KabarPesisirNews.Com
KEP.MERANTI RIAU, Pembangunan infrastruktur jalan, gedung atau Irigasi menang merupakan hal yang menjadi dambaan masyarakat Desa , meski demikian kalau pekerjaannya dikerjakan dengan transparan dan terbuka untuk masyarakat .
Sementara masih banyak juga desa yang tak ada pembangunan yang sipat nya menonjol hanya biasa biasa saja, entah karena tak tau atau memang tak mau tau dengan alam dan kondisi desanya Serta akan berbuat apa dengan dana desanya.
Sebagai mana hal yang terjadi di Desa Sendaur Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau pelaksanaan kegiatan pembangunan Desa yang di kerjakan terkesan tak sesuai dengan keinginan masyarakatnya salah satu contoh pekerjaan pembangunan dua bidang jalan yang dilaksanakan oleh desa tahun 2025 lalu, dan baru kini di selesaikan dengan melakukan penyiraman buras Rabat pada kedua bidang jalan, yaitu jalan paret Sentol jaya dan jalan paret nibung II, yang dikerjakan awal tahun 2025
Namun kini baru di siram aspalnya, disisi lain kegiatan tersebut terkesan menimbulkan kecurigaan di kalangan masyarakat setempat, karena kondisi hasil pembangunannya tidak memuaskan.
Pekerjaan penyiraman dua bidang jalan tersebut diduga dikerjakan asal jadi, hingga menimbulkan sorotan oleh sejumlah warga desa tersebut.
Terkait kegiatan penyiraman buras Rabat bahu jalan paret sentul dan jalan paret Nibung II, yang anggarannya bersumber dari dana desa (DDS) tahun 2025.
Menurut penilaian warga setempat hasil pekerjaan penyiraman tersebut tidak memuaskan dan terlihat tak ada kesan pembangunan dan dinilai pekerjaannya asal jadi, tipis ( masih terlihat pada dasar bahu jalan - red).
Dari impor masi Yang di sampaikan masyarakat ke media ini maka kami lansung turun kelapangan Minggu (04/01/2026).
Hasil nya didapati benar
adanya informasi dari warga tersebut terkait kegiatan pekerjaan pembangunan siram buras rabat jalan Sentul Jaya dan jalan nibung II terlihat tidak ada kesan pembangunan hanya hasil penyiraman buras rabat tersebut tipis dan masih terlihat lobang-lobang kecil pada dasar bahu jalan tersebut, tak berdampak ada pengaspalan.
Menurut warga yang namanya tidak bersedia namanya di publikasi oleh media ini ia mengatakan sebenarnya peristiwa tersebut telah disampaikan kepada kepala desa dan Babinkantibmas, dan mereka (sejumlah warga desa setempat ) tersebut menduga ada indikasi "Mar - up", pada kegiatan itu sebab pembangunannya dinilai asal jadi, ungkapnya.
Isman selaku TPK kegiatan yang juga sebagai bendahara Desa kami coba mendatangi tempat kediamanya namun tidak berhasil ditemui untuk dikonfirmasi sementara kepala desa Sendaur Ardianto, yang dikonfirmasi, ia mengaku ada sejumlah warganya yang menghadap kepadanya koreksi terhadap hasil kegiatan pembangunan penyiraman buras rabat beton pada bahu jalan tersebut, namun kata Ardianto peristiwa tersebut akan dimusyawarahkan dikantor desa.
Dan dikatakan oleh kepala desa tersebut, setelah ia dilantik ditambah jabatannya, terhitung empat bulan menjabat menggantikan Pj kepala desa artinya saya meneruskan kegiatan sisa anggaran dana desa (DDS) tahun 2025 dari Pj kepala desa.
Ardianto juga menegaskan kegiatan penyiraman buras rabat pada bahu jalan Sentul Jaya dengan ukuran/demensi, 924 x 3.000 M, dengan dana kegiatan Rp. 67.500.000.- dan jalan Nibung II ukuran / demensi, 1.110 x 250 dengan dana kegiatan Rp. 67.500.000.-, semua itu sesuai dengan RAB dan hasil RKP desa dengan jumlah barang jenis minyak aspal dari dua lokasi sebanyak 18 drum.
Ardianto, juga membantah dalam kegiatan pembangunan tersebut dituding ada indikasi dugaan "mar'up", saya pastikan tidak ada indikasi " mar'up", tegas kepala desa sendaur tersebut, dan ia minta peristiwa tersebut jangan diekspos ( off the record - red)."****
LIPUTAN : ZAINI
EDITOR : REDAKSI