KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU, -
Persoalan pemadaman listrik yang berulang di Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menjadi sorotan. Gangguan pasokan listrik yang dinilai semakin mengusik aktivitas masyarakat mendapat perhatian dari Ketua Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Meranti, Rahmat Arifin.
Kepada awak media, Minggu (13/9/2026), Rahmat menilai kondisi tersebut sangat disesalkan mengingat listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat.
“Hal ini sangat disesalkan karena listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat. Jadi kalau hal ini sering terjadi sangat merugikan masyarakat sebagai konsumen,” ujar Rahmat.
Menurutnya, pemadaman yang terjadi berulang kali bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat. Kegiatan ibadah, perdagangan, usaha rumahan hingga aktivitas ekonomi lainnya ikut terdampak.
Bahkan, kata Rahmat, dirinya menerima informasi mengenai adanya keluhan warga terkait perangkat elektronik yang diduga mengalami kerusakan akibat gangguan kelistrikan.
"Kondisi ini tentu membuat aktivitas warga terganggu seperti mau beribadah, jualan dan aktivitas lainnya. Belum lagi menurut warga ada beberapa elektronik milik warga yang rusak. Ini harus menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi pihak PLN Cabang Selatpanjang,” katanya.
Rahmat juga menanggapi munculnya berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait penyebab dan penanganan krisis listrik tersebut.
Menurutnya, munculnya berbagai dugaan di ruang publik harus dilihat sebagai bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan listrik yang dianggap belum memberikan kepastian.
Ia menyebut sejumlah spekulasi bahkan berkembang liar, mulai dari tudingan ketidakprofesionalan dalam pengelolaan pelayanan, dugaan penyalahgunaan BBM, hingga dugaan persoalan dalam penggunaan anggaran perawatan dan pemeliharaan mesin.
Namun demikian, Rahmat menegaskan bahwa berbagai tudingan tersebut merupakan pendapat dan spekulasi yang berkembang di masyarakat dan belum dapat dianggap sebagai fakta sebelum adanya pembuktian serta klarifikasi resmi.
“Jangan salahkan masyarakat berspekulasi. Ada yang bilang pihak PLN Cabang Selatpanjang tidak profesional, ada yang menduga soal minyak dari hasil pemadaman, ada juga yang mempertanyakan penggunaan dana perawatan. Semua pendapat itu muncul karena masyarakat kecewa dengan pelayanan yang dianggap tidak andal,” tegas Rahmat.
Menurutnya, kondisi tersebut justru harus menjadi momentum bagi pihak PLN untuk memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak terjadi ruang kosong informasi yang kemudian diisi dengan berbagai asumsi.
Selain persoalan pemadaman, Rahmat turut menyoroti keluhan masyarakat mengenai perangkat pengaman listrik pada meteran, yang oleh sebagian warga disebut NCB atau MCB.
Ia mengatakan terdapat keluhan warga bahwa perangkat tersebut dinilai mudah mengalami trip atau “membanting”, terutama ketika kondisi panas atau terjadi gangguan tertentu.
“Ada juga beberapa keluhan masyarakat tentang NCB yang digunakan pada meteran milik PLN tersebut tidak bagus. Masyarakat punya dasar yang kuat, NCB milik PLN sering membanting dan disebut tidak tahan panas. Kalau NCB dibeli dari toko, menurut mereka lebih tahan dan tidak membanting,” ungkapnya.
Rahmat menilai keluhan tersebut perlu mendapatkan penjelasan teknis dari pihak PLN. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui apakah persoalan tersebut berkaitan dengan kualitas perangkat, beban listrik, jaringan, atau faktor teknis lainnya.
"Tentu ini perlu dijelaskan secara teknis. Dengan sering matinya listrik di Meranti, jangan sampai masyarakat terus bertanya-tanya mengenai keandalan sistem kelistrikan yang ada,” katanya.
Dari sisi pelayanan publik, Rahmat menilai persoalan listrik tidak semestinya hanya dijawab dengan alasan klasik mengenai kerusakan mesin. Jika gangguan berlangsung berulang, menurutnya harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembangkit, jaringan distribusi, perangkat pengaman hingga pola pemeliharaan.
Ia juga meminta PLN membuka informasi mengenai penyebab gangguan, langkah penanganan serta rencana perbaikan agar masyarakat memperoleh kepastian.
“PLN jangan diam. Berbagai pendapat dan keluhan masyarakat harus ditampung dan dijawab secara transparan serta profesional. Masyarakat membutuhkan pelayanan listrik yang andal, bukan sekadar penjelasan setiap kali terjadi pemadaman,” tegas Rahmat.
Rahmat berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian serius sehingga aktivitas masyarakat dan roda perekonomian di Kepulauan Meranti tidak terus terganggu.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN Cabang Selatpanjang belum memberikan keterangan resmi maupun klarifikasi terkait rangkaian pemadaman listrik dan berbagai keluhan masyarakat tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN Cabang Selatpanjang belum memberikan keterangan resmi maupun klarifikasi terkait rangkaian pemadaman listrik dan berbagai keluhan masyarakat tersebut."****
LIPUTAN : SANUSI
EDITOR : REDAKSI