KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU, -
Bokor Euforia sepak bola kembali mewarnai Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, setelah Turnamen Bokor Cup 8 Tahun 2025 resmi berakhir pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Kompetisi yang berlangsung selama 32 hari ini menghadirkan pertarungan sengit dari 63 tim terbaik se-Kabupaten Kepulauan Meranti.
Puncak turnamen melahirkan PS Bimasakti sebagai juara pertama, disusul PSBK Tanjung Kadabu di posisi kedua, dan PS Harapan Muda di tempat ketiga.
Predikat Harapan Terbaik I diberikan kepada PS Sokop.
Tak hanya perebutan gelar juara, panitia juga memberikan penghargaan individu.
Vernando (PS Sokop) terpilih sebagai Best Goal Keeper, Eli (PSBK Tanjung Kadabu) menyabet Best Player, dan Iyon Handoko (PS Sokop) meraih predikat Top Scorer.
Sementara itu, PS Remaja B diganjar penghargaan Tim Fair Play, dan PS Putra Kampar terpilih sebagai Tim Terbaik.
Turnamen semakin semarak berkat dukungan penuh suporter. Panitia bahkan memberikan apresiasi khusus kepada Armi dan Anita dari Desa Sonde, yang dinobatkan sebagai suporter terheboh.
Turnamen ini bukan hanya memberikan hiburan, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Salah satu pedagang gorengan yang akrab disapa Mak Cik mengaku, dengan adanya sepak bola ini, penjualan dagangan meningkat.
“Alhamdulillah Ekonomi ikut naik, penjualan gorengan laris. Pedagang lain pun merasakan hal yang sama,” ungkapnya.
Acara penutupan turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Sopandi, S.Sos dan Joni Katan Anggota DPRD Kepulauan Meranti, Sekcam Rangsang Barat Samsul Bahri, ST (mewakili Camat), Aipda Ashobirin (mewakili Kapolsek),
Serka Sembiring Danpos Rangsang Barat Koramil Tebing Tinggi, Kepala Desa Bokor Iriyanto Abdullah, serta Perwakilan PSSI Marzian.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Turnamen Khaidir
Bokor Cup 8 menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung jalannya turnamen.
Senada, Kades Bokor Iriyanto Abdullah menegaskan pentingnya keberlanjutan ajang tersebut.
“Turnamen Bokor Cup sudah menjadi agenda kebanggaan masyarakat.
Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan skala lebih meriah, demi memajukan olahraga dan mempererat silaturahmi antar desa,” ujarnya.
Sementara itu, Sekcam Rangsang Barat Samsul Bahri, ST, saat menutup turnamen menyampaikan apresiasi atas sportivitas seluruh tim dan partisipasi masyarakat.
“Turnamen ini bukan hanya tentang perebutan juara, tetapi juga tentang persaudaraan dan kebersamaan. Terima kasih kepada masyarakat Desa Bokor yang telah menjaga keamanan dan ketertiban hingga turnamen selesai dengan baik,” tuturnya.
Dengan kesuksesan pelaksanaan Bokor Cup 8 Tahun 2025, Desa Bokor kembali menegaskan diri sebagai pusat geliat sepak bola di Kepulauan Meranti. Turnamen ini membuktikan bahwa olahraga bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah persatuan, hiburan rakyat, serta penggerak ekonomi masyarakat."****
LIPUTAN REDAKSI
EDITOR : R.ARIFIN