Rabu, 03 Juni 2026

Pemuda Sekaligus Penggiat Sosial Kepulauan Meranti, Khairul Sholeh, S.Pd,

Pemuda Sekaligus Penggiat Sosial Kepulauan Meranti, Khairul Sholeh, S.Pd








KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,     – 
Kerusakan ekosistem hutan mangrove dan kawasan hijau di Kabupaten Kepulauan Meranti dinilai sudah berada pada titik yang sangat memprihatinkan. Jika dibiarkan tanpa ada pembenahan sistemik dan tindakan hukum yang agresif, daerah kepulauan ini terancam menghadapi bencana ekologis yang besar di masa depan.


Merespons kondisi kritis tersebut,  Pemuda Sekaligus Penggiat Sosial Kepulauan Meranti, Khairul Sholeh, S.Pd, menyatakan sikap mendukung penuh langkah tegas Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau dalam menertibkan aktivitas ilegal penutupan Panglong Arang serta memberantas mafia pembabatan hutan di wilayah hukum Riau.


"Negeri ini semakin lama semakin hancur jika tidak dibenahi dari sekarang. Kita tidak boleh lagi menutup mata. Pembabatan hutan mangrove untuk pasokan panglong arang ilegal ini adalah kejahatan lingkungan yang terstruktur," tegas Khairul Sholeh dengan nada tinggi saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (3/6).


Komitmen Berkelanjutan Pemuda Meranti Demi Kelestarian Lingkungan


Dukungan yang disuarakan oleh Khairul Sholeh ini bukanlah aksi spontan, melainkan kelanjutan dari gelombang desakan masyarakat dan pemuda Meranti yang sebelumnya juga telah menyatakan sikap serupa di berbagai media. Gerakan ini konsisten berdiri di belakang Polda Riau untuk membersihkan Meranti dari praktik-praktik illegal logging.


Menurut Khairul, ketegasan Kapolda Riau dalam menginstruksikan jajarannya untuk menyegel garis polisi di sejumlah panglong arang ilegal beberapa waktu lalu harus dikawal sampai tuntas hingga ke akar-akarnya. Ia mengingatkan bahwa para pekerja lokal seringkali hanya dijadikan tameng, sementara aktor intelektual atau mafia kakap di balik bisnis ini tetap meraup keuntungan besar.


Menuntut Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu


Lebih lanjut, Khairul Sholeh mendesak agar aparat penegak hukum tidak mengendurkan pengawasan pasca-penutupan. Pasalnya, pergerakan mafia hutan kerap kali memanfaatkan kelengahan petugas untuk kembali beroperasi secara sembunyi-sembunyi.


Penyelamatan Ekosistem Pesisir: Mangrove adalah benteng utama Kepulauan Meranti dari abrasi. Menjaga hutan sama dengan menjaga ruang hidup generasi masa depan.


Sikat Aktor Intelektual: Penertiban jangan hanya berhenti di tingkat buruh atau penebang di lapangan, tetapi harus menyasar kepada pemilik modal dan mafia yang mengorganisir penyelundupan arang keluar daerah.


Solusi Alternatif Ekonomi: Pemuda penggiat sosial juga mendorong pemerintah daerah untuk segera memikirkan nasib para pekerja yang terdampak, agar mereka mendapatkan lapangan pekerjaan yang legal dan tidak merusak alam.


"Kami, selaku pemuda penggerak sosial, akan terus mengawal isu ini. Kami berdiri bersama Kapolda Riau. Jangan biarkan Meranti tenggelam dan hancur hanya demi segelintir orang yang memperkaya diri secara ilegal. Hukum harus ditegakkan setegas-tegasnya, tanpa pandang bulu!" pungkas Khairul menutup pernyataannya dengan tegas."****








LIPUTAN           :       RED
EDITOR              :       REDAKSI 

Load comments