KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU, –
Situasi yang terjadi di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Eskalasi persoalan narkoba yang sempat memicu gejolak di tengah masyarakat menunjukkan bahwa penanganan isu ini membutuhkan langkah yang cepat, tepat, dan menyeluruh.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Riau mengapresiasi respons cepat yang dilakukan Polda Riau dalam merespons kondisi tersebut. Kehadiran langsung aparat di tengah masyarakat serta upaya penindakan yang dilakukan dinilai sebagai langkah awal yang penting dalam meredam situasi.
Ketua PKC PMII Riau, Sahabat Ghulam Zaky, menyampaikan bahwa langkah cepat tersebut perlu diapresiasi, terutama karena tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mulai menyentuh aspek edukasi kepada masyarakat.
“Respons cepat yang dilakukan patut kita hargai. Ini menunjukkan bahwa negara hadir. Namun yang lebih penting adalah bagaimana langkah ini dijaga konsistensinya agar benar-benar menyelesaikan persoalan dari hulu ke hilir,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan yang menggabungkan penindakan dan edukasi merupakan arah yang tepat, mengingat persoalan narkoba tidak hanya berkaitan dengan pelaku, tetapi juga menyangkut kesadaran dan kondisi sosial masyarakat.
“Penindakan itu penting, tapi tidak cukup. Harus diiringi dengan upaya membangun kesadaran, terutama di kalangan generasi muda, agar persoalan ini tidak terus berulang,” tegas Ghulam.
Meski demikian, PMII Riau mengingatkan agar seluruh langkah yang dilakukan tidak bersifat sementara atau hanya respons situasional. Konsistensi dan pengawasan yang berkelanjutan menjadi kunci dalam memastikan efektivitas penanganan.
“Kita berharap ini bukan hanya gerak cepat di awal, tetapi menjadi langkah yang berkesinambungan. Penegakan hukum harus tegas dan merata, sementara edukasi harus dilakukan secara masif,” tambahnya.
PMII juga menyoroti dinamika yang sempat terjadi di Panipahan sebagai bentuk keresahan masyarakat yang perlu dipahami. Namun demikian, PMII menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus tetap dilakukan secara bijak dan tidak mengarah pada tindakan yang merugikan.
“Kami memahami kegelisahan masyarakat, tetapi tindakan yang berujung anarkis bukan solusi. Harus ada kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, PMII Riau turut mengapresiasi langkah evaluasi internal yang dilakukan oleh pimpinan kepolisian sebagai bagian dari upaya menjaga profesionalitas institusi.
“Langkah evaluasi internal ini penting sebagai bentuk keseriusan. Kepercayaan publik hanya akan tumbuh jika ada ketegasan, baik ke luar maupun ke dalam,” kata Ghulam.
Sebagai organisasi kader, PMII menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pendekatan penanganan narkoba yang tidak hanya represif, tetapi juga humanis dan berorientasi pada pencegahan.
PMII Riau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya pemberantasan narkoba melalui cara-cara yang konstruktif.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara masyarakat dan aparat menjadi kunci agar ruang peredaran narkoba bisa ditekan secara nyata,” tutup Sahabat Ghulam Zaky."****
LIPUTAN : NUR
EDITOR : REDAKSI