Jumat, 14 Agustus 2026

Memperingati HUT Pramuka Ke-65 Tahun 2026: Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.

Memperingati HUT Pramuka Ke-65 Tahun 2026: Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     -
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka Ke-65 Tahun 2026, Gerakan Pramuka Ranting Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, menggelar apel bersama. Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman SMA Negeri 1 Merbau pada Jum'at (14 Agustus 2026) berlangsung khidmat.


Apel bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka Ke-65 kali ini mengangkat tema:" Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045". Apel bersama ini diikuti OPD Se- Kecamatan Merbau, para siswa siswi, dan komponen lainnya.


Ketua panitia Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka Merbau  Priyani S.Pd. SD dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak, terutama kepada pengurus Kwaran Merbau yang telah menyukseskan kegiatan upacara HUT Pramuka ke 65, ucapnya.


Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah SMA Negeri 1 Merbau yang senantiasa siap menjadi tuan rumah, sekaligus turut serta mensukseskan upacara HUT Pramuka Ke-65 tahun 2026, ujar Priyani.


Diharapkan, semoga organisasi Pramuka Merbau semakin solid untuk membawa generasi disiplin cerdas berkarakter. Mudah mudahan kita semua dalam membangun organisasi Pramuka ini kedepan lebih solid, cerdas dan berkarakter, sesuai harapan kita bersama, pungkas Priyani.


Sementara Camat Merbau Hj.Wan Jumiati SE.MSi dalam sambutan menyampaikan ucapan selamat, juga terimakasih, dan apresiasi kepada Kwaran Merbau yang selamat mensukseskan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka Ke-65 tahun 2026.


Kami atas nama pemerintah Kecamatan Merbau mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka Ke- 65 tahun 2026, dan mengapresiasi setinggi tinggi kepada Kwartir Ranting Merbau, dan panitia sehingga upacara ini berlangsung sukses, ucap Wan Jumiati.


Harapan kami semoga Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Merbau lebih solid mengembangkan organisasi Pramuka ini kedepan lebih baik lagi, seraya membaca tek Kwatir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Pol (Pum) Drs Budi Waseso oleh Camat Merbau Wan Jumiati SE.MSi menyampaikan pesan, Gerakan Pramuka bukan organisasi yang statis, tetapi terus bergerak maju, beradaptasi, dan relevan dengan perkembangan zaman.


Pramuka terhadap nilai-nilai luhur selama lebih dari enam dekade, terus membina generasi muda tanpa henti. Semangat pantang menyerah, dan jiwa patriotisme setiap anggota Gerakan Pramuka di seluruh Indonesia untuk menghadapi tantangan zaman, berkarya nyata, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;


Pramuka sebagai kekuatan Nasional dengan hati yang bersih dan jiwa yang berani, bersama berjuang mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia.Pramuka Tetap Menyatu sebagaimana tradisi, lambang Tunas Kelapa dan Fleur de Lys—simbol Gerakan Pramuka Indonesia dan keanggotaan dalam WOSM (World Organization of the Scout Movement)—dimasukkan ke dalam desain logo Hari Pramuka.


Gerakan Pramuka yang kuat di tengah arus modernisasi. Tulisan “PRAMUKA” ditampilkan dengan huruf yang tegas dan kuat, sejajar dengan lambang Tunas Kelapa dan menopang angka “65” sebagai visual utama.


Tema: "Memantapkan langkah organisasi mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045". Tema ini menegaskan fokus Gerakan Pramuka pada kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak untuk memperkuat ketahanan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi sosial, ekonomi, maupun lingkungan, mencerminkan peran Pramuka sebagai agen perubahan positif dan pilar kekuatan bangsa yang terus relevan selama 65 tahun perjalanannya.


Hari Pramuka ke-65 diperingati secara nasional pada 14 Agustus 2025. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung di seluruh daerah sebagai bentuk refleksi sekaligus selebrasi terhadap kontribusi Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa, tutup Camat Merbau membaca tek Ketua Kwatir Nasional Gerakan Pramuka Drs Budi Waseso."****





LIPUTAN         :       ALI  SANIP 
EDITOR            :       REDAKSI
Resmi Deklarasi Forum Keadilan Siap Jadi Sosial Kontrol

Resmi Deklarasi Forum Keadilan Siap Jadi Sosial Kontrol





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,     -
Kegelisahan masyarakat Selatpanjang terhadap berbagai persoalan daerah akhirnya melahirkan sebuah wadah baru. 


Kamis, 13 Agustus 2026, bertempat di Cafe Jingga, Jalan Banglas, Selatpanjang, sekelompok tokoh masyarakat resmi mendeklarasikan berdirinya Organisasi Kemasyarakatan *FORUM KEADILAN* Kabupaten Kepulauan Meranti.


Ketua Harian terpilih, Herman yang akrab disapa Amang, mengatakan ide pembentukan Forum Keadilan berawal dari diskusi dan pertemuan rutin masyarakat yang membahas situasi dan perkembangan di Meranti.


Dari berbagai pendapat yang berkembang, kami sepakat perlu adanya wadah yang legal, independen, dan sesuai undang-undang untuk menyalurkan aspirasi masyarakat,” ujar Amang kepada awak media.


Visi: Keadilan untuk Meranti yang Berkemajuan.


Forum Keadilan hadir dengan semangat murni sebagai lembaga sosial kontrol terhadap kebijakan pemerintah dan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kami bukan untuk mencari musuh. Kita ada untuk mengawal agar kebijakan tepat sasaran dan perusahaan taat aturan. Jangan setelah mengeruk hasil bumi di Meranti, lalu mengabaikan masyarakat. Jika ada tanah warga masuk wilayah kerja perusahaan, ganti ruginya harus segera. Perusahaan cari makan di Meranti, maka harus peduli pada pendidikan, infrastruktur, dan wajib merekrut minimal 50 persen tenaga kerja lokal,” tegas Amang.


3 Fokus Gerak Utama Forum Keadilan

1.  Pemerintahan & Kebijakan Publik,  
    Mengawal transparansi anggaran, pelayanan publik, dan pelaksanaan program pemerintah agar tidak melenceng dari kepentingan rakyat.
2.  Lingkungan Hidup
Menjadi perhatian utama terhadap isu krusial di Meranti seperti deforestasi hutan, pencemaran, dan masalah sampah. Forum juga konsen terhadap kelestarian ekosistem pesisir.
3.  Kemaritiman & Keamanan  
Mengingat Selatpanjang adalah daerah maritim, Forum akan mengawasi potensi penyelundupan dan persoalan kepelabuhanan.  
Hari ini kita lihat masih ada pembongkaran barang di belakang toko secara leluasa. Ini sangat berbahaya, bisa saja membawa barang-barang berbahaya. Sampai hari ini Selatpanjang juga belum memiliki pelabuhan bongkar muat khusus. Ini harus jadi perhatian serius pemerintah,” imbuhnya.


Susunan Pendiri & Ketua Harian


Dalam pertemuan deklarasi, forum menetapkan 6 orang sebagai Pendiri Forum Keadilan, yaitu:  
1.  Herman / Amang  
2.  Karim  
3.  Sanusi  
4.  Amir Hasan  
5.  Sunarto  
6.  Harfilin  


Secara aklamasi, Herman / Amang ditunjuk sebagai Ketua Harian Forum Keadilan Kabupaten Kepulauan Meranti


Akan Segera Dinotariskan


Agar memiliki kekuatan hukum dan dapat bekerja sama dengan pemerintah, BUMN, dan swasta, dalam waktu dekat kepengurusan Forum Keadilan akan mengurus akta notaris dan mendaftarkannya ke Kesbangpol Kabupaten Kepulauan Meranti sesuai amanat UU Ormas.


“Dengan legalitas ini, suara Forum Keadilan akan lantang menyuarakan isu isu yang berkembang sesuai fakta di lapangan, Kami ingin menjadi mitra kritis, bukan oposisi. Tujuannya satu: Meranti yang adil, bersih, dan sejahtera,” tutup Amang."****





LIPUTAN       :     SANUSI
EDITOR         :     REDAKSI 
Wamenag RI Respons Soal The Sounds Project: Jangan Jadikan Agama Sebagai Komoditi, Imbau Masyarakat Tenang dan Kawal Proses Hukum

Wamenag RI Respons Soal The Sounds Project: Jangan Jadikan Agama Sebagai Komoditi, Imbau Masyarakat Tenang dan Kawal Proses Hukum








KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,     -
Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (Wamenag RI) Romo Syafii ikut angkat bicara terkait kasus dugaan penistaan agama di event The Sounds Project pada Minggu (9/8/2026) lalu.


Menurut Romo, ekspresi tentunya memiliki batas karena itu sangat memprihatinkan jika di balik ekspresi itu justru berujung penistaan agama.


"Saya menyikapi dengan tegas dan serius dugaan penggunaan Surah Ad-Duha dalam aktivitas promosi minuman beralkohol di The Sounds Project. Video yang beredar menunjukkan dengan jelas adanya aktivitas tersebut," kecam Romo di Jakarta, Rabu (12)8/2026).


Politisi Gerindra itu menyebutkan, peristiwa tentu bukan lagi sekadar persoalan kreativitas promosi. 


"Saya tegaskan sekali lagi, Al-Qur’an bukan bahan hiburan, bukan gimmick pemasaran, dan bukan instrumen untuk mengejar viralitas. Ayat suci memiliki kedudukan yang sakral bagi umat Islam dan harus dihormati," tandasnya.


Mantan Anggota Komisi III DPR RI ini juga menyatakan, harusnya pihak penyelenggara perlu belajar dari kasus Holywings pada 2022, ketika promosi minuman beralkohol menggunakan nama “Muhammad” dan “Maria” hingga akhirnya peristiwa tersebut berujung pada proses hukum.


"Ini harusnya menjadi pelajaran bahwa kebebasan berekspresi memiliki batas ketika memasuki wilayah penghormatan terhadap agama dan keyakinan masyarakat," sebut Romo.


Karena itu, lanjutnya, kasus yang terjadi sekarang tidak boleh hanya berhenti pada permintaan maaf atau menjadi pemberitaan sesaat. Harus ada pedoman hukum dan standar yang tegas mengenai penggunaan simbol, nama, ayat, kitab suci, maupun atribut keagamaan dalam kegiatan promosi dan komersial.


"Saya meminta aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh dan profesional, termasuk siapa yang membuat konsep, memberikan persetujuan, melaksanakan, dan bertanggung jawab atas kegiatan tersebut. Jika terdapat pelanggaran hukum, harus ada konsekuensi yang tegas sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.


Lebih dari itu, Romo turut mendorong agar kasus ini menjadi momentum untuk membangun aturan dan pedoman yang jelas, sehingga tidak terjadi lagi penggunaan agama sebagai bahan promosi, candaan, atau strategi mendapatkan keuntungan.


"Kita tidak boleh menunggu kasus yang sama terulang untuk kemudian bertindak. Kasus hari ini harus menjadi pelajaran hukum untuk hari esok," ujarnya .


Koordinator Presidium MN KAHMI ini juga mengimbau kepada pelaku usaha dan penyelenggara kegiatan, supaya jangan mengejar keuntungan dan viralitas semata dengan menjadikan agama sebagai komoditas.


"Dan kepada masyarakat, mari tetap tenang serta percayakan prosesnya kepada hukum. Kita kawal bersama proses hukumnya. Intinya, tidak ada ruang untuk menistakan agama. Kebebasan berekspresi harus berjalan bersama tanggung jawab. Dan kasus ini harus menjadi yang terakhir—bukan karena kita melupakannya, tetapi karena kita menjadikannya dasar untuk mencegahnya terulang kembali," pungkas Romo."****





LIPUTAN       :     RED
EDITOR          :     REDAKSI 

Kamis, 13 Agustus 2026

PENYULUHAN P4GN & EDUKASI ANTI-BULLYING DI SMAN 1 BUNGA RAYA — BANGUN GENERASI EMAS BERSIH DARI NARKOBA

PENYULUHAN P4GN & EDUKASI ANTI-BULLYING DI SMAN 1 BUNGA RAYA — BANGUN GENERASI EMAS BERSIH DARI NARKOBA







KabarPesisirNews.Com
SIAK RIAU,     -
12 Agustus 2026 — Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Siak bersama Polsek Bunga Raya melaksanakan kegiatan penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sekaligus edukasi pencegahan bullying dengan tema "Membangun Generasi Emas Bersinar — Bersih dari Narkoba", yang berlangsung di SMAN 1 Bunga Raya, Rabu (12/8).
 

Kedatangan tim LAN disambut dengan hangat dan meriah oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Bunga Raya, Bapak Sukandar, S.Sos., M.M., didampingi jajaran guru serta seluruh siswa-siswi sekolah.
 

Hadir dalam kegiatan ini: Dewan Penasehat LAN Kabupaten Siak Sujarwo MS, Ketua LAN Kabupaten Siak Amrizal, Narasumber LAN Sri Rahayu, S.E., Humas LAN Kabupaten Siak Delvi Chaniago, Humas LAN Provinsi Riau Adly Siregar, Perwakilan Polsek Bunga Raya R. Widodo, perwakilan media, serta para relawan LAN Kabupaten Siak.
 

Dalam arahannya, Dewan Penasehat LAN Sujarwo MS menyampaikan maksud kedatangan tim ke sekolah: "Kami hadir untuk memberikan pemahaman yang benar — agar adik-adik di SMAN 1 Bunga Raya memahami bahaya narkoba, menjauhinya, dan tetap fokus belajar demi mencapai cita-cita." Beliau juga mengajukan pertanyaan kepada para siswa, dan bagi yang berhasil menjawab dengan benar, Sujarwo MS memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi dan dorongan semangat agar siswa semakin tekun belajar.
 

Humas LAN Kabupaten Siak, Delvi Chaniago, juga memberikan apresiasi kepada seluruh siswa-siswi SMAN 1 Bunga Raya, menyampaikan semangat agar mereka gigih berjuang meraih cita-cita. Selain itu, Delvi juga membahas tentang pencegahan bullying — mengingatkan agar saling menghargai dan membangun lingkungan persahabatan yang sehat dan mendukung.
 

Humas LAN Provinsi Riau, Adly Siregar, turut menyampaikan pesan kepada seluruh siswa-siswi: "Tetaplah bersemangat meraih cita-cita yang kalian impikan, dan pastikan kita menjauhi narkoba dari diri kita sendiri — agar masa depan tetap cerah dan terjaga."
 

Perwakilan Polsek Bunga Raya, R. Widodo, menyampaikan penjelasan terkait ketentuan dan sanksi dalam undang-undang narkoba — agar siswa memahami konsekuensi hukum yang berlaku. Sementara itu, Narasumber Sri Rahayu, S.E. memaparkan secara rinci gambaran nyata efek penggunaan narkoba, serta berbagai penyakit dan dampak buruk yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan zat terlarang tersebut.
 

Di sesi akhir acara, Ketua LAN Kabupaten Siak Amrizal kemudian memberikan jawaban secara lengkap dan jelas atas berbagai pertanyaan yang telah diajukan oleh para siswa.
 

Kegiatan berlangsung dengan hangat dan antusiasme tinggi dari seluruh warga sekolah. LAN Kabupaten Siak berkomitmen terus memperluas jangkauan penyuluhan ke lembaga pendidikan — agar generasi muda Kabupaten Siak tumbuh sehat, cerdas, dan bersih dari narkoba serta bebas dari perundungan."****






LIPUTAN SIAK      :     ANGGA 
EDITOR                   :    REDAKSI 
Ketua MPC Pemuda Pancasila Rokan hulu menilai Anton-Poti Membawa Corak baru.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Rokan hulu menilai Anton-Poti Membawa Corak baru.




Kabar)esisirNews.Com
ROKAN HULU RIAU, — 
Gaya kepemimpinan Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti di Kabupaten Rokan Hulu mendapat apresiasi dari kalangan pemuda. Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Rokan Hulu, Syahmadi Malau, menilai duet ini berhasil menghadirkan corak baru yang lebih dekat dengan masyarakat.


“Kami menilai kepemimpinan Pak Anton dan Pak Poti berintegritas dan sangat dekat dengan masyarakat,” ujar Syahmadi, Kamis (13/8/2026).


Menurut Syahmadi, kepekaan sosial yang ditunjukkan Anton-Poti bukan sekadar pencitraan. Ia menilai ada perubahan pola pikir dalam penyusunan program pembangunan daerah. Formulasi kebijakan kini disebut lebih taktis, presisi, dan keluar dari pakem birokrasi lama yang kaku.


“Ada terobosan dengan pendekatan berbeda dibanding sebelumnya,” katanya.


*Muncul Di Tengah Sorotan Serapan Anggaran*
Apresiasi itu disampaikan di saat Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu juga tengah disorot terkait realisasi dan serapan anggaran yang dinilai masih lambat. Kontras antara capaian kepemimpinan dan persoalan administrasi ini memicu diskusi di ruang publik.


Menanggapi hal tersebut, Syahmadi menegaskan bahwa pujian dari Pemuda Pancasila bukan bentuk dukungan tanpa syarat. Organisasi kepemudaan itu tetap memegang fungsi kontrol sosial.


“Ini penilaian objektif atas hasil kerja di tengah keterbatasan daerah. Sinergi tetap butuh ruang komunikasi yang terbuka,” ujarnya.


Ia menambahkan, Pemuda Pancasila siap menjadi mitra pemerintah sekaligus pengawas kritis jika ada kebijakan yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan masyarakat.


*Uji Capaian Secara Terbuka*
Syahmadi menekankan, penilaian terhadap kinerja Anton-Poti tidak bisa berhenti pada pernyataan dukungan maupun kritik. Indikator seperti capaian pembangunan, realisasi anggaran, kualitas pelayanan publik, dan dampak langsung ke masyarakat perlu diuji secara terbuka.


“Kedekatan antara pemerintah dan ormas bisa menjadi modal sinergi jika dibangun secara transparan. Tapi independensi organisasi masyarakat juga harus tetap dijaga,” tutupnya."****  





LIPUTAN ROHUL : S.LUBIS
EDITOR : REDAKSI 
Jelang Patroli Karhutla Kapolda Riau, Kapolres Meranti Perkuat Pencegahan hingga Tingkat Desa

Jelang Patroli Karhutla Kapolda Riau, Kapolres Meranti Perkuat Pencegahan hingga Tingkat Desa






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    - 
Menjelang kunjungan Kapolda Riau dalam rangka patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kepulauan Meranti, jajaran Polres Kepulauan Meranti diminta memperkuat langkah antisipasi di seluruh wilayah hukum.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., meminta seluruh Kapolsek dan Bhabinkamtibmas bersama personel masing-masing bergerak aktif melakukan pemantauan dan pencegahan karhutla selama sepekan ke depan.


Arahan tersebut disampaikan Kapolres kepada jajaran, Senin (10/8/2026), sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi wilayah tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai daerah.


Kapolres menekankan, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika titik api sudah muncul. Upaya deteksi dini dan edukasi kepada masyarakat harus diperkuat dari tingkat desa hingga lokasi-lokasi yang menjadi pusat keramaian.


Salah satu langkah yang diminta adalah mengintensifkan sosialisasi secara langsung. Bhabinkamtibmas dan personel Polsek diminta memanfaatkan kendaraan dinas yang dilengkapi pengeras suara maupun membawa toa untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat.


Sosialisasi tersebut dapat dilakukan di berbagai titik keramaian, termasuk saat berlangsungnya kegiatan masyarakat seperti pertandingan mini soccer dan kegiatan lainnya. Pesan yang disampaikan diarahkan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.


Selain pendekatan persuasif, Kapolres juga meminta jajarannya kembali menggencarkan pemasangan spanduk dan banner berisi imbauan pencegahan karhutla. Informasi mengenai ancaman sanksi pidana bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan juga harus disampaikan secara jelas.


Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai konsekuensi hukum menjadi salah satu bagian penting dalam membangun efek pencegahan atau deterrence effect, sehingga praktik pembakaran lahan tidak lagi dianggap sebagai cara yang biasa dilakukan dalam membuka atau membersihkan lahan.


Di tingkat desa, patroli juga diminta dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Kapolsek dan Bhabinkamtibmas diharapkan dapat menggandeng pemerintah desa serta Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk melakukan pemantauan secara rutin terhadap lokasi-lokasi yang memiliki potensi terjadinya karhutla.


Kapolres juga mendorong para kepala desa memberikan perhatian terhadap keberadaan MPA, termasuk menyiapkan insentif bagi anggota yang aktif dan konsisten melaksanakan patroli pencegahan karhutla.


"Seluruh babin dan kapolsek bersama anggotanya seminggu kedepan memastikan tidak ada karhutla di wilkumnya masing masing," ujar AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita.


Ia juga meminta seluruh rangkaian kegiatan pencegahan tersebut didokumentasikan dengan baik dalam bentuk foto maupun video. Dokumentasi itu nantinya akan ditampilkan pada Kamis sebagai bagian dari upaya memperlihatkan langkah nyata jajaran kepolisian dalam mencegah karhutla.


Menurut Gede Adi, publikasi kegiatan bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat pesan pencegahan kepada masyarakat. Langkah-langkah preemtif dan preventif yang selama ini dilakukan perlu diketahui publik agar kesadaran bersama terhadap bahaya karhutla semakin kuat.


"Semoga upaya dan kinerja kita menjadi ladang ibadah untuk kita semua dan biarkan Tuhan yg membalasnya berkali kali lipat rekan rekan," pesannya.


Kapolres kemudian meminta seluruh personel tetap menjaga semangat dan kekompakan dalam menjalankan tugas. Pencegahan karhutla, menurutnya, membutuhkan kerja bersama antara kepolisian, pemerintah desa, masyarakat, MPA, serta seluruh pemangku kepentingan."****





SUMBER     :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :    REDAKSI 
Tepis Isu Miring, H. Samsari Tegaskan Komitmen Total Sejahterakan Anak Kemenakan Bathin Sengeri

Tepis Isu Miring, H. Samsari Tegaskan Komitmen Total Sejahterakan Anak Kemenakan Bathin Sengeri





KabarPesisirNews.Com
PANGKALAN KERINCI – 
Kepala Desa Palas sekaligus Pemangku Adat Bathin Sengeri, H. Samsari, AS, meluruskan berbagai isu miring dan rumor tidak berdasar yang belakangan ini menerpa dirinya terkait pengelolaan lahan ulayat pasca-Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung (PK MA) Nomor 105 PK/TUN/LH/2023.


Di hadapan para tokoh adat dan masyarakat, H. Samsari menegaskan tekadnya untuk tetap tegak lurus mengawal hak-hak adat demi mewujudkan kesejahteraan seluruh anak kemenakan Bathin Sengeri.


Bantah Kompensasi, Samsari: "Jangan Terpengaruh Isu Liar"


Saat ditemui oleh awak media di Pangkalan Kerinci pada Selasa (11/8/2026), H. Samsari secara terbuka membantah tudingan mengenai adanya aliran dana atau kompensasi bernilai fantastis dari pihak PT Arara Abadi. Ia mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi negatif yang sengaja diembuskan oleh pihak tertentu.


"Kepada Ninik Mamak dan seluruh anak kemenakan Bathin Sengeri, saya sampaikan dengan tegas agar jangan terpengaruh oleh isu-isu yang berkembang. Saya tidak ada mendapatkan kompensasi apa pun dari pihak PT Arara Abadi," ujar H. Samsari dengan lugas.


Dirinya kembali mengingatkan bahwa isu serupa sempat ia bantah keras demi agama. Baginya, menjaga amanah masyarakat adat merupakan tanggung jawab moral yang mutlak dunia dan akhirat.


Bukti Nyata: Siapkan Aksi Nyata Protes Aktivitas Korporasi


Bukan sekadar bantahan tertulis, H. Samsari siap membuktikan integritas kepemimpinannya melalui langkah konkret di lapangan. Sebagai bentuk penolakan terhadap pembiaran eksploitasi lahan, pihak pemangku adat dalam waktu dekat, yakni usai perayaan kemerdekaan Republik Indonesia pihaknya akan melayangkan aksi keberatan resmi secara langsung terhadap aktivitas operasional PT Arara Abadi di areal yang disengketakan.


Langkah tegas ini diambil guna memastikan putusan pengadilan yang telah memenangkan masyarakat adat dihormati sepenuhnya oleh pihak korporasi. Aksi ini juga sekaligus mematahkan spekulasi miring mengenai adanya permufakatan terselubung atau negosiasi bawah tangan antara otoritas desa dengan pihak perusahaan.


Fokus Utama Pemulihan Hak dan Kesejahteraan Adat


H.Samsari menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah memastikan lahan ulayat seluas 2.090 hektar tersebut benar-benar memberikan dampak ekonomi yang positif dan berkelanjutan bagi anak kemenakan Bathin Sengeri. Ia tidak ingin konsentrasi dalam membangun desa dan memperjuangkan hak masyarakat terganggu oleh dinamika politik lokal maupun rumor murahan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak.


Melalui konsolidasi internal bersama para Ninik Mamak, H. Samsari berkomitmen untuk terus menjaga persatuan masyarakat adat agar tidak terpecah belah. Pengawalan terhadap status fisik lahan akan terus ditingkatkan agar aset kolektif ini sepenuhnya kembali ke tangan masyarakat adat yang berhak, demi masa depan generasi Bathin Sengeri yang lebih sejahtera."****






LIPUTAN       :      DAVIDSON
EDITOR          :      REDAKSI 

Rabu, 12 Agustus 2026

Pengurus LAMR Kepulauan Meranti Ikuti Seminar Internasional Budaya Melayu Pesisir

Pengurus LAMR Kepulauan Meranti Ikuti Seminar Internasional Budaya Melayu Pesisir





KabarPesisirMews.Com
KEP RIAU,    -
Jajaran pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti berpartisipasi aktif sebagai peserta dalam Seminar Internasional Budaya Melayu Pesisir Selat Melaka bertajuk “BAB AL QAWA’ID dan Kesultanan Islam Nusantara” Rabu (12/8/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB ini diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Tafaquh Fiddin (IAITF) Dumai. Acara digelar secara hibrid (tatap muka dan online), berpusat di Ruang Raja Indra Pahlawan Lantai 2 Kantor Bupati Siak, serta disiarkan secara langsung melalui Zoom Meeting yang diikuti sebanyak 785 peserta dari berbagai kalangan akademisi, praktisi, dan tokoh masyarakat.


Acara secara resmi dibuka oleh Bupati Siak, Dr. Afni Z, S.A.P., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, beliau sekaligus bertindak sebagai salah satu keynote speaker bersama para tokoh akademisi terkemuka.


Seminar internasional ini menghadirkan Keynote Speaker ternama, di antaranya: Dr. Afni Z, S.A.P., M.Si. (Bupati Siak), Prof. Dr. S. Salahudin Suyurno (Presiden PIPSM), Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si., M.Phil. (Rektor IAITF Dumai / Sekjen PIPSM).


Selain itu, sajian materi ilmiah yang komprehensif dipaparkan oleh jajaran narasumber pakar lintas negara: Ustaz Ahmad Syarifuddin, SH (IAITF Dumai), Prof. Dr. Hj. R.A. Huzaifah Dato' Hasim, SE (DMDI International College, Malaysia), Dr. Azizur Rahman Ramli (Universiti Teknologi MARA Cawangan Johor, Malaysia), Datuk Seri Drs. H. Arfan Usman, M.Pd (Ketua DPH LAMR Kabupaten Siak), Dr. M. Hatta, M.Pd (Ketua STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak).


Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos, M.Si, mengapresiasi tingginya minat peserta pada gelaran seminar internasional ini. Menurutnya, pemahaman mengenai nilai-nilai sejarah Bab Al Qawa'id dan peradaban Kesultanan Islam di Nusantara sangat krusial, khususnya dalam memperkuat identitas kebudayaan Melayu Pesisir Selat Melaka di era modern.


"Seminar ini memberikan perspektif yang sangat kaya bagi pengembangan kajian komunikasi budaya dan Islam. Warisan sejarah serta kaidah Bab Al Qawa'id bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan fondasi peradaban yang harus terus didokumentasikan, disiarkan, dan dilestarikan oleh generasi muda, khususnya melalui pendekatan media dan komunikasi Islam," ujarnya.


Rangkaian acara internasional ini ditutup dengan prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) antara IAITF Dumai dengan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak sebagai bentuk komitmen penguatan kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pengabdian masyarakat."****






SUMBER    :   HUMAS LAMR KEP.MERANTI
EDITOR      :    REDAKSI 
Polsek Tebing Tinggi Cek Ketahanan Pangan Budidaya Lele di Desa Batin Suir

Polsek Tebing Tinggi Cek Ketahanan Pangan Budidaya Lele di Desa Batin Suir





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    - 
Polsek Tebing Tinggi melakukan pengecekan kegiatan ketahanan pangan melalui program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) berupa budidaya ikan lele milik BUMDes Desa Batin Suir, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.


Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan desa yang berlokasi di Jalan Utama Desa Batin Suir dengan luas lahan sekitar 20 x 30 meter. Pengecekan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Lukun Aipda Adi Kusuma bersama kelompok BUMDes Desa Batin Suir selaku pengelola budidaya.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengecekan dilakukan secara langsung untuk mengetahui kondisi usaha budidaya masyarakat sekaligus memastikan program ketahanan pangan berjalan dengan baik di lapangan.


Dalam pengecekan tersebut, petugas memantau kondisi kebersihan area budidaya, ketersediaan air serta pakan ikan. Dari hasil pemantauan, terdapat sekitar 8.000 ekor ikan lele yang dibudidayakan di lahan desa tersebut.


Selain melakukan pemantauan, kegiatan juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara pengelola BUMDes dengan pihak pendamping maupun petugas terkait.


Petugas turut memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus mengembangkan program P2B sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat dan keluarga.'****





LIPUTAN        :     ALD
EDITOR           :    REDAKSI 
IWO Meranti Genap 14 Tahun, Pemkab Ungkap Peran Penting Pers

IWO Meranti Genap 14 Tahun, Pemkab Ungkap Peran Penting Pers






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    -
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan pentingnya peran pers dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus menjadi mitra strategis dalam mendorong pembangunan daerah. Insan pers, khususnya media online, diminta tetap mengedepankan profesionalisme, independensi, akurasi, keberimbangan, dan etika jurnalistik.


Pesan tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Tengku Arifin, S.Sos, saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Kepulauan Meranti di Cafe Jingga, Jalan Banglas, Selatpanjang, Selasa (11/8/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Kepulauan Meranti, jajaran pengurus IWO, pimpinan organisasi profesi pers, insan pers, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta sejumlah tamu undangan.


Dalam sambutannya, Tengku Arifin menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga besar IWO yang telah memasuki usia ke-14 tahun. Ia berharap organisasi tersebut semakin solid, profesional, berintegritas, dan mendapat kepercayaan masyarakat.


“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-14 kepada Ikatan Wartawan Online. Semoga di usia yang ke-14 ini, IWO semakin solid, semakin profesional, semakin berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat,” ujar Tengku Arifin.


Menurutnya, perjalanan 14 tahun merupakan waktu yang cukup panjang bagi sebuah organisasi. Terlebih, perkembangan teknologi telah membuat arus informasi bergerak semakin cepat dan menjadikan media online memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat.


Namun, kecepatan tersebut, kata dia, harus diimbangi dengan ketelitian dan tanggung jawab jurnalistik.


“Tantangan terbesar insan pers bukan hanya bagaimana menjadi yang tercepat, tetapi bagaimana menjadi yang paling akurat, berimbang dan dapat dipercaya,” tegasnya.


Tengku Arifin menegaskan, kebebasan pers merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab dan etika jurnalistik.


Ia mengingatkan agar kecepatan pemberitaan tidak mengalahkan kebenaran, popularitas tidak mengalahkan profesionalisme, dan kepentingan sesaat tidak mengorbankan kepercayaan publik.


Pada akhirnya, kekuatan media bukan hanya terletak pada seberapa banyak berita yang diterbitkan, tetapi seberapa besar kepercayaan masyarakat terhadap berita tersebut,” katanya.


Ia juga menilai hubungan antara pemerintah dan pers harus dibangun dalam suasana yang sehat, terbuka, dan saling menghormati.


Menurutnya, pemerintah dan pers memiliki ruang kerja yang berbeda. Pemerintah menjalankan fungsi melalui kebijakan dan pelayanan publik, sedangkan pers menjalankan fungsi melalui penyebaran informasi dan kontrol sosial.


“Pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik. Pers juga tidak boleh kehilangan independensinya,” ujarnya.


Tengku Arifin mengatakan kritik yang objektif dan berdasarkan fakta bukanlah ancaman bagi pemerintah. Sebaliknya, kritik dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui berbagai kekurangan sekaligus memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemerintahan.


Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen terus membuka ruang komunikasi dan membangun kemitraan yang sehat dengan insan pers.


“Kita boleh berbeda sudut pandang, tetapi kita tidak boleh berbeda tujuan. Tujuan kita adalah membangun Kepulauan Meranti yang lebih maju, sejahtera dan bermartabat,” tuturnya.


Selain menjalankan fungsi kontrol sosial, insan pers juga diajak turut memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Meranti.


Tengku Arifin menyebut sejumlah sektor yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan dipromosikan melalui pemberitaan, antara lain ekonomi, kelautan dan perikanan, perkebunan, perdagangan, pariwisata, kebudayaan, serta sumber daya manusia.


“Mari kita beritakan Meranti bukan hanya karena masalahnya, tetapi juga karena potensinya. Kita kritisi apa yang perlu diperbaiki, tetapi kita juga angkat keberhasilan masyarakat,” ajaknya.


Ia berharap pemberitaan media di daerah mampu menghadirkan informasi yang berimbang. Berbagai persoalan tetap harus disampaikan secara objektif, namun pada saat yang sama media juga dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk melihat peluang dan optimisme pembangunan


Dengan demikian, pers bukan sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi bagian dari energi pembangunan daerah,” tambahnya.


Ia juga mengajak seluruh insan pers meningkatkan kompetensi, memperkuat solidaritas, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, serta menjaga kepercayaan masyarakat.


Pers, lanjutnya, juga memiliki peran penting dalam melawan berita bohong, disinformasi, serta berbagai bentuk informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.


“Jadikan media sebagai ruang untuk memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi dan membangun optimisme masyarakat,” katanya.


Sementara itu, Ketua IWO Kabupaten Kepulauan Meranti, Rahmat Arifin, menyampaikan bahwa perjalanan IWO selama 14 tahun merupakan bagian dari proses panjang dalam membangun organisasi dan menjaga marwah profesi wartawan online.


Ia menegaskan bahwa perkembangan media digital membawa tantangan tersendiri bagi wartawan. Di tengah tuntutan kecepatan informasi, wartawan tetap harus menjadikan akurasi, keberimbangan, independensi, dan kode etik sebagai landasan utama dalam menjalankan profesinya.


Menurut Rahmat, IWO Kepulauan Meranti akan terus mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme anggotanya agar mampu menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Wartawan bukan hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mencerdaskan masyarakat dan memberikan kontribusi positif bagi daerah,” ujarnya.


Ia juga mengajak seluruh insan pers di Kepulauan Meranti menjaga solidaritas dan membangun hubungan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat.


Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam menjalankan profesi jurnalistik. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan semangat bersama untuk menjaga kualitas pers dan membangun daerah.


Ketua Panitia sekaligus Sekretaris IWO Kepulauan Meranti, Harfailin, mengatakan peringatan HUT ke-14 IWO tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan perjalanan organisasi, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial.


IWO diketahui lahir pada 8 Agustus 2012 dari semangat para jurnalis online untuk menjaga marwah profesi, menyuarakan kebenaran, serta menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat.


Dalam peringatan HUT tahun ini, keluarga besar IWO Kepulauan Meranti turut berbagi kebahagiaan dengan sekitar 30 anak yatim melalui pemberian santunan.


“Ini bukan soal seberapa besar nilainya, tetapi merupakan bentuk kasih sayang dan rasa syukur kami. Semoga bermanfaat dan menjadi semangat bagi anak-anak untuk terus belajar serta menjadi kebanggaan orang tua dan bangsa,” kata Harfailin.


Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, mitra kerja, organisasi profesi pers, serta seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap keberadaan IWO di daerah.


Ia berharap IWO Kepulauan Meranti semakin solid, profesional, dan semakin dekat dengan masyarakat.


“Karena tugas wartawan bukan hanya menulis berita, tetapi juga ikut membangun daerahnya,” ujarnya.


Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, juga menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-14 IWO.


Ia berharap IWO Kepulauan Meranti semakin kompak dan sukses dalam menjalankan tugas jurnalistik.


Menurutnya, media online memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Namun, kecepatan penyampaian informasi harus tetap diiringi dengan etika, termasuk dalam penggunaan bahasa.


Hal tersebut dinilai penting karena Kepulauan Meranti merupakan daerah yang kuat dengan nilai-nilai adat dan budaya Melayu.


“Dalam kaidah penulisan, kita harus mengedepankan etika berbahasa. Karena dengan bahasa yang kita tulis, orang akan melihat kualitas kita,” ujarnya.


Datuk Seri Afrizal berharap seluruh media di Kepulauan Meranti dapat menjadi sarana penyebaran informasi yang tetap menjunjung tinggi kesantunan, adat, dan budaya Melayu.


“Mari sama-sama kita bina media online dan semua media yang ada supaya menjadi media yang penuh kesantunan dalam tata adat budaya kita di sini,” pungkasnya.


Peringatan HUT ke-14 IWO Kabupaten Kepulauan Meranti tersebut menjadi momentum memperkuat solidaritas insan pers sekaligus menegaskan kembali pentingnya media yang profesional, independen, beretika, dan bertanggung jawab.


Di tengah derasnya arus informasi digital, pers diharapkan tidak hanya menjadi penyampai berita, tetapi juga hadir sebagai kontrol sosial, penjaga kualitas informasi, serta bagian dari kekuatan masyarakat dalam mendorong pembangunan Kepulauan Meranti yang lebih maju dan sejahtera."****





LIPUTAN          :     NUR
EDITOR             :     REDAKSI 
EDITOR             

Polsek Merbau Lakukan Patroli Karhutla Secara Bersama MPA dan Tim Fire PT. RAPP Pulau Padang.

Polsek Merbau Lakukan Patroli Karhutla Secara Bersama MPA dan Tim Fire PT. RAPP Pulau Padang.




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUaN MERANTI RIAU,     -
Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Fauzi Menara S.Pd didampingi beberapa personil Polsek Merbau, Kapolres Kepulauan Meranti lagi gencarnya melaksanakan Kegiatan Patroli Karhutla Polsek Merbau. Patroli juga melibatkan Masyarakat Pemadam Api (MPA) dan Tim Fire PT. RAPP di Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Merbau, pada Selasa (11/8/2026), sejak pukul 10.00 Wib sampai selesai.


Pantauan dilokasi terlihat, sasaran lokasi pemantauan tersebut dimulai dari Desa Bagan Melibur, Desa Mayang Sari Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Riau.


Patroli Karhutla melalui drone, dikesempatan tersebut dilakukan, sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat untuk Larangan Membakar Sampah Sembarangan  pada Musim Panas /Kemarau.


Patroli kali ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Fauzi Menara, S.Pd, didampingi, Kanit Samapta Polsek Merbau AIPTU Dodi Novrian, Ps. Kanit Intelkam Polsek Merbau BRIGADIR Fadli, S.E, Bhabinkamtibmas Polsek Merbau BRIGADIR Muchlisin, diikuti MPA Desa Bagan Melibur, Tim Fire PT. RAPP.


Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Fauzi Menara S.Pd melalui pesan WhatsApp pada Rabu 12 Agustus 2026 mengatakan, hal ini dilakukan merupakan wujud kepedulian kita beserta upaya untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan  (Karhutla) di wilayah Hukum Polsek Merbau Polres Kepulauan Meranti, ucapnya. 


Masyarakat berperan dalam mencegah terjadinya Karhutla di Wilkum Polsek Merbau. Kita berharap agar masyarakat dapat berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, tegas Kapolsek Merbau. 


Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Fauzi Menara juga Memberi Himbauan terkait penanganan dan Pencegahan apabila terjadi Karhutla. Apa bila terjadi kebakaran masyarakat diharapkan dapat melapor dan memberi informasi secepatnya kepada Polsek Merbau, imbuhnya.
 

Diakuinya tidak ditemukannya titik api maupun titik panas di Wilkum Polsek Merbau. Dari hasil Patroli kami tidak menemukan titik api maupun titik panas di wilayah hukum Polsek Merbau, jelas Kapolsek Merbau.


Masyarakat memahami bahaya yang ditimbulkan akibat karhutla serta sanksi bagi pelaku. Masyarakat mendukung penuh dalam pencegahan terjadinya karhutla di Wilkum Polsek Merbau. Alhamdulillah selama pelaksanaan kegiatan berlangsung aman Kondusif, pungkas Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Menara."****






PENULIS      :       ALI SANIP 
EDITOR        :       REDAKSI