Jumat, 26 Juni 2026

Menteri ESDM, BIN dan Kejagung Harus Serius Selidiki Stok Batubara PLN, "Awas, Dirut PLN Itu Licik!"

Menteri ESDM, BIN dan Kejagung Harus Serius Selidiki Stok Batubara PLN, "Awas, Dirut PLN Itu Licik!"






KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,     -
Langkah Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menggandengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam menelusuri kejanggalan stok batubara PLN hingga memicu pemadaman bergilir di Jawa dan Kalimantan, mendapat apresiasi dari elemen masyarakat.


Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (Kornas Re-LUN) Teuku Yudhistira  yang sejak awal menyoroti kasus ini, turut memberi masukan kepada tim yang dilibatkan dalam masalah serius tersebut.


"Ini cukup menarik, karena artinya sudah mulai tercium kebohongan. Apalagi dikatakan PLN minta batubara kalori 5.000 atau medium rank coal (MRC). Padahal di Jawa yang banyak berdiri PLTU low-rank coal (LRC). PLTU yang  bagian program 10.000 MW kan low rank semua," beber Yudhistira saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (26/6/2026).


"Nah, masukan seperti ini yang harus diberikan ke BIN dan Kejagung, karena data PLN yang diterima pemerintah dan publik  tidak jelas," imbuhnya.


Yudhistira juga menyampaikan, faktor lain yang menghambat pasokan batubara ke PLN adalah skema pembayaran yang rumit sehingga membuat pemilik tambang batubara enggan menyuplai.


"Pasokan batubara terhambat, faktor lainnya karena sistem pembayaran yang dialihkan ke sub-holding, ini yang membuat prosesnya panjang," ucapnya.


Namun dibalik fakta itu, Yudhis mengingatkan Menteri ESDM dan lembaga negara yang terlibat dalam penyelidikan kasus ini, untuk lebih jeli.


"Awas Dirut PLN Darmawan Prasodjo itu licik dan licin. Jangan sampai terbuai dengan narasi yang dibangunnya plus mimik wajah yang sedih, jadi lemah. Busuk di PLN selama dipimpin Darmo ini harus segera diamputasi agar tidak menyebar secara luas," tandasnya.



Buktinya, kata Yudhis, ketika terjadi Blackout Sumatera beberapa waktu lalu, dengan mudahnya Dirut PLN menyalahkan alam.


"Mentang-mentang alam gak mungkin bicara. Sekarang, giliran padam bergilir menyalahkan batubara, yang artinya, selalu menyalahkan pihak lain. Padahal semua bisa diantisipasi bila reserve margin dan keandalan sistem dibangun," bebernya.


Parahnya lagi, sambung dia, selama 5 tahun ini, sistem kelistrikan yang harusnya menjadi _back bone_ sistem kelistrikan, justru tidak ada yang jalan.


"Yang jalan justru project-peoject yang tidak produktif dan diduga ada hengki pengki seperti project AMI dan sewa pembangkit berbasis BBM," ungkap Yudhistira.


"Satu lagi, ini harus segera dituntaskan. Karena kasus pemadaman listrik ini juga ancaman bagi pemerintahan Prabowo, terindikasi ada semacam sabotase. Karena itu saya selalu menekankan, copot seluruh Direksi PLN, khususnya Darmawan Prasodjo dan kroninya," tegas Yudhis.


Seperti diketahui, terkait pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa, Darmawan Prasodjo sebelumnya mengatakan, ada sejumlah PLTU di Jawa yang terhambat pengoperasiannya karena stok batubara yang menipis. 


Di antaranya:
- *Jawa Bagian Barat*, antara lain PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1-8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, PLTU Indramayu. 

- *Jawa Bagian Tmur*, di antaranya PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan dan PLTU Tanjung Awar-awar.

Semua PLTU itu disebutkannya membutuhkan pasokan batubara dengan kalori 5.000 atau medium rank coal (MRC). Pernyataan itu langsung disanggah Kornas Re-LUN Teuku Yudhistira. Menurut Yudhis, apa yang disampaikan Darmo adalah pembohongan publik yang sangat keterlaluan.


"Jelas pernyataan tukang bohong dan dia berani menyatakannya di media. Dia (Darmo-red) bilang _medium rank coal_ yang gak ada, padahal PLTU yang disebutkan namanya oleh dia, sebagian besar cukup pakai _low rank coal_ karena bagian dari proyek 10.000 MW yang memang di-desain pakai low rank coal," kecamnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (22/6/2026)."****







LIPUTAN      :    RED
EDITOR         :    REDAKSI 
Hampir Sepekan Padam Listrik Bergilir di Kalimantan, Tapi PLN Tidak Transparan

Hampir Sepekan Padam Listrik Bergilir di Kalimantan, Tapi PLN Tidak Transparan





KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,       -
Pemadaman listrik di tanah air terus meluas. Setelah Pulau Jawa yang hingga kini belum normal total, sekarang situasi serupa juga melanda Pulau Kalimantan. Bahkan menurut informasi, keresahan warga akibat padam listrik bergilir sudah terjadi hampir sepekan atau persisnya sejak Senin, 22 Juni 2026.


Menurut informasi, sejumlah wilayah di Kalimantan yang terdampak pemadaman listrik meliputi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (seperti Palangka Raya), serta kawasan Kalimantan Timur. 


Isunya, Versi PT PLN (Persero) yang disebar ke masyarakat, penyebab utamanya adalah kendala operasional dan menurunnya pasokan listrik pada sistem interkoneksi Kalimantan akibat adanya gangguan pada salah satu pembangkit listrik.


Misalnya seperti pengumuman yang disampaikan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banjarmasin bahwa pemadaman listrik bergilir ini sehubungan dengan adanya kendala operasional sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan.


Akibatnya terjadi penurunan pasokan daya, sehingga petugas PLN saat ini melakukan pengaturan beban pada sistem interkoneksi sebagai langkah menjaga kestabilan sistem kelistrikan secara menyeluruh.


Oleh sebab itu sebagian wilayah di Kota Banjarmasin kembali terkena pemadaman bergilir pada Kamis, 25 Juni 2026, hari ini.


Kordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Kornas Re-LUN) Teuku Yudhistira pun kembali buka suara. Ia bahkan mendesak agar PLN transparan atau terbuka kepada masyarakat bagaimana fakta yang terjadi sehingga memicu keresahan masyarakat.


"Karena dari data yang kami himpun, banyak permasalahan yang menjadi pemicu pemadaman listrik di Kalimantan ini, termasuk masalah batubara,"" beber Yudhistira.


Menurut Yudhis, transformasi energi yang selalu digaungkan Dirut PLN Darmawan Prasodjo yakni energi baru terbarukan (EBT) cenderung isapan jempol belaka.


"Karena faktanya, untuk sistem kelistrikan PLN masih ketergantungan dengan PLTU yang menggunakan batubara. Nah persoalan di Kalimantan ini juga salah satunya tidak terlepas dari batubara dan disamping masalah lainnya," ungkapnya.


Berikut daftar permasalahan yang berdampak pemadaman Interkoneksi Kalimantan:


-*Ketidaksiapan Pembangkit*
* FD PLTU CFK #1,2 Total 40 MW (Kendala Batu Bara basah & Batu Bara Gantung, DMN 45 MW)
* FD PLTU Muara Jawa #1 21 MW (Kendala Bearing Turbin, DMN 27.5 MW)
* FD PLTU Muara Jawa #2 5 MW (Kendala Bearing Turbin, DMN 27.5 MW)
* FD PLTGU Senipah#2 27 MW (Dalam pemantauan pasca gangguan cooling LPT setelah masuk system Kembali, DMN 46 MW)
* FD PLTGU Senipah STG 9 MW (Kendala Operasi 1 unit HRSG beban tidak maksimal, DMN 25 MW)
* FO PLTGU Senipah#1 46 MW (Gangguan Alarm Firing sisi LPT, Estimasi 20 Feb 2026 s.d M1 Sep 2026)
* FO PLTU Indoeka#1 100 MW (Gangguan MFT Boiler Trip, DMN 100 MW)
* FO PLTU Indoeka#2 100 MW (Gangguan MOP, Estimasi 13 Jun 2026 sampai dengan 04 Agustus 2026)
* FO PLTU ITP 45 MW ( Kendala Ketersediaan Batubara 11 Mar 2026 sampai 31 Juli 2026)
* FO PLTU Asam2#4 54 MW (Perbaikan Turbine Generator 20 Sep 2025 s.d 01 Agustus 2027)
* PO PLTU Pulpis 45 MW (Simple Isnpection 01 Jun 2026 s.d 26 Jun 2026)
* PO PLTU TPI #2 100 MW (Seriously Inspection 17 Jun 2026 s.d 13 Jul 2026)
* FD PLTMG Bengkanai 70 MW (Kendala Supplay Gas Medco, Menggunakan Tube Skid CNG, DMN 185 MW )
Transfer Komam - Tanjung : 64.6 MW (Kaltim kirim ke Kalsel)


"Akibat situasi itu, manual load shedding (MLS) atau pemadaman terus terjadi. Total
MLS untuk Kaltimra sebesar 83.3 MW . Rinciannya, Padam Umum 83.3 MW, Padam Captive 0 MW. Sedangkan untuk 
MLS Kalselteng totalnya 113.45 MW, dengan rincian Padam Umum 100.65 MW dan Padam Captive 12.80 MW," sebutnya.


Lebih jauh Yudhistira mengatakan, kebohongan atas fakta yang terjadi, jelas membuktikan rusaknya manajemen korporasi di tubuh manajemen PLN saat ini. Hal sekaligus menambah daftar kebohongan PLN sejak era Darmawan Prasodjo.


"Ya informasi nya itu, ada arahan dari Divisi Komunikasi PLN untuk tidak terbuka ke masyarakat tentang pemadaman. Dan pastinya akibat situasi ini, kepercayaan publik terhadap PLN. Tentunya presiden Prabowo tidak bisa diam. Harus ada sikap tegas, mengambil tindakan mencopot seluruh Direksi PLN khususnya Dirut yang membawa aura negatif bagi pemerintahan Prabowo," pungkasnya."****






LIPUTAN        :     RED
EDITOR           :     REDAKSI 
Tiba di Kuansing, Bupati Asmar Tinjau Kesiapan Stan Bazar Kafilah MTQ Meranti

Tiba di Kuansing, Bupati Asmar Tinjau Kesiapan Stan Bazar Kafilah MTQ Meranti






KabarPesisirNews.Com
KUANSING RIAU,   - 
Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar meninjau langsung kesiapan Stan Bazar Kafilah MTQ Meranti dalam rangka keikutsertaan MTQ Ke-44 tingkat Provinsi Riau tahun 2026, di Astaka Utama Tepian Narosa Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat (26/6/2026) sore.


Setiba di Teluk Kuantan, Bupati Asmar langsung ke lokasi stan bazar Pemkab Meranti untuk memastikan seluruh persiapan teknis stan bazar berjalan dengan optimal, baik dekorasi, fasilitas maupun produk unggulan Meranti.


"Kita ingin memastikan semua persiapan dan teknis berjalan optimal. Saat ini saya perintahkan Kadis Perindag untuk mengejar seluruh persiapan teknis stan bazar. Insyaallah malam ini siap 100 persen," ujarnya.


Selain itu, Asmar juga menyampaikan beragam produk unggulan daerah, seperti makanan olahan berbahan dasar sagu, kopi, kelapa, serta berbagai kerajinan tangan khas Meranti, akan ditampilkan di Stan Meranti. 


"Kita memiliki berbagai produk asli daerah yang luar biasa untuk ditampil ditampilkan di stan bazar Meranti," jelas Bupati Asmar.


Selanjutnya Asmar juga berharap, perhelatan MTQ tingkat provinsi juga dapat menjadi wadah promosi hasil UMKM kabupaten/kota se-Provinsi Riau.


Turut mendampingi Bupati Asmar, para Asisten, staf ahli, pimpinan OPD dan para Kepala Bagian Setdakab Meranti."****





LIPUTAN        :      NUR
EDITOR           :      REDAKSI 
Diiringi Doa dan Rasa Hormat, AKP Irwanto Tanjung Tinggalkan Polsek Pulau Burung Menuju Jabatan Kabag Ops Polres Inhil

Diiringi Doa dan Rasa Hormat, AKP Irwanto Tanjung Tinggalkan Polsek Pulau Burung Menuju Jabatan Kabag Ops Polres Inhil






KabaarPesisirNews.Com
PULAU BURUNG INHIL RIAU,   -
Suasana haru menyelimuti keluarga besar Polsek Pulau Burung saat menggelar doa selamat untuk mengantarkan Kapolsek Pulau Burung, AKP Dr. Irwanto Tanjung, S.H., M.H., yang mendapat amanah baru sebagai Kabag Ops Polres Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (25/6/2026).


Kegiatan yang dihadiri seluruh personel Polsek Pulau Burung dan tokoh masyarakat Nangti itu menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih kepada AKP Irwanto Tanjung yang selama ini dikenal sebagai pemimpin tegas, humanis, dan dekat dengan anggota.


Acara tersebut digagas oleh Kanit Reskrim Polsek Pulau Burung, Ipda A.T. Tampubolon, S.H., sebagai bentuk penghormatan kepada senior yang telah banyak memberikan bimbingan dan teladan kepada anggota.


"Beliau bukan hanya pimpinan, tetapi juga mentor bagi kami. Banyak pelajaran yang kami peroleh selama beliau memimpin Polsek Pulau Burung," ujar Ipda Tampubolon.


Selama menjabat Kapolsek Pulau Burung, AKP Irwanto Tanjung dikenal menerapkan kepemimpinan yang mengedepankan disiplin, kebersamaan, dan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga aktif membangun sinergi dengan masyarakat serta memperkuat soliditas internal personel.


Mutasi jabatan tersebut disambut bangga oleh para anggota. Meski merasa kehilangan sosok pemimpin yang menjadi panutan, mereka meyakini pengalaman dan kemampuan AKP Irwanto Tanjung akan membawa kesuksesan dalam mengemban tugas baru sebagai Kabag Ops Polres Inhil.


Dalam kesempatan itu, AKP Irwanto Tanjung menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel dan masyarakat Pulau Burung yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya selama ini.


"Keberhasilan yang diraih bukan hasil kerja saya sendiri, tetapi hasil kebersamaan seluruh anggota. Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan loyalitas yang telah diberikan selama ini," katanya.


Ia juga berpesan agar seluruh anggota tetap menjaga kekompakan, profesionalisme, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.


"Jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap seluruh personel tetap solid dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pesannya.


Sementara itu, tokoh masyarakat Nangti mengapresiasi pengabdian AKP Irwanto Tanjung selama bertugas di Pulau Burung.


"Beliau dekat dengan masyarakat dan banyak memberikan kontribusi dalam menjaga keamanan wilayah. Kami mendoakan beliau sukses di tempat tugas yang baru," ujarnya.


Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Momen tersebut menjadi simbol kuatnya hubungan antara pimpinan dan anggota, sekaligus bentuk penghormatan tulus dari para junior kepada seorang senior yang telah meninggalkan jejak pengabdian dan keteladanan selama memimpin Polsek Pulau Burung."****








LIPUTAN INHIL       :    SAD
EDITOR                     :    REDAKSI 
Wakapolres Tinjau Progres Sumur Bor, solusi Air Bersih Bagi 100 KK di Selatpanjang Timur.

Wakapolres Tinjau Progres Sumur Bor, solusi Air Bersih Bagi 100 KK di Selatpanjang Timur.







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Kepulauan Meranti terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program penyediaan air bersih. 


Memasuki hari kelima pengerjaan, progres pembangunan sumur bor di Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, telah mencapai sekitar 75 persen.


Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026) siang itu dipantau langsung oleh Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Detis Mayer Silitonga, SH, bersama sejumlah personel Polres dan Polsek Tebing Tinggi.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut KBO Sat Intelkam Polres Kepulauan Meranti IPTU Mada Surya, Kanit Intelkam Polsek Tebing Tinggi AIPTU Hans Riduan, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Selatpanjang Timur BRIPKA Ade Fadhli.


Pembangunan sumur bor berlokasi di halaman belakang Kantor Lurah Selatpanjang Timur, Jalan Dorak Nomor 38. Program ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 100 kepala keluarga yang tinggal di kawasan tersebut.


Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga mengatakan, program sumur bor ini merupakan bagian dari bakti sosial Polri yang bertujuan membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih secara berkelanjutan.


"Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kepulauan Meranti berupaya hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya dengan menyediakan sarana air bersih yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang," ujarnya.


Berdasarkan data teknis, sumur bor yang dibangun memiliki kedalaman 75 meter dengan pipa sedot berukuran 2,5 inci. Air nantinya akan didistribusikan menggunakan pompa berkapasitas 20 liter per menit menuju tandon penampungan berkapasitas 1.000 liter yang dibangun di atas menara setinggi 2,5 meter.


Pada hari kelima pengerjaan, tim pelaksana fokus menyelesaikan pengecoran fondasi dan tiang penyangga tandon air berukuran 170 sentimeter persegi. Secara keseluruhan, progres pekerjaan telah mencapai sekitar tiga perempat dari target yang direncanakan dengan estimasi waktu penyelesaian selama tujuh hari.


Menurut Kompol Detis, kebutuhan air bersih di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi persoalan yang cukup krusial mengingat kondisi geografis daerah yang didominasi pulau-pulau kecil dengan lahan rawa dan gambut. Selama ini sebagian masyarakat masih mengandalkan penampungan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


"Kehadiran sumur bor ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam memperoleh akses air bersih yang lebih mudah, terutama saat musim kemarau atau ketika ketersediaan air hujan berkurang," tambahnya.


Polres Kepulauan Meranti memastikan pembangunan sumur bor akan terus dipantau hingga selesai dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif.


 Program penyediaan air bersih ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup warga di wilayah Kepulauan Meranti."****







SUMBER       :  HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR         :  REDAKSI 
Selatpanjang Sunyi, Desa Gaduh: Jerit Warga Terdampak Tutupnya Panglong Arang di Meranti

Selatpanjang Sunyi, Desa Gaduh: Jerit Warga Terdampak Tutupnya Panglong Arang di Meranti





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,     -
Jika di Kota Selatpanjang isu penutupan panglong arang mulai senyap, tidak demikian di desa-desa pesisir Kepulauan Meranti. Topik ini masih jadi "menu utama" obrolan warga setiap hari.


Sebabnya sederhana: perut. Sejak puluhan tungku arang bakau ditutup aparat, kehidupan pencari kayu mangrove berubah 180 derajat.


“Dulu kami bisa bawa pulang Rp100 ribu sehari hasil jual kayu bakau ke panglong. Sekarang? Ngais siput di lumpur,” keluh warga Desa Gogok Urin dan Rusli kamis , 25 Juni 2026.


Dari kerja keras seharian, mereka mengaku paling banyak dapat 2 kg siput. Dengan harga Rp22.000 per kg, pendapatan kotornya hanya Rp44.000,- seharian kerja.


“Uang itu buat beli beras, beli air galon. Buat susu anak sama biaya sekolah? Jelas tak cukup. Jauh panggang dari api. Kalau hujan, tak bisa turun ke laut. Artinya dapur tak ngebul,” tuturnya lirih.


Keresahan itu, kata warga, sudah disampaikan ke Pemkab Meranti dan DPRD. “Kami tak minta banyak: pekerjaan pengganti atau panglong arang bisa buka kembali.”


“Kami minta APH pusat dan daerah memberi kelonggaran agar panglong arang buka lagi. Itu adalah tempat kami cari makan dan biayai anak sekolah,” pinta warga lain.


Mereka juga meminta kepada pemilik panglong arang agar  segera buka kembali, supaya mereka bisa bekerja lagi, karena kerja mencari siput, kalau hari hujan kami tak bisa melaut,  Otomatis buat makan saja terancam. Menurut  Rusli Pernah ia  bersama istrinya makan satu hari cuma sekali, asalkan anak makan dua kali sehari. Untuk itu tolonglah pemerintah daerah maupun pusat mendengarkan keluh kesah kami.”
 

Menanggapi itu, Pemerhati Lingkungan dan Sosial Meranti, Drs. Amir Hasan, mengaku mengapresiasi langkah cepat APH menyelamatkan hutan mangrove.


“Ini perlu. Kalau tidak, Meranti bisa tinggal nama. Mangrove itu benteng alami penahan abrasi,” tegas Amir.


Namun, ia mengingatkan pemerintah harus memilah. Tidak semua panglong arang ilegal. Sesuai penjelasan Kepala UPT KPH Tebing Tinggi, Apidian Suherdianta, setiap panglong wajib punya dua legalitas: izin industri dan legalitas sumber bahan baku kayu bakau.
  

Data UPT KPH menyebut, hingga kini hanya Koperasi Silva yang tercatat mengurus legalitas pemanfaatan hutan lewat skema Hutan Tanaman Rakyat (HTR) seluas 2.100 hektare untuk 52 panglong arang.


Masalahnya, izin itu terdampak moratorium pemanfaatan hutan yang diberlakukan pusat sejak 2023. Meski moratorium dicabut pada 2025, Koperasi Silva wajib mengurus ulang melalui sistem baru Kementerian Kehutanan RI.


“Izin Kopsilpa berlaku 35 tahun sejak 2017. Tapi karena moratorium, mereka harus menyesuaikan administrasi lewat sistem SIPUHH – Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan.
 

Dengan adanya kejelasan itu, Amir Hasan mengusulkan jalan tengah. Sambil Koperasi Silva mengurus perizinan, pemerintah diminta memberi kelonggaran agar tungku arang bisa beroperasi kembali.
Dan Ini satu-satunya jalan agar masyarakat bisa bekerja lagi.      


Dan tentang pengurusan perizinan oleh koperasi Silva baik pemerintah daerah maupun pusat jangan dipersulit,  pengurusannya izin sekarang sudah satu pintu, lewat sistem OSS, tapi tetap butuh rekomendasi berjenjang , dari KPH di daerah ke Dinas Kehutanan Provinsi, baru ke KLHK, kalau semua mempermudah , izin cepat keluar, jelas Amir.


Ia menambahkan, kalau  mengharapkan bantuan dari Pemerintah Daerah melalui APBD Meranti untuk warga terdampak penutupan panglong arang jelas tidak realistis, Kemampuan keuangan terbatas jauh dari kata cukup.”


Kini bola panas ada di tangan pemerintah. Di satu sisi haruskah  menunggu izin rampung, sementara di sisi lain perut ribuan warga pesisir tak bisa menunggu."****







LIPUTAN        :     RED
EDITOR           :     REDAKSI 

Judi Tembak Ikan-ikan Di desa sangat Meresahkan Masyarakat Dimana Penegak Hukum??

Judi Tembak Ikan-ikan Di desa sangat Meresahkan Masyarakat Dimana Penegak Hukum??






KabarPesisirNews.Com
PELALAWAN RIAU,    -
Perjudian membuat anak istri sengsara, dan membuat sipenjudi menjadi miskin dan melarat. Tidak ada pemain judi menjadi kaya. Apalagi judi Tembak Ikan-ikan. Karena itu para penegak hukum harus bertindak tegas bentuk perjudian.


Salah satu hasil investigasi awak media ini, 21-6-2026, judi tembak ikan-ikan yang berada di desa Segati, kecamatan langgam, kabupaten Pelalawan Riau. Sudah marak dan sangat meresahkan masyarakat.


Bagaimana tindakan penegak hukum ada di desa Segati, kecamatan langgam, apakah penegak hukum tutup mata ? terhadap judi Tembak Ikan-ikan ini


Salah satu masyarakat angkat bicara, ketika awak media ini konfirmasi, dan masyarakat tersebut egan menyebutkan nama. Masyarakat yang tinggal di sekitar tembak ikan-ikan membenarkan bahwa judi tersebut sudah ada disini pak.


Bahkan sudah lama pak, tetapi penegak hukum saya liat tidak bertindak, alias tutup mata. Mereka beroperasi pada sore hari dan sampai malam hari pak ujar masyarakat tersebut.


Harapan kami sebagai masyarakat, supaya perjudian didesa kami, agar di tindak tegas dan bila perlu  perjudian ditutup tegas masyarakat.
 

Ditempat terpisah awak media ini, konfirmas diduga pemilik tembak ikan-ikan Sembiring, lewat wa, Sembiring menjawab Apa? Ketika ditanya diduga abang pemilik tembak ikan-ikan tersebut? Sembiring tidak menjawab alias bungkam."****








LIPUTAN PELALAWAN     :   DAVIDSON
EDITOR                                :   REDAKSI 



Kota Pangkal Kerinci Langganan Banjir Hanya Hujan Beberapa Jam Saja.

Kota Pangkal Kerinci Langganan Banjir Hanya Hujan Beberapa Jam Saja.





KabarPesisirNews.Com
PELALAWAN RIAU,    -
Keadaan kota Pangkalan Kerinci Jika Hujan turun, beberapa jam saja sudah mengkhawatirkan masyarakat tersebut. Apabila musim penghujan, disini membuat masyarakat sangat resah.


Kota Pangkalan Kerinci merupakan suatu kota, yang terletak di dataran rendah apabila hujan akan terjadi banjir. Setiap jalan dan gang di kota Pangkalan Kerinci pasti banjir.


Bukan saja setiap gang dan jalan, tetapi jalan lintas Timur pun juga kena banjir.


Padahal kota Pangkalan Kerinci ini, berdiri sudah hampir dua puluh tahun lebih. Belum satu pun pemerintah bisa mengatasi banjir tersebut.


Baik pemerintah sekarang maupun pemerintah yang lalu. Mereka terpilih ini, menjadi Bupati Pelalawan sampai dua periode belum juga bisa mengatasi banjir.


Salah satu masyarakat kota Pangkalan Kerinci, tepatnya seorang ibu rumah tangga, ibu Lenny Marlina, mengatakan ketika awak media ini konfirmasi, Rabu 24-6-2026.


Lenny mengatakan setiap datang hujan, ditempat kami ini, selalu kena banjir. Sehingga kami sangat khawatir dan resah saat hujan turun.


Lanjut Lenny banjir ini, bisa masuk mengenangi rumah dan masuk kedalam rumah. Saat ini banjir didepan rumah Uda hampir 40-50 centimeter, sedangkan kedalam rumah sudah lewat  semata kaki. Sehingga bisa merusaki perabotan rumah tangga seperti: mesin cuci, lemari es dan lain sebagainya.


Harapan kami kepada pemerintah, supaya mengatasi segera lah banjir yang ada di kota Pangkalan Kerinci, khususnya ditempat kami ini. Apalagi bapak Bupati kami sudah berjanji akan mengatasi banjir di kota Pangkalan Kerinci ini pak tutup Lenny."****








LIPUTAN PELALAWAN   :  DAVIDSON
EDITOR                              :  REDAKSI 
Bhabinkamtibmas Selat Panjang Timur Cek Pertanian Jagung Manis Warga

Bhabinkamtibmas Selat Panjang Timur Cek Pertanian Jagung Manis Warga






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Dalam rangka mendukung program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) dan ketahanan pangan masyarakat, Bhabinkamtibmas Kelurahan Selat Panjang Timur, BRIPKA Ade Fadhli, melaksanakan pengecekan pertanian jagung manis milik warga pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 08.45 WIB.


Kegiatan pengecekan dilakukan di lahan pertanian yang berlokasi di Jalan Pramuka, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, dengan luas lahan sekitar 250 meter persegi. Lahan tersebut merupakan milik Hasan (30), warga Jalan Dorak, Kelurahan Selat Panjang Timur.


Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, melalui Kapolsek Tebing Tinggi, AKP J.A. Lubis, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memantau perkembangan pertanian warga sekaligus memberikan dukungan terhadap program ketahanan pangan yang sedang digalakkan.


Dari hasil pengecekan di lapangan, kondisi tanaman jagung manis diketahui dalam keadaan baik dan subur. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat komunikasi dan koordinasi antara pemilik lahan dengan pihak pendamping maupun petugas terkait.


Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus mengembangkan program P2B sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian keluarga.
Kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif."****







LIPUTAN       :   ALD
EDITOR          :   REDAKSI 

Kamis, 25 Juni 2026

Bhabinkamtibmas Polsek Tebingtinggi Cek Budidaya Lele Warga di Desa Sendanu Darul Ihsan

Bhabinkamtibmas Polsek Tebingtinggi Cek Budidaya Lele Warga di Desa Sendanu Darul Ihsan






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   - 
Dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Sendanu Darul Ihsan melaksanakan pengecekan budidaya ikan lele milik warga di Jalan Imam Gelau, Desa Sendanu Darul Ihsan, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kamsi, (25/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sendanu Darul Ihsan, Brigadir Ismail Hasan, dengan melakukan peninjauan langsung ke kolam budidaya lele milik Sugeng, warga setempat. Budidaya ikan lele tersebut berada di lahan berukuran 2 x 3 meter dengan jumlah ikan yang diperkirakan mencapai 2.500 ekor.


Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, melalui Kapolsek Tebing Tinggi, AKP J.A. Lubis, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan dilakukan untuk memantau perkembangan budidaya perikanan masyarakat sekaligus memberikan motivasi kepada warga agar terus mengembangkan usaha perikanan sebagai salah satu sektor pendukung ketahanan pangan.


Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui kondisi ikan lele dalam keadaan sehat. Kebersihan kolam dan kualitas air terpantau baik, serta ketersediaan pakan dinilai mencukupi untuk menunjang pertumbuhan ikan. Selain itu, perkembangan budidaya lele milik warga juga menunjukkan kondisi yang positif.


Kegiatan ini turut memperkuat komunikasi dan koordinasi antara pemilik usaha perikanan dengan petugas pendamping, sehingga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha budidaya lele di wilayah tersebut.


Melalui kegiatan pendampingan dan pemantauan secara berkala, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk mengembangkan sektor perikanan yang berpotensi meningkatkan perekonomian keluarga serta mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Kepulauan Meranti."****






LIPUTAN       :     ALD
EDITOR          :     REDAKSI 
POLSEK RANGSANG LAKUKAN PENGECEKAN TANAMAN JAGUNG PIPIL KUARTAL I 2026 DI DESA SONDE

POLSEK RANGSANG LAKUKAN PENGECEKAN TANAMAN JAGUNG PIPIL KUARTAL I 2026 DI DESA SONDE






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   -
Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, jajaran Polsek Rangsang melaksanakan pengecekan lahan tanaman jagung pipil Kuartal I Tahun 2026 di Desa Sonde, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (25/6/2026).


Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sonde, Brigadir Ahmad Kamil, pada lahan pertanian milik Kelompok Tani Ducai.


Lahan yang ditanami jagung pipil tersebut memiliki luas sekitar setengah hektare dengan usia tanam mencapai 10 hari. Berdasarkan perkiraan, tanaman jagung tersebut akan memasuki masa panen pada 30 Juli 2026.


Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa hingga saat ini belum terdapat kendala yang signifikan. Namun, minimnya curah hujan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman jagung sehingga kurang maksimal.


Melalui kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas turut mendampingi petani dalam pengelolaan sektor pertanian serta membangun komunikasi yang baik guna mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui keterlibatan langsung dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa.


Kegiatan pengecekan berlangsung mulai pukul 10.50 WIB hingga 11.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan terkendali."****






LIPUTAN      :     RED
EDITOR         :    REDAKSI