Sabtu, 17 Januari 2026

Pemkab Kepulauan Meranti dan Karimun Teken MoU, Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Daerah

Pemkab Kepulauan Meranti dan Karimun Teken MoU, Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Daerah





KabarPesisirNews.Com
KARIMUN KEPRI,    – 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Karimun dalam berbagai sektor urusan pemerintahan daerah. 


Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, dan Pemerintah Kabupaten Karimun yang diwakili Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole.


Penandatanganan MoU berlangsung di Rumah Dinas Bupati Karimun, Jalan Yos Sudarso, Tanjung Balai Karimun, Sabtu malam (16/1/2026).


Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Edi Susanto, menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun H. Junaidi, Anggota DPRD Karimun Muhammad Firdaus, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karimun, serta Ketua Kerukunan Keluarga Besar (KKB) Meranti Karimun.


Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Marwan, Kabag Tata Pemerintahan Edi Susanto, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Roni, Kabag Perekonomian Sukri, serta staf Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Meranti.


Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Karimun. 


Ia menilai kerja sama tersebut sangat penting dan strategis dalam rangka mempercepat pembangunan daerah, mengingat kedua kabupaten merupakan daerah bertetangga yang saling membutuhkan.


Menurutnya, Kabupaten Kepulauan Meranti sangat bergantung pada Kabupaten Karimun, terutama dalam pembangunan infrastruktur. Karimun sebagai daerah penghasil batu dan pasir menjadi pemasok utama bagi kebutuhan pembangunan di Meranti.


“Meranti akan kesulitan membangun infrastruktur apabila pasokan pasir dan batu dari Karimun terganggu. Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap pasokan bahan bangunan tersebut dapat berjalan lancar,” ujar Bupati Asmar.


Selain itu, ia berharap ke depan kedua daerah dapat terus saling melengkapi sesuai potensi masing-masing. 


Kabupaten Karimun dikenal dengan hasil tambang pasir laut dan batu, sementara Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki potensi unggulan di sektor sagu, kelapa, dan hasil perkebunan lainnya.


Hal senada disampaikan Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole. Ia menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Karimun untuk bekerja sama dengan Kabupaten Kepulauan Meranti di berbagai sektor. Menurutnya, kerja sama ini diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan dasar kepada masyarakat.


“Kami siap bekerja sama di semua sektor, terutama dalam peningkatan pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan bidang lainnya yang menjadi kewenangan pemerintah daerah,” ujar Rocky.


Dengan ditandatanganinya MoU tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Karimun berkomitmen untuk saling mendukung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi daerah mewujudkan Meranti yang Unggul, Agamis, dan Sejahtera."****





LIPUTAN       :      NUR
EDITOR         :      REDAKSI 
Ketua DPRD Meranti Hadiri Isra' Mi'raj', Camat Merbau Kukuh Santri Didikan Subuh Sebagai Remaja Masjid Al Ihsan

Ketua DPRD Meranti Hadiri Isra' Mi'raj', Camat Merbau Kukuh Santri Didikan Subuh Sebagai Remaja Masjid Al Ihsan






 KabarPesisirNews.Com
TELUK BELITUNG RIAU,   -
Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti H.Khalid Ali SE, menghadiri peringatan Isra' Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah tahun 2026 Masehi, yang digelar di Masjid Al Ihsan Teluk Belitung Kecamatan Merbau, pada jum'at (16/1/2026) malam setelah bada' Isra'. 


Kegiatan tersebut berlangsung khidmat diawali dengan membaca Al Qur'an oleh Khori terbaik MTQ tingkat Kecamatan Merbau Muhammad Usman alias Sadam, dan diikuti ratusan jamaah dari unsur pemerintah dan masyarakat tempatan, sekaligus pengukuhan sejumlah santri didikan subuh, sebagai remaja Masjid Al Ihsan Teluk Belitung.


Peringatan Isra Mi’raj tahun ini panitia sengaja mendatangkan penceramah agama Ustadz H Muhammad Isa SH, dari ibu kota Bengkalis Riau.


Hadir dalam kesempatan itu, Camat Merbau Hj.Wan Jumiati SE.MSi, didampingi Kasi Pemerintahan Wan Minarni S.Ag, MSi, beserta staf Kantor Camat Merbau, Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre SH, MH, diwakili Kanitbimas IPDA Efrianto SH, Lurah Teluk Belitung Mashuri ST, didampingi staf Kantor Lurah Teluk Belitung, imam Masjid, imam Musalla, alim Ulama, tokoh Masyarakat, ormas, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan komponen lainnya. 


Ketua Masjid Al Ihsan Teluk Belitung Samsul Arifin  M.Pd dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus Masjid Al Ihsan, dan terima kasih juga atas kehadiran semua pihak, seraya menyampai terkait perkembangan dan peningkatan santri didikan subuh.


Kepada orang tua wali santri, diharapkan dapat mendukung setiap kegiatan didikan subuh, kami tentu berharap agar santri didikan subuh ini mendapat ilmu yang terbaik, sebagai mana kita harapkan bersama, pungkas Samsul Arifin.


Camat Merbau Hj.Wan Jumiati SE.MSi dalam kesempatan itu menyampaikan, kami dari pemerintah Kecamatan Merbau mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada pengurus Masjid Al Ihsan yang telah melaksanakan Isra' Mi' raj 1447 hijriah, ucapnya.


Kepada remaja didikan subuh yang baru saja dikukuhkan sekiranya dapat aktif dalam melaksanakan aktifitas keagamaan, "katanya", tidak lama lagi bulan suci Romadhan, hiyasi Masjid ini dengan tadarus membaca Al Qur'an, secara rutin, imbuh Camat Merbau.


Menurutnya, bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat ketaqwaan, keimanan kita kepada Allah SWT.


“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, marilah kita jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat keimanan, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat,,” pungkas Wan Jumiati.


Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustadz H.Muhammad Isa SH, Dalam tausiahnya, ia mengulas makna spiritual Isra Mi’raj dalam perjalan Nabi Muhammad SAW, sebagai landasan penguatan iman, diharapkan melalui Isra' Mi'raj' ini dapat membangun akhlakul khorimah dalam kehidupan sehari-hari, intinya.


Kegiatan peringatan Isra Mi’raj tersebut diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto bersama,"****





LIPUTAN     :     ALI SANIP 
EDITOR       :     REDAKSI 

Jumat, 16 Januari 2026

Polsek Merbau Peduli Cepat Tanggap Terhadap Korban Kebakaran Dan Salurkan Bantuan Sosial.

Polsek Merbau Peduli Cepat Tanggap Terhadap Korban Kebakaran Dan Salurkan Bantuan Sosial.





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
Sebagai wujud nyata kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, Polsek Merbau, Polres Kepulauan Meranti, menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang terdampak musibah kebakaran rumah melalui program “Polsek Merbau Peduli"


Adapun Kegiatan bantuan sosial tersebut dilaksanakan pada Jumat (17/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, bertempat di Desa Mengkopot, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti.


Selain itu,Bantuan dipimpin langsung oleh Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre, S.H., M.H., didampingi Kanit Binmas IPDA Efrianto, S.H., Bhabinkamtibmas AIPDA R.C. Sitompul, serta Banit Reskrim BRIPTU Ibnu Maulana B.P.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk empati dan kepedulian Polri terhadap warga yang tertimpa musibah, khususnya Sdri. Zaitun, pemilik rumah yang terbakar pada Rabu (14/1/2026) di lokasi yang sama.


“Melalui kegiatan Polsek Merbau Peduli, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan dukungan moril serta bantuan sosial kepada korban kebakaran. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan memberikan semangat kepada korban serta keluarga agar tetap tabah menghadapi musibah,” ujar AKP Jimmy Andre.


Kendati demikian, Selain menyerahkan bantuan, personel Polsek Merbau juga memberikan motivasi serta imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada warga sekitar, agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.


Selanjutnya, Kegiatan bantuan sosial tersebut berakhir sekitar pukul 11.30 WIB dan berlangsung dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif.


"Melalui kegiatan ini, Polsek Merbau menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi-aksi sosial sebagai bentuk pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat," terang Kapolsek Merbau."****





SUMBER        :
HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR          :     
Tukang Becak Apresiasi Kebijakan Bupati Meranti Izinkan Perang Air Imlek 2026

Tukang Becak Apresiasi Kebijakan Bupati Meranti Izinkan Perang Air Imlek 2026





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Sejumlah tukang becak di Kota Selatpanjang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya kepada Bupati H. Asmar, atas kebijakan mengizinkan pelaksanaan tradisi Perang Air atau Cian Cui pada perayaan Imlek 2026, meskipun bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan.


Ucapan terima kasih tersebut disampaikan para tukang becak usai mendapat kepastian hasil rapat koordinasi pemerintah daerah terkait pelaksanaan Imlek dan Ramadhan 2026, Jumat (16/1/2026).


Salah seorang tukang becak di pangkalan Sandang Pangan Selatpanjang mengatakan, terselenggaranya tradisi Perang Air membawa dampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat kecil, khususnya tukang becak.


“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah dan Pak Bupati H. Asmar yang telah membolehkan kegiatan Perang Air tahun ini. Dengan adanya kegiatan ini, kami bisa mencari rezeki lebih,” ujarnya.


Ia menambahkan, tambahan penghasilan tersebut sangat membantu, terutama karena bertepatan dengan bulan puasa. “Alhamdulillah, rezeki itu bisa kami gunakan untuk membayar zakat dan membeli pakaian anak-anak menjelang hari raya,” tuturnya.


Tukang becak lainnya juga berharap pelaksanaan Perang Air Imlek 2026 dapat meningkatkan perekonomian daerah. “Harapan besar kami, ekonomi Meranti semakin meningkat dan pendapatan masyarakat bertambah, terutama bagi kami tukang becak,” katanya.


Selain tukang becak, sejumlah warga Tionghoa di Kota Selatpanjang juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah. Mereka menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Kepulauan Meranti.


“Meski Imlek tahun ini bertepatan dengan bulan puasa, kegiatan ikon daerah seperti Perang Air atau Cian Cui tetap dapat dilaksanakan. Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami,” ujar salah seorang warga Tionghoa.


Ia menjelaskan, Imlek 2026 menandai pergantian shio ke Tahun Kuda Api. Dalam budaya Tionghoa, shio Kuda melambangkan kecerdikan, semangat, serta daya juang yang tinggi.


Sementara itu, terkait kesiapan akomodasi, sejumlah hotel dan penginapan di Selatpanjang dilaporkan telah menerima banyak pemesanan. Bahkan, salah satu hotel telah menyiapkan paket khusus bagi tamu yang datang saat perayaan Imlek.


Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, saat ditemui di ruang kerjanya menegaskan bahwa kegiatan keagamaan Ramadhan dan rangkaian perayaan Imlek merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki dampak positif bagi pembangunan daerah.


“Imlek melalui tradisi Perang Air terbukti mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara yang berdampak pada peningkatan perekonomian daerah. Sementara ibadah puasa dan tarawih di bulan Ramadhan merupakan kewajiban umat Islam dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” jelas Asmar.


Ia menegaskan, kedua kegiatan tersebut harus didukung bersama. Namun, pelaksanaannya perlu diformulasikan dengan baik agar tetap berjalan aman, tertib, dan harmonis.


“Untuk itu saya menegaskan, kedua kegiatan ini harus kita dukung agar dapat terlaksana dengan lancar dan aman, sehingga Meranti tetap damai dan harmonis sesuai dengan visi mewujudkan Meranti yang Unggul, Agamis, dan Sejahtera,” pungkasnya."****







LIPUTAN          :     NUR
EDITOR            :      REDAKSI 
Isra Mikraj Momentum Personil Polres Meranti Tingkatkan Ibadah dan Keimanan

Isra Mikraj Momentum Personil Polres Meranti Tingkatkan Ibadah dan Keimanan





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
Polres Kepulauan Meranti memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Mesjid Ar- Rahman Polres Kepulauan Meranti Jalan Gogok Darussalam Jumat (16/1/2026) Malam. 


Selain itu, Kegiatan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW  Polres Kepulauan Meranti berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, serta mendapat respon positif dari personel dan tamu undangan yang hadir serta memberikan santunan anak yatim 10 Orang Oleh Polres Kepulauan Meranti.


Adapun Penyampaian Ceramah Agama Terkait Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang di sampaikan oleh Ustadz Muhamad Rizky, S Ag mengatakan Adapun peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW merupakan mukjizat yang sangat agung dan menjadi bukti kebesaran Allah SWT kepada Rasul-Nya, serta mengandung banyak pelajaran penting bagi umat Islam dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan.


"Dalam peristiwa Isra Mikraj tersebut, Nabi Muhammad SAW menerima perintah kewajiban melaksanakan shalat lima waktu, yang hingga saat ini menjadi ibadah pokok dan tiang agama bagi umat Islam. Oleh karena itu, shalat harus dilaksanakan secara tepat waktu, disiplin, dan penuh keikhlasan," kata Ustadz.


Kata Ustadz, sholat memiliki peran penting dalam membentuk akhlak dan kepribadian seorang muslim, karena shalat yang dilaksanakan dengan khusyuk dapat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar.


"Dengan Pentingnya meneladani sifat dan akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, serta sikap saling menghormati antar sesama, Meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada anak yatim dan kaum dhuafa, sebagai wujud pengamalan ajaran Islam dan bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT," jelasnya.


Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kasubbagdalops Bag Ops Polres Kepulauan AKP Hendri juga berpesan bahwa Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta pembinaan mental dan rohani personel Polres Kepulauan Meranti melalui pemahaman nilai-nilai keagamaan yang disampaikan dalam ceramah.


" Polres Kepulauan Meranti dalam hal ini juga memberikan santunan kepada anak yatim merupakan bentuk kepedulian sosial Polres Kepulauan Meranti dan dapat mempererat hubungan silaturahmi antara institusi Polri dengan masyarakat," ujarnya.


Ia mengatakan, bahwa dalam Materi ceramah yang disampaikan relevan dengan pelaksanaan tugas personel Polri, khususnya dalam menanamkan nilai disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan integritas melalui pemahaman kewajiban ibadah shalat.


"Secara keseluruhan, kegiatan ini mendukung program pembinaan Personel Polri dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang beriman, berakhlak mulia, dan profesional dalam menjalankan tugas," tukasnya."****






SUMBER        :
HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR           :      REDAKSI 
Bupati Asmar Hadiri Peringatan Isra Mi’raj 1447 H, Ajak Wujudkan Kepulauan Meranti Unggul dan Agamis

Bupati Asmar Hadiri Peringatan Isra Mi’raj 1447 H, Ajak Wujudkan Kepulauan Meranti Unggul dan Agamis






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,   -
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di Masjid Agung Darul Ulum, Jalan Siak, Selatpanjang, Kamis (15/1/2026). 


Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti ratusan jamaah dari unsur pemerintah dan masyarakat.


Peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengusung tema “Membumikan Perintah Langit sebagai Jalan Menuju Kabupaten Kepulauan Meranti yang Unggul, Agamis, dan Sejahtera”. 


Hadir dalam kesempatan itu jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, Sekretaris Daerah, staf ahli bupati, para asisten, kepala OPD, camat, Direktur RSUD, serta pejabat eselon III, IV, dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Selain itu, kegiatan juga dihadiri Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau dan Ketua LAM Riau Kabupaten Kepulauan Meranti, Ketua MUI, Ketua Baznas, Ketua FKUB, Ketua LPTQ, Ketua NU, Ketua Muhammadiyah, Ketua GP Ansor, Ketua DMI Kepulauan Meranti, pimpinan perbankan, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Tebing Tinggi, kepala sekolah, majelis guru, Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita, Ketua BKMT, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh ASN, PPPK, tenaga paruh waktu, dan non-ASN di Kecamatan Tebing Tinggi.


Dalam sambutannya, Bupati Asmar menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT.


“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, marilah kita jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat keimanan, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Asmar.


Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah guna mewujudkan Kabupaten Kepulauan Meranti yang religius, aman, damai, dan sejahtera.


“Dengan kebersamaan, toleransi, dan semangat gotong royong, kita mampu mewujudkan Kabupaten Kepulauan Meranti yang unggul, agamis, dan sejahtera,” tambahnya.


Bupati Asmar menegaskan, nilai-nilai luhur dalam peristiwa Isra Mi’raj harus menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas dan pengabdian, khususnya bagi aparatur pemerintah, agar senantiasa bekerja secara jujur, amanah, dan bertanggung jawab dengan mengedepankan kepentingan masyarakat.


Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustadz Nazriel Abdul Muluk, S.Ag., M.A. Dalam tausiahnya, ia mengulas makna spiritual Isra Mi’raj sebagai landasan penguatan iman, akhlak, dan disiplin ibadah umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.


Kegiatan peringatan Isra Mi’raj tersebut diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh tamu undangan."****




LIPUTAN         :      NUR
EDITOR           :      REDAKSI 

Kamis, 15 Januari 2026

DPD Team Libas Meranti Desak Aparat Penegak Hukum Melakukan Investigasi di Desa Sendaur

DPD Team Libas Meranti Desak Aparat Penegak Hukum Melakukan Investigasi di Desa Sendaur





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
Kegiatan penyiraman buras rabat bahu jalan di Desa Sendaur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, menuai protes warga. 


Pekerjaan yang bersumber dari Dana Desa (DDS) Tahun Anggaran 2025 tersebut dinilai tidak berkualitas dan memunculkan dugaan adanya indikasi mark up anggaran.


Dua ruas jalan yang dipersoalkan warga yakni Jalan Paret Sentul Jaya dan Jalan Paret Nibung II. Kedua kegiatan tersebut baru diselesaikan awal 2026, meski pelaksanaannya disebut telah dimulai sejak awal 2025. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat, terutama karena hasil pekerjaan dinilai jauh dari harapan.


Ketua DPD Team Libas Kabupaten Kepulauan Meranti, T. L. Sahanry, S.Pd., CFLE., CLA., CPLA, menanggapi temuan awak media kabarpesisirnews.com dengan tegas. Ia meminta aparat penegak hukum segera turun ke lapangan melakukan investigasi menyeluruh. 


Bahkan, pihaknya berencana melayangkan surat resmi kepada aparat hukum disertai hasil investigasi dan keterangan saksi agar persoalan ini tidak berhenti di tempat.


“Jika dibiarkan, kasus seperti ini berpotensi menjadi preseden buruk dalam pengelolaan Dana Desa. Aparat penegak hukum harus hadir,” tegas Sahanry.


Pantauan awak media di lapangan pada Minggu (4/1/2026) membenarkan keluhan warga. 


Hasil penyiraman buras rabat pada kedua ruas jalan terlihat tipis, tidak merata, dan masih tampak lubang-lubang kecil pada dasar bahu jalan. 


Kondisi tersebut dinilai tidak memberikan dampak signifikan sebagaimana layaknya pekerjaan pengaspalan.


Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya mengaku telah menyampaikan keluhan tersebut kepada Kepala Desa serta aparat setempat. Namun, mereka menduga adanya kejanggalan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut karena hasil pekerjaan dinilai asal jadi dan tidak sebanding dengan anggaran yang digelontorkan.


“Kami menduga ada indikasi mark up. Pekerjaannya tidak mencerminkan nilai anggarannya,” ujar salah seorang warga.
Upaya konfirmasi kepada Isman, selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sekaligus Bendahara Desa Sendaur, belum membuahkan hasil. Yang bersangkutan tidak berhasil ditemui di kediamannya hingga berita ini diterbitkan.


Sementara itu, Kepala Desa Sendaur Ardianto, saat dikonfirmasi, mengakui adanya warga yang menyampaikan koreksi terhadap hasil pekerjaan tersebut. 


Namun ia menyatakan persoalan itu akan dibahas melalui musyawarah di kantor desa.


Ardianto juga menjelaskan bahwa dirinya baru menjabat sekitar empat bulan setelah dilantik untuk memperpanjang masa jabatan, menggantikan Penjabat (Pj) Kepala Desa. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari sisa anggaran Dana Desa Tahun 2025 yang direncanakan pada masa kepemimpinan Pj Kepala Desa.


Ia merinci, penyiraman buras rabat bahu Jalan Paret Sentul Jaya memiliki dimensi 924 x 3.000 meter dengan anggaran Rp67.500.000, dan Jalan Paret Nibung II dengan dimensi 1.110 x 250 meter dengan anggaran yang sama. Total penggunaan minyak aspal dari dua lokasi tersebut, kata dia, sebanyak 18 drum dan seluruhnya telah sesuai dengan RAB serta RKP Desa.


Terkait tudingan dugaan mark up, Ardianto membantah keras. “Saya pastikan tidak ada indikasi mark up dalam kegiatan ini,” tegasnya. Namun demikian, ia juga meminta agar persoalan tersebut tidak diekspos ke publik.


Meski telah ada klarifikasi dari pihak pemerintah desa, sorotan dan kecurigaan masyarakat belum sepenuhnya reda. Warga berharap aparat penegak hukum dapat turun tangan agar penggunaan Dana Desa benar-benar transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat."****






LIPUTAN        :       TIM.RED/ZAINI
EDITOR          :       REDAKSI 



Polsek Merbau Menggelar Peringatan Isra' Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah Tahun 2026.

Polsek Merbau Menggelar Peringatan Isra' Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah Tahun 2026.







KabarPesisirNews.Com
TELUK BELITUNG RIAU,    -
Satuan Polres Kabupaten Kepulauan Meranti, Polsek Merbau menggelar peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Bhayangkari Mako Polsek Merbau, pada Kamis (15/1/2026) pagi.


Kegiatan keagamaan tersebut diikuti oleh  personel Polri, Kapolres Kabupaten Kepulauan Meranti, satuan Polsek Merbau, sebagai bagian dari pembinaan rohani dan mental di lingkungan kepolisian, khususnya satuan Polsek Merbau


Peringatan Isra' Mi’raj dihadiri langsung oleh Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre SH.MH, Ps Kasium Polsek Merbau AIPDA Gusman Huri, juga hadir Ps, Kanit Samapta Polsek Merbau AIPDA Mardoni, beserta personil Polsek Merbau, dan Bhayangkari  Polsek Merbau, Phl Polsek Merbau, dan pencerah agama Ustadz Junaidi, yang turut mengikuti rangkaian acara hingga selesai.


Acara diawali dengan membaca Shalawat Nabi Muhammad SAW secara bersama, dilanjutkan dengan ceramah agama disampaikan oleh Ustaz Junaidi.


Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre SH. MH dalam arahannya mengatakan, bahwa peringatan Isra Mi’raj menjadi sarana refleksi diri bagi seluruh personel dan Bhayangkari khususnya satuan personil Polsek Merbau, ucapnya.


“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi pengingat agar nilai keagamaan senantiasa diterapkan dalam setiap pelaksanaan tugas,” imbuh orang nomor satu di jajaran Polsek Merbau itu.


Melalui peringatan Isra' Mi’raj ini, Polsek Merbau berkomitmen terus memperkuat iman, ketaqwaan, dan kepedulian sosial guna mewujudkan Polri yang Presisi dan semakin dekat dengan masyarakat, imbuhnya.


Kegiatan ini juga memperkuat tali silaturrahmi antar anggota Polsek Merbau dan masyarakat, menciptakan rasa kebersamaan dalam iman. Dengan semangat Isra' Mi'raj, diharapkan anggota Polsek Merbau dapat lebih mengedepankan nilai nilai akhlak dan pelayanan yang baik kepada masyarakat, pesan Polsek Merbau.


Kegiatan Isra' Mi'raj yang dipusatkan di Aula Bhayangkari Mako Polsek Merbau ini, diharapkan dapat memperteguh keimanan dan ketaqwaan personil Polri untuk masyarakat dalam aksi dan kepedulian sosial, pungkas Kapolsek Merbau Jimmy Andre.


Sementara Ustadz Junaidi dalam ceramah agamanya menyampaikan inti tauziahnya mengatakan, Isra' Mi' raj ini kita laksanakan dengan mengingat kembali sejarah kelahiran dan perjuangan Nabi Muhammad SAW, ucapnya


Sebagai umat beragama Islam kita diharuskan mengikuti Sunnah Sunnah Nabi Muhammad SAW. Mudah mudahan melalui momentum Isra' Mi' raj ini kita dapat meningkatkan iman dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, imbuh Ustadz Junaidi.****





LIPUTAN        :     ALI SANIP 
EDITOR           :    REDAKSI
Tim Raga Polres Meranti laksanakan Patroli kamtibmas Terpadu

Tim Raga Polres Meranti laksanakan Patroli kamtibmas Terpadu






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  - 
Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Tim RAGA Polres Kepulauan Meranti menggelar kegiatan terpadu pemberantasan premanisme dan geng motor di wilayah hukumnya, Rabu malam (14/1/2026).


Selain itu, Kegiatan yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB hingga selesai tersebut melibatkan personel lintas fungsi, yakni dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Satuan Samapta Polres Kepulauan Meranti.


Saat dijumpai di lapangan, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Perwira Pengendali (Padal) Tim RAGA Ipda Hendiyanto, S.H., menyampaikan bahwa dengan melibatkan enam personel. Sementara dari fungsi Samapta dipimpin oleh Katim Bripka Elva Dison bersama 14 personel.


"Kami selalu mengedepankan, Tiga Pendekatan: Preemtif, Preventif, dan Gakkum Dalam pelaksanaannya, Tim RAGA mengedepankan tiga pendekatan utama, yaitu preemtif, preventif, dan penegakan hukum (gakkum)," ujar Ipda Hendiyanto.


Dikatakanya pula, Pada pendekatan preemtif, personel melakukan sambang dialogis kepada masyarakat dengan memberikan imbauan kamtibmas, khususnya terkait pencegahan aksi premanisme dan aktivitas geng motor yang berpotensi meresahkan. Masyarakat juga diajak untuk berperan aktif dengan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi tindak kriminal.


Sementara itu, pada aspek preventif, Tim RAGA melaksanakan patroli intensif di sejumlah ruas jalan dan lokasi yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas. 


Petugas juga menyambangi kelompok masyarakat serta organisasi kemasyarakatan (ormas) guna mengajak bersama-sama menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif.


"Adapun dalam penegakan hukum, personel melakukan pemeriksaan terhadap orang, barang, maupun tempat yang dicurigai dapat menimbulkan gangguan kamtibmas, serta siap melakukan tindakan tegas sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan pelanggaran,"ungkapnya.


Sejumlah Ruas Jalan Jadi Sasaran Patroli Patroli Tim RAGA menyasar sejumlah titik strategis di wilayah Kepulauan Meranti, di antaranya Jalan Gogok Darussalam, Jalan Pelajar, Jalan Diponegoro, Jalan Merdeka, Jalan Tebing Tinggi, Jalan Imam Bonjol, Jalan Kartini, Jalan Kesehatan, Jalan Gelora, Jalan Dorak, dan Jalan Banglas.


Selain patroli jalan raya, personel juga melakukan sambang ke pos-pos Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling). 


Dalam kesempatan tersebut, petugas memberikan motivasi kepada warga dan petugas ronda agar terus mengaktifkan kegiatan patroli malam, terutama di lingkungan permukiman dan objek-objek vital.


Situasi Aman dan Kondusif
Padal Tim RAGA Ipda Hendiyanto, S.H., menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, tidak ditemukan adanya potensi gangguan kamtibmas maupun aksi premanisme dan geng motor selama patroli berlangsung.


“Selama kegiatan berlangsung tidak ditemukan kendala. Situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti terpantau aman dan kondusif,” ujarnya.


Kegiatan Tim RAGA ini merupakan bentuk komitmen Polres Kepulauan Meranti dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah berkembangnya aksi kriminalitas, khususnya premanisme dan geng motor, demi terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif."****




SUMBER          :
HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR            :    REDAKSI 
Soroti Dugaan WNA Kuasai Lahan di Kuala Sebatu, PW IWO Riau Siap Ber

Soroti Dugaan WNA Kuasai Lahan di Kuala Sebatu, PW IWO Riau Siap Ber








KabarPesisirNews.Com
INHIL RIAU,     – 
Dugaan kepemilikan dan penguasaan lahan oleh warga negara asing (WNA) asal Malaysia di Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kian menjadi sorotan publik.


Persoalan ini dinilai bukan hanya persoalan agraria semata, tetapi telah menyentuh isu serius terkait kedaulatan negara, penegakan hukum, serta perlindungan hak masyarakat lokal.


Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, menegaskan bahwa pihaknya memandang persoalan ini sebagai alarm keras atas lemahnya pengawasan pemerintah terhadap aset tanah di wilayah perbatasan dan pesisir.


Muridi Susandi yang akrab disapa Sandi menyampaikan, PW IWO Riau akan mengambil langkah konkret dan terukur dengan menyurati Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Republik Indonesia. Surat tersebut akan berisi permintaan klarifikasi, audit, serta penelusuran menyeluruh terhadap status hukum lahan yang diduga dikuasai oleh WNA di Kuala Sebatu.


“Ini bukan isu kecil. Jika benar ada dugaan WNA menguasai lahan, maka ini menyangkut pelanggaran hukum dan kedaulatan negara. Pemerintah pusat harus turun tangan langsung. Kami akan menyurati Kementerian ATR/BPN RI agar persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut,” tegas Sandi, Rabu (14/1/26).


Lebih lanjut, Sandi mempertanyakan peran dan kinerja pemerintah desa serta pemerintah kecamatan yang dinilai tidak maksimal dalam melakukan pengawasan dan perlindungan terhadap tanah masyarakat. Ia menilai, mustahil persoalan sebesar ini terjadi tanpa adanya kelalaian, pembiaran, atau bahkan dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu.


“Pemerintah desa dan kecamatan perlu dipertanyakan secara terbuka. Apakah mereka tidak mengetahui, atau justru mengetahui tetapi membiarkan? Ini yang harus dijelaskan kepada publik,” ujarnya.


Menurut Sandi, masyarakat kecil di Desa Kuala Sebatu justru menjadi pihak yang paling dirugikan. Banyak warga yang menggantungkan hidup dari lahan dan wilayah tersebut, namun kini harus menghadapi ketidakpastian akibat dugaan penguasaan tanah oleh pihak luar.


Ia menilai, kondisi ini mencerminkan lemahnya keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil, sementara kepentingan tertentu justru terkesan lebih dilindungi.


“Terlalu banyak persoalan yang tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Kehadiran pemimpin seharusnya melindungi, melayani, dan memberikan solusi. Bukan membiarkan rakyatnya tertekan, apalagi kehilangan hak atas tanahnya sendiri,” tegas pria kelahiran Inhil tahun 1985 itu.


Dalam pernyataannya, Sandi juga menyerukan agar dugaan praktik mafia tanah dibongkar secara menyeluruh dan transparan. Ia menduga, penguasaan lahan oleh WNA tidak mungkin berdiri sendiri, melainkan melibatkan jaringan dan kepentingan tertentu yang selama ini bermain di balik layar.


“Jika benar ada mafia tanah, maka mereka harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Praktik seperti ini hanya memperkaya segelintir orang dan menyengsarakan masyarakat luas. Negara tidak boleh kalah oleh mafia tanah, apalagi jika melibatkan warga negara asing,” tandasnya.


Tak hanya berhenti di situ, Sandi juga menyoroti sikap anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) setempat yang dinilainya belum menunjukkan keberanian politik dalam membela masyarakat. Ia menegaskan, DPRD memiliki fungsi pengawasan dan wajib hadir di tengah-tengah persoalan rakyat.


“Anggota DPRD sebagai wakil rakyat seharusnya berdiri di garis depan, bersuara lantang, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Diam dalam situasi seperti ini sama saja dengan membiarkan rakyat dirugikan,” ucapnya dengan nada kritis.


PW IWO Riau menegaskan komitmennya untuk terus mengawal, menginvestigasi, dan menyuarakan persoalan ini hingga ada kejelasan hukum dan sikap tegas dari pemerintah. Sandi menekankan bahwa isu ini bukan semata kepentingan organisasi, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat dan negara.


“Tanah adalah sumber kehidupan rakyat. Jika tanah bisa dengan mudah dikuasai pihak asing, maka ini menjadi ancaman serius bagi masa depan masyarakat dan daerah. PW IWO Riau akan berdiri bersama masyarakat hingga keadilan benar-benar ditegakkan,” pungkasnya."****





LIPUTAN INHIL      :    SAD
EDITOR                   :     REDAKSI
Korban Buat Surat Pernyataan berdamai perkara dihentikan atas Laporannya  Dugaan Pemerasan Pupuk 2023 di Ujung Batu.

Korban Buat Surat Pernyataan berdamai perkara dihentikan atas Laporannya Dugaan Pemerasan Pupuk 2023 di Ujung Batu.





KabarPesisirNews.Com
ROKAN HULU RIAU,    -
Laporan dugaan pemerasan pupuk yang terjadi pada 
28 Oktober 2023 di wilayah Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, resmi diselesaikan melalui mekanisme perdamaian.


Penyelesaian tersebut ditandai dengan dibuatnya surat pernyataan penghentian perkara oleh pihak pelapor.


Kesepakatan damai antara kedua belah pihak dicapai pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB dan dituangkan dalam surat pernyataan tertulis yang ditandatangani secara sadar dan tanpa paksaan.


Pelapor, M. Fadli Amrindra, secara tegas menyatakan tidak keberatan dan mencabut laporannya terkait dugaan pemerasan yang sebelumnya sempat diberitakan dan dikaitkan dengan oknum LSM Korek. 


Dalam surat pernyataan tersebut, M. Fadli juga meminta secara resmi kepada pihak kepolisian Polsek Ujung Batu untuk menghentikan proses perkara yang dimaksud.


Adapun pihak-pihak yang sebelumnya dilaporkan dalam perkara tersebut, yakni Mulpo Haris Mamurung, Zainuddin, dan Elsa, hingga saat ini tidak pernah menjalani hukuman, serta status perkara belum sampai pada putusan pengadilan.


Pada kesempatan yang sama, Pimpinan LP NasDem Provinsi Riau, Barita Ritonga, yang didampingi Ketua Investigasi LP NasDem Provinsi Riau, Nurjanah, menegaskan bahwa perdamaian telah terjadi secara sah dan disepakati bersama oleh kedua belah pihak.


“Peristiwa ini disebut terjadi pada tahun 2023, dan pada hari ini, Rabu 14 Januari 2026, telah diselesaikan secara damai tanpa adanya tekanan atau paksaan dari pihak mana pun,” tegas Barita Ritonga.


Barita Ritonga juga mengimbau kepada pihak kepolisian di wilayah hukum Polsek Ujung Batu agar dapat memahami dan memaklumi kondisi tersebut, termasuk dalam menyikapi pemberitaan yang telah beredar di media dan media sosial.


“Kami meminta agar pemberitaan yang telah beredar dapat ditinjau kembali dan dihapus, karena perkara ini sudah selesai melalui perdamaian dan tidak lagi menimbulkan persoalan hukum,” tambahnya.


Dengan adanya kesepakatan perdamaian ini, para pihak berharap tidak ada lagi opini liar, stigma negatif, maupun polemik berkepanjangan di tengah masyarakat, serta situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Ujung Batu tetap terjaga dengan baik."****




LIPUTAN ROHUL     :    AC
EDITOR                     :    REDAKSI