Selasa, 12 Mei 2026

Rutan Jadi Markas Love Scamming Rp1,4 M, Mafirion PKB: Pecat Petugas yang Terlibat!

Rutan Jadi Markas Love Scamming Rp1,4 M, Mafirion PKB: Pecat Petugas yang Terlibat!







KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,     – 
Skandal besar mengguncang sistem pemasyarakatan setelah sindikat penipuan asmara atau love scamming terbongkar di Rutan Kelas IIB Kotabumi, Lampung Utara. Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKB, Mafirion, bereaksi keras dan mendesak pemecatan tidak hormat bagi lima petugas rutan yang diduga menjadi otak sekaligus fasilitator kejahatan tersebut.


Mafirion menilai keterlibatan petugas yang membantu 137 tahanan menjalankan aksi tipu-tipu dari balik jeruji adalah bentuk pengkhianatan terhadap kewenangan. Akibat lemahnya pengawasan, sindikat ini berhasil meraup kerugian dari ratusan korban dengan nilai mencapai Rp1,4 miliar.


“Petugas yang seharusnya menjaga keamanan justru diduga menjadi bagian dari pelaku kejahatan. Ini sangat serius dan merusak kepercayaan publik. Tidak ada kompromi, petugas yang terlibat harus dipecat dan diproses hukum berat untuk memberikan efek jera!” tegas Mafirion di Jakarta, Selasa (12/5/2026).


Terbongkarnya kasus ini bermula dari temuan fantastis 156 unit telepon seluler di tangan para tahanan. Mafirion menyoroti betapa mudahnya barang terlarang masuk ke dalam rutan, yang mengindikasikan adanya celah keamanan yang sengaja dibuka oleh oknum aparat. Dari hasil pemeriksaan Polda Lampung terhadap 145 tahanan, sebanyak 137 orang terindikasi kuat terlibat dalam jaringan penipuan daring ini.


 “Rutan seharusnya menjadi tempat pembinaan, bukan malah menjadi pusat pengendalian kejahatan. Negara tidak boleh kalah oleh praktik kotor seperti ini. Lolosnya ratusan ponsel menunjukkan fungsi pengawasan internal benar-benar lumpuh,” ujar Mafirion.


Mafirion meminta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tidak hanya berhenti pada penindakan di Rutan Kotabumi. Ia menduga pola serupa mungkin saja terjadi di lapas atau rutan lain dengan jaringan yang lebih luas. Ia juga menuntut transparansi untuk mengungkap apakah ada keterlibatan pejabat dengan kewenangan lebih tinggi di balik sindikat ini.


 “Jangan sampai pengusutan hanya berhenti pada satu kasus. Kami minta pemeriksaan menyeluruh di berbagai Lapas dan Rutan untuk memastikan tidak ada jaringan serupa yang beroperasi. Proses hukum harus transparan, jangan ada yang ditutup-tutupi,” pungkasnya."****







LIPUTAN         :     RED
EDITOR            :    REDAKSI 
Polsek Kunto Darussalam Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional Melalui Penanaman Jagung di Pasir Luhur

Polsek Kunto Darussalam Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional Melalui Penanaman Jagung di Pasir Luhur






KabarPesisirNews.Com
ROKAN HULU RIAU,     – 
Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Pemerintah Republik Indonesia, Polsek Kunto Darussalam bersama pemerintah desa dan masyarakat melaksanakan kegiatan penanaman jagung pipil di Desa Pasir Luhur, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Senin (11/5/2026).


Kegiatan penanaman dilaksanakan di lahan seluas kurang lebih satu hektare yang berada di Dusun I Rawareja, Desa Pasir Luhur. Program ini menjadi langkah nyata dalam memanfaatkan lahan produktif guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.


 Kegiatan dihadiri diwakili Kanit Binmas, Ipda Juliar, bersama sejumlah unsur pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, pendamping desa, pengurus BUMDes, PKK, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.


Turut hadir Sekretaris Desa Pasir Luhur Budiono, Pendamping Desa Asmi, Bripka Ricardo Sibarani selaku Bhabinkamtibmas Desa Pasir Luhur, Aipda Alif Firdaus, Ketua BUMDes Anandar Gianto, serta elemen masyarakat lainnya.


Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra SIK MSi melalui Kapolsek Kunto Darussalam
AKP Joko Frasanta SH m6engatakan penanaman jagung pipil ini merupakan bentuk sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menyukseskan program strategis nasional di bidang pangan.


Kapolsek Kunto Darussalam AKP Joko Frasanta SH menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat sekaligus upaya pemberdayaan masyarakat desa melalui sektor pertanian.


“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta membuka peluang peningkatan ekonomi warga,” ujarnya.


Selama kegiatan berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga selesai pukul 12.00 WIB, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.


Melalui program penanaman jagung ini, Polsek Kunto Darussalam berkomitmen terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal demi mewujudkan swasembada pangan dan kesejahteraan bersama."****






LIPUTAN ROHUL        :      AC
EDITOR                         :     REDAKSI 
DPRD Meranti Cari Jalan Tengah, Lingkungan Dijaga Ribuan Pekerja Tetap Terselamatkan

DPRD Meranti Cari Jalan Tengah, Lingkungan Dijaga Ribuan Pekerja Tetap Terselamatkan





KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    - 
Polemik penertiban aktivitas panglong arang di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai mendapat perhatian serius dari DPRD. Melalui hearing yang berlangsung di Sekretariat DPRD Kepulauan Meranti, Senin (11/5/2026) sore, Komisi II DPRD berupaya mencari solusi di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman hilangnya ribuan lapangan pekerjaan.


Hearing tersebut dipimpin Ketua Komisi II Syaifi Hasan didampingi Wakil Ketua Mulyono dan Sekretaris Jani Pasaribu. Turut hadir anggota Komisi II lainnya yakni Sopandi, Pauzi, Lianita Muharni, Al Amin, dan Suji Hartono.


Pertemuan itu juga menghadirkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mulai dari Dinas Pendapatan, Ketenagakerjaan, UMKM, Perkimtan-LH, Perikanan, Bagian Hukum, hingga pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) atau UPT Kehutanan Provinsi. Selain itu, sejumlah koperasi yang bergerak di sektor panglong arang di Kepulauan Meranti turut dipanggil untuk dimintai penjelasan.


Usai hearing, Wakil Ketua II DPRD Kepulauan Meranti, Antoni Shidarta, menegaskan bahwa DPRD tidak ingin persoalan penertiban panglong arang hanya dilihat dari sisi hukum semata tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkan kepada masyarakat.


Menurutnya, perlindungan lingkungan hidup memang menjadi kewajiban bersama, namun pemerintah juga harus hadir mencari solusi agar masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas panglong arang tidak kehilangan sumber penghasilan.

Ia menyebut, dari hasil pendataan sementara, terdapat sekitar 1.726 tenaga kerja yang bergantung pada aktivitas koperasi panglong arang di daerah tersebut. Jumlah itu dinilai sangat besar dan berpotensi menimbulkan persoalan sosial baru jika tidak segera ditangani.


"DPRD menghormati seluruh proses penegakan hukum yang menjadi kewenangan aparat kepolisian dari Polda. Sementara itu, DPRD fokus mendorong solusi agar masyarakat tetap memperoleh kepastian pekerjaan, koperasi mendapatkan kejelasan legalitas, dan pemerintah dapat menghadirkan jalan tengah yang berpihak kepada masyarakat serta tetap sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.


Antoni mengatakan, DPRD merekomendasikan usulan agar Dinas Ketenagakerjaan dan UMKM mendata secara rinci para pekerja terdampak, termasuk memetakan kemampuan dan keterampilan mereka. Langkah itu dilakukan agar pemerintah dapat menyiapkan alternatif pekerjaan maupun program pemberdayaan yang tepat sasaran.


Ia menilai kondisi masyarakat terdampak, khususnya di Desa Sesap, cukup memprihatinkan karena sebagian besar warga hidup dari pekerjaan serabutan dan aktivitas di panglong arang.
Karena itu, DPRD juga berencana menyurati Dinas Sosial agar masyarakat yang terdampak bisa memperoleh bantuan dan perhatian pemerintah.


"Skill masyarakat berbeda-beda. Ada yang memang pekerja kasar, ada juga yang memiliki kemampuan lain. Nanti akan didata lagi dan dikelompokkan supaya program bantuan maupun pelatihannya tepat," katanya.


Selain itu, DPRD juga membuka peluang koordinasi lintas sektor dengan dinas terkait seperti Perikanan dan UMKM guna menyiapkan pelatihan kerja baru apabila nantinya aktivitas panglong arang benar-benar tidak dapat beroperasi kembali.


Antoni menegaskan, DPRD tidak ingin hanya menjadi penonton dalam persoalan tersebut. Menurutnya, lembaga legislatif terus berupaya mencari celah agar masyarakat tetap memperoleh pekerjaan dan peluang ekonomi baru.


"Kami tidak tinggal diam. Kami ingin masyarakat bisa bekerja kembali dan lapangan pekerjaan di Kepulauan Meranti tetap bertambah," tegasnya.

Ia juga menyebut, mayoritas pekerja yang terdata berasal dari wilayah operasional Koperasi Silpa dan Koperasi Silpa Aulia.


Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Mulyono, menambahkan bahwa pihaknya juga menyoroti dugaan adanya pekerja di bawah umur di sejumlah panglong arang.


Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius dan harus dilakukan pendataan ulang untuk memastikan apakah para pekerja tersebut sudah layak bekerja atau belum.


"Kita minta nanti dicek lagi terkait pekerja di bawah umur. Itu perlu ditinjau ulang," katanya.


Mulyono juga menegaskan bahwa DPRD akan terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan dinas terkait lainnya guna menyiapkan bantuan maupun pelatihan kerja bagi masyarakat terdampak.


Di sisi lain, DPRD juga meminta kejelasan terkait legalitas koperasi dan izin operasional panglong arang yang selama ini beroperasi di Kepulauan Meranti.


Menurutnya, jika memang koperasi memiliki izin yang jelas, maka aktivitas usaha seharusnya bisa tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun apabila belum memiliki legalitas lengkap, maka hal itu harus menjadi bahan evaluasi bersama.


"Legalitas dan kesesuaian izin operasional perlu diverifikasi secara menyeluruh agar terdapat kepastian hukum bagi seluruh pihak. Jika seluruh ketentuan telah dipenuhi, maka perlu dicarikan solusi yang sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujarnya.


Mulyono menegaskan bahwa hearing tersebut baru tahap awal dan DPRD akan kembali menggelar rapat lanjutan pada pekan depan. Dalam pertemuan berikutnya, pihak koperasi dan pihak terkait akan diminta memberikan penjelasan lebih detail terkait tanggung jawab terhadap pekerja, sistem pengupahan, hingga standar kerja yang diterapkan.


"Kita ingin pekerja di panglong arang ini punya standar yang jelas, termasuk soal gaji apakah sudah sesuai UMR atau belum," pungkasnya.

DPRD Kepulauan Meranti juga menegaskan bahwa perlindungan lingkungan dan kelestarian kawasan mangrove tetap menjadi perhatian penting dalam pembahasan tersebut. Karena itu, setiap aktivitas usaha ke depan diharapkan tetap memperhatikan ketentuan kehutanan, tata kelola lingkungan, serta prinsip keberlanjutan ekosistem pesisir."****







SUMBER      :      HUMAS SETWAN KEP.MERANTI
EDITOR        :      REDAKSI 
Wabup Meranti Buka Rembuk Stunting 2026, Tekankan Pembangunan Manusia Menuju Generasi Emas 2045

Wabup Meranti Buka Rembuk Stunting 2026, Tekankan Pembangunan Manusia Menuju Generasi Emas 2045






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,     -
Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, secara resmi membuka kegiatan Rembuk Stunting Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Orchard Lantai II Bappedalitbang Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (12/5/2026).


Kegiatan tersebut mengusung tema “Mewujudkan Generasi Kepulauan Meranti Unggul, Agamis, Sejahtera Menuju Generasi Emas 2045” dan dihadiri sejumlah kepala OPD, stakeholder lintas sektor, serta unsur terkait dalam percepatan penanganan stunting di daerah.


Kepala Bappedalitbang Kabupaten Kepulauan Meranti, Abu Hanifah, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Rembuk Stunting merupakan bagian dari aksi konvergensi percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2026 serta penyusunan rencana kerja tahun 2027.


Ia menjelaskan, percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 yang mengatur strategi nasional, penyelenggaraan, koordinasi, pemantauan, evaluasi, pelaporan hingga pendanaan program penanganan stunting.


“Semoga kegiatan ini diberkahi Allah SWT dan diberikan kemudahan dalam mencapai tujuan bersama untuk mencegah serta menurunkan angka stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujarnya.


Sementara itu, Wakil Bupati Muzamil Baharudin menegaskan bahwa pembangunan manusia menjadi faktor paling penting dalam kemajuan daerah, selain pembangunan infrastruktur.


“Yang lebih penting adalah pembangunan manusia. Jalan dan jembatan yang baik tidak akan berarti apabila tidak diiringi pembangunan manusia yang baik,” kata Muzamil.


Ia menilai stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi menjadi ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia dan daya saing generasi muda di masa depan.


“Generasi muda hari ini adalah gambaran Meranti di masa depan. Kalau mereka kekurangan gizi, maka pemimpin kita ke depan juga akan lemah. Jika pendidikan mereka tidak baik, maka kualitas kepemimpinan masa depan juga akan terdampak,” ujarnya.


Karena itu, lanjutnya, pemerintah terus berkonsentrasi penuh melalui berbagai program dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045.


Menurut Muzamil, pelaksanaan rembuk stunting menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan hingga elemen masyarakat.


“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Harus melibatkan seluruh stakeholder dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.


Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi demi menciptakan generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing di masa mendatang."****







LIPUTAN         :      NURHADI 
EDITOR            :      REDAKSI 
Dukung program Ketahanan Pangan Polsek Ujung Batu, bersama UPIKA, dan petani, berhasil  panen jagung

Dukung program Ketahanan Pangan Polsek Ujung Batu, bersama UPIKA, dan petani, berhasil panen jagung





KabarPesisirNews.Com
ROKAN HULU RIAU,   -
Kepolisian sektor  Ujung Batu memperlihatkan kerja nyata mereka guna Mensukseskan Program Nasional Ketahanan Pangan dengan tujuan ikut berperan serta dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan Masyarakat dan untuk mencapai swasembada pangan 


Hal itu dibuktikan dengan melaksanakan giat panen Jagung Pipil di Wilayah Hukum Polsek  Ujung Batu dengan bekerja sama dan berkolaborasi dengan Pemerintahan Desa,Ujung Batu Timur (  UPIKA) dan  petani jagung (9/5/2026) 


Panen Jagung di Desa Ujung Batu  Timur dimana dilaksanakan di lahan milik pemeritahan Desa dengan luas 1 ( satu ) Ha dengan adanya dukungan dari Pemerintahan Desa dan masyarakat tanaman Jagung berhasil  di Panen sesuai dengan Harapan dan maksimal, dimana setelah dilakukan penanaman dilakukan perawatan dan monitoring pertumbuhan tanaman jagung ,terakhir  jagung  berhasil  dipamen Kepolisian Sektor  Ujung Batu dengan di dampingi oleh  UPiKA  dan  petani yang ada di Kecamatan  Ujung Batu Timur


Kepolisian sektor  Ujung Batu yang Dipimpin  Kompol,Yusuf Purba.SH.MH  berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dan tujuan Swasembada Pangan dapat berjalan sesuai dengan tujuan dari program  Presiden."****






LIPUTAN ROHUL         :         AC
EDITOR                          :        REDAKSI 

Senin, 11 Mei 2026

Bhabinkamtibmas Air Tawar Tinjau Lahan Jagung, Siap Dukung Program Ketahanan Pangan

Bhabinkamtibmas Air Tawar Tinjau Lahan Jagung, Siap Dukung Program Ketahanan Pangan





KabarPesisirNews.Com
KATEMAN INHIL RIAU,    -
Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan hingga ke tingkat desa. Salah satunya melalui kegiatan pemantauan persiapan lahan penanaman jagung yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Air Tawar, BRIGADIR Ichsan Syahputra, di Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, Senin (11/05/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB itu dilaksanakan di lahan milik Kelompok Tani Rimba Sari yang berada di Jalan Tata Batas Parit Baru RT 16 RW 06 Desa Air Tawar. Pemantauan dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Program Asta Cita di bidang ketahanan pangan.


Dalam kegiatan tersebut, BRIGADIR Ichsan Syahputra didampingi Kepala Desa Air Tawar Khalilullah Al Muharam, S.Sos., perangkat desa, serta anggota Kelompok Tani Rimba Sari, Tomo. Bersama-sama mereka melakukan pengecekan kondisi lahan sekaligus membersihkan area dari sampah dan ranting pohon agar siap digunakan untuk penanaman jagung.


Dari hasil pengecekan di lapangan, lahan seluas kurang lebih satu hektare tersebut dinyatakan siap tanam. Rencananya, proses penanaman jagung akan dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2026 mendatang.


Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan kelompok tani dalam menjaga serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Kateman. 


Selain menciptakan keamanan dan ketertiban, kehadiran Bhabinkamtibmas juga diharapkan mampu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus produktif dalam sektor pertanian."****







LIPUTAN INHIL        :        SAD
EDITOR                      :        REDAKSI
Pemkab Meranti Gandeng ANRI dan Perpusnas, Perkuat Arsip Digital dan Budaya Literasi di Wilayah Perbatasan

Pemkab Meranti Gandeng ANRI dan Perpusnas, Perkuat Arsip Digital dan Budaya Literasi di Wilayah Perbatasan






KabarPesisirNews.Com
JAKARTA,     — 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data serta meningkatkan budaya literasi masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui audiensi resmi dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) di Jakarta.


Rombongan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar bersama Ketua DPRD Kepulauan Meranti H. Khalid Ali. Turut hadir Ketua Komisi III DPRD Kepulauan Meranti, Bunda Literasi Kabupaten Kepulauan Meranti Ismiatun, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Atan Ibrahim, S.Pd M.Pd  Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta jajaran pustakawan daerah.


Dalam agenda pertama, rombongan melakukan audiensi ke ANRI dan disambut langsung oleh Kepala ANRI Mego Pinandito beserta jajaran eselon.


Pertemuan tersebut membahas sejumlah langkah strategis terkait penguatan tata kelola arsip daerah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia bidang kearsipan, hingga modernisasi sistem pengelolaan arsip di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.


ANRI juga menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan khusus kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam penataan sistem kearsipan daerah agar lebih tertib, modern, dan sesuai standar nasional.


Selain itu, peningkatan kualitas SDM bidang kearsipan menjadi perhatian utama, mengingat arsip memiliki peran penting sebagai pusat data, memori kelembagaan, sekaligus penunjang tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.


Usai dari ANRI, rombongan melanjutkan audiensi ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan disambut Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto, beserta jajaran.


Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai program strategis pengembangan perpustakaan daerah, mulai dari alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik dari Perpusnas kepada pemerintah daerah, pendampingan pengelolaan perpustakaan, hingga penguatan program peningkatan literasi masyarakat.


Peningkatan minat baca dan penguatan fungsi perpustakaan daerah sebagai pusat edukasi masyarakat menjadi fokus utama pembahasan. Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat pengembangan pengetahuan, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.


Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, menyambut positif hasil audiensi tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh program penguatan kearsipan dan pengembangan perpustakaan di Kabupaten Kepulauan Meranti.


“Arsip dan perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan daerah. Arsip menjadi fondasi tata kelola pemerintahan yang baik, sementara perpustakaan merupakan pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat,” ujar Asmar.


Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti akan terus memperkuat regulasi, meningkatkan kapasitas SDM, serta membangun sinergi lintas sektor guna menghadirkan layanan arsip dan perpustakaan yang modern dan mudah diakses masyarakat.


“Kami berharap kolaborasi dengan ANRI dan Perpusnas dapat terus berlanjut, sehingga masyarakat Kepulauan Meranti, khususnya di wilayah perbatasan, dapat merasakan manfaat nyata dari peningkatan layanan kearsipan dan literasi,” tambahnya.


Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap terjalin kerja sama berkelanjutan dengan ANRI dan Perpusnas dalam menghadirkan layanan arsip dan perpustakaan yang profesional, modern, serta mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan tata kelola pemerintahan daerah."****







LIPUTAN           :      NURHADI 
EDITOR              :     REDAKSI 
Jaga Ketahanan Pagan Nasional Polsek Merbau Sembang Pertenak Sapi

Jaga Ketahanan Pagan Nasional Polsek Merbau Sembang Pertenak Sapi






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   -
Polsek Merbau Polres Kepulauan Meranti melaksanakan Kegiatan Sambang terhadap Pertenak Sapi Kegiatan tersebut dalam rangka mendukung Seluruh Program Ketahan Pagan dan Swasembada Pangan Nasional.


Selain itu, para Bhabinkamtibmas Polsek Merbau Brigadir Muchlisin M.Akbar bersama jajaran Polsek Merbau menyembangi Perternak Sapi di Wilayah Hukum Polsek Merbau.


Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre, S.H., M.H., melalui Bhabinkamtibmas Polsek Merbau Brigadir Muchlisin M. Akbar mengatakan bahwa  melaksanakan kegiatan sambang terhadap Peternak Sapi di Desa Bagan Melibur Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan dan Swasembada Pangan Nasional.


"Semoga kegiatan yang kita lakukan ini, dapat menjaga ketahanan pagan dan Swasembada Pagan Nasional di Wilayah Hukum Polsek Merbau," Jelas
Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre, S.H., M.H., melalui Bhabinkamtibmas Polsek Merbau Brigadir Muchlisin M. Akbar Senin (11/5/2026).


Ia berharap, dengan kegiatan menjaga ketahan pagan ini, tentunya dapat menjaga khantibmas di wilayah hukum polsek Merbau.


Sekedar Informasi, Polres Kepulauan Meranti juga menghimbau apabila ada tindakan yang mencurigakan atau ada tindakan kriminal lainya segera hubung di call center kami 110 Polres Meranti siap sedia melayani masyarakat Kepulauan Meranti."****






SUMBER     :   HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR       :   REDAKSI 
Wabup Muzamil Instruksikan OPD Segera Tindak Lanjuti Catatan Strategis DPRD

Wabup Muzamil Instruksikan OPD Segera Tindak Lanjuti Catatan Strategis DPRD






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   - 
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera menindaklanjuti berbagai catatan strategis dan rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025.


Instruksi itu disampaikan Muzamil saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD dalam rangka laporan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ sekaligus pengambilan keputusan terhadap LKPJ Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025, di Balai Sidang DPRD Kepulauan Meranti, Selatpanjang, Senin (11/5/2026).


Dalam rapat tersebut, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menyampaikan sejumlah poin penting serta rekomendasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah sepanjang tahun anggaran 2025.


Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Muzamil Baharudin menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya Pansus LKPJ, yang telah melaksanakan pembahasan secara menyeluruh dan objektif.


“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada DPRD melalui Panitia Khusus LKPJ yang telah menunaikan tugasnya dalam membahas, menelaah dan meneliti LKPJ Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2025 secara tuntas,” ujarnya.


Muzamil menegaskan, rekomendasi DPRD merupakan bagian penting dalam mekanisme pengawasan pemerintahan dan menjadi bahan evaluasi strategis bagi pemerintah daerah.


“Seluruh catatan strategis, saran hingga kritik konstruktif yang tertuang dalam keputusan DPRD hari ini merupakan wujud fungsi pengawasan dewan yang berjalan baik,” kata Muzamil.


Ia menambahkan, rekomendasi tersebut akan menjadi pedoman dalam memperbaiki capaian kinerja, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan penggunaan anggaran benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


“Kami instruksikan kepada seluruh jajaran perangkat daerah untuk segera mempelajari poin-poin rekomendasi secara seksama sesuai tugas dan fungsi masing-masing, merumuskan langkah konkret atas catatan dewan, serta mengoptimalkan program-program yang masih di bawah target agar selaras dengan RPJMD,” tegasnya.


Lebih lanjut, Muzamil juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin harmonis antara eksekutif dan legislatif dalam mendukung pembangunan daerah selama tahun 2025.


“Sinergi antara eksekutif dan legislatif adalah kunci utama keberhasilan pembangunan daerah. Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga dalam mengawal agenda pembangunan tahun 2026,” ungkapnya.


Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Namun demikian, dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti optimistis dapat mewujudkan daerah yang unggul, agamis dan sejahtera.


Turut hadir dalam rapat tersebut unsur pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, Sekretaris Daerah, para staf ahli dan asisten, kepala OPD, camat, lurah, serta tamu undangan lainnya."****







SUMBER      :      PEMKAB KEP.MERANTI
EDITOR        :      REDAKSI 
Dukung Pangan Nasional, Polsek Tanah Merah Kawal Pertumbuhan Jagung Petani Lokal

Dukung Pangan Nasional, Polsek Tanah Merah Kawal Pertumbuhan Jagung Petani Lokal






KabarPesisirNews.Com
TANAH MERAH RIAU,    - 
Kepolisian Sektor (Polsek) Tanah Merah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan sektor pertanian masyarakat. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan dengan kegiatan pengecekan perkembangan tanaman jagung di lahan hortikultura milik kelompok tani di Parit Mampalam, Desa Tekulai Hilir, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Minggu (10/5/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Asta Cita dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional tahun 2026. Lahan jagung yang dipantau diketahui memiliki luas sekitar satu hektare dan berada di wilayah Parit Mampalam, Desa Tekulai Hilir.


Pengecekan pertumbuhan tanaman jagung dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Tekulai Bugis, AIPDA Zulfadli, bersama Ketua Kelompok Tani Bumdes Maju Jaya, Junaidi. Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya melakukan pemantauan kondisi tanaman, tetapi juga memberikan motivasi kepada para petani agar terus mengembangkan sektor pertanian di wilayah desa.


Kapolsek Tanah Merah, AKP Beny Adil Saputra, S.E.,menyampaikan, bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan bertujuan untuk mendampingi masyarakat dalam pengelolaan sektor pertanian serta mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki desa.


Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Sinergi antara aparat kepolisian dan kelompok tani diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus menjaga stabilitas ketersediaan pangan.


“Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung masyarakat dalam menciptakan swasembada pangan demi kesejahteraan bersama,” demikian disampaikan dalam laporan kegiatan tersebut.


Melalui program pendampingan ini, Polsek Tanah Merah berharap kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat, terutama dalam mendukung program-program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat."****






LIPUTAN INHIL       :    SAD
EDITOR                     :    REDAKSI 

Minggu, 10 Mei 2026

Peringati HUT ke-15 GRIB Jaya, DPC Meranti Gelar Reboisasi Mangrove dan Bakti Sosial

Peringati HUT ke-15 GRIB Jaya, DPC Meranti Gelar Reboisasi Mangrove dan Bakti Sosial






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    – 
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Ormas GRIB Jaya Indonesia, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRIB Jaya Kepulauan Meranti bersama Laskar Muda Melayu Riau (LM2R), Kelompok Perhutanan Sosial Koperasi Bumi Mangrove Sejahtera, dan KOPGRABKT Jaya Meranti melaksanakan aksi penghijauan dan bakti sosial pada Minggu (10/05/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Jalan Sungai Niur, Desa Sesap, Kecamatan Tebing Tinggi ini berfokus pada reboisasi mangrove dan pengelolaan hutan kebun tani berkelanjutan. Selain menanam puluhan ribu bibit mangrove, panitia juga membagikan ratusan paket sembako kepada masyarakat setempat.


Apresiasi dari Pemerintah Daerah Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, S.H., menyampaikan apresiasinya melalui pesan singkat. Ia memohon maaf karena belum dapat hadir secara langsung, namun menegaskan bahwa Pemda sangat mendukung langkah kolaboratif ini.


"Pemda terus berupaya mewujudkan Kepulauan Meranti yang sejahtera. Terkait pengelolaan mangrove, meski bersinggungan dengan aturan kehutanan yang kini menjadi kewenangan Pusat dan Provinsi, kami menilai prinsip keseimbangan hak dan kewajiban yang dipaparkan rekan-rekan ormas sangat relevan," ujar Sekda. 


Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pihak kehutanan, pengusaha, penegak hukum, dan masyarakat untuk membangun kesamaan persepsi.


Komitmen Pelestarian dan Ekonomi KerakyatanKetua GRIB Jaya Kepulauan Meranti, Jami'an, S.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam melalui konsep sustainable development (pembangunan berkelanjutan)."Kita perlu melakukan konservasi dengan tetap mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada fungsi hutan mangrove," jelas Jami'an. 


Senada dengan itu, Ketua LM2R, Jefrizal, menyoroti dilema regulasi yang selama ini menghimpit para pekerja arang bakau. 


Ia berharap skema Perhutanan Sosial dapat menjadi solusi agar masyarakat tetap bisa bekerja tanpa melanggar hukum.Perwakilan Koperasi Bumi Mangrove Sejahtera, Asnawi Nazar, dan perwakilan buruh KOPGRABKT Jaya Meranti, R. Antoni, turut mendesak perlunya solusi cepat karena menyangkut hajat hidup orang banyak.Dukungan Program NasionalArman Saputra dari Konsultan LPB-BDS P Kementerian Koperasi dan UMKM RI, turut memberikan selamat atas HUT GRIB Jaya. 


Ia berharap organisasi ini terus mendukung program Presiden RI dalam pemanfaatan hutan sosial."Sudah saatnya pemerintah membuka ruang lebih luas bagi masyarakat melalui studi kelayakan yang komprehensif, baik dari aspek hukum, produksi, maupun lingkungan, demi keberlangsungan ekonomi yang berkeadilan," tutupnya."****
(Rls).-







EDITOR           :     REDAKSI