Rabu, 07 Januari 2026

Warga Desa Sendaur Protes Kegiatan Penyiraman Buras Rabat Jalan Paret Sentul Jaya Dan Jalan Paret Nibung II Diduga Ada Indikasi, Mar'Up





KabarPesisirNews.Com
KEP.MERANTI RIAU,   Pembangunan infrastruktur jalan, gedung atau Irigasi menang merupakan hal yang menjadi dambaan masyarakat Desa , meski demikian kalau  pekerjaannya dikerjakan dengan transparan dan terbuka untuk masyarakat .


Sementara masih banyak juga desa yang tak ada pembangunan yang sipat nya menonjol hanya biasa biasa saja, entah karena tak tau atau memang tak  mau  tau dengan alam dan kondisi desanya Serta  akan   berbuat apa dengan dana desanya.


Sebagai mana hal yang terjadi di Desa Sendaur Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau pelaksanaan kegiatan pembangunan Desa  yang di kerjakan terkesan tak sesuai dengan keinginan masyarakatnya salah satu contoh pekerjaan pembangunan dua bidang jalan yang dilaksanakan oleh desa  tahun 2025 lalu,  dan baru kini  di selesaikan  dengan melakukan  penyiraman buras Rabat  pada kedua bidang  jalan,  yaitu jalan paret Sentol jaya  dan jalan paret nibung II, yang dikerjakan awal  tahun 2025  


Namun kini baru di siram aspalnya, disisi lain kegiatan tersebut terkesan menimbulkan   kecurigaan di kalangan masyarakat setempat, karena  kondisi hasil pembangunannya tidak memuaskan.


Pekerjaan  penyiraman  dua bidang  jalan tersebut diduga dikerjakan asal jadi, hingga  menimbulkan sorotan oleh sejumlah warga desa tersebut.


Terkait kegiatan penyiraman buras Rabat bahu jalan paret  sentul  dan jalan paret Nibung II,  yang anggarannya bersumber dari dana desa (DDS) tahun 2025.


Menurut penilaian warga  setempat  hasil pekerjaan penyiraman tersebut tidak memuaskan dan terlihat tak ada kesan pembangunan dan dinilai pekerjaannya asal jadi, tipis ( masih terlihat pada dasar bahu jalan - red). 

Dari impor masi Yang di sampaikan masyarakat ke media ini maka kami lansung turun kelapangan Minggu (04/01/2026).


Hasil nya didapati  benar 
adanya informasi dari warga tersebut terkait kegiatan pekerjaan pembangunan siram buras rabat jalan Sentul Jaya dan jalan nibung II terlihat tidak ada kesan pembangunan hanya hasil penyiraman buras rabat tersebut tipis dan masih terlihat lobang-lobang kecil pada dasar bahu jalan tersebut,  tak berdampak ada pengaspalan. 

Menurut warga yang namanya tidak bersedia namanya di publikasi oleh media ini  ia mengatakan sebenarnya peristiwa tersebut telah disampaikan kepada kepala desa dan Babinkantibmas,  dan  mereka (sejumlah warga desa setempat ) tersebut menduga ada indikasi "Mar - up", pada kegiatan itu sebab pembangunannya dinilai asal jadi, ungkapnya. 


Isman selaku TPK kegiatan yang juga sebagai bendahara Desa  kami coba mendatangi tempat kediamanya  namun tidak berhasil ditemui untuk dikonfirmasi sementara  kepala desa Sendaur Ardianto, yang dikonfirmasi, ia mengaku ada sejumlah warganya yang menghadap kepadanya koreksi terhadap hasil kegiatan pembangunan penyiraman buras rabat beton pada bahu jalan tersebut, namun kata Ardianto peristiwa tersebut akan dimusyawarahkan dikantor desa. 


Dan dikatakan oleh kepala desa tersebut,  setelah ia dilantik ditambah jabatannya, terhitung empat bulan menjabat menggantikan Pj kepala desa artinya saya meneruskan kegiatan sisa anggaran dana desa (DDS) tahun 2025 dari Pj kepala desa. 


Ardianto juga menegaskan kegiatan penyiraman buras rabat pada bahu jalan Sentul Jaya dengan ukuran/demensi, 924 x 3.000 M, dengan  dana kegiatan Rp. 67.500.000.- dan jalan Nibung II ukuran / demensi, 1.110 x 250 dengan dana kegiatan Rp. 67.500.000.-, semua itu sesuai dengan RAB dan hasil RKP desa dengan jumlah barang jenis minyak aspal dari dua lokasi sebanyak 18 drum. 


Ardianto, juga membantah dalam kegiatan pembangunan tersebut dituding ada indikasi dugaan  "mar'up", saya pastikan tidak ada indikasi " mar'up", tegas kepala desa sendaur tersebut, dan ia minta peristiwa tersebut jangan diekspos ( off the record - red)."****






LIPUTAN          :    ZAINI
EDITOR            :     REDAKSI 

Load comments