Senin, 26 Januari 2026

Nasib Penambang Terjepit Jelang Ramadan, F-PETIR Lingga MemohonBupati Segera Gelar Rapat Koordinasi






KabarPesisirNews.Com
LINGGA KEPRI,     –  
Tekanan Ekonomi yang semakin berat dirasakan masyarakat penambang timah rakyat di Kabupaten Lingga menjelang bulan suci Ramadan. 


Kondisi ini mendorong Forum Penambang Timah Rakyat (F-PETIR) Kabupaten Lingga secara resmi memmohon Bupati Lingga agar segera memfasilitasi rapat koordinasi guna mencari solusi nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat kecil.


Permohonnan tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor 014/F-PETIR/LG/I/2026 tertanggal 
22 Januari 2026. 


Hingga kini, F-PETIR berharap adanya respons cepat dari Bupati Lingga, mengingat situasi ekonomi masyarakat yang dinilai semakin mendesak dan tidak bisa ditunda.


Ketua F-PETIR Kabupaten Lingga, Ir. H. Tengku Nazwar, MM., MBA, menegaskan bahwa permohonan rapat koordinasi ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan suara ribuan kepala keluarga yang menggantungkan hidup pada tambang timah rakyat. 


“Ramadan tinggal menghitung waktu, kebutuhan masyarakat meningkat, sementara ruang mencari nafkah semakin sempit. 


Kami berharap Bupati Lingga tidak menunda-nunda dan segera membuka ruang dialog. Ini menyangkut hajat hidup masyarakat banyak,” tegas Tengku Nazwar.


Menurutnya, keterlambatan respons berpotensi memperpanjang kegelisahan sosial di tengah masyarakat bawah. 


Karena itu, rapat koordinasi dinilai sebagai langkah mendesak untuk meredam keresahan sekaligus memastikan solusi yang adil, tertib, dan sesuai hukum.


F-PETIR menegaskan bahwa pihaknya telah menempuh jalur komunikasi dan koordinasi secara santun dengan berbagai unsur Forkopimda. 


DPRD Kabupaten Lingga, Kapolres Lingga, Danlanal Dabo Singkep, serta Kepala Kejaksaan Negeri Lingga telah lebih dahulu diajak berdialog sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas daerah.


 “Kami sudah mendatangi semua institusi terkait. Tinggal satu kunci utama, yaitu fasilitasi dari Bupati Lingga. Tanpa itu, suara masyarakat penambang tidak memiliki ruang resmi untuk didengar,” ujarnya.


Menjelang bulan suci Ramadan, F-PETIR menilai kehadiran pemerintah daerah menjadi sangat krusial. Masyarakat membutuhkan kepastian, ketenangan, dan harapan, bukan ketidakjelasan yang berlarut-larut.


“Kami percaya Bupati Lingga memiliki kebijaksanaan dan keberpihakan pada rakyat kecil. Respons cepat dari beliau akan menjadi penenang bagi masyarakat dan mencegah munculnya persoalan sosial yang lebih besar,” tambah Tengku Nazwar.


F-PETIR berharap Pemerintah Kabupaten Lingga tidak memandang persoalan ini sebagai isu sektoral semata, melainkan sebagai persoalan kemanusiaan dan keadilan sosial yang harus segera disikapi. 


Rapat koordinasi dinilai sebagai jalan paling bijak untuk menyelamatkan kondisi ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kondusivitas daerah."****





LIPUTAN LINGGA  :    IJAL 
EDITOR                    :    REDAKSI

Load comments