KabarPesisirNews.Com
KEP.MERANTI RIAU, -
Di tengah keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi yang berdampak hingga ke tingkat desa, kolaborasi lintas sektor kembali menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga konektivitas dan pelayanan publik.
PT Imbang Tata Alam (PT ITA) mengambil langkah nyata dengan menurunkan alat berat untuk membantu perbaikan jalan poros di Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau.
Langkah tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PT ITA, Pemerintah Kecamatan Merbau, dan Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) dalam merespons kondisi jalan poros yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera demi keselamatan serta kelancaran mobilitas masyarakat.
Ruas jalan yang dilakukan perbaikan meliputi jalur lintas dari perbatasan Kelurahan Teluk Belitung menuju Desa Mekar Sari, Sungai Anak Kamal, Pelantai hingga Desa Meranti Bunting. Jalan ini merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat, distribusi barang, serta jalur penghubung antar desa, dengan total panjang penanganan mencapai 11.950 meter dan lebar 6 meter.
Ketua FKKD Kecamatan Merbau sekaligus Kepala Desa Bagan Melibur, Isnadi Esman, menjelaskan bahwa kondisi jalan lintas tersebut sudah lama memprihatinkan.
Menurutnya, banyaknya cekungan yang menimbulkan genangan air saat hujan serta struktur permukaan jalan yang labil dengan batu kerikil tidak rata menjadikan jalur tersebut rawan kecelakaan bagi masyarakat pengguna jalan.
“Jalan lintas Pemda ini merupakan urat nadi utama yang menghubungkan Kecamatan Merbau dengan Kecamatan Tasik Putri Puyu, sekaligus jalur penghubung menuju Kabupaten Siak dan Bengkalis. Dengan kondisi jalan yang rusak, kami dari FKKD bersama Camat Merbau berupaya mencari solusi. Dalam kondisi keuangan daerah saat ini, sangat sulit jika hanya bergantung pada Pemda,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui komunikasi dan koordinasi yang dibangun bersama manajemen PT ITA, FKKD mengajukan permohonan bantuan rehabilitasi jalan tersebut dan mendapat respons positif dari perusahaan.
“Alhamdulillah permohonan kami disetujui. Kami sangat berterima kasih kepada PT ITA yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap kebutuhan masyarakat.
Harapan kami ke depan, jalan lintas ini dapat memperoleh perhatian pemerintah daerah untuk ditingkatkan menjadi jalan semenisasi atau pengaspalan,” lanjut Isnadi Esman.
Pekerjaan perbaikan jalan dimulai pada 26 Desember 2025 dan selesai pada awal tahun ini.
Dalam pelaksanaannya, PT ITA menurunkan alat berat berupa motor grader dan compactor, serta mendukung operasional dengan penyediaan bahan bakar diesel.
Total anggaran lebih dari Rp 132 juta, mencakup biaya sewa alat berat dan kebutuhan operasional selama pekerjaan berlangsung.
Area Manager PT ITA, Bonar Ari Nindito, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat di wilayah operasional.
“Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Merbau dan FKKD, PT ITA mengambil peran aktif membantu perbaikan jalan umum. Infrastruktur yang baik tidak hanya mendukung mobilitas, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap keselamatan, aktivitas ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Langkah ini sejalan dengan semangat Kolaborasi Merawat Merbau, di mana dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat bersinergi menjaga serta memperbaiki fasilitas umum, khususnya menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Idul Fitri."****
LIPUTAN : RD
EDITOR : REDAKSI