Kamis, 09 April 2026
Peduli Stunting Polsek Tebing Tinggi Barat Beri Vitamin dan Makanan Bergizi Di Desa Tenan
Jalan Tol Paltung Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026, Arus Mudik-Balik Nataru Hingga Lebaran 2027 Semakin Lancar
AS Dinilai Kalah dalam Perang Iran, Ini Alasan yang Tak Terbantahka
Rabu, 08 April 2026
Ketua DPRD Kepulauan Meranti H.Khalid Ali Gelar Halal Bihalal Di Kediamannya.
Progres Di Hari Kedua Polres Meranti Bersama Warga Bagun Jembatan Merah Putih Akses Antar Desa Makin Terbuka
Selasa, 07 April 2026
WFH ASN Siak Setiap Rabu, Bupati Dr.Afni Pastikan Pelayanan Tetap Optimal
Kemendes dan BAZNAS Perkuat Kolaborasi Literasi Zakat untuk Mendukung Pembangunan Desa
KabarPesisirNews.Com
JAKARTA, -
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) memperkuat kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional untuk meningkatkan literasi zakat serta optimalisasi potensi ekonomi desa melalui pembentukan unit pengumpul zakat (UPZ) hingga tingkat desa.
Komitmen tersebut disepakati dalam pertemuan antara Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto, dengan Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Senin (6/4/2025).
Yandri menegaskan bahwa penguatan literasi zakat di tingkat desa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban berzakat, sekaligus mendukung pembangunan desa.
“Literasi zakat di tingkat desa penting digaungkan. Kampanyenya harus simpel, mudah dipahami, dan mendorong masyarakat untuk mau berzakat,” ujar Mendes PDT.
Menurutnya, berbagai program ekonomi desa yang tengah dikembangkan pemerintah, seperti desa ayam petelur, desa lele, hingga desa perikanan, memiliki potensi penghasilan yang dapat dioptimalkan melalui zakat mal.
Ia mendorong pelaku usaha di desa, baik individu maupun kelompok, untuk menunaikan zakat dari hasil usaha yang diperoleh sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan keagamaan.
“Zakat ini tidak hanya kewajiban, tetapi juga bisa menjadi instrumen untuk membangun desa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, hingga mendukung pendidikan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan komitmen pihaknya untuk memperluas jangkauan pengelolaan zakat hingga ke desa melalui pembentukan UPZ.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat sekaligus meningkatkan potensi penghimpunan zakat nasional.
“Ada empat fokus yang akan kami lakukan, yakni meningkatkan potensi pengumpulan zakat, memperkuat kolaborasi,
Ada empat fokus yang akan kami lakukan, yakni meningkatkan potensi pengumpulan zakat, memperkuat kolaborasi, membentuk UPZ hingga desa, serta menjaga amanah pengelolaan zakat,” ungkap Sodik.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap pengelolaan zakat dapat semakin terintegrasi dengan program pembangunan desa, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat."****
(Rls).-
EDITOR : REDAKSI