Minggu, 24 Mei 2026

Kapolsek Sabak Auh Pastikan Tanaman Jagung Pipil Tumbuh Optimal Meski Kontur Tanah Berpasir

Kapolsek Sabak Auh Pastikan Tanaman Jagung Pipil Tumbuh Optimal Meski Kontur Tanah Berpasir






KabarPesisirNews.Com
SIAK RIAU,   – 
Dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita pemerintah, jajaran Polsek Sabak Auh melaksanakan kegiatan pemantauan tanaman jagung pipil di wilayah Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Minggu (24/5/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 10.10 WIB oleh Bhabinkamtibmas Polsek Sabak Auh, Aiptu Syarif Adli, SH, dengan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lahan pertanian jagung pipil milik UPTD Pertanian Kecamatan Sabak Auh.


Kapolsek Sabak Auh, Ipda Masri Nalzon, S.E., mengatakan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polsek Sabak Auh.


“Melalui kegiatan monitoring ini, kami ingin memastikan tanaman jagung pipil yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan dapat tumbuh dengan baik dan mendapatkan perawatan secara berkelanjutan,” ujar Kapolsek.


Adapun lahan pertanian yang dipantau memiliki luas sekitar 1 hektare dengan titik koordinat berada di 1⁰06'51"N 102⁰06'39.9"E. Tanaman jagung pipil tersebut saat ini telah berusia sekitar 63 hari dengan sistem penanaman semai lubang tanam.


Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi tanaman jagung pipil secara umum berkembang dengan baik dan masih dalam tahap perawatan berkala. Namun demikian, ditemukan pertumbuhan batang jagung yang tidak merata akibat kondisi kontur tanah mineral dan pasir di lokasi lahan pertanian.


Kapolsek Sabak Auh menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan bersama pihak terkait guna mendukung keberhasilan program ketahanan pangan pemerintah.


“Kami berharap program ini dapat memberikan hasil maksimal dan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan pertanian secara produktif,” tutup Ipda Masri Nalzon, S.E."****







LIPUTAN           :     RED
EDITOR              :     REDAKSI 
Perselisihan Oknum Pegawai BRI dan Wartawan di Kepulauan Meranti Dimediasi Perdamaian Dinilai Belum Final Secara Formal dan Kesepakatan Damai

Perselisihan Oknum Pegawai BRI dan Wartawan di Kepulauan Meranti Dimediasi Perdamaian Dinilai Belum Final Secara Formal dan Kesepakatan Damai







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Perselisihan antara seorang oknum pegawai BRI Cabang Selatpanjang berinisial Jamil dengan Kepala Biro media siber Suararakyat.info.T. L. Sahanry, berakhir damai melalui proses mediasi yang difasilitasi pihak perbankan. 


Mediasi berlangsung di kantor BRI Cabang Selatpanjang, Jalan Diponegoro, Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, dalam suasana kondusif dan terbuka.


Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh pimpinan BRI Cabang Selatpanjang, Grasiano Pandu Setiawan, dengan menghadirkan sejumlah pejabat internal bank, unsur media, serta organisasi masyarakat sebagai saksi proses mediasi. 


Kehadiran berbagai pihak dinilai penting guna memastikan penyelesaian dilakukan secara transparan dan mengedepankan komunikasi yang konstruktif.


Turut hadir dalam mediasi tersebut Ari Irawan, Manager Marketing BRI, Kepala Unit BRI Jalan Mesjid Selatpanjang Kota Anjar Wiwit Wiguna, Ketua Organisasi Media AWI Khosir, Pemuda Penggerak Sosial Khairul Soleh, S.Pd, Sekretaris Organisasi Masyarakat Light Independent Bersatu (Team Libas) Rajiono, S.Pd.I, Kabiro Media Lintas Timur Syamsuar, Kabiro Media Topikpublik.com Ade Tian Pratama, Sabri selaku Kabid Humas Team Libas, serta sejumlah insan pers lainnya.


Dalam forum mediasi, Jamil menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada insan pers di Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya kepada T. L. Sahanry. 
 

Permintaan maaf tersebut berkaitan dengan ucapan yang sebelumnya dinilai kurang pantas dan memicu kesalahpahaman saat proses konfirmasi pemberitaan berlangsung.


“Saya tidak ada niat menghina profesi abang sebagai jurnalis. Saat itu kondisi sedang dalam perjalanan dan cuaca panas, sehingga secara manusiawi saya khilaf,” ujar Jamil dalam mediasi tersebut.


Selain menyampaikan klarifikasi terkait komunikasi dengan wartawan, Jamil juga memberikan penjelasan mengenai pemasangan baliho bertuliskan “Jual Cepat” di rumah milik debitur berinisial JM yang sebelumnya menjadi sorotan publik. 


Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan berdasarkan kesepahaman antara pihak bank dan debitur terkait rencana penjualan agunan.


“Terkait pemasangan baliho jual cepat itu, sebelumnya kami pihak bank BRI sudah sepakat dengan debitur untuk menjual agunan milik Ibu JM. Karena itu saya pribadi memasang baliho tersebut,” katanya.


Perselisihan ini bermula dari polemik pemasangan baliho “Jual Cepat” di rumah milik JM di Jalan Perjuangan, Desa Peranggas, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti. Polemik berkembang setelah muncul pemberitaan mengenai dugaan intimidasi terhadap nasabah serta komunikasi yang dianggap kurang etis antara oknum pegawai bank dengan wartawan yang melakukan konfirmasi.


Kasus tersebut kemudian memunculkan perhatian publik karena menyangkut dua aspek penting, yakni perlindungan hak nasabah dalam proses penagihan kredit dan hubungan profesional antara institusi perbankan dengan insan pers. Sejumlah pihak yang hadir dalam mediasi menilai penyelesaian melalui dialog merupakan langkah yang lebih bijak dibanding memperpanjang konflik di ruang publik.


Dalam hasil mediasi, pihak BRI disebut memberikan kelonggaran kepada nasabah untuk menyelesaikan tunggakan kredit sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Pihak bank juga menyatakan akan segera menurunkan baliho yang sebelumnya dipasang di lokasi rumah debitur guna menghindari polemik lanjutan di tengah masyarakat.


Selain itu, pihak bank berencana melakukan komunikasi langsung dengan pemilik rumah, JM, yang saat ini diketahui sedang bekerja di Malaysia. Langkah tersebut dilakukan untuk mencari solusi terbaik terkait penyelesaian kredit dengan tetap mempertimbangkan hak dan kewajiban kedua belah pihak.


Di sisi lain, kalangan pers yang hadir dalam mediasi menegaskan pentingnya menjaga etika komunikasi antara lembaga keuangan dan media. Wartawan memiliki fungsi kontrol sosial dalam menyampaikan informasi kepada publik, sementara institusi perbankan diharapkan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani persoalan nasabah.


Melalui mediasi tersebut, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara damai serta menjaga hubungan harmonis antara institusi perbankan dan insan pers di Kabupaten Kepulauan Meranti. 


Kesepakatan damai itu diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki komunikasi dan mencegah terulangnya polemik serupa di kemudian hari."****








LIPUTAN        :     MP
EDITOR           :     REDAKSI 
Pengawas Pembina Disdik Riau Fasilitasi Penyusunan Kurikulum Terintegrasi P4GN dan PAK di Kepulauan Meranti

Pengawas Pembina Disdik Riau Fasilitasi Penyusunan Kurikulum Terintegrasi P4GN dan PAK di Kepulauan Meranti





KEPULAUAN MERANTI 
Pengawas Madya Dinas Pendidikan Provinsi Riau Dra. Tengku Mashanum bersama sekolah binaannya menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun 2026 yang terintegrasi dengan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) serta Pendidikan Anti Narkoba (PAK). Kegiatan berlangsung di Lab. Axio SMKS Patria Darma, Sabtu (23/5/2026).


Kegiatan ini merujuk pada Surat Edaran Kadisdik Provinsi Riau Nomor 1003.4.1/SE/DISDIK/2026/1359 tentang Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan Terintegrasi P4GN.


“Mengingat betapa pentingnya P4GN dan PAK di sekolah, maka penyusunan KSP terintegrasi ini menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Dra. Tengku Mashanum saat membuka kegiatan.


Pertemuan dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 14.30 WIB.
Turut hadir kepala sekolah dan wakil kurikulum dari 13 sekolah binaan, yaitu


SMKS Patria Darma, SMKS Putra Meranti, SMKS Kasih Matreya, SMKS Al Furqon, SMKS Bina Meranti, SMAS Kalam Kudus, SMAS Tuah Anak Negeri, SMAS Pemda Peranggas, SMAS Meranti, SMAS Al Ma’arif, SMAS IT Darul Fikri, SMAS Mohd. Yudha, dan SMAS Putri Puyu. Hadir juga Tim Pengembang Kurikulum SMAN 1 Tebing Tinggi.


Acara dibuka dengan doa bersama yang dipimpin Kepala Sekolah SMA IT Darul Fikri Boarding School, Ustad Amrul Pahmi HSB, S.Pd.I., M.M.

Sementara itu, Kepala SMK Patria Darma Jumadi, M.Si., bertindak sebagai pembawa acara.

Dra. Tengku Mashanum menjelaskan, tujuan kegiatan ini agar sekolah binaan mampu mengintegrasikan P4GN dan PAK ke dalam dokumen kurikulum yang siap pakai untuk tahun pelajaran 2026/2027 yang akan dimulai Juli 2026.


Ia menambahkan, Kepulauan Meranti termasuk dalam Wilayah I Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang dipimpin Kepala Cabang Wilayah I, Ismail, S.Ag., Wilayah ini membawahi tiga kabupaten: Kepulauan Meranti, Siak, dan Pelalawan.


“Cabang Wilayah I juga akan mengadakan rapat koordinasi dengan kepala sekolah di Pelalawan pada 11 Juni 2026, jika diizinkan Allah, untuk memverifikasi KSP yang telah disusun masing-masing sekolah,” jelasnya.


Kegiatan ditutup dengan penyerahan dokumen kurikulum pada 4 Juni 2026. Setiap satuan pendidikan diminta menyerahkan dokumen yang telah siap untuk dikoreksi oleh pengawas pembina.


Dra. Tengku Mashanum berharap kegiatan ini menjadi contoh bagi sekolah lain. “Semoga kegiatan ini menjadi momen yang patut ditiru sekolah lain,” katanya."****







 
EDITOR              :        REDAKSI 
Polsek Enok Bersama Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pemanfaatan Pekarangan Warga

Polsek Enok Bersama Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pemanfaatan Pekarangan Warga






KabarPesisirNews.Com
ENOK INHIL RIAU,    -
Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan, Personel Polsek Enok  melaksanakan kegiatan pengecekan lahan tanaman Ubi Jalar & Serai milik Warga di Jl.m.boya  desa sungai rukam Kec.Enok minggu 24/05/2026.


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional, sekaligus memastikan kondisi Tanaman Warga  di wilayah binaan tetap produktif dan terjaga. Dalam pelaksanaannya, Ps. Kanit samapta polsek Enok BRIPKA AAN WAHYUDI turun langsung ke lapangan untuk memantau perkembangan tanaman pekarangan milik warga.


Dari hasil pengecekan, diketahui bahwa kondisi tanaman Serai , kacang panjang, jahe dan cabe rawit dan terong di Jl. M. Boya Desa sungai rukam dalam keadaan baik dan tumbuh sesuai harapan. Hal ini tidak terlepas dari peran aktif petani dalam melakukan perawatan serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk pendampingan yang dilakukan oleh Personel Polsek Enok.


Selain melakukan monitoring, BRIPKA AAN WAHYUDI juga memberikan Himbauan kepada para petani agar terus menjaga kualitas tanaman dengan melakukan perawatan secara rutin, seperti pemupukan, pengairan, serta pengendalian hama. Ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada secara optimal guna meningkatkan hasil produksi pertanian.


Kehadiran personel Polsek Enok di tengah masyarakat tidak hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai penggerak dan pendukung program pemerintah, khususnya dalam sektor pertanian. Dengan adanya sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan target swasembada pangan dapat tercapai secara maksimal.tutup Kapolsek Enok IPTU PARSAULIAN SIMANJUNTAK SH.MH."****






LIPUTAN INHIL       :     SAD
EDITOR                     :     REDAKSI 
HUTAMA KARYA PASTIKAN LAYANAN JALAN TOL TETAP BERJALAN NORMAL DI TENGAH PEMADAMAN LISTRIK PLN DI PULAU SUMATRA.

HUTAMA KARYA PASTIKAN LAYANAN JALAN TOL TETAP BERJALAN NORMAL DI TENGAH PEMADAMAN LISTRIK PLN DI PULAU SUMATRA.







KabarPesisirNews.Com
SUMATRA,     – 
Menyikapi kondisi pemadaman listrik PLN yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) memastikan layanan operasional di jalan tol yang dikelola tetap berjalan normal dan terkendali. Seluruh gerbang tol dan fasilitas pendukung yang terdampak telah mendapatkan dukungan pasokan daya cadangan melalui genset, sehingga pelayanan transaksi, pengaturan lalu lintas, serta fasilitas pengguna jalan tetap
dapat beroperasi.


Plt. _Executive Vice President_ (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa perusahaan telah melakukan langkah antisipatif dan respons cepat di seluruh ruas terdampak melalui pemantauan berkala, aktivasi genset, penguatan stok bahan bakar minyak (BBM), serta kesiapsiagaan peralatan pendukung transaksi.


“Sejak terjadi gangguan pasokan listrik, tim operasional di lapangan langsung mengaktifkan sistem cadangan daya di gerbang tol maupun rest area yang terdampak. Hingga saat ini, layanan transaksi di gerbang tol tetap berjalan normal, arus lalu lintas terpantau lancar, dan tidak terdapat antrean signifikan akibat kondisi tersebut,” ujar Hamdani.


Berdasarkan laporan pemantauan lapangan, pada Regional Sumatra Bagian Selatan, yang mencakup Ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), Palembang–Indralaya (Palindra), Indralaya–Prabumulih (Indraprabu), dan Bengkulu–Taba Penanjung
(Bengtaba), layanan operasional terpantau aman dan tetap berjalan normal. Sejumlah titik terdampak seperti GT Prabumulih telah didukung oleh genset dengan stok BBM yang mencukupi, sedangkan GT Bengkulu masih mendapatkan pasokan listrik PLN dengan genset
dalam posisi siaga. Adapun Ruas Terpeka dan Palindra terpantau aman dengan layanan transaksi serta arus lalu lintas yang tetap normal terkendali.


Pada Regional Sumatra Bagian Tengah, yang mencakup Ruas Pekanbaru–Dumai (Permai), Pekanbaru–Bangkinang–XIII Koto Kampar (Pekbangkopar), serta Padang–Sicincin (Pacin), layanan operasional tetap berjalan normal. Sejumlah gerbang tol yang terdampak telah didukung menggunakan genset, termasuk pada GT Sungai Pinang dan GT Bangkinang, sementara beberapa titik seperti GT XIII Koto Kampar serta Ruas Padang–Sicincin telah kembali mendapatkan pasokan listrik PLN. Hutama Karya juga terus memantau ketersediaan BBM genset pada gerbang tol di Ruas Permai untuk memastikan layanan tetap optimal.


Pada Regional Sumatra Bagian Utara, yang mencakup Ruas Binjai–Langsa (Binsa), Indrapura–Kisaran (Inkis), dan Sigli–Banda Aceh (Sibanceh), sejumlah gerbang tol dan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) yang terdampak pemadaman telah didukung oleh genset, stok BBM cadangan, serta peralatan pendukung transaksi. Beberapa titik juga telah kembali mendapatkan pasokan listrik PLN, sementara rest area tetap dipastikan beroperasi dengan dukungan daya cadangan.


Sementara itu, untuk Ruas Betung–Tempino–Jambi (Betejam), GT Pijoan dan GT Muaro Sebapo terpantau menyala normal dengan pasokan listrik PLN. Sementara itu, GT Bayung Lencir masih mengalami pemadaman dan telah didukung genset, termasuk kesiapan genset
cadangan serta stok BBM yang mencukupi. Arus lalu lintas dan layanan transaksi di ruas tersebut tetap berjalan normal terkendali.


Hutama Karya menegaskan bahwa seluruh petugas operasional, layanan lalu lintas, serta tim pemeliharaan tetap bersiaga di lapangan untuk memastikan pelayanan jalan tol tetap aman, lancar, dan nyaman bagi pengguna jalan. Koordinasi juga terus dilakukan bersama pihak terkait
guna memantau perkembangan pasokan listrik PLN serta memastikan kesiapan daya cadangan di setiap titik layanan.


“Kami mengimbau pengguna jalan untuk tetap berkendara dengan aman, memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum memasuki gerbang tol, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. 


Hutama Karya akan terus memberikan pelayanan terbaik dan memastikan operasional jalan tol tetap terjaga selama kondisi pemadaman berlangsung,” tutup Hamdani.


Untuk informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dan layanan jalan tol Hutama Karya, pengguna jalan dapat memantau akun resmi media sosial @HutamaKaryaTollroad, aplikasi Mozy yang tersedia di _App Store_ dan _Play Store_, serta menghubungi call center masing masing ruas apabila membutuhkan bantuan di perjalanan."****








LIPUTAN         :     RED
EDITOR            :     REDAKSI 
Bupati Kepulauan Meranti Hadiri Pelantikan Pengurus HIMPAUDI Masa Bhakti 2026–2030

Bupati Kepulauan Meranti Hadiri Pelantikan Pengurus HIMPAUDI Masa Bhakti 2026–2030





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Kepulauan Meranti Masa Bhakti 2026–2030 yang digelar di Gedung Kuning Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jumat (22/5/2026).


Bupati Kepulauan Meranti melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, S.H., hadir mewakili pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan dukungan terhadap penguatan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Dalam sambutannya, Sudandri Jauzah mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus HIMPAUDI yang baru dilantik. Ia berharap amanah organisasi dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan komitmen demi kemajuan pendidikan anak usia dini di daerah itu.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus yang hari ini resmi dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan komitmen untuk memajukan pendidikan anak usia dini di daerah yang kita cintai ini,” ujar Sudandri.


Ia menegaskan, HIMPAUDI memiliki peran penting sebagai wadah berhimpunnya para pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan.


Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kepribadian anak sehingga perhatian terhadap kualitas layanan PAUD harus terus ditingkatkan.


“Oleh sebab itu, kualitas layanan PAUD harus terus diperkuat agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, kreatif, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing di masa depan,” katanya.


Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, lanjut Sudandri, berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan, termasuk pendidikan anak usia dini, sebagai bagian penting dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia.


Ia juga berharap kepengurusan HIMPAUDI yang baru dapat menghadirkan program-program inovatif, khususnya dalam peningkatan kompetensi guru PAUD, penguatan kelembagaan, serta pengembangan metode pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.


Selain itu, ia mendorong agar HIMPAUDI terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, para orang tua, dan seluruh elemen masyarakat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Sementara itu, Ketua HIMPAUDI Kabupaten Kepulauan Meranti 
Hj. Ismiatun, S.E., menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan berupaya menjadikan HIMPAUDI sebagai organisasi yang solid, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan anak usia dini di daerah.


Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk menjaga kekompakan, memperkuat komunikasi organisasi, serta terus berinovasi dalam meningkatkan mutu layanan PAUD di Kabupaten Kepulauan Meranti."****






LIPUTAN         :      NUR
EDITOR            :      REDAKSI 

Sabtu, 23 Mei 2026

Dirut PLN Cuma Minta Maaf Tanpa Memberi Jaminan Kapan Listrik Pulih,  Pulau Sumatera Masih Gelap Gulita

Dirut PLN Cuma Minta Maaf Tanpa Memberi Jaminan Kapan Listrik Pulih, Pulau Sumatera Masih Gelap Gulita





KabarPesisirNews.Com
MEDAN SUMUT,    -
Memasuki hari kedua, kondisi sistem kelistrikan di Pulau Sumatera belum juga pulih secara normal. Karena faktanya, hingga Sabtu malam (23/5/2026), Blackout masih terjadi dari Aceh sampai Lampung. Ironisnya, keresahan masyarakat hanya diganjar sebatas permintaan maaf oleh Dirut PLN Darmawan Prasodjo.


Pantauan di lapangan, salah satu wilayah yang terdampak pemadaman listrik total adalah Kota Medan. Meski sejak pagi hingga siang tadi listrik sempat menyala, namun menjelang malam listrik kembali padam.


"Masyarakat seperti kena prank oleh PLN. Sempat nyala satu dua jam, tapi kembali padam malam ini sampai sekarang," sungut Abdul, warga Jalan Megawati, Medan Area.


Akibat situasi tersebut, masyarakat pun dibuat panik. Alhasil, karena kebingungangan tak bisa beraktivitas atau beristirahat di rumah, banyak masyarakat memilih keluar rumah hingga kondisi lalu lintas menjadi padat.


"Ya saya keluar rumah terpaksa karena panas, mau tidur gak bisa. Gitu juga dengan masyarakat yang keluar malam-malam gini, pasti karena mau cari angin karena kepanasan di rumah akibat listrik padam," sebutnya.


Kata Abdul, situasi di Kota Medan yang gelap gulita semakin diperparah dengan isu kelangkaan BBM. Masyarakat yang panik akhirnya rela mengantre berjam-jam mengisi bahan bakar kendaraannya karena khawatir tidak kebagian.


"Makanya macet dimana-mana. Semua pom bensin yang saya datangi, semua penuh antrean panjang kendaraan. Alasan mereka, karena takut kehabisan BBM," ujarnya.


Sementara itu, listrik di Kota Jambi dan sebagain Pekanbaru, Riau yang sempat pulih, pada Sabtu malam ini dilaporkan kembali padam.


"Iya, padam lagi bang. Parah PLN," ujar Ahmad, warga Kota Jambi. saat dikonfirmasi melalui saluran telepon. 


Namun yang lebih memprihatinkan, kejadian yang telah memicu keresahan masyarakat ini, hanya dibayar Dirut PLN Darmawan Prasodjo dengan kata maaf. Bahkan dia tak bisa memberi jaminan kapan listrik akan kembali pulih secara normal.


"Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat imbas pemadaman total atau blackout sistem kelistrikan di wilayah Sumatera. Gangguan tersebut berawal dari masalah pada transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang dipicu oleh faktor cuaca ekstrem," ucapnya dalam preskon di Jakarta.


Dirut PLN Didesak Mundur


Merespons peristiwa ini, Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (Kornas Re-LUN) sekalian Ketua Umum PP IWO Teuku Yudhistira mengatakan, bahwa sangat tidak setimpal peristiwa blackout Sumatera hanya diganjar dengan kata maaf.


"Harusnya Dirut PLN sadar diri. Selain diberi sanksi sosial, dia harusnya punya beban moral atas peristiwa pemadaman total ini. Idealnya Darmawan Prasodjo harus mundur. Apalagi kasus blackout di Sumatera ini sudah berulangkali terjadi," tegas Yudhistira. 


Menurut Yudhis, Darmawan Prasodjo harusnya menunjukkan sikap ksatria dengan memilih mundur dari jabatannya sebagai konsekuensi atas kegagalannya menghadirkan listrik andal bagi masyarakat yang notabene pelanggan.


"Dan kami harap Presiden bisa mengambil langkah taktis, segera memecat Darmo dan menggantinya dengan sosok yang lebih berkompeten dalam mengendalikan PLN. Bukan terus mempercayakan kepada orang yang saya nilai saya untuk memperkaya diri selama menduduki jabatan Dirut," kecamnya.


Lebih jauh, kata Yudhis, tidak berlebihan dia mengomentari hal tersebut. Buktinya, Darmo itu masuk PLN tahun 2020 dengan diawali jadi Wadirut. Kekayaannya masih  14 miliar.


"Tahun 2021 dia diangkat jadi Dirut, kekayaan kemudian naik signifikan. Dan kini setelah hampir 6 tahun menjabat, kekayaannya sudah tembus 110 miliar rupiah. Fantastis kan," bebernya 


Di sisi lain, jebolan Magister Komunikasi ibu berharap Presiden Prabowo jangan diam saja atas peristiwa yang kini membuat rakyatnya di Sumatera resah.


"Harusnya Presiden ikut memberi pernyataan, berempati atas kejadian yang dialami rakyatnya. Sekaligus, Presiden jangan diam saja menyikapi kinerja Dirur PLN. Harusnya atas kejadian ini, Presiden bisa langsung memecat Darmo, ganti dengan yang lebih kompeten. Bukan malah mempertahankannya," pungkasnya."****





LIPUTAN          :     RED
EDITOR             :    REDAKSI 
Warga Pondok Gelugur Kecewa, Lahan Sitaan PKH Dikelola Perusahaan Luar Tanpa Libatkan Masyarakat

Warga Pondok Gelugur Kecewa, Lahan Sitaan PKH Dikelola Perusahaan Luar Tanpa Libatkan Masyarakat






KabarPesisirNews.Com
INDRAGIRI HULU RIAU,    -
Penetapan kerja sama operasional (KSO) oleh PT Agrinas terhadap kebun kelapa sawit sitaan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) eks PT Pasirmas Giriraya di Desa Pondok Gelugur, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), terus menuai sorotan masyarakat.


Tokoh muda sekaligus putra daerah Pondok Gelugur, Rudi Wallker Purba, menyayangkan keputusan PT Agrinas yang menunjuk pihak luar, yakni PT Sumber Artareksa Mulya , sebagai pengelola lahan sawit seluas lebih kurang 54 hektare tersebut.


Menurut Rudi, lahan sitaan negara itu seharusnya diprioritaskan untuk dikelola oleh masyarakat atau kelompok desa agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh warga setempat.


“Kami berharap PT Agrinas mempertimbangkan kembali keputusan ini. Lahan tersebut sebaiknya dikelola masyarakat desa demi meningkatkan ekonomi warga sekitar,” ujar Rudi.


Ia menilai kondisi Desa Pondok Gelugur saat ini sudah semakin sempit karena dihimpit perusahaan perkebunan dan kawasan transmigrasi, sehingga masyarakat kesulitan mencari sumber penghasilan.


“Desa kami tidak begitu luas. Sebagian besar wilayah sudah dikelilingi perusahaan dan kawasan transmigrasi. Kalau lahan ini juga dikelola pihak luar, masyarakat mau mencari penghidupan ke mana lagi,” katanya.


Rudi juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini tidak ada warga sekitar yang dipekerjakan di lokasi tersebut. Ia menyebut tenaga kerja justru didatangkan dari luar daerah.


“Tak satu pun warga setempat bisa bekerja di situ. Bahkan pihak PT Reksa membawa tenaga kerja dari luar,” ungkapnya kepada wartawan.Sabtu (23/05)


Sementara itu, Yogi Tarigan yang mengaku sebagai pihak dari PT Reksa membenarkan bahwa lahan eks sitaan PKH tersebut memang dikelola oleh perusahaan mereka. Ia juga menyebut hasil produksi sawit di lokasi itu mencapai sekitar 40 hingga 50 ton per bulan.


Namun di tengah polemik tersebut, muncul dugaan kejanggalan terkait pihak yang sebenarnya mengelola lahan tersebut. Salah seorang centeng di lokasi sempat menyebut bahwa pengelolaan kebun dikendalikan oleh Arsadi  yang diketahui merupakan anggota DPRD Inhu.


Akan tetapi, saat dikonfirmasi awak media, Arsadi membantah keterlibatannya dalam pengelolaan lahan tersebut.


" itu punya kawan saya di Pekanbaru, cuman Dia minta bantu operasional saja suruh Carikan orang ungkapnya.


Perbedaan keterangan itu memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. 


Warga berharap pemerintah dan aparat terkait dapat membuka secara transparan siapa pihak yang sebenarnya mengelola lahan sitaan negara tersebut agar tidak menimbulkan dugaan adanya kepentingan oknum tertentu.


“Jangan sampai lahan sitaan negara ini justru hanya menguntungkan oknum-oknum nakal, sementara masyarakat desa tidak mendapatkan manfaat apa pun,” kata Rudi


Masyarakat Pondok Gelugur pun berharap Presiden Prabowo Subianto dapat turun tangan dan memperhatikan aspirasi warga agar lahan tersebut diserahkan kepada masyarakat lokal demi menunjang perekonomian desa.


Hingga berita ini diterbitkan, pimpinan dari pihak PT Reksa belum berhasil dikonfirmasi."****







LIPUTAN        :    TIM RED
EDITOR           :    REDAKSI 
Blackout Berulang Sejak 2024 Bentuk Kejahatan Kemanusiaan, Pecat dan Tangkap Dirut PLN Darmawan Prasodjo!

Blackout Berulang Sejak 2024 Bentuk Kejahatan Kemanusiaan, Pecat dan Tangkap Dirut PLN Darmawan Prasodjo!






KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,     -
Blackout atau pemadaman listrik secara total yang terjadi pada Jumat malam (22/5/2026) mulai pukul 18.44 WIB, terus meluas. Tidak hanya di Pulau Sumatera meliputi Aceh hingga Lampung, berdasarkan informasi, blackout juga melanda sebagian wilayah Jiwa Timur hingga Sulawesi.


Menanggapi hal ini, Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (Re-LUN) sekaligus Ketua Umum PP ikatan Wartawan Online (IWO) Teuku Yudhistira mengatakan, sejak 2024, blackout sepertinya sepertinya sudah menjadi budaya yang dipertontonkan PT PLN (Persero) sejak tahun 2024.


"Karena faktanya, untuk di Pulau Sumatera saja sepertinya sudah berulang kali terjadi. Catatan kami, sudah lebih dari 3 kali pemadaman listrik total atau blackout terjadi," tegas Yudhistira saat dihubungi via telepon malam Jumat malam.


Selain Sumatera, lanjutnya, pada bulan lalu, DKI Jakarta sebagai jantung Nusantara, juga tercatat dua kali mengalami blackout.


"Belum lagi Pulau Bali, juga sudah pernah mengalami blackout. Tapi anehnya, pihak PLN tidak pernah jujur membuka secara transparan apa penyebab peristiwa ini terus berulang," kecamnya.


Padahal, lanjut Yudhistira, dampak dari pemadaman listrik total ini jelas telah melumpuhkan aktivitas masyarakat.


"Kalau saya menilai, (blackout) ini bagian dari kejahatan kemanusiaan, sekaligus bentuk kegagalan manajemen PLN dalam menjalankan amanah rakyat," ujarnya.


"Karena itu, Presiden harus segera memecat Dirut PLN Darmawan Prasodjo yang sudah menjabat hampir 6 tahun. Kami juga mendesak Polri dan Kejaksaan Agung turun tangan untuk menangkap Darmawan Prasodjo, karena kami menilai pemadaman listrik ini juga kejadian luar biasa yang harus diusut tuntas," imbuh Yudhis.


Lebih jauh Yudhistira mengatakan, narasi kondisi PLN yang tidak baik-baik saja yang bocor ke publik beberapa hari lalu, benar adanya.


"Saya meyakini bahwa kondisi PLN memang sedang kritis. Apalagi di dalam narasi juga disebut PLN merugi hingga Rp4,3 Triliun dan ada wacana akan ada pemadaman listrik bergilir karena kondisi keuangan yang memprihatinkan, ditambah lagi dengan lonjakan nilai tukar dollar atas rupiah dan hutang yang terus menggunung," pungkasnya. 


Sementara itu, berdasarkan data yang beredar luas, kawasan yang terdampak paling parah yakni
 

- Sumatera Utara meliputi seluruh Medan, Deli Serdang, Binjai, Tebing Tinggi, Langkat, Karo, Simalungun, Pematang Siantar, Asahan, Labuhan Batu, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan/Tengah/Utara, Sibolga, Nias


- Sumatera Barat meliputi Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, Pariaman, Agam, Tanah Datar, Pasaman dan sebagian Pesisir Selatan


- Riau: Pekanbaru, Kampar, Bangkinang, Siak, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Dumai (sebagian)


- Kepulauan Riau: Batam, Tanjung Pinang, Bintan (sebagian)


- Jambi: Kota Jambi, Muaro Jambi, Bungo, Kerinci, Sarolangun, Merangin yang menjadi sumber gangguan utama.


- Sumatera Selatan: Palembang, Ogan Ilir, Muara Enim, Lahat, Prabumulih, Banyuasin (sebagian)


- Bengkulu: Kota Bengkulu, Seluma, Kepahiang, Rejang Lebong


- Lampung: Bandar Lampung, Metro, Pesawaran, Tulang Bawang, Way Kanan (sebagian)


- Aceh: Hanya Aceh Tengah & Bener Meriah (padam terjadwal besok), sisanya nyala normal 
 

Sebagai penyebab diketahui akibat gangguan besar di Jalur Transmisi 275kV Sungai Rumbai – Muara Bungo (Jambi), merembet ke seluruh jaringan Sumatera .


Di samping itu pula, pemadaman juga menjalar hingga ke Gresik, Jawa Timur dan 
toli-toli Utara di Provinsi Sulawesi Tengah."****





LIPUTAN         :    RED
EDITOR            :    REDAKSI 
Kodim 0314/Inhil Tempah Mental dan Disiplin Anggota Pramuka Lewat KKRI 2026

Kodim 0314/Inhil Tempah Mental dan Disiplin Anggota Pramuka Lewat KKRI 2026







KabarPesisirNews.Com
INDRAGIRI HILIR RIAU,   -
Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) 04.02 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Semester I Tahun 2026 yang digelar di Makodim 0314/Inhil, Sabtu (23/5/2026).


Kegiatan tersebut diikuti siswa-siswi tingkat SLTA sederajat dari berbagai gugus depan di Kabupaten Inhil. Selama dua hari, para peserta akan menerima materi teori dan praktik yang diberikan langsung oleh para instruktur.


Kegiatan KKRI dibuka oleh Komandan Kodim (Dandim) 0314/Inhil, Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han. Turut hadir Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., Sekda Inhil Drs. H. Tantawi Jauhari, M.M., Kasdim 0314/Inhil, para perwira Kodim 0314/Inhil, serta para pembina dan instruktur Pramuka.


Dalam sambutannya, Dandim 0314/Inhil menyampaikan bahwa kegiatan KKRI bukan sekadar agenda berkumpul atau berkemah biasa, melainkan sarana strategis dalam pemberdayaan wilayah pertahanan sekaligus wadah pembinaan generasi muda agar memiliki karakter tangguh.


“Melalui latihan ini, kita ingin menanamkan jiwa korsa, disiplin tinggi, dan rasa cinta tanah air yang mendalam kepada para peserta,” ujar Dandim.


Ia menegaskan, tantangan bangsa ke depan akan semakin kompleks sehingga generasi muda harus membekali diri dengan mental juang yang kokoh, integritas, serta budi pekerti luhur agar mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.


Dandim juga berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan momentum kegiatan tersebut untuk belajar bekerja sama, mengembangkan kemampuan diri, serta menyerap seluruh materi kebangsaan dan bela negara yang diberikan instruktur.


“Manfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan disiplin, memperkuat semangat kebersamaan, serta membangun karakter kepemimpinan,” pesannya.


Selain itu, Dandim meminta para instruktur memberikan pembinaan terbaik dengan tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan selama kegiatan berlangsung.


Ia berharap para instruktur dapat membimbing peserta dengan penuh dedikasi sehingga tujuan pelaksanaan KKRI dapat tercapai secara maksimal."****






LIPUTAN INHIL       :     SAD
EDITOR                     :     REDAKSI 
Dari Pengamanan ke Pertanian, Polsek Sungai Batang Aktif Dampingi Petani Tanam Jagung

Dari Pengamanan ke Pertanian, Polsek Sungai Batang Aktif Dampingi Petani Tanam Jagung






KabarPesisirNews.Com
SUNGAI BATANG INHIL RIAU,    -
Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polsek Sungai Batang terus menunjukkan dukungannya terhadap program swasembada pangan nasional tahun 2026. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman jagung bersama Kelompok Tani Mekar di Parit H. Tilo, Kelurahan Benteng, Kecamatan Sungai Batang, Sabtu (23/5/2026).


Kegiatan penanaman jagung Kuartal II itu dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare yang dikelola oleh Kelompok Tani Mekar. Kelompok tani tersebut diketuai Jamaluddin bersama lima orang anggota yang selama ini aktif mengembangkan lahan pertanian di wilayah Kelurahan Benteng.


Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Sungai Batang turun langsung ke lahan dan ikut melakukan penanaman bersama masyarakat. Hadir memimpin kegiatan, PS Kanit Binmas AIPTU Rudi Johandis, S.H bersama PS Kanit Samapta AIPTU Rio Wisudo serta sejumlah personel Polsek Sungai Batang.


Suasana kebersamaan tampak saat polisi dan para petani bahu-membahu memasukkan bibit jagung ke lubang tanam yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat mendapat sambutan positif dari kelompok tani karena dinilai memberikan motivasi sekaligus semangat dalam meningkatkan produksi pertanian.


AIPTU Rudi Johandis mengatakan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan bukan hanya sebatas pengawasan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.


“Kami ingin petani merasa didampingi. Dari olah lahan sampai tanam, Polsek hadir agar program ketahanan pangan berjalan,” ujar Rudi di sela kegiatan.


Menurutnya, program penanaman jagung tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2026.


Penanaman berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar hingga selesai sekitar pukul 11.00 WIB. Dengan luas lahan mencapai 1,5 hektare, Kelompok Tani Mekar menargetkan hasil panen nantinya dapat membantu meningkatkan ketersediaan jagung lokal di Kecamatan Sungai Batang serta menambah pendapatan para anggota kelompok tani.


Selain mendukung sektor pertanian, kegiatan “nandur jagung” bersama itu juga menjadi sarana mempererat sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Polsek Sungai Batang berharap kolaborasi bersama kelompok tani dapat terus berlanjut sehingga lahan produktif di wilayah Kelurahan Benteng bisa dimanfaatkan secara optimal demi menjaga stabilitas pangan masyarakat."****






LIPUTAN INHIL       :     SAD
EDITOR                     :     REDAKSI