Minggu, 07 Juni 2026

Pria 64 Tahun di Selatpanjang Ditemukan Meninggal, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Pria 64 Tahun di Selatpanjang Ditemukan Meninggal, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,     - 
Seorang pria berusia 64 tahun ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar penginapan di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Minggu (7/6/2026).


Penemuan jenazah tersebut mengundang perhatian petugas dan penghuni penginapan. Setelah menerima laporan, personel Satreskrim Polres Kepulauan Meranti bersama Unit Identifikasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan guna mengetahui penyebab kematian korban.


Korban diketahui bernama Tji Beng (64), warga Selatpanjang Timur. Ia ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB di dalam kamar yang ditempatinya.


Saat ditemukan, korban berada dalam posisi telentang di atas tempat tidur. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan awal di lokasi sebelum mengevakuasi jenazah ke rumah sakit untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.


Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Roemin Putra, SH MH mengatakan, hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.


"Berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat kondisi kesehatan yang dideritanya," kata AKP Roemin Putra.


Meski tidak ditemukan indikasi tindak pidana, polisi tetap melakukan serangkaian langkah penyelidikan sesuai prosedur. Tim identifikasi melakukan olah TKP, meminta keterangan sejumlah pihak yang mengetahui peristiwa tersebut, serta membawa jenazah ke rumah sakit untuk pemeriksaan visum et repertum guna memastikan penyebab kematian.


Menurut AKP Roemin, hingga saat ini penyelidikan masih dilakukan untuk melengkapi data dan memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.


"Hasil sementara tidak mengarah pada adanya unsur kekerasan. Namun seluruh tahapan pemeriksaan tetap dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab meninggalnya korban," ungkapnya."****







SUMBER     :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :     REDAKSI 
Generasi Qurani Jadi Pilar Negeri, Pemkab Meranti Apresiasi Wisuda Tahfiz Angkatan VI Yayasan Dayung Serempak

Generasi Qurani Jadi Pilar Negeri, Pemkab Meranti Apresiasi Wisuda Tahfiz Angkatan VI Yayasan Dayung Serempak






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, , menghadiri Wisuda Tahfiz dan Penyerahan Kembali Siswa-siswi Lembaga Tahsin Tahfiz Al-Qur'an (LTTQ) serta Kelompok Bermain (KB) Dayung Serempak Angkatan VI Tahun Ajaran 2025/2026 di Gedung Serbaguna Cik Ani Ucok, Jalan Rintis, Selatpanjang, Minggu (7/6/2026).


Kegiatan yang mengusung tema "Generasi Qur'an Menjadi Pilar Kokohnya Negeri" itu berlangsung khidmat dan penuh haru. Acara dihadiri pengurus yayasan, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, para wali murid, serta tamu undangan dari berbagai instansi.


Ketua Yayasan Dayung Serempak, Ridho Nopharizal, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikan di bawah naungan yayasan tersebut. Menurutnya, keberhasilan para santri dan peserta didik tidak terlepas dari sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat.


Dalam sambutannya, Tengku Arifin memberikan penghargaan tinggi kepada Yayasan Dayung Serempak yang dinilainya telah berkontribusi nyata dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an.


"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sangat mengapresiasi hadirnya yayasan yang memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan karakter dan pembinaan generasi Qurani. Ini merupakan investasi penting bagi masa depan daerah," ujar Tengku Arifin.


Ia menilai, keberadaan lembaga tahfiz menjadi salah satu solusi dalam membentengi generasi muda dari berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, membentuk karakter anak sejak usia dini bukanlah pekerjaan mudah dan membutuhkan kesabaran serta dedikasi yang luar biasa dari para pendidik.


"Saya melihat sendiri bagaimana guru-guru di sini bekerja dengan penuh kesabaran dan ketulusan. Mendidik anak usia dini membutuhkan perhatian khusus dan perjuangan yang tidak ringan. Karena itu, para guru dan ustazah patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya," katanya.


Tengku Arifin juga menyampaikan kebanggaannya karena program wisuda tahfiz yang dilaksanakan Yayasan Dayung Serempak telah memasuki angkatan keenam. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan konsistensi lembaga dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur'an di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi embrio dan model pengembangan pendidikan berbasis Al-Qur'an di daerah.


"Kita ingin generasi Meranti tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, berilmu, dan memiliki landasan agama yang kuat. Apa yang dilakukan Yayasan Dayung Serempak hari ini layak menjadi role model yang terus dikembangkan ke depannya," ungkapnya.


Lebih lanjut, Tengku Arifin menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus membuka ruang sinergi dengan berbagai lembaga pendidikan keagamaan guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kepulauan Meranti.


Sementara itu, mewakili wali murid, Siti Nur Hasanah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh ustaz, ustazah, serta tenaga pendidik yang telah membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.


"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh ustaz dan ustazah atas ilmu, kesabaran, perhatian, serta doa yang diberikan kepada anak-anak kami. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya," ujarnya.


Ia mengaku haru sekaligus bangga menyaksikan perkembangan anak-anak selama menempuh pendidikan di KB dan LTTQ Dayung Serempak. Menurutnya, banyak perubahan positif yang dirasakan para orang tua.


"Dulu anak-anak kami ada yang masih sering menangis, malu-malu, bahkan sulit diatur. Namun hari ini mereka sudah lebih percaya diri, mampu tampil di depan umum, hafal doa-doa harian, hadis-hadis pendek, dan ayat-ayat Al-Qur'an. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai orang tua," tuturnya.


Pada kesempatan itu, Siti Nur Hasanah juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh tenaga pendidik apabila selama proses pembelajaran terdapat sikap maupun tingkah laku anak-anak yang kurang berkenan.


Acara wisuda ditandai dengan pemberian sertifikat kepada para santri tahfiz dan peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan di KB Dayung Serempak. Suasana haru terlihat saat para orang tua menyaksikan putra-putri mereka menerima penghargaan atas capaian yang telah diraih.


Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Dayung Serempak kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qurani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan nilai-nilai keislaman yang kuat sebagai bekal membangun bangsa dan daerah di masa depan."****






LIPUTAN        :     NUR
EDITOR          :     REDAKSI 
Yudisium Perdana ITS Meranti, 36 Mahasiswa Resmi Lulus, Wisuda Dijadwalkan Agustus Mendatang

Yudisium Perdana ITS Meranti, 36 Mahasiswa Resmi Lulus, Wisuda Dijadwalkan Agustus Mendatang





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Institut Teknologi dan Sains (ITS) Meranti mencatat sejarah baru dengan menggelar yudisium angkatan pertama di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Sabtu (6/6/2026) malam. Sebanyak 36 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dan akan mengikuti prosesi wisuda yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang.


Yudisium perdana tersebut diikuti 22 lulusan Program Studi Manajemen Informatika, 10 lulusan Program Studi Ilmu Pertanian, dan 4 lulusan Program Studi Peternakan. Momentum ini menjadi tonggak penting perjalanan pendidikan tinggi di Kabupaten Kepulauan Meranti sekaligus menandai lahirnya angkatan pertama lulusan ITS Meranti.


Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika dan peserta yudisium atas capaian bersejarah tersebut.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yudisium. Capaian hari ini merupakan hasil kerja keras, ketekunan, disiplin, serta dukungan keluarga dan para dosen selama proses pendidikan,” ujar Sudandri.


Menurutnya, kehadiran lulusan ITS Meranti menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk menjawab tantangan pembangunan daerah, mulai dari perkembangan teknologi, transformasi digital, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pelestarian lingkungan dan budaya lokal.


Ia menegaskan, Kabupaten Kepulauan Meranti membutuhkan generasi muda yang inovatif, adaptif, dan mampu menghadirkan solusi bagi kemajuan daerah.


“Saudara memiliki peran strategis untuk menjawab tantangan zaman. Jadilah agen perubahan yang mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti,” katanya.


Sudandri juga memberikan apresiasi kepada ITS Meranti yang dinilai berhasil membuka akses pendidikan tinggi sekaligus menghadirkan program studi yang relevan dengan kebutuhan daerah.


Menurutnya, program studi terapan seperti pertanian, peternakan, dan manajemen informatika sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan daerah yang masih memerlukan banyak tenaga profesional di berbagai sektor.


“Tidak mudah menghadirkan program studi yang bersifat aplikatif seperti pertanian dan peternakan. Ini menjadi modal penting bagi daerah karena kebutuhan terhadap sumber daya manusia pada bidang tersebut masih sangat besar,” ungkapnya.


Secara pribadi, Sudandri mengaku mengikuti perkembangan ITS Meranti sejak awal berdiri dan menyaksikan langsung perjuangan mahasiswa dalam menempuh pendidikan di tengah berbagai keterbatasan.


Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi geografis dan keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi alasan bagi generasi muda Meranti untuk merasa tertinggal.


“Jangan pernah merasa rendah diri karena berasal dari Kabupaten Kepulauan Meranti. Saya yakin tidak ada bedanya lulusan Institut Teknologi dan Sains Meranti dengan lulusan perguruan tinggi lain di Indonesia. Yang membedakan adalah semangat, integritas, dan kemauan untuk terus berkembang,” tegasnya.


Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, lanjut Sudandri, akan terus mendukung pengembangan sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia.


Ia berpesan agar para lulusan terus belajar, menjaga integritas, menjunjung etika, serta membawa nama baik almamater dan daerah.


“Jadilah lulusan yang membanggakan keluarga, masyarakat, dan daerah yang kita cintai. Terus berprestasi, ciptakan peluang, dan jangan berhenti berinovasi,” pesannya.


Sementara itu, Rektor ITS Meranti, Dr. H. Mustaqim, S.E., S.IP., M.M., mengatakan yudisium perdana merupakan tonggak penting dalam perjalanan kampus sekaligus bukti bahwa pendidikan tinggi di Kepulauan Meranti terus berkembang.


Menurutnya, yudisium bukan sekadar penetapan kelulusan, melainkan pengakuan atas perjuangan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan.


“Malam ini menjadi momen yang membanggakan karena Institut Teknologi dan Sains Meranti berhasil melahirkan lulusan angkatan pertama. Ini adalah hasil dari proses, perjuangan, dan komitmen bersama membangun pendidikan tinggi di daerah,” ujarnya.


Mustaqim berharap para alumni pertama ITS Meranti dapat menjadi penggerak sekaligus duta kampus yang mampu menginspirasi generasi berikutnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi.


“Saudara adalah alumni pertama ITS Meranti. Kami berharap setelah lulus tetap membawa nama baik kampus dan ikut mengajak generasi berikutnya untuk melanjutkan pendidikan sehingga kampus ini terus tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.


Ia menambahkan, setelah resmi diyudisium, para lulusan akan mengikuti prosesi wisuda yang direncanakan digelar pada Agustus 2026 mendatang. Wisuda tersebut akan menjadi penanda resmi pelepasan angkatan pertama ITS Meranti kepada masyarakat dan dunia kerja.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran civitas akademika ITS Meranti, para dosen, orang tua mahasiswa, serta tamu undangan lainnya."****








SUMBER     :    PEMKAB KEP.MERANTI
EDITOR       :    REDAKSI 
Bhabinkamtibmas Polsek Tebing Tinggi Cek Peternakan Kambing Warga Banglas Barat

Bhabinkamtibmas Polsek Tebing Tinggi Cek Peternakan Kambing Warga Banglas Barat






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas Desa Banglas Barat melaksanakan pengecekan langsung terhadap peternakan kambing milik warga di Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.


Kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Kapolres Kepulauan Meranti, Aldi Alfa Faroqi, melalui Kapolsek Tebing Tinggi, J.A. Lubis.


Pengecekan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Banglas Barat, Rozi Permanda, di peternakan milik warga bernama Giyardi yang berlokasi di Jalan Perumbi Kanan RT 03 RW 01, Desa Banglas Barat. Peternakan tersebut memiliki kandang berukuran 10 x 3 meter.


Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui kondisi kesehatan ternak kambing dalam keadaan baik. Kebersihan kandang serta ketersediaan pakan juga terpantau mencukupi. Saat ini, jumlah kambing yang dipelihara sebanyak lima ekor.


Selain melakukan pemantauan, Bhabinkamtibmas juga menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemilik ternak guna mengetahui perkembangan usaha peternakan yang dijalankan. 


Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan program ketahanan pangan masyarakat berjalan dengan baik sekaligus memberikan dukungan kepada warga dalam mengembangkan usaha peternakan.


Dalam kesempatan tersebut, petugas turut memberikan motivasi kepada pemilik ternak agar terus mengembangkan usaha peternakan sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat di wilayah Desa Banglas Barat.


Kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif."****






LIPUTAN        :      ALD
EDITOR           :      REDAKSI 

Sabtu, 06 Juni 2026

Polres Kep. Meranti Laksanakan Mitigasi Karhutla Terpadu di Tanjung Peranap Pasca Apel Siaga 2026

Polres Kep. Meranti Laksanakan Mitigasi Karhutla Terpadu di Tanjung Peranap Pasca Apel Siaga 2026






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Sabtu    6     Juni     2026.
Sebagai tindak lanjut pelaksanaan Apel Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026, Polres Kepulauan Meranti bersama BPBD, TNI, Pemerintah Kecamatan Tebing Tinggi Barat, serta unsur masyarakat menggelar kegiatan Mitigasi Karhutla Secara Terpadu Antisipasi Iklim Ekstrem Super El Nino di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Sabtu (6/6/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti, Kompol Wan Mantazaka, S.H., M.H., didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Meranti Ardath, S.IP., Kasi Trantib Kecamatan Tebing Tinggi Barat Jun Isnaidi, Kapolsek Tebing Tinggi Barat Ipda Dominikus Turnip, S.E., Danpos Tebing Tinggi Barat Pelda Syafi'i, serta Bhabinkamtibmas Brigadir Rizqi Satria.


Turut hadir Kepala Desa Tanjung Peranap Indra, S.Pd., unsur pemerintah kecamatan, personel Polri, BPBD, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), serta tokoh masyarakat setempat.


Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Kantor Desa Tanjung Peranap dan diikuti sekitar 25 peserta dari unsur pemerintah, TNI-Polri, BPBD, dan masyarakat. Dalam diskusi tersebut, peserta membahas langkah-langkah pencegahan serta penanggulangan karhutla, khususnya pada kawasan lahan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi saat musim kemarau.


Masyarakat tampak antusias mengikuti diskusi dengan menyampaikan berbagai masukan, pertanyaan, serta strategi deteksi dini guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah mereka.


Usai FGD, tim gabungan melaksanakan Patroli Terpadu Karhutla dengan rute Desa Tanjung Peranap, Desa Kundur hingga Desa Alai. Patroli menyasar sejumlah titik rawan kebakaran pada area gambut dan lahan kering.


Selain melakukan pengecekan kondisi lahan, petugas juga memberikan edukasi dan imbauan langsung kepada masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membuat api unggun di lokasi rawan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi munculnya titik api maupun asap.


Dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, tim juga melakukan penyebaran Maklumat Kapolda Riau dan Imbauan Forkopimda Kabupaten Kepulauan Meranti kepada pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai sanksi pidana maupun administratif bagi pelaku pembakaran lahan serta pentingnya keterlibatan aktif warga dalam upaya pencegahan karhutla.


Selanjutnya, petugas memasang sejumlah spanduk imbauan dan maklumat karhutla di lokasi-lokasi strategis sepanjang Jalan Poros Alai–Tanjung Peranap–Mengkikip. Pemasangan spanduk ini bertujuan sebagai sarana edukasi sekaligus peringatan dini kepada masyarakat selama menghadapi musim kemarau dan potensi cuaca ekstrem akibat fenomena Super El Nino 2026.


Dari hasil kegiatan tersebut, seluruh rangkaian berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Tingkat partisipasi masyarakat dinilai cukup tinggi, sementara patroli gabungan berhasil memantau sejumlah wilayah rawan tanpa menemukan adanya titik api maupun kejadian karhutla.


Selain itu, penyampaian maklumat dan imbauan pemerintah mendapat respons positif dari masyarakat yang menyatakan komitmennya untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Keberadaan spanduk di sejumlah titik strategis juga diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.


Kecamatan Tebing Tinggi Barat diketahui memiliki kawasan gambut yang cukup luas sehingga rentan mengalami kebakaran saat musim kemarau. Kondisi tersebut berpotensi semakin meningkat seiring prediksi dampak fenomena Super El Nino yang dapat menyebabkan penurunan curah hujan, peningkatan suhu udara, serta mengeringnya lahan gambut.


Melalui kegiatan mitigasi terpadu ini, sinergi antara TNI-Polri, BPBD, pemerintah daerah, pemerintah desa, MPA, dan masyarakat semakin diperkuat guna mendukung upaya pencegahan, deteksi dini,bagi masyarakat yang mengetahui ada titik api segera mengubungi cal center 110 polres meranti, serta penanganan cepat apabila terjadi karhutla. Tingginya antusiasme masyarakat juga menjadi indikator meningkatnya kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kegiatan ditutup dengan pengamanan terbuka dan tertutup oleh petugas serta penyusunan laporan pelaksanaan. Seluruh rangkaian berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif."****






SUMBER      :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR        :    REDAKSI 
Pemdes Alah air Kembali Melaksanakan Pembagian bantuan langsung tunai ( BLT ) Teriulan 2 2026

Pemdes Alah air Kembali Melaksanakan Pembagian bantuan langsung tunai ( BLT ) Teriulan 2 2026





KabarPesisirNews.Com      
SELATPANJANG RIAU,     -
Kembali Pemerintah Desa Alah air 
Kecamatan Tebing tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti melaksanakan pembagian bantuan langsung tunai ( BLT ) Teriulan 2 sebanyak 18 KPM
Untuk bulan April,Mei,Juni 2026.


Hari Jum,at  Pada tanggal 5 Juni 2026 pemerintah Desa Alah air telah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat Desa Alah air sebanyak 18 penerima bantuan, adapun besaran yang diterima perorang sebesar Rp.600.000.


Turut hadir dalam penyerahan tersebut 
Pj.Kepala Desa Alah Air Tauhid Yusro,
Babinkamtibmas Desa Alah air, Babinsa Desa Alah air, Sekdes Alah air,
Pandamping Desa, Kepala Dusun  
Alah air, Seluruh Perangkat Desa yang ikut mambatu Dalam proses penyerahan tersebut.



Dalam Sambutannya Pj.Kepala Desa Alah Air Tauhid Yusro itu berpesan kepada seluruh masyarakat penerima bantuan tersebut, ia berharap kiranya uang yang di salurkan dipergunakan dengan sebaik mungkin, dan jangan dihamburkan untuk keperluan yg kurang manfaat seperti pembelian paket internet saja


Ucapan terimakasih yang tidak terhingga dari Pemerintah Desa dan Masyarakat Desa Alah air kepada Pemerintah Pusat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Pemerintah Kecamatan Tebing tinggi, Pendamping Desa yang telah membantu proses pencairan bantuan langsung tunai BLT tersebut, sehingga masyarakat saat ini sangat terbantu


Kepala Desa Alah Air Tauhid Yusro berpesan Juga Berharap Kepada Masyarakat penerima bantuan, miskipun sudah mendapatkan bantuan tersebut tetap juga harus semangat bekerja seperti  biasanya, demi untuk kesejahteraan keluarga


Kita belum tau bantuan langsung tunai ini berlangsung sampai kapan, paling tidak dengan giatnya bekerja bisa menjadi septi ekonomi dalam rumah tangga"Kata Pj.Kepala Desa Alah Air Tauhid Yusro."****





LIPUTAN       :       RED
EDITOR         :       REDAKSI



Pemerintah Desa Alah air    Kembali melaksanakan pembagian bantuan langsung tunai ( BLT )

Pemerintah Desa Alah air Kembali melaksanakan pembagian bantuan langsung tunai ( BLT )






KabarPesisirNews.Com      
SELATPANJANG RIAU,     -
23.  April    2026.
Kembali Pemerintah Desa Alah air 
Kecamatan Tebing tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti melaksanakan pembagian bantuan langsung tunai ( BLT ) Teriulan 1 sebanyak 18 KPM untuk bulan Januari, pebruari, maret 2026.


Ucapan terimakasih yang tidak terhingga dari Pemerintah Desa dan Masyarakat Desa Alah air kepada Pemerintah Pusat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Pemerintah Kecamatan Tebing tinggi, Pendamping Desa yang telah membantu proses pencairan bantuan langsung tunai BLT tersebut, sehingga masyarakat saat ini sangat terbantu 


Turut hadir dalam penyerahan tersebut 
Pj.Kepala Desa Alah Air Tauhid Yusro,
Babinkamtibmas Desa Alah air,  Babinsa Desa Alah air, Sekdes Alah air,
Ketua BPD Alah air, Ketua LPMD Alah air, Pandamping Desa Alah air, Kepala Dusun Alah air, Seluruh Perangkat Desa yang ikut mambatu Dalam proses penyerahan tersebut.


Dalam Pengaraha Pj.Kepala Desa Alah Air Tauhid Yusro itu berpesan kepada seluruh masyarakat penerima bantuan tersebut, ia berharap kiranya uang yang di salurkan dipergunakan dengan sebaik mungkin, dan jangan dihamburkan untuk keperluan yg kurang manfaat seperti pembelian paket internet saja



Pj.Kepala Desa Alah Air Tauhid Yusro
berpesan sebaiknya uang yang diterima untuk membeli beras paling tidak sekampit 25 kg di belikan untuk stok dirumah pesannya, karena kita belum tau lagi kapan bantuan langsung tunai ini akan cair lagi.


Juga Berharap Kepada Masyarakat penerima bantuan, miskipun sudah mendapatkan bantuan tersebut tetap juga harus semangat bekerja seperti  biasanya, demi untuk kesejahteraan keluarga


Kita belum tau bantuan langsung tunai ini berlangsung sampai kapan, paling tidak dengan giatnya bekerja bisa menjadi septi ekonomi dalam rumah tangga"Kata Pj.Kepala Desa Alah Air Tauhid Yusro,"****





LIPUTAN       :      RED
EDITOR         :      REDAKSI 


Dr. Yudhia Perdana Sikumbang: Pajak Tembilahan Film Festival Sudah Dibayar, Berita Harus Dikoreksi

Dr. Yudhia Perdana Sikumbang: Pajak Tembilahan Film Festival Sudah Dibayar, Berita Harus Dikoreksi


Keterangan Poto: Dr. Yudhia Perdana Sikumbang, S.H., M.H., Kuasa Hukum Tembilahan Film Festival









KabarPesisirNews.Com
TEMBILAHAN INHIL RIAU,   – 
Kuasa Hukum Tembilahan Film Festival (TFF), Dr. Yudhia Perdana Sikumbang, S.H., M.H., secara resmi mengajukan hak jawab dan permintaan koreksi terbuka kepada media yang memuat pemberitaan berjudul “Dugaan Penggelapan Pajak Tiket Hiburan dalam Pemutaran Film Kuyang Mencuat, Pemda dan APH Diminta Tidak Tutup Mata” yang terbit pada 1 Juni 2026.


Dalam surat bernomor 001/YPS-HJ/VI/2026 tertanggal 6 Juni 2026, Dr. Yudhia menyatakan bahwa informasi yang dimuat dalam pemberitaan tersebut tidak benar, tidak utuh, serta berpotensi menyesatkan publik karena membangun kesan seolah-olah Tembilahan Film Festival tidak memenuhi kewajiban pembayaran pajak daerah.


Menurutnya, Tembilahan Film Festival telah terdaftar sebagai wajib pajak daerah dengan objek pajak pada kategori Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas Jasa Kesenian dan Hiburan.


“Pemberitaan yang menyatakan, mengesankan, atau membangun opini bahwa Tembilahan Film Festival tidak membayar pajak adalah keliru dan bertentangan dengan bukti administrasi resmi pembayaran pajak daerah,” tegas Yudhia dalam surat hak jawab tersebut.


Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data resmi yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Badan Pendapatan Daerah, telah tercatat pembayaran pajak dengan Nomor Bayar 2026-003483.


Pajak yang dimaksud merupakan PBJT atas Jasa Kesenian dan Hiburan untuk masa pajak April 2026 dengan nilai terutang sebesar Rp500.000. Kewajiban tersebut, menurutnya, telah diselesaikan melalui pembayaran berdasarkan Surat Tanda Terima Setoran (STS) Penerimaan Pajak Kabupaten Indragiri Hilir tertanggal 18 Mei 2026 dengan jumlah pembayaran sebesar Rp500.000.


Sebagai kuasa hukum, Yudhia menegaskan pihaknya menghormati kebebasan pers sebagai bagian dari sistem demokrasi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebebasan pers harus dijalankan secara profesional, akurat, berimbang, dan tidak merugikan pihak tertentu melalui pemberitaan yang tidak lengkap.


Dalam surat tersebut, pihak Tembilahan Film Festival meminta redaksi media yang bersangkutan untuk memuat hak jawab secara utuh dan proporsional, melakukan koreksi terhadap informasi yang dinilai keliru, memperbaiki narasi yang menimbulkan kesan bahwa TFF tidak memenuhi kewajiban pajak, serta mencantumkan klarifikasi bahwa kewajiban pajak dimaksud telah dibayarkan berdasarkan dokumen resmi.


Yudhia juga menyatakan bahwa apabila hak jawab tersebut tidak dimuat atau tidak ditindaklanjuti secara patut, pihaknya akan mempertimbangkan langkah hukum dan/atau pengaduan kepada Dewan Pers sesuai ketentuan yang berlaku.


“Kam berharap redaksi dapat menjalankan kewajiban jurnalistiknya secara profesional sesuai Undang-Undang Pers dan Pedoman Hak Jawab Dewan Pers,” demikian bunyi penutup surat tersebut.


Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi media yang menerima surat hak jawab tersebut belum memberikan tanggapan resmi."****






LIPUTAN         :        RED/SAD
EDITOR            :        REDAKSI 
Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Pantau Perkembangan Tanaman Hortikultura di Desa Tagagiri Tama Jaya

Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Pantau Perkembangan Tanaman Hortikultura di Desa Tagagiri Tama Jaya






KabarPesisirNews.Com
PELANGIRAN INHIL RIAU,     -
Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian, Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran BRIPKA HP. Siregar melaksanakan pemantauan perkembangan tanaman hortikultura di Kebun Sayuran Kelompok Tani (Poktan) Desa Tagagiri Tama Jaya, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (6/6/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut bertujuan untuk memantau perkembangan tanaman kacang panjang, kacang, cabai, dan ubi yang dibudidayakan oleh kelompok tani setempat. Selain itu, petugas juga memastikan perawatan tanaman, khususnya pemberian pupuk, dilakukan secara rutin guna menunjang pertumbuhan tanaman agar tetap subur dan produktif.


Dari hasil pemantauan di lapangan, perkembangan tanaman terpantau dalam kondisi baik dan relatif merata. Pertumbuhan tanaman juga mengalami peningkatan sesuai dengan umur bibit yang telah ditanam. Pemberian pupuk secara berkala dinilai menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan tanaman tersebut.


Kapolsek Pelangiran, IPTU Iwan Saputra, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan pemantauan yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus pendampingan kepada masyarakat petani di wilayah binaan.


"Polri melalui Bhabinkamtibmas terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap berbagai program yang bermanfaat bagi kesejahteraan warga. Dari hasil pemantauan, perkembangan tanaman kacang panjang, kacang, ubi, dan cabai di Desa Tagagiri Tama Jaya menunjukkan kondisi yang baik. Kami berharap para petani terus melakukan perawatan secara optimal, termasuk pemberian pupuk secara rutin, sehingga hasil panen nantinya dapat maksimal," ujar IPTU Iwan Saputra, S.H., M.H.


Menurutnya, keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan pertanian juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di Kecamatan Pelangiran.


Dengan kondisi tanaman yang tumbuh baik dan perawatan yang terus dilakukan, diharapkan hasil panen ke depan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Indragiri Hilir."****






LIPUTAN INHIL        :      SAD
EDITOR                      :      REDAKSI 
Green Policing, Polsek Rangsang bersama suku akit Tanam Mangrove Cegah Abrasi pantai.

Green Policing, Polsek Rangsang bersama suku akit Tanam Mangrove Cegah Abrasi pantai.





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     – 
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan upaya mencegah abrasi pantai, Polsek Rangsang melaksanakan kegiatan Green Policing dengan melakukan penanaman bibit pohon mangrove di kawasan Pantai Gelombang Cinta, Desa Sonde, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (5/6/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut diwakili oleh Wakapolsek Rangsang, IPDA Dongan M. Manalu, bersama Bhabinkamtibmas Desa Sendaur dan Desa Kayu Ara, BRIPKA Khairi, serta melibatkan masyarakat Suku Akit Desa Sonde.


Dalam rangkaian kegiatan, personel Polsek Rangsang terlebih dahulu memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga alam dan lingkungan melalui penanaman pohon sebagai langkah nyata menjaga keberlangsungan kehidupan dan ekosistem di wilayah pesisir. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebelum dilakukan penanaman bibit mangrove di sepanjang tepian Pantai Gelombang Cinta.


Kapolsek Rangsang melalui Wakapolsek IPDA Dongan M. Manalu menyampaikan bahwa program Green Policing merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dengan pendekatan yang humanis dan berkelanjutan. Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.


Menurutnya, penanaman mangrove memiliki manfaat besar dalam mencegah abrasi pantai, mengurangi dampak perubahan iklim, menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, serta mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain itu, keberadaan mangrove juga dapat memberikan manfaat ekonomi dan ekologis bagi masyarakat setempat.


"Kegiatan ini merupakan wujud pemolisian yang adaptif terhadap tantangan zaman, khususnya dalam menghadapi krisis lingkungan. Melalui penanaman mangrove, diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap kawasan pesisir dari ancaman abrasi sekaligus menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang," ujarnya.


Polsek Rangsang berharap kegiatan Green Policing dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana demi terciptanya kehidupan yang berkelanjutan.


Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif."****






SUMBER     :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :    REDAKSI 
Diduga Tanam Sawit di Bantaran Sungai Buluh, Aktivitas PT Sinar Haska Lestari Disorot Warga

Diduga Tanam Sawit di Bantaran Sungai Buluh, Aktivitas PT Sinar Haska Lestari Disorot Warga






KabarPesisirNews.Com
PELALAWAN RIAU,     – 
Aktivitas perkebunan kelapa sawit milik PT Sinar Haska Lestari kembali menjadi sorotan. Perusahaan tersebut diduga melakukan penanaman sawit di sepanjang pinggiran Sungai Buluh dengan panjang mencapai kurang lebih 7.000 meter.


Dugaan tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terkait potensi kerusakan lingkungan, terutama terhadap kawasan sempadan sungai yang seharusnya dilindungi dari aktivitas perkebunan maupun pembukaan lahan.


Sejumlah warga meminta agar Dinas Lingkungan Hidup segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung dan investigasi menyeluruh terhadap aktivitas perusahaan tersebut.


“Kalau benar ada penanaman sawit sampai ke bibir sungai, ini sangat berbahaya untuk lingkungan. Bisa menyebabkan abrasi, longsor, dan merusak ekosistem sungai,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.


Masyarakat juga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk tidak tinggal diam apabila ditemukan adanya pelanggaran aturan lingkungan hidup.


Sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, setiap pihak dilarang melakukan aktivitas yang dapat mengakibatkan pencemaran maupun kerusakan lingkungan. Selain itu, kawasan sempadan sungai memiliki aturan perlindungan tersendiri guna menjaga fungsi ekologis dan mencegah bencana lingkungan.


Warga meminta agar pihak berwenang memberikan sanksi tegas apabila dugaan tersebut terbukti benar, termasuk evaluasi izin usaha hingga proses hukum sesuai peraturan yang berlaku.


“Kami berharap DLH benar-benar serius turun ke lapangan. Jangan sampai kerusakan lingkungan dibiarkan terus terjadi,” tambah warga lainnya.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Sinar Haska Lestari belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penanaman sawit di bantaran Sungai Buluh tersebut."****






LIPUTAN PELALAWAN   :  TIM RED/IREN