Selasa, 08 September 2026

Bincang Bincang Dengan Arif Rahman dari si Jabrik di Pasar Sampai Jadi Imam Masjid,

Bincang Bincang Dengan Arif Rahman dari si Jabrik di Pasar Sampai Jadi Imam Masjid,






KabarPesisirNews.Com
PERBAUNGAN,   -
sholat adalah mencegah kemaksiatan, Senin malam 7/9/2026, Arif mengatakan : Seberapa banyak pun perbuatan maksiatmu, jangan pernah tinggalkan sholatmu.


Karena bisa jadi, sholat itulah yang akan menarikmu pelan-pelan keluar dari gelapnya maksiat.  
Sholat itu cermin. Lama-lama ia akan menegur hatimu, meluruskan langkahmu, dan mengubah tingkah lakumu.


Mungkin hari ini kita masih jatuh bangun.  
Masih berbuat dosa, lalu sholat. Sholat lagi, lalu khilaf lagi.  
Tapi teruslah sujud. Karena sujud itu sedang mendidik jiwa kita.


Dan ketika Allah sudah tunjukkan jalan yang benar padamu...  
*Bertobatlah.* Sungguh-sungguh.  
Bersihkan hati, sesali, dan berjanji untuk tidak kembali.


Karena nikmatnya dekat dengan Allah jauh lebih tenang daripada nikmat sesaat dalam maksiat.


*Allah berfirman:*  
_“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar”_  (QS. Al-Ankabut: 45)


Dan dilanjutkan Arif Rahman dengan kisah istri yang taat,.


Kisah Istri yang Taat, Menggugurkan Dosa Ibunya


Pada zaman Rasulullah SAW, hiduplah sepasang suami istri yang saling mencintai dan menyayangi. 


Suatu hari sang suami hendak pergi berjihad di jalan Allah. Sebelum berangkat, ia berpesan dengan lembut kepada istrinya:  
"Wahai istriku, selama aku pergi, janganlah sekali-kali engkau keluar rumah sampai aku pulang."
Sang istri menjawab dengan penuh ketaatan: "Baiklah suamiku, aku dengar dan aku taat."


Beberapa hari kemudian, datanglah utusan dari keluarga mengabarkan:  
"Ibumu sedang sakit keras."
Dengan hati yang berat dan mata berkaca-kaca, sang istri menjawab:  
"Aku mohon maaf. Aku tidak bisa keluar, karena suamiku berpesan agar tidak keluar rumah sebelum ia pulang."


Selang beberapa hari lagi, datang lagi kabar:  
"Ibumu semakin parah."
Tetap dengan jawaban yang sama. Hatinya sakit, tapi ia lebih takut melanggar amanah suaminya.


Hingga akhirnya datang kabar duka: Ibumu telah meninggal dunia."  
Tangisnya pecah. Tapi ia tetap di rumah. Ia tidak keluar, tidak melayat, demi menepati janji pada suaminya.


Keluarga besarnya marah. Mereka menganggap anak ini durhaka.  
Dengan geram mereka menghadap Rasulullah SAW dan mengadu:  
"Ya Rasulullah, ada seorang anak yang durhaka. Ibunya meninggal tapi ia tidak mau melihatnya untuk terakhir kali."


Rasulullah SAW bertanya: Apa sebabnya ia tidak datang?"
Mereka menjawab: Karena suaminya berpesan agar ia tidak keluar rumah sebelum suaminya pulang.


Maka Rasulullah SAW tersenyum dan bersabda:  
Itulah istri yang shalihah. Sampaikan padanya, bahwa Allah telah mengampuni dosa ibunya, dan memasukkannya ke surga, disebabkan ketaatan anaknya kepada suaminya."


Allahu Akbar...


Pelajaran dari kisah ini:
1.  Taat pada suami dalam kebaikan adalah ibadah. Selama tidak melanggar perintah Allah, maka mentaati suami adalah jalan surga bagi istri.
2.  Amanah itu berat. Dunia boleh memanggil, keluarga boleh merayu, tapi jika sudah ada janji, maka jagalah.
3.  Allah Maha Adil. Satu ketaatan kecil bisa menghapus dosa besar dan mengangkat derajat orang yang kita cintai.


Semoga kita bisa menjadi suami yang amanah dalam memimpin, dan istri yang shalihah dalam menjaga.  
Karena rumah tangga yang diridhoi Allah, dibangun dari cinta, kepercayaan, dan ketaatan.


Sebaik-baik wanita adalah yang taat kepada suaminya, menjaga kehormatan dan harta suaminya saat suami tidak ada.  HR. Ahmad."****






EDITOR          :      REDAKSI 

Dalam Waktu Dekat Pekerjaan Aspal Jalan Perusahaan Area Bagan Melibur - Teluk Belitung Mulai Dikerjakan PT. RAP

Dalam Waktu Dekat Pekerjaan Aspal Jalan Perusahaan Area Bagan Melibur - Teluk Belitung Mulai Dikerjakan PT. RAP





KabarPesisirNews.Com
MERBAU KEPULAUAN MERANTI RIAU,  -
PT. RAP (Roif Anugerah Perdana) selaku pemenang tender dalam pelaksana pekerjaan pengaspalan jalan PT. Imbang Tata Alam (ITA) Area Lapangan Melibur (Bagan Melibur - Teluk Belitung) menggelar sosialisasi pentingnya penyerapan atau rekrutmen tenaga kerja lokal (non skil) dan hal lainnya guna mensukseskan pelaksanaan pekerjaan dilapangan yang ditargetkan selama 6 bulan kedepan. 


Sosialisasi kali ini mengambil tempat di Kantor Desa Bagan Melibur Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau pada Selasa (8/9/2026) siang yang berlangsung kondusif.


Sosialisasi dilakukan sebelum dimulainya pelaksana pekerjaan pengaspalan jalan di wilayah Desa Bagan Melibur merupakan agenda penting dalam penyerapan tenaga kerja lokal buat putra daerah itu sendiri.


Dalam suasana sosialisasi diskusi yang terbuka dan konstruktif. Dari pihak PT. Roif dihadiri langsung oleh Arfizal Anwar Pican selaku Direktur PT. RAP didampingi staf tenaga kerjanya, kemudian dari PT. ITA dihadiri Field Land Matter Assistant, Muaznam bersama Comrel Assistant, Andi Saputra, pihak Fasility Kurau, Agustiar. Selain itu dari UPIKA Merbau hadir perwakilan Koramil Merbau, Yulius, Sekdes Bagan Melibur, Soni Afrizal SPd MM CPLA, Ketua BPD Bagan Melibur, Syafrizal SE, seluruh perangkat Desa Bagan Melibur, tokoh masyarakat, vendor Lokal Bagan Melibur dan komponen lainnya.


Direktur PT. RAP, Afrizal Anwar Pican menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Desa beserta masyarakat Desa Bagan Melibur dan Kelurahan Teluk Belitung yang telah menerima kehadiran kami, dan mohon dukungan semua pihak secara bersama sampai pelaksanaan pekerjaan selesai kedepannya.


“Kita sangat berharap kehadiran kami dapat diterima ditengah masyarakat disini, tentunya perusahaan kami mengharapkan kerjasama yang baik, demi terselenggaranya pengaspalan jalan ini sesuai harapan kita bersama, tentunya kami juga membutuhkan tenaga kerja, seperti non skli dan lainnya", tutur Pican.


Dijelaskannya, insya Allah dalam waktu dekat kami akan segera mungkin memulaikan pekerjaan dilapangan, sedikit perlu merekrut tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan kami. Dijelaskan, tentunya saat pelaksanaan dipastikan dampak pekerjaan, seperti debu, itu juga tidak akan lama, kami juga meminalisir pekerjaan tersebut tetapi tentu hal ini perlu dari awal kami sampaikan, pungkas Pican.


Sementara itu, Kades Bagan Melibur Isnadi Esman SPd NLP yang diwakili Sekdesnya, Soni Afrizal SPd MM dalam kesempatan itu menyampaikan, Alhamdulillah pada hari kita dapat mengikuti sosialisasi dalam rangka pengaspalan jalan area desa Bagan Melibur, kami menyambut baik atas kerjasama yang baik ini. kami ingin anak-anak daerah mendapat tempat dan kesempatan untuk berkembang bersama perusahaan bapak.


Menurut Soni, ini adalah bagian dari komitmen pemerintah Desa kami agar pelaksanaan kerja benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat kami, termasuk yang kami harapkan kualitas atau mutu pengaspalan jalan tersebut nantinya dapat dikerjakan sesuai spek dan berjalan baik sesuai harapan kita bersama, harap Sekdes.


Pemdes Bagan Melibur juga menekankan pentingnya rekrutmen tenaga kerja anak daerah kami. Diharapkan tidak hanya membawa tenaga kerja luar, tetapi juga membuka peluang kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Khususnya Desa Bagan Melibur, umumnya Kecamatan Merbau.


Perwakilan PT. ITA, Muaznam dalam sambutan nya menyampaikan, adapun agenda kita pada sosialisasi ini dalam rangka memberikan informasi bahwa dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan pekerjaan pengaspalan di area Bagan Melibur dan Kelurahan Teluk Belitung.


Tentunya, bagi kontraktor pemenang tender nanti akan membutuhkan tenaga kerja sesuai kebutuhannya. Kami dari PT. ITA mengucapkan terima kasih atas kesabaran masyarakat Bagan Melibur menunggu proses hampir satu tahun, Alhamdulillah hari ini kita sama-sama dapat mendukung pembangunan pengaspalan jalan sebagai mana harapan kita bersama, pungkas Muaznam."****






LIPUTAN        :      ALI SANIP
EDITOR           :     REDAKSI 
Tinjau Karhutla Gemalasari, Sekda Meranti Ikut Bantu Tim Pemadaman

Tinjau Karhutla Gemalasari, Sekda Meranti Ikut Bantu Tim Pemadaman





KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   — 
Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, turun langsung membantu tim pemadam saat meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Gemalasari, Kecamatan Rangsang, Sabtu (5/9/2026).


Mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Sudandri didampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti melihat langsung kondisi Karhutla yang telah berlangsung selama tiga hari.


Saat berada di lokasi, Sudandri menemui tim pemadam sekaligus turut membantu proses pemadaman.


Berdasarkan informasi Koordinator Lapangan BPBD, kondisi kebakaran saat ini mulai mereda dan penanganan telah memasuki tahap pendinginan. Meski demikian, tim tetap diminta melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.


Sudandri mengatakan, penanganan Karhutla membutuhkan sinergitas seluruh pihak. Menurutnya, upaya pemadaman tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak.


«“Situasi seperti ini butuh sinergitas bersama. Tidak bisa kita hanya mengandalkan satu pihak saja,” kata Sudandri.»


Ia juga meminta tim pemadam tetap siaga dan memantau perkembangan kondisi di lapangan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali membesar maupun menyebar ke desa-desa sekitar.


Selain itu, Sudandri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas pembakaran sampah atau perun.


“Di musim cuaca saat ini, masyarakat diminta saling mengingatkan. Meskipun membakar sampah atau perun, jangan sampai api menjadi melebar ke mana-mana,” tegasnya.


Sudandri menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Forkopimda telah menandatangani kesepakatan dalam bentuk maklumat sebagai bagian dari upaya penanganan Karhutla di Kepulauan Meranti.


Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang bersama tim di lapangan terus berupaya melakukan pemadaman.


Pemerintah daerah turut menyampaikan simpati kepada masyarakat Desa Gemalasari yang lahannya terdampak akibat Karhutla.


“Mudah-mudahan dengan kerja sama dan sinergitas yang baik ini, kita mampu menyelesaikan persoalan Karhutla di Kepulauan Meranti. Semoga musibah yang terjadi saat ini menjadi pembelajaran agar ke depan kita bersama-sama lebih berhati-hati dan waspada sehingga tidak terulang lagi,” ujarnya.


Turut hadir dalam peninjauan tersebut unsur Forkopimda, Camat Rangsang, BPBD Kepulauan Meranti, serta perangkat terkait lainnya."****





LIPUTAN        :     NUR
EDITOR           :     REDAKSI 
Antisipasi Karhutla, Polsek Merbau Himbau Warga Jangan Bakar Sampah di Musim Kemarau

Antisipasi Karhutla, Polsek Merbau Himbau Warga Jangan Bakar Sampah di Musim Kemarau





KabarPesisirNews.com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    - 
Memasuki musim kemarau, Polsek Merbau mengimbau masyarakat agar tidak membakar atau memerun sampah sembarangan. Imbauan ini disampaikan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Merbau.


Kapolsek Merbau IPTU Ahmad Fauzi Menara,S.Pd mengatakan, membakar atau memerun sampah di musim kemarau sangat berbahaya karena api mudah merambat dan sulit dikendalikan.


"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kecamatan Merbau agar tidak membakar atau merun sampah, terutama di lahan kosong, kebun, maupun pinggir jalan. Di musim kemarau seperti sekarang ini, satu titik api kecil saja bisa menjadi kebakaran besar," ujarnya kepada awak Media Senin, 7 September 2026


Kebiasaan tersebut dinilai sangat berisiko dan bisa memicu kebakaran yang meluas, terutama ketika kondisi lahan kering seperti di musim kemarau sekarang ini.


"Kami tidak ingin ada warga yang dirugikan. Jika ada yang membakar dan menimbulkan Karhutla, maka ada sanksi pidana dan denda yang menanti. Maka dari itu mari kita jaga lingkungan bersama-sama," tegasnya.


Polsek Merbau juga mengimbau kepada masyarakat segera melaporkan kepada Polsek atau Bhabinkamtibmas atau call center *110* apabila mengetahui adanya titik api atau indikasi kebakaran, imbuhnya.


"Keselamatan dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita cegah Karhutla mulai dari hal kecil," pungkas IPTU Ahmad Fauzi Menara,S.Pd


Hingga saat ini, Polsek Merbau bersama jajarannya terus melakukan patroli dan sosialisasi ke desa-desa untuk mencegah terjadinya Karhutla."****






PENULIS    :       ALI SANIP
EDITO         :       REDAKSI
SBT Kepulauan Meranti–Malaysia Masuk Tahap Pembahasan Regulasi dan Konsep

SBT Kepulauan Meranti–Malaysia Masuk Tahap Pembahasan Regulasi dan Konsep

RAHMAT ARIFIN KETUA PD IWO KEPULAUAN MERANTI RIAU 






KabarPesisirNews.Com 
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   – 
Skema Special Border Treatment (SBT) Kepulauan Meranti–Malaysia,  kini memasuki tahap lanjutan. Pemerintah bersama Pemkab Kepulauan Meranti mulai membahas regulasi dan pematangan konsep agar kebijakan ini memiliki dasar hukum yang kuat.

Pembahasan dilakukan Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin,  bersama Deputi Bidang Koordinasi Keimigrasian dan Pemasyarakatan Kemenko Kumham Imipas, Dr. I Nyoman Gede Surya Mataram, S.H., M.H., di Kantor Kemenko Kumham Imipas, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Kita membahas konsep dan regulasinya agar SBT ini memiliki arah yang jelas dan bisa segera ditindaklanjuti. Kita ingin apa yang sudah dibahas sebelumnya terus berproses sampai ada bentuk kebijakan yang jelas,” ujar Muzamil.

Ia menegaskan Pemkab Meranti akan terus mengawal proses ini bersama pemerintah pusat. Tujuannya agar SBT nantinya benar-benar memberi kemudahan dan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

PD Ikatan Wartawan Online (IWO) Kepulauan Meranti Apresiasi

Langkah pemerintah ini mendapat apresiasi dari PD Ikatan Wartawan Online (IWO) Kepulauan Meranti.

Kami dari pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kepulauan Meranti mengapresiasi langkah cepat pemerintah pusat dan daerah dalam memperjuangkan SBT Meranti–Malaysia. Ini bukti pemerintah hadir untuk masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan. Semoga segera terealisasi agar mobilitas dan perekonomian masyarakat makin mudah,” ujar Rahmat Arifin, Ketua PD IWO Kepulauan Meranti.

Dengan masuknya SBT ke tahap regulasi, diharapkan kebijakan ini segera disahkan sehingga masyarakat Meranti bisa merasakan dampak positifnya dalam waktu dekat."****




LIPUTAN      :    SANUSI
EDITOR         :    REDAKSI 

Senin, 07 September 2026

SPDP Telah Muncul di Kejati Bali, Fanmelia Sebagai Pemilik Rumah, Beri Apresiasi Penyidik Polda Bali

SPDP Telah Muncul di Kejati Bali, Fanmelia Sebagai Pemilik Rumah, Beri Apresiasi Penyidik Polda Bali







KabarPesisirNews.Com
BALI,    - 
Fanmelia selaku Pemilik Rumah di Jln. Danau Tondano IV  No. 6 D, Desa Sanur Kauh, Denpasar, Bali mengucapkan terima kasih, karena Laporan Polisi Lp.B/675/XI/2023/SPKT/POLDA BALI tertanggal 16 November 2023 telah muncul SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) ke Pihak Kejaksaan Tinggi Bali, dan tembusan ke Pengadilan Negeri Denpasar, dan kepada Terlapor Ni Ketut Mira Andayani, SH. 


Saat dimintai keterangan oleh awak media pada Senin (07-09-2026) Fanmelia menyampaikan beberapa harapannya 


"Kami berharap Rumah atas Milik Pribadi ini, segera bisa di Kosongkan, dan Kembali ke dirinya karena diperoleh hasil kerja keras selama ini," ungkapnya 


"Menurut Kami, Hukum di Indonesia Tindakan memasuki pekarangan orang lain, tanpa izin secara tegas dilarang oleh hukum apalagi Terlapor Menguasai Fisik Rumah tersebut dan Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), tindakan ini dikategorikan sebagai pelanggaran memasuki rumah atau pekarangan tertutup secara melawan hukum (kejahatan terhadap ketertiban umum)," jelasnya dengan lantang



Dalam dalam UU 1/2023 tentang KUHP Nasional Menyatakan bahwa barang siapa memaksa masuk ke dalam rumah, ruangan, atau pekarangan tertutup yang dipakai orang lain dengan melawan hukum, atau berada di situ dengan melawan hukum dan tidak segera pergi atas permintaan pemilik, dapat diancam dengan pidana penjara atau denda.


Hukum melindungi hak atas tanah dan properti seseorang untuk memastikan setiap warga negara merasa aman di kediamannya sendiri


Fanmelia berharap pihak Penyidik Polda Bali segera merampungkan Berkas Perkara dan agar nilai Etika dan Norma Kesopanan budaya kita sangat menjunjung tinggi tata krama. 


"Bila sudah menempati kediaman orang lain mencerminkan hilangnya rasa hormat terhadap sesama manusia," ungkapnya menutupi."****






LIPUTAN         :       MEGY
EDITOR            :       REDAKSI 
Cegah Karhutla Kembali Berkobar, Ekskavator PC200 Buka Akses dan Gali Embung

Cegah Karhutla Kembali Berkobar, Ekskavator PC200 Buka Akses dan Gali Embung





KabarPesisirNews.Com
TEMBILAHAN RIAU,    -
Tim gabungan mengerahkan alat berat ekskavator Komatsu PC200 ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Parit 18, Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Alat berat diturunkan untuk mengantisipasi munculnya kembali api secara tiba-tiba.


Untuk sementara, petugas tidak menemukan titik api di lokasi tersebut. Meski demikian, tim gabungan belum menghentikan penanganan karena lahan gambut dapat menyimpan bara di bawah permukaan.


Kapolsek Tembilahan Kota IPDA Ripal Indrawata, S.H., M.H., mengatakan api di lahan gambut sulit diprediksi. Kawasan yang terlihat tidak lagi mengeluarkan asap belum tentu benar-benar aman.


“Untuk sementara tidak ditemukan titik api. Namun, kami tidak boleh lengah karena api di lahan gambut sulit diprediksi dan sewaktu-waktu bisa muncul kembali,” kata Ripal, Senin (7/9/2026).


Ekskavator PC200 digunakan untuk membuka jalur menuju area yang sulit dijangkau, membuat sekat bakar, menggali embung sebagai sumber air, serta membongkar lapisan tanah yang diduga masih menyimpan panas.


“Dari permukaan mungkin terlihat sudah tidak ada api atau asap. Namun, di bawah tanah bisa saja masih terdapat bara. Ketika cuaca panas dan angin bertiup kencang, bara tersebut dapat hidup dan menjalar kembali,” ujarnya.


Ripal mengatakan alat berat sangat membantu petugas menangani titik-titik rawan yang sulit dikerjakan secara manual. Setelah lapisan tanah dibongkar, petugas langsung melakukan penyiraman lanjutan.


“Tanah yang dicurigai masih menyimpan panas dibongkar menggunakan alat berat, kemudian dibasahi. Langkah ini dilakukan agar air dapat menjangkau bagian yang lebih dalam,” jelasnya.


Tim gabungan juga membuat embung sementara untuk mendekatkan sumber air ke lokasi penanganan. Dalam kondisi tertentu, sebagian kebun atau lahan masyarakat perlu digunakan untuk pembuatan embung tersebut.


Ripal berharap pemilik lahan dapat memahami kebutuhan petugas di lapangan. Ia memastikan langkah tersebut dilakukan untuk kepentingan bersama dan mencegah kebakaran meluas.


“Kami berharap pemilik kebun atau lahan yang digunakan untuk membuat embung sementara dapat memahami kondisi di lapangan. Langkah ini bukan untuk merugikan masyarakat, tetapi untuk mempercepat penanganan agar api tidak merambat ke kebun, permukiman, maupun fasilitas umum,” katanya.


Selain mengerahkan alat berat, tim gabungan melakukan penyisiran, pendinginan, dan pemantauan menggunakan drone. Pengawasan dari udara dilakukan untuk melihat kondisi kawasan secara lebih luas.


Penanganan karhutla melibatkan Polri, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Inhil, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kecamatan, PLTU Tembilahan, relawan, masyarakat, serta unsur terkait lainnya.


Karhutla di kawasan Parit 18 kembali muncul pada Rabu (2/9/2026). Lokasinya berada tidak jauh dari permukiman dan fasilitas umum sehingga penanganan dilakukan secara intensif dari darat maupun udara.


Helikopter water bombing sebelumnya juga dikerahkan untuk membantu menekan kobaran api. Kini, penanganan difokuskan pada pembongkaran tanah, pembuatan sekat bakar dan embung, serta pendinginan area rawan.


“Kami belum bisa terburu-buru menyatakan kawasan benar-benar aman. Selama masih ada potensi panas di bawah tanah, penyisiran dan pendinginan akan terus dilakukan,” tegas Ripal.


Ripal turut mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melapor apabila melihat asap maupun indikasi kebakaran.


“Jika melihat asap atau titik api, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin,” tutupnya."****







LIPUTAN INHIL       :     SANDI 
EDITOR                     :     REDAKSI 
Pemkab Meranti Dorong Produk Unggulan UMKM Masuk Pemetaan KPJU Riau 2026

Pemkab Meranti Dorong Produk Unggulan UMKM Masuk Pemetaan KPJU Riau 2026







KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,   — 
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Sudandri, SH, membuka Focus Group Discussion (FGD) Komoditas, Produk, dan Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM Provinsi Riau Tahun 2026, Jumat (4/9/2026), di Ruang Rapat PUPR Kabupaten Kepulauan Meranti.


Kegiatan tersebut dilaksanakan Center for Survey and Academic Development (CSAD) Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) UIN Sultan Syarif Kasim Riau bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI). FGD merupakan bagian dari penelitian KPJU unggulan UMKM yang dilaksanakan di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Riau.


Tim CSAD UIN Sultan Syarif Kasim Riau dipimpin Direktur CSAD, Dr. Ade Ria Nirmala, SE., MM.


Dalam kegiatan tersebut, tim peneliti menjelaskan bahwa pemetaan KPJU unggulan merupakan kegiatan Bank Indonesia yang dilaksanakan secara berkala setiap lima tahun. Kegiatan serupa sebelumnya telah dilakukan pada 2015 dan 2021, kemudian kembali dilaksanakan pada 2026.


“KPJU ini dilaksanakan setiap lima tahun. UIN Suska sebelumnya juga terlibat pada 2021 dan tahun ini kembali dipercaya untuk melaksanakan kegiatan yang sama,” jelas Dr. Ade Ria Nirmala.


Ia mengatakan, pemetaan KPJU penting dilakukan karena UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian nasional. Namun, tidak semua UMKM dapat diberikan bentuk intervensi yang sama.


Karena itu, diperlukan pemetaan terhadap komoditas, produk, maupun jenis usaha yang memiliki potensi dan prospek untuk dikembangkan.


“Tidak mungkin pemerintah memberikan intervensi yang sama terhadap seluruh UMKM. Karena itu, kita perlu melihat UMKM yang memiliki prospek dan potensi tinggi untuk kemudian didukung agar berkembang lebih unggul,” ujarnya.


Menurutnya, penetapan KPJU dilakukan dengan pendekatan bottom-up, yakni berdasarkan kondisi, potensi, kebutuhan, dan masukan dari daerah yang bersangkutan.


Sebelum FGD tingkat kabupaten, tim telah melakukan pengumpulan data di sembilan kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Data yang digunakan antara lain berasal dari BPS, DPMPTSP Provinsi Riau, serta sejumlah sumber lainnya.


Hasil pemetaan awal tersebut kemudian dibahas kembali dalam FGD untuk menentukan kandidat KPJU unggulan Kabupaten Kepulauan Meranti. Hasilnya akan menjadi salah satu bahan dalam pengolahan KPJU unggulan tingkat Provinsi Riau.


Sementara itu, Sekda Kepulauan Meranti, Sudandri, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pemetaan dan pengembangan produk unggulan daerah.


Ia menilai Meranti memiliki sejumlah komoditas yang berpotensi dikembangkan, salah satunya adalah sagu yang telah menjadi salah satu ikon daerah.


“Meranti memiliki produk unggulan tersendiri, salah satunya produk berbasis sagu. Ini bukan hanya komoditas, tetapi sudah menjadi ikon bagi Kabupaten Kepulauan Meranti,” kata Sudandri.


Ia menyebutkan, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki sekitar 40 ribu hektare lahan sagu dengan produksi yang mencapai lebih dari 270 ribu ton per tahun.


Menurutnya, potensi sagu Meranti tidak hanya berada pada produk bahan baku, tetapi juga pada berbagai produk turunannya. Pemerintah daerah mencatat terdapat ratusan jenis produk makanan yang dapat dikembangkan dari komoditas tersebut.


“Potensi sagu kita sangat besar. Pemasarannya juga sudah menjangkau pasar lokal, nasional, bahkan dunia,” ujarnya.


Sudandri berharap FGD tersebut dapat menghasilkan masukan konkret mengenai pengembangan UMKM, mulai dari persoalan di sektor hulu hingga hilir.


Karena itu, pemerintah daerah menghadirkan sejumlah kepala OPD yang memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan UMKM, termasuk sektor koperasi, perbankan, dan perangkat daerah lainnya.


“Kami berharap melalui diskusi ini dapat ditemukan berbagai hambatan dan permasalahan, mulai dari hulu sampai hilir, sehingga produk unggulan daerah dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih maksimal,” katanya.


Ia juga mendorong seluruh perangkat daerah terkait untuk memberikan masukan sesuai tugas dan fungsi masing-masing agar hasil pemetaan KPJU tidak berhenti pada penetapan komoditas unggulan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program pengembangan dan pemberdayaan UMKM.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti, sejumlah kepala OPD terkait, perwakilan perbankan, BPS, serta tamu undangan lainnya."****





LIPUTAN       :     NUR
EDITOR          :     REDAKSI 
Pemdes Anak Setata Kembali Melaksanakan Pembagian bantuan langsung tunai ( BLT ) Teriulan 2 2026

Pemdes Anak Setata Kembali Melaksanakan Pembagian bantuan langsung tunai ( BLT ) Teriulan 2 2026







KabarPesisirNews.Com      
RANGSANG BARAT RIAU,     -
Kembali Pemerintah Desa Anak Setata
Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti melaksanakan pembagian bantuan langsung tunai ( BLT ) Teriulan 3 sebanyak 15 KPM
Untuk bulan Juli Agustus September 2026.


Hari Jum,at  Pada tanggal 4 September 2026 pemerintah desa anak setatah telah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat desa anak setatah sebanyak 15 penerima bantuan, adapun besaran yang diterima perorang sebesar Rp.900.000.


Turut hadir dalam penyerahan tersebut 
Kasih PMD Kecamatan Rangsang Barat, Kepala Desa Anak Setatah Zulhadi, Babinkamtibmas Desa Anak Setatah, Babinsa Desa Anak Setatah, Sekdes Anak Setatah, Pandamping Desa Anak Setatah,Kepala Dusun  Anak Setatah, Seluruh Perangkat Desa yang ikut mambatu Dalam proses penyerahan tersebut.


Dalam Sambutannya Kepala Desa  Anak Setatah Zulhadi itu berpesan kepada seluruh masyarakat penerima bantuan tersebut, ia berharap kiranya uang yang di salurkan dipergunakan dengan sebaik mungkin, dan jangan dihamburkan untuk keperluan yg kurang manfaat seperti pembelian paket internet saja


Ucapan terimakasih yang tidak terhingga dari Pemerintah Desa dan Masyarakat Desa Anak Setatah kepada Pemerintah Pusat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Pemerintah Kecamatan Rangsang Barat, Pendamping Desa yang telah membantu proses pencairan bantuan langsung tunai BLT tersebut, sehingga masyarakat saat ini sangat terbantu


Kades Anak Setatah Zulhadi berpesan 
Juga Berharap Kepada Masyarakat penerima bantuan, miskipun sudah mendapatkan bantuan tersebut tetap juga harus semangat bekerja seperti  biasanya, demi untuk kesejahteraan keluarga


Kita belum tau bantuan langsung tunai ini berlangsung sampai kapan, paling tidak dengan giatnya bekerja bisa menjadi septi ekonomi dalam rumah tangga"Kata Kepala Desa Anak Setatah Zulhadi."****





LIPUTAN       :       RED
EDITOR         :       REDAKSI


Dua Pemuda Teluk Belitung Jadi Korban, Diduga Tabrak Sapi di Jalan PT ITA, OPP Kecam Keras Ternak Berkeliaran

Dua Pemuda Teluk Belitung Jadi Korban, Diduga Tabrak Sapi di Jalan PT ITA, OPP Kecam Keras Ternak Berkeliaran






KabarPesisirNews.Com
KEPULAUAN MERANTI RIAU,    – 
Diduga akibat kelalaian pemilik ternak, dua pemuda warga Kelurahan Teluk Belitung, Jalan S. Parman RT 03 RW 04, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mengalami kecelakaan setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak seekor sapi yang diduga berkeliaran bebas di jalan milik PT Imbang Tata Alam (ITA).


Peristiwa tersebut terjadi pada Ahad, 6 September 2026. Kedua korban diketahui bernama Jamaluddin dan Ahmad Hambali.
Saat itu, Jamaluddin mengendarai sepeda motor untuk mengantar saudaranya, Ahmad Hambali, menuju Pelabuhan Sagu-Sagu karena hendak berangkat ke Pekanbaru.


Namun, sesampainya di depan persimpangan AC 3, jalan perusahaan PT ITA, tiba-tiba seekor sapi yang diduga milik warga menyeberang jalan.


Karena jarak yang sudah terlalu dekat, korban tidak sempat menghindar. Sepeda motor yang dikendarai Jamaluddin langsung menabrak sapi tersebut hingga kedua korban terjatuh.
Beruntung, keduanya segera mendapat pertolongan dari seorang sopir travel yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Jamaluddin kemudian dibawa ke Puskesmas Teluk Belitung untuk mendapatkan penanganan medis, sedangkan Ahmad Hambali dibawa untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.


Berdasarkan informasi yang diperoleh, Jamaluddin mengalami patah tulang selangka sebelah kiri serta luka lecet di beberapa bagian tubuh. Sementara Ahmad Hambali mengalami luka cukup parah pada bagian wajah dan lecet di sejumlah bagian tubuh.


Kecelakaan tersebut kembali memunculkan keluhan masyarakat mengenai keberadaan sapi yang kerap berkeliaran di sepanjang jalan perusahaan. Warga menilai kondisi tersebut sangat membahayakan pengguna jalan, khususnya pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.


“Sudah sering kami komplain. Sapi-sapi itu dibiarkan berkeliaran di jalan, apalagi malam hari sangat berbahaya. Sekarang sudah ada yang patah tulang,” ujar salah seorang warga setempat.


Pihak keluarga korban juga meminta adanya pertanggungjawaban dari pemilik hewan ternak apabila nantinya dapat dipastikan sapi tersebut merupakan milik yang bersangkutan.


Keluarga korban turut mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polsek Merbau, agar dapat mengambil langkah sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku terhadap persoalan ternak yang berkeliaran di jalan.


Menanggapi kecelakaan tersebut, Organisasi Peduli Pemuda (OPP) Kelurahan Teluk Belitung menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi yang dialami Jamaluddin dan Ahmad Hambali. OPP Kelurahan Teluk Belitung juga mengecam keras setiap bentuk kelalaian pemilik ternak yang membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran bebas di jalan umum maupun jalur yang digunakan masyarakat, karena hal tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.


Yoldi ketua umum OPP kelurahan Teluk Belitung memberi tanggapan "Kami dari OPP Kelurahan Teluk Belitung sangat prihatin atas musibah yang menimpa saudara kami. Ini bukan lagi persoalan sepele. Ketika hewan ternak dibiarkan berkeliaran dan kemudian menyebabkan kecelakaan, maka keselamatan masyarakat menjadi taruhannya,” tegas Yoldi


Yoldi menilai pemilik ternak harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap hewan peliharaannya. Hewan ternak semestinya dikandangkan atau diawasi dengan baik sehingga tidak berkeliaran dan membahayakan masyarakat.


Yoldi asadi ketua umum OPP Kelurahan Teluk Belitung menegaskan "Kami mengecam keras apabila memang ada pemilik ternak yang dengan sengaja ataupun karena kelalaiannya membiarkan sapi berkeliaran bebas di jalan. Jangan sampai masyarakat yang tidak tahu apa-apa menjadi korban akibat kelalaian orang lain,” lanjutnya.


Yoldi meminta persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, harus ada langkah nyata dari pemilik ternak dan pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.


“Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban yang lebih parah atau bahkan korban jiwa baru semua pihak bergerak. Hari ini sudah ada warga yang mengalami patah tulang dan luka serius. Ini harus menjadi peringatan bersama,” tegas Yoldi.


Yoldi juga mengimbau seluruh pemilik ternak di wilayah Kelurahan Teluk Belitung dan sekitarnya agar lebih bertanggung jawab dalam memelihara hewan ternaknya.


“Kami meminta kepada seluruh pemilik ternak untuk segera mengandangkan dan mengawasi hewan masing-masing. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan karena kelalaian satu pihak, orang lain harus menanggung akibatnya,” pungkasnya.


Berdasarkan informasi yang diperoleh, persoalan hewan ternak yang berkeliaran di sepanjang jalan perusahaan, mulai dari Pos 1 Kurau hingga Pos 9 Bagan Melibur, sebelumnya telah mendapat perhatian.


PT ITA bersama para peternak disebut telah melakukan koordinasi sejak Februari 2023. Dalam koordinasi tersebut, kedua belah pihak disebut menandatangani berita acara yang memuat sejumlah kesepakatan.


Salah satu poinnya, PT ITA meminta agar ternak ditertibkan dengan cara dikandangkan sehingga tidak mengganggu operasional kendaraan perusahaan maupun pengendara lainnya.


Dalam kesepakatan tersebut juga disebutkan bahwa apabila terjadi insiden tabrakan yang melibatkan ternak, pemilik ternak tidak akan menuntut kerugian kepada PT ITA maupun pengendara lainnya. Namun, berdasarkan kondisi di lapangan dan keluhan masyarakat, sapi-sapi tersebut disebut masih berkeliaran bebas hingga saat ini.


Peristiwa yang menimpa Jamaluddin dan Ahmad Hambali pun diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk kembali menyelesaikan persoalan tersebut secara serius.


Yoldi ketua juga menyampaikan bahwa masyarakat berhak mendapatkan rasa aman ketika menggunakan jalan.


“Kami berharap ada solusi nyata dan penertiban yang jelas. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali. Keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama,” tutup Yoldi."****






LIPUTAN       :    ALI SANIP
EDITOR          :    REDAKSI 
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan

Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan







KabarPesisirNews.Com
SIAK RIAU,    -
Tim gabungan kembali melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Minggu (6/9/2026).


Operasi pemadaman difokuskan di RT 19 RW 01 Dusun Pematang Sepetai dengan melibatkan personel gabungan dari Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta PTPN V.


Kabagops Polres Siak Kompol Ermanto mengatakan, Pihaknya mengerahkan sedikitnya 50 personel untuk memperkuat tim gabungan di lapangan. 


Delapan unit mesin pompa beserta selang dan berbagai peralatan pemadaman juga turut dioperasikan.


“Personel melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan api dapat dikendalikan dan tidak merambat ke areal lainnya. Fokus kami adalah menangani titik yang masih terbakar sekaligus mencegah perluasan,” kata Ermanto.


Penanganan dari darat juga diperkuat dengan empat unit alat berat yang digunakan untuk membuat sekat guna menghambat pergerakan api. 


Di saat bersamaan, operasi udara menggunakan helikopter water bombing terus dilakukan untuk menjangkau titik panas dan lokasi kebakaran yang membutuhkan penanganan dari udara.


Menurut Ermanto, water bombing telah dilakukan sejak Sabtu (5/9) siang dan kembali dilanjutkan pada Minggu. Posko lapangan juga telah didirikan sebagai pusat koordinasi untuk mengevaluasi perkembangan situasi sekaligus menentukan langkah penanganan berikutnya.


Aspek keselamatan personel turut menjadi perhatian selama operasi berlangsung. 


Tim puskesmas disiagakan di lapangan untuk memberikan penanganan medis apabila dibutuhkan, termasuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).


Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan seluruh jajaran tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya Karhutla di tengah kondisi yang masih rawan.


Menurut Akmadi, penanganan di lapangan tidak hanya diarahkan untuk memadamkan api, tetapi juga memastikan kebakaran tidak berkembang dan meluas. 


Karena itu, Polda Riau dan jajaran terus mengedepankan kolaborasi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, MPA, serta masyarakat.


“Setiap titik yang muncul harus ditangani secepat mungkin. Personel di lapangan berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan, dibantu water bombing serta alat berat. Prinsipnya, jangan beri ruang bagi api untuk meluas,” ujar Akmadi.


Akmadi sekaligus mengingatkan masyarakat, terutama pemilik kebun maupun warga yang akan membuka lahan untuk pertanian dan perkebunan, agar tidak menggunakan api dalam proses pembukaan lahan.


Ia menegaskan, api yang semula terlihat kecil dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan, terlebih ketika berada di lahan yang kering dan didukung kondisi cuaca yang meningkatkan risiko kebakaran.


“Saat ratusan orang harus turun memadamkan api, pencegahan dari masyarakat menjadi sangat penting. Jangan membuka lahan dengan cara membakar,” tegas Akmadi.


Polda Riau juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan di lingkungannya sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum kebakaran meluas."****





LIPUTAN      :    REDAKSI 
EDITOR         :    REDAKSI