Selasa, 08 September 2026

Bincang Bincang Dengan Arif Rahman dari si Jabrik di Pasar Sampai Jadi Imam Masjid,






KabarPesisirNews.Com
PERBAUNGAN,   -
sholat adalah mencegah kemaksiatan, Senin malam 7/9/2026, Arif mengatakan : Seberapa banyak pun perbuatan maksiatmu, jangan pernah tinggalkan sholatmu.


Karena bisa jadi, sholat itulah yang akan menarikmu pelan-pelan keluar dari gelapnya maksiat.  
Sholat itu cermin. Lama-lama ia akan menegur hatimu, meluruskan langkahmu, dan mengubah tingkah lakumu.


Mungkin hari ini kita masih jatuh bangun.  
Masih berbuat dosa, lalu sholat. Sholat lagi, lalu khilaf lagi.  
Tapi teruslah sujud. Karena sujud itu sedang mendidik jiwa kita.


Dan ketika Allah sudah tunjukkan jalan yang benar padamu...  
*Bertobatlah.* Sungguh-sungguh.  
Bersihkan hati, sesali, dan berjanji untuk tidak kembali.


Karena nikmatnya dekat dengan Allah jauh lebih tenang daripada nikmat sesaat dalam maksiat.


*Allah berfirman:*  
_“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar”_  (QS. Al-Ankabut: 45)


Dan dilanjutkan Arif Rahman dengan kisah istri yang taat,.


Kisah Istri yang Taat, Menggugurkan Dosa Ibunya


Pada zaman Rasulullah SAW, hiduplah sepasang suami istri yang saling mencintai dan menyayangi. 


Suatu hari sang suami hendak pergi berjihad di jalan Allah. Sebelum berangkat, ia berpesan dengan lembut kepada istrinya:  
"Wahai istriku, selama aku pergi, janganlah sekali-kali engkau keluar rumah sampai aku pulang."
Sang istri menjawab dengan penuh ketaatan: "Baiklah suamiku, aku dengar dan aku taat."


Beberapa hari kemudian, datanglah utusan dari keluarga mengabarkan:  
"Ibumu sedang sakit keras."
Dengan hati yang berat dan mata berkaca-kaca, sang istri menjawab:  
"Aku mohon maaf. Aku tidak bisa keluar, karena suamiku berpesan agar tidak keluar rumah sebelum ia pulang."


Selang beberapa hari lagi, datang lagi kabar:  
"Ibumu semakin parah."
Tetap dengan jawaban yang sama. Hatinya sakit, tapi ia lebih takut melanggar amanah suaminya.


Hingga akhirnya datang kabar duka: Ibumu telah meninggal dunia."  
Tangisnya pecah. Tapi ia tetap di rumah. Ia tidak keluar, tidak melayat, demi menepati janji pada suaminya.


Keluarga besarnya marah. Mereka menganggap anak ini durhaka.  
Dengan geram mereka menghadap Rasulullah SAW dan mengadu:  
"Ya Rasulullah, ada seorang anak yang durhaka. Ibunya meninggal tapi ia tidak mau melihatnya untuk terakhir kali."


Rasulullah SAW bertanya: Apa sebabnya ia tidak datang?"
Mereka menjawab: Karena suaminya berpesan agar ia tidak keluar rumah sebelum suaminya pulang.


Maka Rasulullah SAW tersenyum dan bersabda:  
Itulah istri yang shalihah. Sampaikan padanya, bahwa Allah telah mengampuni dosa ibunya, dan memasukkannya ke surga, disebabkan ketaatan anaknya kepada suaminya."


Allahu Akbar...


Pelajaran dari kisah ini:
1.  Taat pada suami dalam kebaikan adalah ibadah. Selama tidak melanggar perintah Allah, maka mentaati suami adalah jalan surga bagi istri.
2.  Amanah itu berat. Dunia boleh memanggil, keluarga boleh merayu, tapi jika sudah ada janji, maka jagalah.
3.  Allah Maha Adil. Satu ketaatan kecil bisa menghapus dosa besar dan mengangkat derajat orang yang kita cintai.


Semoga kita bisa menjadi suami yang amanah dalam memimpin, dan istri yang shalihah dalam menjaga.  
Karena rumah tangga yang diridhoi Allah, dibangun dari cinta, kepercayaan, dan ketaatan.


Sebaik-baik wanita adalah yang taat kepada suaminya, menjaga kehormatan dan harta suaminya saat suami tidak ada.  HR. Ahmad."****






EDITOR          :      REDAKSI 

Load comments