Senin, 05 Januari 2026

Ketua Umum DPH LAMR  Kepulauan Meranti Kunjungi LAMR Kecamatan Rangsang

Ketua Umum DPH LAMR Kepulauan Meranti Kunjungi LAMR Kecamatan Rangsang






KabarPesisirNews.Com
KEP.MERANTI RIAU,    -
Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (DPH LAMR), Datuk Seri Afrizal Cik,  S.Sos., M.Si., mengunjungi LAMR Kecamatan Rangsang.  


Kunjungan yang dimaksudkan untuk bertemu dengan Pengurus LAMR dan Camat Rangsang, Budi Cahyadi, S. IP.,  dilaksanakan di Balai Adat LAMR Kecamatan Rangsang,  Desa  Tanjungsamak. Sabtu (3/1/26).


Dalam sambutannya,  Ketua LAMR Kecamatan Rangsang,  Datuk H. Mahidin,  menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan Ketua Umum DPH LAMR Kepulauan Meranti yang telah sudi datang ke LAMR Kecamatan Rangsang. 


"Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kesediaan Datuk Seri Afrizal Cik di Balai Adat LAMR Kecamatan Rangsang", ucap Datuk H. Mahidin. 


Hal senada juga diucapkan oleh Camat Rangsang,  Budi Cahyadi.  Dalam sambutannya beliau menyampaikan siap untuk membantu dan memberdayakan LAMR dalam memajukan adat dan budaya Melayu. 


Selanjutnya,  Ketua Umum  DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti,  Datuk Seri Afrizal Cik menyampaikan tentang gerak langkah LAMR untuk melestarikan dan memajukan adat dan budaya Melayu.


"Sesuai dengan fungsi dan peranannya untuk menjaga adat istidat dan budaya Melayu,  LAMR juga harus menjadi perekat dan pemersatu masyarakat.  LAMR harus hadir untuk menjaga keseimbangan alam dan masyarakat.  


Karena itu,  kerjasama antara LAMR dan Paguyuban masyarakat lainnya serta pemerintah setempat,  dalam hal ini Camat Rangsang sangat diperlukan", ucap Datuk Seri Afrizal Cik. 


"Kami mohon kepada Camat Rangsang,  Tuan Budi Cahyadi,  selaku Payung Panji Adat LAMR Kecamatan Rangsang,  untuk ikut membangun LAMR. Seandainya terdapat suatu keharusan untuk menambahkan jumlah pengurus LAMR Kecamatan Rangsang,  kami mohon Ketua LAMR dan jajarannya bersama Camat untuk melaksanakan Rapat Pleno Pergantian Pengurus.  


Mana yang tidak aktif ataupun yang sudah meninggal dunia,  silakan untuk diganti. AD dan ART LAMR memberi ruang untuk itu", lanjut Datuk Seri Afrizal Cik. 


"Kami yakin,  di bawah kepemimpinan Camat Budi Cahyadi,  Kecamatan yang paling timur di Kepulauan Meranti,  yang berbatas langsung dengan Provinsi Kepulauan Riau ini akan bertambah maju,  begitu juga dengan lembaga adatnya.  Saya mohon kepada Tuan Camat dan seluruh pengurus,  jadikanlah LAMR Rangsang ini sebagai rumah besar pemajuan kebudayaan Melayu dan wadah pelestarian adat-istiadat serta tempat sandaran menjaga kearifan lokal", harap Datuk Seri Afrizal Cik. 


Pada kunjungan tersebut,  Datuk Seri Afrizal Cik dan Camat Budi Cahyadi juga menyaksikan penyerahan pakaian kelengkapan pengurus LAMR.  Penyerahan dilaksanakan oleh Datuk H. Mahidin selaku Ketua LAMR Kecamatan Rangsang.




SUMBER      : 
Humas LAMR KEP.MERANTI
EDITOR        :    REDAKSI 

Sabtu, 03 Januari 2026

Rekanan Kontraktor Kecewa Berat Pekerjaan Selesai Pembayaran  Keuangannya di Tunda Bayar

Rekanan Kontraktor Kecewa Berat Pekerjaan Selesai Pembayaran Keuangannya di Tunda Bayar






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,   -
Banyak rekanan kontraktor yang merasa kecewa terhadap pihak pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti ini, oleh karena Proyek yang di kerjakan oleh rekanan tersebut sudah selesai dan sudah di serah terima kepihak dinas terkait, sementara para rekanan kontraktor sampai kini masih menunggu dan mengharapkan supaya pekerjaan tersebut agar segera dibayarkan secepatnya oleh pemerintah. 


Karena para rekanan terkesan masih  banyak tersangkut dengan hutang piutang, terkait pekerjaan tersebut dengan para penyedia material.


Sebaliknya pemerintah menegaskan terhadap rekanan agar pekerjaan proyek harus di siapkan sebelum hakir tahun ini, karena pada tanggal 25 bulan Desember pemerintah sudah tutup buku .


Oleh karenanya para rekanan kontraktor berusaha secepatnya mempersiapkan pekerjaan tersebut, meski dengan cara apapun karena setelah pekerjaan selesai mereka mengharapkan agar anggaranya dapat dibayarkan oleh pihak terkait.


Sementara setelah selesai pekerjaan tentunya pihak rekanan mengajukan SPM ke pihak BPKAD Kepulauan Meranti untuk meminta agar pembayaran secepatnya dicairkan hingga sampai sekarang ada yang belum dibayarkan sampai saat ini.
 

Sementara para rekanan kontraktor telah berusaha dengan susah payah berhutang kesana sini demi untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, karena waktu sudah mendesak sebelum penggantian tahun .


Salah satu rekanan kontraktor Wan Pren kepada wartawan, Jumat (02-01-2026)
Ia mengungkapkan penyesalan terhadap Pemerintah daerah Kepulauan Meranti  apalagi setelah berusaha keras dengan beberapa rekanan untuk menjumpai kepala badan Pengelola keuangan Daerah (BPKAD)  dan, Kabid di BPKAD  yang bernama Dayat, ironisnya dalam pertemuan nya dengan Dayat, ia mengatakan bahwa nadih ada beberapa Rekanan yang belum di bayar, tapi akan kita bayarkan dananya pada bulan  Pebruari 2026 ini, hal senada juga di katakan oleh Kaban BPKAD ,Pajar triasmoko. Karena saat ini anggaran keuangan memang tidak cukup untuk melakukan pembayaran. Untuk Rekanan Kontrator Terang Wan Pren.


Wan Pren  menambahkan di depan Kabid tersebut, bahwa pemerintah daerah tidak di perbolehkan untuk menunda pembayaran yang menjadi kewajiban atau penggunakan dana yang bersumber dari DAU, karena hal tersebut akan berdampak pada pelayanan publik dan penundaan pembayaran yang dilakukan oleh daerah sendiri tanpa dasar hukum yang kuat dapat dianggap sebagai pelanggaran pengelolaan keuangan Daerah, imbuhnya 


Masih bersama Wan Pren,
kalau memang kepala badan keuangan Meranti ini tidak bisa untuk melakukan pembayaran, jadi kami mau kemana lagi untuk mintak pembayaran tersebut.


Sementara kami memang telah berusaha menyelesaikan pekerjaan meski berhutang kesana - sini demi menyelesaikan pekerjaan tersebut , namun setelah kami mengajukan pencairan akirnya pihak keuangan daerah seakan berdalih dengan alasan yang tak masuk akal, anehnya dengan  anggaran APBD tersebut ada terdapat rekanan yang telah mendapat pencairan nya,


Sementara dari sumber anggaran dana DAU ini masih ada rekanan yang belum dan tidak  dibayar.


Hal ini merupakan suatu kejanggalan dan terkesan pilih kasih ini perlu di pertanyakan .


Yang jelas papar Wan Pren, kalau memang tidak bisa atau tak mampu pihak bidang keuangan daerah, untuk menyelesaikan pembayaran pekerjaan ini lebih baik mundur saja dari dinas tersebut dari pada banyak menimbulkan masalah di Meranti ini, tegas Wan Pren.


Di tempat terpisah ketua organisasi Gerakan Rakyat Buyung menyesalkan hal ini terjadi 


ia  berharap kepada Pemerintah daerah untuk tidak menunda nunda pembayaran terhadap rekanan kontraktor, rekanan itu juga sangat mengharapkan hasil kerjanya,  sementara  pekerjaannya sudah selesai maka anggaranya segera dicairkan sebelum hal ini merembak ke ranah lain atau setidak nya jangan ada kesan pilih kasih terhadap para rekanan kontraktor, kalau memang belom cukup anggaran lebih baik semuanya jangan ada pembayaran terhadap rekanan hingga tak berdampak  serta tidak ada merasa di anak tirikan dalam hal ini ,kata Buyung."****




LIPUTAN        :   ZAINI
EDITOR          :    REDAKSI 

Rabu, 31 Desember 2025

Polres Meranti Paparkan Capaian Kinerja dalam Press Release Akhir Tahun 2025

Polres Meranti Paparkan Capaian Kinerja dalam Press Release Akhir Tahun 2025





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
Polres Kepulauan Meranti menggelar Press Release Akhir Tahun 2025 pada Rabu (31/12/2025) sore. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rupatama Lantai II Polres Kepulauan Meranti sebagai wujud keterbukaan informasi dan pertanggungjawaban kinerja kepolisian kepada publik.


Press release tersebut dihadiri Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar, Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, Wakapolres Kompol Detis Mayer Silitonga SH, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, perwakilan TNI, Kejaksaan, tokoh adat, jajaran pejabat utama Polres Kepulauan Meranti, serta awak media.


Sejumlah pejabat yang turut hadir diantaranya, Ketua DPRD Kepulauan Meranti H. Khalid Ali SE, Dandim 0303/Bengkalis yang diwakili Pabung Mayor Rusdi D, Kajari Ricky Makado SH MH, Danramil 02/Tebing Tinggi Kapten Arh Efri H Nasution S.Sos, serta Ketua LAMR Datuk Afrizal Cik.


Dalam sambutannya, Bupati Asmar menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolres beserta seluruh jajaran Polres Kepulauan Meranti atas dedikasi dan pengabdian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, Polri, TNI, serta seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif guna mendukung pembangunan daerah.


"Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan tugas-tugas kepolisian," ujar Asmar.


Acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video kaleidoskop Polres Kepulauan Meranti Tahun 2025 yang menampilkan rangkuman kegiatan, capaian kinerja, serta pengungkapan berbagai kasus selama satu tahun terakhir.


Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, dalam paparannya menyampaikan sejumlah capaian kinerja Polres Kepulauan Meranti sepanjang Tahun 2025, baik di bidang pembinaan, operasional, penegakan hukum, maupun kegiatan preemtif dan preventif dalam menjaga stabilitas kamtibmas.


AKBP Aldi mengungkapkan, sepanjang 2025 angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti mengalami penurunan sebesar 2,5 persen. Jika pada 2024 tercatat 164 kasus, maka pada 2025 jumlahnya turun menjadi 160 kasus.


"Penurunan ini merupakan hasil dari konsistensi penegakan hukum, peningkatan patroli, serta respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat. Kami berupaya memastikan setiap perkara ditangani secara profesional dan tuntas,” ujar AKBP Aldi.


Ia menegaskan, fokus Polres Kepulauan Meranti tidak hanya pada penindakan, tetapi juga pada penyelesaian perkara hingga memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat.


Secara rinci, Satreskrim Polres Kepulauan Meranti menangani 63 kasus dengan tingkat penyelesaian 45 kasus. Sementara Satresnarkoba mencatat capaian paling menonjol dengan menyelesaikan 42 kasus dari 37 laporan, atau mencapai 113,5 persen, sebagai bentuk keseriusan dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika.


Di sisi lain, Satlantas dan Satpolairud berhasil menuntaskan seluruh perkara yang ditangani dengan capaian 100 persen. Kinerja solid juga ditunjukkan jajaran polsek, di antaranya Polsek Tebing Tinggi dengan tingkat penyelesaian 92 persen, Polsek Rangsang 84,6 persen, Polsek Rangsang Barat 50 persen, serta Polsek Merbau yang menuntaskan seluruh perkara yang ditangani.


Meski mencatat hasil positif, Kapolres menegaskan pihaknya tidak akan berpuas diri. Evaluasi dan pembenahan akan terus dilakukan, terutama dalam penanganan kasus-kasus yang berdampak langsung terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.


Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder dan masyarakat atas dukungan serta kerja sama yang telah terjalin selama ini.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersinergi bersama Polres Kepulauan Meranti dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar AKBP Aldi.


Kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab antara Kapolres Kepulauan Meranti dan awak media terkait kinerja kepolisian selama tahun 2025. Dalam sesi ini, Kapolres memberikan penjelasan secara terbuka dan transparan atas berbagai pertanyaan yang diajukan.


Sementara itu, Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H. Khalid Ali, dalam sambutannya turut menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap kinerja Polres Kepulauan Meranti.


Ia berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.


Apresiasi serupa disampaikan Ketua Umum DPH LAMR Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik. Ia menilai Polres Kepulauan Meranti mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan tetap menghormati nilai-nilai adat dan kearifan lokal Melayu.


"Polres Meranti tidak hanya menciptakan rasa aman secara fisik, tetapi juga menjaga kenyamanan sosial di tengah masyarakat,” katanya.


Press Release Akhir Tahun 2025 ini dinilai menjadi sarana strategis bagi Polres Kepulauan Meranti dalam menyampaikan capaian kinerja kepada publik secara terbuka, transparan, dan akuntabel.


Kegiatan berakhir sekitar pukul 16.30 WIB. Selama berlangsungnya acara, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif."****




SUMBER       :
Humas Polres Kep.Meranti
EDITOR          :   REDAKSI 
Bupati Meranti Apresiasi Polres di Akhir 2025, Kriminalitas Turun 2,5 Persen

Bupati Meranti Apresiasi Polres di Akhir 2025, Kriminalitas Turun 2,5 Persen






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
Kinerja Polres Kepulauan Meranti sepanjang tahun 2025 mendapat apresiasi dari Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Press Release Akhir Tahun 2025 di Mapolres Kepulauan Meranti, Rabu (31/12/2025).


Bupati Asmar menilai jajaran Polres Kepulauan Meranti berhasil menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, ditandai dengan penurunan angka kriminalitas serta tingginya tingkat pengungkapan kasus.


“Kerja keras dan profesionalisme Polres memberikan dampak nyata bagi rasa aman masyarakat,” ujar Bupati.


Ia menyebut keberhasilan pengungkapan kasus narkoba, pencurian, hingga konflik sosial menunjukkan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Meski demikian, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik yang cepat, ramah, transparan, serta bebas pungutan liar.


Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi menyampaikan bahwa sepanjang 2025 pihaknya menangani 160 kasus tindak pidana, turun 2,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat penyelesaian perkara mencapai 87,5 persen.


“Data ini menjadi evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan pelayanan di tahun mendatang,” kata Kapolres.


Kasus narkoba masih menjadi perkara dominan, namun Polres juga mencatat keberhasilan pengungkapan TPPO melalui kolaborasi lintas instansi. 


Selain penegakan hukum, Polres Kepulauan Meranti turut berperan dalam program sosial dan ketahanan pangan dengan penyaluran puluhan ribu porsi makanan serta ratusan ton bahan pangan.


Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H. Khalid Ali, turut mengapresiasi kinerja Polres, sembari mengingatkan agar pengawasan narkoba dan pelayanan humanis kepada masyarakat terus ditingkatkan.


Press release akhir tahun ini diharapkan memperkuat sinergi Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan Meranti yang aman dan sejahtera."****




LIPUTAN         :    NUR
EDITOR           :    REDAKSI 
Buntut Unjukrasa di PLN NPS, Pegawai Resah dan Dirut Diisukan Merasa 'Raja'

Buntut Unjukrasa di PLN NPS, Pegawai Resah dan Dirut Diisukan Merasa 'Raja'






KabarPesisirNews.Com
SIDOARJO JAWA TIMUR,    -
Dibalik unjukrasa para pegawai di bawah naungan Serikat Pekerja (SP) PLN Nusantara Power Services (NPS), satu persatu isu negatif terkait sang Dirut Jakfar Sadiq mulai terbongkar.


Diantaranya adalah terkait sosok pria yang mulai menjabat sejak Januari 2024 itu yang disebut-sebut begitu arogan dan sombong. Bahkan informasi yang beredar di kalangan pegawai, ia seolah memposisikan dirinya bak seorang raja.


"Kalau dikantor pak jakfar sombong banget. Gak mau kalah dan gak mau mendengarkan bawahannya. Karakternya bossy minta pelayanan seperti raja dia itu," celoteh seorang pegawai yang kesal menuangkan uneg-unegnya kepada wartawan, Selasa (30/12/2025).


Meski lagi-lagi sumber minta identitasnya dirahasiakan, tapi mereka menyelipkan harapan agar si Dirut tersebut bisa segera diganti.


"Harapan temen-teman semua agar ada refreshment Dirut di PLN NPS dengan Dir Pro-nya juga perlu di refresh ini, sudah lama plt harusnya pergantian. Dirpro nya itu pak Lavi Rumandioko, dirut ini dah 2 tahun menjabat, otoriter banget. Semoga desember ini ada refreshment jajaran Direksi PLN NPS," ucapnya.


"Intinya, selama hampir 25 tahun NPS berdiri, inilah Dirut paling arogan," kata sumber itu lagi. 


Terkait hal ini, setelah sebelumnya tidak merespons, Dirut PLN NPS Jakfar Sadiq akhirnya membalas konfirmasi yang disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp.

"Bapak. Adanya permasalahan hubungan industrial di perusahaan adalah sesuatu yang biasa dan banyak terjadi. 


Demikian juga di perusahaan kami, ada diskusi rutin antara manajemen dan Serikat pekerja, dan saat ini sedang ada proses evaluasi bersama antara Serikat pekerja dengan manajemen terkait kondisi yang memang masih dalam proses evaluasi dan belum selesai," terangnya, Selasa (30/12/2025).


"Terkait adanya demo, itu adalah bentuk dukungan manajemen terhadap Serikat pekerja, kami mempersilakan mereka demo. 


Silakan Bapak klasifikasi kepada Serikat pekerja, kami dengan tegas mendukung Serikat Pekerja yang menyampaikan akan menyampaikan aksi damai ini. Kami tidak akan membungkam aspirasi dari Serikat pekerja. 


Mohon doanya, semoga segera ada kesepahaman antara manajemen dan Serikat pekerja, yang jelas, komunikasi terbuka antara kami dan Serikat Pekerja adalah kunci penyelesaian kondisi kita bersama ini," kilah Jakfar.


Namun ketika disinggung soal isu arogansi dan sosoknya yang diduga selalu meminta pelayanan seperti raja serta adanya dugaan pelarangan aksi itu tidak boleh menyebar ke media, Jakfar seperti terusik dan emosinya mendadak meledak.


"Terkait ini. Anda menuduh saya meminta pelayanan seperti raja. Dan ini 
Anda menuduh saya terkait media. Ini bukan konfirmasi Tapi FITNAH dari anda. Tolong jangan memperkeruh suasana, karena ini adalah Fitnah dari Bapak. 


Bila Bapak punya evidence, silakan sampaikan ke Serikat pekerja agar menjadi evaluasi saya. Fitnah itu dosa Bapak. Mohon bapak introspeksi diri," cerocosnya tanpa mempedulikan penjelasan bahwa ada kata praduga yang menyertai pertanyaan di dalam konfirmasi.


Dengan kalimat panjang, Jakfar juga mengirim narasi keberatan "Narasi yang menyebutkan gaya kepemimpinan saya "arogan" adalah penilaian subjektif yang tidak berdasar pada fakta di lapangan. 


Selama ini, kami selalu mengedepankan prinsip transparansi dan keterbukaan dalam menjalankan tugas. 


Dan kami menyayangkan adanya pertanyaan atau narasi yang bersifat tendensius dan menghakimi tanpa adanya verifikasi atau check and re-check yang berimbang. Hal ini berpotensi menggiring opini publik yang negatif dan merugikan nama baik secara pribadi maupun institusi".


Sedangkan Ketua SP PLN NPS Abi Kuswo cenderung menutup informasi pasti terkait aksi yang mereka inisiasi tersebut. Namun yang bersangkutan ngotot meminta id card wartawan yang konfirmasi ke dirinya, seolah bingung aksi itu bisa tercium ke eksternal.


"Iya, aksi damai kami adalah aksi internal dan kami dari SP sdh menghimbau untuk tdk menyebar luaskan ke eksternal hanya internal kalangan kami," sebutnya melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa malam (30/12/2025).


Seperti diketahui, Kantor Pusat PLN Nusantara Power Services (NPS) di Jalan Raya Bandara Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi sasaran aksi pegawainya sendiri, Senin (29/12/2025).


Menurut informasi, aksi yang diinisiasi Serikat Pekerja (SP) perusahaan cucu PT PLN (Persero) ini, terkait hak pegawai berupa bonus tahunan persisnya bonus kinerja tahun 2024, yang dibayar pada November 2025 lalu, dibayar tidak sebagaimana mestinya sesuai dengan pencapaian keuntungan perusahaan.


Meski aksi ini berlangsung damai, namun jejak adanya permasalahan krusial di dalam perusahaan tampak jelas. Apalagi sejumlah papan bunga dan spanduk berisi protes tampak terpajang di halaman perusahaan. 


Pantauan di lapangan, tampak pegawai membentangkan spanduk bertuliskan "Piala Prestasi Berkilau Terang, Angka Laba Melesat Tinggi, Kerja Terbaik Sudah Kami Berikan, Saatnya Perhatikan Kesejahteraan Kami!!".


Selain itu, di sejumlah papan bunga dengan pengirim SP PLN NP Services, tertulis pantun berisi protes antara lain "Pergi Ke Kantor Membawa Harapan, Pulang Malam Tubuh Kelelahan,  Laba Naik Jadi Kebanggaan, Pendapatan Turun Jadi Pengorbanan".****




EDITOR         :     REDAKSI 

Selasa, 30 Desember 2025

Yayasan Rumah Singgah Provinsi Riau Cabang Kabupaten Kepulauan Meranti kini  telah resmi memiliki Rumah singgah

Yayasan Rumah Singgah Provinsi Riau Cabang Kabupaten Kepulauan Meranti kini telah resmi memiliki Rumah singgah





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Keberadaan Rumah singgah Provinsi Riau Cabang Kabupaten Kepulauan Meranti, sebagai tempat istirahat bagi  orang- orang  sakit  khusus bagi  pasien  rumah sakit  di kabupaten Kepulauan Meranti kini telah resmi di dirikan, adapun Rumah singgah tersebut beralamat di jalan rintis  Gg Habib  kelurahan Selatpanjang Selatan Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti.


Bersama ini kami dari Pengurus Yayasan Rumah Singgah Provinsi Riau 
Cabang Kabupaten Kepulauan Meranti menghimbau  Bagi masyarakat yang sakit memerlukan rumah singgah perlu untuk berobat di Kabupaten Kepulauan Meranti bahkan kalau mau di rujuk ke rumah sakit di luar kota dianjurkan agar dapat menuju lansung ke rumah singgah yayasan cabang ini agar dapat tempat istirahat 


Sementara serta dapat juga sekaligus  melengkapi semua administrasi terkait masalah si pesakit tersebut termasuk masalah SKT dan BPJS dan surat rekomendasi serta surat lainya dari pengurus Yayasan tersebut tanpa di ambil biaya .


Ketua Yayasan Rumah Singgah Provinsi Riau Cabang
Kabupaten Kepulauan Meranti, Buyung dalam kesempatan ini kepada wartawan di mengatakan, bahwa sat ini  kita baru dapat rumah tempat  menampung para pasien yang akan berobat di Rumah sakit Kabupaten Jelas Buyung .


Sementara tambahnya kami  hanya bekerja secara sosial sebagai insan yang  peduli terhadap warga yang sedang  menghadapi  sakit dan untuk itu saya tegaskan kepada anggota untuk tidak mengambil imbalan dalam bentuk apapun kepada pesakit dan terhadap keluarga nya, yang jelas kita  kerja hanya sebatas sosial tanpa ada pamrih baik  dari pesakit itu sendiri maupun dari  keluarga pesakit .


Bila mana ada para pasien yang sakit  kalau memang Rumah Sakit di Kepulauan Meranti  ini tidak mampu untuk menyembuhkan pasien dan harus di rujuk ke rumah sakit lain di luar kabupaten kita akan membantu pengurusanya administrasinya Kata Buyung."****




LIPUTAN        :    ZAINI
EDITOR          :    REDAKSI 
Bhayangkari cabang Meranti Bersama Wakapolres Jajaran Sembangi Pos nataru Berikan Tali Asih

Bhayangkari cabang Meranti Bersama Wakapolres Jajaran Sembangi Pos nataru Berikan Tali Asih






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
Polres Kepulauan Meranti Polda Riau lekukan Peninjauan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Ops Lilin Lancang Kuning Tahun 2025 oleh Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitongga SH
serta Pemberian Tali Asih dari Pengurus Bhayangkari Cabang Kepulauan Meranti Senin (29/12/2025) Pagi.


Selain itu,Pos Pelayanan Nataru Ops Lilin Lancang Kuning 2025 bertempat di Pelabuhan Tanjung Harapan Jalan Tanjung Harapan Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti juga di Pos Pengamanan Nataru Ops Lilin Lancang Kuning 2025 bertempat di Taman Cik Puan Jalan Merdeka Kecamatan  Tebing Tinggi Kabupaten. Kepulauan Meranti.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Wakapolres Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga menyampaikan bahwa kami bersama Pengurus Bhayangkari Cabang Polres Kepulauan Meranti melakukan peninjauan terhadap Pos Yan dan Pos Pam dalam rangka Bhayangkari Peduli kepada Personil yang terlibat Operasi lilin Lancang Kuning 2025.


"Adapun Tujuan dilakukannya peninjauan guna melihat kesiapan personel dalam pelaksanaan pengamanan serta menghimbau kepada Personel Pos Yan dan Pos Pam untuk meningkatkan kewaspadaan, selalu humanis dalam setiap memberikan pelayanan," ujar Wakapolres.


Kata Wakapolres, kita beserta Pengurus Bhayangkari Cabang Kepulauan Meranti memberikan talih asih berupa bingkisan makanan, minuman dan alat kesehatan kepada personel yang melaksanakan pengamanan Pos Yan dan Pos Pam Nataru Ops Lilin Lancang Kuning Tahun 2025.


Selanjutnya, Wakapolres bersama Pengurus Bhayangkari Cabang Polres Kepulauan Meranti juga memberikan masukan terhadap personel yang melaksanakan pengamanan Pos Yan dan Pos Pam Nataru untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam pelaksanaan tugas serta selalu menjaga kesehatan dan tetap semangat.


" Tentunya dengan kegiatan ini, Polres Kepulauan Meranti untuk dapat memberikan dampak positif terhadap moril dan motivasi personel yang bertugas di Pos Yan dan Pos Pam Ops Lilin Lancang Kuning 2025 dan Pemberian tali asih dari Pengurus Bhayangkari Cabang Kepulauan Meranti merupakan bentuk kepedulian dan dukungan nyata terhadap personel yang melaksanakan tugas pengamanan Natal dan Tahun Baru 2025 dan 2026," kata Kompol Detis.


Wakapolres juga berharap, Kesiapan personel serta sarana dan prasarana di Pos Yan dan Pos Pam terpantau dalam kondisi baik dan siap mendukung kelancaran pengamanan. tentunya Bhayangkari secara langsung dapat meningkatkan kedisiplinan, kewaspadaan, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Ops Lilin Lancang Kuning 2025."****





SUMBER       :
Humas Polres Kep..Meranti
EDITOR         :    REDAKSI 
ARAHAN PANGDA DPC LLMB KECAMATAN TUALANG: PERKUAT KEAMANAN DESA MENJELANG AKHIR TAHUN 2025 - AWAL 2026

ARAHAN PANGDA DPC LLMB KECAMATAN TUALANG: PERKUAT KEAMANAN DESA MENJELANG AKHIR TAHUN 2025 - AWAL 2026






KabarPesisirNews.Com
TUALANG SIAK RIAU,     -
Pangda DPC LLMB (Lembaga Laskar Melayu Bersatu) Kecamatan Tualang mengeluarkan arahan khusus kepada seluruh Kepala Desa dan pihak Ronda di wilayah kerja, mengingat terjadinya dua kasus kehilangan kendaraan dalam beberapa hari terakhir. 


Kasus tersebut terjadi di Desa Pinang Sebatang Barat dan beberapa desa lainnya, dengan kendaraan jenis Honda menjadi target utama pelaku.
 

Dalam arahannya, Pangda DPC LLMB Kecamatan Tualang menyampaikan bahwa keamanan warga adalah prioritas utama menjelang pergantian tahun. 


"Kami mengimbau seluruh Kepala Desa untuk segera mengkoordinasikan dengan pihak ronda serta elemen masyarakat terkait, guna memperkuat patroli dan pengawasan di setiap desa. 


Jangan sampai lagi terjadi kehilangan barang milik warga, karena hal ini tidak hanya merugikan secara materi tetapi juga dapat menimbulkan keluhan di media sosial serta dampak negatif bagi ketertiban masyarakat," ujar Pangda.
 

Langkah yang diharapkan antara lain meningkatkan frekuensi patroli malam hari, melakukan pemantauan di titik-titik rawan, serta mengedukasi warga untuk lebih berhati-hati dalam menyimpan kendaraan. 


"Kami berharap dengan langkah ini, keamanan desa dapat terjaga dengan baik dan tidak ada lagi kasus serupa yang terjadi," tambah Pangda."****





LIPUTAN SIAK     :   ANGGA 
EDITOR                 :   REDAKSI

Senin, 29 Desember 2025

Tim Was Ops Itwasda Polda Riau Cek Langsung Operasi Lilin 2025 di Kepulauan Meranti

Tim Was Ops Itwasda Polda Riau Cek Langsung Operasi Lilin 2025 di Kepulauan Meranti






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
Komitmen memastikan pengamanan Natal dan Tahun Baru berjalan maksimal, Tim Pengawasan Operasi (Was Ops) Itwasda Polda Riau turun langsung melakukan pengawasan Operasi Lilin Lancang Kuning (LK) 2025 di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti, Minggu (28/11/2025).


Sejumlah titik strategis menjadi sasaran pengecekan, mulai dari Pos Pelayanan Pelabuhan Penumpang Tanjung Harapan, Pos Pengamanan Taman Cik Puan, hingga Markas Komando (Mako) Polres Kepulauan Meranti.


Tim Was Ops dipimpin Kompol Deni Afriza bersama Iptu Dodi Fejri, Aiptu Iswandi, dan Hengki Irawan. Kedatangan tim disambut Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer SilitongaS.H., mewakili Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi, bersama jajaran pejabat utama, personel Polres, Basarnas, serta Satpol PP Kepulauan Meranti.


Sekitar pukul 11.45 WIB, Tim Was Ops tiba di Pelabuhan Tanjung Harapan dan langsung melakukan pemeriksaan kesiapan personel, kelengkapan pos, serta administrasi pendukung operasi. Pemeriksaan serupa juga dilakukan di Pos Pam Taman Cik Puan dan Mako Polres Kepulauan Meranti.


“Pengawasan ini untuk memastikan seluruh personel siap, perlengkapan lengkap, dan administrasi berjalan sesuai aturan,” ujar Ketua Tim Was Ops Itwasda Polda Riau, Kompol Deni Afriza.


Menurutnya, hasil pengawasan menunjukkan pelaksanaan Operasi Lilin LK-2025 di Polres Kepulauan Meranti sudah berjalan sesuai rencana. Meski begitu, ia menekankan pentingnya ketelitian dan konsistensi dalam pelaporan agar evaluasi ke depan semakin optimal.


Kompol Deni juga menyebut, kegiatan pengawasan ini berdampak positif terhadap kedisiplinan personel dan kesiapsiagaan sarana prasarana dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru 2026.


Tak lupa, ia mengingatkan masyarakat bahwa Polres Kepulauan Meranti menyediakan layanan Call Center 110, layanan cepat dan gratis tanpa dipungut biaya, untuk melaporkan gangguan kamtibmas atau membutuhkan bantuan kepolisian.


“Dengan pengawasan ini, kami berharap pelayanan kepada masyarakat selama Natal dan Tahun Baru semakin aman, nyaman, dan kondusif,” tutupnya."****





SUMBER         :
Humas Polres Kep.Meranti
EDITOR           :     Redaksi 
Dilema Saat Mengisi Rapor

Dilema Saat Mengisi Rapor


Oleh :    Mukhtarodin
Guru SMAN 2 Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti Riau 






KabarPesisirNews.Com
KEP.MERANTI RIAU,    -
Mengisi rapor bukan hanya soal menulis angka, bukan sekadar rutinitas administratif di akhir semester, melainkan sebuah proses reflektif yang sarat dengan dilema moral, profesional, dan emosional bagi seorang guru. 


Rapor menjadi dokumen resmi yang merekam perjalanan belajar murid, sekaligus alat komunikasi antara sekolah, orang tua, dan murid. 


Namun, di balik angka dan deskripsi yang tertulis rapi, tersimpan pergulatan batin guru dalam menyeimbangkan objektivitas penilaian, empati terhadap kondisi murid, serta tuntutan sistem pendidikan yang kerap kaku, bagi seorang guru, ini adalah momen yang paling penuh beban moral.

  Secara ideal, rapor harus mencerminkan capaian belajar murid secara objektif. Nilai yang tertulis seharusnya merupakan representasi kemampuan murid berdasarkan standar kompetensi yang telah ditetapkan. 


Namun, dalam praktiknya, guru kerap dihadapkan pada situasi yang jauh dari ideal. 


Tidak semua murid memiliki latar belakang yang sama. Ada murid yang cerdas tetapi kurang disiplin, ada yang rajin namun memiliki keterbatasan akademik, dan ada pula yang mengalami persoalan keluarga atau sosial yang berdampak langsung pada prestasi belajar.

  Dalam kondisi seperti ini, guru sering bertanya pada diri sendiri: apakah nilai harus sepenuhnya mencerminkan angka hasil ujian, ataukah mempertimbangkan usaha, sikap, dan kondisi pribadi murid? Ketika seorang murid berjuang keras tetapi hasilnya tetap rendah, menuliskan nilai apa adanya terasa kejam. 


Sebaliknya, menaikkan nilai demi “kebaikan” murid dapat mengorbankan prinsip keadilan dan kejujuran akademik. 

  Dilema semakin kompleks ketika rapor tidak hanya dibaca oleh murid dan orang tua, tetapi juga menjadi alat seleksi untuk jenjang pendidikan berikutnya. 


Nilai dalam rapor dapat menentukan diterima atau tidaknya seorang murid di sekolah favorit, memperoleh beasiswa, atau bahkan membentuk rasa percaya diri jangka panjang. 


Kesalahan atau kompromi kecil dalam penilaian bisa berdampak besar pada perjalanan hidup seseorang. 

 Tekanan tidak hanya datang dari dalam hati guru, tetapi juga dari luar. 


Orang tua sering kali menuntut nilai tinggi tanpa mau memahami proses belajar murid. 


Sekolah juga memiliki kepentingan menjaga citra dan angka kelulusan. 


Dalam situasi ini, guru berada di posisi yang rentan: antara idealisme profesi dan tuntutan sistem. 


Seperti yang dikemukakan oleh Kunandar dalam Penilaian Autentik (2013), penilaian seharusnya berorientasi pada proses dan perkembangan murid, bukan semata-mata hasil akhir. Namun, sistem pendidikan sering kali masih menempatkan angka sebagai indikator utama keberhasilan. 

   Di sisi lain, rapor juga memiliki fungsi pedagogis. Rapor seharusnya menjadi sarana refleksi bagi murid untuk memahami kelebihan dan kekurangannya. 


Sayangnya, fokus yang berlebihan pada nilai angka membuat aspek ini sering terabaikan. 


Banyak murid hanya melihat rapor sebagai penentu “pintar” atau “tidak pintar”, bukan sebagai alat pembelajaran. 


Hal ini diperparah jika guru sendiri terjebak pada rutinitas administratif tanpa sempat memberikan umpan balik yang bermakna. 


Menurut Stiggins dalam Assessment for Learning (2005), penilaian yang baik adalah penilaian yang mampu mendorong motivasi belajar murid, bukan justru mematahkan semangat mereka. 


Namun, bagaimana mungkin rapor dapat memotivasi jika ia hanya berisi angka-angka tanpa konteks dan penjelasan? Di sinilah guru kembali menghadapi dilema: keterbatasan waktu, beban administrasi, dan format rapor yang kaku sering kali menyulitkan pemberian penilaian yang manusiawi dan mendidik.

  Selain itu, kebijakan kurikulum yang terus berubah juga menambah kerumitan. Guru dituntut memahami berbagai aspek penilaian, pengetahuan, keterampilan, dan sikap, dengan instrumen yang tidak selalu mudah diterapkan. 


Ketika pemahaman dan pelatihan belum merata, penilaian berpotensi menjadi tidak konsisten. 


Akibatnya, rapor tidak lagi menjadi cermin objektif kemampuan murid, melainkan hasil kompromi dari berbagai keterbatasan. 

  Dilema semakin kompleks ketika guru berhadapan dengan murid yang memiliki latar belakang keluarga dan sosial yang beragam. Faktor ekonomi, kondisi psikologis, serta dukungan orang tua sangat memengaruhi prestasi belajar. 


Seorang murid yang nilainya rendah bukan selalu karena malas atau tidak mampu, melainkan mungkin karena harus membantu orang tua bekerja atau menghadapi masalah keluarga. 


Dalam situasi seperti ini, guru sering kali merasa terbelah antara kewajiban profesional untuk menilai secara objektif dan dorongan moral untuk menunjukkan empati. 


Memberikan nilai rendah terasa tidak adil secara kemanusiaan, tetapi menaikkan nilai tanpa dasar akademik yang kuat juga berpotensi mencederai prinsip kejujuran.


  Sistem pendidikan itu sendiri sering kali mempersempit makna rapor menjadi kumpulan angka. Meskipun kurikulum terbaru telah mendorong penilaian autentik dan deskriptif, realitas di lapangan menunjukkan bahwa angka masih menjadi fokus utama. 


Akibatnya, guru merasa terbebani untuk “menyelaraskan” nilai agar sesuai dengan standar kelulusan atau target sekolah. 


Dalam kondisi tertentu, nilai rapor menjadi alat legitimasi keberhasilan institusi, bukan lagi cerminan jujur perkembangan individu murid. 


Hal ini menempatkan guru dalam dilema struktural, di mana idealisme pendidikan harus berhadapan dengan tuntutan birokrasi.

  Dari sisi psikologis, mengisi rapor juga berdampak pada hubungan emosional antara guru dan murid. 


Guru yang telah mendampingi murid selama satu semester tentu memahami karakter, potensi, dan keterbatasan mereka. 


Ketika harus menuliskan nilai atau deskripsi yang kurang baik, guru sering kali merasa bersalah atau khawatir akan melukai perasaan murid. 


Padahal, umpan balik yang jujur dan konstruktif sangat penting bagi perkembangan belajar. 


Dilema ini menuntut guru untuk memiliki kecerdasan emosional agar mampu menyampaikan penilaian secara bijak tanpa menghilangkan makna evaluatif rapor itu sendiri.

 Di sisi lain, rapor juga menyimpan potensi besar sebagai alat refleksi dan motivasi belajar. 


Jika disusun dengan pendekatan yang manusiawi dan edukatif, rapor dapat menjadi cermin yang membantu murid memahami kekuatan dan kelemahannya. Oleh karena itu, dilema saat mengisi rapor seharusnya tidak dihindari, melainkan dikelola dengan prinsip profesionalisme dan etika. 


Guru perlu memandang penilaian sebagai bagian dari proses pendidikan, bukan sekadar hasil akhir. 


Dengan demikian, nilai yang diberikan tidak hanya adil secara akademik, tetapi juga bermakna secara pedagogis. 

  Namun, di balik semua dilema tersebut, mengisi rapor sejatinya adalah momentum refleksi bagi guru. Rapor bukan hanya menilai murid, tetapi juga menilai proses pembelajaran yang telah berlangsung. 


Nilai yang rendah seharusnya menjadi alarm bagi guru dan sekolah untuk mengevaluasi metode, pendekatan, dan lingkungan belajar. 


Sebagaimana dikemukakan oleh Sudjana dalam Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (2010), penilaian harus digunakan untuk memperbaiki pembelajaran, bukan sekadar mengklasifikasikan murid. 

  Oleh karena itu, solusi dari dilema mengisi rapor tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada guru. 


Dibutuhkan sistem penilaian yang lebih fleksibel, manusiawi, dan berorientasi pada perkembangan murid. 


Orang tua perlu diedukasi bahwa nilai bukan satu-satunya indikator keberhasilan. 


Sekolah harus mendukung guru dengan pelatihan dan kebijakan yang realistis. 


Dan yang terpenting, pendidikan harus kembali pada hakikatnya: memanusiakan manusia secara manusiawi."****






EDITOR         :     REDAKSI
PKB Kepulauan Meranti Gelar Pendidikan Kader Pertama, Perkuat Ideologi dan Loyalitas Kader Muda

PKB Kepulauan Meranti Gelar Pendidikan Kader Pertama, Perkuat Ideologi dan Loyalitas Kader Muda




KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Pendidikan Kader Pertama (PKP) Kader Loyalis sebagai upaya memperkuat ideologi, militansi, dan integritas kader partai. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Meranti, Selatpanjang, Sabtu (27/12/2025).


Sebanyak kurang lebih 100 peserta mengikuti kegiatan kaderisasi yang merupakan program resmi Partai Kebangkitan Bangsa berdasarkan instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. Program ini wajib dilaksanakan oleh seluruh kepengurusan PKB, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia.


Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPC PKB Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Meranti beserta jajaran pengurus, anggota DPRD Fraksi PKB, Ketua Lembaga Kaderisasi Kabupaten (LKK) PKB Kepulauan Meranti Muhrizal, S.E., serta pengurus DPC PKB dan panitia pelaksana.


Turut hadir sejumlah tamu undangan dari unsur penyelenggara pemilu dan pemerintah daerah, di antaranya Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Meranti Katmuji, Ketua Bawaslu Kabupaten Kepulauan Meranti Syamsurizal, S.IP., M.IP., Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Sudandri, S.H., M.H., serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kepulauan Meranti.


Ketua LKK PKB Kepulauan Meranti, Muhrizal, S.E., dalam sambutannya menegaskan bahwa Pendidikan Kader Pertama merupakan program strategis partai dalam membentuk kader yang memiliki pemahaman ideologi yang kuat serta komitmen terhadap perjuangan PKB.


“Pendidikan Kader Pertama ini bertujuan membentuk kader-kader muda yang tangguh, berintegritas, militan, dan loyal terhadap ideologi serta perjuangan Partai Kebangkitan Bangsa, yang berlandaskan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah dan semangat kebangsaan,” ujar Muhrizal.


Ia menambahkan, melalui PKP para peserta diharapkan memiliki pemahaman politik yang baik serta mampu menjadi penggerak partai di tengah masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.


“Peserta diharapkan siap melayani rakyat, memperjuangkan aspirasi masyarakat, serta berkontribusi bagi bangsa dan negara,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua DPC PKB Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kaderisasi yang digagas oleh LKK PKB sesuai instruksi DPP PKB.


Menurutnya, kaderisasi merupakan pilar utama dalam menjaga keberlanjutan dan kekuatan partai. Melalui Pendidikan Kader Pertama, PKB berkomitmen menyiapkan kader-kader berkualitas yang tidak hanya memahami ideologi partai, tetapi juga mampu menghadapi dinamika politik dan tantangan pembangunan ke depan.


“Kami berharap kegiatan PKP ini dapat melahirkan kader-kader yang siap menjadi ujung tombak partai di masyarakat, loyal terhadap partai, serta konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.


Pendidikan Kader Pertama Kader Loyalis ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi PKB Kepulauan Meranti dalam membangun sumber daya kader yang berkelanjutan dan berdaya saing di tingkat nasional."****




LIPUTAN        :     NUR
EDITOR          :     REDAKSI