Selasa, 27 Januari 2026

Penambang Timah Tradisional Dabo Singkep Menjerit, Minta Bupati Lingga Turun Tangan Jelang Ramadan




KabarPesisirNews.Com
LINGGA KEPRI,     – 
Penambang timah tradisional di Kabupaten Lingga, khususnya di wilayah Dabo Singkep, mulai angkat suara. Mereka mengeluhkan semakin sulitnya mencari nafkah di tengah minimnya lapangan pekerjaan dan belum jelasnya kepastian aktivitas tambang timah tradisional yang selama ini menjadi sandaran hidup masyarakat kecil.


Salah seorang penambang timah tradisional  khadiran menyampaikan bahwa kondisi ekonomi masyarakat Dabo Singkep kian terhimpit. Harga kebutuhan pokok terus meningkat, sementara peluang kerja nyaris tidak ada. Dalam situasi ini, masyarakat merasa pemerintah daerah belum sepenuhnya hadir memberikan solusi nyata.


“Kami ini hanya masyarakat kecil. Kalau tidak menambang, kami mau kerja apa? Lapangan pekerjaan di Dabo Singkep sangat terbatas. Kami berharap pemerintah daerah ikut bertanggung jawab atas kondisi ini,” ujarnya dengan nada penuh harap.


Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, tekanan ekonomi semakin terasa. Kebutuhan rumah tangga meningkat, sementara penghasilan tidak menentu. Penambangan timah tradisional selama ini menjadi pilihan terakhir masyarakat untuk bertahan hidup, namun aktivitas tersebut kerap terhambat oleh ketidakpastan kebijakan.


Masyarakat penambang berharap Bupati Lingga, M. Nizar, dapat turun langsung ke lapangan, melihat secara nyata kondisi rakyatnya, dan segera mengambil langkah konkret. Mereka meminta adanya solusi cepat agar aktivitas tambang timah tradisional dapat berjalan secara tertib, aman, dan memiliki kepastian hukum.


“Kami tidak meminta yang berlebihan. Kami hanya ingin bekerja untuk menghidupi keluarga kami dengan tenang, apalagi ini sudah mendekati Ramadan. Kami mohon Bupati Lingga benar-benar hadir dan berpihak kepada rakyat kecil,” lanjutnya.


Penambang timah tradisional menegaskan, tanpa adanya kebijakan yang jelas dan keberpihakan pemerintah daerah, dikhawatirkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat akan semakin terpuruk. Mereka berharap suara ini tidak lagi diabaikan dan segera direspons oleh kepala daerah sebagai bentuk tanggung jawab terhadap  kesejahteraan masyarakat Lingga."****





LIPUTAN LINGGA    :     IJAL
EDITOR                      :    REDAKSI                       

Load comments