KABAR PESISIR NEWS.COM
PEKANBARU RIAU, -
Keluhan masyarakat soal kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng bersubsidi merek Minyakita di Kota Pekanbaru terus bermunculan. Di lapangan, warga mengaku kesulitan mendapatkan Minyakita dengan harga sesuai ketetapan pemerintah.
Padahal, pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita sebesar Rp15.700 per liter. Namun di pasar, harga minyak goreng subsidi itu justru dijual bervariasi mulai Rp18 ribu hingga Rp21 ribu per liter.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Seksi (Kasi) Perdagangan Dalam Negeri, Disperindagkop UKM Riau, Suryani Ningsih mengatakan pihaknya bersama Satgas Pangan terus melakukan pengawasan intensif ke lapangan setiap hari.
Bahkan, pengawasan tidak hanya dilakukan pada hari kerja, tetapi juga saat akhir pekan dan hari libur.
“Kami lakukan pengawasan bersama Satgas Pangan ke lapangan setiap hari, jadi bukan hari ini saja, tapi setiap hari. Bahkan saat hari libur, Sabtu Minggu juga turun,” ujar Ningsih, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, tim gabungan rutin mendatangi pasar, distributor hingga pengecer di berbagai titik berbeda untuk mengumpulkan data harga dan distribusi Minyakita.
“Kami turun ke lapangan bersama satgas, kami lakukan pengawasan ke pasar ke pengecer dan distributor di titik-titik berbeda-beda, kita ambil data dari pengecer, kemudian kita tindaklanjuti ke distributor," jelasnya.
Dari hasil pengawasan tersebut, Disperindag Riau bersama tim satgas pangan menemukan masih banyak pengecer yang menjual Minyakita di atas HET.
Temuan itu langsung ditindaklanjuti dengan rekomendasi kepada distributor agar memberikan teguran kepada pengecer yang melanggar aturan.
“Kami usut mengapa mereka menjual di atas HET. Kalau misalnya barang distributor, kita teruskan ke distributornya,” katanya.
Ningsih menjelaskan, dari sisi pasokan sebenarnya kondisi Minyakita di Riau masih aman dan distribusinya juga berjalan lancar. Namun tingginya permintaan masyarakat membuat banyak pihak mencoba mengambil keuntungan dengan menaikkan harga.
"Kalau dari sisi pasokan sebenarnya aman, distribusinya juga lancar. Tapi Minyakita ini kan banyak peminatnya, akhirnya dijual di atas HET,” ungkapnya.
Ironisnya, lanjut Ningsih, harga Minyakita di sejumlah tempat bahkan lebih mahal dibanding minyak goreng premium seperti Bimoli maupun Sanco.
“Harganya melebihi minyak goreng premium, tapi tetap dibeli juga. Satu liter ada yang jual Rp21 ribu, padahal minyak goreng premium itu ada yang harganya Rp 20 ribu per liternya. Tapi Minyakita juga tetap dibeli, jadi sudah menjadi idola, makanya tinggi harganya,” ujarnya.
Terkait sanksi, Ningsih menyebut pengecer yang melanggar akan diberikan surat teguran melalui distributor atau mitra penyalur resmi pemerintah."****
LIPUTAN : RUSTAM
EDITOR : REDAKSI