Sabtu, 05 September 2026

Bupati Kepulauan Meranti   Terima Kunjungan Dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau

Bupati Kepulauan Meranti Terima Kunjungan Dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau




KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,   — 
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar menerima kunjungan rombongan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau di Rumah Dinas Bupati Kepulauan Meranti, Kamis (3/9/2026).


Turut Mendampingi Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Kadis Disperindag Marwan, SE, Plt Kadis Koperasi Eko Priyono, M.Si, Plt Kadis Kominfo, Sukri, SE dan Kabag Prokopim  


Pertemuan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus membahas peluang kolaborasi antara UIN Suska Riau dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya dalam bidang akademik, kajian, pengembangan potensi daerah, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.


Dalam sambutannya, Bupati Asmar menyampaikan apresiasi atas kunjungan pihak UIN Suska Riau ke Kabupaten Kepulauan Meranti. Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi awal terjalinnya kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Terima kasih dan selamat datang. Mudah-mudahan nanti bisa berkolaborasi antara UIN dengan Pemkab Kepulauan Meranti,” ujar Asmar.


Menurutnya, salah satu potensi daerah yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi tersebut adalah sektor sagu. Kabupaten Kepulauan Meranti dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sagu yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.


Asmar juga memperkenalkan sagu sebagai bagian dari identitas dan tradisi masyarakat Meranti. Ia bahkan mengajak rombongan UIN Suska Riau untuk mencicipi makanan berbahan dasar sagu sebagai bagian dari pengalaman selama berada di daerah tersebut.


“Tradisi di sini, makanan tradisinya sagu. Meranti ini salah satu daerah penghasil sagu terbesar,” katanya.


Sementara itu, perwakilan UIN Suska Riau, Rasmon, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan untuk bersilaturahmi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.


Menurutnya, UIN Suska Riau memiliki tim survei dan kajian yang dapat mendukung pemerintah daerah dalam memperoleh data serta rekomendasi untuk penyusunan kebijakan.


“Niatan kami hari ini yang pertama bersilaturahmi ke Pak Bupati, temu sapa, kemudian mungkin ada hal-hal lain yang bisa kita kolaborasikan, terutama terkait bidang akademik dan kajian-kajian,” ujarnya.


Ia menambahkan, pihak UIN Suska Riau juga membuka peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, termasuk kemungkinan pemberian beasiswa bagi aparatur atau putra-putri daerah Kepulauan Meranti untuk melanjutkan pendidikan pada program studi yang relevan.


Dalam kesempatan yang sama, Direktur CSAD UIN Suska Riau, Dr. Ade Ria Nirmala, SE., MM., menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan kajian terhadap sejumlah potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Meranti.


Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi salah satu bahan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (4/9/2026).


Ia mengatakan, terdapat sejumlah potensi unggulan yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah.


“Harapan kami, 10 unggulan dan potensi ini bisa menjadi salah satu referensi bagi Pemkab Meranti untuk membuat sebuah kebijakan,” jelas Ade.


Menurutnya, penetapan produk atau sektor unggulan daerah penting agar pengembangannya tidak hanya menjadi tanggung jawab satu organisasi perangkat daerah (OPD). Sebaliknya, seluruh OPD dapat berkolaborasi sesuai tugas dan kewenangannya untuk mendukung pengembangan potensi tersebut.


Ia mencontohkan sejumlah daerah di Riau yang telah menetapkan produk unggulan sebagai bagian dari kebijakan pemerintah daerah.


“Jangan sampai UMKM ini hanya menjadi pekerjaan dinas UMKM saja. Tujuannya adalah bagaimana kebijakan terhadap sektor unggulan itu bisa menjadi kolaborasi semua OPD,” katanya.


FGD tersebut diharapkan dapat menghasilkan masukan konkret mengenai arah kebijakan Pemkab Kepulauan Meranti dalam mengembangkan berbagai potensi daerah, termasuk sektor UMKM, ekonomi lokal, pendidikan, dan komoditas unggulan.


Ade berharap pemerintah daerah dapat melihat hasil kajian tersebut secara komprehensif, sehingga program maupun kebijakan yang telah berjalan dapat semakin diarahkan untuk memperkuat sektor-sektor yang memiliki potensi menjadi unggulan daerah.


Pada agenda FGD tersebut, Pemkab Kepulauan Meranti juga dijadwalkan diwakili Sekretaris Daerah. Sementara Bupati Asmar tidak dapat hadir karena memiliki agenda lain yang telah dijadwalkan sebelumnya.


Pertemuan antara UIN Suska Riau dan Pemkab Meranti ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghasilkan kajian berbasis data sekaligus mendorong kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan."****






LIPUTAN        :    NUR
EDITOR           :    REDAKSI 
Jelang 8 Oktober Pilkades Serentak 2026, Humas LAMR Meranti Imbau Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Jelang 8 Oktober Pilkades Serentak 2026, Humas LAMR Meranti Imbau Semua Pihak Jaga Kondusivitas





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     — 
Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala  Desa (Pilkades) serentak tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Oktober mendatang, Humas Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Dt. Ucok Aleksander, S.E., mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan, persatuan, dan kondusivitas di tengah masyarakat.


Menurut Dt. Ucok, pelaksanaan Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat desa. Karena itu, seluruh tahapan Pilkades diharapkan dapat berjalan dengan aman, tertib, damai, dan penuh rasa tanggung jawab.


Ia menilai perbedaan pilihan dalam sebuah pesta demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai menimbulkan perselisihan maupun memecah persatuan masyarakat.


«“Pilkades merupakan hal yang biasa dalam kehidupan berdemokrasi. Mari kita gunakan momentum ini untuk memilih pemimpin terbaik yang mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi desa masing-masing,” ujar Dt. Ucok Aleksander, Jumat (4/9/2026).»


Ia secara khusus mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk para RT dan RW di desa-desa yang melaksanakan Pilkades, untuk berperan aktif menjaga suasana tetap aman dan kondusif selama seluruh rangkaian tahapan Pilkades berlangsung.


Menurutnya, keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.


“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga persatuan dan persaudaraan. Jangan karena berbeda pilihan dalam Pilkades, hubungan kekeluargaan dan silaturahmi menjadi rusak,” pesannya.


Dt. Ucok juga mengingatkan para calon kepala desa, tim pendukung, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta seluruh simpatisan agar dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan mengedepankan politik yang santun dan bermartabat.


Ia berharap seluruh pihak dapat menerima hasil Pilkades dengan lapang dada dan tetap menjaga keamanan setelah proses pemungutan dan penghitungan suara selesai.


«“Mari kita niatkan bersama untuk menjaga keamanan dan ketenteraman dalam setiap aktivitas, termasuk selama mengikuti seluruh proses Pilkades. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” imbaunya.»


Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk menggunakan media sosial secara bijak dengan tidak menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, maupun informasi yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.


“Mari kita bantu pihak keamanan untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Pilkades serentak. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah bagian dari masyarakat kita juga. Setelah Pilkades selesai, mari kita kembali bersatu dan bersama-sama membangun desa,” pungkasnya.


Humas LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti berharap Pilkades serentak 2026 dapat menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat Melayu Meranti serta menghasilkan pemimpin desa yang amanah, mampu bekerja untuk masyarakat, dan membawa kemajuan bagi desa masing-masing."****






SUMBER       :    HUMAS LAMR KEP.MERANTI
EDITOR         :    REDAKSI 
Revitalisasi 55 Sekolah di Meranti Masuk Tahap PKS, Anggaran Tembus Rp31 Miliar

Revitalisasi 55 Sekolah di Meranti Masuk Tahap PKS, Anggaran Tembus Rp31 Miliar





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI, – 
Program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 1 September 2026, tercatat sedikitnya 55 sekolah telah mendapatkan persetujuan pelaksanaan pekerjaan dan memasuki tahap Perjanjian Kerja Sama (PKS).


Perkembangan tersebut menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Pasalnya, jumlah sekolah yang diusulkan dalam program revitalisasi juga mengalami peningkatan dari usulan awal sebanyak 97 sekolah, menjadi lebih dari 100 sekolah dalam perkembangan terbaru.


Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Raja Yusran, melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras), Feni Utami, membenarkan adanya perkembangan tersebut.


“Untuk saat ini sudah ada lebih kurang 55 sekolah yang telah disetujui pelaksanaan pekerjaannya atau sudah memasuki tahap PKS,” ujar Feni.


Menurutnya, dari 55 sekolah yang telah mendapatkan persetujuan pelaksanaan pekerjaan tersebut, pagu anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp31 miliar lebih.


“Untuk 55 sekolah yang sudah disetujui tahap pelaksanaan pekerjaannya (PKS), ini akan memakan pagu anggaran sekitar lebih kurang Rp31 miliar lebih. Kita harapkan pengerjaannya berjalan lancar dan sesuai dengan harapan kita bersama,” katanya.


Feni mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus berupaya meningkatkan jumlah sekolah yang memperoleh kuota program revitalisasi.


Upaya tersebut akan dilakukan hingga akhir tahun 2026, seiring dengan kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.


“Dari 97 sekolah yang kita usulkan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sekarang meningkat menjadi sekitar 100-an lebih sekolah. Tentunya ini merupakan peningkatan yang sangat signifikan,” ungkapnya.


Di sisi lain, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini juga tengah melakukan pemantauan terhadap sekolah-sekolah yang telah memulai pengerjaan fisik.


Kegiatan tersebut dilakukan melalui analisis dan evaluasi (Anev) secara langsung ke sejumlah sekolah yang progres pembangunan fisiknya telah berjalan.


Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, sekaligus meminimalisir terjadinya kekeliruan dalam proses pembangunan.


“Untuk sekarang, kami sedang gencar mengadakan Anev ke sekolah-sekolah yang telah progres pengerjaan fisiknya, agar pengerjaannya tidak terjadi kekeliruan dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan,” jelas Feni.


Lebih lanjut, Feni berharap program revitalisasi sekolah tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini saja. Ia berharap program tersebut terus berlanjut sehingga semakin banyak sekolah di Kabupaten Kepulauan Meranti yang dapat memperoleh dukungan peningkatan sarana dan prasarana.


Menurutnya, keberlanjutan program revitalisasi sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi para peserta didik.


“Kami berharap semoga program revitalisasi ini terus bergulir dan mendapatkan hasil yang maksimal dalam pengerjaannya, demi kemajuan dan kenyamanan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti yang kita cintai ini,” pungkasnya.


Dengan bertambahnya jumlah sekolah yang masuk dalam daftar revitalisasi, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap peningkatan infrastruktur pendidikan tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap kualitas dan kenyamanan proses belajar mengajar di daerah tersebut."****





LIPUTAN        :      MISWAN 
EDITOR           :      REDAKSI 

Jumat, 04 September 2026

Bersama Tim SAR, Polairud Polres Meranti Respons Cepat Kecelakaan Dua Kapal di Selat Air Hitam

Bersama Tim SAR, Polairud Polres Meranti Respons Cepat Kecelakaan Dua Kapal di Selat Air Hitam






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   - 
Sat Polairud Polres Kepulauan Meranti bersama Tim SAR Gabungan  bergerak cepat menangani kecelakaan laut yang melibatkan SB Eagle 11 dan SB Four Brother 03 di perairan Selat Air Hitam, Kecamatan Tebing Tinggi, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 15.10 WIB.


Kecelakaan terjadi saat SB Eagle 11 bertolak menuju salah satu APMS di Selatpanjang untuk mengisi bahan bakar. Sekitar 10 menit setelah berlayar, kapal tersebut bertabrakan dengan SB Four Brother 03 hingga kapal tersebut terbalik.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kasat Polairud IPTU Abdul Roni, S.H., mengatakan personel langsung menuju lokasi setelah menerima informasi kecelakaan.


"Kurang lebih satu menit kemudian anggota Sat Polairud Polres Kepulauan Meranti mendatangi lokasi kejadian dan melakukan upaya penyelamatan terhadap kru SB Four Brother," ujar Abdul Roni.


Namun, kru SB Four Brother 03 belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Dalam pencarian awal, petugas menemukan sejumlah barang yang mengapung, yakni kursi kapal, empat buah busa alas kursi, lifebuoy, life jacket, kayu palet serta sepasang sandal.


Sementara itu, SB Eagle 11 diketahui berjumlah 5 orang. Sebelum kecelakaan, SB Eagle 11 berangkat dari Pelabuhan Mengkapan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, sekitar pukul 13.00 WIB menuju Bengkel Akian di Selatpanjang untuk memperbaiki busi kapal. Setelah selesai sekitar pukul 15.00 WIB, kapal melanjutkan perjalanan menuju APMS.


Tubrukan terjadi di posisi koordinat N 1.0205° dan E 102.7066°. Berdasarkan laporan awal, SB Four Brother 03 berada di arah lambung kiri SB Eagle 11 sebelum tubrukan terjadi.


"Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab terjadinya peristiwa tubrukan," kata Abdul Roni.


Sat Polairud Polres Kepulauan Meranti kemudian berkoordinasi dengan Syahbandar, Basarnas dan Pos TNI AL Kabupaten Kepulauan Meranti untuk melakukan operasi SAR mencari kru dan SB Four Brother 03."****






SUMBER     :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :    REDAKSI 
LAMR Kepulauan Meranti Siapkan Empat Agenda Besar, Digelar 19–20 September 2026

LAMR Kepulauan Meranti Siapkan Empat Agenda Besar, Digelar 19–20 September 2026




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, akan menggelar empat rangkaian kegiatan pada Sabtu dan Ahad, 19–20 September 2026. Persiapan kegiatan tersebut dimatangkan melalui rapat panitia di Balai Adat LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (2/9/2026) malam.


Humas LAMR Kepulauan Meranti, Datuk Ucok Alexander mengungkapkan, rapat dipimpin Ketua Panitia Pelaksana, Datuk Susanto Sudarmo, S.E., yang dihadiri dan dipantau langsung oleh Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si. Rapat juga diikuti para Datuk dan Puan pengurus LAMR yang telah ditunjuk sebagai panitia berdasarkan hasil rapat pembentukan panitia pada 22 Agustus 2026 lalu.


"Empat rencana kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut meliputi Rapat Kerja Pengurus LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2026, Zikir dan Doa Bersama, Festival Senandung Melayu, serta Sembang Tata Adat Pengantin Melayu," ungkap Datuk Ucok, Kamis (3/9/2026).


Keempat agenda tersebut merupakan bagian dari program LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun Anggaran 2026 yang mendapat dukungan melalui APBD Kabupaten Kepulauan Meranti.


Dalam rapat, panitia membahas berbagai persiapan teknis pelaksanaan kegiatan. Pembahasan mencakup susunan atau tertib acara, pembagian tugas masing-masing seksi kepanitiaan, hingga penyesuaian teknis kegiatan dengan ketersediaan anggaran.


Panitia juga diminta segera menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) sesuai kebutuhan masing-masing kegiatan agar seluruh persiapan dapat dilaksanakan secara terencana dan tertib administrasi.


Ketua Panitia Pelaksana, Datuk Susanto Sudarmo, menekankan pentingnya kekompakan seluruh unsur kepanitiaan dalam mempersiapkan dan melaksanakan rangkaian kegiatan tersebut.


“Seluruh seksi diharapkan dapat bekerja secara kompak dan menjalankan tugas masing-masing dengan baik. Administrasi kepanitiaan juga harus diperhatikan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan nantinya dapat dipertanggungjawabkan melalui dokumen laporan yang baik dan benar,” ujar Susanto dalam rapat tersebut.


Sementara itu, Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, mengarahkan agar pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah.


Panitia diminta mengundang unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan cabang BUMN, pimpinan BUMD, pimpinan perusahaan swasta, pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), paguyuban, serta seluruh pengurus LAMR baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan.


"Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat silaturahmi sekaligus menjadikan rangkaian kegiatan LAMR sebagai ruang bersama untuk memperkuat pelestarian dan pengembangan adat serta budaya Melayu di Kabupaten Kepulauan Meranti," kata Datuk Seri Afrizal Cik.


Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, panitia selanjutnya akan mematangkan seluruh persiapan teknis, administrasi, pembagian tugas, serta kebutuhan anggaran agar empat agenda LAMR tersebut dapat berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan rencana."****





SUMBER      :    HUMAS LAMR KEP.MERANTI
EDITOR        :    REDAKSI 
Bripda Renhard Bawa Nama Polres Meranti di Riau Challenge 2026, Raih Medali Perak

Bripda Renhard Bawa Nama Polres Meranti di Riau Challenge 2026, Raih Medali Perak





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   - 
Prestasi kembali ditorehkan personel Polres Kepulauan Meranti di arena olahraga. Bripda Renhard Lois Bryan Sinaga, personel Sat Intelkam Polres Kepulauan Meranti, berhasil meraih medali perak dalam Kejuaraan Riau Challenge 2026 - Kodim XIX/Tuanku Tambusai yang berlangsung di GOR Gelanggang Remaja, Pekanbaru, 27 hingga 30 Agustus 2026.


Renhard menjadi salah satu dari enam Bintara Polri Polda Riau yang turun dalam kejuaraan tersebut. Bersama para atlet Taekwondo Dojang Polda Riau, ia bersaing dalam pertandingan yang digelar selama empat hari sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.


Capaian tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Polres Kepulauan Meranti karena Renhard mampu membawa nama satuannya di tengah persaingan atlet dari berbagai peserta yang mengikuti kejuaraan.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., mengatakan prestasi personel di bidang olahraga menunjukkan bahwa anggota Polri juga mampu mengembangkan kemampuan di luar tugas kedinasan.


"Prestasi yang diraih personel tentu menjadi kebanggaan. Yang terpenting adalah bagaimana kemampuan tersebut terus dikembangkan, tetap disiplin dalam latihan dan mampu membawa nama baik institusi," ujar Gede Adi kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).


Dalam kejuaraan tersebut, Renhard meraih medali perak. Sementara tiga personel Polri lainnya berhasil membawa pulang medali emas, yakni Bripda Al Amin Septa Kelana, Bripda Mega Djuita Siallagan dan Bripda Hanifa Safitri.


Dua personel lainnya, Bripda Marco Abdillah dan Bharada Sandi Morea, masing-masing meraih medali perunggu.


Tak hanya dari kalangan personel Polri, Taekwondo Dojang Polda Riau juga mencatat sejumlah prestasi. Olivia Puspita, M. Syarifuddin dan Alsa Salma Kamilah meraih medali emas.


Medali perak diraih Devin Piyandry Hutama, Arasi Wiyatama Giandra dan Argananta Mahardika Giandra. Sementara Leonardo L. Gaol membawa pulang medali perunggu.


Capaian tim semakin lengkap setelah Bripda Hanifa Safitri dinobatkan sebagai Atlet Terbaik Senior Putri Prestasi. Sementara Taekwondo Polda Riau juga mendapat penghargaan sebagai Team Terfavorit.


Kejuaraan Riau Challenge 2026 - Kodim XIX/Tuanku Tambusai tersebut diikuti para atlet yang didampingi AKP Gian Wiatma Jonimandala sebagai manager tim serta Aipda Ananda Citra Rizki dan Aipda Jili Wulandari, S.H., sebagai pelatih.


Bagi Renhard, hasil tersebut menjadi tambahan pengalaman sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan di arena taekwondo, tanpa mengesampingkan tugasnya sebagai personel Sat Intelkam Polres Kepulauan Meranti.


Kapolres berharap capaian tersebut tidak berhenti pada satu kejuaraan, tetapi dapat menjadi pemacu bagi personel lainnya untuk mengembangkan potensi masing-masing.


"Kedepan tentunya kita berharap prestasi seperti ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Tetap berlatih, jaga disiplin dan yang paling utama tetap menjalankan tugas sebagai anggota Polri dengan baik," tambahnya."****





SUMBER      :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR         :    REDAKSI 
Wabup Muzamil Lepas Kontingen Tinju Meranti ke Kejurprov 2026

Wabup Muzamil Lepas Kontingen Tinju Meranti ke Kejurprov 2026





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTIRIA RIAU,   — 
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, melepas kontingen atlet tinju Kabupaten Kepulauan Meranti yang akan berlaga pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tinju Amatir Elite Tahun 2026 di Kabupaten Kampar.


Pelepasan kontingen berlangsung di Halaman Rumah Dinas Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (2/9/2026) sore.


Kejurprov Tinju Amatir Elite 2026 juga menjadi salah satu ajang seleksi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Tahun 2026 yang akan digelar di Kota Manado, Sulawesi Utara.


Kontingen Meranti terdiri dari delapan atlet, yakni tujuh atlet putra dan satu atlet putri. Mereka didampingi satu pelatih dan satu official. Para atlet akan membawa nama Kabupaten Kepulauan Meranti dan bersaing dengan kontingen dari kabupaten/kota lainnya di Provinsi Riau.


Dalam sambutannya, Muzamil menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada para atlet, pelatih, dan official yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan tersebut.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami sangat bangga dan senang melihat para atlet kembali mewakili daerah dalam ajang olahraga tingkat provinsi. Jaga nama baik kabupaten kita dan junjung tinggi sportivitas selama bertanding,” ujar Muzamil.


Menurutnya, kemenangan merupakan tujuan dalam setiap pertandingan. Namun, kemenangan harus diraih melalui perjuangan yang sportif, fair, dan tetap menjunjung tinggi etika olahraga.


Muzamil juga mengingatkan bahwa olahraga tinju tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik dan teknik. Mental yang kuat juga menjadi faktor penting dalam menghadapi lawan.


“Percuma kita memiliki kemampuan bela diri yang baik kalau tidak memiliki mental yang baik. Dalam pertandingan, mental juara menjadi salah satu kunci untuk memenangkan pertarungan,” katanya.


Ia meminta para atlet menjaga fokus dan konsentrasi selama pertandingan. Pelatih dan official juga diminta memberikan pendampingan secara maksimal, termasuk memastikan kondisi fisik atlet tetap terjaga dan waktu istirahat terpenuhi.


Muzamil berharap seluruh atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan meraih prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Kepulauan Meranti.


Meski demikian, ia menekankan agar seluruh kontingen tetap menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif, baik saat menang maupun ketika menghadapi kekalahan.


“Kalaupun kalah, kita harus kembali dengan kepala tegak. Kalah dengan cara yang baik. Dan kalau mendapatkan kemenangan, kita berharap kemenangan itu juga diraih dengan cara yang baik,” tegasnya.


Muzamil kemudian secara resmi melepas kontingen atlet tinju Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mengikuti Kejurprov Tinju Amatir Elite Tahun 2026 di Kabupaten Kampar.


Ia mendoakan seluruh atlet, pelatih, dan official diberikan kesehatan, keselamatan, kekuatan, serta kemudahan selama mengikuti rangkaian kejuaraan.


“Selamat bertanding, tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan harumkan nama Kabupaten Kepulauan Meranti,” pungkasnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ketua KONI Kabupaten Kepulauan Meranti, Ketua dan pengurus Pertina Kabupaten Kepulauan Meranti, para pelatih, official, atlet, pendamping, serta keluarga atlet."****






LIPUTAN         :      NUR
EDITOR            :      REDAKSI 
Forkopimda Meranti Keluarkan Maklumat Bersama, Larang Pembakaran Lahan dan Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla

Forkopimda Meranti Keluarkan Maklumat Bersama, Larang Pembakaran Lahan dan Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla



KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   — 
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mengeluarkan maklumat bersama sebagai langkah memperkuat pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).


Maklumat tersebut disepakati dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda yang dipimpin Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (2/9/2026).


Rakor itu dihadiri Ketua DPRD Kepulauan Meranti H. Khalid Ali, Kajari Meranti Ricky Makado, S.H., M.H., Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita, S.I.K., Pabung Bengkalis Mayor Inf. Rusli Dingoran, Kepala BPBD Kepulauan Meranti, para camat serta perwakilan perusahaan yang bergerak di sektor kayu dan sagu.


Kegiatan diawali dengan penandatanganan komitmen bersama unsur Forkopimda sebagai bentuk keseriusan seluruh pihak dalam mencegah dan menangani Karhutla.


Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar menegaskan, maklumat tersebut bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan komitmen bersama untuk menjaga daerah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.


“Maklumat ini bukan sekadar dokumen, tetapi merupakan komitmen kita bersama dalam menjaga Kabupaten Kepulauan Meranti agar tetap aman dari Karhutla. Pencegahan dan penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus melalui kerja sama dan sinergi seluruh pihak,” ujar Asmar.


Menurutnya, Karhutla merupakan persoalan serius karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, pendidikan, perekonomian, transportasi dan aktivitas sosial.


Karena itu, Asmar meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi kondisi cuaca panas dan musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.


“Karhutla sangat merugikan masyarakat dan daerah. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama dengan tindakan yang cepat, tepat dan terkoordinasi,” katanya.


Larangan Pembakaran Lahan


Dalam maklumat bersama tersebut, Forkopimda menegaskan larangan pembakaran lahan, baik oleh korporasi maupun masyarakat.


Perusahaan, badan usaha maupun kelompok usaha skala besar dilarang melakukan pembukaan lahan atau land clearing, pembersihan lahan untuk penanaman kembali (replanting), maupun pembersihan sisa panen dengan cara dibakar.


Larangan serupa juga berlaku bagi masyarakat dan petani kecil. Pengelolaan lahan dan pembukaan kebun didorong menggunakan metode tanpa bakar atau Land Clearing Without Burning (PLTB).


Selain larangan membakar, setiap pemilik atau pengelola lahan, baik perorangan maupun badan hukum, diwajibkan menjaga dan memelihara lahannya serta bertanggung jawab terhadap keamanan lahan dari ancaman atau munculnya titik api.


Wajib Laporkan Titik Api


Forkopimda juga menekankan pentingnya penanganan sejak dini. Masyarakat yang menemukan titik api atau kepulan asap sekecil apa pun diminta segera melaporkannya kepada aparat terdekat, seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa, kepala desa/lurah atau Masyarakat Peduli Api (MPA).


Masyarakat bersama seluruh unsur terkait juga didorong melakukan pemadaman awal secara bergotong royong sebelum api meluas.


Seluruh pemangku kepentingan, mulai dari TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, MPA, perusahaan hingga masyarakat, diminta memperkuat patroli, pemantauan dan deteksi dini.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita mengatakan pencegahan harus diperkuat hingga tingkat desa.


“Kita harapkan dari kecamatan maupun desa dapat bersama-sama menjaga lingkungan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Semua pemilik lahan perlu didata sehingga ke depannya kita lebih mudah mengetahui siapa pemilik lahan tersebut,” kata Gede.


Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya mengandalkan sistem pemantauan hotspot karena tidak seluruh titik api dapat terdeteksi oleh teknologi tersebut.


“Di Kabupaten Kepulauan Meranti ini tidak semua titik dapat terbaca oleh hotspot. Karena itu, kita tidak boleh hanya mengandalkan teknologi. Peran masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, aparat dan seluruh elemen sangat diperlukan untuk melakukan pemantauan secara langsung,” jelasnya.


Korporasi Wajib Siapkan Sarana Pemadam


Maklumat bersama tersebut juga memuat kewajiban bagi korporasi dan usaha skala besar untuk menyediakan sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla secara mandiri.


Pemilik kebun korporasi, badan usaha serta pemilik kebun atau kilang/pabrik sagu perseorangan dengan luas lahan di atas 2 hektare diwajibkan menyediakan fasilitas penanggulangan Karhutla.


Fasilitas tersebut antara lain embung penampung air baku pemadam dengan kapasitas dan jumlah yang memadai. Dalam maklumat disebutkan embung minimal berukuran 3 x 3 meter dengan kedalaman 3 meter untuk setiap 2 hektare lahan dan dapat disesuaikan dengan kondisi serta luas lahan.


Untuk wilayah yang sulit mendapatkan sumber air dan memiliki kondisi kering, ukuran maupun kedalaman embung dapat diperbesar.


Selain embung, sarana yang dipersyaratkan mencakup menara pemantau api, sekat kanal (canal blocking), regu pemadam kebakaran yang terlatih serta peralatan pemadam seperti mesin pompa air bertekanan tinggi, selang hisap dan selang semprot minimal 100 meter beserta perlengkapan pendukung lainnya.


Sementara bagi pemilik lahan perorangan, diwajibkan menyediakan perigi, sumur atau embung yang dapat difungsikan sebagai sumber air cadangan sekaligus bagian dari perlindungan dini terhadap ancaman Karhutla.


Perusahaan yang beroperasi di wilayah Kepulauan Meranti juga diminta membantu masyarakat dan petani di sekitar wilayah operasional melalui penyediaan embung desa, sekat kanal serta peralatan pemadam sederhana.


Kepala desa bersama TNI, Polri dan pihak terkait juga diminta melakukan pendataan pemilik, lokasi dan luas perkebunan masyarakat guna mempermudah koordinasi apabila terjadi kebakaran.


Pembakaran Sampah Juga Dilarang


Tidak hanya pembakaran hutan dan lahan, Forkopimda Kepulauan Meranti juga menetapkan pembatasan pembakaran sampah selama musim kemarau.


Masyarakat dilarang membakar sampah atau melakukan aktivitas memerun di pekarangan rumah, perkantoran, lahan pribadi maupun lahan terbuka lainnya.


Kebijakan tersebut ditujukan untuk menjaga kualitas udara sekaligus mencegah api dari aktivitas pembakaran sampah merembet ke lahan yang mudah terbakar.


Penegakan Hukum bagi Pelaku


Forkopimda menegaskan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan akan dilakukan secara tegas, transparan dan terukur sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Pelaku pembakaran yang dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Khusus terhadap badan hukum atau korporasi yang terbukti melanggar, maklumat tersebut menyebutkan adanya ancaman sanksi pidana serta sanksi administratif, termasuk pencabutan izin usaha, ganti rugi perdata, restorasi atau pemulihan ekosistem hingga penyitaan aset sesuai ketentuan penegakan hukum lingkungan.


Ketentuan tersebut antara lain merujuk pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta peraturan perundang-undangan sektoral terkait.


Bupati Asmar menegaskan, upaya pencegahan harus menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.


“Jangan sampai ada pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan dan kemudian merugikan masyarakat luas. Penegakan hukum juga harus berjalan,” tegasnya.


Melalui maklumat bersama tersebut, Forkopimda Kepulauan Meranti mendorong penguatan sinergi mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga masyarakat dan dunia usaha.


Upaya pencegahan dilakukan melalui sosialisasi, pemetaan wilayah rawan, patroli terpadu, pendataan pemilik lahan, penyediaan sarana pemadam, deteksi dini hingga penanganan cepat ketika ditemukan titik api.


Dengan komitmen bersama tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap potensi Karhutla dapat ditekan sehingga masyarakat dapat terhindar dari dampak asap dan kerusakan lingkungan.


“Cegah sebelum terjadi, laporkan segera apabila ditemukan titik api, dan bersama-sama menjaga Kabupaten Kepulauan Meranti dari ancaman Karhutla,” demikian pesan Forkopimda."****





LIPUTAN         :     NUR
EDITOR            :     REDAKSI 
Karhutla Dekat Taman Nasional Zamrud Riau Terkendali, Tim Gabungan Akhiri Operasi Pemadaman

Karhutla Dekat Taman Nasional Zamrud Riau Terkendali, Tim Gabungan Akhiri Operasi Pemadaman






KabarPesisirNews.Com
SIAK RIAU,     -
Operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, resmi diakhiri setelah tim gabungan memastikan proses pemadaman dan pendinginan di lokasi telah tuntas.


Berakhirnya operasi ditandai dengan Apel Konsolidasi Akhir Penanganan Karhutla yang digelar di area Beruk 03 dan 08 PT Bumi Siak Pusako, Dusun Pangkalan Lanjut, Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Selasa (1/9/2026) sore.


Apel konsolidasi dipimpin Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara dan diikuti ratusan personel gabungan yang selama tujuh hari terakhir terlibat dalam penanganan Karhutla.


Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, apel konsolidasi menjadi penanda berakhirnya operasi pemadaman dan pendinginan setelah kondisi di lapangan dinyatakan terkendali.


“Setelah tujuh hari bekerja di lapangan, Alhamdulillah penanganan Karhutla di kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud dapat kita selesaikan. Kurang lebih 30 hektare lahan yang terdampak telah ditangani melalui pemadaman dan pendinginan secara intensif oleh seluruh unsur yang terlibat,” kata Sepuh.


Menurutnya, keberhasilan penanganan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh personel gabungan serta dukungan personel dan peralatan yang dikerahkan selama operasi berlangsung.


Tim gabungan terdiri dari personel Polres Siak, Polsek Siak, Satbrimob dan Ditsamapta Polda Riau, TNI, BPBD, pemerintah kecamatan dan kampung, Manggala Agni, BKSDA, serta personel dan regu pemadam kebakaran perusahaan yang berada di sekitar kawasan.


“Ini bukan pekerjaan satu institusi. Personel di lapangan bekerja bersama, melakukan pemadaman hingga pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara yang berpotensi kembali memunculkan api,” ujarnya.


Selain kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud, proses pendinginan Karhutla di kawasan Tasik Betung yang berada di areal Cagar Biosfer Giam Siak Kecil juga telah diselesaikan.


Meski operasi pemadaman berakhir, Sepuh menegaskan pengawasan tidak dihentikan. Patroli pemantauan tetap dilakukan selama tiga hari ke depan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.


Langkah pencegahan juga dilanjutkan melalui patroli dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.


“Operasi pemadaman memang selesai, tetapi kewaspadaan tidak boleh berhenti. Setelah ini fokus kita bergeser kepada pemantauan, pencegahan agar kebakaran tidak berulang, serta proses penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan,” tegas Sepuh.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan berakhirnya operasi pemadaman di Dayun menunjukkan penanganan Karhutla dilakukan hingga kondisi lapangan benar-benar terkendali.


Menurut Akmadi, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan sejak awal menekankan agar seluruh jajaran tidak sekadar memadamkan api yang terlihat di permukaan, tetapi memastikan proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh, terutama pada kawasan dengan karakteristik lahan yang berpotensi menyimpan bara.


Akmadi menjelaskan, apel konsolidasi bukan berarti kewaspadaan berakhir. Ini menandakan satu tahapan penanganan di lapangan telah selesai. 


"Selanjutnya, personel tetap melakukan monitoring dan jajaran terus meningkatkan langkah pencegahan di wilayah-wilayah rawan,” kata Akmadi.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang telah bekerja selama tujuh hari menangani kebakaran di kawasan tersebut.


“Personel TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, BKSDA, pemerintah daerah, masyarakat dan unsur perusahaan telah bekerja bersama di lapangan. Mereka menghadapi panas, asap dan kondisi medan yang tidak mudah. Kerja keras mereka menjadi bagian penting dari upaya menjaga kawasan ini,” ujarnya.


Akmadi menambahkan, Polda Riau dan jajaran tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan Karhutla di seluruh wilayah Riau. Setiap titik yang terdeteksi akan ditindaklanjuti dengan pengecekan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan.


“Prinsipnya, ketika api sudah padam, pekerjaan belum selesai. Kita harus memastikan bara benar-benar mati, mencegah kebakaran berulang dan melakukan penegakan hukum apabila ditemukan unsur pidana. Pencegahan dan penanganan harus berjalan beriringan,” pungkasnya."****




LIPUTAN      :      SANDI 
EDITOR         :      REDAKSI 
Cegah Karhutla, Pemkab Meranti Perkuat Sinergi TNI-Polri hingga Pemerintah Desa

Cegah Karhutla, Pemkab Meranti Perkuat Sinergi TNI-Polri hingga Pemerintah Desa





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    — 
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, Riau, memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan peningkatan kewaspadaan bersama seluruh unsur terkait.


Kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan karhutla digelar di Gedung Kuning Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti,k Sudandri, S.H., dan ketua lamr Kepulauan Meranti datuk afrizal CIK  serta Laksamana Pertama TNI (Laksma TNI) dr. Imam Hidayat, Sp.S.


Turut hadir Kapolres Kepulauan Meranti, anggota DPRD Kepulauan Meranti, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, kepala desa se-Kabupaten Kepulauan Meranti, serta Tim Sosialisasi/Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI.


Tim tersebut terdiri atas Laksma TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S. dari TNI AL, Kolonel Adm Dayatmoko dari TNI AU, Letkol Ckm Widodo Nugroho, S.K.M., M.M. dari TNI AD, Mayor Ckm Subekan dari TNI AD, dan Mayor Ckm Suryadi, S.K.M. dari TNI AD.


Dalam kesempatan itu, Laksma TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S. yang menjabat sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), mengatakan keterlibatan TNI dalam pencegahan karhutla merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadapi potensi bencana.


Menurutnya, TNI mendapat arahan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan aparat setempat dalam penanganan berbagai bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan.


"Kedatangan kami di sini merupakan tugas yang diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Panglima TNI dan Kepala Staf masing-masing matra untuk bersatu padu dengan aparat setempat dalam kaitannya menangani bencana, salah satunya kebakaran hutan dan lahan," ujar Imam.


Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak boleh hanya dilakukan setelah api muncul. Pencegahan dan edukasi kepada masyarakat harus menjadi bagian penting dalam menekan potensi kebakaran sejak dini.


"Kalau tidak ada asap berarti tidak ada api, dan tidak ada api kalau tidak ada yang menimbulkan. Karena itu, selain menangani kondisi yang sudah terjadi, kita juga harus memperkuat pencegahan melalui penyuluhan kepada masyarakat," katanya.


Imam menjelaskan, Mabes TNI telah menurunkan tim penyuluh yang melibatkan para perwira untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama di daerah yang memiliki potensi kerawanan karhutla.


Upaya tersebut, kata dia, dilakukan dengan mengedepankan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, akademisi, pakar, serta masyarakat.


"Seluruh perwira diturunkan untuk bersatu padu dengan aparat setempat, khususnya di daerah yang mengalami bencana maupun yang rawan karhutla, untuk melakukan penyuluhan," jelasnya.


Imam juga mengapresiasi upaya penanganan karhutla yang dilakukan berbagai pihak di Provinsi Riau. Berdasarkan data dan pemantauan dari berbagai sumber, termasuk BMKG dan sistem pemantauan kebakaran, kondisi karhutla di Riau menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan sejumlah daerah lainnya.


"Penurunannya sangat drastis. Sistem yang digunakan adalah sistem terpadu, dalam hal ini semangat gotong royong," ungkap Imam.


Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam mempercepat penanganan sekaligus mencegah kebakaran meluas.


Sementara itu, Sekda Kepulauan Meranti Sudandri menyampaikan apresiasi atas kedatangan Laksma TNI dr. Imam Hidayat beserta jajaran ke Kabupaten Kepulauan Meranti.


"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saya menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Laksamana Imam Hidayat beserta jajaran atas kunjungan dan perhatian yang diberikan kepada daerah kami," ujar Sudandri.


Menurutnya, kehadiran jajaran TNI menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara Pemkab Kepulauan Meranti dengan TNI, khususnya dalam menghadapi ancaman karhutla.


Sudandri mengatakan, karakteristik Kepulauan Meranti sebagai daerah kepulauan dengan sebagian wilayah berupa kawasan gambut membuat kewaspadaan terhadap karhutla harus terus ditingkatkan.


"Kita menyadari bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki karakteristik wilayah kepulauan dan sebagian wilayahnya merupakan kawasan gambut. Kondisi ini membuat kita harus memiliki perhatian dan kewaspadaan yang tinggi terhadap ancaman karhutla," katanya.


Ia menegaskan, pengalaman terjadinya karhutla dalam beberapa waktu terakhir menjadi pelajaran penting bagi semua pihak bahwa pencegahan harus ditempatkan sebagai prioritas.


"Kita tidak ingin menunggu api membesar baru kemudian bergerak. Kita harus mampu mendeteksi lebih awal, mencegah lebih cepat, dan bertindak bersama ketika terjadi kebakaran," tegasnya.


Menurut Sudandri, dampak karhutla tidak hanya menyangkut persoalan lingkungan. Asap yang ditimbulkan juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, perekonomian, transportasi, hingga kehidupan sosial masyarakat.


Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Meranti untuk ikut menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.


"Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Jangan membiarkan api kecil menjadi kebakaran besar. Dan apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada aparat atau petugas terkait," pesannya.


Sudandri menekankan, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman karhutla. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah kecamatan dan desa, dunia usaha, hingga masyarakat.


Untuk itu, ia mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut dan berharap kegiatan tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesadaran serta kesiapsiagaan masyarakat dan aparat di lapangan.


"Mudah-mudahan kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan kita di lapangan," harapnya.


Pemkab Kepulauan Meranti juga berharap sinergi dengan jajaran TNI Angkatan Laut dapat terus diperkuat, terutama dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah kepulauan tersebut.


"Mari kita jadikan persoalan karhutla sebagai tanggung jawab bersama. Pemerintah hadir, aparat siap, tetapi yang paling penting adalah kesadaran masyarakat. Jika pemerintah, aparat dan masyarakat bergerak bersama, Insya Allah potensi karhutla dapat kita cegah dan kita tangani dengan lebih baik," pungkas Sudandri."****






LIPUTAN      :    MISWAN 
EDITOR         :    REDAKSI 

Kamis, 03 September 2026

Polsek Tebingtinggi, Pengecekan Lahan Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan di Selatpanjang Kota

Polsek Tebingtinggi, Pengecekan Lahan Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan di Selatpanjang Kota





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     - 
Dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan program swasembada pangan nasional, telah dilaksanakan pengecekan lahan jagung pipil di Jalan Pertanian, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (3/9/2026).


Kegiatan yang dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WIB tersebut melibatkan petani Bapak Ujang bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Selatpanjang Kota, Brigadir Randha Maulana.


Kepada Wartawan, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, mendukung kegiatan pendampingan kepada masyarakat dalam pengembangan usaha perikanan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi keluarga.


Lahan yang menjadi lokasi kegiatan merupakan milik Bapak A.B. Purba dengan luas 30 x 20 meter. Pengecekan dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan melalui penanaman jagung pipil.


Dalam kegiatan tersebut, Polri turut berperan aktif dalam penyuluhan serta pelaksanaan program penanaman dengan melibatkan anggota kepolisian dan masyarakat setempat.


Kegiatan penanaman jagung pipil di lahan seluas 30 x 20 meter tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan ketahanan pangan sekaligus berkontribusi terhadap program swasembada pangan nasional."****






LIPUTAN        :     ALD
EDITOR           :     REDAKSI