Jumat, 06 Februari 2026

Respon Taklimat Presiden RI, Pemkab Meranti Wajibkan Seluruh Instansi Bersih-Bersih Kantor 30 Menit Sebelum Kerja




KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  - 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti merespons cepat taklimat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait penanganan persoalan sampah secara nasional. 


Instruksi tersebut menekankan keterlibatan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), kementerian dan lembaga, TNI/Polri, hingga pihak swasta untuk melakukan aksi kerja bakti bersama atau korvei secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.


Langkah konkret itu dibahas dalam rapat koordinasi (Rakor) yang digelar di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jumat (6/2/2026) yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin SM MM, bersama Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Instansi Vertikal, BUMN, dan seluruh lembaga terkait di lingkungan Kabupaten Kepulauan Meranti.


Dalam rapat tersebut diputuskan, seluruh kantor pemerintahan dan perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Kepulauan Meranti diwajibkan melaksanakan korvei selama 30 menit sebelum memulai aktivitas kerja harian. Kebijakan ini akan diperkuat melalui penerbitan surat edaran resmi oleh Pemkab Kepulauan Meranti.


“Ini kita lakukan untuk menindaklanjuti taklimat Presiden RI pada Rakornas 2026 lalu, sebagai langkah nyata menuntaskan persoalan sampah,” ujar Wakil Bupati Muzamil.


Sebagai tahap awal sekaligus bentuk sosialisasi kepada masyarakat, aksi korvei perdana akan dipusatkan di kawasan Pantai Dorak pada Sabtu pagi (7/2/2026) sekitar pukul 07.15 WIB.


Aksi korvei di Pantai Dorak rencananya akan melibatkan perwakilan ASN dari seluruh OPD, TNI, Polri, BUMN, pihak swasta, pelajar, Pramuka, Satgas Sampah, serta masyarakat setempat. Untuk kegiatan tersebut, TNI/Polri akan menurunkan sekitar satu kompi personel atau 30–40 orang.


Sementara itu, setiap OPD, kecamatan, serta kelurahan dan desa diminta menurunkan minimal 10 orang perwakilan. Ketentuan serupa juga berlaku bagi BUMN, swasta, sekolah tingkat SMA, organisasi kepemudaan, dan masyarakat umum.


“Saat ini kita harus menyatakan perang dengan sampah. Sampah adalah bencana dan sumber penyakit. Semua pihak harus berbuat untuk membersihkan lingkungan,” tegas Presiden Prabowo.


Muzamil juga menegaskan, sesuai arahan Presiden, penanganan sampah bukan semata tanggung jawab dinas terkait, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat.


“Masalah sampah tidak bisa diselesaikan dengan caci maki atau teriak-teriak. Harus ada aksi nyata. Korvei ini adalah bentuk tanggung jawab bersama,” tegasnya.


Ia juga menekankan bahwa aksi korvei merupakan bentuk edukasi dan teladan bagi masyarakat. Menurutnya, memungut sampah bukanlah tindakan yang merendahkan, melainkan wujud kepedulian terhadap lingkungan dan bagian dari nilai keimanan.


“Jangan malu mengambil sampah. Ini bukan sesuatu yang merendahkan, justru bentuk kepedulian. Mari mulai dari hal kecil untuk mewujudkan Meranti yang bersih,” ajaknya.


Diketahui, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Sentul Bogor, beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa persoalan sampah harus segera dituntaskan demi menciptakan lingkungan yang bersih dan asri, sejalan dengan slogan Indonesia Indah.


Presiden juga mengingatkan bahwa persoalan sampah berdampak langsung terhadap berbagai sektor, khususnya pariwisata.


“Sektor yang paling mudah menyerap tenaga kerja adalah pariwisata. Namun pariwisata tidak akan berkembang jika lingkungannya kotor. Wisatawan tidak akan datang,” jelasnya.


Ke depan, Pemkab Kepulauan Meranti berencana melanjutkan aksi serupa di sejumlah titik lain yang dinilai masih rawan sampah, seperti pelabuhan, pasar tradisional, dan kawasan publik lainnya."****







SUMBER        :
Diskominfotik Kep.Meranti
EDITOR         :     Redaksi 

Load comments