KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU, -
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, memasuki tahap akhir dan menunjukkan progres signifikan. Program ini menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam meningkatkan keselamatan, aksesibilitas, serta pemerataan layanan pendidikan bagi masyarakat pedesaan, khususnya anak-anak sekolah di wilayah terpencil.
Jembatan tersebut dibangun untuk menggantikan jembatan kayu lama yang dinilai kurang aman dan selama ini menjadi satu-satunya akses masyarakat, termasuk pelajar, menuju sekolah.
Pembangunan melibatkan personel Satgas Darurat Pembangunan Jembatan Presisi Polri bersama masyarakat setempat di beberapa titik strategis.
Adapun lokasi pembangunan meliputi SDN 018 Semulut Dusun Semulut, Kecamatan Tebing Tinggi; MTS Al-Anshor Desa Kuala Merbau, Kecamatan Pulau Merbau; serta Jalan Poros Dusun III Desa Tanjung Gemuk, Kecamatan Rangsang.
Jembatan-jembatan tersebut dilengkapi pagar pengaman di sisi kiri dan kanan guna meningkatkan keselamatan pejalan kaki.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjamin keselamatan masyarakat sekaligus mendukung masa depan generasi penerus bangsa.
“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi simbol perlindungan dan kepedulian Polri terhadap masyarakat pedesaan, khususnya anak-anak sekolah agar mereka dapat belajar dengan aman dan nyaman,” ujar AKBP Aldi Alfa Faroqi.
Ia menambahkan, pembangunan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia H.
Prabowo Subianto serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mempercepat pemerataan akses dan memperkuat social inclusion di daerah terpencil.
Progres Hari Ketujuh Capai Hingga 80 Persen
Berdasarkan laporan resmi Kapolres Kepulauan Meranti kepada Kapolda Riau, pada Rabu, 4 Februari 2026, progres pembangunan hari ke-7 menunjukkan capaian yang menggembirakan.
Di SDN 018 Semulut, jembatan kayu dengan dimensi panjang 40 meter dan lebar 2,5 meter telah mencapai progres 70 persen. Seluruh lantai dan jalan kayu telah terpasang serta dilapisi cat minyak hitam (creosote). Pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan pagar besi dan pembangunan tugu prasasti Merah Putih, meski sempat terkendala faktor pasang surut air laut dan keterlambatan logistik.
Sementara itu, di MTS Al-Anshor Desa Kuala Merbau, kegiatan hari ketujuh difokuskan pada perakitan dan pemasangan besi sayap jembatan, pembuatan mal, serta pengecoran sayap jembatan.
Seluruh kegiatan berlangsung aman dan kondusif hingga sore hari.
Adapun di Desa Tanjung Gemuk, Kecamatan Rangsang, progres pembangunan jembatan telah mencapai 80 persen. Kegiatan hari ketujuh diisi dengan gotong royong personel Polsek Rangsang bersama pemerintah desa dan masyarakat sambil menunggu pengerasan pengecoran lantai. Pekerjaan selanjutnya meliputi pengecoran tiang pagar, pengecatan jembatan, dan pemasangan prasasti.
Sinergi Polri dan Masyarakat
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi melibatkan personel dari Satuan Brimob Polda Riau, Ditpolairud, Ditsamapta, jajaran Polsek, Bhabinkamtibmas, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
Sinergi ini menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan.
Dengan hampir rampungnya proyek ini, diharapkan akses menuju sekolah dan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih aman, lancar, dan berkelanjutan.
Polres Kepulauan Meranti menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi dalam pembangunan, khususnya di wilayah-wilayah tertinggal."****
SUMBER :
HUMAS POLRES KEP.MERANTI
EDITOR : REDAKSI