Minggu, 13 September 2026

Lampu Sering Mati Saat Maghrib, Warga Alah Air Timur Kecewa: Kinerja PLN Dipertanyakan






KabarPesisirNews.Com
SELATPANJANG RIAU,    -
Kondisi kelistrikan di Desa Alah Air Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, dikeluhkan warga. Pasokan listrik dari PLN sering kali mati, terutama di saat-saat vital seperti menjelang maghrib dan tengah malam.


Kekecewaan ini disampaikan langsung oleh salah satu warga, Raja Alfian.


_"Saya Raja Alfian selaku masyarakat Desa Alah Air Timur sangat kecewa sekali dengan kondisi PLN yang sering mati lampu. Kalau kita hitung minyak yang biasa digunakan PLN 1 jam berapa drum yang bisa disimpannya? Yang jadi pertanyaan dikemanakan minyak di saat mesin rusak? Apakah memang disengaja oleh pihak PLN Gogok? Saya selaku masyarakat ingin penjelasan dari PLN Gogok. Sehingga desa kami macam kampung tinggal,"_ keluhnya.


Keluhan Raja Alfian ini ternyata mewakili suara banyak warga.


Pola Pemadaman Seperti Main Kereta Putar


Hasil penelusuran di lapangan, ketidakprofesionalan pelayanan PLN menjadi sorotan. Pola pemadaman listrik sering terjadi seolah main kereta putar.


Jika diurutkan, pemadaman bergilir dari Kota Selatpanjang, diputar ke Kecamatan Tebing Tinggi Barat, diputar lagi ke Kecamatan Merbau, diputar ke Kecamatan Putri Puyu, lalu diputar ke Kecamatan Rangsang dan Rangsang Barat.


Kondisi ini tentu membuat aktivitas warga terganggu seperti mau ibadah, berjualan dan aktifitas lainnya


Kinerja Dipertanyakan, Muncul Dugaan Penyelewengan


Dengan intensitas mati lampu yang sangat sering, wajar jika kinerja pihak PLN Cabang Selatpanjang dipertanyakan.


Masyarakat bahkan menduga ada indikasi penyelewengan. Dua dugaan mencuat:


1.  Dugaan Penyelewengan Dana Pemeliharaan: Mesin yang sering rusak mengindikasikan pemeliharaan tidak maksimal.


2.  Dugaan Penyelewengan Minyak (BBM): Warga menghitung, jika mesin mati 1 jam saja, berapa drum solar yang seharusnya tidak terpakai. Ke mana minyak tersebut saat mesin dinyatakan rusak? Ini menjadi pertanyaan besar yang butuh transparansi.


Seorang sumber lainnya yang tak mau namanya ditulis dengan tegas mengatakan, _"Kalau Kepala PLN Selatpanjang tidak bisa berbuat apa-apa, lebih baik pindah. Biar digantikan sama yang profesional agar bisa mewujudkan PLN yang andal. Kalau seperti Kepala PLN ini, masyarakat sudah tak percaya."_


Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN Rayon Tebing Tinggi dan PLN Cabang Selatpanjang masih coba dikonfirmasi. Masyarakat Desa Alah Air Timur berharap ada penjelasan terbuka dan solusi nyata, bukan hanya alasan mesin rusak yang berulang-ulang."****






LIPUTAN         :       SANUSI
EDITOR            :       REDAKSI

Load comments