Rabu, 17 Mei 2023

Wakapolda Riau Bersama Danrem 031 WB Pimpin Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak Di Dumai



Kabarpesisirnews.com

Wakapolda Riau, Brigjen Pol Kasihan Rahmadi bersama Danrem 031 Wira Bima menghadiri acara Puncak Penanaman Mangrove Nasional yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia melalui sarana Video Conference (Vicon).




Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pesisir Pantai Salam Lestari, Kelurahan Guntung, Kecamatan Medang Kampai, Dumai, Senin (15/05/2023) sore, sekitar pukul 17.00 Wib.





Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Riau diwakili oleh Staff Ahli Bid Pemerintahan H Yurnalis Basri, Danrem 031/WB, Brigjend TNI Dani Rakca Andalasawan, Wakapolda Riau, Brigjen TNI Kasihan Rahmadi, Danlanal Dumai Kol. Laut (P). Stanley Lekahena, Danlanud Roesmin Nurjaddin diwakili Kadis Pot Dirga, Kol Tek Parluhutan Siboro, Walikota Dumai diwakili Sekda H. Indra Gunawan, Kajari Dumai, serta beberapa PJU Polda Riau.


Wakapolda Riau, Brigjen Pol Kasihan Rahmadi mengatakan bahwa dirinya mengikuti acara puncak penanaman mangrove nasional secara serentak seluruh wilayah Indonesia yang dihadiri Presiden RI bersama dengan Panglima TNI, Kapolri dan Menteri terkait.




“Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh indonesia khusus di Wilayah Hukum Polda Riau dipusatkan di Pesisir Pantai Salam Lestari, Dumai," kata Wakapolda.




Wakapolda mengatakan sebanyak 1.100.169 bibit mangrove yang ditanam serentak di seluruh Indonesia.



“Total jumlahnya sebanyak 1.100.169 bibit mangrove yang ditanam dalam kegiatan puncak penanaman mangrove nasional secara serentak kali ini dengan jumlah 370 lokasi yang tersebar di 37 Provinsi se Indonesia,” kata Wakapolda.




Sementara, tambah Wakapolda, untuk wilayah hukum Polda Riau dan Korem 031/WB sebanyak 26.800 bibit mangrove yang ditanam serentak di 5 wilayah diantaranya, di Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, sebanyak 4500 batang Mangrove.




"Di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, sebanyak 10.000 batang Mangrove, Kemudian di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Inhil sebanyak 3.000 batang Mangrove, Selanjutnya di Pantai Lestari Jalan Lestari, Kelurahan Guntung, Kecamatan Medang, Dumai sebanyak 5.000 batang Mangrove. Kemudian yang terahir di sungai bersejarah Kampung Kayu Ara Permai, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, sebanyak 4.300 batang Mangrove," jelas Wakapolda.



Wakapolda menambahkan, banyak sekali menfaat mangrove yang. ditanam Dengan adanya pohon mangrove dapat menahan tsunami apabila terjadi di wilayah pantai ini, dan juga banyak manfaat lainnya.





“Dengan adanya penanaman mangrove, mari kita bersama menjaga dan mengawasi. Untuk tumbuhnya mangrove di wilayah pantai ini, saya juga meminta masyarakat turut serta menjaganya,” kata Wakapolda.





"Di beberapa daerah pengalaman kami merupakan bagian dari orang-orang berniat jahat untuk merusak hutan mangrove, disisi ini merupakan sebuah bencana bagi masyarakat dan juga petani laut, karena disitulah berawal kerusakan, tindakan hukum kepada pengrusak tanaman mangrov pasti akan kami lakukan karena ini dalam undang-undang perlindungan dikawasan hutan mangrove dan bibir pantai," sambungnya.





Sementara Danrem 031/WB, Brigjend TNI Dani Rakca Andalasawan mengatakan, di riau ini terdapat 14,5 hektar kawasan yang harus ditanam, ada di 6 kabupaten diantarahya Kabupaten Bengkalis, Kampar, Inhil, Dumai, Rohil dan Kabupaten Siak.




"Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh masyarakat, kami TNI-Polri khususnya akan selalu membantu program pemerintah daerah juga mensukseskan program presiden agar pantai-pantai yang menjadi potensi abrasi kemudian kerusakan alam, bersama-sama kami untuk bertanggung jawab menciptak pesisir pantai yang baik dengan ekosistemnya," kata Danrem.




"Mudah-mudahan dengan sinergitas ini, juga dukungan dari teman-teman perusahaan dan wartawan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa butuh dukungan seluruh sektor dan dengan gotong royong bisa lebih tangguh dan lebih kuat,"****




LAPORAN WARTAWAN     :       OJA

EDITOR              :    R ARIFIN


Load comments