Rabu, 21 Oktober 2026

Ngopi Bersama Kapolres Meranti, Becak Pelabuhan Jadi Perhatian: Bahas Penataan, Pariwisata hingga Kesejahteraan Masyarakat






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,   – 
Dalam upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., menggelar kegiatan Kumpul Bareng Masyarakat (Ngopi Bersame Kapolres Kep. Meranti) bersama organisasi becak di kawasan Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Rabu (21/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB di Kantin Sentosa, Jalan Pelabuhan Tanjung Harapan, Kecamatan Tebing Tinggi, tersebut menjadi wadah bagi para pengemudi becak, instansi pemerintah, dan kepolisian untuk berdialog secara terbuka mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


Hadir dalam kegiatan itu Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., Kepala KSOP Selatpanjang Derita Adi Prasetya, S.Si.T., M.Si., Manager Pelindo Regional I Selatpanjang Bruri Sumantri, Kepala Dinas Perhubungan Muhammad Fahri, S.KM., perwakilan Dinas Sosial Rokhaizal, Ketua Becak Ojek Terminal Selatpanjang (BOTS) Epi, Ketua Becak Motor Wisata (BMW) Saiful, Ketua PMII Kabupaten Kepulauan Meranti Amri Sukarles, serta perwakilan pengemudi becak dan ojek.


Kapolres Ajak Masyarakat Terbuka Menyampaikan Aspirasi
Dalam sambutannya, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita menegaskan bahwa kegiatan ngopi bersama masyarakat merupakan salah satu upaya membangun kedekatan antara Polri dan warga.


Menurutnya, kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir untuk mendengarkan keluhan, menyerap aspirasi, serta membantu menjembatani persoalan masyarakat dengan instansi terkait.


Melalui komunikasi yang terbuka, diharapkan berbagai permasalahan dapat dibicarakan bersama sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.


“Polri hadir sebagai bagian dari masyarakat. Karena itu, komunikasi dan silaturahmi perlu terus kita jaga agar setiap persoalan dapat dibicarakan dan dicarikan solusi bersama,” demikian inti pesan Kapolres dalam kegiatan tersebut.


Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung pelaksanaan tradisi Perang Air yang menjadi salah satu daya tarik khas Kabupaten Kepulauan Meranti. Dengan dukungan bersama, kegiatan tersebut diharapkan dapat berlangsung lebih meriah, aman, tertib, dan mampu menarik lebih banyak wisatawan.


Penataan Becak Jadi Sorotan
Salah satu persoalan yang mengemuka dalam dialog tersebut adalah penataan becak dan ojek di pintu keluar Pelabuhan Tanjung Harapan yang dinilai perlu mendapat perhatian agar tidak mengganggu kelancaran penumpang yang baru tiba.


Ketua Becak Motor Wisata (BMW), Saifulizan, menyampaikan pertanyaan mengenai upaya menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kepulauan Meranti sekaligus mencari solusi atas penumpukan becak dan ojek di kawasan pintu keluar pelabuhan.


Menanggapi hal tersebut, Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya siap menjadi fasilitator dalam mendorong komunikasi dan koordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan di bidang pariwisata maupun transportasi.


Menurutnya, penataan becak membutuhkan perencanaan yang matang dan kesepakatan bersama agar kepentingan pengemudi tetap diperhatikan, sementara kenyamanan pengunjung juga terjaga.


Kapolres berharap becak di Kepulauan Meranti dapat ditata menjadi moda transportasi yang tertib, nyaman, dan memiliki ciri khas daerah, sehingga menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat maupun wisatawan.


Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri, menyampaikan bahwa penataan becak di kawasan pelabuhan akan dikoordinasikan bersama Dinas Pariwisata dan pihak terkait lainnya.


Pembahasan tersebut diharapkan dapat menghasilkan sistem antrean dan pembagian giliran pelayanan yang adil, sehingga para pengemudi tidak saling berebut penumpang serta mampu memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan profesional.


Perlinsos dan Peluang Kerja bagi Masyarakat
Selain membahas transportasi dan pariwisata, Kapolres juga menyoroti pentingnya pendataan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos), terutama bagi masyarakat yang berpotensi memenuhi persyaratan bantuan pemerintah tetapi belum terdata.


Polres Kepulauan Meranti menyatakan komitmennya untuk membantu masyarakat memperoleh informasi dan mengikuti proses pendataan sesuai persyaratan yang berlaku. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung proses verifikasi oleh pihak berwenang sehingga penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran.


Kapolres juga menyampaikan rencana program Polisi Peduli Pengangguran yang akan dikembangkan melalui kerja sama dengan Dinas Sosial dan instansi terkait lainnya.


Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan melalui pelatihan keterampilan, peningkatan kompetensi, serta perluasan akses terhadap kesempatan kerja, termasuk bagi penyandang disabilitas.


Melalui pelatihan dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, masyarakat diharapkan memiliki bekal untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan penghasilan keluarga.


Perhatian terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi salah satu pembahasan. Kapolres menyampaikan bahwa koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah dilakukan terkait pemanfaatan ruang terbuka hijau sebagai salah satu peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha.


Kebersihan Lingkungan Jadi Tanggung Jawab Bersama
Persoalan kebersihan lingkungan turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Kapolres mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan, terutama di kawasan pelabuhan, pesisir, dan laut yang menjadi bagian penting dari wajah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata tidak cukup hanya dengan menghadirkan berbagai kegiatan menarik, tetapi juga harus didukung lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman.


Dalam diskusi, perwakilan Dinas Sosial, Piskot Ginting, mengapresiasi perhatian terhadap persoalan sampah dan mengusulkan agar edukasi mengenai kebersihan lingkungan terus ditingkatkan.


Ia juga menilai perlunya regulasi yang disosialisasikan secara luas, penyediaan sarana pengelolaan sampah, serta penerapan ketentuan yang berlaku untuk mencegah kebiasaan membuang sampah sembarangan, khususnya ke laut.


Sementara itu, rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang tengah menjadi perhatian pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang. Namun, upaya tersebut perlu diiringi perubahan perilaku dan partisipasi aktif masyarakat.


Melalui koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), instansi terkait diharapkan dapat memperkuat sosialisasi, menggerakkan kegiatan gotong royong, serta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengelolaan sampah.


Pengemudi Becak Berharap Ada Peremajaan dan Standar Tarif
Dalam kesempatan yang sama, Ketua BOTS, Epi, menyampaikan sejumlah harapan terkait peningkatan pelayanan becak di kawasan terminal dan pelabuhan.


Ia menjelaskan bahwa tarif becak selama ini masih berdasarkan kesepakatan atau negosiasi antara pengemudi dan penumpang. Apabila nantinya ditetapkan tarif standar, diperlukan pembahasan bersama agar tarif tersebut dapat menjadi pedoman yang jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.


Selain persoalan tarif, para pengemudi juga berharap adanya perhatian terhadap peremajaan becak agar kendaraan tersebut terlihat lebih bersih, menarik, dan layak digunakan untuk melayani masyarakat maupun wisatawan.


Pengadaan seragam bagi pengemudi becak juga menjadi salah satu usulan yang disampaikan, khususnya untuk mendukung kegiatan Perang Air dan meningkatkan citra pelayanan transportasi lokal.


Harapan tersebut dinilai penting karena becak tidak hanya menjadi sarana mencari nafkah bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari identitas dan daya tarik wisata Kepulauan Meranti.


Dengan penataan yang baik, becak diharapkan mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan kesan positif bagi para pengunjung.
Bangun Sinergi untuk Meranti yang Lebih Baik


Kegiatan Ngopi Bersame Kapolres ditutup dengan harapan agar komunikasi dan kerja sama antara kepolisian, pemerintah daerah, pengelola pelabuhan, organisasi becak, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan.


Berbagai masukan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut akan menjadi bahan koordinasi lebih lanjut, khususnya mengenai penataan becak, pengelolaan sampah, pendataan perlindungan sosial, pengembangan keterampilan tenaga kerja, serta peluang usaha bagi masyarakat.


Melalui sinergi tersebut, Kabupaten Kepulauan Meranti diharapkan semakin berkembang sebagai daerah yang aman, tertib, bersih, dan ramah terhadap wisatawan, tanpa mengabaikan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor transportasi dan usaha kecil.
Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif."****






SUMBER     :    HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR        :    REDAKSI 

Load comments