Kamis, 13 Agustus 2026

Ketua MPC Pemuda Pancasila Rokan hulu menilai Anton-Poti Membawa Corak baru.




Kabar)esisirNews.Com
ROKAN HULU RIAU, — 
Gaya kepemimpinan Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti di Kabupaten Rokan Hulu mendapat apresiasi dari kalangan pemuda. Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Rokan Hulu, Syahmadi Malau, menilai duet ini berhasil menghadirkan corak baru yang lebih dekat dengan masyarakat.


“Kami menilai kepemimpinan Pak Anton dan Pak Poti berintegritas dan sangat dekat dengan masyarakat,” ujar Syahmadi, Kamis (13/8/2026).


Menurut Syahmadi, kepekaan sosial yang ditunjukkan Anton-Poti bukan sekadar pencitraan. Ia menilai ada perubahan pola pikir dalam penyusunan program pembangunan daerah. Formulasi kebijakan kini disebut lebih taktis, presisi, dan keluar dari pakem birokrasi lama yang kaku.


“Ada terobosan dengan pendekatan berbeda dibanding sebelumnya,” katanya.


*Muncul Di Tengah Sorotan Serapan Anggaran*
Apresiasi itu disampaikan di saat Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu juga tengah disorot terkait realisasi dan serapan anggaran yang dinilai masih lambat. Kontras antara capaian kepemimpinan dan persoalan administrasi ini memicu diskusi di ruang publik.


Menanggapi hal tersebut, Syahmadi menegaskan bahwa pujian dari Pemuda Pancasila bukan bentuk dukungan tanpa syarat. Organisasi kepemudaan itu tetap memegang fungsi kontrol sosial.


“Ini penilaian objektif atas hasil kerja di tengah keterbatasan daerah. Sinergi tetap butuh ruang komunikasi yang terbuka,” ujarnya.


Ia menambahkan, Pemuda Pancasila siap menjadi mitra pemerintah sekaligus pengawas kritis jika ada kebijakan yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan masyarakat.


*Uji Capaian Secara Terbuka*
Syahmadi menekankan, penilaian terhadap kinerja Anton-Poti tidak bisa berhenti pada pernyataan dukungan maupun kritik. Indikator seperti capaian pembangunan, realisasi anggaran, kualitas pelayanan publik, dan dampak langsung ke masyarakat perlu diuji secara terbuka.


“Kedekatan antara pemerintah dan ormas bisa menjadi modal sinergi jika dibangun secara transparan. Tapi independensi organisasi masyarakat juga harus tetap dijaga,” tutupnya."****  





LIPUTAN ROHUL : S.LUBIS
EDITOR : REDAKSI 

Load comments