Senin, 28 September 2026

Festival Bunga Raya: Pesta Rakyat Meriah Siap Menghibur Warga Siak

Festival Bunga Raya: Pesta Rakyat Meriah Siap Menghibur Warga Siak






KabarPesisirNews.Com
SIAK RIAU,   — 
27 September 2026.
Suasana meriah dan penuh kegembiraan akan menyelimuti Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dengan digelarnya Festival Bunga Raya — Pesta Rakyat Kabupaten Siak. Acara ini berlangsung mulai 19 September hingga 17 Oktober 2026 di Lapangan Bola Sri Wangsa, Bunga Raya.
 

Festival ini menghadirkan beragam wahana permainan seru yang cocok untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa:
 

- 🎡 Kincir Raksasa
​
- 🚢 Kora-Kora
​
- 🎠 Komedi Putar
​
- 🎪 Ontang-Anting
​
- 🏰 Istana Balon
​
- 🤸 Trampolin
​
- 🎈 Mandi Bola



Tak hanya wahana permainan, pengunjung juga dapat menikmati aneka kuliner khas di deretan stan makanan yang tersedia, mulai dari martabak, pempek, hingga jajanan pasar lainnya. Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi tempat rekreasi, melainkan juga menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan warga serta mendorong perekonomian masyarakat setempat melalui UMKM dan usaha kuliner.
 

“Semoga Festival Bunga Raya ini membawa kegembiraan bagi seluruh warga Siak, menjadi ajang silaturahmi, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujar salah satu panitia pelaksana.
 

Masyarakat luas diundang untuk memeriahkan acara ini bersama keluarga dan kerabat. Pesta rakyat ini diharapkan berjalan lancar, aman, dan menjadi kenangan indah bagi seluruh warga Siak."****





LIPUTAN SIAK      :    ANGGA 
EDITOR                  :    REDAKSI 

Minggu, 27 September 2026

Filosofi Proses: Kisah Arif Rahman, Dari Berburu Pasar Pekan Hingga Menjadi Pemilik Beberapa Toko

Filosofi Proses: Kisah Arif Rahman, Dari Berburu Pasar Pekan Hingga Menjadi Pemilik Beberapa Toko






KabarPesisirNews.Com
PERBAUNGAN,    -
Kesuksesan sering kali diukur secara instan dari indikator materialistik, kepemilikan rumah, beberapa toko, kendaraan roda empat dan roda dua. Padahal, dibalik capaian tersebut terdapat narasi panjang tentang kerja keras, ketabahan dan proses yang tidak instan.


Hal tersebut terefleksi dari perjalanan usaha Arif Rahman, yang akrab disapa Arif. Kepada media ini, minggu (27/9/2026), Arif membagikan kisah inspiratifnya sebagai motivasi bagi generasi muda.


Arif memulai perjalanan wirausahanya sejak tahun 2008. Perjalanan selama 18 tahun tersebut tidak selalu mulus. Ia mengaku sering mengalami fase jatuh bangun dalam berusaha. Dinamika tersebut tidak membuatnya menyerah, meski harus berhadapan dengan kerasnya kompetisi pasar.


Pada fase awal, model bisnis yang dijalankan Arif adalah model bisnis mobile. Ia tidak menetap di satu lokasi, melainkan mengikuti siklus hari pasar atau pekan di beberapa wilayah di Kota Medan. Strategi jemput bola ini ia lakukan untuk mengumpulkan pundi-pundi keuntungan secara bertahap.


Ketekunan tersebut membuahkan hasil. Arif menuturkan, berkat ketabahan dan konsistensi, saat ini ia tidak lagi mengejar hari pasar. Ia telah memiliki rumah pribadi dan beberapa toko sebagai pusat usahanya.


Alhamdulillah, sekarang sudah merasa tenang. Tenang dalam arti ekonomi dan ketenangan batin," ujar Arif.


Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, Arif memaknai kesuksesannya sebagai instrumen sosial. Kini, ia mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar untuk bekerja di tokonya.


Menurutnya, inilah esensi tertinggi dari sebuah kesuksesan.


Tujuan salah satu cita-cita saya, yakni membahagiakan keluarga dan berguna bagi orang lain," tutupnya.


Kisah Arif Rahman menjadi bukti empiris bahwa kesuksesan adalah akumulasi dari proses, bukan peristiwa semalam. Menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda bahwa mentalitas pantang menyerah dan kesabaran adalah modal utama yang melebihi modal finansial."****






EDITOR       :      REDAKSI 

Senyum Siswa SLB Selatpanjang di Balik Nonton Film Istimewa, Ada Kepedulian Kapolres Meranti

Senyum Siswa SLB Selatpanjang di Balik Nonton Film Istimewa, Ada Kepedulian Kapolres Meranti






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,     - 
Polres Kepulauan Meranti menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan dan anak berkebutuhan khusus dengan mengajak siswa SLB Negeri Selatpanjang mengikuti kegiatan nonton bareng film Istimewa di Bioskop XXI Mal Ciputra Seraya, Pekanbaru.


Kegiatan yang digelar Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB tersebut diikuti siswa dan guru pendamping SLB Negeri Selatpanjang bersama Pejabat Utama (PJU) serta Polwan Polres Kepulauan Meranti.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K. mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Polres Kepulauan Meranti dalam memberikan pengalaman edukatif dan menyenangkan bagi para siswa.


"Memberikan kegiatan edukatif yang positif melalui tontonan film yang relevan," kata AKBP Gede Adi.


Melalui film Istimewa, para siswa diharapkan memperoleh motivasi sekaligus memahami nilai kepedulian, semangat, empati dan pentingnya saling menghargai perbedaan.


Kebersamaan dalam kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi jajaran Polres Kepulauan Meranti untuk semakin mendekatkan diri dengan para siswa dan tenaga pendidik SLB Negeri Selatpanjang.


Para siswa tampak antusias selama mengikuti kegiatan. Selain menikmati film bersama, mereka mendapatkan pengalaman baru sekaligus kesempatan menyampaikan tanggapan terhadap pesan yang diperoleh dari film tersebut.


Perhatian Polres Kepulauan Meranti tidak berhenti setelah kegiatan nonton bareng selesai. Jajaran kepolisian juga memastikan perjalanan rombongan hingga kembali ke Selatpanjang berlangsung aman.


Adapun rombongan, siswa dan guru pendamping, tiba di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Sabtu (26/9/2026) sore.


Rombongan sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Tanjung Buton menggunakan Speedboat Pemkab 2. Kedatangan mereka turut dipantau jajaran Satpolairud Polres Kepulauan Meranti.


Kapolres berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya lingkungan pendidikan, sekaligus menumbuhkan semangat dan motivasi bagi siswa SLB Negeri Selatpanjang.


Seluruh rangkaian kegiatan hingga kepulangan rombongan ke Selatpanjang berlangsung aman dan tertib."****






SUMBER    :   HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR      :    REDAKSI 
Diiringi Ratusan Warga, Nanang Helmanto Mendaftar Kembali sebagai Calon Kades Lalang Kabung

Diiringi Ratusan Warga, Nanang Helmanto Mendaftar Kembali sebagai Calon Kades Lalang Kabung





KabarPesisirNews.Com
PELALAWAN RIAU,      – 
Dukungan terhadap Kepala Desa (Kades) petahana Lalang Kabung, Kecamatan Pelalawan, Nanang Helmanto, untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode kedua terus mengalir.


Salah satu dukungan tersebut datang dari tokoh pemuda, Ade Lesmana. Ia menyatakan dukungannya terhadap Nanang Helmanto untuk kembali memimpin Desa Lalang Kabung.


Dukungan itu terlihat saat Nanang Helmanto diarak ratusan warga dari kediamannya menuju Kantor Desa Lalang Kabung untuk mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa, Minggu (27/9/2026).


Iring-iringan warga tersebut berlangsung meriah. Warga berjalan bersama mengantarkan Nanang menuju kantor desa sebagai bagian dari proses pencalonannya untuk periode kedua.


Ade Lesmana mengatakan, dukungan yang diberikan merupakan bentuk harapan agar pembangunan Desa Lalang Kabung dapat terus berlanjut.


“Menurut kami, pembangunan desa harus berkesinambungan. Pak Nanang sudah memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, kami berharap beliau bisa melanjutkan program-program yang masih perlu dituntaskan,” ujar Ade.


Menurutnya, keberlanjutan pembangunan tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pelayanan masyarakat, serta pemberdayaan pemuda dan masyarakat desa.




Warga Nilai Pembangunan Perlu Dilanjutkan


Sejumlah warga yang ikut mengantarkan Nanang Helmanto juga menyampaikan pandangan mereka mengenai sosok kepala desa petahana tersebut.


Salah seorang warga, [nama warga], mengatakan dirinya melihat Nanang sebagai sosok yang cukup memahami persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Lalang Kabung.


“Selama beliau memimpin, kami melihat ada upaya untuk membangun desa dan memperhatikan kebutuhan masyarakat. Tentu masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki dan dilanjutkan. Harapan kami, kalau kembali diberi amanah, pembangunan bisa semakin baik,” katanya.


Pandangan serupa disampaikan warga lainnya, [nama warga], yang berharap program pembangunan desa ke depan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik.


“Kami berharap pembangunan ke depan semakin merata. Infrastruktur penting, tetapi peningkatan SDM, pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan pemuda juga harus mendapat perhatian,” ujarnya.


Warga lainnya, [nama warga], berharap Nanang Helmanto apabila kembali dipercaya masyarakat dapat lebih banyak membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.


“Yang paling penting bagi kami adalah kepala desa bisa mendengar masyarakat. Kalau ada kekurangan, mudah-mudahan bisa diperbaiki. Kalau ada program yang sudah bagus, tentu kami berharap dilanjutkan,” katanya.


Fokus SDM dan Infrastruktur


Dalam pencalonannya untuk periode kedua, Nanang Helmanto membawa visi untuk melanjutkan berbagai program terbaik demi kemajuan Desa Lalang Kabung.


Fokus tersebut mencakup peningkatan kualitas SDM masyarakat, pembangunan dan peningkatan infrastruktur desa, serta pengembangan berbagai sektor yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.


Pembangunan infrastruktur dinilai tetap menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat. Namun, peningkatan kualitas SDM juga menjadi perhatian agar masyarakat Desa Lalang Kabung semakin mampu berperan dalam pembangunan desa.


Nanang Helmanto juga diharapkan dapat melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus melakukan evaluasi terhadap program yang masih membutuhkan penyempurnaan.


Dengan diarak ratusan warga dari kediamannya menuju Kantor Desa Lalang Kabung, pendaftaran Nanang Helmanto untuk kembali maju dalam Pilkades menjadi momentum tersendiri bagi pendukungnya.


Selanjutnya, proses pencalonan akan mengikuti seluruh tahapan dan ketentuan Pilkades yang berlaku.


Masyarakat diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya secara bebas dan bertanggung jawab serta menjaga suasana keamanan dan ketertiban selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung."****






LIPUTAN PELALAWAN    :    DAVIDSON
EDITOR                               :    REDAKSI 
Kumpulan Pemuda Selatpanjang Bersatu Berbagi Berkah, Santuni Anak Yatim

Kumpulan Pemuda Selatpanjang Bersatu Berbagi Berkah, Santuni Anak Yatim





SELATPANJANG – 
Semangat kepedulian sosial ditunjukkan oleh Kumpulan Pemuda Selatpanjang Bersatu (KPSB) Kabupaten Kepulauan Meranti melalui kegiatan berbagi berkah dan pemberian santunan kepada anak yatim dan piatu.
Kegiatan tersebut dipusatkan di kediaman Ketua KPSB, Jalan Dorak, Kelurahan Selatpanjang Timur, pada Ahad (27/09/2026).


Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Ustman. Turut hadir Penasehat KPSB, N. Fadli, serta Korlap KPSB, Kamarul Zaman alias Lembut.


Ketua KPSB, Dedi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pengurus yang telah berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.


“Alhamdulillah, terima kasih kepada kawan-kawan pengurus KPSB yang telah menyumbangkan sedikit rezekinya sehingga kegiatan kita hari ini dapat terlaksana. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” ujar Dedi.


Sementara itu, Penasehat KPSB, N. Fadli, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas para pemuda tempatan untuk membantu sesama.


“Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar. Ini adalah bentuk solidaritas kami, pemuda tempatan, dalam membantu sesama. Semoga ke depannya KPSB dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Meranti,” ungkap Fadli.


Dalam kesempatan yang sama, Korlap KPSB, Arif alias Lembut, turut mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat berbagi rezeki dengan anak-anak yatim dan piatu.


“Kita bersyukur kepada Allah SWT karena pada hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk berbagi rezeki. Walaupun yang diberikan tidak seberapa, semoga dapat membantu dan meringankan kebutuhan adik-adik kita yang menerima santunan,” ucap Lembut.


Ia juga berharap kegiatan berbagi tersebut dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.


“Kami percaya, dengan sering berbagi dan membantu sesama, insyaallah Allah SWT akan mencukupi kebutuhan kita dan melapangkan rezeki kita,” tambahnya.


Kegiatan berbagi dan pemberian santunan ini telah beberapa kali dilaksanakan oleh pengurus KPSB. Ke depan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi agenda sosial yang dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahunnya sebagai bentuk kepedulian pemuda terhadap masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti."****






EDITOR          :      REDAKSI 


Ketua IWO Riau Sentil Edy Natar: Kritik Kapolda-Pangdam Boleh, Tapi Mana Data dan Buktinya?

Ketua IWO Riau Sentil Edy Natar: Kritik Kapolda-Pangdam Boleh, Tapi Mana Data dan Buktinya?






KabarPesisirNews.Com
PEKANBARU RIAU,     -
Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, menyoroti keras pernyataan mantan Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) Edy Afrizal Natar Nasution yang meminta Kapolda Riau dan Pangdam meninggalkan Riau apabila dinilai tidak mampu mengatasi persoalan kelangkaan solar.


Muridi menilai kritik terhadap aparat maupun pejabat publik merupakan bagian dari demokrasi dan kontrol sosial. Namun, kritik tersebut semestinya disampaikan secara proporsional, santun, berbasis data serta disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.


“Pak Edy Natar adalah tokoh Riau, mantan Gubernur dan purnawirawan jenderal. Kritik beliau tentu harus kita hormati. Tetapi menurut saya, pernyataan meminta Kapolda dan Pangdam pindah dari Riau terlalu berlebihan. Kritiklah dengan santun. Kalau memang ada persoalan, buka data dan buktinya. Jangan hanya berhenti pada kata-kata,” kata Muridi, Minggu (27/9/2026).


Muridi menegaskan dirinya tidak mempersoalkan kritik Edy terhadap penanganan kelangkaan solar. Menurut dia, persoalan BBM subsidi memang harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Namun, ia mempertanyakan apabila kritik tersebut kemudian diarahkan dengan meminta Kapolda dan Pangdam meninggalkan Riau.


“Kalau memang ada dugaan mafia solar, siapa pemainnya? Di mana praktiknya? Apa buktinya? Sampaikan kepada aparat penegak hukum dan mari kita kawal bersama. Jangan kemudian seluruh persoalan seolah-olah dibebankan kepada Kapolda dan Pangdam,” ujarnya.


Pernyataan Edy sebelumnya mencuat setelah dirinya menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Riau bersama sejumlah organisasi masyarakat dan instansi terkait di Pekanbaru, Rabu (23/9/2026).


Dalam forum tersebut, Edy mendorong pembentukan satuan tugas terpadu yang melibatkan kepolisian, TNI, kejaksaan dan instansi terkait untuk mengusut dugaan praktik mafia solar yang dinilai berkaitan dengan persoalan distribusi BBM di Riau.


Edy juga melontarkan kritik terhadap aparat dengan menyatakan Kapolda dan Pangdam sebaiknya pindah dari Riau apabila tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut.


Muridi menilai substansi desakan untuk membongkar dugaan penyelewengan BBM subsidi perlu didukung. Namun, menurutnya, dugaan tersebut harus diuji melalui data, alat bukti dan proses hukum.


“Kalau memang ada mafia solar, bongkar sampai ke akar-akarnya. Kalau ada oknum yang bermain, siapa pun dia, proses sesuai hukum. Kami tidak akan membela pelanggaran. Tetapi jangan pula membuat tudingan tanpa pembuktian,” tegas Muridi.


Menurut Muridi, masyarakat justru membutuhkan jawaban konkret mengenai penyebab antrean solar serta langkah penyelesaiannya. Karena itu, polemik tersebut jangan sampai mengalihkan perhatian dari persoalan utama.


Ia juga menilai Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo tidak semestinya langsung ditempatkan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas seluruh persoalan distribusi solar di Riau.


“Distribusi BBM melibatkan banyak pihak dan memiliki mekanisme pengawasan masing-masing. Kalau ada penyimpangan, telusuri jalurnya. Kalau ditemukan pelanggaran pidana, proses pelakunya. Jangan langsung menghakimi dua pimpinan institusi,” katanya.


Muridi menambahkan, kritik kepada TNI dan Polri tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol publik. Namun, kritik akan jauh lebih kuat apabila didukung fakta yang dapat diuji.


“PW IWO Riau tidak antikritik. TNI dan Polri juga harus terbuka terhadap kritik. Tetapi kalau bicara dugaan mafia, tentu harus ada data dan bukti. Bicara itu mudah, membuktikan itulah yang ditunggu masyarakat,” tegasnya.


Muridi pun menantang siapa saja yang mengantongi bukti dugaan penyalahgunaan solar subsidi untuk menyerahkannya kepada aparat penegak hukum dan mengawasi proses penanganannya secara terbuka.


“Kalau Pak Edy memiliki data dan bukti, silakan buka dan serahkan. Kita kawal bersama. Kalau benar ada mafia, jangan berhenti pada pemain kecil. Bongkar sampai ke akar-akarnya dan tindak siapa pun yang terlibat,” ujarnya.


Menurut Muridi, penyelesaian persoalan kelangkaan solar jauh lebih penting dibandingkan memperpanjang perang pernyataan antartokoh.


“Rakyat tidak membutuhkan kegaduhan. Rakyat membutuhkan solar tersedia, antrean terurai dan subsidi tepat sasaran. Kalau benar ada mafia, buktikan dan bongkar. Itu yang harus kita perjuangkan bersama,” pungkasnya."****






LIPUTAN       :      RED
EDITOR          :      REDAKSI 
Viral Soal Lapas Cibinong, "Ombudsman Offside, Mereka Bukan Penyidik Lakukan Penggerebekan"

Viral Soal Lapas Cibinong, "Ombudsman Offside, Mereka Bukan Penyidik Lakukan Penggerebekan"




KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,     -
Penggerebekan' Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang dilakukan Ombudsman RI, menyisakan pro kontra di tengah masyarakat. Di saat lembaga itu merasa sukses melakukan tugasnya, namun sisi lain banyak pandangan negatif terhadap tindak tanduk para komisionernya yang seolah berlinduk di bawah kata sidak (inspeksi mendadak).


Tokoh masyarakat Rajamin Sirait secara tegas juga mengatakan bahwa Ombudsman RI _offside_ dalam kasus Lapas Kelas IIA Cibinong. Karena apa yang dilakukan sudah melampaui tupoksinya.


"Fungsi Ombudsman itu kan pelayanan publik, seluruh kerjanya berdasarkan pengaduan masyarakat, ditelaah dibicarakan dulu dengan pihak yang berwenang, ada dugaan yang menjadi temuan mereka, bukan seolah memposisikan dirinya sebagai polisi, jaksa bahkan seperti hakim yang seenaknya memvonis bahwa setiap temuan mereka sesuai fakta. Ini yang saya sebut _offside_," tegasnya di Jakarta, Minggu (27/9/2026).


Bahkan, kata dia, petugas kepolisian saja dalam melakukan penggeledahan harus ada izin atau pendampingan. "Dan kalau Ombudsman mengatakan itu sidak, dari mana jalannya instansi lain melakukan sidak ke instansi lain. Memang bisa rumah tangga kita disidak rumah tangga lain. Anehkan," imbuhnya.


Parahnya lagi, lanjut Rajamin, seolah-olah tugasnya membongkar sesuatu yang dianggap aib dianggap sebuah kesuksesan. "Ya indikasi itu bisa kita lihat dengan langkah Ombudsman yang mengamuk, nendang pagar dan sengaja membawa wartawan serta secara sengaja menyebarkan video temuan mereka di lapangan ke medsos untuk mendapatkan framing bahwa mereka berhasil," sebutnya.


Dalam hal ini, Rajamin juga meminta Ombudsman untuk menghentikan ego sektoral seolah-olah mereka lembaga super-bodi yang bisa berbuat semaunya.


"Ombudsman harusnya memahami bahwa tugas pelayanan di pemasyarakatan ini tidak gampang dan orang yang ditahan juga bukan orang sembarangan. Pahami juga emosonal para warga binaan. Jangan seperti orang budeg. Kementerian Imipas jelas mengatakan bahwa di dalam Undang-undang memang ada dijelaskan tentang Lapas Terbuka, proses asimilasi. Dan Menteri sudah mengatakan ada investigasi dan jangan ombudsman menyebut temuannya yang masih prematur itu merasa paling benar," ujar Rajamin.


Pria asal Medan ini juga mengaku curiga bahwa ada motif lain dan seperti _by order_ dalam aksi ombudsman tersebut.


"Semoga kecurigaan saya tidak benar. Tapi saya tetap berpesan, semoga apa yang dilakukan Ombudsman tidak disusupi dan ditunggangi dengan kepentingan lain. Lihat juga hal positif yang dilakukan Imipas khususnya terkait ketahanan pangan dan bagaiman disitu manusia dimanusiakan kembali," kata Rajamin.


"Janganlah ingin besar tapi menginjek kepala orang lain. Ombudsman itu digaji negara dengan tugas pokok yang sudah jelas, bukan seperti yang mereka lakukan di Lapas Cibinong," tutupnya.


*Ombudsman Jangan Merasa Paling Bersih*


Senada juga diungkapkan Ketua Umum Forum Masyarakat Pemantau Negara (Formapera) Teuku Yudhistira. Ia turut mempertanyakan indikasi adanya motif tertentu di balik dari aksi Ombudsman RI di Lapas Cibinong.


Menurutnya, sesama abdi negara, Kementerian dan Lembaga seharusnya 
saling terbuka untuk membenahi persoalan-persoalan atas nama kepentingan negara.


"Bukan tidak membenarkan adanya sidak, memang itu jelas diatur dalam undamg-undang. Tapi seharusnya, sebagai abdi negara kita harus tahu langkah-langkah yang lebih baik untuk memecahkan persoalan, bukan membuat opini hingga masyarakat menjadi gaduh dan menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah, tetapi kita harus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah di tengah persoalan politik global dan politik eekonomi global," ucapnya.


Bahkan, ia menilai, sidak Ombudsman RI di Lapas Cibinong seperti menendang pagar dan dobrak tidak seharusnya dilakukan.


"Semua ada jalurnya dan langkahnya, saya kira, pihak lapas juga tidak akan mengahalangi mereka untuk sidak, dan saya kira personel lapas juga tahu undang-undang yang mengatur terkait sidak Ombudsman," jelasnya.


Ia juga menekankan, dalam memecahkan persoalan di tengah publik dan negara ini, jangan merasa seperti orang paling benar.


Harusnya, lanjut Yudhis, sebelum bertindak berkaca terlebih dahulu, apakah komisioner itu orang-orang benar di dalamnya.


"Rekrutmen komisionernya saja patut dipertanyakan. Kalau memang benar, ketua Ombudsman yang baru dilantik 6 hari, kok bisa ditangkap Kejaksaan Agung, karena kasus suap. artinya apa, jelas bahwa track record komisonernya juga harus dipertanyakan," tegas Yudhis. 


Di sisi lain Yudhis juga meminta Komisi XIII juga tidak langsung melakukan justifikasi atas apa yang menjadi temuan Ombudsman itu. 


"Dan tanya juga, apakah seluruh anggota Komisi XIII DPR RI itu orang bersih semua? Ada tidak di antara mereka yang tidak ikut bermain proyek di pemasyarakatan. Ayo kita buktikan sama-sama.  Dan kalau memang ombudsman mau membantu perubahan di pemasyarakatan, berani gak mereka membongkar fakta soal keterlibatan oknum wakil rakyat bermain proyek di lapas dan rutan," sebutnya.


Yudhis juga  menekankan agar Ombudsman juga bersikap dewasa dan tidak seolah-olah melempar bola panas setelah Menteri Imipas mencopot Kalapas dan 4 pejabat Lapas Cibinong. "Artinya, bila temuan Ombudsman itu tidak benar, maka lembaga tersebut perlu memberikan klarifikasi secara terbuka juga,"  pungkas Yudhis."****





LIPUTAN        :     RED
EDITOR           :     REDAKSI 
Armada Kapal Diduga Tak Kantongi Dokumen Resmi, Jual Material dan Pasir di Meranti dengan Harga di Bawah Pasaran

Armada Kapal Diduga Tak Kantongi Dokumen Resmi, Jual Material dan Pasir di Meranti dengan Harga di Bawah Pasaran





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    — 
Aktivitas sebuah armada kapal yang diduga tidak mengantongi dokumen resmi lengkap menjadi sorotan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Armada tersebut disebut membawa dan memperjual batu dengan harga yang dinilai berada jauh di bawah harga pasaran setempat.


Informasi yang dihimpun menyebutkan, keberadaan armada tersebut tidak hanya menjadi perhatian dari sisi kelengkapan dokumen, tetapi juga karena aktivitas perdagangan material yang diduga berdampak terhadap harga pasar lokal.


Sejumlah pelaku usaha material di wilayah Kepulauan Meranti disebut mempertanyakan bagaimana material berupa batu dan pasir tersebut dapat diperjualbelikan dengan harga relatif rendah apabila seluruh kewajiban administrasi, legalitas, pengangkutan, serta aspek lainnya telah dipenuhi.
Armada kapal tersebut berasal dari sawang / selat belia yang mana biasa di kenal dengan nama kapal Marbun , 


Kapal tersebut juga tidak memiliki dokumen resmi perjalanan ( pelayaran ) serta invoice resmi pembelian batu dari perusahaan yang ada di tanjung balai Karimun lalu batu tersebut di perjual kan kepada penampung yang ada di tanjung Samak desa Tanjung bakau parit mesjid yang mana  nama penampung barang tersebut di kenal dengan panggilan Rofi hal ini sudah sangat lama beroperasi.


Dengan ada nya laporan serta pengaduan maka dari pada itu tim kami mencari tau serta investigasi supaya dari pihak berwenang bisa memberikan kebijakan supaya kapal tersebut bisa di tindak lanjuti , karna sudah sangat menggangu khusus nya di seputaran kabupaten Kepulauan Meranti selat panjang . 


Kondisi ini memunculkan sejumlah pertanyaan penting: dari mana material tersebut diperoleh, apakah asal-usul material dapat dibuktikan dengan dokumen resmi, serta apakah kapal yang digunakan memiliki kelengkapan dokumen dan izin yang dipersyaratkan.
Jika benar armada tersebut beroperasi tanpa dokumen resmi yang dipersyaratkan, maka persoalan ini tidak hanya menyangkut persaingan harga, tetapi juga perlu dilihat dari aspek legalitas kegiatan pengangkutan dan perdagangan material.


Pelaku usaha lokal berharap instansi berwenang dapat melakukan pemeriksaan secara terbuka terhadap armada tersebut, termasuk memeriksa dokumen kapal, dokumen muatan, asal-usul batu dan pasir, serta legalitas pihak yang melakukan kegiatan perdagangan.


Publik menunggu kejelasan: apakah aktivitas armada tersebut telah memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku atau justru terdapat persoalan administrasi dan legalitas yang perlu ditindaklanjuti?


Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai identitas perusahaan pemilik armada, nama kapal, asal material, serta dokumen resmi yang dipersoalkan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang dan pihak terkait."****






LIPUTAN       :     RED
IMI Kuansing Tak Cuma Bicara Otomotif, Janda Dhuafa Disantuni dan Diberi Sembako

IMI Kuansing Tak Cuma Bicara Otomotif, Janda Dhuafa Disantuni dan Diberi Sembako





KabarPesisirNews.Com
TELUK KUANTAN RIAU,   — 
Deru mesin dan aktivitas otomotif bukan satu-satunya wajah Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).


Di balik aktivitas organisasi yang identik dengan dunia otomotif, IMI Kuansing menunjukkan kepedulian sosial dengan menyambangi dan memberikan bantuan sembako kepada para janda dhuafa di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.


Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di Sekretariat IMI Kuansing, Naka Coffee and Space, Jalan Rusdi S. Abrus, Teluk Kuantan, Jumat (25/9/2026).


Bantuan yang diberikan berupa sejumlah kebutuhan pokok, di antaranya beras, minyak goreng, telur dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.


Bagi sebagian orang, bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi janda dhuafa yang harus memenuhi kebutuhan hidup seorang diri, terlebih masih memiliki tanggungan anak, sembako menjadi kebutuhan yang sangat berarti.


Ketua IMI Kuansing, Fedrios Gusni, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang membutuhkan.


“IMI bukan hanya menjadi wadah bagi masyarakat yang bergerak di bidang otomotif. Kita juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat, khususnya para janda dhuafa yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Fedrios kepada Wartawan Jumat sore.


Menurutnya, kebutuhan pangan merupakan salah satu persoalan mendasar yang harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi keluarga yang berada dalam kondisi ekonomi sulit.


“Apalagi kalau mereka masih memiliki tanggungan anak. Kebutuhan sehari-hari dan asupan gizi anak tentu harus tetap terpenuhi. Karena itu, kami mencoba hadir dan berbagi sesuai dengan kemampuan yang ada,” katanya.


Bukan Sekadar Santunan, IMI Siapkan Pendataan


Kepedulian tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan kali ini.


Sekretaris IMI Kuansing, Hengki Gusrianto, mengatakan pihaknya berencana melakukan pendataan terhadap para janda dhuafa di sejumlah wilayah Kuansing.


Pendataan tersebut dinilai penting agar bantuan sosial yang diberikan ke depan dapat dilakukan secara lebih terarah dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.


“Ke depan bantuan ini akan terus kita maksimalkan dengan cakupan yang lebih luas. Para janda dhuafa juga akan kita lakukan pendataan, sehingga nantinya bantuan dapat diberikan secara lebih terarah,” ujar Hengki.


Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya IMI Kuansing untuk menjadikan kegiatan sosial bukan sekadar kegiatan sesaat, tetapi dapat dilakukan secara berkelanjutan.


Bantuan Sederhana, Berarti bagi Penerima


Bagi penerima bantuan, perhatian tersebut memiliki arti tersendiri.


Repis, warga Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, salah seorang penerima bantuan, mengaku sangat terbantu dengan sembako yang diberikan IMI Kuansing.


Menurutnya, bantuan kebutuhan pokok sangat berarti, terutama ketika kondisi ekonomi sedang sulit.


“Bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari. Terima kasih kepada IMI Kuansing yang sudah peduli dan memberikan bantuan,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Yustinar, warga Desa Jalur Patah, Kecamatan Sentajo Raya.


Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian IMI Kuansing terhadap masyarakat, khususnya para janda dhuafa.


“Terima kasih atas kepedulian IMI Kuansing kepada kami, khususnya para janda dhuafa. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan bantuan,” ungkap Yustinar.


Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial dapat hadir dari berbagai elemen masyarakat.


Bagi IMI Kuansing, dunia otomotif bukan sekadar soal kendaraan, kecepatan maupun aktivitas di lintasan.


Ada sisi lain yang ingin dibangun: ketika organisasi bergerak, masyarakat yang membutuhkan pun tidak boleh luput dari perhatian."****






EDITOR         :      REDAKSI 
Sekda Meranti Buka Turnamen Voli Torpedo Jilid II, Diikuti 40 Klub

Sekda Meranti Buka Turnamen Voli Torpedo Jilid II, Diikuti 40 Klub






KlabaPesisirNelwsCom
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut positif pelaksanaan Semi Open Turnamen Volley Ball Torpedo Jilid II Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Voli Torpedo, Kampung Baru, Sabtu (26/9/2026).


Turnamen tersebut dibuka oleh Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti H. Sudandri Jauzah, SH. Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Kepulauan Meranti, jajaran KONI dan PBVSI, Camat, k7epala desa/lurah, panitia penyelenggara, wasit, official, pelatih, serta para atlet peserta turnamen.


Ketua Panitia Pelaksana, Adi Safrizal, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak sehingga turnamen Torpedo Jilid II dapat kembali terlaksana. Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari turnamen Torpedo Jilid I yang telah digelar sebelumnya.


"Turnamen ini merupakan Torpedo Jilid II. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik moral maupun material, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana," ujar Adi dalam sambutannya.


Menurutnya, turnamen tahun ini diikuti sekitar 40 klub, yang terdiri dari 23 klub putra dan 17 klub putri. Peserta tidak hanya berasal dari Kecamatan Tebing Tinggi, tetapi juga dari sejumlah wilayah kecamatan lainnya di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Adi menjelaskan, penyelenggaraan turnamen tidak semata-mata bertujuan mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat berolahraga, meningkatkan sportivitas, sekaligus mempererat silaturahmi, kebersamaan dan kerja sama antarpeserta.


"Kami berharap semangat sportivitas senantiasa tertanam dalam diri seluruh peserta. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan dengan baik dan ke depan dapat kembali dilaksanakan dengan turnamen-turnamen berikutnya," katanya.


Sementara itu, Ketua Pembina Klub Torpedo, Letkol POM Hendra Suharta, mengatakan penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali aktivitas olahraga bola voli di Kampung Baru.


Ia menyebut nama Torpedo sebelumnya sudah cukup lama tidak terdengar dalam berbagai kompetisi bola voli. Karena itu, pihaknya berinisiatif membangkitkan kembali klub tersebut sekaligus mendorong generasi muda agar lebih aktif berolahraga.


"Kami ingin membangkitkan kembali olahraga bola voli di Kampung Baru. Nama Torpedo juga sudah lama tidak muncul dalam turnamen. Jadi, ini menjadi inisiatif kami untuk membangun kembali semangat para pemuda agar olahraga kembali digiatkan," ujarnya.


Hendra juga mengungkapkan rencana pengembangan fasilitas lapangan ke depan. Salah satunya dengan melakukan penataan lapangan dan memasang penerangan agar pertandingan dapat dilaksanakan pada malam hari.


Menurutnya, penggunaan lampu akan memberikan keleluasaan waktu pertandingan, mengingat sebagian peserta maupun masyarakat harus menjalankan aktivitas pekerjaan pada siang hari.


"Kemungkinan ke depan lapangan akan kami rombak menjadi satu lapangan dan dilengkapi lampu. Dengan begitu, pertandingan bisa dilaksanakan malam hari, sehingga masyarakat yang bekerja pada siang hari tetap memiliki kesempatan untuk menyaksikan maupun mengikuti kegiatan," jelasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kepulauan Meranti H. Sudandri Jauzah menyampaikan apresiasi pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut.


Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, ia menilai kegiatan olahraga seperti ini menjadi ruang penting untuk membangun semangat sportivitas, mempererat silaturahmi, meningkatkan prestasi, sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan bakat dan potensi.


"Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus mendorong pengembangan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia," kata Sudandri.


Ia berharap para atlet muda Meranti memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan hingga mampu berprestasi di berbagai tingkatan, mulai dari daerah, provinsi, nasional hingga internasional.


Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang digelar, semakin banyak pula pengalaman yang diperoleh para atlet. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal penting dalam membentuk atlet yang memiliki mental bertanding dan berprestasi.


Sudandri juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan pertandingan sebagai ajang menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperkuat persaudaraan.


"Tunjukkan bahwa olahraga adalah bagian dari karakter generasi muda Meranti: pantang menyerah, disiplin, solid dan berani berprestasi," pesannya.


Ia meminta seluruh atlet bertanding dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati lawan dan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.


"Menang adalah prestasi, tetapi menjaga sportivitas adalah kehormatan," tegasnya.


Kepada para wasit dan perangkat pertandingan, Sudandri berharap seluruh tugas dapat dijalankan secara profesional, objektif dan adil. Sementara kepada official dan pelatih, ia meminta agar terus memberikan motivasi serta membangun mental juara bagi para atlet.


Ia pun mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta Semi Open Turnamen Volley Ball Torpedo Jilid II Tahun 2026.


"Semoga turnamen ini berjalan lancar dari awal hingga akhir, melahirkan pertandingan-pertandingan yang menarik dan berkualitas, serta semakin mempererat persaudaraan di antara kita," pungkasnya."****






LIPUTAN      :     NUR
EDITOR         :     REDAKSI 
Kapolsek GAS Rangkul Anak Muda, Tanamkan Semangat Green Policing Sejak Dini

Kapolsek GAS Rangkul Anak Muda, Tanamkan Semangat Green Policing Sejak Dini






KabarPesisirNews.Com
GAUNG ANAK SERKA RIAU,    -
Suasana berbeda terlihat di halaman Mapolsek Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (26/9/2026) malam. Puluhan anak muda dari kalangan pelajar dan mahasiswa duduk santai menikmati kopi bersama jajaran kepolisian.


Kegiatan bertajuk "Ngopi Bareng Gen Z" itu dipimpin langsung Kapolsek GAS AKP Suryawan Fadlin, S.E., M.M., didampingi para Bhabinkamtibmas dan personel Polsek GAS.


Tak sekadar ngopi, pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB tersebut menjadi ruang dialog antara polisi dan generasi muda. Salah satu isu utama yang dibahas adalah Green Policing, pendekatan kepolisian yang mengedepankan kemitraan dengan masyarakat sekaligus kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.


Suryawan mengatakan, Green Policing tidak hanya berbicara mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan dan ekosistem.


"Green Policing ini kami jalankan dengan semangat humanis, baik dalam penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan maupun dalam pelayanan kepada masyarakat," ujar Suryawan.


Menurutnya, penerapan Green Policing di wilayah hukum Polsek GAS diwujudkan melalui sejumlah langkah, mulai dari operasional kantor yang ramah lingkungan, penghijauan hingga upaya mitigasi dan tanggap terhadap bencana alam.


"Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga alam dan lingkungan sekitar," katanya.


Dalam suasana santai, para Bhabinkamtibmas turut berinteraksi dengan peserta. Mereka mengenalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai penghubung kepolisian dengan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.


Suryawan juga meminta anak-anak muda tidak ragu menyampaikan informasi, saran maupun keluhan terkait persoalan kamtibmas di lingkungan mereka.


"Jangan takut melapor. Kami di sini untuk melayani, bukan untuk ditakuti," tegasnya.


Diskusi kemudian berkembang membahas berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital, termasuk penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. Para peserta juga diajak mengambil peran dalam menjaga keamanan sekaligus kelestarian lingkungan.


Salah seorang peserta, Gesya Azelia Putri, menilai konsep Green Policing relevan untuk dikenalkan kepada generasi muda.


"Menurut saya, Green Policing itu penting karena mengajak kita semua untuk ikut menjaga keamanan lingkungan sekaligus kelestarian alam. Selama ini mungkin banyak yang berpikir keamanan itu tugas polisi saja, padahal kita juga punya peran," ujar Gesya.


Menurut Gesya, kegiatan tersebut juga membuat generasi muda dapat mengenal kepolisian lebih dekat.


"Dengan adanya kegiatan seperti ini, saya jadi lebih paham bahwa polisi itu terbuka dan mau mendengar kita. Semoga makin sering ada acara kayak gini, biar generasi muda nggak canggung lagi sama polisi," katanya.


Pembina OSIS SMAN 1 Kecamatan GAS, Aulia Rasanya, S.Pd., Gr., yang hadir dalam kegiatan itu turut memberikan apresiasi. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda.


"Kami sangat mengapresiasi inisiatif Polsek GAS dalam menggelar acara seperti ini. Anak-anak kami mendapatkan pemahaman langsung tentang pentingnya keamanan, kepedulian terhadap lingkungan, dan peran aktif mereka sebagai generasi muda. Ini sejalan dengan program pembinaan karakter di sekolah kami," ujar Aulia.


Ia berharap sinergi antara sekolah dan Polsek GAS terus diperkuat melalui berbagai program yang mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.


Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta pemberian cenderamata dari Polsek GAS kepada perwakilan peserta.


Melalui kegiatan tersebut, Polsek GAS berharap kedekatan antara polisi dan generasi muda semakin kuat. Anak-anak muda juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kamtibmas sekaligus kelestarian lingkungan di Kecamatan Gaung Anak Serka."****






LIPUTAN INHIL       :      SANDI 
EDITOR                     :      REDAKSI