Selasa, 05 Mei 2026

Cobak kPemkab Meranti Dorong Special Border Treatment untuk PMI Perbatasan, KJRI Johor Bahru Optimistis Terwujud

Cobak kPemkab Meranti Dorong Special Border Treatment untuk PMI Perbatasan, KJRI Johor Bahru Optimistis Terwujud






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar pertemuan lintas sektoral guna memperjuangkan kebijakan special border treatment bagi pekerja lintas batas (passing) di wilayah perbatasan, khususnya Meranti dan Kabupaten Karimun. Langkah ini ditujukan untuk memberikan jaminan hukum, perlindungan, serta kesejahteraan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Malaysia.


Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Dinas PUPR Meranti, Selasa (5/5/2026), dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar, Konsul Jenderal RI Johor Bahru Sigit Suryantoro Widiyanto, Bupati Karimun H. Ing. Iskandarsyah, Wakil Bupati Meranti Muzamil Baharudin, pimpinan DPRD, serta perwakilan instansi terkait seperti BP3MI, KSOP, Bea Cukai, Imigrasi, dan akademisi.


Bupati Meranti H. Asmar menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah konkret dalam mencari solusi atas fenomena pekerja lintas batas nonprosedural yang masih marak terjadi di wilayah perbatasan.


“Negara harus hadir untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi PMI kita, agar mereka dapat bekerja dengan aman, bermartabat, dan memperoleh penghasilan yang layak,” ujarnya.


Fenomena pekerja passing di Kepulauan Meranti dipicu oleh ketimpangan ekonomi dengan Malaysia, kedekatan geografis, serta kesamaan budaya. Data menunjukkan, lebih dari 50 ribu keberangkatan ke Malaysia melalui Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang terjadi sepanjang 2025. Sekitar 85 persen di antaranya bekerja di sektor nonformal seperti perkebunan, konstruksi, hingga asisten rumah tangga.


Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Karimun, dengan jumlah pekerja migran nonprosedural diperkirakan mencapai 4.000 hingga 5.000 orang.


Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto, menyatakan peluang penerapan special border treatment cukup besar. Menurutnya, Pemerintah Malaysia telah memberikan sinyal positif, namun menunggu regulasi khusus dari Pemerintah Indonesia.


“Kami optimistis kebijakan ini dapat terwujud. Tantangan memang ada, tetapi faktor pendukung seperti kedekatan budaya, bahasa, dan geografis menjadi kekuatan utama,” jelasnya.


KJRI Johor Bahru juga berkomitmen untuk mendorong komunikasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat, termasuk melalui Kementerian Luar Negeri.


Wakil Bupati Meranti Muzamil Baharudin menambahkan, kebijakan tersebut sangat penting mengingat mayoritas PMI asal Meranti masih bekerja secara nonprosedural.


“Dengan adanya special border treatment, kita bisa meminimalisir penipuan, eksploitasi tenaga kerja, serta risiko hukum yang selama ini kerap dialami PMI,” ujarnya.


Ia berharap hasil pertemuan ini dapat dirumuskan dalam bentuk kertas kerja untuk dibahas pada forum kerja sama Indonesia–Malaysia, Sosek Malindo, mendatang.


Senada, Bupati Karimun H. Ing. Iskandarsyah menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut. Ia menekankan pentingnya koordinasi intensif antara pemerintah daerah, pusat, dan KJRI untuk merealisasikannya.


Sementara itu, Kepala BP3MI Kepulauan Riau Kombes Pol Imam Riadi menilai dukungan dari pengusaha di Malaysia juga menjadi faktor penting, terutama dalam penyediaan job order yang jelas bagi PMI.


Dalam pertemuan tersebut, disepakati sejumlah poin strategis yang akan dibawa ke forum Sosek Malindo, antara lain penguatan perlindungan pekerja lintas batas, penyusunan skema special border treatment, serta pengembangan strategi jalur ganda dan transformasi vokasi.


Upaya ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan perlindungan sekaligus martabat PMI asal wilayah perbatasan di mata internasional.alau datang ketemu tak usah banyak bacot lain kalau mau langsung lakukan tak usah omong doang nanti di tagih bilang tak janji."****






LIPUTAN        :      NUR
EDITOR           :     REDAKSI 
Ketua IWO Riau Puji Gerak Cepat Kapolda dan Kasat Reskrim Ungkap Kasus Rumbai

Ketua IWO Riau Puji Gerak Cepat Kapolda dan Kasat Reskrim Ungkap Kasus Rumbai






KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,    - 
Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih kepada jajaran Kepolisian Daerah Riau atas keberhasilan mengungkap kasus pembunuhan seorang lansia di wilayah Rumbai, yang sebelumnya sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.


Ketua PW-IWO Riau, Muridi Susandi, menegaskan bahwa langkah cepat aparat kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut telah memberikan rasa aman dan mengembalikan kepercayaan masyarakat.


“Kami dari PW-IWO Riau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolda Riau dan jajaran, khususnya Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, yang telah bekerja cepat dan profesional sehingga masyarakat kembali merasa aman,” ujarnya.


Menurut Muridi, keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan serta menjamin keamanan masyarakat.


Ia menilai respons cepat yang dilakukan aparat mampu meredam kekhawatiran masyarakat pascakejadian.


Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Kapolda Riau, Herry Heryawan, atas atensi dan komitmen dalam mengawal penanganan kasus hingga tuntas.


Selain itu, apresiasi tinggi juga diberikan kepada Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Anggi Rian Diansyah, yang dinilai sigap dan profesional dalam memimpin proses penyelidikan hingga para pelaku berhasil diamankan dalam waktu relatif singkat.


Muridi juga mengungkapkan bahwa dirinya telah lama mengenal AKP Anggi Rian Diansyah, sejak yang bersangkutan menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Indragiri Hilir (Inhil).


Menurutnya, sosok Anggi dikenal dekat dengan wartawan serta memiliki pendekatan yang humanis dalam menjalankan tugas.


“Saya sudah lama mengenal beliau sejak di Polres Inhil. Beliau dikenal dekat dengan wartawan dan memiliki sikap humanis, namun tetap tegas dalam penegakan hukum,” tambahnya.


“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan. Ini menjadi bukti bahwa aparat kepolisian hadir untuk melindungi dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tutupnya.


PW-IWO Riau berharap kinerja positif ini dapat terus dipertahankan dan semakin meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, khususnya dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Provinsi Riau.****







SUMBER       :    PW IWO RIAU 
EDITOR         :    REDAKSI 

Senin, 04 Mei 2026

Pemilik Akun “Sasa Rasa Mak” Dilaporkan ke Polisi, Diduga Cemarkan Nama Baik Bupati Kepulauan Meranti

Pemilik Akun “Sasa Rasa Mak” Dilaporkan ke Polisi, Diduga Cemarkan Nama Baik Bupati Kepulauan Meranti




KabbarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,   -
Pemilik akun media sosial bernama “Sasa Rasa Mak” resmi dilaporkan ke Polres Kabupaten Kepulauan Meranti oleh kuasa hukum Bupati Kepulauan Meranti pada Senin (4/5/2026).


Laporan tersebut tercatat dengan nomor STPL/14/V/2026/Sat Reskrim dan diajukan terkait dugaan tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, fitnah, serta penyebaran informasi bohong yang dinilai merugikan kehormatan dan integritas kepala daerah tersebut.


Kuasa hukum Bupati Kepulauan Meranti, Masnur, SH., MM., menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan kajian hukum secara menyeluruh sebelum mengambil langkah pelaporan.


“Konten yang beredar di media sosial tersebut mengandung unsur penghinaan, fitnah, serta informasi yang tidak benar. Hal ini berpotensi merusak reputasi dan kehormatan klien kami,” ujar Masnur dalam keterangan resminya.


Ia menjelaskan, pihaknya menilai perbuatan pemilik akun tersebut telah memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).


Adapun pasal yang disangkakan antara lain Pasal 433 KUHP tentang pencemaran nama baik, Pasal 434 KUHP tentang fitnah, serta Pasal 435 KUHP terkait penghinaan melalui media. Selain itu, pelapor juga mengacu pada Pasal 263 KUHP mengenai penyebaran berita bohong yang dapat menimbulkan keonaran di masyarakat.


“Seluruh alat bukti elektronik, termasuk jejak digital dan identitas akun, telah kami amankan untuk kepentingan proses hukum,” tambahnya.


Masnur juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan akan menelusuri pihak lain yang diduga terlibat, termasuk aktor intelektual di balik penyebaran konten tersebut.


Ia sekaligus mengimbau masyarakat untuk tidak turut menyebarluaskan konten yang dimaksud. Hal itu menurutnya dapat teridentifikasi sebagai penyebaran informasi atau berita bohong (hoaks) ke ruang publik. 


“Kami juga menghimbau kepada masyarakat pengguna akun media sosial lainnya agar menghapus, tidak membagikan, menyalin (copy paste), maupun menyebarkan ulang melalui tangkapan layar (screenshot) postingan tersebut ke akun pribadi demi mengejar interaksi atau rating," tegasnya. 


Pihak kuasa hukum memastikan bahwa langkah hukum ini akan ditempuh secara tegas dan terukur guna menjaga hak serta kehormatan kliennya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemilik akun “Sasa Rasa Mak” terkait laporan tersebut."****







LIPUTAN         :      NUR
EDITOR            :     REDAKSI 
Wamenag Romo Syafii: Keselamatan Santri Harga Mati, Negara Hadir Lindungi Anak di Pesantren

Wamenag Romo Syafii: Keselamatan Santri Harga Mati, Negara Hadir Lindungi Anak di Pesantren






KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,    -
Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo Syafii, menyatakan sikap tegas dan tanpa kompromi atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang terjadi di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Negara tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi praktik kekerasan dalam bentuk apa pun di lingkungan pendidikan keagamaan.


“Kami tegaskan: tidak ada toleransi. Tidak ada perlindungan bagi pelaku. Siapa pun yang terlibat akan berhadapan dengan hukum dan sanksi administratif yang berat,” tegas Romo Syafii.


Kementerian Agama telah bergerak cepat dan terukur melalui koordinasi lintas sektor bersama aparat penegak hukum, lembaga perlindungan perempuan dan anak, serta pemerintah daerah. Penanganan kasus ini tidak hanya berfokus pada proses hukum, tetapi juga memastikan pemulihan korban dan penataan ulang sistem pengasuhan di lingkungan pesantren.


Sebagai langkah konkret dan mengikat, Kementerian Agama telah mengeluarkan instruksi tegas kepada pengelola pondok pesantren dimaksud:


1. Menghentikan seluruh penerimaan santri baru tanpa pengecualian hingga kasus dinyatakan tuntas dan sistem perlindungan anak dinyatakan layak.

2. Menonaktifkan seluruh pihak yang diduga terlibat atau lalai, serta menggantinya dengan tenaga profesional yang mampu menjamin pengawasan penuh selama 24 jam.

3. Melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola kelembagaan dengan standar perlindungan anak yang ketat dan terukur.

4. Apabila dalam proses pemeriksaan terbukti secara hukum terjadi tindak kekerasan, Wakil Menteri Agama merekomendasikan kepada aparat penegak hukum untuk menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku, mengingat dampak traumatis bagi korban serta potensi menurunnya kepercayaan publik terhadap lembaga pesantren.


Wakil Menteri Agama menegaskan, apabila instruksi tersebut diabaikan, Kementerian Agama akan mengambil langkah paling tegas yang tersedia dalam regulasi.


“Jika rekomendasi ini tidak dijalankan, kami tidak akan ragu mengusulkan pencabutan izin operasional. Pesantren yang tidak mampu menjamin keselamatan santri tidak layak menyelenggarakan pendidikan,” tegasnya.


Lebih jauh, Romo Syafii mengingatkan bahwa kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia. Tidak boleh ada lagi kelalaian, pembiaran, apalagi penutupan kasus yang merugikan korban.


“Ini bukan hanya soal satu kasus. Ini soal tanggung jawab moral dan hukum. Pesantren harus menjadi ruang aman, bukan ruang yang menimbulkan trauma. Jika ada yang bermain-main dengan keselamatan anak, negara akan hadir dengan tindakan tegas,” lanjutnya.


Kementerian Agama memastikan akan mengawal kasus ini hingga tuntas, transparan, dan akuntabel. Perlindungan terhadap santri adalah harga mati, dan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan keagamaan harus dijaga dengan tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan."*****







SUMBER         :      SIARAN PERS
WAKIL MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA
EDITOR           :      REDAKSI 
GERAK CEPAT DIRRESKRIMUM POLDA RIAU DAN KASAT RESKRIM POLRESTA PEKANBARU UNGKAP KASUS RUMBAI, PKC PMII RIAU APRESIASI DAN SOROT ATENSI KAPOLDA RIAU

GERAK CEPAT DIRRESKRIMUM POLDA RIAU DAN KASAT RESKRIM POLRESTA PEKANBARU UNGKAP KASUS RUMBAI, PKC PMII RIAU APRESIASI DAN SOROT ATENSI KAPOLDA RIAU






KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,    — 
Kasus pembunuhan terhadap seorang lansia di Rumbai sempat menggegerkan masyarakat. Peristiwa tersebut bermula saat korban ditemukan meninggal dunia di kediamannya, dengan dugaan kuat sebagai korban perampokan disertai kekerasan. Berdasarkan hasil penyelidikan, aparat kepolisian mengungkap bahwa pelaku berjumlah lebih dari satu orang dan memiliki keterkaitan dengan korban, hingga akhirnya seluruh pelaku berhasil diamankan dalam waktu relatif singkat.


Ketua Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Riau, Ghulam Zaky, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, S.T.K., S.I.K., M.M., dalam mengungkap kasus tersebut.


Menurutnya, langkah cepat, tepat, dan profesional yang ditunjukkan oleh AKP Anggi Rian Diansyah beserta jajaran menjadi kunci utama dalam pengungkapan kasus hingga para pelaku dapat diamankan.


“Kami mengapresiasi gerak cepat Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, yang telah menunjukkan kinerja luar biasa dalam menangani kasus ini. Ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan keadilan di tengah masyarakat,” ujar Ghulam.


Ia juga menyampaikan penghargaan atas atensi dan perhatian penuh dari Kapolda Riau, Herry Heryawan, yang dinilai turut mendorong percepatan pengungkapan kasus.


Selain itu, apresiasi juga disampaikan kepada Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Riau, Kombes Pol Muhammad Hasyim Risahondua, S.I.K., M.Si., yang dinilai berperan penting dalam mengoordinasikan penanganan perkara hingga berjalan efektif dan profesional.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan serta Dirkrimum Polda Riau Kombes Pol Muhammad Hasyim Risahondua atas atensi dan komitmennya dalam mengawal kasus ini hingga dapat diungkap dengan cepat dan tuntas,” tambahnya.


PKC PMII Riau berharap, keberhasilan ini dapat menjadi cerminan penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan, serta proses hukum terhadap para pelaku dapat terus berjalan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku.


Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga situasi yang kondusif serta mendukung upaya aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban."****







LIPUTAN         :     NUR
EDITOR            :     REDAKSI 
Bupati Asmar Siap Evaluasi Tarif Angkut Buruh, Dorong Solusi Bersama Pengusaha

Bupati Asmar Siap Evaluasi Tarif Angkut Buruh, Dorong Solusi Bersama Pengusaha






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,      – 
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menerima silaturahmi sekaligus audiensi dari Persatuan Buruh Gerobak Meranti (PBGM) di Ruang Rapat Bupati, Senin (4/5/2026) petang. 


Pertemuan tersebut membahas aspirasi buruh terkait penyesuaian tarif upah angkutan material serta perlindungan tenaga kerja yang dinilai sudah mendesak untuk ditinjau kembali.


Perwakilan PBGM, Indra Haryono, menyampaikan bahwa tarif upah angkut material seperti semen, besi, dan keramik yang berlaku saat ini sudah tidak relevan karena belum mengalami penyesuaian sejak tahun 2014.


“Upah angkut semen saat ini masih berkisar Rp2.000 per sak. Kondisi ini sudah tidak layak jika dibandingkan dengan kenaikan harga BBM dan biaya perawatan kendaraan. Kami berharap ada penyesuaian tarif agar buruh tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.


Ia juga menyoroti praktik di lapangan yang kerap tidak sesuai, terutama dalam penerapan tarif berdasarkan jarak, yang dinilai semakin memberatkan para pekerja.


Menanggapi hal tersebut, Bupati Asmar menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tarif yang telah berlaku selama lebih dari satu dekade tersebut.


“Tarif ini sudah sangat lama, sejak 2014, dan memang perlu ditinjau kembali. Namun kita tidak bisa menetapkan sepihak. Kita akan undang pengusaha, buruh, dan pihak terkait untuk duduk bersama mencari solusi terbaik,” tegas Asmar.


Ia menambahkan, pemerintah daerah juga akan menelusuri dasar penetapan tarif sebelumnya sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan baru, termasuk kemungkinan penyusunan regulasi yang lebih adaptif terhadap kondisi saat ini.


Selain itu, Bupati Asmar turut mendorong para buruh untuk mendapatkan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk jaminan sosial terhadap risiko kerja.


“Iuran BPJS relatif kecil, namun manfaatnya besar. Ini penting untuk melindungi buruh dari risiko kecelakaan kerja hingga jaminan bagi keluarga,” tambahnya.


Sementara itu, Sekretaris Daerah menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berperan sebagai fasilitator yang menjembatani kepentingan antara pekerja dan pengusaha agar kebijakan yang dihasilkan dapat diterima semua pihak.


“Kami akan mengkaji dasar hukum yang ada, sekaligus mengundang semua pihak terkait agar kebijakan yang dihasilkan tidak menimbulkan konflik, tetapi dapat diterima bersama,” ujarnya.


Audiensi ini menjadi langkah awal dalam upaya memperbaiki kesejahteraan buruh di Kabupaten Kepulauan Meranti, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, pekerja, dan pelaku usaha.


Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah akan menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan menghadirkan lebih banyak perwakilan buruh dan pengusaha guna merumuskan solusi yang komprehensif dan berkeadilan."****








SUMBER      :
PEMKAB KEP.MERANTI
EDITOR        :   REDAKSI 


PMII Kepulauan Meranti Audiensi ke KSOP, Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi Pelayanan Pelabuhan

PMII Kepulauan Meranti Audiensi ke KSOP, Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi Pelayanan Pelabuhan






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kepulauan Meranti melakukan audiensi bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dalam rangka mendorong peningkatan pelayanan serta keselamatan pelayaran di wilayah Kepulauan Meranti.


Audiensi tersebut berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif dengan mengangkat sejumlah isu strategis, khususnya terkait penguatan kolaborasi antara KSOP dan masyarakat serta dorongan terhadap digitalisasi layanan pelabuhan.


Ketua PMII Kepulauan Meranti, Amri Sukarles, menyampaikan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun kesadaran kolektif terhadap keselamatan pelayaran. Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat.


“Kami mendorong adanya kerja sama konkret antara KSOP dan PMII dalam bentuk kegiatan bersama, seperti sosialisasi keselamatan pelayaran, edukasi kepada masyarakat pesisir, serta program pelatihan bagi nelayan dan pengguna transportasi laut,” ujarnya.


Lebih lanjut, PMII juga mengusulkan agar kolaborasi tersebut dikemas dalam program berkelanjutan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sehingga tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan dampak nyata di lapangan.


Selain isu kolaborasi, PMII turut menyoroti pentingnya percepatan digitalisasi layanan pelabuhan. Penerapan sistem berbasis digital dalam pengurusan izin berlayar, penyediaan informasi jadwal kapal, hingga layanan administrasi lainnya dinilai mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kualitas pelayanan publik.


“Digitalisasi layanan menjadi langkah penting untuk mempermudah akses masyarakat sekaligus meningkatkan akuntabilitas pelayanan di sektor pelabuhan,” tambah Amri.


Menanggapi hal tersebut, pihak KSOP menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan. KSOP menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk organisasi kemahasiswaan.


Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara KSOP dan PMII Kepulauan Meranti, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan bersama seperti sosialisasi, edukasi, dan pelatihan, guna mewujudkan pelayanan pelabuhan yang lebih aman, modern, dan berpihak kepada masyarakat."****






LIPUTAN        :       NUR
EDITOR           :      REDAKSI 
MayDay 2026, Buruh Inhil Terima Bantuan Sembako dari BPJS Ketenagakerjaan

MayDay 2026, Buruh Inhil Terima Bantuan Sembako dari BPJS Ketenagakerjaan





KabarPesisirNews.Com
INDRAGIRI HILIR RIAU,    – 
Momentum peringatan Hari Buruh Internasional (MayDay) tahun 2026 di Kabupaten Indragiri Hilir diwarnai dengan aksi kepedulian dari BPJS Ketenagakerjaan.


Sebanyak 160 paket sembako disalurkan kepada para buruh dalam kegiatan yang berlangsung di Lapangan Gajah Mada, Minggu (3/5/2026) pagi.


Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan pekerja, khususnya di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi buruh saat ini.


Wakil Ketua PC F-SPTI Kabupaten Indragiri Hilir, Muridi Susandi, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Provinsi Riau, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Indragiri Hilir atas bantuan 160 paket sembako kepada anggota buruh kami. Bantuan ini sangat berarti dan menjadi bentuk nyata kepedulian kepada para pekerja, khususnya dalam momentum MayDay tahun ini,” ujar Muridi.


Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang peringatan Hari Buruh, tetapi juga mempererat sinergi antara pekerja dan lembaga negara dalam meningkatkan kesejahteraan buruh.


Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Indragiri Hilir, Wahyu Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk hadir lebih dekat dengan para pekerja.


“Penyaluran bantuan sembako ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada para pekerja, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir. 


Momentum MayDay menjadi waktu yang tepat untuk berbagi dan memperkuat hubungan antara BPJS Ketenagakerjaan dengan para buruh,” jelas Wahyu.


Ia juga menegaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan akan terus berupaya memberikan perlindungan sosial ketenagakerjaan sekaligus berkontribusi dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat pekerja.


Kegiatan yang digelar di Lapangan Gajah Mada tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh kebersamaan, serta dihadiri oleh para buruh dari berbagai sektor di Kabupaten Indragiri Hilir."****







LIPUTAN INHIL            :      SAD
EDITOR                          :      REDAKSI
Mantap: Empat Belas Siswa SMAN 1 Merbau Lulus Perguruan Tinggi, Tiga Lainnya Berhasil Lulus Kedokteran.

Mantap: Empat Belas Siswa SMAN 1 Merbau Lulus Perguruan Tinggi, Tiga Lainnya Berhasil Lulus Kedokteran.







KabarPesisirNews.Com
TELUK BELITUNG RIAU,    -
Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri Merbau, Solikin S.Pdi mengakui ada 14 ( Empat Belas) orang Siswa Siswi Lulus masuk pada Pakultas Perguruan Tinggi, dan Tiga Orang Lagi berhasil Lulus Masuk Jurusan Kedokteran.


"Seperti disampaikannya pada saat acara pelepasan atau perpisahan Siswa siswi kelas XII yang di gelar di lapangan SMA Negeri 1 Merbau pada Senin (4/5/2026) siang dini hari.


Kami seluruh majlis guru sangat merasa bangga atas prestasi yang diraih oleh sejumlah siswa kami, sehingga dapat meraih hasil yang patut kita banggakan bersama, ucap Solikin lagi.


Dalam kesempatan itu, Solikin berharap agar siswa yang akan melanjutkan pada perguruan tinggi hendaknya dapat menjaga akhlak yang baik, dan dapat menjaga nama baik Sekolah ini, imbuh Solikin.


Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Merbau itu mengingatkan, kalian harus siap diri berhadapan dengan dunia luar, hidup disana keras, jaga diri, jaga nama baik, dan jangan lupa balas jasa orang tua, pesannya.


Kami senantiasa mendo'akan, agar anak anak kami semuanya berhasil dan dapat melanjutkan pendidikan pada tingkat perguruan tinggi, semoga ilmu yang didapati bermanfaat, dan berguna buat bangsa dan Negara, harap Solikin.


Ia berharap, agar orang tua wali murid dapat mendukung dan mensupport anak kita untuk melanjutkan pendidikannya pada perguruan tinggi, jangan puas sampai disini, perjuang terus nasip kalian, pungkas berharap.****








LIPUTAN              :       ALI SANIP 
EDITOR                 :      REDAKSI
Camat Merbau Dan Camat Putri Puyu Hadiri Perpisahan Siswa Siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Merbau.

Camat Merbau Dan Camat Putri Puyu Hadiri Perpisahan Siswa Siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Merbau.





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     -
Camat Merbau Hj.Wan Jumiati SE.MSi, dan Camat Tasik Putri Puyu Zainal SE, menghadiri acara perpisahan siswa siswi kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, pada Senin (4/5/2026) siang.


Perpisahan siswa siswi kelas XII kali ini berlangsung dilapangan SMA Negeri 1 Merbau, yang dihadiri berbagai unsur, selain dihadiri dua Camat tersebut, juga hadir Korwil pendidikan Kecamatan Moh Maksum S.Ag, Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre SH.MH diwakili, perwakilan PT. Imbang Tata Alam (ITA) Wan Zulfan, Ketua LAMR Kecamatan Merbau Syafruddin S.Hum, Kiyai Solih, Kepala SMA Negeri 1 Merbau Solikin S.Pdi, beserta seluruh majlis guru, dan Komite sekolah tersebut, orang tua wali murid kelas XII SMA Negeri 1 Merbau, dan komponen lainnya.


Perpisahan 128 orang siswa siswi dimulai dengan diawali persembahan tarian Sekapur Sirih, dilanjutkan membaca ayat suci Al- Qur'an oleh Siswa SMA Negeri 1 Merbau kelas XII, Nanda Putra, berasal dari Desa Mekar Sari Kecamatan Merbau.


Ketua Ketua Komite SMA Negeri 1 Merbau Rudi Nasikudin S.Pd dalam kesempatan ini menyampaikan ucapan mohon maaf atas berakhirnya jabatan masa bakti komite SMA Negeri 1 Merbau, kami mohon maaf atas kekurangan kami selama mendamping di sekolah ini, seraya mengakui acara perpisahan ini tergolong lebih meriah dari tahun tahun sesudahnya.


Diakuinya, terlaksananya acara perpisahan ini berkat dukungan para orang tua wali murid kelas XII, dan sumbangan donator yang tidak mengikat, jelas Rudi, seraya menjelaskan dana masuk dan dana keluar.


Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Merbau Solikin S.Pdi dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Camat Merbau dan Camat Putri Puyu, sekaligus mewakili orang tua wari murid, juga berbagai unsur yang hadir, dan seluruh orang tua warid Kelas XII SMA Negeri 1 Merbau.


Solikin menuturkan, Alhamdulillah pagi hari ini kita bisa hadir dalam serangkaian acara pelepasan dan perpisahan siswa siswi. Terlaksananya acara ini semua berkat kerja keras Komite sekolah, dan dukungan seluruh orang tua wali murid kelas XII SMA Negeri 1 Merbau.

Menurutnya, selama tiga tahun kalian berada di sekolah ini, pada hari ini kalian meninggalkan sekolah tentunya kami berpesan kepada anak anak agar dapat terus berjuang untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang perguruan tinggi, jangan puas sampai disini, tuturnya.


Diakuinya, ada 14 orang siswa yang sudah lulus masuk pada perguruan tinggi, dan ada tiga orang yang lulus pada pakultas kedokteran, maka dari itu kami berharap lanjutlah perjuangan kalian, dan kami selaku guru sangat bangga atas prestasi siswa siswi kami, kata Solikin.


Kami dari majlis guru berpesan, jagalah akhlak kalian, bangun karakter kalian, dan jaga nama baik sekolah, pintar itu bias, tapi kejujuran itu luar biasa, ingat diluar sana keras hidupnya, seraya mengingatkan jangan lupa balas budi orang tua, imbuh Solikin.


Terima kasih juga saya sampaikan kepada ibuk guru, yang sudah berhasil mendidik siswa siswinya, sekalipun dalam tantangan yang berat selama tiga tahun kami berada dalam kurikulum mardeka, sehingga pada hari ini kita berhasil menamatkan siswa siswi kita dengan selamat.


Diingatkannya, anak anak akan berhadapan dengan program dunia Emas, maka dari itu kalianlah yang bakal mengisi kedudukan itu, teruslah berjuang, kejar dan tingkatkan prestasi dengan SDM yang layak, ucap Solikin.


Sebelumnya Camat Merbau Hj.Wan Jumiati SE.MSi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada komite sekolah dan pihak Sekolah SMA Negeri 1 Merbau.


Kami dari pemerintah Kecamatan Merbau mengapresiasi setinggi tinggi nya kepada komite sekolah, dan seluruh majlis guru SMA Negeri 1 Merbau yang bersusah payah mendidik para siswa siswi, sehingga hari ini terbukti dapat melaksanakan pelepasan dan perpisahan siswa siswi, sebagai mana yang diharapkan orang tua wali murid itu sendiri.


Diakuinya, SMA ini bukan Kaling Kaling, buktinya sudah banyak alumninya yang berhasil menjadi pejabat. Kepada siswa siswi yang akan meninggalkan sekolah ini, sekiranya dapat melanjutkan pendidikan kalian pada jenjang perguruan tinggi, jangan puas sampai disini, teruslah berjuang, imbuh Wan Jumiati.


Sementara Camat Putri Puyu Zainal SE mewakili seluruh orang tua wali murid kelas XII menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh majlis guru, selama tiga tahun mendidik anak anak kami, mudah mudahan ilmu yang didapati bermanfaat buat anak kami, pungkas Zainal.
Disela acara, berbagai persembahan turut ditampilkan, tidak kalah pentingnya juga di umumkan buat siswa siswi yang berprestasi bidang akademik, dan Non akademik. Diakhir acara dilanjutkan dengan salam salaman dan sesi foto bersama. ****







LIPUTAN         :        ALI SANIP
EDITOR.           :       REDAKSI
Masyarakat Mengeluh Jalan Kebun Kampung  Benayah Kecamatan Pusako Rusak Berat

Masyarakat Mengeluh Jalan Kebun Kampung Benayah Kecamatan Pusako Rusak Berat






KabarPesisirNews.Com
PUSAKO SIAK RIAU,    -
Infrastruktur  jalan merupakan salah bagian terpenting yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari - hari. Jalan adalah sarana penunjang secara mutlak dalam perekonomian masyarakat. 


Makanya pembangunan infrastruktur jalan sudah menjadi sebuah keharusan bagi pemerintah untuk membangunnya karena menyangkut hajat dan hidup masyarakat secara umum.


Tidak dipungkiri memang di Riau ini masih banyak kondisi jalan yang berada di desa maupun perkampungan masyarakat belum tersentuh pembangunan dari pemerintah. Baik dari pemerintah kabupaten/kota, provinsi maupun dari pemerintah pusat.


Sebagimana dilihat dari hasil pantauan awak media Kabarpesisirnews.com di Jalan Kebun/Jalan Perkebunan Kampung Benayah Kecamatan Pusako Kabupaten Siak yang saat ini sungguh sangat memprihatinkan, begitu parah rusak beratnya yang menjadi keluhan masyarakat setempat.


Padahal menurut  keterangan dari pemerintah Kampung Benayah, di dalam lokasi Jalan Kebun Benayah ini hampir sebagian besarnya adalah lokasi kebun sawit masyarakat yang hampir mencapai 600 KK yang memiliki kebun didalam jalan tersebut.


Tentunya Jalan Kebun Kampung Benayah yang terletak di RT 001/RW 003 Dusun Kelampai Indah Kampung Benayah Kecamatan Pusako ini menjadi pusat ekonomi masyarakat Benayah pada khususnya.


Tapi disayangkan kondisi buruk dan rusak berat jalan kebun Benayah ini hingga sekarang masih luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Siak maupun Pemerintah Provinsi Riau.


Melihat kondisi jalan ini, semua masyarakat yang setiap hari baik untuk melansir buah sawit, memupuk dan perawatan kebun sawit yang senantiasa melewati jalan ini mengeluh dan sangat kecewa karena luar biasa rusaknya.


" Agar kami bisa mudah dalam mengurus kebun sawit kami yang ada di Jalan Kebun Kampung Benayah ini, kami sangat berharap semoga Bupati Siak  maupun Pemerintah Provinsi Riau pada Tahun 2027 yang akan datang,  Jalan ini sudah bisa dibangun atau direhab ", harap warga masyarakat Benayah saat ditemui awak media ini dilokasi Jalan Kebun Benayah Pada Minggu (3/5/2026).


Berdasarkan pantauan awak media ini beberapa waktu lalu Ketua Badan Permusyawaratn Kampung ( Bapekam ) Benayah Kecamatan Pusako, Ayang Alias Ayang Bel sudah menyampaikan proposal pengajuan untuk pembangunan dan atau rehan berat Jalan Kebun RT 001/RW 003 Dusun Kelampai Indah Kampung Benayah ini yang ditujukan Kepada Bupati Siak, Ibu Afni."****






LIPUTAN SIAK       :     RUSTAM
EDITOR                   :     REDAKSI