KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU, -
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menggelar kegiatan Silaturahim Pemangku Adat Susur Sungai Jelajah Kampung di halaman Gedung Serba Guna Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Selasa (17/2/2026).
Kegiatan yang sarat nilai budaya tersebut dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Wakapolda Riau Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H., Irwasda Polda Riau Kombes Pol. Prabowo Santoso, S.I.K., M.H.,PJU Polda Riau,Kapolres Kepulauan Meranti beserta jajaran, unsur Forkopimda, pengurus LAMR, para datuk adat, camat, kepala desa se-Kecamatan Rangsang Barat, serta tokoh masyarakat.
Rombongan disambut secara adat oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR Kepulauan Meranti Datuk Seri Asnawi Nazar dan Ketua DPH LAMR Datuk Seri Afrizal Cik melalui prosesi adat Melayu.
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya mengangkat dan melestarikan kearifan lokal masyarakat Melayu yang diwariskan secara turun-temurun.
Ia menjelaskan tradisi “makan bebedas” atau silaturahim antar kampung menjelang Ramadan kini dikemas sebagai kegiatan budaya dan pariwisata.
“Silaturahim Pemangku Adat Susur Sungai Jelajah Kampung adalah upaya kreatif menjaga kearifan lokal. Tradisi masyarakat Melayu menjelang Ramadan yang intinya mempererat silaturahim kini menjadi potensi budaya sekaligus pariwisata,” ujar Asmar.
Bupati juga mengapresiasi kolaborasi LAMR dan Polres Kepulauan Meranti dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan susur sungai ke depan akan semakin dikenal dan terorganisir dengan baik, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
“Inilah Kepulauan Meranti, negeri yang adat dan budayanya masih terjaga. Negeri perbatasan yang penuh cerita dan hikayat,” tambahnya.
Asmar menegaskan bahwa budaya Melayu tidak terlepas dari nilai-nilai Islam, di mana silaturahim merupakan ajaran agama yang diwujudkan dalam tradisi budaya masyarakat. Ia mengajak seluruh pemangku adat untuk terus menjaga dan melestarikan adat istiadat.
“Jaga adat, lestarikan budaya. Lindungi tuah, jaga marwah,” pesannya.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan mengatakan kegiatan susur sungai tidak hanya bermakna budaya, tetapi juga edukasi lingkungan.
Dalam perjalanan menyusuri sungai, masyarakat diajak mengenal ekosistem mangrove dan keanekaragaman hayati yang menjadi penopang kehidupan pesisir.
Ia juga melibatkan pelajar SMA sebagai bagian dari pembinaan generasi muda agar mampu meneruskan pelestarian budaya dan lingkungan di masa depan.
“Kegiatan ini bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap alam serta membuka peluang ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran pimpinan Polda Riau di Desa Bokor disambut antusias warga, karena dinilai sebagai momen langka bagi masyarakat kampung pesisir tersebut.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap tradisi budaya Melayu tetap terjaga dan berkembang menjadi daya tarik wisata budaya menjelang bulan suci Ramadan."****
LIPUTAN : NUR
EDITOR : REDAKSI