Jumat, 13 Februari 2026

BNPP RI Turun Ke Abrasi Pulau Rangsang






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
Bupati Kepulauan Meranti melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Kepulauan Meranti, Tengku Arifin, mendampingi kunjungan kerja Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) RI di Kecamatan Rangsang Barat dan Kecamatan Rangsang Pesisir, Kamis (12/2/2026).


Kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung kondisi abrasi yang terjadi di sejumlah desa di Pulau Rangsang. 


Kunjungan pertama di Desa Anak Setatah Kecamatan Rangsang Barat. Di sini, Kepala Bagian Perbatasan Setdakab Kepulauan Meranti, Gilang Wana Wijaya, menjelaskan bahwa sekitar 128 hektare lahan sawah di desa tersebut hanya dibatasi tanggul yang berbatasan langsung dengan laut. Jika tanggul jebol, air laut berpotensi merusak lahan pertanian.


Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Desa Kedabu Rapat dan Desa Tanah Merah Kecamatan Rangsang Pesisir. 


Sementara itu, Plt Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP, Siti Metrianda Akuan, menyampaikan bahwa program penanganan wilayah tersebut sebenarnya telah masuk dalam RPJMN 2020–2024.


“Program pembangunan sudah berjalan dan mungkin sudah dirasakan manfaatnya. Namun karena belum tuntas seluruhnya, masih ada wilayah yang memerlukan perhatian khusus. Kondisi abrasi yang masih tinggi perlu kembali kita laporkan agar mendapatkan penanganan lanjutan,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa Pulau Rangsang, Pulau Bengkalis, dan Pulau Rupat merupakan prioritas nasional sebagai wilayah perbatasan yang memiliki nilai strategis, terutama terkait batas teritorial dan kedaulatan negara.


“Kedatangan kami ke Pulau Rangsang ini untuk mencatat kondisi riil di lapangan tahun 2026, khususnya tingkat keparahan abrasi di Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir. Ini menjadi perhatian serius karena menyangkut batas teritorial yang harus kita jaga bersama,” tutupnya."****






EDITOR        :     REDAKSI 

Load comments