Selasa, 20 Oktober 2026

Bupati Asmar Dorong Peremajaan 3.500 Hektare Kelapa dan Hilirisasi di Meranti

Bupati Asmar Dorong Peremajaan 3.500 Hektare Kelapa dan Hilirisasi di Meranti







KanarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mendorong percepatan peremajaan tanaman kelapa seluas 3.500 hektare pada 2026 serta pengembangan hilirisasi untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah bagi petani.


Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar mengatakan, pengembangan komoditas kelapa tidak cukup hanya mengandalkan penjualan hasil perkebunan dalam bentuk bahan mentah. Pengolahan produk turunan kelapa perlu dikembangkan agar memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.


Hal itu disampaikan Asmar saat menghadiri syukuran petani kelapa se-Kecamatan Rangsang di kediaman Khairul Amri, Jalan A. Yani, Desa Citra Damai, Senin (19/10/2026).


Kegiatan tersebut diikuti 10 kelompok tani penerima program peremajaan kelapa tahap pertama. Syukuran ini digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan petani.


Asmar menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan perkebunan kelapa melalui penyediaan bibit unggul, penguatan kelompok tani, pendampingan, serta peningkatan infrastruktur penunjang perkebunan.


“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung petani, termasuk melalui pengembangan hilirisasi agar kelapa tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah,” ujar Asmar.


Menurutnya, peremajaan diperlukan untuk mengganti tanaman kelapa yang sudah tua dengan tanaman baru yang berpotensi menghasilkan produksi lebih baik. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus menjaga keberlanjutan komoditas kelapa di Kepulauan Meranti.


Selain itu, hilirisasi dinilai dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru melalui pengembangan berbagai produk turunan kelapa.


Asmar juga mengajak generasi muda terlibat dalam pengembangan komoditas tersebut dengan memanfaatkan teknologi dan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.


“Generasi muda harus melihat perkebunan kelapa bukan hanya sebagai pekerjaan tradisional, tetapi juga sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan dengan teknologi dan pemasaran digital,” katanya.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kepulauan Meranti, Ifwandi, mengatakan program peremajaan kelapa pada 2026 menargetkan lahan seluas 3.500 hektare yang tersebar di delapan kecamatan.


Kecamatan Rangsang menjadi salah satu wilayah dengan sasaran peremajaan terbesar. Luas lahan yang menjadi sasaran di kecamatan tersebut mencapai hampir separuh dari total target program tahun ini.


Ifwandi menjelaskan, pada tahap pertama sebanyak 10 kelompok tani telah menerima bantuan berupa bibit kelapa, pupuk, dan dana penanaman.


“Pada tahap pertama, sebanyak 10 kelompok tani telah menerima bantuan berupa bibit kelapa, pupuk, dan dana penanaman. Bantuan tersebut telah ditanam di lahan masyarakat,” kata Ifwandi.


Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada bantuan awal, tetapi juga pada pemeliharaan tanaman dan pendampingan petani agar pertumbuhan serta produktivitas kelapa dapat optimal.


Karena itu, pemantauan dan pendampingan perlu terus dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan kelompok tani untuk memastikan perkembangan tanaman di lapangan.


Ifwandi juga mengapresiasi Asosiasi Peremajaan Kelapa Kecamatan Rangsang yang telah menginisiasi kegiatan syukuran tersebut. Menurutnya, keterlibatan kelompok tani dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program.


Para petani menyambut baik program peremajaan kelapa tersebut. Mereka berharap dukungan pemerintah tidak berhenti pada penyediaan bibit dan penanaman, tetapi berlanjut hingga pemeliharaan, peningkatan produktivitas, dan pemasaran hasil perkebunan.


Petani juga berharap akses pasar dan industri pengolahan kelapa terus diperkuat agar hasil perkebunan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.


Pemkab Kepulauan Meranti menilai komoditas kelapa memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian masyarakat, terutama di wilayah yang bergantung pada sektor perkebunan. Melalui peremajaan tanaman, penguatan kelompok tani, dan pengembangan hilirisasi, kelapa diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.


Usai menghadiri syukuran petani kelapa, Asmar melanjutkan agenda dengan meninjau SDN 3 Teluk Samak untuk melihat progres rehabilitasi fasilitas sekolah.


Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan pengerjaan berjalan sesuai rencana sehingga fasilitas pendidikan dapat segera dimanfaatkan oleh siswa dan tenaga pendidik. Pemerintah daerah berharap rehabilitasi itu dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendukung kegiatan belajar mengajar.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Rangsang, serta sejumlah undangan lainnya."****






LIPUTAN        :     NIR
EDITOR           :     REDAKSI 
Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Meranti Bersama Insan Pers Gelar Donor Darah

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Meranti Bersama Insan Pers Gelar Donor Darah







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI,    – 
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Humas Polri ke-75 Tahun 2026, Polres Kepulauan Meranti bersama insan pers menggelar kegiatan donor darah di RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Kecamatan Tebing Tinggi, Selasa (20/10/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Polri bersama insan pers terhadap nilai-nilai kemanusiaan, sekaligus bentuk dukungan dalam membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.


Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., didampingi Direktur UPT RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti, Romy Haris Nanda, S.H., M.Si., spesialis patologi klinik dr. Eti Dwi Purwati, Sp.PK., serta Kasi Humas Polres Kepulauan Meranti, IPTU Iskandar Nopianto.


Turut hadir Ketua PWI Kabupaten Kepulauan Meranti, Wira, Ketua Ikatan Wartawan Online Kabupaten Kepulauan Meranti, Rahmat Arifin, serta personel Polres Kepulauan Meranti dan puluhan insan pers dari berbagai media online.


Sebanyak 25 personel Polres Kepulauan Meranti bersama 20 awak media turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut. Kebersamaan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui aksi nyata tanpa memandang latar belakang profesi.


Perkuat Sinergi Polri dan Media Melalui Aksi Kemanusiaan


Peringatan Hari Jadi Humas Polri ke-75 tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat peran komunikasi publik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat.


Melalui kegiatan donor darah ini, Polres Kepulauan Meranti bersama insan pers ingin menunjukkan bahwa hubungan kemitraan antara Polri dan media tidak sebatas penyampaian informasi kepada publik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


Donor darah merupakan bentuk kepedulian sederhana yang memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan. Setiap kantong darah yang berhasil dikumpulkan berpotensi membantu pasien yang menjalani perawatan medis dan membutuhkan transfusi darah.


Karena itu, keterlibatan personel kepolisian dan awak media dalam kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan.


Dukung Ketersediaan Stok Darah di RSUD Meranti


Pelaksanaan donor darah di RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan.


Sinergi antara Polres Kepulauan Meranti, insan pers, dan tenaga kesehatan diharapkan dapat terus terjalin melalui berbagai kegiatan sosial yang berkelanjutan, termasuk mendorong pelaksanaan donor darah secara berkala.


Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun komunikasi yang positif, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.


Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan terus terpelihara, sehingga Polri dan insan pers dapat semakin solid dalam menjalankan peran masing-masing demi kepentingan masyarakat.


Kegiatan donor darah berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar.


Melalui momentum Hari Jadi Humas Polri ke-75 Tahun 2026, Polres Kepulauan Meranti berharap semangat berbagi, kepedulian terhadap sesama, dan kemitraan bersama insan pers dapat terus tumbuh serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti."****







SUMBER      :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR         :    REDAKSI 
Bunda PAUD Meranti Buka Workshop PAUD HI, Dorong Layanan Anak Usia Dini yang Berkualitas

Bunda PAUD Meranti Buka Workshop PAUD HI, Dorong Layanan Anak Usia Dini yang Berkualitas





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Bunda PAUD Kabupaten Kepulauan Meranti, Hj. Ismiatun, membuka Workshop Peningkatan Kapasitas Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di Ballroom Afifa, Selatpanjang, Senin (19/10/2026).


Dalam sambutannya, Ismiatun menegaskan bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan oleh pendidikan, tetapi juga didukung kesehatan, pemenuhan gizi, pengasuhan penuh kasih sayang, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.


“PAUD HI merupakan pendekatan pengembangan anak usia dini yang dilakukan secara menyeluruh dan terpadu. Kerja sama berbagai pihak sangat penting untuk memenuhi kebutuhan esensial anak, termasuk pendidikan,” ujar Ismiatun.


Ia berharap, melalui workshop yang berlangsung selama tiga hari tersebut, para peserta dapat meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan dalam mengembangkan serta melaksanakan layanan PAUD HI di satuan pendidikan masing-masing.


Ismiatun juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, pemerintah kecamatan dan desa, organisasi mitra PAUD, pendidik, hingga orang tua, untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama.


Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan anak secara menyeluruh.


Pada kesempatan itu, Bunda PAUD Kepulauan Meranti turut mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengajak seluruh peserta membangun lingkungan PAUD yang ramah anak, inklusif, dan menyenangkan, serta memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensi dan kebutuhannya.


“Keberhasilan pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif bukanlah tanggung jawab satu instansi saja, melainkan tanggung jawab kita bersama. Dengan semangat gotong royong, sinergi, dan komitmen yang kuat, kita optimistis dapat mewujudkan anak-anak Kepulauan Meranti yang sehat, cerdas, ceria, berkarakter, berakhlak mulia, terlindungi, dan siap menjadi generasi unggul di masa depan,” tutup Ismiatun."****






LIPUTAN        :     NUR
EDITOR           :     REDAKSI 

Senin, 19 Oktober 2026

PEMDA MERANTI SIAP DUKUNG PROGRAM ITS MERANTI CERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA.

PEMDA MERANTI SIAP DUKUNG PROGRAM ITS MERANTI CERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA.








KabarPesisirNews.Com
Institut Teknologi Sains Meranti melalui IKA ITS Meranti mengadakan kunjungan kerja kepada Pemda Meranti, Senin (19/10/2026). Demikian keterangan ketua IKA ITS Meranti Selamat SM,S.P saat diwawancara awak media.


Kunjungan segenap Pengurus IKA ITS Meranti ini disambut oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tengku Arifin,S.Sos di ruang kerjanya Kantor Bupati Kepulauan Meranti. Rombongan IKA ITS Meranti yang hadir, diantaranya : dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes kepala perwakilan sekretariat ITS, Selamat SM,S.P, Rudi Hartono,S.Kom Sekretaris IKA ITS Meranti, Jaka Insita,SP.,M.Si, Jamian, dan Mohd Isroy.


Secara prinsip IKA ITS Meranti minta dukungan Pemda Meranti terkait dengan program ITS Meranti, diantarnya kegiatan Seminar, Audiensi, dan Sosialisasi. Kegiatan Audiensi dan Sosialisasi akan dilaksanakan pada hari Senin, 26 Oktober 2026 di Aula Kuning.


Kegiatan Sosialisasi program ITS Meranti akan menghadirkan seluruh Kepala OPD & Camat se-Kabupaten Kepulauan Meranti, dengan menghadirkan Narasumber Rektor ITS Meranti Dr H Mustaqim,SH.,SE.,S.IP.,MM dan Staf Ahli ORI dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes.


Tanggan Pemda Meranti melalui Asisten 1 Tengku Arifin,S.Sos menyatakan siap mendukung program ITS Meranti untuk mencerdaskan anak Negeri Meranti. Kami akan berkoordinasi dulu dengan pak Sekda Sudandri,SH, yang penting kami siap menerima Audiensi ITS Meranti Senin Pagi dan Sosialisasi di Senin siang, 26 Oktober 2026, ujar Asisten Tengku.


Rektor ITS Meranti Dr H Mustaqim,SH.,SE.,S.IP.,MM berterima kasih atas dukungan Pemda Meranti. Harapan Kami bagi ASN, Pegawai PPPK, Honorer, dan masyarakat yang masih lulusan SLTA bisa kuliah sambil kerja di ITS Meranti, bahkan yang tamatan D3 AMIK bisa mengikuti program khusus, dari D3 mengambil S1 Informatika, ujar Rektor Mustaqim."****






LIPUTAN      :    RLS
EDITOR.        :    REDAKSI 
Sambut HUT ke-75 Humas Polri, Polres Kepulauan Meranti Gelar Bakti Sosial di Desa Man tiasa

Sambut HUT ke-75 Humas Polri, Polres Kepulauan Meranti Gelar Bakti Sosial di Desa Man tiasa





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Humas Polri Tahun 2026, Polres Kepulauan Meranti menggelar kegiatan bakti sosial di Masjid Al-Huda, Desa Mantiasa, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Senin (19/10/2026) sekitar pukul 13.40 WIB.


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., tersebut menjadi wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan pengurus masjid.


Dalam kegiatan itu, Kapolres bersama personel Polres Kepulauan Meranti dan Polsek Tebing Tinggi Barat menyerahkan bantuan sosial kepada lima orang anak yatim dan satu orang pengurus Masjid Al-Huda. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat serta meringankan kebutuhan para penerima.


Tidak hanya menyerahkan bantuan, Kapolres juga meluangkan waktu untuk berinteraksi dan berdialog langsung dengan anak-anak yatim. Dengan penuh perhatian, ia memberikan motivasi dan semangat kepada mereka agar terus rajin belajar, tidak mudah menyerah, serta tetap berusaha meraih cita-cita demi masa depan yang lebih baik.


Suasana kebersamaan dan keakraban terlihat dalam kegiatan tersebut. Kehadiran jajaran kepolisian di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan semangat dan menumbuhkan rasa kedekatan antara Polri dengan warga.


Selain menyapa anak-anak yatim, Kapolres juga berdialog dengan Kepala Desa Mantiasa, Muhajir, serta pengurus Masjid Al-Huda. Dialog tersebut membahas kondisi masjid, termasuk kebutuhan sarana dan prasarana yang masih perlu dilengkapi guna menunjang kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.


Kegiatan bakti sosial ini turut dihadiri oleh Kasi Humas Polres Kepulauan Meranti, IPTU Iskandar Nopianto, Kapolsek Tebing Tinggi Barat, IPDA D. Turnip, personel Polres Kepulauan Meranti dan Polsek Tebing Tinggi Barat, serta pengurus Masjid Al-Huda.


Melalui momentum HUT ke-75 Humas Polri, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian dan upaya mempererat tali silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat. Polri tidak hanya hadir dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berupaya membangun hubungan yang harmonis melalui kepedulian sosial dan pelayanan kepada masyarakat.


Bakti sosial tersebut sejalan dengan tema HUT ke-75 Humas Polri Tahun 2026, yakni “Polri Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri.” Tema ini menegaskan pentingnya membangun kepercayaan publik melalui kebersamaan, kepedulian, dan pelayanan yang tulus.


Melalui kegiatan ini, Polres Kepulauan Meranti berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh, sehingga kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke pelosok desa.


Kegiatan berlangsung dalam situasi aman dan kondusif."****







SUMBER     :   HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :   REDAKSI 
Ketimpangan Dana Bagi Hasil: Saat Perut Bumi Riau Dikeruk, Rakyatnya Masih di Garis Kemiskinan

Ketimpangan Dana Bagi Hasil: Saat Perut Bumi Riau Dikeruk, Rakyatnya Masih di Garis Kemiskinan







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Ironi yang masih terjadi: Riau sebagai salah satu lumbung sumber daya alam nasional, baik minyak, gas, maupun perkebunan, namun angka kemiskinan di daerah penghasil masih tinggi. Fakta di lapangan menunjukkan masih banyak masyarakat Riau yang hidup di bawah garis kemiskinan.


"Ini fakta, bukan rekayasa. Hasil perut bumi Riau terus dikeruk untuk kepentingan nasional, sementara daerah penghasil belum sejahtera secara merata. Ini soal keadilan," ujar Karim, Pendiri Ikatan Koordinasi Pemuda Bangkinang (IKOPEB) saat dimintai tanggapannya, Senin (19/10/2026).


Menurutnya, langkah yang harus diambil Pemerintah Daerah bukanlah bentuk perlawanan terhadap Pemerintah Pusat, melainkan upaya konstitusional untuk meluruskan kebijakan agar Pemerintah Pusat kembali ke jalan yang benar, jalan yang diridhoi Allah SWT, yakni jalan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


"Intinya bukan melawan pusat. NKRI bagi rakyat Riau adalah harga mati. Rakyat Riau adalah rakyat Indonesia, bukan rakyat negara lain. Jadi wajar jika kita meminta pusat punya pertimbangan yang lebih adil," tegasnya.


Karim menilai, suara satu atau dua kepala daerah tidak akan cukup kuat. Diperlukan gerakan kolektif dan solid dari seluruh Pemerintah Daerah di Riau untuk secara bersama-sama membuka data riil dan menyampaikan fakta kemiskinan ini ke Pemerintah Pusat.


Jika Pemerintah Daerah kompak dalam satu forum resmi, menyampaikan kajian  dan data BPS tentang ketimpangan DBH dan angka kemiskinan, maka Pemerintah Pusat diyakini akan mempertimbangkan ulang formula bagi hasil yang selama ini dirasa belum berkeadilan.


Bayangkan, jika semua Kepala Daerah di Riau duduk bersama, membawa data yang sama, dan berbicara dengan bahasa yang sama tentang ketidakadilan DBH, pusat pasti mendengar. Karena ini bukan untuk kepentingan elit, tapi untuk rakyat," tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa perjuangan DBH yang berkeadilan ini sejalan dengan amanat UUD 1945 Pasal 33, bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Agar pembangunan di Bumi Lancang Kuning lebih berkeadilan dan berkelanjutan.
Tutupnya.'****





LIPUTAN        :     SANUSI 
EDITOR           :     REDAKSI 

Karhutla Kian Parah, Aktivis Pemuda Putri Nabila Damayanti, SH Soroti Kepunahan Satwa Dilindungi

Karhutla Kian Parah, Aktivis Pemuda Putri Nabila Damayanti, SH Soroti Kepunahan Satwa Dilindungi






KabarPesisirNews.Com
JAKARTA – 
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin parah kembali menjadi sorotan. Aktivis Pemuda Putri Nabila Damayanti, SH, mengecam kerusakan hutan yang mengancam kehidupan satwa liar, khususnya hewan-hewan yang dilindungi dan terancam punah.


Putri menilai, kebakaran hutan dan alih fungsi kawasan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit berpotensi menghancurkan habitat satwa serta merenggut kehidupan hewan yang tidak bersalah. Ia menyayangkan apabila kepentingan ekonomi dan keserakahan segelintir pihak justru mengorbankan kelestarian alam.


“Karhutla semakin parah, tetapi yang menjadi korban justru binatang-binatang yang dilindungi. Jangan sampai hutan lindung beserta seluruh kekayaan hayatinya dikorbankan hanya demi menjadikannya mesin pencetak uang melalui perkebunan sawit. Satwa liar tidak bersalah, tetapi mereka harus menanggung akibat dari kerusakan yang dilakukan manusia,” ungkap Putri Nabila Damayanti, SH, kepada awak media pada Minggu (18-10-2026) 


Ia juga mengingatkan bahwa hutan bukan sekadar sumber keuntungan ekonomi, melainkan rumah bagi berbagai spesies yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Menurutnya, perlindungan hutan dan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang melakukan pembakaran maupun perusakan kawasan hutan harus menjadi perhatian serius.


Lebih lanjut, Putri mengungkapkan kepeduliannya terhadap kelestarian orangutan Kalimantan. Ia menyatakan telah menjadi orang tua adopsi orangutan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penyelamatan satwa tersebut dari ancaman kepunahan.


“Menjadi orang tua adopsi orangutan merupakan salah satu bentuk kepedulian saya untuk mendukung penyelamatan orangutan Kalimantan. Kita tidak boleh tinggal diam ketika habitat mereka semakin terancam. Dibutuhkan kepedulian bersama agar generasi mendatang masih dapat menyaksikan orangutan hidup bebas di habitat alaminya,” tambahnya.


"Kami berharap pemerintah, pemangku kepentingan, serta masyarakat dapat meningkatkan komitmen dalam menjaga hutan, mencegah karhutla, dan melindungi satwa liar. Pembangunan ekonomi seharusnya berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga lingkungan dan keberlangsungan hidup seluruh makhluk," Harap putri. 


"Kami mengimbau kepada APK (Aparat Penegak Hukum) beri hukuman seberat-beratnya kepada mereka yang menghancurkan hutan berikut isinya,  dan asap yg menjadi polusi, sehingga masyarakat/penduduk yg tadinya sehat juga anak-anak usia balita yang kena ISPA, pastinya menjadi penyakit yang tidak akan sembuh dalam waktu singkat. Namun yang sangat kami sayangkan, Habis Kahurla Terbitlah ide untuk menanam sawit, sungguh kejam orang yang ingin rusak hutan di Indonesia secara menyeluruh," tutup Putri."****






LIPUTAN JAKARTA     :    MEGY
EDITOR                          :    REDAKSI 

Minggu, 18 Oktober 2026

Gus Muhaimin Tak Mau Hari Santri Cuma Seremonial, Rumah Bebas Asap Dihadirkan di Pekanbaru

Gus Muhaimin Tak Mau Hari Santri Cuma Seremonial, Rumah Bebas Asap Dihadirkan di Pekanbaru








KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,     -
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin meresmikan Rumah Bebas Asap di Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Pekanbaru, Riau. Bantuan tersebut disalurkan melalui anggota DPR RI Fraksi PKB dari daerah pemilihan Riau, Mafirion, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Pondok Pesantren Dar El Hikmah merupakan lokasi penyelenggaraan apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober 2026 yang dijadwalkan dihadiri Gus Muhaimin. Kehadiran fasilitas Rumah Bebas Asap diharapkan dapat membantu melindungi kesehatan santri dan masyarakat di tengah kondisi kabut asap.


Mafirion mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional memang menjadi momentum perayaan perjuangan dan kontribusi santri bagi bangsa. Namun, di tengah ancaman karhutla yang berdampak pada kesehatan dan aktivitas masyarakat, kepedulian terhadap korban bencana tidak boleh berhenti pada seremoni.


“HSN memang pesta santri, tetapi kepedulian terhadap bencana karhutla tidak boleh pudar. Santri dan masyarakat yang terdampak asap membutuhkan tindakan nyata. Karena itu, Rumah Bebas Asap ini menjadi simbol kehadiran PKB untuk membantu masyarakat menghadapi dampak bencana,” ujar Mafirion di Pekanbaru, Minggu (18/10/2026).


Menurutnya, pesantren merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat yang perlu mendapat perhatian, terutama ketika menghadapi situasi darurat. Kabut asap akibat karhutla bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.


Karena itu, Gus Muhaimin juga memberikan bantuan masker bagi para santri dan warga yang terdampak asap karhutla. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya perlindungan masyarakat dari paparan asap, sembari penanganan karhutla terus dilakukan.


Mafirion menegaskan, kepedulian PKB terhadap dampak karhutla tidak hanya diwujudkan melalui bantuan untuk pesantren, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan warga yang menghadapi langsung dampak bencana.


“Jangan sampai peringatan Hari Santri berlangsung meriah, sementara santri dan masyarakat di sekitar kita harus berjuang menghadapi asap. Semangat Hari Santri harus diwujudkan dalam kepedulian, gotong royong, dan aksi nyata membantu sesama,” katanya.


Sebagai bagian dari upaya mengantisipasi paparan asap selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta apel HSN 2026 di Pondok Pesantren Dar El Hikmah juga diminta menggunakan masker. Langkah ini menjadi bentuk perhatian terhadap keselamatan peserta di tengah kondisi udara yang terdampak karhutla.


Mafirion berharap, peringatan Hari Santri Nasional 2026 tidak hanya menjadi ajang memperkuat semangat kebangsaan dan keagamaan, tetapi juga momentum untuk menunjukkan bahwa pesantren dan masyarakat tidak boleh dibiarkan menghadapi bencana sendirian.


“Bagi PKB, Hari Santri bukan sekadar perayaan. Ini juga momentum untuk membuktikan bahwa nilai-nilai kepedulian dan gotong royong harus hadir dalam tindakan. Ketika masyarakat terdampak bencana, kita harus hadir dan membantu,” pungkasnya."****






LIPUTAN PEKANBARU   :   RED/OJA
EDITOR                              :  REDAKSI 

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Pemkab Meranti Perpanjang PJJ PAUD hingga SMP

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Pemkab Meranti Perpanjang PJJ PAUD hingga SMP






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, kembali memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diambil di tengah kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah yang menunjukkan tingkat pencemaran cukup tinggi akibat kabut asap.


PJJ diperpanjang selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 19–21 Oktober 2026. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti Nomor 3037 tertanggal 18 Oktober 2026.


Perpanjangan ini menjadi kali ketiga pemerintah daerah menerapkan PJJ sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik dari potensi dampak kesehatan akibat paparan kabut asap.


Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kepulauan Meranti, Sukri, bersama Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Raja Yusran, menyampaikan kebijakan tersebut pada Minggu (18/10/2026).


Sukri mengatakan, pelaksanaan PJJ akan terus dipantau dan dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara di wilayah Kepulauan Meranti.


“Pembelajaran jarak jauh ini dilakukan demi melindungi kesehatan peserta didik. Pelaksanaannya akan terus dievaluasi dan pembelajaran tatap muka dapat dipertimbangkan kembali setelah kondisi udara membaik dan dinyatakan aman bagi kesehatan,” ujarnya.


Menurut Sukri, kebijakan tersebut mengacu pada petunjuk teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026.


Keputusan memperpanjang PJJ juga diambil setelah Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH), serta koordinator wilayah pendidikan di seluruh Kabupaten Kepulauan Meranti.


Sementara itu, Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti, Raja Yusran, menegaskan meski pembelajaran bagi peserta didik dilakukan secara jarak jauh, seluruh guru tetap diinstruksikan hadir di sekolah untuk menjalankan proses pembelajaran sesuai mekanisme PJJ yang berlaku.


"Satuan pendidikan yang berada di luar kewenangan langsung Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti diimbau menyesuaikan kebijakan pembelajaran dengan kondisi udara dan ketentuan yang berlaku," tegasnya.


Pembelajaran tatap muka akan dipertimbangkan kembali setelah kondisi kualitas udara membaik dan dinilai aman bagi kesehatan peserta didik.


Berdasarkan data pengukuran dari sejumlah puskesmas, Kecamatan Tebing Tinggi melalui Puskesmas Alahair dan wilayah sekitarnya tercatat memiliki konsentrasi PM2.5 sebesar 476 dan PM10 sebesar 577, dengan status kualitas udara berbahaya.


Di Kecamatan Rangsang, pengukuran melalui Puskesmas Tanjung Samak menunjukkan PM2.5 sebesar 198 dan PM10 sebesar 294 dengan status tidak sehat.


Sementara di Kecamatan Rangsang Barat, Puskesmas Anak Setatah mencatat PM2.5 sebesar 168 dan PM10 sebesar 639. Kondisi tersebut dikategorikan tidak sehat.


Di Kecamatan Rangsang Pesisir, Puskesmas Kedabu Rapat mencatat PM2.5 sebesar 218 dan PM10 mencapai 853 dengan status sangat tidak sehat.


Kondisi serupa juga terlihat di Kecamatan Pulau Merbau. Puskesmas Pulau Merbau mencatat PM2.5 sebesar 192 dan PM10 sebesar 589 dengan status tidak sehat.


Angka lebih tinggi tercatat di Kecamatan Merbau. Berdasarkan pengukuran Puskesmas Teluk Belitung, PM2.5 mencapai 300 dan PM10 mencapai 1.313 dengan status sangat tidak sehat.


Sedangkan di Kecamatan Tasik Putri Puyu, Puskesmas Bandul mencatat PM2.5 sebesar 148 dan PM10 sebesar 454 dengan status tidak sehat."****






LIPUTAN        :      NUR
EDITOR           :      REDAKSI 
Wakapolres Meranti Ajak Jemaat HKBP Minggu Kasih Ingatkan Bahaya Kabut Asap.

Wakapolres Meranti Ajak Jemaat HKBP Minggu Kasih Ingatkan Bahaya Kabut Asap.







KabarPeisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     – 
Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti menggelar program Minggu Kasih bersama jemaat Gereja HKBP Selatpanjang Ressort Pekanbaru, Minggu (18/10/2026). Selain mempererat hubungan dengan masyarakat, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi kepolisian menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas, termasuk kewaspadaan terhadap kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.15 WIB di Gereja HKBP, Jalan Teuku Umar, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, itu dihadiri Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga, S.H., bersama personel Polres Kepulauan Meranti.


Turut hadir Kasiwas Polres Kepulauan Meranti IPTU Ferdinan Butar-Butar dan Kanit Gakkum Satpolairud Polres Kepulauan Meranti IPDA Maycal Jhonson L. Tobing. Kegiatan tersebut juga diikuti sekitar 100 jemaat HKBP Selatpanjang Ressort Pekanbaru.


Dalam kesempatan itu, Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga menyampaikan apresiasi kepada pengurus gereja dan seluruh jemaat atas sambutan serta partisipasi dalam kegiatan Minggu Kasih.


Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membangun komunikasi sekaligus memperkuat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.


“Melalui kegiatan ini, kita ingin terus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Detis.


Wakapolres juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kelestarian lingkungan dan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Hal itu dinilai penting sebagai langkah pencegahan terhadap potensi terjadinya karhutla.


Masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.


Selain karhutla, Detis turut menyoroti kondisi kabut asap yang terjadi di wilayah Kepulauan Meranti. Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki kerentanan terhadap gangguan pernapasan.


Masyarakat juga diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi kabut asap semakin pekat.


“Untuk para pengendara kendaraan bermotor, kami juga mengimbau agar lebih berhati-hati dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jarak pandang. Keselamatan harus menjadi perhatian bersama,” katanya.


Dalam kegiatan tersebut, kepolisian juga menyampaikan informasi mengenai program bantuan sosial (bansos). Masyarakat yang belum terdata sebagai penerima bantuan diminta berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, personel Polsek Tebing Tinggi, maupun Polres Kepulauan Meranti untuk mendapatkan informasi mengenai mekanisme pendataan sesuai ketentuan yang berlaku.


Tak hanya itu, Wakapolres menyosialisasikan layanan Call Center 110. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis untuk meminta bantuan kepolisian, menyampaikan informasi, maupun melaporkan peristiwa yang membutuhkan penanganan segera.


Di akhir penyampaiannya, Detis mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, tertib dan kondusif,” pungkasnya.


Kegiatan Minggu Kasih kemudian berlangsung dalam suasana aman dan kondusif hingga selesai."****







SUMBER         :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR           :    REDAKSI 
Kapolda Baru, Ujian Lama: PMII Riau Desak Penegakan Hukum Karhutla di Konsesi Korporasi

Kapolda Baru, Ujian Lama: PMII Riau Desak Penegakan Hukum Karhutla di Konsesi Korporasi







KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,    — 
Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Riau mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Riau menindaklanjuti berbagai temuan indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berkaitan dengan wilayah konsesi korporasi. Organisasi mahasiswa itu meminta penegakan hukum dilakukan secara transparan, objektif, dan tanpa pandang bulu.


Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengatakan penanganan karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada penindakan terhadap masyarakat kecil. Aparat penegak hukum, menurut dia, juga harus memastikan setiap indikasi pelanggaran yang melibatkan perusahaan diperiksa berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.


“Pertanyaan kami sederhana: sejauh mana keberanian aparat penegak hukum memeriksa korporasi yang terindikasi berkaitan dengan karhutla? Jangan sampai penegakan hukum terlihat tegas kepada masyarakat kecil, tetapi kehilangan ketegasannya ketika berhadapan dengan perusahaan besar,” kata Ghulam dalam keterangannya.


Ghulam merujuk pada berbagai informasi dan temuan yang disampaikan organisasi lingkungan, termasuk Jikalahari dan WALHI Riau. Ia meminta Polda Riau menindaklanjuti informasi tersebut melalui proses verifikasi dan penyelidikan sesuai kewenangan serta prosedur hukum.


Sejumlah perusahaan yang namanya muncul dalam informasi publik terkait indikasi kebakaran di wilayah konsesi antara lain PT. Sekato Pratama Makmur, PT. Meskom Agro Sarimas, PT. Arara Abadi, PT. Sumatera Riang Lestari, PT. Multi Gambut Industri, PT. Tunggal Mitra Plantation dll.


Namun, Ghulam menegaskan, setiap temuan memiliki konteks dan periode yang berbeda. Karena itu, penyebutan nama perusahaan tidak dapat serta-merta dimaknai sebagai bukti bahwa perusahaan tersebut melakukan pelanggaran. Pemeriksaan harus dilakukan dengan mencocokkan lokasi kebakaran, titik koordinat, peta konsesi, serta bukti lain yang relevan.


“Kalau memang ada data dan temuan lapangan, periksa secara serius. Cocokkan titik kebakaran dengan peta konsesi, telusuri penyebabnya, dan pastikan siapa yang bertanggung jawab. Jika ditemukan bukti pelanggaran, proses sesuai hukum. Jika tidak cukup bukti, sampaikan hasilnya secara transparan kepada publik,” ujarnya.


Menurut Ghulam, penanganan karhutla tidak cukup berhenti pada pemadaman api. Evaluasi terhadap upaya pencegahan, pengawasan wilayah konsesi, serta pertanggungjawaban pihak yang terbukti melanggar juga harus menjadi bagian dari penanganan yang menyeluruh.


Dampak karhutla, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan kerusakan ekosistem, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kualitas hidup warga Riau. Karena itu, ketidakjelasan penanganan terhadap suatu temuan dapat memperbesar ketidakpercayaan publik terhadap penegakan hukum.


“Jangan sampai setiap tahun masyarakat kembali menghadapi persoalan asap, sementara pertanggungjawaban atas kebakaran di wilayah konsesi tidak mendapatkan kejelasan. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata dan penjelasan yang bisa diuji, bukan sekadar pernyataan bahwa penegakan hukum sedang berjalan,” kata Ghulam.


Ia juga meminta Kapolda Riau, Irjen Pol Arman Achdiat, membuka ruang koordinasi dengan organisasi lingkungan dan masyarakat sipil yang memiliki data terkait karhutla. Pelibatan mereka dinilai dapat membantu proses verifikasi informasi dan memperkuat pengawasan publik, tanpa mengurangi independensi penyelidikan aparat penegak hukum.


Bagi PKC PMII Riau, langkah tersebut menjadi penting untuk memastikan bahwa setiap laporan ditindaklanjuti secara profesional dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Transparansi, menurut Ghulam, bukan berarti membuka seluruh materi penyelidikan yang bersifat rahasia, melainkan memberikan kejelasan kepada publik mengenai tindak lanjut laporan sesuai ketentuan yang berlaku.


Ghulam menegaskan desakan tersebut bukan upaya menghakimi perusahaan tanpa bukti. Sebaliknya, PMII meminta agar seluruh pihak yang terindikasi terkait dengan karhutla memperoleh pemeriksaan yang objektif, sementara pihak yang terbukti melanggar harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.


“Kapolda baru menghadapi ujian lama di Riau: memastikan penegakan hukum karhutla berjalan tanpa tebang pilih. Kami mendesak agar setiap indikasi yang berkaitan dengan konsesi korporasi ditindaklanjuti secara serius. Jika terbukti melanggar, tindak tegas sesuai hukum. PKC PMII Riau akan terus mengawal persoalan ini sampai ada kejelasan,” tutup Ghulam."****








LIPUTAN         :    NUR
EDITOR            :    REDAKSI