya dengan tergugat yang sama, dengan luas 22,65 hektare, klien kami masyarakat memenangkan perkara pada setiap tingkatan pengadilan, mulai PN, PT hingga MA,” jelasnya.


Ia mengatakan tiga putusan telah berkekuatan hukum tetap, sedangkan satu perkara lainnya masih menunggu putusan.


“Insyaallah, kami berharap segera keluar putusan yang sama. Setelah empat perkara tersebut inkracht, akan segera kami ajukan eksekusi ke PN,” tegas Aam.


*Kuasa Hukum Minta Putusan Pengadilan Dihormati*


Menurut Aam, apabila seluruh putusan telah berkekuatan hukum tetap dan proses eksekusi diajukan, maka putusan pengadilan harus dihormati oleh seluruh pihak.


“Kami berharap tergugat menghormati putusan pengadilan dan menyerahkan kembali lahan kepada masyarakat,” pungkasnya.


Kini, perkara Nomor 19/Pdt.G/2026/PN.Tlk masih berproses. Hasil pemeriksaan setempat menjadi bagian dari rangkaian pembuktian sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan.


Perkara ini masih berjalan di pengadilan. Kedudukan dan dalil masing-masing pihak akan ditentukan berdasarkan alat bukti serta pertimbangan hukum majelis hakim dalam putusan akhir."****







LIPUTAN      :     REDAKSI
EDITOR         :     REDAKSI
Listrik Sering Padam PLN Sup Teluk Belitung Berlakukan Pemadaman Secara Bergilir: Ketua OPP Kelurahan Teluk Belitung Angkat Bicara.

Listrik Sering Padam PLN Sup Teluk Belitung Berlakukan Pemadaman Secara Bergilir: Ketua OPP Kelurahan Teluk Belitung Angkat Bicara.





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
MERBAU: Persoalan pemadaman listrik secara bergilir saat ini yang diberlakukan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Selatpanjang Sup Teluk Belitung Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, kembali menjadi sorotan publik. 


Gangguan pasokan listrik yang sering mati juga dinilai semakin mengusik dan meresahkan aktivitas konsumen, sehingga mendapat sorotan oleh Ketua Organisasi Peduli Pemuda Kelurahan Teluk Belitung Kecamatan Merbau Yoldi Asadi.


Seperti ditegaskan Yoldi Asadi kepada awak media, Rabu (16/9/2026), pemadaman bergilir yang kerap diberlakukan pihak PLN Sup Teluk Belitung saat ini membuat aktivitas masyarakat sangat disesalkan mengingat listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar dalam kebutuhan masyarakat sehari - hari. ucapnya.


“Pihak PLN secepatnya dipinta berbenah diri dan bertanggung jawab dalam memberi pelayan terhadap konsumen pengguna jasa, jangan memikirkan keuntungan saja, pikirkan orang banyak, karena listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat. Jadi kalau hal ini sering terjadi hidup mati, terus diberlakukan pula secara bergilir,  kami rasa ini sangat merugikan masyarakat sebagai konsumen,” ujar Yoldi Asadi.


Menurut Yoldi, pemadaman yang terjadi berulang kali bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat. Kegiatan ibadah, perdagangan, usaha rumahan hingga aktivitas ekonomi lainnya ikut terdampak, keluhnya.


Ketua Pemuda Kelurahan Teluk Belitung itu mengatakan, dirinya menerima informasi mengenai adanya keluhan warga terkait kerusakan perangkat elektronik yang diduga mengalami kerusakan akibat gangguan kelistrikan, di Kecamatan Merbau.


"Kondisi seperti ini harusnya menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi pihak PLN Selatpanjang Sup Teluk Belitung,". Diingatkannya, jangan sempat masyarakat berbuat dan bertindak, nanti akibatnya tidak baik, tegas Yoldi mengingatkan


Kalau ini dibiarkan, nanti muncul berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait penyebab dan penanganan krisis listrik tersebut. Sebagai bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan listrik yang diduga dianggap belum memberi pelayanan terhadap konsumen secara maksimal.


Pemuda Teluk Belitung mengingatkan jangan sampai nanti spekulasi berkembang liar, mulai dari tudingan ketidak profesional dalam pengelolaan pelayanan, dugaan penyalahgunaan BBM, hingga dugaan mempekerjakan tenaga kerja dengan tidak membayar jam Lembor dari supkontraktor PLN  Selatpanjang Sup Teluk Belitung.


Yoldi juga menegaskan bahwa berbagai tudingan tersebut merupakan pendapat dan spekulasi yang berkembang di masyarakat, belum dapat dianggap sebagai fakta sebelum adanya pembuktian serta klarifikasi resmi, jelas Yoldi.


Dikatakannya, pendapat itu muncul karena masyarakat kecewa dengan pelayanan yang dianggap tidak andal,” tidak maksimal. Seharusnya, pihak PLN memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak terjadi ruang kosong informasi yang kemudian diisi dengan berbagai asumsi, pungkas Yoldi Asadi.


Ketua Tim PLN Sup Teluk Belitung Muhammad saat dikonfirmasi melalui sambungan telfon pribadinya Rabu (16/9/2026) terkait diberlakukan sistem pemadaman secara bergilir listrik di Teluk Belitung mengatakan, saat ini betul masih diberlakukan sistem bergilir, kapan waktu normal itu yang belum bisa kami memastikan, ucapnya.


Kabarnya, mesin PLTG Melibur itu masih ada yang rusak, mesin baru sudah masuk, tapi kapasitas Kw nya kecil, tidak mencukupi, kami berharap secepatnya bisa hidup normal kembali, pungkas Amat."****







PENULIS           :       ALI SANIP
EDITOR             :        REDAKSI

Selasa, 15 September 2026

Keluarga Besar Forum Peduli Masyarakat Pesisir Teluk Belitung Sambangi Keluarga Almarhum ST

Keluarga Besar Forum Peduli Masyarakat Pesisir Teluk Belitung Sambangi Keluarga Almarhum ST






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     -
MERBAU: Sejumlah pengurus Forum Peduli Masyarakat Pesisir Teluk Belitung (FPMPTB)  Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, sambangi atau "Takziah" dikediaman rumah duka ST yang meninggal di kediamannya beralamat di jalan Sudirman Kelurahan Teluk Belitung Kecamatan Merbau.


Sejumlah pengurus Forum Peduli Masyarakat Pesisir Teluk Belitung memilih mendatangi keluarga almarhum untuk menyampaikan ucapan duka cita atau belasungkawa sekaligus merupakan wujud kepedulian sesama dalam mempererat hubungan silaturrahmi.


Kunjungan atau takziah tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Forum Peduli Masyarakat Pesisir Syufri SE, didampingi sejumlah pengurus inti berlangsung pada Selasa (15/9/2026) sekira pukul 16.00 WIB di kediaman keluarga almarhum di jalan Sudirman Kelurahan Teluk Belitung Kecamatan Merbau.


Kedatangan rombongan disambut langsung oleh sang Istri almarhum, Kamsiatun S.Hum merupakan sebagai bendahara Forum Peduli Masyarakat Pesisir. Pertemuan tersebut juga merupakan agenda disetiap keluarga besar pengurus organisasi ini mendapat musibah.


Ketua Forum Peduli Masyarakat Pesisir dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya almarhum sang suami Kamsiatun. Kedatangannya bersama jajaran kepengurusan  Forum ini merupakan wujud kepedulian dan penghormatan kepada keluarga yang sedang berduka.


"Menurut Syufri almarhum ini bukan sekedar kepengurusan Forum. Tetapi kedekatan ini terjalin sejak aktif dalam organisasi, bahkan kedekatan bermasyarakat menjadi kenangan buat kita bersama dan hubungan itu terus terjalin dengan baik, almarhum orang baik, tutur Syufri.


"Kami menganggap almarhum seperti sahabat dekat bagaikan saudara. Karena itu, hari ini kami datang bukan membawa kepentingan apa-apa. Kami datang merupakan bagian dari sahabat terdekat dan keluarga dalam organisasi Forum Peduli Masyarakat Pesisir, sekaligus ingin menyampaikan rasa duka dan memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan, pungkas Syufri.


Kamsiatun dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih yang sudah bersilaturrahmi dikediaman kami. Ia juga menyampaikan salam maaf buat almarhum suaminya selama bergaul kemungkinan ada salah sikap mohon dimaafkan, mudah mudahan suami saya diampuni segala dosanya, ditempati diterima disisi Allah SWT."****






PENULIS         :           ALI SANIP
EDITOR           :            REDAKSI
Pemkab Meranti Dorong Peningkatan SDM melalui Kerja Sama dengan IBT Pelita Indonesia

Pemkab Meranti Dorong Peningkatan SDM melalui Kerja Sama dengan IBT Pelita Indonesia





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     – 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.


Hal itu disampaikan Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Meranti, Tengku Arifin, saat menghadiri Sosialisasi dan Pengenalan Program Pendidikan Institut Bisnis dan Teknologi (IBT) Pelita Indonesia di Gedung Kuning Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Selasa (15/9/2026) pagi.


Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemkab Kepulauan Meranti dan IBT Pelita Indonesia yang sebelumnya telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU).


Tengku Arifin mengatakan, peningkatan kualitas SDM merupakan fondasi utama bagi kemajuan daerah. Pembangunan infrastruktur maupun pemanfaatan sumber daya alam, menurutnya, tidak akan optimal tanpa dukungan SDM yang berkualitas, kompeten, profesional dan adaptif.


«“Peningkatan kualitas sumber daya manusia bukan sekadar program tambahan, tetapi merupakan investasi strategis dan jangka panjang bagi masa depan Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujar Tengku Arifin.»


Ia menyambut baik kehadiran IBT Pelita Indonesia untuk memperkenalkan program pendidikan kepada masyarakat Meranti. Menurutnya, kerja sama yang telah terjalin harus diwujudkan melalui program konkret yang memberikan manfaat langsung.


«“Kerja sama yang telah terjalin tidak berhenti hanya pada dokumen atau seremoni, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata, terukur dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti,” katanya.»


Tengku Arifin menilai perkembangan teknologi, digitalisasi dan kecerdasan buatan telah mengubah kebutuhan dunia kerja. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensinya.


Ia berharap IBT Pelita Indonesia dapat menjadi salah satu mitra strategis Pemkab Meranti dalam meningkatkan kualitas SDM.


«“Saya berharap Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia dapat menjadi salah satu mitra strategis Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti,” jelasnya.»


Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada ijazah, tetapi juga harus membentuk manusia yang berilmu, berkarakter, memiliki keterampilan dan mampu beradaptasi.


«“Daerah yang maju bukan hanya daerah yang memiliki pembangunan fisik yang baik, tetapi daerah yang memiliki manusia-manusia berkualitas tinggi yang mampu mengelola dan melanjutkan pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti,” ungkapnya.»


IBT Siapkan Program Kuliah Fleksibel


Sementara itu, Dekan Fakultas Bisnis IBT Pelita Indonesia, Dr. Fadrul, S.E., M.Ak., mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari MoU dengan Pemkab Kepulauan Meranti.


Ia menjelaskan, IBT Pelita Indonesia hadir untuk memberikan informasi mengenai pilihan pendidikan sekaligus membuka ruang konsultasi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan.


«“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik dan memberikan fleksibilitas serta kemudahan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan,” ujarnya.»


IBT Pelita Indonesia menawarkan sejumlah program pendidikan melalui Fakultas Bisnis dan Fakultas Ilmu Komputer.


Fakultas Bisnis memiliki program S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S2 Manajemen dan S3 Manajemen. Sedangkan Fakultas Ilmu Komputer menawarkan S1 Sistem Informasi dan S1 Teknik Informatika.

Sekretaris Program Pascasarjana IBT Pelita Indonesia, Dr. Suyono, S.E., M.M., mengatakan program tersebut juga ditujukan bagi ASN dan tenaga profesional yang ingin meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan pekerjaan.


Untuk Program Magister Manajemen, perkuliahan menggunakan pola hybrid learning, yakni menggabungkan pembelajaran daring dan luring.


«“Perkuliahan bisa dicampurkan antara online dengan offline. Jadi mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan secara daring ketika tidak dapat hadir di kampus,” jelasnya.»


Menurut Suyono, sistem tersebut memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang memiliki kesibukan pekerjaan tetapi tetap ingin melanjutkan pendidikan.


IBT Pelita Indonesia juga memiliki program pendampingan penyelesaian tugas akhir melalui kegiatan karantina tesis. Mahasiswa mendapat pendampingan secara intensif bersama dosen.


«“Tujuannya agar proses penyelesaian tugas akhir mahasiswa dapat lebih cepat dan mahasiswa memiliki tempat untuk berkonsultasi secara langsung dengan dosen,” katanya.»


Warga Meranti Dapat Kemudahan Biaya
Dalam sosialisasi tersebut, IBT Pelita Indonesia juga menyampaikan perlakuan khusus bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai tindak lanjut kerja sama dengan Pemkab.


Salah satunya berupa pembebasan biaya pendidikan selama satu semester pertama bagi peserta yang mengikuti ketentuan program khusus tersebut.


«“Kemarin sudah kami sampaikan ke Pak Bupati bahwa masyarakat yang ada di Meranti ini kita berikan potongan. Satu semester gratis di semester pertama,” ujar Suyono.»


Selain itu, IBT Pelita Indonesia memberikan skema pembayaran yang lebih fleksibel. Biaya pendidikan tidak harus dilunasi sekaligus di awal perkuliahan, namun wajib diselesaikan sebelum mahasiswa mengikuti sidang tugas akhir.


«“Kalau di Pelita Indonesia untuk biaya tidak mesti harus lunas di saat itu juga. Ada tenggang waktu, sebelum skripsi atau tesis wajib lunas,” jelasnya.»

Suyono mengatakan berbagai kemudahan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat Meranti yang ingin melanjutkan pendidikan sekaligus meningkatkan kompetensi untuk pengembangan karier maupun kapasitas diri.


Pemkab Meranti berharap kerja sama tersebut tidak hanya memperluas akses pendidikan tinggi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas SDM di daerah.


Turut hadir Kasubbag Umum BKPSDM Kabupaten Kepulauan Meranti Ermanto, S.E., Ketua MKKS SD dan SMP se-Kabupaten Kepulauan Meranti, ASN di lingkungan Pemkab Meranti serta jajaran IBT Pelita Indonesia."****






LIPUTAN    :        NUR
EDITOR       :        REDAKSI
Asisten III Setdakab Meranti Hadiri Pelantikan Wakil Ketua PN Bengkalis

Asisten III Setdakab Meranti Hadiri Pelantikan Wakil Ketua PN Bengkalis





KabarPesisirNews.Com
BENGKALIS RIAU,     – 
Mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Meranti Atan Ibrahim menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bengkalis Kelas IB, Selasa (15/9/2026).


Pelantikan berlangsung di Aula Pengadilan Negeri Bengkalis. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, Kajari Kepulauan Meranti Ricky Makado, serta jajaran Forkopimda dan keluarga besar Pengadilan Negeri Bengkalis.


Ketua PN Bengkalis Kelas IB Lenny Lasminar mengucapkan selamat kepada Hendah Karmila Dewi yang resmi menjabat sebagai Wakil Ketua PN Bengkalis.


Lenny berharap pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh jajaran pengadilan.


Menurutnya, jabatan tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab. Ia juga berharap kehadiran Wakil Ketua baru dapat membawa motivasi dan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Lenny turut mengapresiasi dukungan Pemkab Kepulauan Meranti dan Forkopimda terhadap pelayanan peradilan di wilayah Meranti.


Saat ini, PN Bengkalis masih memiliki yurisdiksi hukum yang mencakup Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Pemkab Meranti bersama Forkopimda juga terus mendukung upaya agar kabupaten tersebut memiliki Pengadilan Negeri sendiri.


Sementara itu, Hendah Karmila Dewi menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan. Ia mengatakan, kepulangannya ke Bengkalis merupakan kali ketiga dirinya bertugas di daerah tersebut.


Sebelumnya, Hendah pernah menjabat Wakil Ketua PN Bengkalis pada 2020 saat pengadilan masih berstatus kelas II. Ia kemudian menjadi Ketua PN Pasir Pengaraian selama dua tahun dan bertugas di PN Pekanbaru selama empat tahun.


Hendah menyatakan siap bekerja sama dengan Ketua PN Bengkalis dan seluruh jajaran untuk menjalankan tugasnya.


Mewakili Pemkab Meranti, Atan Ibrahim juga menyampaikan ucapan selamat kepada Hendah Karmila Dewi.


“Kami mengucapkan selamat kepada Ibu Hendah Karmila Dewi atas pelantikan sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bengkalis Kelas IB. Semoga amanah dan diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas,” ujar Atan.


Ia berharap pelantikan tersebut semakin memperkuat komunikasi dan sinergi antara PN Bengkalis dengan Pemkab Meranti serta Forkopimda.


“Kami berharap sinergi yang sudah terjalin terus diperkuat, khususnya dalam memberikan pelayanan hukum dan keadilan terbaik bagi masyarakat Meranti,” katanya.


Atan juga menegaskan komitmen Pemkab Meranti untuk terus mendukung peningkatan pelayanan hukum.


“Mudah-mudahan ke depan Kabupaten Kepulauan Meranti dapat memiliki Pengadilan Negeri sendiri sehingga pelayanan hukum kepada masyarakat semakin dekat, cepat dan optimal,” pungkasnya."****






LIPUTAN         :      NUR
EDITOR            :      REDAKSI
Turnamen HUT RI Ke-81 di Merbau Rusuh, Pemain Tanjung Kulim dan VS Pelantai Baku Hantam.

Turnamen HUT RI Ke-81 di Merbau Rusuh, Pemain Tanjung Kulim dan VS Pelantai Baku Hantam.





KabarPesisirNews.Com                             
MERBAU KEP.MERANTI RIAU,     -
Pertandingan turnamen sepak bola dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81 di Lapangan Bola Setia Pati, Teluk Belitung, Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, diwarnai kericuhan.


Diketahui, pemain dari Desa Tanjung Kulim VS Buana Sakti Desa Pelantai terlibat baku hantam di tengah lapangan, pada Sabtu (13/9/2026) kemarin.


Kericuhan bermula pada babak kedua di menit - menit terakhir saat terjadi pelanggaran keras. Cekcok mulut antar pemain tak terhindarkan hingga berujung aksi saling pukul. Panitia pertandingan dan aparat keamanan yang berjaga langsung melerai. Pertandingan sempat terhenti sekita, namun berlanjut kembali.


"Warga kaget melihat pemain berantem. Ini kan turnamen memeriahkan HUT RI, harusnya jadi contoh sportivitas berolahraga," ujar salah seorang penonton.


Sekcam Merbau Idrus SE selaku Ketua Umum dalam turnamen sepak bola tersebut, saat dikonfirmasi awak Media KabarPesisirNews.Com  Selasa (15/9/2026) melalui sambungan telfon pribadinya terkait baku hantam itu mengatakan, saat itu saya terlambat datang kelapangan kondisi cuaca hujan, ucapnya.


Namun setelah saya sampai kelapangan seluruh panitia, beserta pihak keamanan dengan sigap melerai kerusuhan itu, dan dapat dikondisikan kembali, permainan berlanjut, jelas Sekcam Merbau.


"Alhamdulillah, kedua belah pihak dan masing masing klub tersebut sepakat untuk berdamai, katanya, waktu tinggal dua menit permainan selesai. Saat itu sporter masuk cuma turut membantu melerai kejadian itu, tutur Idrus.


Dirinya berharap, agar kejadian serupa ini tidak terulang kembali, mari jaga sportifitas dalam berolah raga, tutup Sekcam Merbau Idrus."****






PENULIS        :         ALI SANIP
EDITOR          :         REDAKSI
Kebakaran Lahan KKPA Di Desa Sungai Buluh, Diduga kelalaian Siapa yang Bertanggung jawab.

Kebakaran Lahan KKPA Di Desa Sungai Buluh, Diduga kelalaian Siapa yang Bertanggung jawab.





KabarPesisirNews.Com
PELALAWAN RIAU,    -
Kebakaran Lahan KKPA yang diduga ada kelalaian, terletak di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan. Peristiwa kebakaran KKPA itu, terjadi pada 8-9-2026 yang lalu.


Dalam peristiwa kebakaran KKPA  tersebut seluas 3000 meter persegi, motif kebakaran belum di ketahui.


Peristiwa kebakaran ini, sedang gala-galaknya bapak Kapolda Riau mengimbau agar menjaga lahan kebun sawit dan hutan agar jangan terjadi kebakaran.


Karena saat ini, Indonesia dalam gawat darurat masalah kebakaran lahan dan hutan. Demikian di kabupaten Pelalawan ini, sedang galak nya pemadam kebakaran Lahan dan hutan.


Untuk itu masyarakat meminta kepada pemerintah dan penegak hukum menindak tegas para pelaku kebakaran Lahan dan hutan. 


Ketika awak media ini konfirmasi melalui wa, terkait kebakaran lahan KKPA Desa Sungai Buluh, dengan ketua koperasi Evi Zulpian S.H, Selasa 16-9-2026.


Evi mengatakan beritanya ok, bagus
Cuma saran kami karena yang terbakar itu adalah kebun sawit produksi mesti ada dimuat kerugian bagi korban kebakaran.


Awak media bertanya penyebab kebakaran Lahan tersebut, apa pak? itulah kami tidak tau apa penyebab nya ujar Evi.  Apakah tidak ada yang menjaga atau yang mengawasi dilapangan?


Ada tapi karena kabut kuat kan gak kelihatan kalau api kecil, karena ada yang jaga itu lah jadi ketahuan, kalau gak ada yang jaga, ya gak tahu dong karena uda malam.


Sekalipun ada penjagaan api namun api tidak dapat dipadamkan dengan cepat, sehingga sampai membakar lahan kebun KKPA seluas 3000 meter persegi."****





LIPUTAN  PELALAWAN   :    DAVIDSON
EDITOR                               :    REDAKSI
KM Hontery Bongkar Muatan dari Malaysia di Pelabuhan I Selatpanjang, IWO Soroti Transparansi Dokumen Kepabeanan

KM Hontery Bongkar Muatan dari Malaysia di Pelabuhan I Selatpanjang, IWO Soroti Transparansi Dokumen Kepabeanan





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,     -
Aktivitas pembongkaran muatan KM Hontery, kapal di duga milik Abeng yang membawa sejumlah barang dari Malaysia, di Pelabuhan I Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, menjadi sorotan.


Dari hasil pantauan di lapangan, kapal tersebut diketahui membawa sejumlah barang berupa lilin berukuran besar, sedang dan kecil serta kertas sembahyang yang berasal dari Malaysia,Senin (14/09/26)


Karena barang tersebut berasal dari luar negeri, aspek kepabeanan dan kesesuaian dokumen menjadi bagian penting yang perlu dipastikan dalam setiap proses pemasukan dan pembongkaran barang.


Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sendiri memiliki kewenangan dalam pengawasan barang yang masuk ke wilayah Indonesia, termasuk penelitian dokumen kepabeanan serta pemeriksaan terhadap barang sesuai ketentuan yang berlaku.


Persoalan yang kini menjadi perhatian bukan semata-mata aktivitas bongkar muatnya, melainkan apakah seluruh barang yang diturunkan dari KM Hontery telah sesuai dengan dokumen kepabeanan yang dilaporkan.


Mulai dari jenis barang, jumlah, asal barang hingga dokumen pendukungnya perlu dipastikan secara transparan oleh instansi berwenang.


Ketua PD IWO Kabupaten Kepulauan Meranti, Rahmat Arifin, meminta aparat terkait, khususnya Bea Cukai, memberikan penjelasan secara terbuka mengenai aktivitas pembongkaran tersebut.


Menurut Rahmat, pengawasan terhadap barang yang masuk dari luar negeri merupakan bagian penting dalam menjaga tertib administrasi sekaligus mencegah terjadinya penyalahgunaan jalur perdagangan lintas batas.


“Kami tidak ingin terburu-buru menyimpulkan bahwa kegiatan tersebut merupakan pelanggaran. Tetapi ketika ada kapal yang membawa barang dari Malaysia dan kemudian melakukan pembongkaran di Selatpanjang, tentu publik berhak mengetahui apakah seluruh prosesnya sudah sesuai dengan ketentuan kepabeanan,” ujar Rahmat Arifin.


Ia menegaskan, pertanyaan yang perlu dijawab bukan hanya mengenai keberadaan kapal dan barang, tetapi juga menyangkut manifest, jumlah serta jenis barang yang tercantum dalam dokumen dengan barang yang benar-benar dibongkar di lapangan.


“Kalau dokumennya lengkap dan barang yang dibongkar sesuai dengan manifest, tentu tidak ada persoalan. Justru kami meminta hal itu dijelaskan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” tegasnya.


Rahmat juga meminta agar petugas terkait memastikan seluruh prosedur pengawasan berjalan sebagaimana mestinya.


“Yang paling penting adalah transparansi. Apakah sudah dilakukan pemeriksaan dokumen, apakah ada pemeriksaan fisik terhadap muatan, berapa jumlah barang dalam manifest dan apakah seluruhnya sesuai dengan barang yang dibongkar. Ini yang perlu dijelaskan kepada publik,” katanya.


Lebih lanjut, Rahmat mengatakan bahwa IWO Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai organisasi wartawan memiliki kepentingan untuk memastikan informasi yang beredar kepada masyarakat dapat dipertanggungjawabkan.


Ia menilai, keterbukaan dari instansi terkait justru dapat mencegah munculnya berbagai asumsi di tengah masyarakat.


“Kami berharap Bea Cukai tidak melihat ini hanya sebagai persoalan pemberitaan. Ini bagian dari fungsi kontrol sosial. Kalau memang seluruh prosedurnya sudah benar, sampaikan secara terbuka. Kalau ada kekurangan administrasi atau persoalan lain, tentu menjadi kewenangan aparat untuk menindaklanjutinya,” ujar Rahmat.


Rahmat juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang langsung memberikan label “penyelundupan” sebelum dilakukan pemeriksaan dan terdapat dasar hukum yang jelas.


“Kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Tetapi transparansi juga wajib dikedepankan. Jangan sampai masyarakat hanya melihat proses bongkar barang, sementara tidak mengetahui apakah barang tersebut sudah sesuai dengan dokumen atau belum,” tambahnya.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bea Cukai Selatpanjang belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi terkait status dokumen KM Hontery, manifest barang, jumlah dan jenis muatan serta mekanisme pengawasan selama proses pembongkaran.


Media ini masih membuka ruang bagi Bea Cukai Selatpanjang, pemilik KM Hontery maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab sesuai prinsip pemberitaan yang berimbang."****








LIPUTAN        :     SANUSI
EDITOR           :     REDAKSI

Senin, 14 September 2026

Hari Pramuka ke-65, Bupati Meranti Dorong Generasi Muda Kreatif dan Mandiri Dukung Swasembada Pangan

Hari Pramuka ke-65, Bupati Meranti Dorong Generasi Muda Kreatif dan Mandiri Dukung Swasembada Pangan






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar memimpin upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Senin (14/9/2026).

Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Ketua DPRD, Kapolres, Kajari, Danlanal Dumai/Dan Pos TNI AL Selatpanjang, Dandim 0303 Bengkalis/Danramil 02 Tebing Tinggi, Kepala Kantor Kementerian Agama, Sekretaris Daerah, Ketua Pengadilan Negeri Selatpanjang, Ketua Pengadilan Agama Selatpanjang, para asisten dan staf ahli bupati, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam amanatnya, Asmar menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026. Ia mengatakan, perjalanan 65 tahun Gerakan Pramuka telah diwarnai pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia.

"Gerakan Pramuka telah berperan membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta tanah air yang kokoh dan kuat," ujar Asmar.

Menurutnya, dari generasi ke generasi, Gerakan Pramuka telah melahirkan berbagai tokoh yang mengabdikan diri bagi bangsa dan negara, mulai dari pemimpin, pendidik, ilmuwan, aparatur negara, tokoh masyarakat, wirausahawan hingga relawan kemanusiaan.

Ia menilai nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma yang menjadi pedoman anggota Pramuka mampu membentuk pribadi tangguh dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.

Karena itu, kata Asmar, Hari Pramuka tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kesempatan tersebut, Asmar juga menyoroti tema Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional ke-12 Tahun 2026, yakni "Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan."

Menurutnya, tema tersebut sejalan dengan komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, khususnya penguatan swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari ketahanan dan kemandirian nasional.

"Swasembada pangan bukan semata persoalan tanam-menanam. Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya," jelasnya.

Asmar mengatakan, pendidikan kepramukaan perlu terus diarahkan untuk menumbuhkan budaya produktif dan kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan.

Selain itu, anggota Pramuka diharapkan memiliki kepedulian terhadap lingkungan, mampu memanfaatkan teknologi tepat guna, serta memiliki semangat kewirausahaan sejak usia muda.

"Proses pendidikan kepramukaan terus berkembang dari learning by doing menjadi learning, creating, and solving, yaitu belajar, mencipta, dan menyelesaikan persoalan nyata," katanya.

Asmar juga mengingatkan bahwa generasi muda saat ini tumbuh di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Perubahan iklim, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), dinamika geopolitik, serta persoalan ketahanan pangan dan energi menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Di sisi lain, generasi muda juga menghadapi berbagai persoalan sosial, seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran hoaks, perjudian daring, hingga menurunnya kepedulian sosial.

Menurut Asmar, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan tersebut tanpa kehilangan karakter dan jati diri.

"Teknologi memberikan kemampuan yang semakin besar, sedangkan karakter memberikan arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan," tegasnya.

Ia juga mendorong kegiatan kepramukaan agar semakin banyak menyentuh persoalan lingkungan dan kehidupan masyarakat. Pramuka dapat dilibatkan dalam pengelolaan sampah, efisiensi sumber daya, pemanfaatan energi bersih, hingga pengembangan potensi lokal untuk mendukung kehidupan berkelanjutan.

Asmar berharap kegiatan kepramukaan tidak berhenti pada pengalaman, tetapi mampu memberikan wawasan, keterampilan, kedisiplinan, keberanian mencoba, serta gagasan yang dapat dikembangkan di gugus depan, sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Ia mendorong pengalaman tersebut diwujudkan melalui kegiatan nyata sesuai potensi daerah, seperti menanam pangan, mengelola lingkungan, mengembangkan usaha, memanfaatkan teknologi, membantu masyarakat, serta menciptakan berbagai inovasi.

"Dengan demikian, Gerakan Pramuka dapat mengambil bagian dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, generasi yang berkarakter, terampil, mandiri, produktif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian untuk bangsa dan negara," ujarnya.

Asmar optimistis pendidikan kepramukaan dapat melahirkan generasi yang berkontribusi di berbagai bidang, termasuk petani dan inovator pangan, ilmuwan, teknolog, wirausahawan, profesional, pemimpin masyarakat, hingga pemimpin bangsa yang berkarakter dan berintegritas.

Di akhir amanatnya, Asmar menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI dan Polri, pembina, pelatih, orang tua, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, relawan, serta seluruh mitra strategis Gerakan Pramuka yang telah mendukung pembinaan generasi muda.

Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat sehingga Gerakan Pramuka semakin memberikan manfaat bagi generasi muda dan kemajuan bangsa.

"Marilah kita jadikan Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperbarui tekad, memperkuat persatuan, memperluas pengabdian, serta meningkatkan kontribusi nyata Gerakan Pramuka bagi bangsa dan negara," pungkasnya.

Asmar menegaskan, Gerakan Pramuka harus terus menjadi kawah candradimuka pembentukan karakter bangsa dan melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian yang tidak pernah padam."****







LIPUTAN       :     NUR
EDITOR          :     REDAKSI
HUT HIMPAUDI ke-21, Bunda PAUD Meranti Dorong Kreativitas Anak melalui Art & Craft

HUT HIMPAUDI ke-21, Bunda PAUD Meranti Dorong Kreativitas Anak melalui Art & Craft







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     – 
Bunda PAUD Kabupaten Kepulauan Meranti, Hj. Ismiatun, membuka Lomba Alat Permainan Edukatif (APE) bagi guru serta Lomba Art & Craft bagi peserta didik dalam rangka memperingati HUT HIMPAUDI ke-21, Minggu (13/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Negeri 1 Tebing Tinggi, Selatpanjang, tersebut mengusung tema “Meningkatkan Kreativitas, Ekspresi dan Keceriaan Anak Melalui Art & Craft”.


Dalam sambutannya, Hj. Ismiatun menyampaikan apresiasi kepada panitia, pendidik dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan anak usia dini.


“Kegiatan Art & Craft bukan sekadar perlombaan untuk mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, keberanian, kemandirian, serta kemampuan motorik anak melalui kegiatan yang menyenangkan,” ujar Ismiatun.


Ia juga berpesan kepada para pendidik dan orang tua agar tidak hanya melihat hasil akhir perlombaan. Menurutnya, proses ketika anak berani mencoba, berusaha, tampil, dan merasa bahagia dalam berkarya jauh lebih penting.


“Kepada seluruh peserta lomba, selamat berkarya dan berlomba. Jangan takut salah, teruslah mencoba dan berkreasi. Tampil dengan percaya diri dan nikmati prosesnya,” pesannya.


Ismiatun berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung lancar dan memberikan pengalaman positif serta berharga bagi seluruh peserta.


Sementara itu, Ketua Panitia, Suprapti, M.Pd., yang juga Kabid Pembinaan PAUD dan PNF, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti 300 peserta didik dari sembilan kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Peserta terbanyak berasal dari Kecamatan Tebing Tinggi sebanyak 179 anak, disusul Tebing Tinggi Barat 24 anak, Rangsang Barat 18 anak, Pulau Merbau 17 anak, Tebing Tinggi Timur 15 anak, Rangsang Pesisir 13 anak, Merbau 13 anak, Tasik Putri Puyu 11 anak, dan Kecamatan Rangsang sebanyak 10 anak."****






SUMBER     :   PROKOPIM KEP.MERANTI
EDITOR       :   REDAKSI
Tahap Akhir Wujudkan Konektivitas Penuh di Provinsi Aceh, Hutama Karya Lakukan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) Tol Sigli–Banda Aceh

Tahap Akhir Wujudkan Konektivitas Penuh di Provinsi Aceh, Hutama Karya Lakukan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) Tol Sigli–Banda Aceh






KabarPesisirNews.Com
ACEH,    – 
Setelah dioperasikan secara fungsional guna mendukung pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh, Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum sepanjang 25 kilometer pada Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) kini memasuki tahapan penting, yakni Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO). ULFO dilaksanakan selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 September 2026, oleh PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perhubungan, dan Korlantas Polri. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur, kelengkapan jalan, serta pemenuhan aspek keselamatan sebelum jalan tol dioperasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.


Tidak sekadar memastikan terpenuhinya standar laik fungsi dan operasi, pelaksanaan ULFO juga mencakup penilaian aspek keselamatan jalan melalui pendekatan Star Rating atau pemeringkatan bintang. Pendekatan berstandar internasional ini digunakan untuk menilai tingkat keselamatan infrastruktur jalan secara komprehensif, termasuk berbagai elemen yang dapat memengaruhi risiko kecelakaan maupun tingkat keparahan apabila terjadi insiden.
Penilaian dilakukan secara terperinci terhadap sejumlah aspek, mulai dari desain geometrik jalan dan tikungan, jarak pandang, pencahayaan, marka dan rambu, hingga kualitas serta penempatan perangkat pengaman jalan. Semakin tinggi peringkat yang diperoleh, semakin baik pula kemampuan infrastruktur jalan dalam membantu meminimalkan risiko kecelakaan fatal bagi pengguna jalan.Penerapan pendekatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Hutama Karya untuk menghadirkan jalan tol yang tidak hanya memenuhi standar teknis, tetapi juga mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan.


Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani mengatakan bahwa pelaksanaan ULFO Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum menjadi momentum penting dalam rangkaian pembangunan Jalan Tol Sigli–Banda Aceh.“Pelaksanaan ULFO pada Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum merupakan tahapan krusial untuk memastikan kesiapan infrastruktur sebelum dioperasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya untuk memastikan terpenuhinya standar teknis serta persyaratan laik fungsi dan operasi, tetapi juga untuk menilai aspek keselamatan dan kualitas jalan tol,” ujar Hamdani.


Lebih lanjut, Hamdani menambahkan bahwa tersambungnya Jalan Tol Sigli–Banda Aceh secara penuh akan memberikan dampak positif terhadap konektivitas dan aktivitas perekonomian di Aceh.


“Dengan dilaksanakannya Uji Laik Fungsi dan Operasi pada Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum, pembangunan Jalan Tol Sibanceh sepanjang 74 kilometer memasuki tahapan akhir untuk dapat tersambung secara penuh. Kami berharap kehadiran jalan tol ini dapat semakin memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, serta menghadirkan akses antarwilayah di Aceh yang lebih cepat dan efisien,” ujar Hamdani.


Sebagai bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera, Tol Sibanceh diharapkan dapat memperkuat konektivitas perjalanan dari Sigli menuju Banda Aceh dan sebaliknya sebagai pusat pemerintahan Provinsi Aceh. Kehadiran jalan tol ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui akses transportasi yang lebih cepat, aman, dan efisien.


Pelaksanaan ULFO pada Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum menandai semakin dekatnya penyelesaian pembangunan Jalan Tol Sigli–Banda Aceh. Setelah seluruh tahapan ULFO dipenuhi dan Sertifikat Laik Operasi diterbitkan, ruas ini semakin dekat untuk dapat segera dioperasikan tanpa tarif terlebih dahulu sebelum nantinya diberlakukan tarif."****






LIPUTAN        :     RED
EDITOR           :     REDAKSI