KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU, -
MERBAU: Persoalan pemadaman listrik secara bergilir saat ini yang diberlakukan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Selatpanjang Sup Teluk Belitung Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, kembali menjadi sorotan publik.
Gangguan pasokan listrik yang sering mati juga dinilai semakin mengusik dan meresahkan aktivitas konsumen, sehingga mendapat sorotan oleh Ketua Organisasi Peduli Pemuda Kelurahan Teluk Belitung Kecamatan Merbau Yoldi Asadi.
Seperti ditegaskan Yoldi Asadi kepada awak media, Rabu (16/9/2026), pemadaman bergilir yang kerap diberlakukan pihak PLN Sup Teluk Belitung saat ini membuat aktivitas masyarakat sangat disesalkan mengingat listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar dalam kebutuhan masyarakat sehari - hari. ucapnya.
“Pihak PLN secepatnya dipinta berbenah diri dan bertanggung jawab dalam memberi pelayan terhadap konsumen pengguna jasa, jangan memikirkan keuntungan saja, pikirkan orang banyak, karena listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat. Jadi kalau hal ini sering terjadi hidup mati, terus diberlakukan pula secara bergilir, kami rasa ini sangat merugikan masyarakat sebagai konsumen,” ujar Yoldi Asadi.
Menurut Yoldi, pemadaman yang terjadi berulang kali bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat. Kegiatan ibadah, perdagangan, usaha rumahan hingga aktivitas ekonomi lainnya ikut terdampak, keluhnya.
Ketua Pemuda Kelurahan Teluk Belitung itu mengatakan, dirinya menerima informasi mengenai adanya keluhan warga terkait kerusakan perangkat elektronik yang diduga mengalami kerusakan akibat gangguan kelistrikan, di Kecamatan Merbau.
"Kondisi seperti ini harusnya menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi pihak PLN Selatpanjang Sup Teluk Belitung,". Diingatkannya, jangan sempat masyarakat berbuat dan bertindak, nanti akibatnya tidak baik, tegas Yoldi mengingatkan
Kalau ini dibiarkan, nanti muncul berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait penyebab dan penanganan krisis listrik tersebut. Sebagai bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan listrik yang diduga dianggap belum memberi pelayanan terhadap konsumen secara maksimal.
Pemuda Teluk Belitung mengingatkan jangan sampai nanti spekulasi berkembang liar, mulai dari tudingan ketidak profesional dalam pengelolaan pelayanan, dugaan penyalahgunaan BBM, hingga dugaan mempekerjakan tenaga kerja dengan tidak membayar jam Lembor dari supkontraktor PLN Selatpanjang Sup Teluk Belitung.
Yoldi juga menegaskan bahwa berbagai tudingan tersebut merupakan pendapat dan spekulasi yang berkembang di masyarakat, belum dapat dianggap sebagai fakta sebelum adanya pembuktian serta klarifikasi resmi, jelas Yoldi.
Dikatakannya, pendapat itu muncul karena masyarakat kecewa dengan pelayanan yang dianggap tidak andal,” tidak maksimal. Seharusnya, pihak PLN memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak terjadi ruang kosong informasi yang kemudian diisi dengan berbagai asumsi, pungkas Yoldi Asadi.
Ketua Tim PLN Sup Teluk Belitung Muhammad saat dikonfirmasi melalui sambungan telfon pribadinya Rabu (16/9/2026) terkait diberlakukan sistem pemadaman secara bergilir listrik di Teluk Belitung mengatakan, saat ini betul masih diberlakukan sistem bergilir, kapan waktu normal itu yang belum bisa kami memastikan, ucapnya.
Kabarnya, mesin PLTG Melibur itu masih ada yang rusak, mesin baru sudah masuk, tapi kapasitas Kw nya kecil, tidak mencukupi, kami berharap secepatnya bisa hidup normal kembali, pungkas Amat."****
PENULIS : ALI SANIP
EDITOR : REDAKSI